Midea Buka Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Perkuat Komitmen Investasi dan Produksi Lokal
Propert&Bank – Karawang, 21 Mei 2026 – Midea Electronics Indonesia secara resmi mengundang para dealer utama untuk mengunjungi pabrik kulkas yang berlokasi di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat investasi, produksi lokal, dan dukungan terhadap pertumbuhan industri elektronik rumah tangga di Tanah Air. Kehadiran pabrik kulkas ini menjadi tonggak penting bagi Midea Electronics Indonesia setelah sebelumnya menghadirkan pabrik air conditioner (AC) pada 2024 dan pabrik mesin cuci pada 2025 di Indonesia. Pabrik ini juga menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mampu memproduksi side-by-side refrigerator serta chest freezer dalam satu fasilitas produksi terintegrasi. Midea Buka Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia Berlokasi di kawasan industri Suryacipta Karawang, pabrik kulkas terbaru ini dibangun di atas lahan seluas lebih dari 150.000 meter persegi dengan kapasitas produksi tahunan yang direncanakan mencapai lebih dari 2 juta unit per tahun. Pabrik ini diproyeksikan menjadi salah satu basis produksi kulkas utama Midea dalam memenuhi kebutuhan domestik yang terus berkembang sekaligus pasar ekspor ke berbagai negara. Dengan skala produksi dan kapasitas yang dimiliki, hal ini menjadikan pabrik kulkas Midea sebagai pabrik kulkas terbesar di Indonesia. Kehadiran pabrik ini turut memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, dengan membuka ribuan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar Karawang dan sekitarnya, baik di sektor produksi, operasional, maupun rantai pasok pendukung lainnya. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Midea dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui pengembangan industri manufaktur berteknologi modern. Investasi ini sekaligus menunjukkan dukungan Midea terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong peningkatan investasi asing, penguatan industri manufaktur nasional, serta percepatan penggunaan produk dalam negeri. Melalui ekspansi fasilitas produksi ini, Midea berharap dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi elektronik rumah tangga di kawasan regional. President Director PT Midea Electronics Indonesia, Jack Ding mengatakan pembangunan fasilitas produksi ini merupakan wujud keseriusan Midea untuk terus tumbuh bersama mitra bisnis dan konsumen di Indonesia. “Pabrik ini menjadi simbol komitmen jangka panjang Midea di Indonesia. Kami ingin menghadirkan produk berkualitas lebih baik, pengiriman yang lebih fleksibel, layanan yang lebih cepat, serta fitur-fitur yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujar Jack Ding, saat peresmian pabrik di Karawang, pada Kamis, 21 Mei 2026. Melalui penguatan fasilitas manufaktur lokal, Midea juga berupaya meningkatkan efisiensi rantai pasok, mempercepat distribusi produk, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem industri nasional dan peningkatan tingkat kandungan lokal. Pabrik kulkas Midea akan memproduksi berbagai kategori produk, mulai dari side-by-side refrigerator, double door, single door, hingga chest freezer. Midea juga menghadirkan inovasi chest freezer inverter yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dengan efisiensi energi yang lebih optimal. Peluang Ekspor ke Asia Tenggara Vice President PT Midea Electronics Indonesia, Michael Adisuhanto menyampaikan bahwa investasi berkelanjutan ini merupakan bagian dari visi Midea untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi strategis di Asia Tenggara. “Dengan penguatan produksi lokal, kami tidak hanya mendukung kebutuhan pasar domestik tetapi juga membuka peluang untuk mendukung operasional ekspor di kawasan Asia Tenggara. Kami percaya kolaborasi yang kuat dengan para dealer dan mitra akan menjadi fondasi pertumbuhan bersama ke depan,” ujar Michael. Melalui kunjungan pabrik ini, Midea berharap para mitra dealer dapat melihat lebih dekat kapabilitas manufaktur, inovasi produk, serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi konsumen Indonesia. Midea juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dealer dan mitra bisnis atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan selama ini. Perusahaan optimistis kolaborasi yang telah terjalin akan semakin kuat dan membawa pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang. Dalam kesempatan yang sama, President Director Refrigerator Factory Midea Electronics Indonesia, Ye Tao menjelaskan fasilitas produksi terbaru ini dirancang dengan standar manufaktur modern dan fokus pada kualitas produk serta inovasi teknologi. “Kami berharap kehadiran pabrik ini dapat memberikan nilai tambah bagi pasar Indonesia sekaligus memperlihatkan kemampuan manufaktur dan inovasi produk Midea yang terus berkembang,” kata Ye Tao. Pengembangan Pabrik Mesin Cuci Selain pengembangan lini kulkas, Midea juga terus memperkuat kapasitas produksi mesin cuci di Indonesia. Pabrik mesin cuci Midea yang berlokasi di Cikarang ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 500.000 unit per tahun. Saat ini pabrik tersebut memproduksi mesin cuci twin tub (dua tabung) dan direncanakan akan memperluas investasi pabrik untuk produksi top loading washing machine mulai tahun depan.
Tekanan Energi Global Meningkat, FDN Nilai Transisi EBT Semakin Mendesak
Propertynbank : Konflik geopolitik global yang kian memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah, berdampak memberi tekanan serius terhadap ketahanan energi nasional. Kondisi ini tentunya menjadi momentum penting bagi Indonesia, untuk mempercepat transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor. Isu strategis tersebut menjadi pembahasan utama dalam diskusi tingkat tinggi bertajuk “Seri Dialog XXI: Transisi Energi Baru Terbarukan (EBT)” yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN). Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan, legislator, Dewan Energi Nasional, hingga pelaku industri tekno-ekonomi nasional. Dewan Penasihat sekaligus Co-Founder FDN, Ilham Akbar Habibie, mengatakan Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius karena konsumsi energi domestik telah melampaui kapasitas produksi nasional. Akibatnya, Indonesia semakin rentan terhadap tekanan pasar energi global dan ketidakstabilan geopolitik dunia. Menurut Ilham, upaya peningkatan produksi migas nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari membutuhkan waktu panjang serta dukungan regulasi dan skema fiskal yang kompetitif agar mampu menarik investasi global. “Indonesia tidak bisa terus bergantung pada energi fosil impor. Elektrifikasi massal dan pembangunan infrastruktur energi bersih harus dipercepat dengan dukungan regulasi yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Ilham. Ia menilai investasi pada teknologi hijau dan infrastruktur energi bersih kini bukan hanya isu lingkungan, tetapi sudah menjadi kebutuhan ekonomi nasional agar Indonesia mampu bersaing di era ekonomi rendah emisi. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyoroti lonjakan harga minyak dunia tahun 2026 yang mencapai 105 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pembengkakan subsidi dan kompensasi energi nasional, termasuk impor LPG 3 kilogram yang mencapai 8 juta metrik ton per tahun. Nilai subsidi energi bahkan diproyeksikan melonjak hingga mendekati Rp700 triliun. Di sisi lain, cadangan minyak terbukti Indonesia saat ini hanya tersisa sekitar 2,4 miliar barel atau diperkirakan bertahan sekitar 12 tahun ke depan. “Ke depan, hilirisasi migas harus diarahkan menjadi bahan baku industri petrokimia bernilai tambah tinggi agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar,” kata Sugeng. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Supeni Inten Cahyani, menjelaskan pemerintah tengah merevisi kebijakan energi nasional untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Revisi tersebut juga membuka ruang pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi beban dasar nasional. DEN turut menyiapkan sejumlah strategi jangka pendek, mulai dari penguatan regulasi EBT, percepatan de-dieselisasi pembangkit listrik, hingga hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan tembaga untuk mendukung industri baterai nasional. Menurut Supeni, pengembangan EBT harus diiringi penciptaan permintaan pasar melalui penguatan sektor manufaktur nasional agar ekosistem industri energi bersih dapat tumbuh berkelanjutan. Dari sisi infrastruktur, EVP Energi Hidro dan Aneka EBT PT PLN (Persero), Ardian Inkaresa, mengungkapkan bauran energi nasional hingga April 2026 masih didominasi PLTU batu bara sebesar 65-66 persen, sementara porsi EBT baru mencapai 15,11 persen. Untuk mengejar target 100 GW EBT, PLN mulai mengembangkan integrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan teknologi baterai penyimpan energi atau Battery Energy Storage System (BESS). PLN juga meluncurkan program strategis “Program Gigawatt” melalui proyek PLTS Mentari Nusantara 1 berkapasitas 1 GW. Program tersebut diproyeksikan mampu menekan biaya pokok penyediaan listrik hingga Rp7,4 triliun per tahun sekaligus mengurangi impor BBM diesel sebesar 2,7 juta kiloliter. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, mengingatkan pemerintah agar transisi energi dilakukan secara realistis dan tidak membebani daya beli masyarakat maupun industri nasional. Menurutnya, reformasi regulasi sektor migas yang berjalan lambat serta panjangnya rantai birokrasi masih menjadi hambatan utama masuknya investasi energi ke Indonesia. “Transisi energi harus menjaga keseimbangan antara aspek keberlanjutan, keterjangkauan harga energi, dan daya saing industri nasional,” ujarnya. Menutup forum, Ilham Akbar Habibie menegaskan bahwa Indonesia harus bergerak lebih konkret dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Melalui kolaborasi antara Forum Dialog Nusantara, The Habibie Center, dan Persatuan Insinyur Indonesia, pihaknya akan menyusun cetak biru regulasi transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan. “Indonesia membutuhkan action plan yang nyata agar transisi energi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi langkah strategis menuju kedaulatan energi nasional,” pungkas Ilham.
ViroFab, Solusi Luxury Prefab Modular Building untuk Resort dan Villa Premium

Propertynbank.com – Viro secara resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, ViroFab, sebuah sistem luxury prefab modular building, dalam ajang ARCH:ID 2026 yang berlangsung pada 23–26 April di ICE BSD City. Peluncuran ini menandai babak baru transformasi Viro dari penyedia specialty building materials menjadi pemain di industri konstruksi modular premium. Sebagai bagian dari peluncuran ini, Viro menghadirkan TenuNyaman, yang ditegaskan sebagai Luxury Prefab Modular Building pertama dari ViroFab, sekaligus pilot project dari produk perdana Virocroft (Bungalow Class). Kehadiran TenuNyaman menjadi bukti nyata bahwa sistem modular tidak hanya konsep, melainkan sudah terbangun dan dapat dirasakan langsung oleh publik. Perjalanan ini dimulai dari PT Polymindo Permata, perusahaan induk Viro yang berdiri sejak 1985 dan telah menginjak lebih dari 40 tahun pengalaman. Sejak 1998, Viro dikenal sebagai brand specialty building materials dengan pemahaman mendalam terhadap building codes, standar pengujian, dan kualitas konstruksi. Melalui ViroFab, seluruh pengalaman tersebut diintegrasikan ke dalam sistem bangunan modular modern yang lebih presisi, efisien, dan terkontrol. “ViroFab adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi,” ujar Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata. Produk pertama yang diperkenalkan adalah Virocroft, kategori bungalow mewah dengan spesifikasi: Luas hingga 200 m², Dirancang khusus untuk tropical resort setting, Ideal untuk butik hotel dan resort di lokasi seperti Labuan Bajo, Sumba, hingga Lombok. Virocroft merupakan bagian dari roadmap ViroFab yang akan berkembang ke Viroalta (villa 2 lantai, 300–500 m², rilis Agustus 2026 di Bali), Virolux (hunian utama mewah hingga 4 lantai, >500 m²). TenuNyaman: Luxury Prefab Modular Building Pertama Dalam peluncuran ini, Johan Yang menegaskan bahwa TenuNyaman adalah Luxury Prefab Modular Building, bukan sekadar show unit atau konsep eksperimental. TenuNyaman, kata dia, merupakan representasi langsung dari implementasi ViroFab, yang menunjukkan bahwa sistem modular dapat menghadirkan desain eksklusif dan berkarakter, kualitas setara bahkan melampaui konstruksi konvensional dan teknologi prefab dapat diterapkan pada proyek premium. “TenuNyaman kami hadirkan sebagai bukti nyata bahwa luxury prefab modular building bisa diwujudkan dengan kualitas tinggi, desain eksklusif, dan eksekusi yang presisi,” tambah Johan Yang. Proyek ini dikembangkan oleh Grain and Green, dipimpin oleh Principal Jeffrey Budiman dan Architect in Charge Fei Efendy, dengan pendekatan desain yang menyatukan arsitektur dan interior secara menyeluruh. ViroFab Kolaborasi Lintas Industri Lebih lanjut dijelaskan Johan Yang, TenuNyaman juga menjadi simbol kekuatan kolaborasi lintas industri, melibatkan berbagai brand dan mitra strategis, antara lain Häfele, Grain and Green, Tritunggal Prima, Aica, Kohler, Indospace, Hubu, dan Otazen. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem ViroFab sebagai solusi konstruksi modern yang terintegrasi. ViroFab hadir menjawab tantangan klasik industri konstruksi di Indonesia melalui tiga kepastian utama yakni : Certainty in Quality, Dibangun di pabrik dengan kontrol ketat, didukung sertifikasi ISO 9001, serta proses menuju Environmental Product Declaration (EPD). Setiap unit dilengkapi garansi 2 tahun dengan opsi hingga 10 tahun. Certainty in Budget, Tanpa biaya tak terduga. Proyek diselesaikan sesuai spesifikasi kontrak, menghindari cost overrun yang umum terjadi pada konstruksi konvensional. Certainty in Time, 70–90% proses dilakukan di pabrik, memastikan waktu pembangunan lebih cepat dan terjadwal dengan presisi. Teknologi & Ketahanan untuk Indonesia Sementara Virocroft menggunakan sistem light gauge steel framing galvanis yang tahan korosi dan gempa, dikombinasikan dengan panel system yang telah melalui pengujian standar internasional (ASTM, EN, BS, GB). “Desainnya sejak awal memang ditujukan untuk iklim tropis Indonesia, termasuk kawasan pesisir dengan kelembapan tinggi dan paparan garam laut,” tegas Johan Yang. ViroFab juga mematahkan stigma prefab sebagai bangunan standar. Sistem ini menawarkan desain dan finishing kelas luxury, efisiensi waktu dan biaya, presisi tinggi berbasis fabrikasi, fleksibilitas desain (mass customization) sesuai kebutuhan klien dan akses dan pengembangan ke depan. “Selain dapat dilihat langsung di ARCH:ID 2026 melalui TenuNyaman, Viro juga tengah membangun showroom penuh di Open Door, Alam Sutera yang dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga 2026. Virocroft sudah mulai dapat dipesan, dengan pendekatan customizable sesuai kebutuhan proyek dan kolaborasi bersama arsitek,” jelas Johan Yang. Menurut dia, peluncuran ViroFab di ARCH:ID 2026 menjadi tonggak baru dalam industri konstruksi Indonesia, menghadirkan integrasi antara kemewahan, teknologi, dan efisiensi dalam satu sistem bangunan modern. “TenuNyaman sebagai Luxury Prefab Modular Building menjadi titik awal, membuka perspektif baru bahwa masa depan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat, lebih presisi, tanpa mengorbankan kualitas dan estetika,” pungkasnya.
Puskesmas Mulai Adopsi AI, Teknologi OCR Bantu Deteksi Risiko Kehamilan Lebih Dini

Propertynbank.com – Transformasi digital mulai merambah puskesmas di Indonesia. Untuk pertama kalinya, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diterapkan di layanan kesehatan tingkat dasar itu melalui pemanfaatan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan AI prediktif guna meningkatkan pemantauan kesehatan ibu hamil. Inovasi ini dikembangkan oleh Summit Institute for Development sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus meringankan beban administrasi tenaga bidan yang selama ini masih bergantung pada pencatatan manual. Selama bertahun-tahun, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi sumber utama informasi medis kehamilan, mulai dari riwayat pemeriksaan hingga tekanan darah dan kondisi kesehatan ibu. Namun, data tersebut harus diketik ulang ke sistem digital, sebuah proses yang menyita waktu di tengah tingginya beban pelayanan. Melalui teknologi OCR, bidan cukup memotret halaman Buku KIA menggunakan ponsel. Sistem kemudian secara otomatis membaca tulisan tangan dan mengubahnya menjadi data digital yang langsung tersimpan dalam sistem kesehatan. Langkah sederhana ini memungkinkan data yang sebelumnya tersebar dalam catatan manual dapat terdigitalisasi hanya dalam hitungan menit. AI Prediktif Bantu Deteksi Risiko Lebih Cepat Setelah data terkumpul, sistem AI prediktif melakukan analisis pola kesehatan berdasarkan informasi yang tersedia. Teknologi ini mampu memberikan indikasi awal mengenai potensi risiko kehamilan, sehingga membantu bidan menentukan langkah tindak lanjut. Hasil analisis tersebut bukan diagnosis medis, melainkan sistem peringatan dini yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi pasien yang membutuhkan perhatian lebih cepat, rujukan lanjutan, atau jadwal pemeriksaan tambahan. Kemampuan ini menjadi penting mengingat satu bidan di puskesmas kerap melayani puluhan pasien setiap hari. Dengan bantuan AI, prioritas pelayanan dapat ditentukan secara lebih efektif dan berbasis data. Uji Coba Dimulai di Puskesmas Lombok dan Garut Implementasi awal teknologi ini dilakukan melalui pelatihan dan uji coba pada 6, 10, dan 11 Maret 2026 yang melibatkan 40 bidan desa dari empat puskesmas di dua provinsi. Di Nusa Tenggara Barat, program dijalankan bersama bidan dari Puskesmas Montong Betok dan Puskesmas Narmada di Pulau Lombok. Sementara di Jawa Barat, pelatihan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangpawitan dan Puskesmas Cibatu di Kabupaten Garut. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan kesiapan fasilitas kesehatan, dukungan tenaga medis, serta komitmen pemangku kebijakan daerah dalam mendukung inovasi layanan kesehatan. Dalam pelatihan tersebut, bidan tidak hanya mempelajari penggunaan aplikasi, tetapi juga proses verifikasi hasil pembacaan OCR untuk memastikan akurasi data tetap terjaga. Validasi manual tetap menjadi bagian penting karena kualitas analisis AI sangat bergantung pada ketepatan data yang masuk. Program ini merupakan bagian dari inisiatif KONEKSI AI in Healthcare, kolaborasi lintas institusi yang dipimpin Summit Institute for Development sejak 2024. Pendanaan diperoleh melalui skema flourish funding dari Dana Hibah KONEKSI yang didukung Pemerintah Australia. Pendanaan tersebut diberikan setelah melalui proses seleksi ketat yang menilai inovasi teknologi, kesesuaian dengan kebijakan kesehatan nasional, serta potensi dampak nyata di lapangan. Uji coba di empat puskesmas menjadi tahap awal sebelum implementasi lebih luas di masa mendatang. Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur efektivitas teknologi, tantangan operasional, serta kesiapan integrasi sistem secara nasional. Inisiatif ini menandai perubahan penting dalam layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Buku KIA yang sebelumnya berfungsi sebagai arsip manual kini mulai menjadi sumber data digital yang mampu dianalisis secara cerdas. Di balik teknologi tersebut, peran bidan tetap menjadi kunci utama, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai penggerak transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di tingkat akar rumput.
Ngabuburit Masuk Dunia Virtual, Neo Coffee Gelar Kajian Ramadan di Roblox

Propertynbank.com – Neo Coffee, kopi bubuk instan dari WINGS Group, menghadirkan pendekatan berbeda melalui penyelenggaraan Kajian Ramadan dan Konser Haddad Alwi di platform Roblox. Program ini berlangsung pada 28 Februari hingga 12 Maret 2026 sebagai bagian dari kampanye bertajuk #FlipRamadanLo yang menyasar Generasi Z dan Alpha. Head of Coffee Category WINGS Group, Thomas Michael Hermawan, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat Ramadan sebagai momentum perubahan diri yang lebih baik, sekaligus menyesuaikan cara berinteraksi anak muda di era digital. “Ramadan sering dimaknai sebagai momen transformasi menjadi versi diri yang lebih baik. Melalui kampanye #FlipRamadanLo, Neo Coffee percaya perubahan positif bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kami melihat Roblox bukan sekadar platform gim, tetapi juga ruang nongkrong religi yang relevan bagi anak muda,” ujar Michael dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan, kehadiran kajian Ramadan di dunia virtual diharapkan mampu menjadi pemantik refleksi diri sekaligus menghadirkan pengalaman Ramadan yang lebih dekat dengan keseharian generasi digital. Kajian Religi Angkat Isu Kesehatan Mental Digital Rangkaian Kajian Ramadan Neo Coffee digelar di Map Roblox AHQUOTE Land dengan menghadirkan konten yang relevan dengan dinamika sosial anak muda masa kini. Salah satu sesi utama menghadirkan Ustadz Wajdi Azim, S.Psi, pendakwah yang dikenal luas di media sosial. Dalam kajian bertema Validasi Digital vs. Nilai Diri, Ustadz Wajdi mengajak peserta memahami dampak budaya validasi di media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda terjebak dalam perlombaan mencari pengakuan melalui jumlah likes, views, maupun komentar di platform digital. “Nilai diri yang sesungguhnya bukan berasal dari angka di layar, tetapi dari ketulusan hati. Jangan sampai kebaikan dilakukan hanya demi pengakuan manusia karena bisa berubah menjadi riya. Validasi dari Allah adalah satu-satunya yang abadi dan menenangkan jiwa,” jelasnya. Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta yang mengikuti kajian secara virtual, menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi medium dakwah yang efektif jika dikemas secara relevan. Tidak hanya kajian, kampanye #FlipRamadanLo juga menghadirkan Konser Haddad Alwi yang membawa suasana religi ke dalam dunia virtual Roblox. Penampilan penyanyi religi legendaris tersebut menghadirkan pengalaman berbeda, membuktikan bahwa pesan spiritual tetap dapat tersampaikan melalui teknologi digital. Apresiasi Neo Coffee Sebagai bentuk apresiasi, Neo Coffee juga membagikan ribuan Robux — mata uang virtual Roblox — kepada ratusan peserta atau GeNeOrations yang aktif mengikuti sesi kajian Ramadan. Antusiasme peserta terlihat dari respons warganet di akun Instagram @neo_coffee dan @ahquote yang ramai membagikan pengalaman mengikuti kajian Ramadan virtual secara gratis pada sesi perdana 28 Februari 2026 serta sesi lanjutan pada 12 Maret 2026 bersama Ustadz As’ad Romy. Strategi Brand Dekat dengan Gaya Hidup Gen Z Melalui kampanye ini, Neo Coffee tidak hanya menghadirkan aktivitas Ramadan berbasis digital, tetapi juga memperkuat kedekatan brand dengan gaya hidup generasi muda yang semakin akrab dengan ekosistem virtual. Sambil menikmati pengalaman interaktif di Roblox, peserta juga diajak menikmati varian Neo Coffee seperti Tiramisu, Moccachino, dan Caramel Macchiato yang dikombinasikan dari biji kopi Robusta dan Arabika pilihan dengan aroma lebih harum dan rasa seimbang. “Ke depan, Neo Coffee menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan kreatif dan produk inovatif yang selaras dengan semangat WINGS Group dalam menyediakan berbagai bentuk kebaikan melalui produk berkualitas dan terjangkau,” tegas Michael. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa Ramadan di era digital tidak lagi terbatas pada ruang fisik, melainkan dapat hadir dalam format baru yang tetap relevan, inklusif, dan bermakna bagi generasi masa kini.
Living Lab Ventures Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Inside LLV di BSD City
Propertynbank.com – Kebutuhan akan inovasi yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata, mendorong pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara korporasi, startup, dan investor. Menjawab kebutuhan tersebut, Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menggelar program Inside LLV di Digital Experience Center (DXC), BSD City, pada 27 Januari 2026. Program ini dirancang sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem inovasi, mulai dari korporasi, startup, hingga investor. Melalui Inside LLV, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pendekatan LLV dalam mengembangkan kolaborasi yang berorientasi pada implementasi, pengujian solusi, serta penciptaan nilai bisnis berkelanjutan. Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani, menegaskan bahwa Inside LLV merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem inovasi yang aplikatif. BSD City, menurutnya, diposisikan sebagai living lab yang memungkinkan berbagai solusi diuji langsung di lingkungan operasional nyata. “Kolaborasi yang kami bangun tidak berhenti pada investasi. Melalui LLV, inovasi startup dapat diuji, diintegrasikan, dan diimplementasikan langsung dalam ekosistem Sinar Mas Land yang mencakup pengembangan kawasan, infrastruktur, hingga berbagai lini bisnis,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. Inside LLV menghadirkan sejumlah diskusi panel strategis, antara lain Strategic Investing Through Collaboration, Beyond Capital, Beyond the Deal, hingga sesi Global Partnership dan SEA Business Connect. Topik-topik tersebut mengulas strategi kolaborasi lintas negara, peluang ekspansi di kawasan Asia Tenggara, serta peran modal strategis dalam mempercepat pertumbuhan startup. Tak hanya sesi diskusi, acara ini juga membuka ruang interaksi langsung antara peserta dengan tim LLV, founder startup portofolio, serta mitra ekosistem. Berbagai dialog yang terbangun membahas potensi kerja sama konkret, pemetaan use case, hingga tantangan bisnis yang dapat dijembatani melalui ekosistem LLV. Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, menyampaikan bahwa Inside LLV mencerminkan peran LLV sebagai platform penghubung antara kebutuhan bisnis korporasi, inovasi startup, dan dukungan modal strategis. Pendekatan tersebut memungkinkan startup tidak hanya memperoleh pendanaan, tetapi juga akses pasar, integrasi operasional, serta peluang kolaborasi lintas negara. “Melalui pengujian solusi di lingkungan nyata Sinar Mas Land, startup dapat memvalidasi inovasi sekaligus mempercepat proses scale-up,” jelasnya. Komitmen Living Lab Ventures Dukungan terhadap ekosistem ini juga datang dari sektor perbankan. Hendry Sunaryo, Partnership & Innovation Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menuturkan bahwa Japan Thematic Fund (JTF) memandang kemitraan sebagai penggerak ekosistem, bukan sekadar penyedia dana. Melalui Inside LLV, startup memperoleh akses ke jaringan regional dan internasional, termasuk peluang kolaborasi di Jepang dan Asia Tenggara. Ke depan, Living Lab Ventures menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem BSD City serta jaringan Sinar Mas Land, LLV diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri serta ekosistem inovasi nasional maupun regional.
ElectGo.id Resmi Diluncurkan, E-Commerce Industri Berbasis AI

Propertynbank.com – ElectGo resmi meluncurkan ElectGo.id, platform e-commerce industri yang berfokus pada produk industrial dan komponen kelistrikan. Perluasan ini dilakukan setelah ElectGo.com – platform yang berbasis di Singapura, sukses menghadirkan lebih dari 70.000 produk dari puluhan merek global. Kehadiran ElectGo.Id sebagai platform e-commerce industrial menjadi angin segar bagi kemajuan industri lokal untuk memiliki sistem pengadaan komponen yang lebih cepat, tepat, dan terpercaya sehingga dapat mendukung percepatan transformasi menuju Industri 4.0 di Indonesia. Hal ini selaras dengan visi dan misi pemerintah dalam mengakselerasi Transformasi Industri 4.0 dengan mempercepat digitalisasi sektor manufaktur dan meningkatkan produktivitas serta daya saing industri nasional melalui adopsi teknologi digital, otomatisasi, dan konektivitas end-to-end dalam rantai pasok. “ElectGo.id hadir untuk menyederhanakan proses pengadaan komponen industri yang selama ini kebanyakan masih berjalan secara manual dan memakan waktu yang cukup lama. Dengan sistem digital dan dukungan AI Engineer yang kami miliki, pelanggan bisa mendapatkan informasi lengkap sehingga proses komunikasi yang dihasilkan pun bisa lebih seamless.” kata Shirline Tan, General Manager ElectGo Indonesia Kamis (15/1/2026) lalu. Didukung jaringan regional Lim Kim Hai Group of Companies (LKHGC) dan keahlian lokal PT Elmecon Multikencana, ElectGo.id menyediakan lebih dari 15,000 macam produk 100% original dari merek-merek global ternama seperti 3M, ABB, Mennekes, Moxa, Omron, Phoenix Contact, Schneider Electric, dan lain-lain, lengkap dengan sertifikat resmi. Salah satu keunggulan ElectGo.id adalah AI Engineer “Ellen” yang dilatih oleh tim ElectGo sendiri layaknya technical engineer, mampu memberikan rekomendasi, informasi teknis, dan expert knowledge yang faktual. Dapat diakses 24/7, Ellen memastikan respons cepat kapanpun dibutuhkan, dengan tetap menghadirkan human touch di mana ketika dibutuhkan diskusi lebih lanjut atau kasus yang lebih kompleks, sistem memungkinkan seamless hand-off ke manusia (customer service) untuk merespon. Platform ini menghadirkan informasi harga, stok, dan lead time secara real-time, dilengkapi fitur unduh penawaran harga instan hingga faktur pajak, sehingga proses bisnis dan pengadaan B2B dapat berjalan lebih efisien dengan akses dokumen resmi yang mudah. Shirline menambahkan, konsep e-commerce industri ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi pelaku industri di Indonesia sekaligus mendorong percepatan transformasi menuju Industri 4.0. Dukungan dari para prinsipal global juga memperkuat kehadiran ElectGo.id. Gerrid Nickolas, Channel Sales Manager ABB Indonesia, menyampaikan bahwa digitalisasi pengadaan sudah menjadi kebutuhan industri agar tetap kompetitif. “Kecepatan dan transparansi kini menjadi faktor kunci dalam pengadaan industri. ElectGo.id menghadirkan solusi digital yang memudahkan pelanggan mendapatkan produk ABB secara efisien dan sesuai standar industri,” kata Gerrid Nickolas. Sementara itu, Wagner Manurung, Country Manager Mennekes Indonesia, menekankan pentingnya penggunaan produk kelistrikan dengan standar industrial. “Di Indonesia, masih banyak area industri yang menggunakan produk dengan standard rumah tangga ataupun produk yang tidak memenuhi keseluruhan standar industri sehingga akan berdampak buruk pada keamanan dan keselamatan dalam lingkungan industri yang tentunya bisa sangat ekstrim dibandingkan lingkungan rumah. Oleh karena itu, MENNEKES terus mendorong penggunaan sistem koneksi listrik yang aman, andal, dan sesuai dengan standar industri internasional,” kata Wagner Manurung. Program Promo ElectGo.id Sebagai bagian dari LKH Group of Companies (LKHGC) yang telah berpengalaman hampir 70 tahun di Asia Tenggara, serta didukung PT Elmecon MuAltikencana sebagai distributor utama, ElectGo.id membawa standar global ke dalam ekosistem pengadaan industri nasional. “Kami memahami tantangan pengadaan komponen industri yang membutuhkan kecepatan dan kepastian. Melalui ElectGo.id, Elmecon menghadirkan akses yang lebih mudah terhadap produk kelistrikan dan otomasi yang terjamin kualitas dan keasliannya,” kata Ridwan Djuhari, Direktur PT Elmecon Multikencana. Sebagai bagian dari peluncuran ElectGo.id di Indonesia, ElectGo menghadirkan program promo khusus bagi pelanggan industri, termasuk diskon hingga 20% untuk produk pilihan dari ABB, Moxa, Omron, Mennekes, dan Patlite dengan minimal pembelanjaan Rp500.000 menggunakan kode ELECTGOMI01 yang berlaku hingga 13 Februari 2026. Melalui program ini, ElectGo juga memberikan kesempatan memenangkan smartwatch dan hadiah menarik lainnya melalui program undian yang akan diumumkan secara resmi melalui akun media sosial ElectGo Indonesia di Instagram (@electgo.id), Facebook (ElectGo Indonesia), dan LinkedIn (ElectGo Indonesia). Untuk mewujudkan solusi pengisian kendaraan listrik yang aman, andal, 100% original, dan bergaransi resmi di Indonesia, ElectGo bersama PT Elmecon Multikencana dan ABB menawarkan extra cashback Rp500.000 untuk setiap pembelian ABB EV Charger di ElectGo.id. Program ini mencerminkan komitmen dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Menparekraf Dukung D-HUB SEZ BSD City sebagai Pusat Ekonomi Kreatif Baru

Propertynbank.com – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ yang berlokasi di BSD City. Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan ekonomi khusus yang mengintegrasikan sektor teknologi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru. D-HUB SEZ dikembangkan sebagai kawasan terpadu dengan konsep ekosistem kolaboratif, tidak hanya berfokus pada teknologi digital, tetapi juga mengakomodasi potensi besar industri kreatif nasional. Keberadaan kawasan ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,40 juta tenaga kerja atau setara 18,70% dari total tenaga kerja nasional, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan basis tersebut, D-HUB SEZ diarahkan menjadi pusat pertumbuhan baru bagi subsektor kreatif, mulai dari animasi, perfilman, fashion, digital arts, hingga pengembangan talenta digital. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi atas masuknya sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama di KEK ETKI Banten. Menurutnya, langkah ini selaras dengan agenda pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat daya saing industri kreatif nasional. Baca Juga : Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Strategi Menyiapkan Masa Depan Anak Ia menambahkan, kontribusi 17 subsektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 9% dari total realisasi investasi nasional pada 2025, mencerminkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Pemerintah pun mendorong optimalisasi aktivasi KEK ETKI Banten agar investasi dapat segera terealisasi dan talenta kreatif semakin produktif. D-HUB SEZ Magnet Inovasi Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja, menyatakan bahwa kunjungan Menparekraf menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah dalam menjadikan D-HUB SEZ sebagai pusat inovasi dan kreativitas berstandar internasional. Ia menilai perkembangan industri kreatif nasional semakin matang, tercermin dari keberhasilan berbagai karya anak bangsa di pasar global. Melalui pengembangan D-HUB SEZ, Sinar Mas Land berkomitmen menghadirkan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri kreatif, sekaligus mendukung target pemerintah dalam meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan penciptaan lapangan kerja. Baca Juga : Agung Sedayu Group Hadirkan Grand Waterfront, Magnet Baru Lifestyle di Kelapa Gading Kawasan ini dirancang untuk menyediakan akses terhadap infrastruktur kelas dunia, konektivitas bisnis global, serta fasilitas pengembangan kompetensi tenaga kerja kreatif yang dibutuhkan agar industri kreatif Indonesia mampu bersaing secara global. Dalam kunjungannya, Menparekraf juga meninjau Imajin, startup manufaktur berbasis digital yang berlokasi di Biomedical Campus BSD City. Melalui Imajin Advanced Manufacturing Center (IAMC), perusahaan ini berperan sebagai hub inovasi manufaktur yang menghubungkan pelanggan dengan pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta mendukung pengembangan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan impor. Selain itu, D-HUB SEZ juga menjadi lokasi Social Bread, sebuah marketplace yang mempertemukan kreator konten dengan pelaku bisnis dan UMKM. Platform ini telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 merek dan pebisnis lokal, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital. Dengan luas sekitar 59,68 hektare, D-HUB SEZ menawarkan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday atau tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai. Kawasan ini juga dilengkapi insentif non-fiskal berupa kemudahan perizinan, dukungan imigrasi, serta kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja. Baca Juga : Raker dan Gathering Journalist Media Network di Bandung, Matangkan Strategi Bisnis 2026 D-HUB SEZ terintegrasi dengan berbagai pusat komersial BSD City, termasuk The Breeze, AEON Mall BSD City, ICE BSD, BSD CBD, dan Green Office Park. Kawasan ini juga didukung fasilitas pendidikan dan kesehatan bertaraf internasional, menjadikannya ekosistem urban yang mendukung kolaborasi antara institusi pendidikan, industri digital, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Berlokasi strategis di jantung BSD City, D-HUB SEZ memiliki akses langsung ke jaringan tol utama dan transportasi publik. Ke depan, konektivitas kawasan akan semakin diperkuat dengan hadirnya Stasiun Jatake serta rencana pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong, memperkuat posisi D-HUB SEZ sebagai kawasan ekonomi khusus berorientasi masa depan.
Kuningan City Mall Perkenalkan Airy, Layanan Robot AI Pertama di Pusat Belanja Indonesia
Propertynbank.com – Memasuki usia ke-13 pada Desember 2025 lalu, Kuningan City Mall menandai tonggak baru transformasi digital dengan menghadirkan Prototype Customer Service berbasis Artificial Intelligence (AI). Robot AI bernama Airy tersebut menjadi robot customer service pertama yang dihadirkan oleh pusat perbelanjaan di Indonesia, sekaligus menegaskan langkah Kuningan City Mall menuju konsep hi-tech mall di Jakarta. Kehadiran Airy dirancang untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung melalui layanan yang lebih interaktif, cepat, dan cerdas. Prototype CS AI Robot Airy berfungsi sebagai asisten digital yang mampu memberikan informasi secara real-time, mulai dari direktori tenant, informasi promo, jadwal dan detail event, hingga panduan navigasi di dalam area mall. Dengan teknologi AI, Airy mampu merespons kebutuhan pengunjung secara intuitif dan akurat, menjadikan proses pencarian informasi lebih efisien. Kehadiran robot AI ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran customer service konvensional, melainkan sebagai layanan pendamping yang bekerja berdampingan guna meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati pengalaman berbelanja yang lebih seamless dan modern. Baca Juga : Agung Sedayu Group Hadirkan Grand Waterfront, Magnet Baru Lifestyle di Kelapa Gading Sebagai pusat perbelanjaan yang dikenal dengan konsep The Leading Sport and F&B Concept Mall, Kuningan City Mall terus berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan gaya hidup urban dan teknologi. Peluncuran Robot AI Airy menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem mall berbasis teknologi cerdas. TCR & Marcomm Manager Kuningan City Mall, Fauzan S. Utomo, menyampaikan bahwa pengembangan Robot AI dan aplikasi resmi Kuningan City Mall merupakan proyek jangka panjang yang akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung di masa depan. “Kami berharap Kuningan City Mall tidak hanya menjadi destinasi yang nyaman, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi,” ungkapnya. Baca Juga : Properti Komersial di 2026 Bergerak Dinamis, Begini Analisa Leads Property Pandangan serupa disampaikan oleh Raymond Chin, entrepreneur dan technology enthusiast, yang menilai kehadiran Robot AI di pusat perbelanjaan sebagai terobosan penting di industri ritel. Menurutnya, teknologi ini tidak hanya bersifat inovatif, tetapi juga berpotensi meningkatkan customer satisfaction dengan menghadirkan pengalaman unik dan berbeda bagi pengunjung. Lokasi Robot AI Airy Kuningan City Mall Prototype CS AI Robot Airy saat ini dapat ditemui di area Concierge Kuningan City Mall, Lantai Upper Ground. “Kehadiran robot ini menjadi simbol transformasi Kuningan City dalam menggabungkan teknologi, kenyamanan, dan pengalaman berbelanja modern dalam satu destinasi,” pungkas Fauzan.
Properti Berbasis AI Jadi Standar Baru, Pengembang Manfaatkan Teknologi Hemat Energi

Propertynbank.com – Transformasi digital di sektor real estat Indonesia kembali menunjukkan akselerasi signifikan seiring berkembangnya penggunaan teknologi properti berbasis AI. Kecerdasan Buatan tidak lagi hanya dipandang sebagai fitur tambahan, melainkan telah menjadi perangkat strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan biaya energi, dan memperkuat daya saing properti komersial. Di tingkat global, pemanfaatan AI berkembang pesat dari sekadar automasi menuju pengambilan keputusan berbasis data secara real-time, termasuk pemeliharaan prediktif dan pengoperasian gedung secara cerdas. Hal ini juga mulai terlihat di Indonesia, terutama pada komponen gedung yang memiliki konsumsi energi terbesar. Menurut Christina Ng, Head of Facilities Management Colliers Indonesia, area HVAC merupakan salah satu beban energi tertinggi di gedung, bisa mencapai 60% dari total konsumsi. “Optimalisasi dengan AI terbukti mampu menekan biaya energi hingga 30%, sekaligus meningkatkan kenyamanan termal bagi pengguna gedung,” ujarnya. Sementara itu, tim Manajemen Fasilitas dari Colliers Indonesia juga melaporkan berbagai hasil nyata dari penerapan AI untuk sistem HVAC, mulai dari kestabilan suhu, pemeliharaan yang lebih akurat, hingga efisiensi energi yang signifikan, bahkan pada gedung yang belum dilengkapi Building Management System (BMS) modern. Model pembiayaan fleksibel seperti skema shared savings turut mempercepat adopsi, karena pemilik gedung tidak perlu mengeluarkan investasi awal. Baca Juga : Perumahan Citra Mulia Megah Karawang Dipuji Menteri PKP, Siap Ekspansi Hingga 100 Hektar Dengan pendekatan berbasis hasil, teknologi AI properti kini menjadi solusi praktis untuk meningkatkan performa gedung sekaligus mendukung agenda keberlanjutan. Sistem AI yang dapat diskalakan membuat teknologi ini relevan untuk berbagai tipe gedung, mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga properti campuran. Tren Properti Berbasis AI Seiring pemulihan sektor real estat komersial pasca pandemi, peluang pemanfaatan AI di industri properti semakin terbuka luas. Beberapa tren yang mendorong peningkatan adopsi antara lain, permintaan bangunan hemat energi semakin tinggi, menjadi nilai tambah penting dalam strategi pengembangan properti modern. Baca Juga : JMN Gelar Seminar Nasional dan Indonesia MyHome Award Episode 8 Lalu, digital twin dan AI-assisted leasing membuat proses perencanaan hingga pemasaran lebih efisien dan cepat. Solusi penghematan biaya operasional (OpEx) menjadi daya tarik utama di tengah fokus pelaku industri pada efisiensi tanpa investasi besar. Alat AI dengan ROI terukur membantu meningkatkan nilai aset sekaligus menciptakan lingkungan gedung yang lebih sehat dan responsif. Christina Ng menambahkan, dengan berbagai manfaat yang telah terbukti, AI diproyeksikan menjadi komponen kunci dalam strategi pengembangan dan pengelolaan properti di Indonesia. “Teknologi ini tidak hanya mendukung penghematan operasional, tetapi juga meningkatkan ketahanan bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemilik maupun penyewa,” pungkasnya.