PNB_Back_Up

Jelang Masa Endemi Apartemen Tepi Laut Jadi Incaran Konsumen

Propertynbank : Covid-19 telah mengubah gaya hidup manusia dan memaksa mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kondisi ini juga memaksa ejumlah perusahaan untuk melakukan pergeseran sistem kerja menjadi Work From Home.  Bahkan Memasuki tahun ketiga pandemi, sejumlah perusahaan di Jakarta memberlakukan pola kerja WFH  menjadi permanen hingga lebih dari 50 % . Penetapan sistem kerja dimasa pandemi ini setelah terbukti bahwa sistem kerja dari rumah memberikan efisiensi bagi perusahaan namun produktivitas tetap terjaga. Pandemi Covid-19 telah membuat banyak adaptasi dan penerapan new normal termasuk untuk konsep hunian, guna memenuhi gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih ruang terbuka untuk berekreasi dan serta bersosialisasi. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan University of Exeter, Inggris, menunjukkan bahwa orang yang tinggal lebih dekat ke laut memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian tersebut menyimpulkan, bahwa mereka yang hidup di sekitar laut memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini yang turut mendorong minat konsumen akan hunian di tepi laut. Perasaan damai dan tenang luar biasa yang kita alami di pantai dapat disebut sebagai “ruang biru.” “Ruang” itulah yang telah dijuluki oleh para ilmuwan sebagai efek kombinasi antara bau dan suara air yang mendatangkan kebahagiaan di dalam otak kita. Seperti dikutip dari laman corespirit.com, disebutkan, “ruang biru” mampu membuat kita merasa amat nyaman, bak dihipnotis. Banyak public figure dan selebriti kini memilih untuk menghuni kawasan yang terletak di tepi pantai, untuk mendapatkan ketenangan dan rasa damai. Mereka percaya “ruang biru” mampu mengurangi stres dan depresi akibat kesibukan sehari-hari yang sangat padat. Apalagi setelah adanya beberapa pelonggaran aturan protokol kesehatan (prokes), tanda-tanda transisi dari pandemi Covid-19 ke endemi seperti menjadi sebuah angin segar bagi industri properti. Kondisi ini merupakan peluang bagi pengembang yang jeli untuk mengembangkan konsep hunian kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat, nyaman. Menjawab kebutuhan hunian di tepi laut,  Citra Swarna Group (CSG), tidak ingin ketinggalan momentum ini. CSG telah membangun dan mengembangkan apartemen tepi pantai di kawasan Pluit, yaitu Pluit Sea View, seperti yang diungkapkan Hengky Japri, Chief Marketing Officer Citra Swarna Group dalam siaran pers yang diterima redaksi Sabtu,(16/04/2022). Hengky menjelaskan bahwa di Indonesia masih sedikit apartemen yang terletak di tepi pantai, sebagian besar masih terletak di tengah kota. Padahal hunian di tepi pantai juga memiliki banyak keunggulan. Pesona Tepi Laut dan Kota Menurutnya, pemilihan lokasi di Pluit karena kawasan tersebut, selain memiliki sejarah seperti Pelabuhan Sunda Kelapa dan bangunan peninggalan jaman kolonial, Pluit telah menjadi kawasan wisata sejarah dan religi. “Selain memiliki memiliki view laut, Apartemen Pluit Sea View juga memiliki view kota.” jelas Hengky Japri. Dibangun dilokasi strategis dengan kemudahan akses hanya 7 menit dari exit tol sunda kelapa, dengan jarak 20 menit ke bandara Soekarno-Hatta. Pluit Sea View berdiri sebagai satu-satunya apartemen tepi laut yang dekat dengan akses transportasi publik yaitu 5 menit dari Halte Transjakarta Pakin dengan rute menuju Kota. Keunggulan inilah yang dimiliki Pluit Sea View, sehingga konsumen bisa memilih pemandangan mana yang lebih disukai. Konsumen yang memerlukan rasa tenang dan damai biasanya akan memilih unit yang menghadap ke laut, sebaliknya ada juga konsumen yang lebih memilih unit yang menghadap ke pemandangan kota dengan gedung-gedung tinggi. Setiap tower dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari sky garden, swimming pool, children pool, children playground juga berbagai fasilitas lainnya seperti, jogging track, shopping arcade, garden deck, dan didukung dengan sistem keamanan 24 jam. “Setelah sukses dengan penjualan Tower Maldive dan Tower Belize, Pluit Sea View meluncurkan Tower Ibiza untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin merasakan nyamannya tinggal di apartemen yang terletak di tepi pantai,” ungkap Hengky Japri. “Di sinilah, tambah Hengky,  kita bisa menikmati indahnya panorama laut setiap saat. Pluit Sea View memberikan penawaran menarik bagi konsumen yang ingin memiliki unit apartemen tepi laut, hanya dengan booking fee 2 jutaan konsumen sudah bisa menikmati panorama laut setiap hari. Juga kami akan berikan tambahan keringanan DP nol persen bagi yang ingin “ruang biru,” Tutup Hengky Japri.

Risland Indonesia Mulai Serah Terima Unit Sky House Bsd+ Fase I Juli 2021

APARTEMEN – Terus meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk mendorong tingginya kebutuhan akan tempat tinggal yang layak, nyaman dan strategis. Masalahnya, keterbatasan lahan dan harga tanah juga semakin tinggi. Maka, hunian vertikal atau Apartemen bagi masyarakat perkotaan adalah salah satu solusi yang terbaik. Terlebih lagi tren masyarakat perkotaan khususnya di Jabodetabek saat ini banyak memilih Apartemen sebagai pilihan tempat tinggal karena memiliki fasilitas lengkap dan letaknya yang strategis. Pengembang Risland yang berkantor pusat di Hongkong merupakan pengembang yang berpengalaman serta berskala internasional dan telah memiliki proyek- proyek di berbagai negara seperti Hongkong, Tiongkok, Amerika Serikat, India, Australia, Selandia Baru, Thailand dan termasuk, Indonesia. Marketing Manager Sky House BSD+ Tan Aries Wijaya, mengatakan, Risland hadir di indonesia bersama dengan Sinarmas Land selaku pengembang kawasan BSD City. Apartemen Sky House BSD+ dibangun di jantung area CBD (Central Business District) BSD City, diatas lahan seluas 8,3 hektar yang rencananya akan berdiri 11 tower dan telah dipasarkan sejak tahun 2017. Saat ini pembangunan fase 1 telah selesai, yang terdiri dari 2 tower yaitu Tower Jervois dan Tower Leonie dan akan mulai diserahterimakan kepada para konsumen pada bulan Juli 2021, sedangkan fase 2 yang terdiri dari 3 tower juga telah mulai Topping Off sejak maret 2021 dan ditargetkan akan diserah-terimakan pada tahun depan. [irp] Prosesi serah terima fase 1 apartemen Sky House BSD+ ini merupakan bukti nyata pencapaian yang sangat baik dan keberhasilan dalam memenuhi komitmen kepada para konsumen meskipun dalam kondisi pandemi. Gelaran serah terima nantinya akan dimulai tanggal 1 Juli 2021 dan dilaksanakan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah. Dijelaskan Aries, unit yang ditawarkan Sky House BSD+ adalah unit semi-furnished dimana setiap towernya hanya terdiri dari satu tipe unit. Seperti di Tower Jervois khusus untuk tipe unit 2 kamar, begitu pula di Tower Leonie yang seluruhnya tipe unit studio. Selain hal tersebut minat konsumen terhadap Apartemen Sky House BSD+ sangat tinggi, terlihat hingga saat ini sudah terjual lebih dari 97% dari total unit pada fase 1. [irp] “Tingginya animo konsumen ini tak luput dari sejumlah faktor keunggulan yang ditawarkan Sky House BSD+, pertama, karena lokasi yang sangat strategis terletak persis disamping pusat perbelanjaan ternama di BSD city. Kedua, Sky House BSD+ memiliki konsep hunian yang modern dan memiliki fasilitas lengkap seperti jogging track, gym, kolam renang, sistem keamanan 24 jam,dll. Faktor ketiga, yakni Sky House BSD+ dikelilingi perkantoran berskala internasional, pusat pendidikan bertaraf internasional serta fasilitas umum seperti rumah sakit, stasiun KRL dan juga sangat dekat pintu Tol Serpong-Balaraja yang informasinya akan rampung tahun ini,” jelas Aries. Sky House BSD+, sambung Aries, sangat menjaga komitmen dan kepercayaan konsumen, wujud komitmen tersebut salah satunya adalah komitmen dalam penyelesaian pembangunan yang tepat waktu seperti fase 1 saat ini meskipun dalam kondisi Pandemi, “Begitu juga komitmen penyelesaian pembangunan fase 2 ditargetkan akan mulai serah terima di tahun 2022,” pungkasnya.  

Bersama Toda Corporation, Ciputra Group Mulai Pembangunan The Newton 2

Properti : Ciputra Group melalui anak usahanya PT Ciputra Adibuana, menyambut baik Toda Corporation untuk ikut berinvestasi  di apartemen The Newton 2. Toda Group Indonesia, sebagai perwakilan resmi Toda Corporation, tidak hanya berperan sebagai salah satu bulk buyer tapi sekaligus menjadi mitra co-development . Toda Corporation merupakan perusahaan global dari Jepang yang hadir sejak tahun 1881. Pada Maret 2019, Toda Corporation telah membuka kantor cabangnya di Jakarta. Bahkan sejak tahun 2020, Toda bermitra dengan PT Tatamulia Nusantara Indah atau yang lebih dikenal dengan TATA, salah satu perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia untuk mengembangkan dunia konstruksi dan infrastruktur di Indonesia. [irp] Sebagai bentuk komitmen Ciputra Group kepada Toda Corporation, para customer setia project The Newton 2, Kamis, 3 Juni 2021 dilaksanakan Construction Event The Newton 2 sebagai tanda dimulainya pembangunan project tersebut. The Newton 2 menggandeng PT Tatamulia Nusantara Indah sebagai kontraktor yang dipercaya membangun project The Newton 2. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Presiden Director of Ciputra Group  Candra Ciputra, Senior Director of Ciputra Group Artadinata Djangkar,  Director of PT Ciputra Adibuana, Sugwantono Tanto  dan Isabella Ciputra, serta  William Ciputra. [irp] Pihak Toda Corporation sendiri dihadiria langsung oleh Mr. Hiroyuki Akaba selaku President Commissioner of Toda Group Indonesia bersama 2 orang team dari Toda Corporation Jepang, serta Linawati Salim selaku Direktur dari Toda Indonesia. Secara virtual juga hadir dua petinggi Toda Corporation Japan yaitu Mr. Hiroshi Uekusa selaku Executive Director of Toda Corporation Japan dan Mr. Hideki Horikoshi selaku President Director of Toda Group Indonesia. [irp] Sementara dari PT Tatamulia hadir Iwan Adi Susanto dan team turut hadir dalam acara tersebut. PT Tatamulia Nusantara Indah ini adalah kontraktor yang ditunjuk untuk melakukan pembangunan project The Newton 2. Sebagaimana diketahui, construction event ini merupakan bentuk kelanjutan dari signing ceremony yang telah terlaksana dengan lancar dan sukses pada 7 May 2021 yang lalu antara PT Ciputra Adibuana sebagai developer The Newton 2 dan Toda Corporation Japan di lantai 39 DBS Bank Tower. [irp] The Newton 2 merupakan project apartment high rise yang berlokasi di kawasan Ciputra World 2 Jakarta. Apartemen ini menawarkan tipe mulai dari 24 meter persegi hingga 60 meter persegi dengan pilihan tipe seperti studio, one bedroom, dan two bedroom. The Newton 2 dikembangkan dengan konsep yang cozy dan green environment. Selain itu, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang sesuai karakter milenial dan pasangan muda, area terbuka meeting point yang ditunjang dengan akses teknologi yang baik, kolam renang, convinient store, dan fasilitas gym. Andreas Raditya, General Manager Ciputra Group mengungkapkan menyambut dengan sangat baik untuk kerjasama dengan Toda Corporation ini serta menyatakan rasa optimismenya dengan dimulainya pembangunan project The Newton 2 ini. [irp] “Dengan dimulainya pembangunan ini sudah pasti akan memberikan dampak positif bagi customer setia kami dan juga calon buyer The Newton 2 itu sendiri. Hal ini tentunya diharapkan juga dapat meningkatkan pertumbuhan pasar property di tahun 2021,” pungkasnya

Diambil Alih TJS Group, Progres Proyek IZZARA Apartment Kembali Jalan

APARTEMEN – Pembangunan proyek apartemen mewah IZZARA, yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan kembali dilanjutkan. TJS Group yang kini menangani dan melanjutkan pengerjaan IZZARA Apartment, memastikan pengerjaan proyek apartemen tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana karena didukung oleh profesional yang sudah berpengalaman. Direktur Utama TJS Group Dipa Simatupang mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan IZZARA Apartment sesuai dengan komitmen kepada konsumen. Dipa Simatupang merupakan sosok yang sudah berpengalaman di bisnis properti dengan track record yang positif. Dipa pernah bergabung dengan sejumlah perusahaan pengembang besar dengan berbagai proyek properti. “IZZARA Apartment, saat ini baru akan di re-launching dan re-branding. Sebelumnya proyek ini memang sempat tertunda pembangunannya, dan saat ini sudah kami take over. Kami akan menyelesaikan terlebih dahulu proyek ini sampai selesai, setelah itu kami jual atau re-launch kembali. Kami optimis properti tumbuh kembali karena didukung sejumlah indikator,” ujar Dipa Simatupang saat acara Press Conference dan Buka Bersama Media, Senin (3/5). [irp] Senada dengan Dipa, Direktur TJS Group Aswin Widjanarko mengatakan, pihaknya optimis dapat menyelesaikan proyek IZZARA Apartment  dan melanjutkan serah terima kepada konsumen. Aswin merupakan seorang profesional  yang memiliki pengalaman di industri properti. Aswin menambahkan, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki IZZARA Apartment, pihaknya siap menjual unit-unit di IZZARA Apartment. Hal ini didukung letak IZZARA Apartment di lokasi premium dan sangat strategis. Kawasan TB. Simatupang, kata Aswin, merupakan kawasan perkantoran sehingga demand atau permintaan hunian maupun untuk disewa cukup tinggi. Lokasinya dapat diakses dengan mudah dari berbagai penjuru, melalui jalan tol menuju ke kawasan Barat, Timur, Selatan Jakarta bahkan hingga ke Bogor. “IZZARA dikelilingi oleh fasilitas yang sangat lengkap seperti driving range golf, International School High Scope, Universitas Prasetya Mulya, Pusat Belanja Modern seperti Citos dan Pondok Indah Mall, dan rumah sakit bertaraf internasional. Namun, yang paling utama adalah Apartment IZZARA telah dilengkapi oleh berbagai fasilitas didalamnya, seperti 50 Meter Olympic Pool, Infinity Lagoon Pool, Gym, Children Playground, dan fasilitas Putting Golf,” terang Aswin lebih lanjut. [irp] Saat ini, TJS Group telah menunjuk konsultan internasional untuk membuat desain interior yang berkelas di lobby dan pintu masuk serta sedang menyiapkan show unit. Selain itu, akan dibangun jalan masuk dua arah sebagai akses IZZARA Apartment, sehingga penghuni nantinya bisa langsung menuju Pondok Indah maupun Citos di TB. Simatupang. Pada kesempatan yang sama, Wiria Chakradinata yang juga Direktur TJS Group mengatakan, IZZARA Apartment telah menandatangani kerjasama (MoU) dengan jaringan hotel internasional Ascott Group, sehingga pemiik dapat menyewakan unitnya dan dikelola sesuai dengan international standar service apartment. “ Jadi beli unit di IZZARA saat ini sangat tepat karena sudah banyak yang dihuni bahkan sudah ada beberapa orang asing yang sudah sewa,” kata Wiria. Hunian Mewah Untuk Sultan Andy K. Natanael yang dipercaya menjadi Konsultan Pemasaran Properti mengatakan, pembeda antara IZZARA dengan proyek lainnya adalah facadenya yang menarik. IZZARA memiliki konsep arsitektur modern yang tetap mencerminkan apartemen yang berkelas. “IZZARA bangunannya s udah jadi, inilah yang membuat berbeda. Saat pandemi ini, tak banyak proyek apartemen yang jadi dan selesai dibangun,” kata dia. [irp] Dijelaskan Andy, IZZARA Apartment memang menargetkan konsumen kelas atas sebagai pembeli utama. Kalangan yang dikenal dengan sebutan sebagai Sultan itu, kata Andy, sangat pantas untuk memiliki dan tinggal di apartemen mewah sekelas IZZARA. “Jangan ngaku Sultan jika belum punya unit apartemen di IZZARA,” tutur Andy. Lebih lanjut Andy mengungkapkan, tempat tinggal harus mempunyai space atau ruang yang optimal bagi penghuninya, bukan hanya asal tinggal. Selain itu, kata dia, tempat tinggal juga harus bisa membuat merasa nyaman dan aman. Dan yang tak kalah penting, lokasi tempat tinggal harus bagus dengan memiliki akses yang strategis, ”Semuanya ada di Apartemen IZZARA,” ulas Andy yang sudah berpengalaman di bidang pemasaran properti. IZZARA Apartment terdiri dari dua tower di atas lahan seluas 3,5 ha, yang merangkum sebanyak 523 unit dengan beberapa type, mulai dari one bedroom hingga three bedroom serta unit penthouse. Saat ini, hanya tersisa 130 unit yang dipasarkan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 43 juta/meter2 untuk unit-unit tanpa furniture. Ke depan, akan mulai dipasarkan unit-unit full furnish dengan kisaran harga Rp 56 juta/meter2. [irp] Didukung oleh tim manajemen yang solid dan partner pemasaran yang handal, maka IZZARA Apartment sudah siap untuk kembali dipasarkan. Saat ini adalah momen yang tepat karena industri properti yang mulai menggeliat. Sebagai informasi, TJS Group merupakan pengembang yang memiliki sejumlah proyek properti, salah satunya adalah proyek apartemen yang bekerjasama dengan Crown Group di Los Angeles, Amerika Serikat dan Mangrove Gaharu yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Analisa Properti, Kredit Pemilikan Apartemen Mati Suri ???

PROPERTI – Ini Rahasia Pengembang Besar Untuk Survive dan Tips Aman Beli Apartemen. Apartemen saat ini banyak dipersepsikan lagi lesu, over supply dan banyak unit yang kosong atau tidak dihuni. Pembiayaan apartemen atau sering disebut Kredit Pemilikan Apartemen/KPA mengalami boombing pertumbuhan tahun 2011 dan 2012 yang pertumbuhanya sempat diatas 80 prosenan, tahun 2013 mulai menurun tajam hingga minus atau negative growth di tahun 2015 (minus 1,7 %) dan 2016 (minus 0,7%), sebagai akibat pengetatan pemberian mortgage di tahun 2012 (KPR Indent dan loan to value/LTV), kondisi ini yang menyebabkan sampai sekarang apartemen dipersepsikan lesu, over supply dan banyak unit kosong, padahal pendekatan review apartemen sangat berbeda dengan property landed house atau rumah tingggal. Proses pembangunan apartemen cukup panjang bisa memakan waktu 5 sd 8 tahun sejak project dipasarkan, berbeda dengan pembangunan rumah tinggal yang bisa di selesaikan antara 6 bulan sd paling lama 2 tahun. Apartemen yang selesai dibangun tidak otomatis akan langsung dihuni, ada beberapa faktor yang mesti dilihat, seperti menunggu proses ijin layak huni, unitnya belum dilunasi karena masih proses KPA, atau DP belum jatuh tempo, atau cash tahap belum selesai, serta masih perlu diisi firuniture, belum lagi kalo pembelinya investor masih perlu waktu untuk mencari penyewa. Pointnya tidak serta merta kalo apartemen dalam kondisi kosong atau tidak dihuni, artinya apartmen belum laku terjual. [irp] Bagi pengembang yang sudah pengalaman, mereka sudah mempertimbangkan cara sukses menjual apartmen, biasanya akan melakukan pembangunan setelah unitnya laku diatas 50 sd 60 prosen, tergantung respon market,  oleh karenanya jualan apartemen selalu dilakukan tower per tower, tower berikutnya akan dipasarkan setelah tower sebelumnya sudah terjual diatas 60 sd 80 prosen. Pembiayaan Apartemen mulai naik kembali di tahun 2017 (growth 19,5%), 2018 (growth 29%) dan 2019 (growth 12%), kenaikan ini di perkirakan merupakan realisasi penjualan 3 sd 5 tahun sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya untuk apartemen premium market ada trend developer lebih cenderung membuat program cash tahap jangka panjang atau down payment bisa diangsur agak panjang, yakni sd 5 tahun, disesuaikan dengan estimasi penyelesaian pembangunan apartemen, kondisi demikian diperkirakan juga berpengaruh ke pertumbuhan pembiayaan apartmen. [irp] Tahun 2020, di tengah tengah pandemi,  pembiayaan apartemen masih growth diangka 2,1 % per Q3 2020, sedikit diatas angka pertumbuhan industri di angka 2%. Pasca pandemi atau tahun 2022 dan seterusnya pembiayaan apartemen kami proyeksikan akan meningkat seiring dengan : 1. Mulai selesainya pembangunan beberapa apartment di jakarta dan surabaya. 2. Porsi pembiayaan apartment terhadap total mortgage masih sangat kecil yakni hanya 4,23 prosen. 3. Non Performing Loan atau NPL portofolio apartemen masih di bawah angka NPL  mortgage, yakni di angka 2,8 %, sementara angka npl total mortgage di 3,2 %, posisi Q3 2020. [irp] Apa yang perlu menjadi pertimbangan dalam melakukan pembelian apartemen : 1. Cek pengembangnya, apakah sudah pengalaman membangun dan menjual apartemen, paling tidak punya pengalaman atau kisah sukses menjual properti. 2. Apakah developer berpatner dengan bank bank utama KPR atas pembiayaan apartemen/KPA tersebut, ini bisa dipakai sebagai tool untuk review atas project dan developernya,  karena bank akan mereview atas apartemen dan developer yang membangun apartemen sebelum melakukan kerjasama. 3. Cari apartment yang lokasinya dekat dengan transportasi massal, karena kedepan di kota kota besar akan mendorong warganya untuk pakai angkutan massal seperti LRT, MRT, Trans Jakarta, dan akan membatasi pengunaan kendaraan pribadi. 4. Design atau konsep hunian apartemen, mulai dari fasilitas parkir dan fasilitas pendukung yang dibuat untuk penghuni. Untuk selalu mendapatkan update dan info seputar real estate & Mortgage Ikuti terus youtube channel RoomA21 dan website : RoomA21.com REMI, Real Estate & Mortgage Institute/DY

Tak Naikan Harga, Pengembang Fokus Selesaikan Proyek Apartemen di 2021

APARTEMEN – Di tahun 2021, pengembang diprediksi akan tetap fokus untuk menyelesaikan proyek yang ada. Hal ini dikarenakan masih banyak proyek-proyek yang merupakan limpahan dari tahun-tahun sebelumnya. Khusus untuk apartemen strata diperkirakan mulai ada peluncuran ulang atau peluncuran beberapa proyek baru, dari yang sebelumnya sempat tertunda. Namun, Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto memperkirakan jumlahnya tidak akan naik signifikan. [irp] “Pengembang akan terus mengembangkan metode pemasaran secara digital. Promo menarik akan tetap diteruskan karena calon pembeli masih wait and see. Kami memprediksi perbaikan dalam penjualan masih berlanjut walau masih terbatas. Tingkat serapan diperikirakan akan meningkat 0,5% – 1% di tahun 2021,” ujar Ferry saat Virtual Media Briefing, beberapa waktu lalu. Menurut Ferry, banyak pengembang yang ingin menaikkan harga jual di tahun 2021. Bagi mereka, sudah cukup untuk menahan kenaikan harga di tahun 2020 sedangkan proses pembangunan masih harus dilanjutkan. [irp] Sedangkan untuk apartemen serviced, ulas Ferry, tingkat hunian akan tetap tertekan sampai akhir 2021 selama pergerakan ekspatriat masih terbatas. Akan banyak perusahaan yang mengurangi anggaran untuk akomodasi, sehingga unit yang lebih murah akan cenderung lebih dicari. Diperkirakan unit dengan ukuran lebih kecil (seperti unit 1 BR) akan lebih dicari dibandingkan unit 2 BR atau 3 BR. Dirinya memprediksi sebagian proyek memberikan diskon harga sewa di tahun 2021. Ferry juga menjelaskan pada tahun 2020 lalu, tingkat serapan apartemen strata mengalami sedikit penurunan menuju 87,2% (-0,5% QoQ / 0% YoY). Hanya 1.927 unit yang terjual selama 2020, kurang dari setengah pencapaian tahun 2019. “Memang ada tanda pemulihan dalam penjualan, terbukti dengan penjualan yang jauh lebih banyak di Q4 2020 dibanding kuartal sebelumnya. Untuk harga jual tidak ada perubahan dibanding Q3 2020, sehingga tetap berada di Rp 35 juta per m2 (0% QoQ / +0,47% YoY),” tutur Ferry. [irp] Berbeda dengan apartemen serviced pada tahun 2020 lalu, ujar Ferry, tingkat hunian apartemen serviced mencapai 57,2% (+4,4 ppts QoQ). Kenaikan terjadi dari sewa jangka pendek (staycation) turis domestik. Untuk rata- rata harga sewa tahun 2020 Area CBD: Rp 434.997 / m2 / bulan Non-CBD: Rp 350.402 / m2 / bulan.

Transpark Cibubur Mulai Lakukan Serah Terima, Pembeli Siap Tempati Unit

PROPERTI – Di penghujung tahun 2020, Transpark Cibubur menepati komitmennya kepada pembeli dengan melakukan serah terima unit, pada Kamis (31/12). Serah terima merupakan prosesi yang sangat dinantikan oleh pembeli, pertanda unit-unit yang mereka beli sudah siap untuk ditempati. General Marketing Transpark Cibubur, Hansen Yusuf mengatakan, proses serah terima juga menjadi bukti kepada masyarakat, khususnya konsumen bahwa pihaknya selaku pengembang telah berhasil melaksanakan seluruh rangkaian pembangunan. “Serah terima unit merupakan bagian dari milestone sebuah proyek yang paling dinantikan oleh kalangan developer terlebih konsumen,” ujarnya. [irp] Mega superblok Transpark Cibubur terdiri dari apartemen dan hotel yang terintergrasi dengan Mall dengan total luas 4 Ha. Serah terima yang dilakukan adalah untuk unit-unit di Tower Aurora. Selanjutnya, proses serah terima akan terus dilakukan secara bertahap. Dijelaskan Hensen, masih belum berakhirnya pandemi saat ini tidak mempengaruhi Trans Property menyelesaikan proyek Transpak Cibubur hingga dilakukannya serah terima unit. Dirinya juga memastikan, proses serah terima dilakukan dengan tetap menjalankan aturan pemerintah, yang sesuai dengan protokol kesehatan seperti social distancing. [irp] Lebih lanjut diungkapkan Hansen, Transpark Cibubur memiliki fasilitas mewah dan didukung oleh konsep Transit Oriented Development (TOD). Selain itu, kata dia, sda tiga tipe apartemen unggulan di Transpark Cibubur, yakni Tower Aurora, Tower B dan Crystalline yang dapat menjadi pilihan dengan masing-masing ukuran unit yang berbeda. “Fasilitas pendukung di apartmen Transpark Cibubur dapat membuat hari-hari Anda menjadi makin menyenangkan. Mulai dari jogging track, gymcentre, sky garden, Jacuzzi dan area kolam renang pun tersedia untuk memuaskan hobi berenang Anda di kala pagi hari atau sekadar bersantai-santai di samping kolam,” tutur Hansen. Hansen menambahkan, fasilitas bertaraf internasional lainnya adalaha Trans Studio Mall Cibubur sebagai sarana hiburan yang dilengkapi dengan indoor Theme Park. Lalu, ada The Trans Luxury Hotel yang merupakan hotel berbintang dengan fasilitas kelas wahid. Yang pastinya, sambungnya, semua fasilitas tersebut berada dalam satu kawasan, Transpark Cibubur. [irp] Penghuni Transpark Cibubur juga mendapat kemudahan akses dengan berbagai transportasi publik dan dekat pintu tol Cibitung-Cimanggis. Jaraknya hanya 2 menit menuju Transpark Cibubur. Ke depannya, kenyamanan akses makin lengkap dengan hadirnya LRT (Light Rail Transit). “Anda bisa menuju berbagai kawasan di Jakarta seperti Munjul, Cipayung, Kampung Rambutan, Taman Mini, Kramat Jati, Cililitan, hingga Cawang dengan sangat cepat memanfaatkan fasilitas transportasi publik ini,” pungkas Hansen.

Dapat Keistimewaan, WNA Wajib Penuhi Syarat Ini Saat Beli Apartemen

PROPERTI – Aturan kepemilikan satuan rumah susun (sarusun) atau apartemen bagi warga negara asing (WNA) yang tertuang dalam pasal 144 UU Cipta Kerja menuai kontra. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai hal ini bertentangan dengan reforma agraria. Namun, pernyataan tersebut dibantah Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Taufiqulhadi. Menurunya, aturan kepemilikan sarusun bagi WNA ini, tak ada kaitannya sama sekali dengan urusan reforma agraria. [irp] “Ini pendapat yang terlalu ditarik-tarik dan tidak ada korelasinya sama sekali. Apartemen bagi orang asing adalah satu hal, reforma agraria adalah urusan lain,” ujar Taufiqulhadi dalam keterangannya, pada Jumat (06/11/2020). Taufiq menerangkan, ketentuan kepemilikan sarusun bagi orang asing dalam UU Cipta Kerja memang sengaja dihadirkan untuk menyambut investor asing ke Indonesia. Hal ini penting agar orang asing yang datang dan berinvestasi di Indonesia, memiliki tempat tinggal. [irp] “Orang-orang asing diperkirakan akan banyak hadir ke Indonesia selaras dengan kehadiran investasi yang mereka bahwa,” ucapnya. Taufiqulhadi mengilustrasikan, di negara lain, misalnya Australia, jika ada yang membawa investasi dalam skala besar, orang asing bisa membeli tanah dan rumah sekaligus. Namun, Indonesia tak bersikap seliberal itu. Meskipun ada peraturan yang memberikan kesempatan WNA untuk memiliki properti, tapi hanya hak ruang. Artinya, orang asing tidak bisa membeli tanah dan bangunan. “Meskipun kita memberikan kesempatan untuk memiliki properti di Indonesia, tapi hanya rumah dalam arti hak ruang. Orang asing tak bisa membeli rusun sekaligus tanah,” tuturnya. Selain itu, ada syarat-syarat lainnya yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang tengah disusun. Taufiq menilai, syarat pertama adalah orang asing hanya bisa membeli apartemen yang dibangun di atas tanah hak guna bangunan (HGB). Jika rumah apartemen itu hilang, maka kepemilikan tempat hunian orang asing itu pun akan hilang. [irp] “Hal ini diatur dalam PP, apartemen yang diperuntukkan bagi rakyat yang berpendapatan menengah dan rendah, tidak boleh dibeli oleh orang asing,” kata Taufiq. Syarat lainnya adalah orang asing hanya dapat membeli apartemen dalam kategori harga tertentu, yang akan ditetapkan dalam Peraturan Menteri (Permen) nanti. Sebelumnya, kebijakan kepemilikan sarusun dikritisi oleh Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan (KPA) Agraria Dewi Kartika. Ia berujar, kebijakan itu bertentangan dengan reforma agraria, yang tengah gencar dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan salah satu programnya pembagian sertifikat tanah. [irp] “Aturan kepemilikan rumah bagi WNA ini, tentu merugikan karena di tengah pemerintah Jokowi itu sedang gencar melakukan upaya reofrma agraria,” ujar Dewi, pada Selasa (03/11/2020). Ia beralasan, perluasan hak kepemilikan apartemen bagi asing, akan semakin menyulitkan masyarakat miskin untuk mendapatkan rusun. “Banyak warga miskin yang tak punya akses dan hak akan tanah. Namun. di tengah kemacetan agenda reforma agraria, muncul UU Cipta Kerja dengan orientasi bisnis bagi WNA dan badan usaha asing,” cetusnya. Tentu saja, Dewi melanjutkan, kebijakan ini berdampak pada ketimpangan struktur penguasaan tanah di indonesia karena yang akan mendapat kemudahan WNA dan badan usaha asing. Sebagai informasi, Pasal 144 ayat 1 UU Cipta Kerja menyebutkan, hak milik atas satuan rumah susun dapat diberikan kepada di antaranya; 1. Warga negara Indonesia, 2. Badan hukum Indonesia, warga negara asing yang mempunyai izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, 3. Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia; atau 4. perwakilan negara asing dan lembaga internasional yang berada atau mempunyai perwakilan di Indonesia. [irp] Ayat 2 Pasal yang sama mencantumkan bahwa hak milik atas satuan rumah susun dapat beralih atau dialihkan dan dijaminkan. Dalam UU Sapu Jagat ini juga, beberapa pasalnya memberikan sederet keistimewaan bagi warga asing. Selain soal properti, warga asing yang bekerja di Indonesia juga bisa mendapatkan keistimewaan pengecualian pajak penghasilan. Hal itu diatur dalam pasal 111 UU Cipta Kerja yang mengubah aturan perpajakan dalam UU 36 tahun 2008. Pengecualian pajak penghasilan ini memiliki dua syarat, pekerja asing harus memiliki keahlian tertentu dan berlaku selama empat tahun pajak yang dihitung sejak menjadi subjek pajak dalam negeri. Hal itu diatur dalam ketentuan tambahan pasal 4 ayat 1(a), yang berbunyi sebagai berikut: Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), warga negara asing yang telah menjadi subjek pajak dalam negeri dikenai pajak penghasilan hanya atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Indonesia, dengan ketentuan: memiliki keahlian tertentu; dan berlaku selama 4 tahun pajak yang dihitung sejak menjadi subjek pajak dalam negeri (Artha Tidar)

Alami Okupansi Terparah, 3.356 Unit Apartemen Sewa di Jakarta Kosong

PROPERTI – Tingkat hunian atau okupansi apartemen sewa di Jakarta rata-rata sebesar 59,8 persen, turun 13,2 persen terdampak pandemi yang terjadi saat ini. Tingkat okupansi rata-rata pada awal semester 2020 melemah, sebagai dampak kumulatif dari pembatalan penghuni baru dan pemutusan sewa jangka pendek. Namun, sebagian besar penghuni yang menyewa untuk jangka panjang masih stabil. “Okupansi terjadi karena mayoritas penyewa adalah korporasi, dan ekspatriat yang saat pandemi banyak yang pulang ke negaranya atau diminta pulang,” kata Associate Director Strategic Consultancy Knight Frank Indonesia Donan Aditria, pekan lalu. [irp] Rata-rata harga sewa turun secara keseluruhan, tapi yang terbanyak terjadi berada di apartemen sewa non-servis yang berada di central business district (CBD) dibanding apartemen servis di CBD dan apartemen servis di kawasan premium non CBD. Harga sewa rata-rata kini turun 14 persen, dibandingkan Semester II 2019. Pasokan apartemen sewa juga menurun lantaran dua proyek di Jakarta Pusat berhenti melakukan transaksi penyewaan sementara, di tengah pandemi. “Ada pasokan yang akan masuk. Kami estimasikan sampai 2023 ada 1.417 unit dari sembilan proyek baru. Untuk apartemen servis dengan kondisi seperti ini, perlu diantisipasi,” jelasnya. [irp] Donan memprediksi hingga akhir tahun akan ada penurunan okupansi yang lebih tajam, di kisaran 40 persen hingga 50 persen, karena belum semua terpotret di Semester I 2020. Selain itu, faktor kondisi ekonomi yang tak bisa langsung rebound setelah pandemi diprediksi masih akan menekan penyewaan apartemen. “Untuk apartemen servis, ini berbanding lurus dengan bisnis, karena kebanyakan tenant adalah profesional, serta ekspatriat yang disewa korporasi. Kalau ekonomi pulih pun, bisnis tidak bisa langsung rebound. Apartemen servis juga mengikuti, cenderung masih akan tertekan,” ungkapnya. [irp] Angka okupansi apartemen sewa itu, lanjut Donan, bisa dikatakan yang terburuk sepanjang sejarah karena selain pemainnya tak banyak, mayoritas merupakan operator asing. Masalah lainnya, operator apartemen sewa kini harus bersaing langsung dengan sektor perhotelan yang juga menawarkan layanan menginap dalam waktu lama (long stay). Hal serupa juga disampaikan Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip. Willson mengatakan sebagian besar yang masih bertahan merupakan penghuni yang menyewa untuk jangka panjang. Dari 8.341 unit apartemen yang tersedia, sebanyak 3.356 unit saat ini dalam kondisi kosong. [irp] Selain itu, dari sisi suplai apartemen juga menurun 7 persen dari periode sebelumnya. “Dari 3 proyek yang direncanakan akan masuk ke pasar tahun ini, hanya Somerset Sudirman yang jelas menyatakan akan beroperasi pada akhir tahun,” jelasnya. Sementara dari sisi harga sewa, jelas Willson, turun rata-rata sebesar 15 persen. Dengan rincian harga sewa untuk apartemen servis di CBD menurun 12 persen (YoY). Kemudian untuk apartemen servis di prime non-CBD area turun 11 persen (YoY). Adapun tantangan yang lebih besar dihadapi apartemen sewa non-servis di CBD, dengan penurunan harga sewa mencapai 29 persen. [irp] Dengan situasi ini, Wilson menyarankan untuk membeli apartemen karena banyaknya penawaran khusus dan kemudahan pembayaran dari para pengembang. “Bagi calon pembeli (pengguna), saat ini adalah saat yang tepat membeli apartemen, karena penawaran khusus dan berbagai kemudahan pembayaran ditawarkan,” bilang Wilson. Di sektor kondominium atau apartemen strata (apartemen dengan status hak milik), berbagai penawaran promo ditawarkan pengembang saat ini, seperti nol persen uang muka, gratis fully furnished atau semi furnished, beli sekarang bayar kemudian, insentif uang muka, angsuran rendah, hingga angsuran secara bertahap hingga 60 kali. [irp] “Perlu dicatat, angsuran bertahap ini memberatkan pengembang. Sementara penjualan menurun, otomatis cash in turun, sehingga cashflow cukup berat. Ini perlu dicermati di semester berikutnya,” katanya. Sepanjang periode Semester I 2020, tingkat penjualan cenderung stagnan dan relatif sama dengan periode lalu di kisaran 95,4 persen. “Untuk penjualan, nampaknya masih relatif sama. Perlu dicatat, kami melakukan review per semester, masih banyak transaksi masih on going,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Garap Hunian Bagi ASN, Taspen Properti Investasikan Dana Rp 220 Miliar

BERITA PORPERTI- PT Taspen Properti Indonesia, melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerjanya. Setelah lama bergerak di bisnis penyewaan ruang perkantoran, anak usaha PT Taspen (Persero) menjajal manisnya bisnis hunian jangkung. Untuk tahap pertama, Taspen Properti menggarap Apartemen Aspena Residence di bilangan Batu Ceper, Kota Tangerang. Rencananya, hunian vertikal di barat kota Jakarta ini akan dibangun 748 unit apartemen dengan investasi Rp 220 miliar. [irp] Dirut PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro mengatakan pengembangan properti anak usaha PT Taspen sebagai bagian dari strategi perseroan mengoptimalkan pengelolaan aset, khususnya aset properti yang dimiliki perseroan. “Selain memiliki aset sendiri, Taspen Properti yang selama ini menyewakan gedung-gedung milik Taspen. Ke depannya, aset properti milik PT Taspen akan kita serahkan ke Taspen Properti untuk dioptimalkan pengelolaannya,” ujar Iqbal Latanro saat ground breaking Apartemen Aspena Residence di Batu Ceper Tangerang, Rabu (20/3). Sementara itu, Dirut PT Taspen Properti Indonesia, Bayu Utomo menyebut mengembangan Aspena Residence merupakan proyek yang pertama usai bergerak di bidang penyewaan ruang perkantoran. “Apartemen Aspena Residence dikembangkan dengan membidik kalangan milenials yang mengincar hunian pertama,” ujar Bayu Utomo. [irp] Bayu mengatakan, Apartemen Aspena Residance merupakan apartemen dengan harga menengah namun memiliki kualitas yang lebih prima dibanding dengan apartemen sekelasnya. Apartemen ini diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai perusahaan BUMN maupun masyarakat yang berada di wilayah Tangerang maupun sekitar Jakarta. “Aspena Residance dirancang PT JOSO, memiliki ketinggian 42 m (12 lantai) dengan jumlah unit mencapai 748,” jelasnya. Berbagai tipe unit yang tersedia adalah tipe studio seluas 23 m2, tipe satu kamar tidur degan luas 35 m2 dan 40 m2. Penghuni bisa menikmati fasilitas seperti retail, ATM, mushola, tempat bermain anak-anak, dan kolam renang. Adapun harga jual apartemen yang ditawarkan sekitar Rp 16 juta per m2. Harga unit tipe studio mulai dari Rp 389 juta; tipe satu kamar tidur mulai dari Rp 578 juta; dan tipe satu kamar tidur sudut/deluxe mulai dari Rp 668 juta. Untuk para ASN, tersedia 100 unit pertama dengan diskon harga sebesar 10%. Pembelian unit dapat dilakukan dengan cara pembayaran cash keras, cash bertahap, atau fasilitas kredit melalui Bank Mantap, Bank BTN, Bank Mandiri, BRI dan BNI. [irp] “Dibangunnya apartemen ini selain menguntungkan bagi perusahaan dari aspek bisnis, juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya berupa lapangan pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan keahlian yang dimiliki pekerja,” ujarnya. Apartemen Aspena Residance memiliki akses yang sangat strategis yaitu terkoneksi dengan stasiun kereta api Poris, Batu Ceper, serta dekat dengan Bandara Udara Soekarno Hatta (sekitar 15-20 menit) dan nantinya difasilitasi sarana shuttle bus dari lokasi ke stasiun terdekat dan bandara. [irp] Investasi pembangunan Apartemen Aspena Residance ini adalah sekitar Rp 220 miliar, dengan pembiayaan dari Taspen Properti dan pinjaman dari Bank Mandiri. Pembangunan apartemen dimulai sejak Januari 2019, setelah terbitnya IMB, diawali dengan pekerjaan fondasi oleh kontraktor Trocon dan dibantu pengawasannya oleh Arkonin. Untuk pekerjaan kontruksi bangunan mengutamakan sinergi BUMN karya. Proses pembangunan memerlukan waktu sekitar dua tahun, sedangkan topping off struktur direncanakan selesai pada Januari 2020. Bayu berharap hingga akhir 2019, pihaknya bisa menjual sekitar 200 unit. (Artha Tidar)