PNB_Back_Up

Usai Sabet Trophy IMHA 2025, Arsol Land Raih Penghargaan Anugerah FORWAPERA 2026

Propertynbank.com – Komitmen Arsol Land dalam menghadirkan hunian subsidi berkualitas kembali mendapatkan pengakuan nasional. Dalam ajang Anugerah FORWAPERA (Forum Wartawan Perumahan Rakyat) 2026, Perumahan yang berada di Serang, Banten ini dinobatkan sebagai Rumah Subsidi Kualitas Komersial. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Arsol Land dalam membangun rumah subsidi yang tidak hanya memenuhi aspek keterjangkauan harga, tetapi juga unggul dari sisi desain, kualitas bangunan, tata ruang, serta kenyamanan bagi penghuni. Perumahan ini menegaskan bahwa standar mutu di atas rata-rata pada segmen hunian terjangkau. Selain ini, sebagai Ketua Umum Appernas Jaya, Andriliawan yang akrab disapai Andre Bangsawan juga menerima penghargaan sebagai Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat. Capaian di Anugerah FORWAPERA 2026 tersebut melanjutkan rekam jejak prestasi Arsol Land sebelumnya. Pada tahun 2025, perumahan ini lebih dulu meraih penghargaan prestisius dalam Indonesia MyHome Award (IMHA) 2025 sebagai Affordable Housing Project with the Best Design and Quality, yang menempatkannya sebagai salah satu benchmark pengembangan hunian terjangkau yang memiliki nilai estetika dan kualitas konstruksi setara proyek komersial. CEO Arsol Land, Andriliawan Muhammad, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi perusahaan untuk terus menjaga idealisme dalam pembangunan perumahan rakyat. “Bagi kami, rumah subsidi bukan berarti kualitasnya harus dikompromikan. Justru tantangannya ada di bagaimana menghadirkan hunian yang layak, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Andriliawan. Ia menambahkan bahwa perumahan yang dikembangkan tersebut sejak awal memposisikan rumah subsidi sebagai produk jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas hidup penghuninya. Karena itu, aspek desain, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga kualitas material tetap menjadi prioritas, meski berada pada segmen harga terjangkau. Fokus Arsol Land “Dua penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus konsisten. Ke depan, Arsol Land akan tetap fokus menghadirkan rumah subsidi dengan standar kualitas yang setara rumah komersial, sekaligus mendukung program perumahan nasional,” tambahnya. Melalui pencapaian ini, Arsol Land semakin mengukuhkan posisinya sebagai pengembang yang berani mendobrak stigma rumah subsidi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat luas.

Presiden Prabowo Sebut Arsol Land Dalam Pidato, Berkontribusi Bangun Rumah MBR

prabowo

Propertynbank.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus menyebut nama Arsol Land di antara enam perusahaan lainnya, sekaligus menyampaikan apresiasi karena dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam pidato yang disampaikan saat Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12) lalu itu, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada perusahaan pengembang yang dinilai konsisten mendukung program 3 juta rumah. Menanggapi apresiasi tersebut, Andre Bangsawan yang merupakan Direktur Utama PT Arsol Grup Nusantara, pengembang perumahan Arsol Land mengatakan, pihaknya terus berupaya berkontribusi dalam menghadirkan hunian yang berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Penyebutan Arsol Land oleh Presiden Prabowo menjadi sinyal positif atas peran dunia usaha, khususnya kami selaku pengembang di sektor properti, dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Arsol Land tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga turut memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ujar Andre Bangsawan kepada propertynbank.com beberapa waktu lalu. Baca Juga : Properti Berbasis AI Jadi Standar Baru, Pengembang Manfaatkan Teknologi Hemat Energi Apresiasi tersebut, sambungnya, sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kontribusi dunia usaha sangat dibutuhkan, baik melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun dukungan terhadap ekosistem ekonomi nasional. “Apresiasi ini juga menjadi pengakuan atas kiprah dan komitmen kami dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus berupaya mendukung program pemerintah, khususnya terkait penyediaan hunian, pengembangan kawasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas pemilik nama lengkap Dr. Andriliwan Muhammad yang juga selaku Ketua Umum DPP Appernas Jaya. Menteri PKP Puji Arsol Land Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga memuji perumahan Arsol Land karena dibangun dengan mengutamakan kualitas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre (Andre Bangsawan), yang juga merupakan Ketum APPERNAS Jaya yang  telah membangun rumah subsidi dengan kualitas baik untuk masyarakat Kota Serang,” ujar Ara saat kunjungan ke Arsol Land di Kota Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025). Baca Juga : BP Tapera Gandeng 43 Bank Salurkan KPR FLPP 2026, Target 285 Ribu Rumah Dirinya juga mengapresiasi perumahan tersebut karena memberlakukan program gratis BPHTB, tanpa biaya notaris, dan tanpa uang muka. Selain itu, bangunan rumah contoh yang dibangun juga bagus sekali, temboknya dua lapis, dan juga punya atap yang tinggi yakni setinggi 3 meter serta jalannya juga dalam proses pembangunan. “Alhamdulillah, Perumahan Arsol Land yang dikembangkan oleh anggota Appernas Jaya dikira sebagai rumah komersil, padahal ini merupakan rumah subsidi. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkunjung ke perumahan Arsol Land, serta dukungannya terhadap program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Andre.

Menteri PKP Puji Appernas Jaya : Bayi Ajaib Yang Tumbuh Pesat Hanya Dalam 6 Tahun

appernas jaya

Propertynbank.com – Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) kembali menjadi sorotan positif di industri perumahan nasional. Pasalnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan pujian khusus kepada asosiasi ini, yang dinilainya tumbuh sangat cepat dan mampu bersaing dengan asosiasi-asosiasi senior. “Appernas Jaya ini seperti bayi ajaib karena progres dan kontribusinya yang luar biasa dalam waktu singkat. Bukan hanya jumlah anggota yang bertambah dengan cepat, tapi jumlah pembangunan rumahnya juga tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat,” ujar Menteri PKP yang akrab di sapa Ara tersebut di momen perayaan HUT APERSI, Jumat (14/11) lalu. Dalam waktu hanya 6 tahun sejak berdiri, Appernas Jaya telah memiliki lebih dari 1.000 anggota, dengan sekitar 400 anggota yang aktif membangun proyek perumahan. Hingga saat ini, total 7.000 unit rumah telah berhasil dibangun, baik rumah subsidi maupun komersial. Capaian ini dinilai fantastis, terutama mengingat usia asosiasi yang belum lama berdiri. Menteri PKP menegaskan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan keseriusan Appernas Jaya dalam berperan sebagai lokomotif pembangunan perumahan rakyat. Keberadaan asosiasi ini, menurutnya, memberikan dorongan tambahan bagi pencapaian target nasional di sektor hunian. Baca Juga : Dihadiri Menteri PKP, APPERNAS JAYA Gelar Rakernas dan HUT Ke-6 Di Makassar Ketua Umum DPP Appernas Jaya, Dr. Andriliwan Muhammad atau akrab disapa Bang Andre, menegaskan komitmen penuh asosiasi dalam mensukseskan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Prabowo–Gibran. Bang Andre juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah mengalokasikan 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. “Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden dan dedikasi Bang Ara (Menteri PKP) yang bekerja dengan hati membantu rakyat melalui rumah layak huni,” ujar Bang Andre kepada propertynbank.com, Minggu (16/11). Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, Appernas Jaya telah menyiapkan stok hingga ribuan unit rumah yang siap untuk dilakukan akad kredit. Unit-unit rumah tersebut tersebar di berbagai provinsi, antara lain Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Riau dan Papua. Bang Andre menegaskan bahwa percepatan penyediaan hunian ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membantu mengurangi backlog perumahan nasional dan meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah layak huni. Komitmen Berkelanjutan Appernas Jaya Sebagai asosiasi yang sedang berkembang pesat, Appernas Jaya menargetkan untuk terus meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kolaborasi dengan pemerintah. Dengan dukungan penuh dari lebih dari seribu anggotanya, asosiasi ini optimistis dapat berperan signifikan dalam ekosistem perumahan nasional. “Program 3 juta rumah bukan hanya target pemerintah, tetapi juga misi bersama kami untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki hunian yang aman dan layak,” tegas Bang Andre. Saat ini Direktur Utama PT Arsol Grup Nusantara ini sedang mengembangkan Perumahan Arsol Land yang terletak di Kota Serang, Banten Dengan pencapaian dan komitmen tersebut, Appernas Jaya kini menegaskan posisinya sebagai kekuatan baru dalam industri properti nasional, sebuah bayi ajaib yang tumbuh menjadi motor baru pembangunan perumahan rakyat.

Permudah MBR Mengakses KPR Subsidi, Proses SLIK Disederhanakan

slik

Propertynbank.com – Dalam rangka membahas penyelarasan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mendukung percepatan realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan pertemuan dengan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta Senin (28/7/2025). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maruarar didampingi para ketua umum asosiasi pengembang perumahan. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri perbankan, dan pelaku usaha perumahan agar ekosistem pembiayaan perumahan rakyat berjalan optimal. “Saya mengapresiasi komitmen OJK dan dunia perbankan dalam mendukung program rumah subsidi. Kami ingin memastikan proses pengajuan KPR subsidi tidak terhambat hanya karena faktor administratif dalam sistem SLIK, padahal aturannya sudah jelas,” ujar Menteri Maruarar. Sementara itu, Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa OJK telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh perbankan, yang menegaskan bahwa data dalam sistem SLIK tidak boleh menjadi penghambat utama dalam penyaluran KPR subsidi. “SLIK tidak seharusnya menjadi alasan utama penolakan pengajuan kredit rumah subsidi. Untuk mengantisipasi persoalan di lapangan, kami sudah membentuk Satgas Khusus Penanganan KPR Subsidi,” jelas Dian. Baca Juga : Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang Satgas tersebut, lanjutnya, dapat menerima pengaduan masyarakat, khususnya calon debitur KPR subsidi yang mengalami penolakan oleh bank. Masyarakat dapat melapor melalui kanal resmi OJK di nomor 157. Lebih lanjut, OJK juga tengah mengkaji regulasi agar proses penyaluran KPR subsidi bisa semakin cepat dan efisien. Semua data pengaduan dan laporan penolakan KPR subsidi dari berbagai bank akan dihimpun dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor. Menteri Maruarar menegaskan pentingnya transparansi dan kemudahan akses dalam program perumahan rakyat. Ia menyambut baik langkah OJK dalam membentuk satgas serta mengajak semua pihak menjaga ekosistem perumahan yang sehat, inklusif, dan berkeadilan. “Hal ini merupakan salah bentuk gotong royong dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Kita ingin pastikan, rakyat yang berhak mendapatkan rumah subsidi tidak terkendala hanya karena proses teknis. Ekosistem ini harus kita jaga bersama antara regulator, bank, dan pengembang,” pungkas Menteri Ara. Baca Juga : Lippo Group Diminta Segera Tuntaskan Permasalahan Meikarta Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyampaikan apresiasi atas keterbukaan OJK dalam menerima masukan dari para pelaku usaha dan pengembang. “Alhamdulillah, diskusi tadi berjalan terbuka dan penuh itikad baik. Kami harap solusi konkret segera ditindaklanjuti untuk mengurangi beban masyarakat dan memperlancar program sejuta rumah,” tambahnya. Ketua Umum DPP Appernas Jaya Andre Bangsawan menambahkan, dalam rapat terbatas tersebut, lima Ketua Umum asosiasi pengembang properti menghasilkan kesepakatan bersama, diantaranya apabila ada user atau calon pembeli rumah terkendala BI checking dengan nilai yang kecil, maka pihak asosiasi yang akan menindaklanjuti ke OJK. “Kesepakatan ini sudah kami sampaikan ke media bersama Pak Menteri PKP dan Komisioner OJK. Semoga pertemuan kami dengan OJK tersebut menjadi solusi terbaik bagi MBR untuk memiliki rumah subsidi,” pungkas Andre.

Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang

Prototipe Rumah Sederhana, program 3 juta rumah

Propertynbank.com – Pemerintah mengumumkan bahwa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk sektor perumahan diperpanjang hingga akhir 2025. Hal ini merupakan kabar baik bagi pengembang, di tengah masih rendahnya daya beli masyarakat terhadap properti. Kepastian diperpanjangnya insentif PPN DTP tersebut, diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini, Jumat (25/7), dalam rapat koordinasi (rakor) pertumbuhan ekonomi bersama kementerian teknis terkait di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. “Kemudian juga terkait dengan fasilitas PPN DTP untuk properti yang seharusnya semester II itu 50 persen, tadi disepakati untuk tetap 100 persen. Jadi nanti teknis-teknis itu yang kita bahas detail,” jelasnya seperti dikutip Antara. Tujuan diberlakukanya insentif ini adalah guna mendorong daya beli masyarakat, khususnya untuk pembelian rumah. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menjaga laju pertumbuhan sektor properti yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional. Sebagaimana diketahui, industri properti berdampak kepada 185 subsektor lainnya sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2025, insentif PPN DTP 100 persen semula hanya berlaku untuk penyerahan rumah pada periode 1 Januari hingga 30 Juni 2025. Sementara untuk periode 1 Juli hingga 31 Desember 2025, insentifnya turun menjadi 50 persen. Namun, dengan keputusan terbaru pemerintah, insentif 100 persen akan tetap berlaku hingga akhir Desember 2025. Baca Juga : Ara Cetak Sejarah Baru, Ketua Appernas Jaya : Ini Menteri Perumahan Terbaik Sejak Era Orde Baru Adapun fasilitas PPN DTP diberikan atas dasar pengenaan pajak (DPP) maksimal Rp2 miliar, untuk pembelian rumah dengan harga jual paling tinggi Rp5 miliar. Diskon PPN tersebut berlaku baik untuk pembelian rumah tapak maupun satuan rumah susun. Insentif PPN DTP Diapresiasi Pengembang Menanggapi kebijakan atas diperperpanjangnya insentif PPN DTP sebesar 100 persen ini, Ketua Umum Appernas Jaya Andre Bangsawan memberikan apresiasi kepada pemerintah. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman atas kebijakan yang sangat postifi ini,” ujar Andre kepada propertynbank.com. Dirinya mewakili para pengembang lainnya yang merasa sangat terbantu oleh pemerintah dengan adanya kebijakan PPN DTP 100 persen yang diperpanjang hingga akhir tahun 2025 tersebut. Menurut Andre, hal ini merupakan kabar terbaik bagi seluruh pengembang yang ada di tanah air. “Semoga dengan adanya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat ini, akan mendorong penyerapan perumahan, dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni,” pungkas Andre.

UNG Kukuhkan Ketua Umum Appernas Jaya Sandang Gelar Doktor

Propertynbank.com – Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya, Andriliwan Mohamad atau lebih dikenal sebagai Andre Bangsawan, dikukuhkan menyandang gelar doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo UNG, Jumat 9 Desember 2022 lalu. Andri yang kini bergelar Dr. Drs. Andriliwan Mohamad M.Pd, merupakan Doktor Bidang Linguistik Terapan. Prosesi mendapatkan gelar Doktor ini, melalui ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin Wakil Rektor satu Dr Harto S. Malik, M.Hum. Dr. Drs. Andriliwan Mohamad M.Pd mengangkat judul Makna Simbol Istilah Konstruksi Bangunan Adat Bantayo Poboide Gorontalo dalam disertasinya. Dr. Andre adalah lulusan ke 81 UNG dan menyandang lulusan berpredikat Pujian dengan pencapaian indeks yudisium 3.88. Hal ini dibacakan langsung oleh pimpinan Sidang Dr. Harto Malik, M.Hum. Sedangkan Promotor utama Prof. Dr. Moh Karmin Baruadi, M.hum, dalam sambutannya, menegaskan bahwa Dr. Andre sudah membuktikan  hasil penelitian sangat bagus kelak akan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya. “Kita ketahui bersama bahwa Dr. Andriliwan Mohamad sebagai pengusaha nasional yang saat ini sebagai Ketua Umum Asosiasi Perumahan Appernas Jaya. Beliau sibuk berusaha di sejumlah tempat di Indonesia diantaranya di Manado Sulawesi utara, Nusa Tenggara Barat kab Dompu, Propinsi Gorontalo tapi tetap serius dan semangat mengukuti kegiatan perkuliahan,” ujar Prof. Dr. Moh Karmin Baruadi, M. Hum. Sementara itu Dr. Andre mengatakan, Bantayo Poboide adalah bangunan monumental yang merupakan simbol bahwa leluhur bagi masyarakat Gorontalo sejak abad ke 14, yang sudah demokratis dalam memutuskan sesuatu seperti pemilihan raja-raja. “Dari empat tujuan penelitian yang dilakukan, salah satu diantaranya adalah mengkaji konstruksi bangunan adat bantayo Ppoboide Gorontalo,” jelasnya. Dosen Penguji Gelar Doktor Sebagai informasi, Dewan Penguji yang melakukan pengujian disertasi Dr. Andre berjumlah sembilan orang antara lain, Wakil Rektor 1 Dr Harto Malik, M.Hum sebagai Pimpinan Sidang, Prof Dr Asna Aneta, M.Si., Prof Dr Ir Hasim, M.Si., Prof Dr Hasanuddin, M.Hum., Prof Dr Moh Karmin Baruadi, M.Hum., Dr Dakia Djou, M.Hum., Dr Ellyana Hinta, M.Hum., dan Dr. Hj Dahniar Th. Musa, M.Hum sebagai penguji eksternal dari Pontianak. Sidang terbuka ini dihadiri keluarga Dr. Andre serta kerabat dekat dan patner bisnis dari perbankan dan BPJS Tenaga kerja serta pemerhati budaya dan para dosen senior UNG dan IAIN Gorontalo.

AJ Kembangkan Rumah TNI/Polri Dengan KPR Patriot Bank BTN

PROPERTI – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya Andre Bangsawan mengatakan, jika minat pembelian rumah nasyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami penurunan yang tak signifikan. “Sebagai perbandingan, di Gorontalo, peminatnya tetap seperti biasanya. Kalau di Jakarta sudah pasti berdampak, terutama pada perumahan-perumahan komersial,” ujarnya, pada Senin (21/09/2020). [irp] Hal itu terlihat dari sejumlah daerah kegiatan pembangunan perumahan terlihat masih didominasi rumah untuk MBR. Adapun penurunan penjualan rumah segmen menengah ke bawah sepanjang tahun ini mencapai 20 persen hingga 35 persen. Namun, saat ini para anggota asosiasi tetap mencari peluang pasar untuk dapat menjual rumah. “Bisa membaik bila pemerintah ikut mendukung dengan memberikan kemudahan seperti penundaan pmbayaran kewajiban oleh devoloper ke perbankan,”cetusnya. [irp] Chief Executive Officer PT Mustika Land David Sudjana menuturkan, jika pasar segmen menengah bawah kini berkembang, karena potensinya masih gemuk dan memiliki kemampuan daya beli yang terus menguat. “Sebagian besar kelas menengah adalah tenaga kerja profesional dan kreatif. Mereka tak menggantungkan pada pendapatan gaji. Mereka bisa menciptakan bisnis sampingan secara online dan passive income lainnya,” ucapnya. Kondisi ini membuat daya beli mereka relatif baik. Selain itu, peningkatan pasar segmen properti ini karena keluarga-keluarga muda yang belum memiliki rumah. [irp] Oleh karena itu, produk rumah di segmen menengah dan segmen bawah memiliki tantangan tersendiri, karena pengembang perlu jeli menciptakan keseimbangan antara harga jual, desain, dan fasilitas yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat. “Gaji masyarakat Indonesia rerata, kalah cepat naiknya dengan harga rumah, sehingga jika dilihat dari ukuran luas rumah yang sanggup dibeli masyarakat, semakin kecil ukurannya dari tahun ke tahun,” tutur David. Hal senada juga direspon Bank BTN. Dalam wawancara khusus dengan redaksi Property&Bank dan Myhome, melalui aplikasi zoom, Jumat (18/09/2020), Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan pembiayaan dari Bank BTN untuk segmen menengah bawah masih baik penyalurannya. [irp] Anggapan masyarakat menengah ke bawah yang saat ini tidak berminat membeli rumah karena pandemi dan lebih mengutamakan kebutuhan lain, dibantah oleh Pahala. Menurutnya, hingga saat ini justru rumah-rumah yang bersubsidi mencatat penjualan masih tumbuh. “Ya memang tergantung segmen mana yang kita akan bidik. Tentunya segmen yang masih cukup baik adalah segmen masyarakat yang pendapatannya tidak besar, tetapi paling tidak mereka berpendapatan tetap. Mereka inilah yang kita bidik, berpendapatan tetap tetapi membutuhkan rumah bersubsidi atau berpendapatan tetap tetapi membutuhkan rumah non subsidi,” tegas Pahala. [irp] Jadi, sambung Pahala, Bank BTN akan fokus di segmen menengah ke bawah, yakni masyarakat yang bisa memiliki rumah, adalah yang memiliki gaji, lalu pindahkan rekening gaji ke Bank BTN, dan selanjutnya Bank BTN akan salurkan kreditnya ke mereka. (Artha Tidar)