Jakarta Masuk 5 Besar Pusat Talenta Operasional APAC, Peluang Pasar Perkantoran Makin Terbuka
Property&Bank.com – Posisi Jakarta sebagai salah satu pusat bisnis utama di Asia Tenggara semakin mendapat pengakuan internasional. Dalam laporan terbaru Colliers bertajuk Global Financial Services Markets: Top Talent Locations 2026, Jakarta berhasil masuk 5 besar pusat talenta domestik dan operasional jasa keuangan di kawasan Asia Pacific (APAC). Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar properti komersial, khususnya sektor perkantoran, yang tengah bertransformasi mengikuti kebutuhan perusahaan global terhadap lokasi bisnis yang mampu menyediakan tenaga kerja berkualitas, biaya operasional kompetitif, dan dukungan infrastruktur yang memadai. Laporan yang menganalisis lebih dari 200 pasar di dunia itu menunjukkan bahwa Asia Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan industri jasa keuangan global. Sebanyak 39% perusahaan jasa keuangan yang masuk dalam penelitian tersebut berasal dari kawasan APAC, menjadikannya wilayah dengan kontribusi terbesar dibanding kawasan lainnya. Tak hanya itu, APAC juga mewakili sekitar 36% pusat talenta global yang masuk dalam pemeringkatan dan menguasai 44% pasar yang masuk kategori pusat domestik serta operasional. Angka tersebut menunjukkan bahwa pusat aktivitas industri jasa keuangan dunia semakin bergeser ke kawasan Asia. Di tengah perkembangan tersebut, Jakarta berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pasar talenta paling kompetitif di kawasan. Kota ini bahkan tercatat sebagai pasar talenta jasa keuangan terbesar keenam di APAC, bersanding dengan kota-kota besar seperti Delhi NCR, Mumbai, Bengaluru, Manila, dan Kuala Lumpur. Menurut Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, Jakarta terus memperkuat perannya sebagai pusat domestik dan operasional yang didukung oleh ketersediaan tenaga kerja dalam jumlah besar dan berorientasi pada eksekusi. Keunggulan tersebut membuat Jakarta menjadi lokasi yang ideal untuk mendukung berbagai fungsi penting perusahaan, mulai dari layanan back-office, shared services, hingga fungsi-fungsi spesialis yang menunjang aktivitas pusat bisnis regional maupun global. Bagi sektor properti, pengakuan ini menjadi katalis positif bagi permintaan ruang kantor dalam jangka panjang. Ketika perusahaan semakin mengandalkan strategi lokasi berbasis talenta, kota-kota yang mampu menyediakan sumber daya manusia berkualitas akan menjadi tujuan utama ekspansi bisnis. Jakarta Berpotensi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Properti Komersial Perubahan strategi perusahaan jasa keuangan global menjadi salah satu temuan utama dalam laporan Collies. Jika sebelumnya kota-kota tertentu hanya berfungsi sebagai pusat operasional, kini banyak perusahaan mulai mengintegrasikan fungsi strategi, teknologi, analitik data, hingga pengambilan keputusan dalam satu lokasi yang sama. Tren ini didorong oleh perkembangan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara perusahaan mengelola operasional dan sumber daya manusia. Akibatnya, kebutuhan terhadap kota yang memiliki talenta berkualitas menjadi semakin penting dibanding sebelumnya. Dalam konteks tersebut, Jakarta dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas dari sekadar pusat operasional menjadi pusat layanan bernilai tambah tinggi. Ketersediaan tenaga kerja yang besar, biaya operasional yang relatif kompetitif, serta semakin berkembangnya ekosistem digital menjadi modal utama untuk menarik investasi baru. Bagi pasar perkantoran, kondisi ini berpotensi mendorong peningkatan permintaan terhadap gedung perkantoran modern yang mampu mendukung kebutuhan perusahaan global. Kawasan-kawasan bisnis utama di Jakarta diperkirakan akan semakin diuntungkan apabila lebih banyak perusahaan menjadikan ibu kota sebagai basis operasional maupun pusat layanan regional. Sementara itu, kota-kota seperti Tokyo, Hong Kong, Singapura, Seoul, dan Sydney masih mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan utama Asia Pasifik berkat ekosistem bisnis yang matang dan arus investasi yang kuat. Namun, laporan tersebut juga menyoroti munculnya pasar-pasar baru yang semakin kompetitif, termasuk Jakarta yang dinilai menawarkan kombinasi menarik antara kualitas talenta dan efisiensi biaya. Colliers menilai bahwa perusahaan jasa keuangan global kini semakin mengandalkan data dan analisis dalam menentukan strategi lokasi bisnis mereka. Organisasi yang mampu mengoptimalkan akses terhadap talenta akan memiliki keunggulan dalam menghadapi persaingan dan menangkap peluang pertumbuhan baru. Masuknya Jakarta ke dalam 5 besar pusat talenta operasional APAC menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi mulai diakui sebagai salah satu pusat penyedia talenta yang penting bagi industri jasa keuangan global. Bagi sektor properti komersial, pengakuan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi investasi dan pengembangan bisnis di kawasan Asia Pasifik.
93,09% Rumah FLPP 2026 Dihuni Pemiliknya, BP Tapera Pastikan Program Subsidi Tepat Sasaran
Property&Bank.com – Tingkat keterhunian rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat sebanyak 93,09% debitur FLPP yang telah dipantau terbukti menghuni rumahnya sendiri, menandakan program subsidi perumahan semakin tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hingga pertengahan Juni 2026, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 79.667 unit rumah dengan nilai mencapai Rp9,9 triliun. Seiring meningkatnya realisasi penyaluran, BP Tapera juga memperkuat kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan rumah subsidi benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan hingga akhir Mei 2026, BP Tapera telah memonitor sekitar 42.595 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.003 unit rumah diketahui dihuni langsung oleh pemiliknya atau mencapai 93,09% dari total rumah yang berhasil dipantau. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan bahwa pemantauan keterhunian menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas Program FLPP. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang berhasil dibiayai, tetapi juga dari sejauh mana rumah tersebut benar-benar ditempati oleh penerima manfaat yang berhak. “Program FLPP tidak hanya berorientasi pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga memastikan rumah yang telah dibiayai benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi syarat,” ujarnya. Capaian tersebut sekaligus memperkuat tren positif yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, BP Tapera berhasil menyalurkan FLPP untuk 278.868 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp34,64 triliun, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan program FLPP. Pada tahun lalu, BP Tapera menargetkan pemantauan terhadap 68.000 unit rumah subsidi. Hasilnya, sebanyak 75.047 unit rumah berhasil dipantau dan divalidasi, dengan 70.564 unit di antaranya atau sekitar 94,02% diketahui dihuni sesuai ketentuan yang berlaku. Keterhunian Rumah FLPP Capai 93,09% pada 2026 Selain memastikan tingkat keterhunian, BP Tapera juga melakukan evaluasi terhadap kualitas rumah subsidi yang telah disalurkan kepada masyarakat. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumah yang dibangun pengembang benar-benar layak ditempati sejak diserahterimakan kepada debitur. Data hingga 31 Mei 2026 menunjukkan bahwa dari 2.442 unit rumah yang berhasil diverifikasi, sebanyak 2.337 unit atau 96,49% berada dalam kondisi siap huni. Sementara itu, sekitar 3,51% lainnya masih masuk kategori belum siap huni dan memerlukan tindak lanjut. BP Tapera saat ini terus berkoordinasi dengan bank penyalur maupun pengembang untuk memastikan penyelesaian berbagai kendala yang menyebabkan rumah belum dapat ditempati. Langkah tersebut dinilai penting karena kesiapan fisik bangunan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keterhunian rumah subsidi. Di sisi lain, penyediaan rumah subsidi masih menghadapi sejumlah tantangan dari sisi pasokan (supply). Berdasarkan temuan di lapangan, pengembang masih kerap menghadapi berbagai hambatan mulai dari proses perizinan, kesesuaian tata ruang, hingga persoalan pertanahan yang dapat mempengaruhi percepatan pembangunan perumahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat keberhasilan Program FLPP. Menurut Heru, pemerintah daerah dapat berperan dalam meningkatkan tingkat keterhunian rumah subsidi melalui kemudahan administrasi kependudukan bagi para penghuni. Salah satunya adalah memfasilitasi pembaruan alamat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai lokasi rumah subsidi yang ditempati. Selain itu, sosialisasi mengenai kewajiban dan ketentuan kepemilikan rumah FLPP juga perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa rumah subsidi diperuntukkan sebagai hunian utama dan bukan untuk disewakan ataupun diperjualbelikan dalam periode tertentu. Dengan tingkat keterhunian yang telah mencapai lebih dari 93% pada penyaluran FLPP tahun 2026, BP Tapera optimistis kualitas pelaksanaan program akan semakin baik. Monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjaga akuntabilitas penyaluran subsidi perumahan sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan rumah pertama.
Klaster Terbaru Paramount Petals Hadir di Lokasi Strategis, Terhubung Langsung ke Tol Jakarta–Tangerang KM 25
Propertynbank.com – Kebutuhan masyarakat terhadap hunian saat ini tidak lagi sebatas mencari tempat tinggal yang nyaman. Aksesibilitas, kelengkapan fasilitas, lingkungan yang sehat, hingga potensi pertumbuhan nilai investasi menjadi faktor utama yang dipertimbangkan dalam memilih rumah. Menjawab kebutuhan tersebut, Paramount Petals terus memperkuat posisinya sebagai kota mandiri yang berkembang pesat di koridor barat Jakarta. Dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 400 hektare, Paramount Petals menghadirkan konsep kota mandiri yang mengintegrasikan hunian, fasilitas komersial, ruang terbuka hijau, serta infrastruktur modern dalam satu kawasan yang terencana. Seiring perkembangan kawasan yang semakin matang, Paramount Petals bersiap meluncurkan klaster hunian terbaru yang berlokasi strategis di kawasan selatan kota mandiri tersebut. Peluncuran klaster terbaru ini menjadi langkah lanjutan Paramount Petals dalam memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap hunian berkualitas. Kehadirannya juga melengkapi kesuksesan empat klaster sebelumnya, yakni Aster, Canna, Gardenia, dan Lily yang telah mendapat respons positif dari pasar. Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan bahwa klaster terbaru ini hadir pada momentum yang tepat, ketika berbagai infrastruktur utama kawasan telah terbentuk dan fasilitas kota mulai beroperasi secara optimal. “Klaster terbaru ini menjadi salah satu produk yang paling dinantikan masyarakat. Saat ini kawasan Paramount Petals telah berkembang signifikan, mulai dari infrastruktur, fasilitas kota, aktivitas ekonomi hingga pertumbuhan komunitas. Ditambah lagi, akses tol langsung Paramount Petals telah memasuki tahap akhir persiapan operasional,” ujarnya. Berlokasi di Jalan Boulevard Sakura, tepat di jantung kawasan South Paramount Petals, klaster ini menawarkan lingkungan hunian yang nyaman dengan suasana yang lebih tenang namun tetap terkoneksi dengan berbagai fasilitas dan pusat aktivitas kawasan. Posisi tersebut memberikan kemudahan bagi penghuni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Hunian yang akan dihadirkan mengusung konsep modern dan fungsional dengan penataan lingkungan yang asri. Setiap unit dirancang untuk mendukung gaya hidup keluarga masa kini, menghadirkan ruang yang nyaman untuk beraktivitas, berinteraksi, maupun beristirahat. Sistem keamanan kawasan yang terintegrasi juga menjadi salah satu nilai tambah yang memberikan rasa aman bagi para penghuni. Salah satu daya tarik utama klaster ini adalah konektivitasnya yang semakin kuat. Kawasan hunian tersebut terhubung langsung dengan jalan boulevard utama yang mengarah ke akses tol langsung Paramount Petals menuju ruas Tol Jakarta-Tangerang KM 25 (Jakarta-Merak). Keberadaan akses tol tersebut diyakini akan menjadi game changer bagi kawasan. Saat ini proses uji operasional dan uji laik fungsi telah memasuki tahap finalisasi, dengan target beroperasi pada semester II tahun 2026. Dengan tersambung langsung ke jaringan jalan tol, mobilitas penghuni menuju Jakarta maupun berbagai kawasan strategis di Tangerang akan menjadi lebih efisien. Selain memberikan kemudahan akses, keberadaan gerbang tol langsung juga diperkirakan akan mendorong peningkatan nilai properti di kawasan Paramount Petals dalam jangka panjang. Kondisi ini menjadikan hunian di kawasan tersebut tidak hanya menarik sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai instrumen investasi yang prospektif. Infrastruktur di Paramount Petals Di sisi lain, Paramount Petals terus mempercepat pembangunan infrastruktur kota untuk mendukung pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. Saat ini pembangunan jalan boulevard yang menghubungkan kawasan Selatan, Utara, dan Barat terus berlangsung. Sementara itu, gerbang baru South Junction telah resmi beroperasi untuk memperkuat aksesibilitas kawasan. Berbagai fasilitas pendukung juga terus dikembangkan, mulai dari jaringan utilitas bawah tanah, sistem air bersih, jaringan kabel optik, sistem keamanan kawasan, jalur sepeda, jogging track, ruang terbuka hijau, hingga kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir. Perkembangan kawasan juga terlihat dari semakin hidupnya aktivitas masyarakat dan komunitas. Sejumlah fasilitas telah beroperasi dan menjadi pusat aktivitas penghuni, seperti Bethsaida Clinic, Community Club Paramount Petals, Paramount Petals Taman Rasa, hingga Pasar Modern Paramount Petals. Selain itu, berbagai tenant kuliner dan kebutuhan harian juga telah hadir untuk melayani masyarakat. Beberapa di antaranya adalah KFC, A&W Restaurant, Kampung Kecil, Kong Djie Coffee, Kopi Kenangan, Soto Betawi H. Mamat, Alfamidi, serta sejumlah tenant lainnya. Dengan kombinasi antara lokasi strategis, infrastruktur yang terus berkembang, akses tol langsung, serta fasilitas kota yang semakin lengkap, klaster hunian terbaru Paramount Petals diyakini akan menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari hunian modern di kawasan barat Jakarta. Keberadaannya sekaligus mempertegas komitmen Paramount Land dalam menghadirkan kota mandiri yang mampu mendukung kualitas hidup penghuninya secara berkelanjutan.
Vyorelle BSD City Laris Manis, 90% Unit Fase Pertama Terjual dalam Sebulan
Property&Bank.com – Minat masyarakat terhadap hunian tapak masih menunjukkan tren yang kuat sepanjang 2026. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya penjualan klaster terbaru Vyorelle BSD City yang dikembangkan oleh PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, perusahaan patungan antara Sinar Mas Land dan Hankyu Hanshin Properties Corp. Jepang. Klaster yang resmi diperkenalkan pada April 2026 itu berhasil mencatat penjualan hingga 90% pada fase pertama yang dipasarkan pada Mei 2026. Capaian tersebut melanjutkan kesuksesan kawasan Vireya BSD City yang sebelumnya telah membukukan penjualan lebih dari 300 unit melalui klaster perdana Lynelle dan Lynelle Parc sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Tingginya serapan pasar tersebut sejalan dengan tren pencarian properti nasional. Berdasarkan data Rumah123 pada awal 2026, rumah tapak masih menjadi jenis properti yang paling diminati masyarakat dengan porsi pencarian mencapai 59,8%. Kelompok usia produktif 25-34 tahun menjadi kontributor terbesar dalam pencarian hunian tersebut. Presiden Direktur PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, Theodore G. Thenoch, mengatakan bahwa konsumen saat ini semakin selektif dalam memilih hunian dan tidak hanya mempertimbangkan desain bangunan semata. Menurutnya, keberadaaan fasilitas yang telah matang dan beroperasi menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian properti. “Antusiasme pasar terhadap Vireya menunjukkan bahwa konsumen saat ini semakin mengutamakan hunian yang tidak hanya menawarkan desain modern, tetapi juga berada di kawasan dengan fasilitas krusial yang sudah established dan beroperasi. Melalui Vyorelle, kami kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari kawasan hunian yang masih dalam tahap awal pengembangan dan memiliki prospek nilai investasi jangka panjang,” ujarnya. Vyorelle BSD City Tawarkan Desain Modern dan Harga Kompetitif Vyorelle hadir sebagai klaster kedua di kawasan Vireya dengan mengusung konsep Earthy Arch Living yang menampilkan desain fasad berkarakter melalui elemen lengkungan elegan. Konsep tersebut dipadukan dengan tata ruang yang lebih efisien dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan keluarga modern. Wakil Presiden Direktur PT Sinar Hankyu Hanshin Mas, Ichiro Yamamoto, menjelaskan bahwa pengembangan Vyorelle mengadopsi filosofi Japanese Living Quality yang selama lebih dari satu abad diterapkan oleh Hankyu Hanshin Properties Corp. di Jepang. Konsep tersebut menitikberatkan pada kenyamanan penghuni, efisiensi ruang, dan perhatian terhadap detail desain yang mendukung kualitas hidup keluarga masa kini. Klaster ini menawarkan beberapa pilihan tipe rumah 2 lantai dengan luas tanah mulai dari 60 meter persegi hingga 98 meter persegi dan luas bangunan mulai dari 53 meter persegi hingga 116 meter persegi. Pilihan unit tersedia mulai dari 2 kamar tidur hingga 4 kamar tidur plus 1 ruang tambahan. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah desain kamar utama yang lebih lapang, lengkap dengan ensuite bathroom dan walk-in closet. Untuk harga, Vyorelle dipasarkan mulai Rp1,2 miliar untuk tipe 53/60, Rp1,5 miliar untuk tipe 78/66, serta Rp2,4 miliar untuk tipe 116/98. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif mengingat lokasi proyek berada di kawasan BSD City yang terus berkembang dan memiliki infrastruktur yang semakin lengkap. Selain hunian, kawasan Vireya juga dirancang sebagai lingkungan residensial terintegrasi yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti vibrant commercial lane, river walk, outdoor gym, taman bermain anak, jogging track sepanjang 10 kilometer, hingga clubhouse yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas komunitas. Keberadaan ruang terbuka hijau yang luas dan aliran sungai alami di dalam kawasan turut memberikan nilai tambah bagi penghuni yang menginginkan lingkungan sehat dan nyaman. Dari sisi lokasi, Vireya berada di kawasan timur BSD City yang telah berkembang dengan dukungan fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, dan rekreasi. Kawasan ini dekat dengan Eka Hospital, Columbia Asia Hospital BSD, Teras Kota, ITC BSD, BSD Plaza, Pasar Modern BSD City, AEON Mall BSD City, ICE BSD, hingga The Breeze. Sementara untuk pendidikan, penghuni dapat mengakses berbagai institusi ternama seperti Sekolah Al-Azhar BSD, Santa Ursula BSD, Deutsche Schule Jakarta, Wellington College BSD, Stella Maris School BSD, Sekolah Cikal Harapan BSD, Ora et Labora, hingga Saint John School BSD. Kemudahan akses juga menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek investasi kawasan ini. Vireya terhubung dengan jaringan jalan tol utama seperti Tol Jakarta-Serpong, JORR 1, JORR 2, Tol Serpong-Cinere, Tol Jakarta-Merak, serta Tol Serpong-Balaraja. Selain itu, penghuni dapat memanfaatkan transportasi publik melalui Stasiun Rawa Buntu, layanan feeder bus, dan airport shuttle menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dengan penjualan fase pertama yang hampor habis dalam waktu singkat, Vyorelle BSD City menunjukkan bahwa pasar masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap hunian tapak yang berada di kawasan matang, memiliki fasilitas lengkap, serta menawarkan potensi kenaikan nilai investasi jangka panjang.
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land Gandeng UI Tingkatkan Kualitas Hunian Bersubsidi
Propertynbank.com – Komitmen menghadirkan hunian berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus diperkuat PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land). Pengembang yang dikenal melalui proyek Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang ini menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Indonesia (UI) guna mendorong pengembangan sektor perumahan yang lebih berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Infiniti Land dan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (17/6). Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mempertemukan kekuatan akademisi dan praktisi untuk menghasilkan berbagai kajian serta inovasi yang relevan bagi pengembangan perumahan nasional. Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) yang berfokus pada peningkatan kualitas pembangunan hunian. Kajian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas bangunan, pengembangan kawasan, penggunaan material ramah lingkungan, hingga konsep tata ruang yang mendukung keberlanjutan. Selain menjadi mitra penelitian, Infiniti Land juga membuka akses bagi mahasiswa Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI untuk melakukan survei lapangan, observasi, serta pengumpulan data di proyek-proyek yang sedang dikembangkan perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya penelitian akademik sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan sektor perumahan. Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan praktik pembangunan di lapangan. Menurutnya, sektor perumahan masih menyimpan banyak ruang untuk dikaji secara ilmiah, mulai dari pemilihan lokasi hunian yang ideal, pengembangan infrastruktur kawasan, pemanfaatan material bangunan yang lebih ramah lingkungan, hingga perencanaan kawasan yang memperhatikan aspek mitigasi bencana dan ketahanan bangunan terhadap gempa. “Kerja sama ini dapat menghasilkan rekomendasi dan model pembangunan yang mendukung keberlanjutan program 3 juta rumah, terutama dalam meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan perumahan bagi masyarakat,” ujarnya. Prof. Supriatna menambahkan, ruang lingkup kolaborasi ke depan berpotensi berkembang lebih luas karena UI memiliki berbagai pusat kajian yang tidak hanya fokus pada isu perumahan dan perkotaan, tetapi juga aspek ketahanan, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh. Ia menilai Infiniti Land merupakan mitra yang tepat karena memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan rumah subsidi berkualitas. Bahkan, MGK Serang tercatat sebagai proyek perumahan subsidi pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dari pemerintah. “Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI siap menjadikan Perumahan MGK Serang sebagai proyek percontohan dan lokasi riset bagi mahasiswa pascasarjana maupun doktoral,” katanya. Sinergi Infiniti Land dan Akademisi Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, menjelaskan bahwa kerja sama dengan UI merupakan kelanjutan dari komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pelaku industri sangat penting untuk menghasilkan perspektif yang komprehensif dalam membangun hunian layak bagi masyarakat. “Kolaborasi ini sangat baik karena akademisi dan praktisi dapat bersinergi untuk memperoleh sudut pandang yang valid mengenai bagaimana membangun rumah yang layak huni, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Samuel. Sebagai pengembang yang fokus pada sektor rumah subsidi, Infiniti Land meyakini hasil penelitian yang dihasilkan melalui kerja sama ini dapat menjadi referensi penting bagi pengembang lain dalam meningkatkan standar kualitas pembangunan hunian. Samuel juga berharap berbagai kajian yang lahir dari kerja sama tersebut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencapai sekitar 9,9 juta unit. “Kami bersyukur dapat bekerja sama dengan Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Harapannya, sinergi ini menghasilkan kolaborasi yang efektif, komprehensif, dan memberikan manfaat bagi pengembangan sektor perumahan nasional,” katanya. MGK Serang Jadi Benchmark Hunian Subsidi Hijau Dalam beberapa tahun terakhir, MGK Serang menjadi salah satu proyek perumahan subsidi yang banyak mendapat perhatian karena konsistensinya menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Infiniti Land terus berupaya menghadirkan rumah yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga dibangun dengan material berkualitas serta memperhatikan aspek lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan konsep hunian hijau sejak tahap perencanaan hingga pembangunan. Infrastruktur kawasan, kualitas bangunan, ruang terbuka, hingga efisiensi penggunaan sumber daya menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan perusahaan. “Kami membangun MGK Serang dengan hati. Karena ini merupakan rumah pertama bagi banyak keluarga, maka kami berkomitmen memberikan kualitas terbaik dari sisi bangunan, infrastruktur, maupun fasilitas kawasan,” tegas Samuel. Atas berbagai inovasi tersebut, MGK Serang berhasil mencatatkan sejumlah prestasi nasional. Selain menjadi perumahan subsidi pertama yang mengantongi Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dan meraih Rekor MURI, proyek ini juga memenangkan Green Housing Award 2025 dari Universitas Indonesia. Tak hanya itu, MGK Serang turut menyabet penghargaan Best Subsidized Housing Development Project pada Golden Property Awards 2025, FIABCI Indonesia-REI Excellence Awards 2024 sebagai perumahan subsidi terbaik di Indonesia, serta penghargaan khusus dari Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) sebagai “Pionir Perumahan Subsidi Bangunan Hijau” pada Anugerah Forwapera 2026. Melalui kolaborasi dengan UI, Infiniti Land berharap dapat terus meningkatkan standar kualitas pembangunan rumah subsidi sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya program 3 juta rumah dan pembangunan perumahan yang berkelanjutan di Indonesia.
Bidik Mahasiswa Perantau, Cove Ekspansi ke Malang dan Kejar Target 7.000 Kamar pada 2026
PropertynBank.com – Memasuki musim penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, kebutuhan akan hunian bagi mahasiswa perantau kembali meningkat. Melihat peluang tersebut, Cove memperluas jaringan bisnisnya ke Kota Malang melalui peluncuran Cove Estira, sebuah hunian co-living modern yang menyasar segmen mahasiswa dan generasi muda. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan Cove di Jawa Timur sekaligus mendukung target perusahaan untuk menghadirkan lebih dari 7.000 kamar di Indonesia hingga akhir tahun 2026. Kehadiran Cove Estira juga memperkuat posisi Malang sebagai salah satu pasar potensial bagi industri hunian mahasiswa, mengingat kota ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan terbesar di Indonesia. Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengatakan bahwa tren kebutuhan mahasiswa saat ini telah mengalami perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi hanya mencari tempat tinggal dengan harga terjangkau, tetapi juga lingkungan yang mampu mendukung produktivitas, kenyamanan, dan interaksi sosial selama masa studi. Data internal perusahaan menunjukkan sekitar 12,5% penghuni Cove berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pasar hunian mahasiswa modern masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama di kota-kota pendidikan seperti Malang. “Kami melihat kebutuhan mahasiswa telah berkembang. Mereka mencari hunian yang tidak hanya nyaman untuk beristirahat, tetapi juga mendukung aktivitas akademik dan gaya hidup sehari-hari. Karena itu, Malang menjadi lokasi strategis untuk ekspansi kami,” ujar Rizky. Cove Estira Hadirkan Konsep Co-Living Modern untuk Mahasiswa Berlokasi di kawasan Jatimulyo, Cove Estira menawarkan 27 kamar dengan konsep desain minimalis yang dipadukan aksen warna cerah. Hunian ini dirancang untuk menciptakan suasana yang mendukung kegiatan belajar sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penghuni. Tidak hanya menyediakan kamar, Cove Estira juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lobi, ruang makan bersama, patio, hingga rooftop lounge. Kehadiran area komunal tersebut diharapkan dapat mendorong interaksi sosial antarpenghuni, khususnya mahasiswa perantau yang tengah beradaptasi dengan lingkungan baru. Dari sisi lokasi, kawasan Jatimulyo dinilai memiliki akses yang strategis menuju sejumlah kampus ternama di Kota Malang, seperti Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang. Selain dekat dengan pusat pendidikan, kawasan ini juga terkoneksi dengan berbagai fasilitas komersial dan hiburan, termasuk Mall Dinoyo City, Malang Town Square, dan Mall Olympic Garden. Kombinasi antara akses pendidikan, fasilitas komunal, serta kedekatan dengan pusat aktivitas kota menjadi nilai tambah yang ditawarkan Cove Estira. Konsep tersebut sekaligus mencerminkan perubahan tren hunian mahasiswa yang kini semakin mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan akademik dan gaya hidup. Masuknya Cove ke Malang juga merupakan kelanjutan dari keberhasilan ekspansi perusahaan di Surabaya. Sejak memasuki pasar Surabaya pada pertengahan 2025, jumlah kamar yang dikelola Cove di kota tersebut diklaim meningkat hingga 10x lipat dalam waktu 1 tahun. Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas jangkauan ke Malang yang selama ini dikenal sebagai kota penyangga penting bagi Surabaya, terutama di sektor pendidikan. Selain itu, konektivitas yang semakin baik melalui jaringan Tol Trans Jawa turut membuka peluang mobilitas yang lebih tinggi antara kedua kota. Cove menilai pola pertumbuhan perkotaan di Jawa Timur memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Jabodetabek. Di wilayah tersebut, pertumbuhan bisnis di Jakarta mendorong ekspansi perusahaan ke berbagai kota satelit seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan akan hunian yang fleksibel. Ke depan, pengembangan bisnis Cove di Malang tidak hanya akan berfokus pada akomodasi mahasiswa. Perusahaan juga membuka peluang pengembangan hunian harian maupun konsep hybrid yang menggabungkan sewa bulanan dan harian untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Potensi pariwisata yang dimiliki kawasan Malang dan Batu menjadi salah satu pertimbangan dalam strategi tersebut. Dengan pasar pendidikan dan wisata yang sama-sama berkembang, Malang dinilai memiliki prospek jangka panjang bagi bisnis co-living modern. Melalui ekspansi di Jawa Timur, Cove menargetkan penambahan sekitar 1.000 kamar baru secara nasional hingga akhir 2026. Di saat yang sama, perusahaan juga tetap melanjutkan pengembangan portofolio di berbagai kota operasional lainnya guna memenuhi kebutuhan hunian generasi muda yang terus berkembang di Indonesia.
Perkuat Ekonomi Lokal, Paradise Indonesia dan BINUS Bangun Ekosistem Kota Modern di Semarang
Propertynbank.com – Sinergi antara dunia pendidikan dan industri properti melahirkan sebuah pengembangan kawasan yang berorientasi jangka panjang. Terkait hal tersebut, Paradise Indonesia dan BINUS Group resmi memperkenalkan 23 Semarang Shopping Center sebagai ikon baru yang dirancang untuk memperkuat aktivitas ekonomi, meningkatkan kualitas ruang publik, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih pada tahun pertama operasional dan memenuhi sekitar 23,5 persen kebutuhan energi kawasan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mengurangi jejak karbon sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang ramah lingkungan. President Director & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan bahwa peresmian 23 Semarang Shopping Center merupakan tonggak penting dalam strategi perusahaan untuk menghadirkan pengembangan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. “23 Semarang Shopping Center merupakan wujud kolaborasi strategis antara Paradise Indonesia dan BINUS dalam menghadirkan destinasi gaya hidup yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan UMKM, pengembangan komunitas, dan keberlanjutan. Kami berharap kehadiran proyek ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Kota Semarang ke depan,” ujar Anthony. Senada dengan itu, Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri yang merupakan bagian dari BINUS Group sekaligus pemilik Hyatt Place Semarang, Lawrence Wibisono, menilai proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar pengembangan bisnis. “Bagi BINUS, 23 Semarang dan Hyatt Place Semarang merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi strategis dapat menciptakan dampak yang melampaui aspek bisnis. Kami percaya kehadiran proyek ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menghadirkan identitas baru bagi Kota Semarang,” jelasnya. Ke depan, keberadaan 23 Semarang Shopping Center dan Hyatt Place Semarang diharapkan mampu memperkuat kawasan Marina sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Selain membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas perdagangan, proyek ini juga berpotensi menarik investasi lanjutan yang akan mempercepat transformasi Semarang menjadi kota modern yang lebih kompetitif. Melalui kolaborasi antara pengembang properti nasional dan institusi pendidikan berkelas dunia, kawasan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor dapat menghasilkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta perkembangan kota.
Dari Lifestyle Hub hingga Danau Cihuni, Paramount Gading Serpong Wujudkan Kota yang Hidup dan Berkelanjutan
Propertynbank.com – Paramount Gading Serpong terus mempertegas posisinya sebagai kawasan kota mandiri yang mengedepankan prinsip urbanisasi berkelanjutan. Melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi, ramah pejalan kaki, serta didukung fasilitas lengkap, Paramount Gading Serpong tidak hanya menghadirkan ruang hunian dan komersial, tetapi juga membangun ekosistem kehidupan yang dinamis dan berkualitas bagi masyarakat. Seiring pertumbuhan kawasan yang semakin pesat, pengembang terus menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung keseimbangan antara aktivitas ekonomi, interaksi sosial, dan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan kota yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang. Beragam fasilitas publik dan pusat aktivitas kini tumbuh merata di seluruh kawasan. Kehadiran Hampton Square sebagai lifestyle mall, Taman Rasa yang berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner favorit, hingga Maggiore Hills Park yang berada di kawasan Danau Cihuni menjadi bukti nyata bagaimana ruang publik dirancang untuk mendorong interaksi sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Di sisi selatan kawasan, Paramount Gading Serpong berhasil berkembang menjadi salah satu pusat komersial paling aktif di Tangerang Raya. Area ini dirancang dengan konsep commercial strip yang terintegrasi dengan pedestrian walk yang luas dan nyaman, menciptakan pengalaman beraktivitas yang lebih menyenangkan bagi pengunjung. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat menikmati berbagai destinasi kuliner, bisnis, maupun hiburan dalam satu kawasan yang saling terhubung. Tidak heran jika area komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton, dan Aniva kini menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menikmati berbagai aktivitas lifestyle maupun pertemuan bisnis. Tingginya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut turut mendorong pertumbuhan nilai properti dan permintaan pasar. Salah satunya tercermin dari respons positif terhadap peluncuran produk komersial terbaru, Maggiore Signature West, yang berhasil mencatat penyerapan pasar yang sangat baik sejak diperkenalkan pada awal tahun 2026. Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan bahwa perkembangan sisi selatan Paramount Gading Serpong tidak hanya ditopang oleh sektor kuliner, tetapi juga berbagai sektor usaha lainnya yang menunjukkan tingkat okupansi tinggi. “Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat, didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, melainkan tersebar merata di hampir seluruh kawasan, menjadikan area ini semakin bersinar dan berkembang sebagai magnet ekonomi baru yang menarik pengunjung dalam skala regional,” ujar Ferry. Menurutnya, tingginya aktivitas bisnis yang berpadu dengan kawasan hunian menciptakan mobilitas yang sehat dan mendukung terbentuknya lingkungan yang lebih inklusif serta nyaman bagi pejalan kaki. Konsep tersebut sejalan dengan prinsip walkable city, di mana masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari dengan mudah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi. Selain meningkatkan efisiensi mobilitas, konsep ini juga mampu mendorong interaksi sosial dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat. Implementasi konsep tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan Pasadena Central District, sebuah mega district seluas 40 hektare yang mengintegrasikan area komersial dan hunian premium dalam konsep “10 Minutes City Living”. Melalui konsep ini, penghuni dapat tinggal, bekerja, berbelanja, hingga menikmati fasilitas rekreasi dalam radius yang mudah dijangkau. Sementara itu, pada segmen hunian premium, Paramount Gading Serpong menghadirkan Matera Lakeside, klaster eksklusif yang menawarkan pengalaman tinggal dengan nuansa modern resort di kawasan Danau Cihuni. Berlokasi di area strategis dan bersebelahan langsung dengan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare, Matera Lakeside menghadirkan kombinasi ideal antara aksesibilitas dan privasi. Kawasan ini memiliki akses masuk tersendiri yang terpisah dari boulevard utama sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi penghuni. Keunggulan lainnya terletak pada konektivitas dengan ruang terbuka hijau. Matera Lakeside terhubung langsung dengan Maggiore Hills Park yang dipenuhi pepohonan rindang serta berbagai fasilitas pendukung gaya hidup sehat, seperti jogging track, children playground, outdoor gym, backyard area, hingga akses pedestrian menuju Matera Community Club. Melalui tagline “Everything is Here”, Paramount Gading Serpong terus memperkuat komitmennya dalam membangun kawasan yang lengkap, terintegrasi, dan berkelanjutan. Didukung infrastruktur modern, inovasi pengembangan kawasan, serta pengelolaan kota yang konsisten, Paramount Gading Serpong terus berkembang sebagai destinasi hunian dan investasi yang menawarkan kualitas hidup lebih baik bagi masyarakat urban.
Laba DADA Melesat 216,70%, Bagikan Dividen Rp2 Miliar, Simak Tata Cara Kehadiran RUPST
Propertynbank : PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,51 miliar, melonjak 216,70% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Peningkatan laba tersebut menjadi sinyal kuat semakin kokohnya fundamental bisnis Perseroan di tengah dinamika industri properti. Kinerja positif ini ditopang oleh optimalisasi aset produktif, meningkatnya kontribusi kawasan komersial yang telah beroperasi, serta penguatan pendapatan berulang (recurring income) yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan. Disisi lain, DADA juga menunjukkan akselerasi kinerja yang kuat pada kuartal IV 2025. Dimana Perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 233,86% dibandingkan kuartal III 2025, sekaligus meningkat 216,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Adam Bilfaqih, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari implementasi strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun. “Pertumbuhan laba yang signifikan pada tahun 2025 mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengoptimalkan aset dan memperkuat kinerja operasional,”jelasnya. Lebih jauh Adam menjelaskan, Pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha ke depan. Seiring dengan peningkatan kinerja tersebut, Perseroan telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp2 miliar kepada para pemegang saham. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan yang telah diberikan sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pembagian dividen tersebut akan menjadi salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di The Margo Hotel, Depok. Perseroan menginformasikan bahwa jumlah kehadiran dalam rapat tersebut akan dibatasi sesuai ketentuan yang berlaku. Bayu Sentiawan, Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk, menambahkan pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025 ini tidak terlepas dari meningkatnya kontribusi proyek-proyek komersial yang telah beroperasi, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pendapatan berulang yang memberikan stabilitas terhadap arus pendapatan perusahaan. “Karena itu, memasuki tahun 2026 perseroan fokus melakukan pengembangan bisnis melalui penguatan kinerja kawasan komersial eksisting, penambahan tenant strategis untuk meningkatkan produktivitas aset, serta optimalisasi sumber pendapatan berulang. Selain itu, kami juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan,” jelasnya. Registrasi Kehadiran RUPST Sehubungan dengan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Perseroan menginformasikan bahwa rapat akan diselenggarakan di The Margo Hotel, Depok. Perseroan mengingatkan para pemegang saham bahwa kapasitas ruang rapat terbatas sehingga jumlah peserta yang dapat hadir secara fisik akan disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Untuk itu, pemegang saham yang berencana menghadiri RUPST secara langsung diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu. Informasi mengenai tata cara pendaftaran, persyaratan kehadiran, serta kuota peserta dapat diakses melalui situs resmi perusahaan, https://diamondland.co.id, mulai 19 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Perseroan mengimbau para pemegang saham untuk segera melakukan registrasi setelah pendaftaran dibuka guna memperoleh kepastian kehadiran dalam RUPST. “Dengan kinerja yang terus bertumbuh, struktur keuangan yang sehat, serta strategi bisnis yang terukur, DADA optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada 2026 dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham maupun pemangku kepentingan,” tutup Bayu.
Penyaluran Rumah FLPP Tembus 77.532 Unit, Generasi Muda Terbanyak

Propertynbank : Program pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan kinerja positif. Hingga 11 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau setara 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat tingginya kebutuhan sekaligus minat masyarakat terhadap kepemilikan rumah pertama, terutama di kalangan generasi muda dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Realisasi penyaluran FLPP tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara BP Tapera, 36 bank penyalur, serta 21 asosiasi pengembang yang terlibat dalam penyediaan rumah subsidi di berbagai daerah. Berdasarkan data BP Tapera, realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 kawasan perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang pada 375 kabupaten/kota di 35 provinsi di Indonesia. Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran FLPP. Hingga pertengahan Juni 2026, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 37.657 unit rumah atau sekitar 48,56 persen dari total realisasi nasional. Posisi berikutnya ditempati kelompok Bank Syariah Nasional dengan realisasi 19.088 unit rumah atau 24,61 persen. Sementara Bank BRI menyalurkan 6.275 unit (8,09 persen), Bank BNI sebanyak 5.608 unit (7,23 persen), dan Bank Mandiri sebesar 2.755 unit (3,55 persen). Sisanya berasal dari berbagai mitra bank penyalur FLPP lainnya. Sementara dari kalangan pengembang, Real Estate Indonesia (REI) menjadi asosiasi dengan kontribusi terbesar melalui pembangunan 32.026 unit rumah subsidi atau setara 41,3 persen dari total realisasi FLPP. Disusul APERSI dengan 23.048 unit (29,72 persen), HIMPERRA sebanyak 10.426 unit (13,44 persen), ASPRUMNAS sebesar 3.532 unit (4,55 persen), dan Perkumpulan Pengembang Indonesia (PI) sebanyak 2.475 unit (3,19 persen). Dominasi Minat Generasi Muda Menariknya, data BP Tapera menunjukkan bahwa generasi muda menjadi kelompok penerima manfaat FLPP terbesar sepanjang tahun ini. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun tercatat memperoleh 28.060 unit rumah atau sekitar 36,19 persen dari total penyaluran nasional. Data tersebut mencerminkan semakin tingginya kesadaran generasi muda untuk memiliki hunian sejak dini melalui fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah. Dari sisi profesi, pekerja sektor swasta masih menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan program FLPP. Jumlahnya mencapai 52.592 penerima atau sekitar 67,83 persen dari total realisasi. Selanjutnya disusul kelompok wiraswasta sebanyak 12.699 penerima (16,38 persen), pegawai negeri sipil (PNS) 6.343 penerima (8,18 persen), kategori pekerjaan lainnya 4.723 penerima (6,09 persen), serta anggota TNI dan Polri sebanyak 1.175 penerima (1,52 persen). Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, optimistis capaian penyaluran FLPP akan terus meningkat hingga akhir tahun. Menurutnya, BP Tapera secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang guna memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Selain itu, sosialisasi program rumah subsidi juga terus diperluas agar semakin banyak MBR yang memahami dan memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. “Kami terus melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang. Di saat yang sama, sosialisasi juga kami tingkatkan agar semakin banyak MBR dapat mengakses program rumah subsidi. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, perbankan, hingga asosiasi pengembang,” ujar Heru. Dorong Pembiayaan Rumah Susun Selain fokus pada rumah tapak, pemerintah juga mulai memperkuat skema pembiayaan hunian vertikal bagi MBR pada tahun 2026. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keterjangkauan hunian, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan dan harga tanah yang terus meningkat. Hunian vertikal dinilai mampu memberikan akses yang lebih dekat ke pusat aktivitas ekonomi, kawasan kerja, fasilitas umum, dan pusat kota. BP Tapera mencatat saat ini terdapat sekitar 2.908 unit rumah susun siap jual (ready stock) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik yang dikembangkan oleh swasta maupun oleh Perum Perumnas. Menurut Heru, ketersediaan stok tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda dan keluarga baru untuk memperoleh hunian dengan lokasi yang lebih strategis dibandingkan rumah tapak di kawasan pinggiran. Tak hanya itu, berdasarkan data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), terdapat potensi pengembangan rumah susun mencapai 9.217 unit yang dapat segera direalisasikan. “Kami melihat data SiKumbang menunjukkan potensi rumah susun mencapai 9.217 unit. Ini akan terus kami dorong agar dapat segera direalisasikan,” kata Heru. Untuk mempercepat penyaluran FLPP pada hunian vertikal, BP Tapera saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Keuangan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Salah satu skema yang tengah dibahas adalah pemberian tenor pembiayaan hingga 40 tahun, disertai fasilitas pelunasan dipercepat tanpa denda. Usulan tersebut melengkapi berbagai insentif yang selama ini telah tersedia dalam program FLPP, seperti uang muka ringan, suku bunga tetap, serta cicilan yang terjangkau. “Jika ditinjau dari tingkat keterjangkauan berdasarkan upah minimum, maka dengan tenor hingga 40 tahun, angsuran rumah susun diperkirakan hanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan,” pungkas Heru. Dengan realisasi yang telah melampaui 77 ribu unit pada semester pertama tahun ini, program FLPP semakin menunjukkan perannya sebagai instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR sekaligus mendukung target penyediaan hunian layak dan terjangkau di seluruh Indonesia.