Tipe Aruna Adhi City Sentul Sold Out, ADCP Pastikan Serah Terima Sesuai Target
Propertynbank.com – Tipe Aruna Adhi City Sentul mencatatkan penjualan yang fantastis, meskipun saat ini masih dilanda pandemi. Tipe Aruna yang termasuk dalam Cluster Bhumi Anvaya, Adhi City Sentul telah terjual habis atau sold out pada Maret 2022. Adhi City Sentul merupakan hunian yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang properti berbasis transportasi massal pertama dan terbesar di Indonesia. Terjual habisnya Tipe Aruna tersebut, membuat ADCP semakin optimis industri properti akan terus tumbuh. Hal ini disampaikan Project Director Adhi City Sentul, Nanang Safrudin Salim yang mengatakan, penjualan hunian di Adhi City Sentul tidak terdampak oleh musim pandemi. “Respon masyarakat terhadap produk hunian di Adhi City Sentul sangat baik. Terbukti dengan penjualan Tipe Aruna Cluster Bhumi Anvaya Adhi City Sentul yakni Tipe ARUNA Standar (LT LB 40/60), ARUNA Deluxe (LT LB 50/60) dan ARUNA Prime (LT LB 70/60). Oleh karena itu kami sangat optimis pada penjualan hunian kedepan di tipe dan cluster lainnya,” ungkap Nanang. Dijelaskan Nanang, tipe Aruna merupakan rumah tumbuh minimalist dengan fasilitas multifunctional room, yang menjadi keunggulannya di Adhi City Sentul. Dengan nilai tambah tersebut, tipe ini mampu mendukung gaya hidup post-pandemic yang sehat dan berkualitas. Selain, kata dia, hunian di tipe ini dilengkapi fasilitas-fasilitas khusus di cluster Bhumi Anvaya berupa clubhouse cluster, sport pavilion serta organic walkways yang menunjang gaya hidup sehat dan produktif penghuninya. Tipe Aruna Adhi City Sentul Unggul Karena Lokasi Salah satu yang membuat hunian ini sangat diminati karena lokasinya sangat strategis di Kawasan Adhi City Sentul, hanya 0 km Pintu Tol Sirkuit Sentul, dan KM 33 Jagorawi yang direncanakan terintegrasi infrastruktur transportasi massal Stasiun LRT Sentul di tahap pembangunan kedua LRT Jabodebek. “Kawasan Adhi City Sentul ini juga dikelilingi keindahan alam Gunung Pancar dan Gunung Salak sehingga menjamin kenyamanan hunian dengan nuansa alami yang masih terjaga serta menyediakan fasilitas modern yang dapat memberikan pengalaman hidup one-stop living untuk semua penghuni,” tegas Nanang menambahkan. Hingga kini, lanjut Nanang, pembangunan dari proyek Adhi City Sentul terus berjalan dengan penyelesaian finishing Bhumi Anvaya yang siap diserahterimakan di quarter tiga tahun ini. Dirinya juga mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan yang sesuai target, menjadi fokus utama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. “Kami optimistis dapat menghadirkan pengembangan township development dengan fasilitas rumah tapak, pusat bisnis, fasilitas lengkap yang terkoneksi langsung dengan transportasi massal. Pembangunan Adhi City Sentul saat ini berada di tahap finishing rumah tapak cluster pertama Bhumi Anvaya. Tentunya kami berkomitmen proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Nanang.
Adhi Commuter Properti Topping Off Tower Sapphire di Cisauk Point
PROPERTI – PT Adhi Commuter Properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah melakukan topping off Tower Sapphire, Cisauk Point, Sabtu, 31 Juli 2021. Dengan dilakukan prosesi penutupan atap secara daring tersebut, tahapan pembangunan struktur utama Tower Sapphire yang berada di Tangerang itu telah selesai. Pelaksanaan topping off ini sesuai dengan target, sehingga hal ini membuktikan bahwa PT Adhi Commuter Properti berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, meskipun masih dalam pandemi Covid-19. Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman mengatakan, pelaksanaan pembangunan yang sesuai target menjadi fokus dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Seperti halnya Topping off Tower Sapphire Cisauk Point, yang merupakan kolaborasi PT Adhi Commuter Properti bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero). “Ini adalah bukti komitmen kami dalam menepati janji kepada para konsumen. Meski dalam situasi pandemi dengan segala tantangannya, PT Adhi Commuter Properti tetap menyelesaikan pembangunan Tower Sapphire Cisauk Point tepat waktu,” ujar Rizkan yang disampaikan secara virtual saat seremonial topping off Tower Sapphire. [irp] PT Adhi Commuter Properti sebagai pelopor hunian berbasis TOD (Transit Oriented Development), dipercaya untuk membuka akses baru sebagai perusahaan properti yang terpercaya dan telah menjawab tantangan dengan mengembangkan beberapa proyek melalui brand LRT City. Proyek dikembangkan, akan hadir pada setiap titik Stasiun LRT, KRL serta bus yang bertujuan untuk menguatkan konsep Bringing People From Home To Work sehingga selain pengadaan transportasi massal, dibutuhkan pula pola hunian yang memadai. Dijelaskan Rizkan, Cisauk Point merupakan proyek mixed-use dan high rise berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan seluas 1,65 hektar. Cisauk Point merupakan salah satu dari 11 mahakarya yang sedang dijalankan oleh PT Adhi Commuter Properti yang berkonsep TOD atau Transit Oriented Development. “Maka dari itu, semua project kami menyatu dengan fasilitas transportasi massal, yang beberapa saat ke depan akan sangat tinggi nilai investasinya karena akan menjadi tren yang sangat diminati dalam pemilihan tempat tinggal,” tegas Rizkan mengenai nilai lebih yang dimiliki oleh Cisauk Point. Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo, mengucapkan selamat kepada PT Adhi Commuter Properti karena telah melaksanakan topping off Cisauk Point di mana hal tersebut menandakan pembangunan tower Cisauk Point telah memasuki tahap penyelesaian. [irp] “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sejak dimulainya kerja sama ini, pada bulan November 2017 lalu. Progress pembangunan telah dilakukan secara tepat waktu dan saya secara pribadi mengapresiasi atas pencapaian ini,” ujar Didiek Hartantyo. Ke depan, sambung Didiek, PT KAI akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di stasiun-stasiun dengan mengembangkan konsep hunian berorientasi transit yang sejenis. Stasiun tersebut, kata dia, akan menjadi simpul integrasi antarmoda sehingga memudahkan penghuni dapat bermobilisasi. Program ini juga mendukung pemerintah untuk menggunakan transportasi umum. “Jika hal ini dapat dilakukan di seluruh kawasan stasiun yang ada di kawasan Jabodetabek, maka stasiun tidak hanya sebagai tempat untuk naik turun penumpang, namun juga dapat menjadi tempat yang nyaman, aman, dan terkoneksi dengan kawasan lainnya, sehingga menjadi lifestyle baru. Harapannya kemacetan yang ada di wilayah Jabodetabek dapat teratasi dan kita dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersahabat,” jelas Didiek. [irp] Pilihan Investasi Tepat.Cisauk Point merupakan proyek dengan konsep TOD yang lokasinya tepat di Stasiun Cisauk. Selain itu terhubung juga dengan intermoda BSD dan terminal bus. Karena letaknya yang menempel dengan Stasiun Cisauk, maka disediakan jalur pedestrian yang dilengkapi dengan taman kota sepanjang 200 meter. “Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi para penglaju yang tinggal di Cisauk Point dalam mengakses KRL. Terlebih lagi, pembangunan jembatan dari Stasiun Cisauk ke Cisauk Point yang sudah mencapai 95%, akan lebih memudahkan akses bagi penghuni,” ungkap Project Director Cisauk Point Teguh Waskitha. Proyek ini hanya selangkah ke BSD City dan dilengkapi segala fasilitas kota. Teguh menambahkan, Cisauk Point juga dilengkapi pula dengan co-working space, swimming pool, dan fitness area. Selain itu, Cisauk Point berdekatan pula dengan area komersial dan pendidikan, seperti Pasar Modern Intermoda, Indonesia Convention Exhibition, AEON Mall, The Breeze, Unika Atma Jaya, dan Universitas Prasetiya Mulya. [irp] Cisauk Point akan dikembangkan menjadi enam tower yang terdiri dari empat tower non subsidi, yakni Sapphire, Amethyst, Ruby, dan Diamond dengan tinggi 24 lantai sebanyak 2.001 unit, dan dua tower bersubsidi, yakni Jasper dan Agate dengan tinggi 19 lantai sebanyak 640 unit, juga terdapat area komersial. “Khusus Tower Sapphire, tower pertama yang dibangun dan dipasarkan sejak Agustus 2019 mendapatkan respons sangat positif dengan berhasil terjual hingga 90 persen. Setelah topping off dan serah terima, kami akan melanjutkan pembangunan tower kedua yaitu Amethyst,” tegas Teguh. Tower Amethyst dengan jumlah 559 unit akan mulai dibangun pada triwulan 3 tahun 2022, dan selesai pada akhir tahun 2024.
LRT Segera Beroperasi, LRT City Bekasi – Green Avenue Kebut Infrastruktur
PROPERTI – Riset Savills Indonesia menyebutkan, perkembangan infrastruktur mampu mendongkrak nilai properti hingga 30 persen. Menurut riset tersebut, kenaikan nilai properti karena adanya pembangunan infrastrutur bersifat progresif atau akan terus naik seiring dengan perkembangannya. Oleh karena itu, tak heran jika proyek-proyek properti yang berada di dekat pengembangan infrastruktur, menjadi incaran investor maupun masyarakat pada umumnya karena berpotensi untuk terus berkembang. Salah satu proyek infrastruktur yang saat ini tengah dikebut penyelesaiannya adalah LRT Jabodebek. Presiden Joko Widodo kala meninjau Stasiun LRT TMII dan Stasiun Harjamukti Cibubur beberapa waktu lalu mengatakan, pembangunan LRT sudah mencapai 84,7% dan diharapkan bulan April 2022 sudah mulai uji coba, “Kita mulai untuk operasional di Juni 2022,” ujarnya. Pembangunan berbagai infrastruktur dan transportasi publik seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Cepat diharapkan dapat menjadi soluis bagi warga Ibukota Jakarta, dan berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi publik. Hal inilah yang ditawarkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) yang memperkenalkan hunian terintegrasi transportasi publik, atau lebih dikenal sebagai Transit Oriented Development (TOD). [irp] ADCP dengan nama brand LRT City, tak hanya terhubung langsung dengan LRT Jabodebek, namun berkolaborasi dengan moda transportasi lainnya seperti KRL dan TransJakarta. ADCP telah mengembangkan 12 kawasan hunian berbasis transportasi publik di Jabodetabek, serta land bank mencapai 140 ha. Di antara proyek LRT City yang dikembangkan ADCP, salah satunya adalah LRT City Bekasi – Green Avenue yang tengah dikebut pembangunan fasilitas infrastruktur berupa jalan, pedestrian, beserta saluran air dengan lintasan sekitar 200 meter. Ini menjadi wujud konsep TOD yang diusung proyek yang terhubung langsung ke Stasiun LRT Jatimulya ini. [irp] Project Director LRT City Bekasi – Green Avenue, Setya Aji Pramana mengatakan, Stasiun LRT Jatimulya menjadi titik keberangkatan dan stasiun pertama dari depo untuk rute Bekasi – Cawang. Hal ini telah dikonfirmasi bahwa pengangkatan kereta di Stasiun LRT Jatimulya dilaksanakan pada Agustus 2021 dan berpengaruh langsung terhadap prospek kawasan, terutama hunian di kawasan ini. “LRT City Bekasi – Green Avenue terintegrasi langsung dengan jembatan penghubung ke Stasiun LRT Jatimulya. Tak heran jika LRT City Bekasi – Green Avenue menjadi incaran para komuter yang melakukan perjalanan ke Jakarta setiap harinya, maupun investor yang mengincar nilai investasi tinggi,” ujar Setya Aji dalam keterangan tertulis, Senin (28/6). [irp] Setya Aji mengaku, sebagian besar unit dibeli oleh end user atau penghuni tetap dan ini pertanda bahwa antusias masyarakat untuk menggunakan transportasi publik cukup besar. Namun, dirinya juga tak mengingkari situasi ini menangkap perhatian para investor untuk melakukan investasi di LRT City Bekasi. “Apalagi saat LRT beroperasi penuh di tahun depan, dapat dipastikan kawasan kami akan hidup sebagai area Transit Oriented Development,” pungkasnya.
LRT Beroperasi 2022, ADCP Pastikan Investasi Untung di LRT City Cibubur
PROPERTI – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (9/6) lalu meninjau progress Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek yang pembangunannya telah mencapai 84,7%. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi secara langsung mengamati sejumlah stasuin LRT yang dimulai dari Stasiun TMII hingga Stasiun Harjamukti, stasiun keberangkatan pertama LRT Fase 1. Belakangan, LRT memang menjadi pusat perhatian masyarakat karena diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan di Jabodebek. Bagi PT Adhi Commuter Properti, kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu merupakan sebuah kebanggaan. Pasalnya, anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk itu, bulan April lalu melakukan soft launching untuk proyek LRT City Cibubur, sebuah kawasan yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Harjamukti. Selain itu di bulan Mei, PT Adhi Commuter Properti juga berhasil merilis obligasi senilai Rp 500 Miliar, yang menandakan bahwa kepercayaan investor di sektor properti terutama pada Adhi Commuter Properti sangat tinggi. Hal ini karena pengembangan yang dilakukan PT Adhi Commuter Properti memiliki keunikan. [irp] “Keunikannya adalah terletak pada konsep hunian berbasis pendekatan TOD atau Transit Oriented Development yang berlokasi di jalur LRT. Oleh karena itu, meski pandemi COVID-19 membuat banyak lini bisnis terkena dampak buruk, investasi di sektor properti mulai menunjukkan pemulihan di tengah pandemi COVID-19,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT Adhi Commuter Properti, Rozi Sparta. Di sisi lain, kata Rozi, tahun 2021 koridor timur Jakarta terus berkembang khususnya untuk sektor properti. Potensi kawasan tersebut makin meningkat karena harga tanah yang masih lebih rendah dibanding di Kawasan Barat Jakarta. Pertumbuhan kawasan timur dalam beberapa tahun kedepan akan tumbuh, terlebih dengan hadirnya LRT. [irp] Rozi mencontohkan kawasan Cibubur misalnya, yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan sebagai salah satu dampak pembangunan LRT. Saat pandemi ini, kata dia, masyarakat seharusnya dapat meningkatkan nilai investasinya. Apalagi kini investor diuntungkan melalui berbagai pilihan investasi dengan harga terjangkau baik sektor obligasi, saham, maupun properti. “Saat ini waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti. LRT City Cibubur yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT Harjamukti, saat ini launching dengan harga perdana, dan memiliki potensi yield dan capital gain yang tinggi dari unit yang disewakan atau dijual kembali,” kata Rozi lebih lanjut. Terlebih lagi, sambung Rozi, di tahun 2022 LRT akan hadir dan beroperasi untuk memudahkan aksesibilitas penghuni. “Maka, jika saat ini investor atau end user mulai berinvestasi, beberapa tahun kedepan mereka akan mendapatkan return of investment dari investasi yang sudah mereka tanam saat ini,” tegasnya. [irp] Disamping itu, untuk menunjang kebutuhan investasi dan juga properti yang menyediakan kemudahan akses berbisnis di kawasan penopang kota Jakarta tersebut, telah hadir hunian di daerah Cibubur yang menerapkan konsep pendekatan TOD dengan kawasan yang compact and mixed use, serta memaksimalkan penggunaan angkutan umum dan didukung oleh fasilitas yang ramah dengan pesepeda dan pejalan kaki. “LRT City Cibubur hadir dengan 8 Tower Apartemen, 1 Tower Hotel serta fasilitas penunjang lainnya seperti Wide Pedestrian, Bicycle Friendly, Supporting Retail, Iconic Mosque, Private Oasis, Promenade Skywalk, dan lain sebagainya. Lokasi strategis dan 0 km dari Stasiun LRT Harjamukti juga menjadi salah satu daya tarik dan turut menjadi incaran para investor,” pungkas Rozi.
Sentul Jadi Destinasi Wisata Baru, LRT City Sentul Siapkan Fasilitas Penunjang
PROPERTI – Kawasan Sentul, Bogor belakangan makin populer sebagai salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Alamnya yang masih sejuk dan asri, menjadi pendorong pelancong ke Sentul, disamping beragamnya fasilitas rekreasi dan tempat belanja modern maupun tradisional. Terus berkembangnya aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur yang begitu masif, ikut mendorong kawasan Sentul menjadi pilihan sebagai tujuan wisata. Berbagai kelengkapan tersebut, bisa membuat perkembangan sebuah kawasan menjadi sangat potensial dari sisi investasi dan lainnya. Sebut saja seperti adanya jalan tol dan Lintas Raya Terpadu (LRT). [irp] “Kawasan Sentul sudah menjadi populasi segmen kelas menengah ke atas yang terbukti dengan maraknya pertumbuhan proyek-proyek residensial di kawasannya. Ini tidak terlepas dari kemudahan akses dan pengembangan transportasi masal yang membuat kawasan ini memiliki keunggulan bila dibandingkan wilayah pinggiran Jakarta yang lain,” ujar Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus,. Menanggapi potensi wisata di kawasan Sentul, Project Director LRT City-Royal Sentul Park, Nanang Safrudin Salim mengatakan, Sentul memiliki kelebihan yang tidak dimiliki wilayah pinggiran Jakarta yang lain seperti suasana asri, sejuk, dan view menarik. Hal ini, kata dia, karena lokasinya berada di daerah pegunungan. [irp] “Keunggulan ini membuat Sentul bukan hanya sebagai hunian tapi juga destinasi wisata untuk keluarga. Sentul memiliki destinasi untuk berbagai kegiatan olah raga daun seperti trekking, cycling, bahkan hiking,” ujar Nanang. LRT City Sentul seluas 14,8 ha merupakan proyek superblock yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti, anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek transportasi masal LRT Jabodetabek. Dikatakan Nanang, LRT City Sentul menyediakan berbagai sarana untuk wisata dan berbagai aktivitasnya. Selain berhunian, sambung Nanang, bisa juga menikmati fasilitas lengkap dan sarana transportasi LRT, dan tersedia juga wisata untuk tracking, cycling dan hiking dan itu yang membuat potensi lain yang lebih menarik di tempat tersebut. Setiap akhir pekan, diperkirakan sekitar 7,8 juta pengunjung datang ke Sentul. Selain itu, ribuan mahasiswa baru juga akan menetap di Kota maupun Kabupaten Bogor, sehingga akan terus meningkatkan traffic ke wilayah Sentul dan menjadi potensi untuk terus meningkatnya okupansi hotel maupun penyewaan unit apartemen. [irp] Oleh karena itu, Nanang menawarkan potensi investasi yang ada di LRT City Sentul khususnya bagi kalangan first time home buyer, khususnya kalangan muda milenial. Potensi properti yang dihasilkan bukan hanya dari peningkatan harga (gain) tapi juga potensi sewa (yield). Terlebih lagi, LRT City Sentul juga bisa ditawarkan sebagai penginapan. “Kami bekerja sama dengan Virtual Hotel Operator (VHO), platform online yang bekerja sama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen. VHO ini bisa mengubah sebuah harga hotel yang bagus menjadi lebih terjangkau sehingga bias menyediakan hotel yang ekonomis. Ini juga bisa membuat kita mendapatkan penghasilan rutin tiap bulan dari hasil sewa unit sehingga kita mendapatkan double investment,” ungkapnya. [irp] Untuk menunjang sektor wisata, LRT City Sentul sudah menyediakan Butterfly Garden, Glamping Pods, Forest Skywalk, wisata kuliner Food Market, Elarte Sport Cafe Sentul, dan sebagainya. Kawasan mixed-use, LRT City Sentul juga menyediakan area komersial berupa ruko, shopping arcade, perkantoran, universitas, family park, dan sebagainya. “Kelebihan lainnya hanya 0 km ke stasiun LRT, satu menitan dari exit tol Sentul Sirkuit, dan mendapatkan 360 derajat mountain view yang bisa dinikmati langsung dari unit apartemen. Saat ini kami memberikan berbagai macam promo yang menarik mulai dari bebas bunga satu tahun, bebas biaya KPA, dan ada subsidi uang muka hingga 4,5 persen,” tegas Nanang. [irp] Disamping itu, ujar Nanang, pihaknya sudah bekerja sama dengan Bank BTN yang memberikan program special yaitu bebas angsuran selama satu tahun dan suku bunga ringan 6,99 persen untuk tahun pertama. Sedangkan dengan Bank BNI, suku bunga promonya sebesar 4,74 persen.
Dekat Dengan Moda Transportasi, Hunian Berkonsep TOD Masih Dicari
APARTEMEN – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, membeli properti menjadi salah satu pilihan yang tepat. Pasalnya, dengan kondisi yang masih tertekan tersebut membuat pengembang melakukan berbagai promo dan diskon harga agar proyek yang dikembangkan dapat terserap oleh pasar. Selain itu, jika kondisi sudah kembali normal dan pulih, maka harga properti juga akan ikut melonjak. Salah satu proyek yang memanfaatkan kondisi saat ini dengan gencar memberikan berbagai kemudahan adalah LRT City Bekasi – Green Avenue. Proyek yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti, anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk, ini berada di Jalan HM Joyomartono, Exit Tol Bekasi Timur Km 16. Proyek ini mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD), terintegrasi dengan moda transportasi umum di dalam kawasan termasuk LRT Jabodebek. [irp] Project Director Green Avenue Indra Riyanto mengatakan, pihaknya merespon situasi saat ini dengan berinovasi guna mengenalkan produk yang dikembangkan. Semua informasi yang disampaikan kepada konsumen, melalui metode digital dan teknologi informasi yang sangat mudah didapatkan. Informasi produk, metode pemesanan, hingga promosi dengan mudah dapat diakses melalui platform digital. “Minat masyarakat untuk tinggal di kawasan LRT City Bekasi masih cukup tinggi meskipun saat ini masih pandemi. Bahkan konsumen yang mencari hunian tetap menjadikan produk LRT City Bekasi – Green Avenue menjadi pilihan utamanya. Lokasinya yang sangat dekat dengan moda transportasi umum, menjadi faktor tingginya minat terhadap LRT City Bekasi – Green Avenue,” ujar Indra dalam siaran pers. [irp] LRT City Bekasi – Green Avenue merupakan apartemen pengembangan kedua di kawasan LRT City Bekasi, setelah pengembangan pertama melakukan serah terima di awal Juli 2020. Terdiri dari 3 tower, proyek ini terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Jatimulya dan berjarak 100 meter dari Pool Transjakarta yang berada Exit Tol Bekasi Timur. Disamping mengusung konsep TOD, LRT City Bekasi – Green Avenue juga dilengkapi dengan fasilitas park and ride yang memungkinkan masyarakat untuk memarkir kendaraan di area yang tersedia. Setelah itu, bisa langsung melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum seperti LRT atau bus Transjakarta. [irp] Tidak hanya memiliki akses ke transportasi umum yang terletak 0 km dari hunian, LRT City Bekasi – Green Avenue juga mendukung gaya hidup sehat. Salah satu konsep TOD, walkable yaitu keseluruhan area aktivitas di kawasan LRT City Bekasi dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda di jalur khusus yang nyaman. “Saat ini kami juga menawarkan Coworking Space bagi masyarakat yang membutuhkan tempat kerja yang modern. Coworking Space dapat dimanfaatkan lebih fleksibel oleh masyarakat, yang juga memiliki fasilitas seperti kolam renang, aqua gym, jogging track dan area terbuka hijau dengan kolam tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni di kawasan kami,” urai Indra. [irp] Sementara untuk pembayaran, LRT City Bekasi – Green Avenue bekerja sama dengan sejumlah bank dengan menawarkan berbagai kemudahan. Untuk unit tipe studio berukuran 24 m2 dengan harga mulai dari Rp400 juta, konsumen dapat memiliki unit apartemen dengan cicilan 3 jutaan per bulan. Ditawarkan pula promo pembayaran yaitu gratis biaya akad KPA, serta subsidi bunga KPA sebesar 3%. Khusus merayakan ulang tahun PT Adhi Commuter Properti yang ke-2, beberapa promo khusus diberikan kepada konsumen seperti booking fee hanya Rp2 juta, down payment 2%, voucher belanja s/d Rp2 juta, serta harga spesial untuk pembelian ke-2 yang berlaku hanya selama bulan Juli 2020. [irp] Indra menegaskan, saat ini momen yang tepat memiliki hunian dengan peluang suku bunga rendah dan berbagai promo kemudahan lainnya seperti booking fee dan DP yang kecil, gratis biaya akad KPA, subsidi suku bunga, hingga hadiah langsung. Peluang ini, kata dia, jarang terjadi di kondisi normal sehingga masyarakat diuntungkan jika membeli hunian saat ini. Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia mengatakan, masyarakat mendapatkan keuntungan jika melakukan pembelian properti saat ini. Dikatakannya, sekarang adalah good timing untuk membeli properti karena banyak kemudahan yang ditawarkan baik dari pengembang maupun perbankan. [irp] “Produk properti yang dekat dengan moda transportasi umum atau konsep TOD semakin menarik untuk prospek jangka panjang. Hal ini karena dipengaruhi perkembangan gaya hidup, yaitu time travel untuk kepastian waktu tempuh dengan transportasi publik yang nyaman sehingga jarak tidak menjadi kendala utama,” tutur Ferry.
Efek COVID-19, Adhi Commuter Alihkan Rencana IPO Tahun Depan
PROPERTI – Imbas pandemi virus corona, PT Adhi Commuter Properti memutuskan menunda rencana melantai di bursa saham. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk ini sebelumnya berencana melepas saham perdana tahun ini. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Adhi Commuter Mochamad Yusuf menjelaskan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, maka perseroan memutuskan untuk menunda penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) menjadi tahun depan. [irp] “Proses IPO kami jalankan dengan menyesuaikan kondisi market, dan melihat kondisi saat ini kami tengah menyusun rencana IPO untuk tahun depan,” kata Yusuf, pada Rabu (10/06/2020). Untuk raihan dana IPO, Yusuf mengungkapkan hingga saat ini perseroan belum merubah target perolehan dana. Sesuai rencana, melalui aksi IPO Adhi Commuter menargetkan mampu mendapatkan dana segar sebesar Rp 2,5 triliun. Sekadar informasi, rencana IPO ini telah didengungkan perseroan sejak tahun 2019. Rencananya IPO ini bakal dieksekusi pada kuartal II tahun ini, dan akan menggunakan laporan keuangan Desember 2019 sebagai dasar IPO. [irp] Adhi Commuter sebelumnya berencana menggunakan 80% dana IPO untuk membiayai belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini. “Capex yang kami rencanakan senilai Rp 3,5 triliun untuk pengadaan lahan baru dan pengembangan,” kata Yusuf, dalam konferensi pers, Selasa (18/2). Ia menjelaskan, dengan adanya rencana untuk mengakuisisi beberapa lahan baru yang berada di kawasan Tangerang, Bogor, dan Depok tersebut, maka total bank tanah (land bank) yang akan dimiliki oleh perusahaan menjadi seluas 680 hektare (ha). Dengan capex Rp 3,5 triliun, perusahaan menargetkan bisa menambah 500 ha landbank. [irp] Adapun sisa dana IPO sebesar 20% akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) kewajiban-kewajiban perusahaan. Adhi Commuter sedianya merencanakan melantai di bursa tahun lalu, setelah pada 2018 spin off dari induk usahanya. Namun, manajemen menganggap kondisi pasar tahun lalu tidak memungkinkan untuk IPO. Sebagai informasi, ACP sedang mengembangkan beberapa proyek Transit Oriented Development (TOD) dan hotel. Sampai dengan saat ini, ACP mengerjakan 12 proyek yang berada di sepanjang jalur KRL, Jabodebek dan busway, di antaranya adalah LRT City Bekasi Timur – Eastern Green & Green Avenue, LRT City Jatibening Baru – Gateway Park. [irp] Lalu, LRT City Ciracas – Urban Signature, LRT City Sentul – Royal Sentul Park, LRT City MT Haryono – The Premiere MTH, MTH 27 Office Suites, Cisauk Point – member of LRT City, LRT City – Oase, LRT City – Rivia, LRT City – Adhi City, dan LRT City – Grand Central Bogor. Mengacu data laporan keuangan Maret 2020, Adhi memiliki setidaknya 10 anak usaha langsung di antaranya PT Adhi Persada Properti, PT Adhi Persada Beton, PT Adhi Persada Gedung, PT Adhi Commuter Properti, dan PT Dumai Tirta Persada. (Artha Tidar)
Di Tengah Pandemi, Minat Konsumen Beli Proyek TOD Masih Tinggi
BERITA PROPERTI – Perusahaan pengembang spesialis proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD), Adhi Commuter Properti (ACP) mengaku minat masyarakat untuk membeli proyek-proyek yang dipasarkan masih cukup tinggi, meskipun wabah pandemi Covid – 19 tengah melanda di hampir seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. “Minat konsumen terhadap produk properti dari kami khususnya LRT City masih tinggi karena kami memiliki kekuatan konsep pengembangan berbasis TOD. Namun, adanya kondisi saat ini, tentu prioritas sebagian calon konsumen bergeser dan meminta waktu sampai kondisi pandemi ini dapat teratasi dengan baik untuk dapat melakukan transaksi,” ujar Direktur Utama Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman menjawab propertynbank.com, Kamis (9/4). [irp] Meskipun kondisi yang mengalami penurunan drastis, tutur Rizkan, transaksi penjualan beberapa proyek masih tetap berjalan, walau dengan kondisi keterbatasan team sales yang ada, tidak dapat bertemu langsung dengan calon konsumen. Ia juga mengakui saat kondisi pandemi covid 19 sekarang berpengaruh pada pencapaian target. “Adanya pembatasan agar tidak ada pertemuan, kami lebih fokus pada konsep digital marketing, termasuk memanfaatkan social media semaksimal mungkin untuk menjangkau konsumen baru. Kami juga me-maintain komunikasi dengan konsumen setia karena sementara ini konsumen dan calon konsumen belum dimungkinkan ke lokasi proyek. Kami juga tampilkan video progress project secara berkala kepada konsumen,” tukas Rizkan. [irp] Strategi lain yang dilakukan adalah dengan memberikan promo khusus kepada konsumen seperti kemudahan cara pembayaran dan penawaran lainnya. Khusus selama pandemi, dari harga pembelian konsumen akan disalurkan 1% untuk mendukung tenaga medis yang membutuhkan APD dan hal- hal lain yang diperlukan untuk memerangi wabah Covid-19. “Kami juga memberlakuan social distancing dan program work from home di Adhi Commuter Properti. Seluruh marketing gallery kami tutup sementara termasuk kegiatan marketing dan sales off line kami tunda. Aktivitas pemasaran yang dilakukan secara offline dan melibatkan interaksi secara langsung dihentikan untuk sementara, dan digantikan dengan digital marketing,” ujar Rizkan. Lebih lanjut dijelaskan Rizkan, pemasaran melalui online atau digital semua produk LRT City dari Adhi Commuter Property dapat diakses melalui www.lrtcity.com, Instagram: @lrtcity , Facebook : LRT City, Twitter @lrtcity dan Youtube channel LRT City, atau langsung menghubungi tim marketing. Oleh karena itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat bahwa saat ini berbagai penawaran khusus dan menarik yang diberikan kepada calon konsumen, merupakan waktu yang tepat untuk bertransaksi. “Membeli produk properti kami di LRT City dengan konsep TOD, berpeluang mendapatkan return tinggi dari sisi investasi,” katanya. [irp] ACP, sambung Rizkan terus berupaya agar semua proses pembangunan proyek dapat berjalan dengan baik dengan mengutamakan kepuasan konsumen. Pihaknya membagi dalam dua kategori, untuk proyek yang baru dimulai pembangunan dihentikan sementara sesuai dengan waktu yang disarankan pemerintah. “Sedangkan proyek dengan progress pembangunan yang sudah masuk dalam tahap persiapan serah terima tetap kami lanjutkan dengan pembatasan pelaksanaan pekerjaan sesuai aturan yang berlaku. Kami juga tetap melakukan proses persiapan IPO tetap kami jalankan, dan menyesuaikan dengan kondisi market pada saat IPO tersebut kami luncurkan,” jelas Rizkan. [irp] Dalam kondisi yang kurang mendukung bagi pengembang ini, Rizkan berharap adanya kebijakan dari pemerintah terhadap sektor properti karena sektor ini memiliki sekitar 150 lebih bisnis ikutannya yang juga ikut terdampak. Oleha karena itu, diharapkan ada stimulus dari pemerintah seperti bentuk keringanan pajak, dan stimulus dari perbankan berupa suku bunga perbankan yang menarik bagi pelaku usaha maupun konsumen properti. “Harapan kita semua agar pemerintah dan masyarakat bisa bekerjasama mengatasi wabah Covid-19, dan bisa melewati masa ini dengan cepat dan tepat sehingga dampak yang dikhawatirkan dapat dimitigasi dengan baik,” pungkas Rizkan.
Adhi Commuter Properti Kembangkan Proyek TOD The Premiere MTH
BERITA PROPERTI – Seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan Jabodetabek, kemacetan yang terjadi hampir setiap hari, maka diperlukan sarana transportasi massal dan modern sebagai solusi. Terlebih lagi, jika fasilitas transportasi tersebut, dekat dengan kawasan-kawasan hunian bahkan ada yang langsung terintegrasi. Konsep ini dinamakan pembangunan Transit Oriented Developmnent (TOD). Konsep TOD di Indonesia pada umumnya digarap oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah PT Adhi Commuter Properti (ACP) sebagai salah satu anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Perusahaan pengembang plat merah tersebut tengah mengembangkan The Premiere MTH, di kawasan MT. Haryono, Jakarta. [irp] Project Director The Premiere MTH Aan Susanto mengatakan, proyek ini dikembangkan oleh ACP yang bersinergi dengan Yayasan Darma Putra Kostrad. The Premiere MTH kata dia, terdiri dari Exclusive Apartement dengan 390 unit, 14 lantai office, 3 lantai area komersial dan 3 lantai basement untuk area parkir. “Keunggulan The Premiere MTH adalah terletak di kawasan yang sangat strategis di Tebet, Jakarta Selatan atau tepatnya Jalan Utama MT Haryono Kav. 25-26. Lokasinya terintegrasi dengan tiga publik transportasi yaitu 150m dari Stasiun LRT Cikoko, 150 langkah dari KRL Cawang dan 150 meter dari Halte Busway Cikoko Stasiun Cawang. Juga sangat mudah menuju bandara Halim Perdana Kusuma,” ujar Aan Susanto dalam keterangan tertulis. Dikatakan Aan, The Premiere MTH sangat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan publik transportasi sebagai moda transportasi utama masyarakat. Penggunaan mobil akan berkurang karena lokasinya sangat dekat dengan transportasi umum berupa LRT, KRL dan transJakarta. [irp] “Konsep yang diusung The Premiere MTH adalah Life and Lifestyle dan memungkinkan penghuni untuk meningkatkan produktivitas kerja serta menjalani gaya hidup seimbang yang lengkap di dalam satu kawasan, yaitu perkantoran, apartemen dan area komersial,” ujar Aan seraya menambahkan pasca diresmikan Soft Launching Pertama dan pengambilan Nomor Urut pemesanan (NUP) pada akhir Mei 2019, maka dilanjutkan dengan grand launching atau pilih pada akhir Oktober lalu. Aan mengaku, penjualan unit The Premiere MTH sampai saat ini sudah mencapai 70%. Sebagai informasi, Adhi Commuter Properti juga mengembangkan konsep TOD di sepanjang jalur LRT Jabodebek seperti LRT City Bekasi Timur – Eastern Green (Bekasi), LRT City Bekasi Timur – Green Avenue (Bekasi), LRT City Sentul – Royal Sentul Park (Bogor), LRT City Jaticempaka – Gateway Park (Bekasi), LRT City Ciracas – Urban Signature (Jakarta Timur), Oase Park – Member of LRT City (Ciputat), Cisauk Point – Member of LRT City (Cisauk), MTH 27 Office Suites (MT Haryono) dan Grand Central Bogor.
Kembangkan LRT City Ciracas, ACP Jawab Kebutuhan Warga Jakarta
BERITA PROPERTI – Kondisi jalanan kota Jakarta dewasa ini makin mengkuatirkan. Tak kurang dari 18 juta unit kendaraan setiap harinya memadati jalan-jalan di kota yang pada tahun 2017 lalu penduduknya sudah mencapai 10,37 juta jiwa. Diperlukan solusi dan strategi guna mengurangi volume kendaraan agar kemacetan bisa sedikit teratasi. “Kami mengembangkan hunian berbasis TOD, tentu untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Kami yakin, ke depan hunian berbasis transportasi seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat,” ujar Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Amrozi Hamidi, pada groundbreaking Urban Signature Apartment, Minggu (2/11). Urban Signature merupakan proyek berbasis TOD, LRT City Ciracas – Urban Signature yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Lokasinya berada disisi stasiun LRT Ciracas Jakarta Timur. Proyek ini salah satu dari sejumlah proyek dengan konsepTOD menyatu dengan stasiun LRT Jabodebek yang dikembangkan oleh anak usaha ADHI ini. [irp] “Berkaca pada Negara-negara lain, hunian seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat kaum sub-urban, karena selain praktis, hunian seperti ini terintegrasi dengan sistem transportasi massal, yang tentu memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuninya. Kami menyatukan semua elemen-eleman konsep hunian TOD yang harus dipenuhi,” tegas Amrozi. Pengamat Properti David Cornelis mengatakan, Transit-oriented development (TOD) adalah pendekatan perencanaan yang sedang diadopsi banyak kota karena menguntungkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan mengembangkan stasiun transit massal. Pengembangan TOD ke depannya mengintensifkan rasio luas lantai, menambahkan ruang hijau, dan meningkatkan desain yang berorientasi pada transit dan pejalan kaki. “Pola distribusi TOD di wilayah-wilayah kota satelit memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat perkembangan perkotaan dan ekonomi daerah. Pembangunan dan perencanaan TOD harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena akan tidak secara otomatis mengikuti ketika transportasi umum massal dibangun,” ujar David. [irp] Proyek yang dikembangkan di lahan seluas 6,2 Ha ini, mengadopsi prinsip dasar pengembangan TOD, yaitu ; Walkable, dimana area yang dikembangkan mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Shift & Transit, yaitu penghuni dapat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum massal. Connect, dimana kawasan ini dikembangkan dengan menciptakan jaringan jalan yang saling terhubung. Densify, yaitu pengoptimalan kepadatan lahan dengan perencanaan bangunan vertikal, serta Mixed-use Development, untuk mengoptimalisasi tata guna lahan. Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran ACP Indra Syahruzza mengatakan, LRT City Ciracas – Urban Signature, merupakan area Mixed-use yang dikembangkan dalam Kerjasama Operasi antara PT Adhi Commuter Properti dengan PT Urban Jakarta Propertindo, dengan nilai investasi 2,6 T. Kawasan yang berisi hunian, komersial dan fasilitas pendukung ini, dikembangkan di lahan yang berada berada di sisi stasiun LRT Ciracas. “Kawasan ini dikembangkan dengan konsep TOD, yang mengoptimalkan penggunaan angkutan massal, dalam hal ini adalah LRT, serta mengutamakan jalur pejalan kaki dan sepeda. Dikembangkan dengan tema “Urban Life Style”, kawasan ini dikembangan sesuai dengan gaya hidup kaum urban, yaitu Modern, serba cepat, dinamis dan kreatif,” jelas Project Director LRT City Ciracas – Urban Signature Taufiq Hardiyansyah. [irp] LRT City Ciracas – Urban Signature akan mengembangkan 5 tower apartemen. Pada tahap pertama pembangunan kawasan, akan dikembangkan 2 tower yaitu Tower Azure dengan total unit sebanyak 1087 unit dan Tower Beige dengan total unit sebanyak 543 unit. Kedua tower ini melakukan ground breaking pada 2 Desember 2018. “Proyek yang kami kembangkan ini, telah mendapatkan respon positif dari masyarakat. Sejak proyek ini kami luncurkan, sampai dengan saat ini sudah terjual 49 % dan kami optimis untuk 2 tower ini, akan sold out di tahun 2019. Dalam kurun waktu satu tahun dari harga perdana hingga saat ini telah mengalami kenaikan lebih dari 25%,” ujar Taufiq Hardiyansyah sembari menambahkan tower Azure dan Tower Beige ini, akan topping off pada bulan Desember Tahun 2019, dan selanjutnya bisa diserahterimakan kepada pembeli pada Maret 2021.