PNB_Back_Up

Paramount Land Rilis Vienna Grande, 70 Unit Ruko Strategis di Gading Serpong

Vienna Grande

Propertynbank.com – Paramount Land merupakan pengembang yang gencar meluncurkan produk properti baik residensial maupun komesial. Hal ini karena Paramount Land melihat meningkatnya daya beli masyarakat, usai pandemi Covid-19 mereda. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga meningkat hingga lima persen. “Sektor properti kembali menjadi favorit untuk investasi. Terutama ruko yang memang tengah diincar oleh para pebisnis ritel,” jelas M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land usai buka puasa bersama media di Gading Serpong, Rabu (30/3). Buka puasa bersama rutin digelar oleh Paramount Land setiap tahunnya, untuk mempererat tali silaturahmi dan menjalin sinergi dengan media tanah air. Lebih lanjut Nawawi mengatakan, kebutuhan area bisnis harus mampu memberikan kenyamanan, kemudahan akses, dan kebebasan berkreasi mengembangkan ide kreatif atau usaha. Hal inilah yang mendasari pihaknya kembali meluncurkan properti komersial bertajuk Vienna Grande. Area komersial ini berupa unit ruko yang berbatasan langsung dengan gerbang barat Gading Serpong. Vienna Grande berada tepat di tengah kawasan yang sudah hidup, dikelilingi lebih dari 12 klaster terhuni dan area komersial ramai, seperti Arcadia Square, Paramount Glaze, Paramount Blitz, Bavaria Grande, dan sebagainya. Baca Juga : Bangun Maggiore Business Loft, Paramount Land Gandeng Total Bangun Persada “Vienna Grande kami luncurkan setelah sebelumnya telah kami hadirkan Arcadia Grande. Vienna Grande dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat yang ingin membuka usaha ataupun bisnis khususnya di Kota Gading Serpong. Vienna Grande memiliki berbagai keunggulan yang menjadikan area komersial ini berprospek sangat tinggi,” ujar M. Nawawi. Lokasinya, kata dia, berbatasan langsung dengan jalan boulevard raya penghubung Gading Serpong dan Karawaci-Legok dengan traffic lebih dari 3.000 kendaraan/jam. Selain dikelilingi area residensial yang padat dan ramai, Vienna Grande juga berada di pusat bisnis dengan beragam usaha, mulai dari toko buku, café, rumah makan, perkantoran, city storage, convenience store, toko alat olahraga, toko alat musik, dan lainnya. Vienna Grande Sold Out Dikatakan Nawawi, Vienna Grande ditawarkan dengan harga menarik mulai dari Rp 1,2 miliaran (sudah termasuk PPN) sebanyak 70 unit, diperkenalkan pada 21 Maret 2023 dan saat ini telah terserap dengan baik (sold out). Berbagai promo cara bayar yang sangat menarik juga ditawarkan kepada konsumen dan investor, mulai dari Tunai Keras, KPR 20%, khusus promo special launching hingga Tunai Bertahap dengan tenor dan angsuran yang sangat menarik. Sementara itu, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menambahkan, perkembangan kota yang stabil dan terus meningkat mendorong Paramount Land untuk menghadirkan produk-produk komersial dengan konsep menarik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membuka usaha semata, tapi juga bisa meningkatkan nilai kawasan itu secara keseluruhan. Baca Juga : Paramount Land Luncurkan Kawasan Komersial Verona Junction, Ini 4 Keunggulannya “Untuk memenuhi kebutuhan calon pebisnis maupun investor, kami menghadirkan area komersial dengan multi access pada kawasan dan desain modern yang sangat cocok untuk menunjang beragam jenis bisnis dan usaha. Hadir dalam beragam ukuran tipe yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu  (L 4,5 x 9-13), (L 5×10), (L 5,5×9-13). Setiap unitnya telah dilengkapi dengan CCTV dan area parkir yang nyaman,” tutur Henry. Vienna Grande, sambung Henry, juga sangat dekat dengan beberapa pusat pendidikan ternama di Gading Serpong, seperti Stella Maris, Tarakanita, Matana University, dan lainnya. Lokasi yang sangat strategis ini membuka peluang usaha yang sangat besar bagi calon pengusaha yang ingin membuka bisnis di Vienna Grande.

Eastvara, New Lifestyle Commercial Center di BSD City Seluas 4.8 ha

Eastvara

Propertynbank.com – Pertumbuhan sektor ritel di Indonesia mulai meningkat secara positif. Hal ini terjadi seiring dengan mulai pulihnya sektor ekonomi dan aktivitas masyarakat yang berangsur kembali normal. Berdasarkan data yang dilansir dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan kinerja penjualan ritel pada 2023 pun bisa mencapai kisaran 4% atau sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan sebesar 5,5%. Optimisme tersebut memotivasi Sinar Mas Land dan Ararasa, pusat kuliner serta ritel terkemuka untuk bekerja sama mengembangkan proyek mall terbaru yakni Eastvara sebagai New Lifestyle Commercial Center di BSD City. Kerja sama kedua perusahaan telah disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman pada tahun 2022 lalu. Pekan lalu, Sinar Mas Land bersama dengan Ararasa melaksanakan acara peletakan batu pertama (groundbreaking). Prosesi groundbreaking secara simbolis dilakukan oleh Kevin Subrata (Direktur Eastvara), Anna Budiman (CEO Commercial BSD Sinar Mas Land), Surya Adil Wijaya (Direktur Utama Eastvara), Monik William (Deputy Group CEO Sinar Mas Land), Hermawan Wijaya (Direktur Eastvara), dan Arief Ramon (Direktur Eastvara). CEO Commercial BSD Sinar Mas Land Anna Budimanmengatakan, permintaan akan ruang ritel dan pusat perbelanjaan premium mengalami peningkatan, sehingga Sinar Mas Land bersama Ararasa mengembangkan mall terbaru di BSD City yakni Eastvara di atas lahan sebesar 4.8 hektare. Baca Juga : Sinar Mas Land Precious Tahun 2023 Berikan Keuntungan Bagi Pelanggan Setia “Dimana Eastvara memiliki captive market yang besar yang dikelilingi 14 residential, 60 cluster, hingga 10.000 houses padat penghuni dan didominasi oleh kaum muda/millennials. Kami targetkan lifestyle commercial center terbaru ini dapat beroperasional pada kuartal kedua di tahun 2024,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Utama Eastvara Surya Adil Wijaya menjelaskan, filosofi nama Eastvara yang diambil dalam bahasa sansekerta dengan arti leader atau pemimpin, menjadikan proyek ini menjadi pioneer pertama di kawasan barat BSD City dalam memenuhi kebutuhan entertainment masa kini untuk kawasan Serpong dan sekitarnya. “Konsep mall terbuka dengan konsep arsitektur modern menjadi salah satu kekuatan Eastvara dimana kita bekerja sama dengan arsitek ternama dari Thailand untuk mewujudkan hal ini,” tegasnya. Mengusung tagline “The Light of Asia”, Eastvara didesain dengan konsep fresh, modern, dan aesthetic yang terinspirasi dari eksotisme kemewahan budaya Asia. Mall terbaru tersebut berdiri dengan luas bangunan seluas 2,3 hektare dan memiliki ruang hijau terbuka seluas 1 hektare, serta area parkir seluas 1,6 hektare. Kehadiran Eastvara memberikan warna baru bagi industri perniagaan yang dinamis, berbagai brand ritel terkemuka hingga giant tenant juga akan melengkapi pusat perbelanjaan ini. Zona di Eastvara Mall Eastvara terbagi ke dalam empat zona yakni Urban Groove, Spring Ville, The Light Atrium, dan Sunset Boulevard. Pada area utama terdapat zona Urban Groove dengan desain interior yang disesuaikan dengan selera kaum muda untuk menyemarakkan beberapa tenant retail, hingga deretan iconic art installation yang diperbarui secara berkala. Kemudian ada zona Spring Ville yang didesain dengan warna-warna cerah sangat cocok bagi pengunjung yang ingin memanjakan buah hati. Pada area ini dilengkapi dengan berbagai tenant F&B, fashion, dan pusat permainan anak. Selanjutnya, zona The Light Atrium yang memungkinkan kita menikmati beragam penampilan istimewa di atas panggung. Area ini dilengkapi jajaran ritel kekinian yang dapat memanjakan mata para pengunjungnya seperti kosmetik dan gadget masa kini. Baca Juga : Luncurkan Program Smart Move, Sinar Mas Land Gandeng 18 Bank Berikan Stimulus Subsidi Bunga Sementara itu, zona Sunset Boulevard menghadirkan jajaran tenant F&B dalam skala lebih minimalis yang menjajakan sajian menggiurkan bagi para pengunjung. Area tersebut juga didukung oleh sentuhan arsitektur khas budaya Asia, salah satunya adalah untaian pohon tabebuya (trumpet) warna merah muda. Pada sore hari, para pengunjung juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler dan instagramable dari tiap sudut mall. Eastvara berada dilokasi yang sangat strategis dan dapat diakses melalui ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A yang telah beroperasi, Tol Jakarta-Merak (Tol Kebon Jeruk) dan Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol Kunciran-Serpong, Tol JORR 2 (Tol Pondok Indah), dan lain-lain. Nantinya, Eastvara juga akan terintegrasi dengan beragam pilihan transportasi umum mulai dari feeder bus BSD City, Shuttle BSD City, dan kereta Commuter Line melalui stasiun Cisauk.

Sektor Ritel Menguat, 3 Mal Baru di Jakarta Mulai Beroperasi Tahun Ini 

ritel

Propertynbank.com – Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di akhir tahun mengirimkan sinyal positif pada sektor ritel secara umum di Jakarta yang ditandai dengan mulai kembalinya pengunjung ke ruang ritel, meski tidak terjadi pada semua kelas ritel. Pada tataran global, Knight Frank merilis publikasi yang menyatakan bahwa di awal tahun 2023 kekhawatiran melemahnya tingkat kunjungan konsumen ke ruang ritel tidak terbukti. Laporan tersebut mengungkap bahwa beberapa tenant bahkan dinyatakan akan memiliki pertumbuhan yang kuat, seperti produk footwear, fashion dan kosmetik. Laporan terbaru Jakarta Property Highlight juga menyebutkan bahwa di semester kedua tahun 2022, rerata tingkat okupansi ruang ritel mengalami peningkatan tipis jika dibandingkan semester sebelumnya di kisaran 78,8%. Kenaikan juga terjadi di rerata harga sewa dan service charge yang naik sekitar 1,2% dari harga tahun lalu. Baca Juga : Alami Tren Positif, Bisnis Ritel Menanti Cuan Jelang Fase Endemi Director Strategic Consultancy Knight Frank Indonesia Sindiani Adinata menyebutkan, sektor ritel merupakan salah satu sub sektor properti yang masih prospektif kedepannya karena fast bounce back paska pandemi. “Tingkat kegiatan masyarakat pada kebanyakan mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta meningkat tajam setelah dicabutnya PPKM. Ini menjadi dorongan pasar ritel dalam mengejar ketertinggalan di beberapa tahun kebelakang,” ujarnya. Ritel Baru Di Jakarta Lebih jauh, laporan Jakarta Property Highlight juga mencatat bahwa akan beroperasi 3 proyek ritel terbaru di Jakarta di tahun 2023 sendiri. Salah satunya berkonsep food and beverage di Jakarta Utara, sehingga total pasokan mal saat ini bertambah menjadi 4.923.911 meter persegi. Sementara itu untuk total future supply hingga tahun 2025, akan ada 6 proyek mal sejumlah 292.109 meter persegi. “Di akhir 2022, beberapa penyewa f&b menutup seluruh gerainya. Walaupun demikian, hal tersebut tidak berpengaruh signifikan seiring dengan masih kuatnya serapan ruang ritel oleh tenant potensial lainnya dari sektor fashion, electronic, e-commerce, groceries, sport apparel and games or kids playgrounds,” tambah Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia. Baca Juga : Samanea Hybrid Trade Outlet Gandeng 9 Perusahaan Peritel Berbasis E-commerce Sementara itu, Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia mengatakan, performa ritel Jakarta saat ini masih belum merata, dan perbaikan performa memang tidak ditunjukan oleh seluruh kelas ritel. “Pengelola ritel perlu memiliki daya adaptasi yang cepat mengikuti dinamika tren saat ini, diantaranya dengan melakukan peningkatan kualitas gedung (building upgrade) sehingga nilai asetnya dapat terus diperhitungkan sebagai aset yang prospektif,” tutupnya.

Paramount Land Luncurkan Kawasan Komersial Verona Junction, Ini 4 Keunggulannya

Verona Junction

Propertynbank.com – Paramount Land meluncurkan Verona Junction, Commercial Lofts for Any Business in Gading Serpong, berlokasi tepat di tengah destinasi kuliner terbaru dan terfavorit di Gading Serpong. Diambil dari nama sebuah kota terindah di Italia, Verona Junction akan menjadi pilihan produk komersial yang eksklusif dengan potensi value yang sangat tinggi.Prospek sektor properti tahun 2023 masih akan bergerak positif sejalan dengan proyeksi IMF bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 5% di tahun 2023. Meskipun suku bunga Bank Indonesia masih fluktuatif, namun sektor properti tetap menjadi primadona karena didukung dengan tingginya kebutuhan akan hunian maupun komersial. Pada saat acara product knowledge Verona Junction, M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land menjelaskan, Gading Serpong telah tumbuh menjadi sebuah kota mandiri besar dengan populasi mencapai lebih dari 120 ribu jiwa (belum termasuk komuter). “Pertumbuhan residensial, perkantoran, pusat kuliner, dan pusat bisnis yang sangat pesat ini tentunya meningkatkan kebutuhan masyarakat akan beragam fasilitas komersial dan bisnis, yang juga didongkrak oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi,” ujar Nawawi. Saat ini Gading Serpong tidak hanya menjadi pusat bisnis dan residensial, tapi juga salah satu destinasi populer dan strategis bagi masyarakat luas yang berasal dari Jabodetabek (berada tengah-tengah area Serpong dan Tangerang Raya), hingga kota lainnya. “Kami mendukung para pengusaha untuk membangun bisnis melalui penyediaan area komersial, di mana bisnis yang satu berkorelasi/ berdampak pada bisnis yang lain sehingga menciptakan keramaian. Hal inilah yang melatarbelakangi kami dalam menghadirkan Verona Juction di Gading Serpong,” ungkap Nawawi. Salah satu komitmen Paramount Land dalam membangun sebuah kawasan bisnis/usaha, kata dia adalah memastikan kawasan komersial tersebut akan segera ramai dan berkembang, salah satunya dengan menghadirkan beragam anchor tenant sebagai added value yang sangat menguntungkan bagi calon pebisnis. “Tidak terkecuali di Verona Junction yang akan diramaikan dengan beragam anchor tenant, seperti RM Lamun Ombak, rumah makan khas Padang dari Sumatera Barat yang baru pertama kalinya membuka cabang di Tangerang. Selain itu, akan hadir pula Chandra Karya Furniture, pusat furnitur dan spring bed di Indonesia,” tegas Nawawi. Verona Junction ditawarkan dengan harga menarik mulai dari Rp 2,5 miliaran (sudah termasuk PPN) sebanyak 70 unit perdana (SOHO dan shophouses) dan 14 unit (studio lofts). Paramount Land telah membuka NUP dan promo early bird pada tanggal 21 Februari-15 Maret 2023. “Berbagai promo cara bayar yang sangat menarik juga ditawarkan kepada konsumen dan investor, mulai dari Tunai Keras, KPR 20%, khusus promo special launching hingga Tunai Bertahap dengan tenor dan angsuran yang sangat menarik,” tambah Nawawi. Keunggulan Verona Junction Sementara itu, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menambahkan, ada 4 keunggulan utama dari Verona Junction yaitu 1. Prime Location, berada di sisi selatan Gading Serpong, berbatasan langsung dengan jalan boulevard penghubung Gading Serpong dan BSD dengan traffic 4.500 mobil/ jam, dikelilingi oleh area komersial dan lebih dari 40 klaster terhuni serta beragam fasilitas kota. Lalu kedua, Direct Access to Each Floor, konsep ini memberikan kesempatan Multi-Tenancy (tenant yang berbeda) dalam satu gedung, 3. Double Façade, variasi 2 muka pada tipe studio loft yang memudahkan akses dari depan jalan, atau dari area pedestrian, 4. Sophisticated Façade Design, aksen vertikal yang bold, serta warm color, exclusive, dan iconic memberi kesan luxury. Khusus untuk varian studio loft lantai 2 memiliki alfresco dining experience serta void yang menambah kesan luas. “Hal lain yang membedakan Verona Juction dengan produk komersial lainnya adalah konsep commercial loft dengan beragam bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon pebisnis dan investor. Tersedia 3 pilihan bentuk, yaitu: studio loft berukuran L8x15 (hoek) dan L7x15 dengan pilihan 3 lantai dan 4 lantai; SOHO (small office home office) berukuran L5x10 dan L7x10 dengan 2 lantai; dan shophouse berukuran L5 dan L6 dengan panjang bervariasi dan pilihan 2 lantai dan 3 lantai,” jelas Henry. Setiap unit Verona Junction juga disematkan dengan spesifikasi premium dan beragam fitur, seperti AC di setiap lantai, solar panel untuk energi listrik hingga 3.000 watt, dan CCTV. “Dengan segala kelebihannya, Verona Junction menawarkan multi experience untuk segala tipe bisnis, mulai dari F&B, hobby, sport, fashion, hingga entertainment dengan value yang tinggi dan berkembang pesat,” pungkas Henry.

Naik 74%, Tingkat Huni Perkantoran Jakarta Tunjukkan Perbaikan

perkantoran, ruang perkantoran, gedung kantor, green office di cbd jakarta

Propertynbank.com – Sinyal positif terhadap perbaikan performa subsektor perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta karena adanya pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun seiring dengan munculnya potensi resesi global, tingkat kewaspadaan konsumen pun turut kembali menguat dan berimplikasi pada tertahannya ekspansi dari perusahaan global pada ruang-ruang kantor di CBD Jakarta. Dalam skala regional seperti di Singapura dan Seoul, pertumbuhan sektor perkantoran berada di situasi membaik seiring dengan terbukanya kembali jalur transaksi dari Cina seiring dengan dicabutnya kebijakan zero covid policy. Di Jakarta sendiri berdasarkan laporan Jakarta Property Highlight terbaru dari Knight Frank Indonesia, tingkat okupansi perkantoran CBD Jakarta di semester kedua 2022 perlahan mengalami peningkatan di angka 74,1% dengan sektor logistik yang menjadi penyumbang okupansi yang cukup agresif di akhir tahun 2022. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa per semester kedua tahun lalu, terdapat dua pasokan gedung baru yang menambah stok ruang perkantoran menjadi 6.991.223 meter persegi. Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia menjelaskan, stok perkantoran yang masih terus bertambah di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam proses pemulihan memberikan  tantangan berkelanjutan untuk sektor perkantoran di Jakarta saat ini. “Meski demikian, tercatatnya okupansi dari sektor logistik yang agresif di akhir tahun 2022 juga turut memberikan secercah harapan untuk pertahanan di sektor perkantoran CBD Jakarta kedepannya,” jelas Syarifah. Sewa Perkantoran Masih Stagnan Jakarta Property Highlight juga mencatat adanya optimisme pasar, yang walaupun hingga saat ini harga sewa gedung perkantoran di Jakarta masih stagnan dan cenderung melemah hingga 6%, deretan proyek gedung perkantoran baru yang memiliki harga sewa cenderung lebih tinggi seperti gedung berkonsep ramah lingkungan, tercatat masih mendominasi untuk masuk menambah pasokan. Menurut laporan, terdapat 3 dari 5 gedung perkantoran yang akan hadir hingga 2025 merupakan gedung berkonsep green building. Lebih jauh lagi, laporan Jakarta Property Highlight juga mencatat bahwa selain sektor logistik, terdapat beberapa sektor lain yang juga cukup potensial dalam mendorong pertumbuhan tingkat okupansi di sektor perkantoran di semester kedua tahun 2022. Sektor-sektor tersebut antara lain adalah sektor information technology (IT), fintech, mining, insurance, agrobusiness, automotive, oil and gas, energy, healthcare, dan trading. Sementara itu, Willson Kalip, Country Head dari Knight Frank Indonesia, menambahkan, meski masih dalam masa yang challenging, namun serapan tahunan ruang perkantoran yang kembali positif setelah tercatat negatif di tahun lalu menjadi indikasi bahwa seluruh pemangku kepentingan berupaya untuk pivoting toward opportunities untuk memperbaiki performa sektor perkantoran CBD Jakarta di akhir tahun 2022 lalu, tahun ini diharapkan perbaikan dapat terus berlanjut positif.

Terbatas Hanya 30 Unit, Paramount Petals Rilis Kawasan Komersial Perdana Calico Square

Calico Square, Paramount Petals

Propertynbank.com – Paramount Petals meluncurkan Calico Square, guna menjawab kebutuhan kawasan komersial di kota mandiri seluas ±400 Ha di Tangerang itu. Kehadiran kawasan komersial ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan sebagai fasilitas penunjang bagi Paramount Petals. Calico Square merupakan produk komersial perdana di Paramount Petals yang terletak di gerbang selatan Boulevard Paramount Petals, terhubung dengan exit tol Bitung, terkoneksi langsung dengan pengembangan kota mandiri lainnya seperti Paramount Gading Serpong dan pengembang lainnya di area Serpong dan Karawaci. Paramount Land sebelumnya sukses mengembangkan dan memasarkan area-area komersial di Gading Serpong seperti Sorento Junction, Pisa Grande, dan lainnya. Sementara Calico Square, hadir untuk memenuhi kebutuhan penghuni akan fasilitas komersial, sekaligus sebagai ruang bisnis dan usaha yang tidak hanya menjangkau penghuni, tapi juga masyarakat di sekitar Paramount Petals. “Sebuah kawasan baru bisa dikatakan kota mandiri jika menghidupi wilayahnya dan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitarnya. Salah satu hal terpenting adalah melengkapi kota dengan komersial dan bisnis untuk menjadikan kota mandiri tersebut salah satu destinasi di mana masyarakat dapat berbisnis, berinvestasi, dan melakukan transaksi jual-beli,” jelas M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land. Tangerang dan Gading Serpong, kata Nawawi, adalah salah satu lokasi yang banyak dipilih pebisnis untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Gading Serpong diperkuat dengan infrastruktur dan aksesibilitas yang sangat baik, seperti jalan tol Jakarta-Merak, JORR, hingga tol Serpong-Balaraja yang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi popular bagi masyarakat Jabodetabek. Paramount Land, ujar Nawawi, telah berpengalaman dan banyak menghadirkan beragam ruko di Gading Serpong dan sukses terserap pasar. Paramount Petals sebagai the next Gading Serpong terus berinovasi dan siap mewujudkan komitmen yang telah direncanakan. “Salah satunya dengan menghadirkan area komersial dan bisnis pertama, pembangunan akses jalan tol yang juga segera dibangun pada 2023, serta fasilitas kota lainnya seperti hotel, rumah sakit, pasar modern, dan lainnya yang telah termasuk dalam pembangunan jangka panjang,” ungkap Nawawi. Sementara itu, VP Sales & Marketing Paramount Petals, Mario Susanto menjelaskan, setelah tiga klaster pertama, yaitu Aster, Canna, Gardenia, terserap pasar dengan sangat baik, Calico Square hadir sebagai area komersial pertama di Paramount Petals. Berlokasi sangat strategis tepat di jalan utama Boulevard Sakura dengan ROW 32 yang merupakan penghubung utama kawasan barat, selatan, dan utara. “Hanya selangkah dari gerbang selatan dan terkoneksi langsung dengan pengembangan kota mandiri lainnya. Lokasi yang strategis dan konektivitas yang tinggi akan menjadikan area komersial ini hidup dan memiliki traffic yang tinggi, sangat cocok bagi investor dan pebisnis yang ingin membuka dan mengembangkan usaha khususnya di Paramount Petals,” urai Mario saat memperkenalkan Calico Square kepada media, Rabu (15/2). 10 Alasan Memilih Calico Square Menurut Mario, ada 10 alasan mengapa Calico Square adalah pilihan yang tepat untuk investasi dan bisnis. Pertama, harga perdana area komersial pertama di Paramount Petals. Kedua, nilai investasi yang tinggi, dapat dibuktikan dari tingginya kenaikan harga tiga klaster Paramount Petals sejak diluncurkan hingga saat ini. Ketiga, pertumbuhan kota yang ditargetkan mencapai 3.000 penghuni pada tahun 2025. Keempat, unit yang terbatas dan eksklusif. Kelima, area parkir luas dengan multiple access yang mengadopsi konsep area komersial di Gading Serpong. Keenam, kata dia, konsep township yang menciptakan kehidupan yang lovable living bagi penghuninya. Sedangkan ketujuh, konsep smart township (quad-play) dengan teknologi mutakhir. Kedelapan, akses tol langsung pada 2025. Kesembilan, kehadiran Paramount Estate Management yang telah berpengalaman mengelola Kota Gading Serpong. Terakhir, reputasi pengembang yang baik. Calico Square diluncurkan dalam jumlah terbatas (±30 unit) dengan harga perdana mulai Rp 1,7 M-an dan berbagai promo menarik selama launching. “Tersedia beragam cara pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari super cash, tunai keras, KPR, hingga tunai bertahap. Sebelumnya telah dilakukan pengenalan produk dan NUP pada 3 Februari 2023 dan mendapat respons yang baik hingga melebihi dari jumlah kuota unit yang disediakan,” tambah Mario. Pada kesempatan yang sama, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land menjelaskan, Calico Square berkonsep ‘One Stop Shopping Center’ yang cocok untuk mengakomodasi bisnis F&B, hobby, sport, dan entertainment, hadir dengan desain modern dan high ceiling. Terdapat tipe L5x12, L4x12, L4,5×15, L4,5×15 (hook), 4,5×15 (irregular) yang masing-masing terdiri atas 3 lantai. Tersedia area parkir yang luas dengan multiple access  yang dapat dapat diakses dari mana saja, konsep yang sama seperti yang telah diterapkan di Paramount Gading Serpong. Dikatakan Henry, demi mewujudkan komitmen pembangunan Paramount Petals yang cepat dan tepat waktu, dalam waktu dekat kami akan mengadakan serah-terima unit pertama klaster Aster, yang akan dilanjutkan dengan klaster lainnya secara bertahap. Paramount Petals juga akan melakukan peresmian gedung Paramount Estate Management, di mana management service dan delivery service akan segera beroperasi secara profesional untuk melayani penghuni. “Dalam pengembangan selanjutnya, kami juga akan menghadirkan Country Club dan area komersial Bez Walk sebagai lifestyle center dengan fasilitas F&B, supermarket, lifestyle, musik, hobi, dan komunitas. Bez Walk berada tepat di pintu gerbang selatan Paramount Petals, menjadi destinasi hiburan yang strategis bagi penghuni sekaligus masyarakat di sekitar Paramount Petals,” tutup Henry.

Gandeng Investor Jepang, Sinar Mas Land Kembangkan 3 Office Portofolio di Jakarta CBD Area

investor jepang

Propertynbank.com – Sinar Mas Land melalui PT Duta Cakra Pesona (DCP) menggandeng investor Jepang, Hankyu Hanshin Properties JOIN ID-DCP LLC. yang merupakan perusahaan patungan antara Hankyu Hanshin Properties (HHP) dan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN) untuk mengembangkan Office Portfolio Partnership di beberapa lokasi strategis di pusat kota Jakarta. Kerja sama jangka panjang ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari tiga gedung perkantoran pertama yakni Sinarmas MSIG Tower, Bakrie Tower, dan Luminary Tower (under construction) yang seluruhnya berlokasi di Jakarta CBD Area. Ketiga gedung perkantoran ini berada di bawah naungan DCP, salah satu anak perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Sinarmas MSIG Tower merupakan sebuah gedung yang memiliki 47 lantai, terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Kemudian ada Bakrie Tower, yang dimiliki dan dikelola sebagian yakni 13 lantai strata office dari lantai 20 hingga lantai 32.  Gedung ketiga adalah Luminary Tower (under construction), yang sebanyak 23 lantai strata office nya dimiliki oleh DCP, bukan keseluruhan gedung. Pada hari Selasa (31/1), kedua investor asal Jepang tersebut telah bersepakat untuk secara bersama-sama memiliki 25% saham DCP dan sisanya dimiliki oleh BSDE. Kerja sama kali ini merupakan kolaborasi ketiga yang telah dilakukan oleh Sinar Mas Land bersama HHP dan JOIN. Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan kerja sama untuk sejumlah proyek seperti pengembangan kawasan The Zora di BSD City pada bulan Oktober 2016 dan kemudian di DIRE Plaza Indonesia pada bulan Juli 2019 yang lalu. “Melalui kerja sama ini kami berharap HHP, yang telah berpengalaman dalam mengelola puluhan gedung perkantoran di pusat kota Osaka, Jepang, dapat memberikan nilai tambah terhadap kinerja bisnis persewaan ruang kantor di Jakarta CBD Area,” ujar Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja dalam keterangannya. HPP Kenal Investor Jepang Menurut Michael Widjaja, kepiawaian HHP dalam mengelola gedung perkantoran diharapkan dapat membantu memperkenalkan tenant-tenant baru yang berasal dari perusahaan Jepang, meningkatkan efisiensi penggunaan energi gedung, memperbaiki kinerja tim operasional, alih-teknologi dan pengetahuan khususnya dalam pengembangan serta pengelolaan gedung pintar (smart building), dan lain-lain. “Kami harap sinergi ketiga perusahaan dapat memperkuat positioning Sinar Mas Land sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam membangun serta mengelola gedung-gedung perkantoran di berbagai lokasi strategis di Jakarta, Surabaya dan Medan, antara lain melalui Entitas Anak PT Duta Pertiwi Tbk,” tutup Michael Widjaja.

Diterpa Isu Resesi Ekonomi Premium Property Sukses Tingkatkan Okupansi Menara Jamsostek

jamsostek

Propertynbank : Pemerintah telah melonggarkan kebijakan PPKM, setelah melihat kasus positif covid-19 kian melandai. Situasi menuju endemi ini diharapkan menjadi momentum bagi investor untuk bangkit. Bahkan sektor properti pun kini mulai bergairah, secara perlahan meski diterpa isu resesi ekonomi global di tahun 2023 ini. Para pengusaha wajib mengantisipasi persoalan isu resesi global yang tentu saja juga akan mempengaruhi industri properti di Indonesia secara signifikan. Termasuk bisnis pengelola gedung perkantoran harus memutar otak agar ruang kantor ada penyewa. Dalam upaya menghadapi isu resesi global ini, President Director Premium Property Management sebagai pengelola manajemen gedung Menara Jamsostek, Dance Aquarianto menandaskan, merasa bersyukur karena tingkat okupansi Menara Jamsostek terus meningkat hampir mencapai angka 70 persen di tengah isu resesi global dunia. “Buktinya di  tahun ini, Icon Plus salah satu anak perusahaan PT PLN telah menambah space ruangannya menjadi 6 lantai,” ujar Dance. Lebih jauh Dance mengungkapkan, seluruh ruang yang ada di Menara Jamsostek tidak hanya digunakan untuk BPJS, tetapi juga banyak perusahaan lain dengan berbagai bentuk sektor usaha menyewa ruang di Menara Jamsostek. “Uniknya di kami banyak  juga penyewa dari Korean company. Mereka mengisi ruang Menara Jamsostek mencapai 30 persen. Kemudian ada Capital Group yang sudah memakai ruangan sekitar 12.000 meter serta Icon plus yang merupakan anak perusahaan PT PLN,” ungkap Dance. Perlu diketahui, tambah Fredika Chief Marketing, Gedung Menara Jamsostek terdiri dari tiga tower yakni Tower Utara, Gedung Parkir dan Tower Selatan Untuk saat ini, Tower Utara dan Tower Selatan Menara Jamsostek dikhususkan untuk office.  Masing-masing tower terdiri dari 25 lantai. Sedangkan untuk parkir  11 lantai dengan kapasitas 3000 untuk mobil dan 1000 untuk kendaraan roda dua. “Kelebihan  dari Menara Jamsostek selain mempunyai  gedung parkir yang besar,  ada area food court dengan berbagai jenis makanan khas, area ritel serta ada lounge dan entertain karaoke di lantai 10 dan Ball Room untuk acara seminar, meeting dan pesta perkawinan,” tutur Fredika. Fasilitas lain yang dapat dinikmati para penyewa ruang Menara Jamsostek, tambah Fredika adalah ada kantor perbankan plus atm, seperti  BJB, BRI, Capital Bank, BNI dan  Bank Mandiri. Untuk bersantai dan rileks, ada Coffee shop seperti Janji Jiwa, kopi kenangan, Fresh coffe dan tomorrow Coffee. Untuk confienence  store ada Alfamart, More Store, Family Mart, dan Lawson yang berada di lantai food courd. Hal lainnya lagi yang juga untuk memuaskan para penyewa gedung, pihak manajemen menyediakan fasilitas ibadah yakni mesjid An Naml di lantai 3. Sementara itu fasilitas smoking area ada di lantai 11 yang bisa di akses melalui lantai 9 tower utara.  Jadi, connecting antara Tower Utara dan Tower Selatan adalah di lantai 1 dan lantai 9. “Semua fasilitas yang ada di Menara Jamsostek ini juga di support oleh beberapa provider jaringan internet maupun telepon seperti Centrin online, telkom. Icon plus, indosat dan exel telecomukasi,” sambung Fredika. Untuk mendukung daya tarik sewa kepada para tenant, Menara Jamsostek memasang iklan LED di tiap lift dan di depan loby. Jadi, tegas Fredika, kenaikan okupansi Menara Jamsostek tidak lepas dari peran pengelola gedung yang saat ini dikelola oleh Premium Property Management. Tambahan menurut Dance,  saat covid-19 tingkat okupansi Menara Jamsostek hanya sekitar 50 persen dan tentunya ini menjadi tantangan bagi kami sebagai pengelola gedung yang baru. Untuk mengembalikan tingkat okupansi Menara Jamsostek, Dance Aquarianto mengaku melakukan berbagai langkah strategi, diantaranya meningkatkan pelayanan bintang lima kepada Tenant, meningkatkan kebersihan dan keamanan Gedung, membuaat  even dan bazar yang dapat memenuhi kebutuhan Tenant, meningkatkan kualitas sumber daya manusia karyawan Building Management. Sehingga dapat membuat pengalaman yang menyenangkan untuk seluruh Tenant dan penghuni yang beraktifitas didalam Gedung Menara Jamsostek, ujung ujungnya setiap Perusahaan yang sewa daan berkaktifitas di Menara Jamsostek dapat meningkatkan kinerja dan produktifitas dari karyawannya. “Kami juga punya strateginya ampuh lainnya yaitu  harga sewa lebih kompetitif dan  bisa dinegosiasikan,” kata Dance “Kita juga buat program untuk kepuasan penyewa. Contoh menjelang imlek. Kita dekor loby dengan tema imlek yang didominasi warna merah dan warna emasnya. Begitu juga pada saat menjelang natal dan tahun baru,” Kata Dance. Untuk menyambut hari raya idul fitri tahun 2023 telah disiapkan program bazar budaya Betawi serta mengundang UMKM dan DKM  mesjid yang bekerjasama dengan pengelola untuk membuat kegiatan yang bermanfaat untuk Tenant dan penghuni yang ada di Menara Jamsostek “ke depan kami ingin Menara Jamsostek ini bukan hanya sekedar kantor, penyewa juga bisa menikmati beberapa fasilitas melalui program-program yang ditawarkan pengelola,” sambung Dance. Keunggulan Menara Jamsostek Keberadaan Premium dalam pengelolaan Menara Jamosostek ini juga diakui oleh BPJS setelah melakukan evaluasi, berdasarkan survey kepuasan pelanggan dari tahun 2021 sampai  tahun 2022. “Hasilnya kepuasan pelanggan (penyewa) naik 7 % dari sebelumnya 70 % kini telah mencapai 77 %, padahal belum genap 1 tahun,”pungkas Dance. Kalau berbicara kompetitor di kelas yang sama disekitarnya,   Dance mengatakan, Menara Jamsostek    masih unggul, terutama dari sisi lokasi karena memiliki dua akses yakni dari Jalan Jenderal Gatot Subroto dan dari Jalan Kuningan Barat yang dapat melalui jalan Tendean, artinya bebas dari aturan Ganjil Genap “Dengan lokasi ini, bisa dikatakan bebas aturan Ganjil Genap. Misalnya dari tol arah pancoran, bisa exit tol melalui fly over Kuningan kemudian bisa langsung masuk gedung Jamsostek. Sementara yang dari arah Mampang Prapatan dan Transtv bisa mengakses jalan tendean kemudian masuk Jalan Kuningan Barat. Akses ini yang menjadi salah satu benefitnya para penyewa di Menara Jamsostek , selain facility yang sangat lengkap,” kata Dance. Disinggung mengenai kenaikan harga sewa, Dance mengatakan, “Untuk saat ini kita tidak mengambil opsi menaikkan harga sewa, ini dilakukan agar penyewa lama tetap menjadi tenant di gedung yang kita kelola ini,” tutup Dance optimis penyewa Menara Jamsostek ini akan terus bertambah.

Makin Prospektif, Tristar Sebana Propertindo Bangun Ruko Grand Centro Depok Tahap 2

ruko green

  Propertynbank : Berada di lokasi strategis, wilayah Sawangan diperkirakan menjadi daerah yang prospektif untuk bisnis properti. Perkembangannya pun kian pesat seiring pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi yang mengarah ke wilayah tersebut. Apalagi, Sawangan berada di lokasi strategis yakni segi tiga emas kota berkembang seperti Bogor, Tangerang serta Depok. Bahkan sekarang ini, Sawangan telah menjadi salah satu kawasan yang paling banyak diincar oleh banyak pengusaha. Hal tersebut menjadikan Sawangan nantinya akan menjadi kota dengan prospektif bisnis properti. Salah satunya PT. Tristar Sebana Propertindo, pengembang properti kelas nasional terpercaya ini telah mengerjakan sejumlah proyek hunian maupun komersial seperti di Bintaro, Jagakarsa, dan Sawangan. Sukses mengembangkan sejumlah proyek hunian townhouse dan komplek ruko Grand Centro Bintaro (Pesanggrahan Jakarta Selatan), Tristar Sebana Properti sejak tahun 2021 kembali mengembangkan properti komersial jenis terbaru yakni Ruko Grand Centro Depok, yang berlokasi persis di pinggir jalan Raya Muktar Sawangan, Depok. Ken Marius, Direktur Tristar Sebana Propertindo mengungkapkan pembangunan Ruko Grand Centro Depok ini di seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin positif pasca pandemi covid-19. Hal ini memicu minat calon pelaku usaha muda untuk memulai wirausaha dan juga membuka cabang-cabang usaha baru di wilayah yang potensial. Lebih jauh dikatakan Ken Marius, Ruko Grand Centro Depok, dibangun diatas lahan seluas 3600 meter. Untuk mengembangannya sendiri dibagi dalam dua tahap. “Untuk tahap pertama, telah terbangun 7 unit ruko 3 lantai dengan fasilitas parkiran yang luas dengan on-street parkir, material dengan kualitas premium serta desain moderen commersial concept. Juga beberapa brand nasional sudah memulai usaha operasional, seperti Bank BRI, Janji Jiwa,” paparnya. Investasi Ruko Dia menjelaskan, ruko ini berada di lokasi dekat dengan kawasan hunian, karena dikelilingi dengan perumahan yang padat. Sehingga memberikan potensi arus pengunjung optimal dengan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu yang cukup singkat. Ke depan, lanjutnya, setelah tahap pertama ini yang masih tersisa 2 unit ini, kami akan melanjutkan pembangunan tahap ke 2 dengan total 11 unit ruko 3 lantai. “Untuk memiliki Ruko Grand Centro Depok, kami tawarkan dengan harga di atas Rp 2 miliar, sementara untuk unit yang berada di Hook kami ditawarkan dengan harga di atas Rp 3 miliar. Kami juga memberikan kemudahan cara bayar bagi calon pembeli baik dengan pembayaran tunai keras maupun pembayaran secara bertahap,” sebut Ken Marius.

Pasokan Ruang Perkantoran di 2023 Bertambah, Penyerapan Masih Rendah

perkantoran, ruang perkantoran, gedung kantor, green office di cbd jakarta

Propertynbank.com – Pasokan gedung perkantoran pada tahun 2023 diperkirakan mengalami penambahan, seiring dengan selesainya pembangunan sejumlah gedung perkantoran. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena akan banyak pilihan bagi penyewa dalam menentukan lokasi gedung yang diinginkan. Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan, total pasokan perkantoran di CBD mencapai 7.04 juta m2 dan di luar CBD sebesar 3.72 m2. Sementara pasokan baru yang pembangunannya selesai pada tahun 2022 di CBD antara lain PNM Tower (Office One), Menara BRI dan di luar CBD adalah MTH 27. Dia memprediksi pertumbuhan pasok akan mulai melambat mulai tahun 2024. “Kondisi ekonomi yang melambat, turut mengganggu penyerapan ruang kantor yang ada di Jakarta. Menurut catatan kami, tingkat hunian perkantoran di CBD sebesar 74.7% dan di luar CBD mencapai 70.8%. Turunnya permintaan terhadap perkantoran sudah mulai terjadi sejak H1 2022 lalu. Hal ini karena banyak perusahaan yang menahan untuk melakukan relokasi dan ekspansi sembari menunggu stabilnya kondisi ekonomi,” ujar Ferry dalam Media Briefing Q4 Colliers Indonesia, Rabu (4/1/2023). Ferry menambahkan, komitmen penyewa pada gedung kantor baru akan sangat menentukan naik dan turunnya tingkat hunian di tahun 2023. Tingkat hunian juga diperkirakan akan kembali menurun pada 2023 akibat tingginya jumlah pasok baru. Menurut dia, tingkat hunian diharapkan akan mulai membaik mulai dari tahun 2024, saat itu pasok baru juga terbatas. Perusahaan di bidang energi terbarukan diperkirakan akan terus tumbuh dan menjadi penggerak permintaan ruang perkantoran. Untuk tarif dasar sewa perkantoran, Ferry menyebut relatif stabil dibandingkan 2021. Tarif dasar sewa di 2022 di CBD, kata dia, sebesar Rp249,562 dan di luar CBD sebesar Rp174,563. Pemberian insentif tidak lagi berbentuk diskon, melainkan dalam bentuk keringanan fit-out, tarif parkir dan sebagainya. Penyesuaian biaya pemeliharaan diperkirakan terjadi di 2023 seiring dengan naiknya UMR, tarif listrik dan bahan bakar. “Kondisi tenants market terus memaksa landlords untuk terus akomodatif dan fleksibel. Beroperasinya gedung kelas premium akan memengaruhi perhitungan rata-rata tarif dasar sewa. Harga jual ruang kantor turun, pemilik dan investor mulai realistis dengan kondisi pasar yang belum kondusif. Diskon antara harga penawaran dan yang ditransaksikan masih cukup tinggi,” jelas Ferry. Perkantoran di Surabaya Ferry mengungkapkan, konstruksi untuk perkantoran di Surabaya cenderung melambat dengan jumlah pasok terbatas. Kegiatan konstruksi masih relatif lambat Hanya Pelindo Place Office Tower, gedung kantor baru yang beroperasi di tahun 2022. Pasok kumulatif sebesar 609,325 m2 karena pengembang masih waspada dan berhati-hati dalam memulai konstruksi. “Permintaan perkantoran di Surabaya masih terbatas namun terlihat menguat ke depannya. Tingkat hunian tercatat di 53.0% dengan permintaan masih didominasi oleh kebutuhan ruang kantor ukuran kecil. Perusahaan rintisan (start-up) terutama di sektor IT dan keuangan masih terus aktif menyerap ruang kantor di Surabaya. Beberapa sektor perusahaan yang sebelumnya sangat terdampak pandemi seperti travel & tourism, mulai berangsur pulih,” jelas Ferry. Lebih lanjut dikatakan Ferry, beberapa keuntungan seperti memiliki alamat resmi serta lokasi strategis menjadi salah satu faktor bagi para pemilik bisnis untuk memilih berkantor di gedung perkantoran. Ruang kantor fleksibel juga terus disediakan oleh para pengelola gedung dengan menyesuaikan layout. Ruang kantor fleksibel siap pakai kedepannya akan lebih banyak dikelola oleh manajemen gedung sendiri dibandingkan dengan bekerja sama dengan operator atau pihak ketiga “Untuk tarif sewa dan harga jual tidak banyak mengalami perubahan sejak awal pandemi. Tarif dasar sewa perkantoran adalah Rp139,669, tidak mengalami perubahan selama dua tahun terakhir. Insentif berbentuk diskon tidak lagi diberikan. Pengelola gedung memberikan pilihan pada calon penyewa baru, menyesuaikan dengan budget mereka, seperti menawarkan ruang kantor siap pakai serta ruangan semi-furnished yang ditinggalkan oleh penyewa sebelumnya. Gedung perkantoran dengan skema jual masih didominasi oleh pembeli individu untuk instrumen investasi,” kata Ferry.