Jakarta Masuk 5 Besar Pusat Talenta Operasional APAC, Peluang Pasar Perkantoran Makin Terbuka
Property&Bank.com – Posisi Jakarta sebagai salah satu pusat bisnis utama di Asia Tenggara semakin mendapat pengakuan internasional. Dalam laporan terbaru Colliers bertajuk Global Financial Services Markets: Top Talent Locations 2026, Jakarta berhasil masuk 5 besar pusat talenta domestik dan operasional jasa keuangan di kawasan Asia Pacific (APAC). Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar properti komersial, khususnya sektor perkantoran, yang tengah bertransformasi mengikuti kebutuhan perusahaan global terhadap lokasi bisnis yang mampu menyediakan tenaga kerja berkualitas, biaya operasional kompetitif, dan dukungan infrastruktur yang memadai. Laporan yang menganalisis lebih dari 200 pasar di dunia itu menunjukkan bahwa Asia Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan industri jasa keuangan global. Sebanyak 39% perusahaan jasa keuangan yang masuk dalam penelitian tersebut berasal dari kawasan APAC, menjadikannya wilayah dengan kontribusi terbesar dibanding kawasan lainnya. Tak hanya itu, APAC juga mewakili sekitar 36% pusat talenta global yang masuk dalam pemeringkatan dan menguasai 44% pasar yang masuk kategori pusat domestik serta operasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa pusat aktivitas industri jasa keuangan dunia semakin bergeser ke kawasan Asia. Di tengah perkembangan tersebut, Jakarta berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pasar talenta paling kompetitif di kawasan. Kota ini bahkan tercatat sebagai pasar talenta jasa keuangan terbesar keenam di APAC, bersanding dengan kota-kota besar seperti Delhi NCR, Mumbai, Bengaluru, Manila, dan Kuala Lumpur. Menurut Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, Jakarta terus memperkuat perannya sebagai pusat domestik dan operasional yang didukung oleh ketersediaan tenaga kerja dalam jumlah besar dan berorientasi pada eksekusi. Keunggulan tersebut membuat Jakarta menjadi lokasi yang ideal untuk mendukung berbagai fungsi penting perusahaan, mulai dari layanan back-office, shared services, hingga fungsi-fungsi spesialis yang menunjang aktivitas pusat bisnis regional maupun global. Bagi sektor properti, pengakuan ini menjadi katalis positif bagi permintaan ruang kantor dalam jangka panjang. Ketika perusahaan semakin mengandalkan strategi lokasi berbasis talenta, kota-kota yang mampu menyediakan sumber daya manusia berkualitas akan menjadi tujuan utama ekspansi bisnis. Jakarta Berpotensi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Properti Komersial Perubahan strategi perusahaan jasa keuangan global menjadi salah satu temuan utama dalam laporan Collies. Jika sebelumnya kota-kota tertentu hanya berfungsi sebagai pusat operasional, kini banyak perusahaan mulai mengintegrasikan fungsi strategi, teknologi, analitik data, hingga pengambilan keputusan dalam satu lokasi yang sama. Tren ini didorong oleh perkembangan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara perusahaan mengelola operasional dan sumber daya manusia. Akibatnya, kebutuhan terhadap kota yang memiliki talenta berkualitas menjadi semakin penting dibanding sebelumnya. Dalam konteks tersebut, Jakarta dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas dari sekadar pusat operasional menjadi pusat layanan bernilai tambah tinggi. Ketersediaan tenaga kerja yang besar, biaya operasional yang relatif kompetitif, serta semakin berkembangnya ekosistem digital menjadi modal utama untuk menarik investasi baru. Bagi pasar perkantoran, kondisi ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan terhadap gedung perkantoran modern yang mampu mendukung kebutuhan perusahaan global. Kawasan-kawasan bisnis utama di Jakarta diperkirakan akan semakin diuntungkan apabila lebih banyak perusahaan menjadikan ibu kota sebagai basis operasional maupun pusat layanan regional. Sementara itu, kota-kota seperti Tokyo, Hong Kong, Singapura, Seoul, dan Sydney masih mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan utama Asia Pasifik berkat ekosistem bisnis yang matang dan arus investasi yang kuat. Namun, laporan tersebut juga menyoroti munculnya pasar-pasar baru yang semakin kompetitif, termasuk Jakarta yang dinilai menawarkan kombinasi menarik antara kualitas talenta dan efisiensi biaya. Colliers menilai bahwa perusahaan jasa keuangan global kini semakin mengandalkan data dan analisis dalam menentukan strategi lokasi bisnis mereka. Organisasi yang mampu mengoptimalkan akses terhadap talenta akan memiliki keunggulan dalam menghadapi persaingan dan menangkap peluang pertumbuhan baru. Masuknya Jakarta ke dalam 5 besar pusat talenta operasional APAC menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi mulai diakui sebagai salah satu pusat penyedia talenta yang penting bagi industri jasa keuangan global. Bagi sektor properti komersial, pengakuan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi investasi dan pengembangan bisnis di kawasan Asia Pasifik.
93,09% Rumah FLPP 2026 Dihuni Pemiliknya, BP Tapera Pastikan Program Subsidi Tepat Sasaran
Property&Bank.com – Tingkat keterhunian rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat sebanyak 93,09% debitur FLPP yang telah dipantau terbukti menghuni rumahnya sendiri, menandakan program subsidi perumahan semakin tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga pertengahan Juni 2026, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 79.667 unit rumah dengan nilai mencapai Rp9,9 triliun. Seiring meningkatnya realisasi penyaluran, BP Tapera juga memperkuat kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan rumah subsidi benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan hingga akhir Mei 2026, BP Tapera telah memonitor sekitar 42.595 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.003 unit rumah diketahui dihuni langsung oleh pemiliknya atau mencapai 93,09% dari total rumah yang berhasil dipantau. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan bahwa pemantauan keterhunian menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas Program FLPP. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang berhasil dibiayai, tetapi juga dari sejauh mana rumah tersebut benar-benar ditempati oleh penerima manfaat yang berhak. “Program FLPP tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga memastikan rumah yang telah dibiayai benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi syarat,” ujarnya. Capaian tersebut sekaligus memperkuat tren positif yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, BP Tapera berhasil menyalurkan FLPP untuk 278.868 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp34,64 triliun, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan program FLPP. Pada tahun lalu, BP Tapera menargetkan pemantauan terhadap 68.000 unit rumah subsidi. Hasilnya, sebanyak 75.047 unit rumah berhasil dipantau dan divalidasi, dengan 70.564 unit di antaranya atau sekitar 94,02% diketahui dihuni sesuai ketentuan yang berlaku. Keterhunian Rumah FLPP Capai 93,09% pada 2026 Selain memastikan tingkat keterhunian, BP Tapera juga melakukan evaluasi terhadap kualitas rumah subsidi yang telah disalurkan kepada masyarakat. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumah yang dibangun pengembang benar-benar layak ditempati sejak diserahterimakan kepada debitur. Data hingga 31 Mei 2026 menunjukkan bahwa dari 2.442 unit rumah yang berhasil diverifikasi, sebanyak 2.337 unit atau 96,49% berada dalam kondisi siap huni. Sementara itu, sekitar 3,51% lainnya masih masuk kategori belum siap huni dan memerlukan tindak lanjut. BP Tapera saat ini terus berkoordinasi dengan bank penyalur maupun pengembang untuk memastikan penyelesaian berbagai kendala yang menyebabkan rumah belum dapat ditempati. Langkah tersebut dinilai penting karena kesiapan fisik bangunan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keterhunian rumah subsidi. Di sisi lain, penyediaan rumah subsidi masih menghadapi sejumlah tantangan dari sisi pasokan (supply). Berdasarkan temuan di lapangan, pengembang masih kerap menghadapi berbagai hambatan mulai dari proses perizinan, kesesuaian tata ruang, hingga persoalan pertanahan yang dapat mempengaruhi percepatan pembangunan perumahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat keberhasilan Program FLPP. Menurut Heru, pemerintah daerah dapat berperan dalam meningkatkan tingkat keterhunian rumah subsidi melalui kemudahan administrasi kependudukan bagi para penghuni. Salah satunya adalah memfasilitasi pembaruan alamat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai lokasi rumah subsidi yang ditempati. Selain itu, sosialisasi mengenai kewajiban dan ketentuan kepemilikan rumah FLPP juga perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa rumah subsidi diperuntukkan sebagai hunian utama dan bukan untuk disewakan ataupun diperjualbelikan dalam periode tertentu. Dengan tingkat keterhunian yang telah mencapai lebih dari 93% pada penyaluran FLPP tahun 2026, BP Tapera optimistis kualitas pelaksanaan program akan semakin baik. Monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjaga akuntabilitas penyaluran subsidi perumahan sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah pertama.
Vyorelle BSD City Laris Manis, 90% Unit Fase Pertama Terjual dalam Sebulan
Property&Bank.com – Minat masyarakat terhadap hunian tapak masih menunjukkan tren yang kuat sepanjang 2026. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya penjualan klaster terbaru Vyorelle BSD City yang dikembangkan oleh PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, perusahaan patungan antara Sinar Mas Land dan Hankyu Hanshin Properties Corp. Jepang. Klaster yang resmi diperkenalkan pada April 2026 itu berhasil mencatat penjualan hingga 90% pada fase pertama yang dipasarkan pada Mei 2026. Capaian tersebut melanjutkan kesuksesan kawasan Vireya BSD City yang sebelumnya telah membukukan penjualan lebih dari 300 unit melalui klaster perdana Lynelle dan Lynelle Parc sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Tingginya serapan pasar tersebut sejalan dengan tren pencarian properti nasional. Berdasarkan data Rumah123 pada awal 2026, rumah tapak masih menjadi jenis properti yang paling diminati masyarakat dengan porsi pencarian mencapai 59,8%. Kelompok usia produktif 25-34 tahun menjadi kontributor terbesar dalam pencarian hunian tersebut. Presiden Direktur PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, Theodore G. Thenoch, mengatakan bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam memilih hunian dan tidak hanya mempertimbangkan desain bangunan semata. Menurutnya, keberadaaan fasilitas yang telah matang dan beroperasi menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian properti. “Antusiasme pasar terhadap Vireya menunjukkan bahwa konsumen saat ini semakin mengutamakan hunian yang tidak hanya menawarkan desain modern, tetapi juga berada di kawasan dengan fasilitas krusial yang sudah established dan beroperasi. Melalui Vyorelle, kami kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari kawasan hunian yang masih dalam tahap awal pengembangan dan memiliki prospek nilai investasi jangka panjang,” ujarnya. Vyorelle BSD City Tawarkan Desain Modern dan Harga Kompetitif Vyorelle hadir sebagai klaster kedua di kawasan Vireya dengan mengusung konsep Earthy Arch Living yang menampilkan desain fasad berkarakter melalui elemen lengkungan elegan. Konsep tersebut dipadukan dengan tata ruang yang lebih efisien dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan keluarga modern. Wakil Presiden Direktur PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, Ichiro Yamamoto, menjelaskan bahwa pengembangan Vyorelle mengadopsi filosofi Japanese Living Quality yang selama lebih dari satu abad diterapkan oleh Hankyu Hanshin Properties Corp. di Jepang. Konsep tersebut menitikberatkan pada kenyamanan penghuni, efisiensi ruang, dan perhatian terhadap detail desain yang mendukung kualitas hidup keluarga masa kini. Klaster ini menawarkan beberapa pilihan tipe rumah 2 lantai dengan luas tanah mulai dari 60 meter persegi hingga 98 meter persegi dan luas bangunan mulai dari 53 meter persegi hingga 116 meter persegi. Pilihan unit tersedia mulai dari 2 kamar tidur hingga 4 kamar tidur plus 1 ruang tambahan. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah desain kamar utama yang lebih lapang, lengkap dengan ensuite bathroom dan walk-in closet. Untuk harga, Vyorelle dipasarkan mulai Rp1,2 miliar untuk tipe 53/60, Rp1,5 miliar untuk tipe 78/66, serta Rp2,4 miliar untuk tipe 116/98. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif mengingat lokasi proyek berada di kawasan BSD City yang terus berkembang dan memiliki infrastruktur yang semakin lengkap. Selain hunian, kawasan Vireya juga dirancang sebagai lingkungan residensial terintegrasi yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti vibrant commercial lane, river walk, outdoor gym, taman bermain anak, jogging track sepanjang 10 kilometer, hingga clubhouse yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas komunitas. Keberadaan ruang terbuka hijau yang luas dan aliran sungai alami di dalam kawasan turut memberikan nilai tambah bagi penghuni yang menginginkan lingkungan sehat dan nyaman. Dari sisi lokasi, Vireya berada di kawasan timur BSD City yang telah berkembang dengan dukungan fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, dan rekreasi. Kawasan ini dekat dengan Eka Hospital, Columbia Asia Hospital BSD, Teras Kota, ITC BSD, BSD Plaza, Pasar Modern BSD City, AEON Mall BSD City, ICE BSD, hingga The Breeze. Sementara untuk pendidikan, penghuni dapat mengakses berbagai institusi ternama seperti Sekolah Al-Azhar BSD, Santa Ursula BSD, Deutsche Schule Jakarta, Wellington College BSD, Stella Maris School BSD, Sekolah Cikal Harapan BSD, Ora et Labora, hingga Saint John School BSD. Kemudahan akses juga menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek investasi kawasan ini. Vireya terhubung dengan jaringan jalan tol utama seperti Tol Jakarta-Serpong, JORR 1, JORR 2, Tol Serpong-Cinere, Tol Jakarta-Merak, serta Tol Serpong-Balaraja. Selain itu, penghuni dapat memanfaatkan transportasi publik melalui Stasiun Rawa Buntu, layanan feeder bus, dan airport shuttle menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dengan penjualan fase pertama yang hampor habis dalam waktu singkat, Vyorelle BSD City menunjukkan bahwa pasar masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap hunian tapak yang berada di kawasan matang, memiliki fasilitas lengkap, serta menawarkan potensi kenaikan nilai investasi jangka panjang.
Bidik Mahasiswa Perantau, Cove Ekspansi ke Malang dan Kejar Target 7.000 Kamar pada 2026
PropertynBank.com – Memasuki musim penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, kebutuhan akan hunian bagi mahasiswa perantau kembali meningkat. Melihat peluang tersebut, Cove memperluas jaringan bisnisnya ke Kota Malang melalui peluncuran Cove Estira, sebuah hunian co-living modern yang menyasar segmen mahasiswa dan generasi muda. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan Cove di Jawa Timur sekaligus mendukung target perusahaan untuk menghadirkan lebih dari 7.000 kamar di Indonesia hingga akhir tahun 2026. Kehadiran Cove Estira juga memperkuat posisi Malang sebagai salah satu pasar potensial bagi industri hunian mahasiswa, mengingat kota ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan terbesar di Indonesia. Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengatakan bahwa tren kebutuhan mahasiswa saat ini telah mengalami perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi hanya mencari tempat tinggal dengan harga terjangkau, tetapi juga lingkungan yang mampu mendukung produktivitas, kenyamanan, dan interaksi sosial selama masa studi. Data internal perusahaan menunjukkan sekitar 12,5% penghuni Cove berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pasar hunian mahasiswa modern masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama di kota-kota pendidikan seperti Malang. “Kami melihat kebutuhan mahasiswa telah berkembang. Mereka mencari hunian yang tidak hanya nyaman untuk beristirahat, tetapi juga mendukung aktivitas akademik dan gaya hidup sehari-hari. Karena itu, Malang menjadi lokasi strategis untuk ekspansi kami,” ujar Rizky. Cove Estira Hadirkan Konsep Co-Living Modern untuk Mahasiswa Berlokasi di kawasan Jatimulyo, Cove Estira menawarkan 27 kamar dengan konsep desain minimalis yang dipadukan aksen warna cerah. Hunian ini dirancang untuk menciptakan suasana yang mendukung kegiatan belajar sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penghuni. Tidak hanya menyediakan kamar, Cove Estira juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lobi, ruang makan bersama, patio, hingga rooftop lounge. Kehadiran area komunal tersebut diharapkan dapat mendorong interaksi sosial antarpenghuni, khususnya mahasiswa perantau yang tengah beradaptasi dengan lingkungan baru. Dari sisi lokasi, kawasan Jatimulyo dinilai memiliki akses yang strategis menuju sejumlah kampus ternama di Kota Malang, seperti Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang. Selain dekat dengan pusat pendidikan, kawasan ini juga terkoneksi dengan berbagai fasilitas komersial dan hiburan, termasuk Mall Dinoyo City, Malang Town Square, dan Mall Olympic Garden. Kombinasi antara akses pendidikan, fasilitas komunal, serta kedekatan dengan pusat aktivitas kota menjadi nilai tambah yang ditawarkan Cove Estira. Konsep tersebut sekaligus mencerminkan perubahan tren hunian mahasiswa yang kini semakin mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan akademik dan gaya hidup. Masuknya Cove ke Malang juga merupakan kelanjutan dari keberhasilan ekspansi perusahaan di Surabaya. Sejak memasuki pasar Surabaya pada pertengahan 2025, jumlah kamar yang dikelola Cove di kota tersebut diklaim meningkat hingga 10x lipat dalam waktu 1 tahun. Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan ke Malang yang selama ini dikenal sebagai kota penyangga penting bagi Surabaya, terutama di sektor pendidikan. Selain itu, konektivitas yang semakin baik melalui jaringan Tol Trans Jawa turut membuka peluang mobilitas yang lebih tinggi antara kedua kota. Cove menilai pola pertumbuhan perkotaan di Jawa Timur memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Jabodetabek. Di wilayah tersebut, pertumbuhan bisnis di Jakarta mendorong ekspansi perusahaan ke berbagai kota satelit seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan akan hunian yang fleksibel. Ke depan, pengembangan bisnis Cove di Malang tidak hanya akan berfokus pada akomodasi mahasiswa. Perusahaan juga membuka peluang pengembangan hunian harian maupun konsep hybrid yang menggabungkan sewa bulanan dan harian untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Potensi pariwisata yang dimiliki kawasan Malang dan Batu menjadi salah satu pertimbangan dalam strategi tersebut. Dengan pasar pendidikan dan wisata yang sama-sama berkembang, Malang dinilai memiliki prospek jangka panjang bagi bisnis co-living modern. Melalui ekspansi di Jawa Timur, Cove menargetkan penambahan sekitar 1.000 kamar baru secara nasional hingga akhir 2026. Di saat yang sama, perusahaan juga tetap melanjutkan pengembangan portofolio di berbagai kota operasional lainnya guna memenuhi kebutuhan hunian generasi muda yang terus berkembang di Indonesia.
Dairyland 3,8 Hektare Hadir di Hiera BSD, Perkuat Daya Tarik Kawasan Hunian
PropertynBank.com – Sinar Mas Land kembali memperkuat ekosistem kawasan BSD City melalui kerja sama strategis dengan Dairyland untuk menghadirkan destinasi wisata edukatif bertema perternakan seluas 3,8 hektare di kawasan Hiera BSD. Proyek bernama Dairyland at Hiera BSD tersebut akan menjadi destinasi wisata perternakan pertama di BSD City dan direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2028. Kehadiran Dairyland at Hiera BSD menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan Hiera sebagai township modern yang tidak hanya menawarkan hunian berkualitas, tetapi juga fasilitas rekreasi, edukasi, dan gaya hidup yang terintegrasi. Proyek ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Dairyland melalui PT Wisata Sapta Pesona dan PT Sinar Mitbana Mas, perusahaan patungan Sinar Mas Land, Mitsubishi Corporation, dan Surbana Jurong. Penandatanganan kerja sama antara kedua pihak dilakukan pada 20 Mei 2026 di Hiera Marketing Gallery, BSD City. Langkah tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari penjajakan yang telah dilakukan sejak 2023 untuk menghadirkan destinasi wisata edukatif berkonsep perternakan di BSD City. Setelah melalui studi kelayakan yang mendalam, konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi proyek yang lebih besar dan terintegrasi dengan kawasan Hiera BSD. Mengusung konsep Joyful Place for Everyone, Dairyland at Hiera BSD dirancang sebagai destinasi keluarga yang menggabungkan unsur hiburan dan edukasi dalam satu kawasan tematik. Nantinya, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman interaktif mulai dari berinteraksi langsung dengan hewan ternak, menyaksikan pertunjukan hewan, hingga mengenal dunia perternakan melalui museum susu interaktif yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok usia. Perkuat Ekosistem Lifestyle dan Rekreasi Keluarga Vice President Director PT Sinar Mitbana Mas, Theodore Tennoch, mengatakan bahwa Hiera sejak awal dikembangkan dengan visi menghadirkan lebih dari sekadar kawasan hunian. Menurutnya, Hiera dirancang sebagai lingkungan yang mendukung tumbuh kembang keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman hidup yang lebih berkualitas bagi para penghuninya. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Dairyland at Hiera BSD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Selain menambah fasilitas rekreasi keluarga, proyek ini juga mempertegas posisi Hiera sebagai kawasan hunian yang memiliki ekosistem gaya hidup lengkap dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang. “Kolaborasi dengan Dairyland akan memperkaya fasilitas rekreasi dan gaya hidup keluarga modern yang tinggal di BSD City maupun kawasan sekitarnya,” ujarnya. Sementara itu, President Director PT Sinar Mitbana Mas, Daisuke Kobayashi, menilai kolaborasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kawasan terpadu yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur dan konektivitas, tetapi juga memiliki fasilitas lifestyle, edukasi, dan leisure yang lengkap. Menurutnya, Dairyland at Hiera BSD berpotensi menjadi destinasi keluarga ikonik baru di Jabodetabek sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut juga diyakini dapat memperkuat daya tarik kawasan Hiera dan BSD City sebagai salah satu kota mandiri terbesar di Indonesia. Di sisi lain, Direktur PT Wisata Sapta Pesona, Yosua Lestijanto Gunawan, menyampaikan bahwa Dairyland at Hiera BSD akan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat Jabodetabek. Selain aktivitas interaksi dengan hewan ternak dan museum susu interaktif, kawasan ini juga akan dilengkapi berbagai workshop edukatif, aktivitas tematik, serta program khusus yang akan diperbarui secara berkala sepanjang tahun. Dengan konsep tersebut, Dairyland tidak hanya menjadi destinasi rekreasi keluarga, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan mengenai dunia perternakan dan industri dairy bagi anak-anak maupun orang dewasa. Kehadiran Dairyland at Hiera BSD semakin melengkapi pengembangan kawasan Hiera yang saat ini tumbuh sebagai mixed-use township seluas 108 hektare di BSD City. Kawasan tersebut mengusung konsep green living yang mengintegrasikan area hunian, ruang komersial, fasilitas publik, serta ruang terbuka hijau dalam satu lingkungan yang berkelanjutan. Berbagai fasilitas seperti Central Garden, Green Loop, Bird Feeding Area, dan Great Lake menjadi bagian dari ruang terbuka hijau yang dirancang untuk menciptakan lingkungan sehat dan ramah keluarga. Saat ini, Hiera juga telah menghadirkan dua klaster hunian, yakni Welton dan Wynyard, yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan residensial modern tersebut. Dari sisi aksesibilitas, Hiera BSD memiliki keunggulan karena didukung jaringan infrastruktur yang semakin lengkap. Kawasan ini memiliki akses dekat dengan Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A dan 1B, serta terhubung dengan Tol Jakarta-Serpong, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serpong-Cinere, Tol JORR 2, hingga Tol Bandara Soekarno-Hatta. Mobilitas menuju kawasan ini juga didukung transportasi publik melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City serta Stasiun Jatake yang berada di dalam kawasan Hiera. Dengan hadirnya Dairyland at Hiera BSD, Sinar Mas Land tidak hanya menambah destinasi wisata baru di BSD City, tetapi juga memperkuat ekosistem kawasan yang mendukung kebutuhan masyarakat modern. Kehadiran fasilitas rekreasi dan edukasi berskala besar tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan, mendorong aktivitas ekonomi, serta memberikan nilai tambah bagi pengembangan properti dan kualitas hidup masyarakat di BSD City dan sekitarnya.
Summarecon Cetak Marketing Sales Rp5,53 Triliun, Bukti Kuatnya Pasar Hunian Menengah Atas
PropertynBank.com – Meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi sepanjang tahun lalu, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) tetap mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang solid. Pengembang properti berkode emiten SMRA tersebut berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun sepanjang 2025, atau melampaui terget perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa segmen hunian menengah hingga menengah atas masih memiliki daya tarik kuat di tengah dinamika ekonomi nasional. Kinerja positif ini ditopang oleh pengembangan 9 kawasan kota terpadu Summarecon yang tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading hingga Tangerang. Keberhasilan tersebut disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada 11 Juni 2026. Dibandingkan tahun sebelumnya, marketing sales Summarecon tumbuh 27%, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk properti yang menawarkan kualitas pembangunan, konsep kawasan terintegrasi, serta potensi investasi jangka panjang. President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan bahwa permintaan terhadap hunian di segmen menengah dan menengah atas masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi perusahaan yang konsisten menghadirkan inovasi produk, kualitas konstruksi yang tinggi, serta pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi konsumen maupun investor. Summarecon Marketing Sales 2025 Ditopang Kinerja Tiga Segmen Bisnis Selain mencatat penjualan pemasaran yang melampaui target, Summarecon juga membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun sepanjang tahun buku 2025. Sementara laba bersih perusahaan mencapai Rp1,20 triliun. Kontributor terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari segmen Property Development yang mencakup penjualan rumah, produk komersial, dan apartemen. Segmen ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp5,51 triliun atau berkontribusi sekitar 63% terhadap total pendapatan perusahaan. Di sisi lain, segmen Investment Property dan Management juga menunjukkan performa yang positif. Pendapatan dari unit bisnis ini mencapai Rp2,28 triliun atau tumbuh 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat ke pusat komersial. Kontribusi segmen investasi properti terhadap total pendapatan Summarecon mencapai 26%. Sementara itu, unit bisnis lainnya yang meliputi sektor perhotelan dan layanan pendukung mencatatkan pendapatan sebesar Rp981,12 miliar, meningkat sekitar 1% dibandingkan tahun 2024. Kinerja positif bisnis hotel menjadi salah satu fasktor utama yang mendorong pertumbuhan pada segmen ini. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham. Secara keseluruha, nilai dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp82,54 miliar sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja perusahaan selama tahun buku 2025. Memasuki tahun 2026, Summarecon tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional. Perseroan menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun yang akan berasal dari seluruh proyek di 9 kawasan kota terpadu yang saat ini dikembangkan. Optimisme tersebut didukung oleh capaian awal tahun yang cukup menjanjikan. Hinggal kuartal pertama 2026, Summarecon telah membukukan penjualan properti senilai Rp1,2 triliun atau meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Terravia Castilo BSD City Diluncurkan, Hunian American Classic Modern Mulai Rp1,9 Miliaran
PropertynBank.com – Minat masyarakat terhadap hunian di kawasan terpadu atau township masih menunjukkan tren positif pada 2026. Di tengah berbagai dinamika ekonomi global, pasar properti residensial khususnya di kawasan yang memiliki infrastruktur lengkap dan konektivitas baik tetap menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk tempat tinggal maupun investasi jangka panjang. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja prapenjualan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mencapai Rp2,54 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,43 triliun. Tingginya permintaan pasar juga terlihat dari suksesnya penjualan klaster-klaster sebelumnya di kawasan Terravia BSD City, seperti Adora dan Belova yang mendapat respons positif dari konsumen. Melihat tren tersebut, Sinar Mas Land kembali menghadirkan produk residensial terbaru melalui peluncuran Terravia Castilo, klaster hunian bergaya American Classic Modern yang ditawarkan dengan harga mulai Rp1,9 miliaran. Mengusung konsep “Classic Essence, Within Reach“, Terravia Castilo dirancang untuk menghadirkan suasana hunian yang elegan, hangat, dan berkelas dengan sentuhan arsitektur klasik modern yang tetap relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini. Senior Vice President Residential BSD Sinar Mas Land, FX. Sidi Widagdo, mengatakan bahwa Terravia Castilo hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang tidak hanya menginginkan rumah dengan tampilan menarik, tetapi juga memiliki tata ruang yang optimal dan mendukung aktivitas keluarga yang terus berkembang. Menurutnya, perpaduan warna fasad bergaya klasik modern, proporsi bangunan yang seimbang, serta layout 2 lantai yang fungsional menjadi nilai pembeda dibandingkan produk sejenis di kelasnya. Pada tahap penjualan perdana, Sinar Mas Land menawarkan sekitar 109 unit dengan harga yang kompetitif. “Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman, fungsional, dan memiliki nilai investasi yang baik masih sangat tinggi. Karena itu, Terravia Castilo dirancang untuk memberikan keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan kemudahan akses bagi para penghuni,” ujar Sidi. Selain itu, pengembang juga memberikan berbagai program penjualan menarik untuk memudahkan konsumen memiliki hunian, mulai dari skema pembayaran bebas down payment (DP), promo early bird, hingga shopping voucher yang dapat dikonversi menjadi potongan harga pembelian rumah. Terravia Castilo Hadirkan Hunian Modern dengan Fasilitas Lengkap Terravia Castilo menawarkan 3 pilihan tipe rumah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Tipe 6,5 memiliki luas bangunan 89 meter persegi dan luas tanah 78 meter persegi dengan 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi. Sementara itu, Tipe 7 dan Tipe 8 dirancang untuk keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas. Kedua tipe tersebut dilengkapi 4 kamar tidur utama dan tambahan 1 kamar ART, serta 3 kamar mandi utama dan 1 kamar mandi ART. Seluruh unit telah dilengkapi ruang keluarga, dapur dan ruang makan yang terintegrasi, balkon, taman depan dan belakang, carport untuk 2 kendaraan, CCTV, serta smart door lock yang mendukung konsep hunian modern. Tak hanya menghadirkan rumah dengan desain menarik, Terravia Castilo juga dilengkapi berbagai fasilitas kawasan yang menunjang gaya hidup sehat dan aktif. Penghuni dapat menikmati communal park untuk bersantai dan berinteraksi, community lounge dengan collaboration space, hingga kids pool yang dapat dimanfaatkan sebagai area rekreasi keluarga. Keunggulan lainnya adalah keberadaan ruang terbuka hijau yang terintegrasi di sepanjang kawasan klaster. Fasilitas tersebut memberikan lingkungan yang lebih asri sekaligus mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi sehari-hari. Dari sisi lokasi, Terravia Castilo berada di area yang disebut sebagai sunrise property BSD City dan berhadapan langsung dengan Green Pathway BSD City, jalur hijau yang dilengkapi pedestrrian serta jogging track. Kawasan ini juga dikelilingi beragam fasilitas pendukung mulai dari pusat perbelanjaan seperti QBig BSD City, AEON Mall BSD City, Eastvara Mall, The Breeze, The Barn, hingga Pasar Modern Intermoda. Selain itu, penghuni dapat dengan mudah mengakses kawasan bisnis dan perkantoran seperti BSD Green Office Park, Astra Biz Center, West Village Business Park, hingga Northridge Business Center. Fasilitas pendidikan dan kesehatan pun tersedia lengkap. Mulai dari sekolah nasional dan internasional seperti IPEKA BSD City, ACS Jakarta, Sinarmas World Academy, hingga perguruan tinggi seperti Binus University, Universitas Prasetiya Mulya, dan Monash University Indonesia. Untuk layanan kesehatan, kawasan ini didukung Eka Hospital BSD serta rumah sakit lainnya yang terus berkembang. Keunggulan Terravia Castilo semakin lengkap dengan aksesibilitas yang baik. Klaster ini hanya sekitar 10 menit menuju Gerbang Tol Legok yang terhubung dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja). Akses tersebut juga terkoneksi dengan Tol Jakarta-Serpong, JORR 1 dan JORR 2 sehingga memudahkan mobilitas menuju berbagai wilayah Jabodetabek. Selain kendaraan pribadi, penghuni juga dapat memanfaatkan berbagai moda transportasi publik seperti BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Jatake dan Stasiun Cisauk. Dengan kombinasi desain hunian yang menarik, fasilitas lengkap, lokasi strategis, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Terravia Castilo menjadi salah satu pilihan hunian baru yang berportensi menarik minat konsumen maupun investor properti di BSD City sepanjang 2026.
Colliers Pangkas Emisi 41% di Asia Pasifik, Tren Properti Hijau Kian Menguat
PropertynBank.com – Colliers menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pengurangan emisi dan penggunaan energi terbarukan di kawasan Asia Pasifik. Pencapaian tersebut mencerminkan semakin pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri properti global, seiring meningkatnya tuntutan investor, regulator, dan konsumen terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Sepanjang 2025, Colliers berhasil menurunkan intensitas emisi Scope 1 dan Scope 2 di Asia Pasifik sebesar 41,3% dibandingkan baseline tahun 2021. Capaian tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 9,26% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, sebanyak 36% kebutuhan listrik pada portofolio operasional perusahaan di kawasan tersebut kini berasal dari sumber energi terbarukan. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari implementasi strategi keberlanjutan global perusahaan bertajuk Built to Last, yang berfokus pada pengelolaan risiko sekaligus penciptaan nilai jangka panjang melalui aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Tidak hanya dari sisi lingkungan, Colliers juga memperkuat kontribusi sosialnya dengan mencatat lebih dari 7.260 jam kegiatan sukarela yang dilakukan karyawan untuk mendukung berbagai program kemasyarakatan di kawasan Asia Pasifik. Secara global, perusahaan juga mencatat perkembangan positif. Intensitas emisi Scope 1 dan Scope 2 berhasil ditekan hingga 32,2% dibandingkan tahun dasar 2021, sementara 42% kebutuhan listrik operasional global telah berasal dari energi terbarukan. Di saat yang sama, karyawan Colliers di berbagai negara turut berkontribusi melalui lebih dari 16.400 jam kegiatan sukarela. Colliers Dorong ESG dan Properti Berkelanjutan di Asia Pasifik Chief Operating Officer Asia Pacific Colliers, Sam Harvey-Jones, mengatakan bahwa keberlanjutan saat ini tidak lagi sekadar menjadi komitmen perusahaan, tetapi telah berkembang menjadi faktor penting dalam menciptakan nilai bisnis dan mengelola risiko. “Saat ekspektasi terhadap keberlanjutan semakin berorientasi pada hasil yang terukur, fokus kami adalah menghadirkan berbagai capaian yang mampu memperkuat bisnis, mengurangi risiko, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi operasional perusahaan maupun klien,” ujarnya. Menurut Sam, capaian yang diraih sepanjang 2025 menunjukkan bagaimana tim Colliers di Asia Pasifik mampu menerjemahkan target keberlanjutan menjadi aksi nyata. Ia menegaskan perusahaan akan terus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar dan berbagai tantangan yang muncul di masa depan. Bagi industri properti, perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa aspek ESG semakin mempengaruhi daya saing aset. Pemilik properti, pengembang, maupun investor kini dituntut untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan emisi karbon, serta memperkuat tata kelola guna mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang. Dengan layanan yang mencakup properti komersial, rekayasa teknik, hingga manajemen investasi, Colliers mendampingi klien di berbagai tahapan siklus aset, mulai dari perencanaan, pengembangan, operasional, hingga proses transisi. Pendekatan tersebut membantu pelaku industri menghadapi perubahan regulasi, tekanan biaya energi, serta risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. Komitmen terhadap keberlanjutan juga semakin relevan di tengah tren meningkatnya permintaan terhadap bangunan hemat energi dan aset properti yang memenuhi standar ESG. Tidak sedikit investor kini memasukkan indikator keberlanjutan sebagai salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi. Seiring transformasi industri yang terus berlangsung, keberhasilan Colliers dalam menurunkan emisi dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan menunjukkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis modern. Bagi sektor properti, langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa praktik bisnis berkelanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang.
Victoria Central District Gading Serpong, Pusat Bisnis Baru di Jantung Kota yang Semakin Prospektif
PropertynBank.com – Victoria Central District Gading Serpong hadir sebagai kawasan komersial baru yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat bisnis paling prospektif di kawasan barat Jakarta. Dikembangkan Paramount Land di lokasi premium seluas 6 hektare, kawasan ini berada tepat di jantung Kota Gading Serpong yang selama bertahun-tahun tumbuh sebagai salah satu kota mandiri dengan aktivitas ekonomi dan komersial yang sangat dinamis. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung, kawasan komersial yang memiliki lokasi strategis, aksesibilitas tinggi, dan captive market yang telah terbentuk menjadi incaran pelaku usaha maupun investor. Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki Victoria Central District. Berlokasi di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, kawasan ini berada di koridor utama yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas kota. Posisinya dikelilingi fasilitas penting seperti Bethsaida Hospital, Pasar Modern Paramount, Atria Hotel Gading Serpong, BEZ Plaza, area perkantoran, institusi pendidikan, kawasan residensial, hingga sejumlah pusat bisnis yang telah berkembang lebih dahulu. Tidak hanya mengandalkan lokasi strategis, Victoria Central District juga hadir di kawasan yang telah memiliki aktivitas ekonomi yang matang. Jalan Boulevard Gading Serpong sendiri kini berkembang menjadi salah satu koridor utama bisnis utama yang ramai dilalui masyarakat setiap hari, menjadikannya lokasi yang ideal untuk berbagai jenis usaha. Didukung Captive Market yang Sudah Terbentuk Pertumbuhan Kota Gading Serpong yang konsisten selama lebih dari satu dekade telah menciptakan captive market yang kuat. Ribuan penghuni yang tinggal di berbagai klaster, didukung fasilitas kota yang lengkap dan terintegrasi, membuat kawasan ini terus hidup sepanjang hari. Berbeda dengan banyak kawasan yang mengandalkan satu pusat komersial utama, Gading Serpong memiliki sejumlah titik bisnis yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Pola pengembangan ini memungkinkan pelaku usaha memilih lokasi yang paling sesuai dengan karakter bisnis, target pasar, maupun kebutuhan investasinya. Keberhasilan sejumlah kawasan komersial yang dikembangkan Paramount Land seperti Pisa Grande, Maggiore, Aniva, Manhattan District, Hampton, hingga Madison Grande menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap ruang usaha di Gading Serpong masih sangat tinggi. Bahkan, produk komersial Maggiore Signature West dilaporkan terjual habis hanya beberapa bulan setelah diluncurkan pada awal 2026. Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan Victoria Central District hadir di lokasi yang memiliki keunggulan kompetitif karena berada di tengah kawasan yang telah berkembang dan memiliki basis pasar yang kuat. “Dengan total lahan hanya 6 hektare di tengah Kota Gading Serpong, Victoria Central District menawarkan keunggulan yang tidak ada di tempat lainnya, seperti captive market yang sudah sangat matang dan lokasi yang sangat strategis, dikelilingi pusat kegiatan masyarakat seperti rumah sakit, perkantoran, pasar modern, hotel, universitas, sekolah, kawasan komersial, dan lebih dari 20 klaster yang telah terhuni,” ujarnya. Menurutnya, pertumbuhan kota yang pesat membuat ketersediaan lahan komersial di Gading Serpong semakin terbatas. Sementara itu, permintaan pasar masih tetap tinggi sehingga nilai kawasan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Maxim Square Jadi Gerbang Awal Victoria Central District Sebagai produk komersial pertama yang diluncurkan di Victoria Central District, Paramount Land menghadirkan Maxim Square. Area komersial ini dirancang untuk menjawab kebutuhan bisnis modern yang mengutamakan fasilitas, fleksibilitas, dan kemudahan akses. Maxim Square memiliki posisi strategis karena menghadap langsung ke Jalan Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 yang menjadi akses utama penghubung wilayah utara dan selatan GadingSerpong. Koridor tersebut dilalui lebih dari 15.000 kendaraan setiap jam, memberikan eksposur tinggi bagi berbagai jenis usaha. Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, menjelaskan bahwa Maxim Square dirancang dengan konsep multi tenancy sehingga memungkinkan lebih dari satu tenant beroperasi dalam satu bangunan. “Maxim Square memiliki eksposur yang sangat tinggi ke arah Jalan Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45. Keunggulan tersebut diperkuat dengan fitur videotron ready pada tipe Studio Loft sebagai media interaksi dan komunikasi pemilik usaha,” jelas Henry. Selain itu, bangunan juga dilengkapi lift pada tipe Studio Loft, area skyview lounge, serta konsep tanpa boom gate system sehingga kawasan dapat diakses dengan lebih mudah dari berbagai sisi. Akses pejalan kaki pun dirancang nyaman dan terhubung dengan area SOHO Office Park maupun pengembangan Victoria Central District secara keseluruhan. Dengan lokasi yang berada di pusat aktivitas Kota GadingSerpong, didukung captive market yang telah terbentuk, serta pengalaman Paramount Land dalam mengembangkan berbagai kawasan komersial sukses, Victoria Central District memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat bisnis baru yang semakin memperkuat daya saing dan nilai investasi Gading Serpong di masa mendatang.
Wealth Management Kini Tak Sekadar Investasi, Perlindungan Aset Jadi Prioritas
Propertynbank.com – Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, membangun kekayaan tidak lagi cukup hanya dengan berinvestasi. Masyarakat kini perlu memastikan aset yang telah dikumpulkan tetap terlindungi dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga. Kondisi tersebut membuat konsep wealth management berkembang menjadi pendekatan yang lebih menyeluruh, tidakhanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga perlindungan dan keberlanjutannya. Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Aliang Sumitro, mengatakan bahwa pengelolaan kekayaan yang sehat harus mampu menjaga keseimbangan antara pengembangan aset dan mitigasi risiko. Menurutnya, strategi wealth management yang baik perlu memastikan aset tetap terlindungi, relevan, serta mampu mendukung kebutuhan keluarga hingga lintas generasi. “Di tengah dinamika ekonomi saat ini, strategi wealth management yang baik perlu memastikan aset tetap terlindungi, relevan, dan dapat mendukung kebutuhan keluarga lintas generasi,” ujar Aliang dalam keterangan tertulis. Ia menjelaskan, seiring meningkatnya berbagai tantangan ekonomi, mulai dari risiko kesehatan, kehilangan sumber pendapatan, hingga kebutuhan darurat yang tidak terduga, masyarakat dituntut memiliki perencanaan keuangan yang lebih matang. Karen itu, evaluasi terhadap potensi risiko finansial sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga. Menurut Aliang, strategi keuangan yang sehat perlu menyeimbangkan pertumbuhan investasi, perlindungan finansial, serta kesiapan menghadapi pengeluaran tak terduga. Dengan demikian, kondisi keuangan keluarga tetap terjaga meski menghadapi perubahan situasi ekonomi. Selain mengidentifikasi risiko, strategi wealth management yang efektif juga perlu mengintegrasikan investasi dan perlindungan finansial dalam satu perencanaan yang komprehensif. Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis karena dapat membantu menjaga keberlanjutan aset sekaligus meminimalkan dampak risiko terhadap tujuan keuangan jangan panjang. Aliang menilai investasi dan proteksi tidak lagi dapat dipisahkan dalam pengelolaan kekayaan modern. Keduanya harus berjalan beriringan agar aset yang telah dibangun tetap terlindungi dan dapat terus berkembang sesuai tujuan finansial yang telah ditetapkan. Wealth Management Dorong Perlindungan Aset dan Legacy Planning Selain perlindungan finansial, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan warisan atau legacy planning juga semakin meningkat. Perencanaan tersebut tidak hanya relevan bagi individu dengan aset besar, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memastikan keluarganya tetap terlindungi dari berbagai risiko di masa depan. Dengan perencanaan yang tepat, pengelolaan hingga distribusi aset dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan sesuai tujuan yang diinginkan. Langkah ini sekaligus membantu meminimalkan potensi konflik dalam pembagian warisan dan memastikan aset yang telah dibangun tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Maybank Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang terintegrasi dalam layanan wealth management. Produk yang tersedia mencakup perlindungan finansial konvensional maupun berbasis syariah yang dirancang sesuai kebutuhan nasabah. Bagi nasabah yang menginginkan pengelolaan kekayaan berdasarkan prinsip syariah, Maybank Indonesia menyediakan layanan Maybank Syariah Wealth Management. Layanan ini tidak hanya mencakup aspek penciptaan, pengembangan, dan perlindungan kekayaan, tetapi juga pemurnian serta distribusi aset sesuai nilai-nilai syariah. Melalui solusi Wealth Purification, nasabah dapat mengelola kebutuhan finansial sekaligus menyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga kurban secara praktis dan terintegrasi. Sementara itu, solusi Wealth Distribution membantu nasabah merencanakan pembagian aset dan warisan secara lebih terstruktur, adil, dan sesuai prinsip syariah. Aliang menegaskan bahwa menjaga aset dan merencanakan masa depan merupakan bagian penting dari strategi keuangan jangka panjang, terutama di tengah perubahan ekonomi yang terjadi saat ini. “Melalui pendekatan wealth management yang menyeluruh, kami mendukung masyarakat untuk tidak hanya mengembangkan aset, tetapi juga menjaga asetnya dan legacy finansial bagi generasi berikutnya,” tutup Aliang. Sebagai salah satu bank yang memiliki jaringan regional dan internasional, Maybank Indonesia terus memperkuat layanan wealth management guna membantu nasabah mengelola kekayaan secara lebih optimal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya ketahanan finansial keluarga sekaligus memastikan aset yang telah dibangun tetap terlindungi dan memberikan manfaat berkelanjutan di masa depan.