PNB_Back_Up

Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan OJK Hapus SLIK di Bawah Rp1 Juta

Propertynbank.com – Upaya panjang Dewan Pimpinan Pusat Appernas Jaya bersama asosiasi pengembang perumahan lainnya dalam memperjuangkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah akhirnya berbuah hasil. Kebijakan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan kelonggaran terhadap catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di bawah Rp1 juta menjadi angin segar bagi sektor perumahan, khususnya rumah subsidi. Ketua Umum DPP Appernas Jaya, Dr. Andriliwan Muhammad atau akrab disapa Andre Bangsawan mengungkapkan, perjuangan ini tidaklah singkat. “Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong relaksasi aturan SLIK yang selama ini menjadi hambatan utama bagi masyarakat dalam mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama KPR subsidi,” ujarnya kepada propertynbank.com, Rabu (15/4). Batu Sandungan Akses Rumah Selama bertahun-tahun, SLIK OJK, yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking, menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan kelayakan kredit seseorang. Sistem ini mencatat riwayat kredit individu, termasuk tunggakan, bahkan dalam nominal yang sangat kecil. Permasalahan muncul ketika banyak calon pembeli rumah gagal mendapatkan KPR hanya karena catatan tunggakan kecil, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp1 juta. Kondisi ini dinilai tidak proporsional, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi target utama program perumahan subsidi. Akibatnya, ribuan masyarakat yang sebenarnya mampu mencicil rumah justru terhambat hanya karena persoalan administratif yang relatif kecil. Hal ini turut memperlambat penyerapan rumah subsidi dan menjadi salah satu faktor penyumbang backlog perumahan nasional. Perjuangan Panjang Appernas Jaya Sebagai asosiasi pengembang yang mayoritas anggotanya membangun rumah subsidi, Appernas Jaya aktif menyuarakan persoalan ini. Bahkan, bersama asosiasi lain seperti REI, Apersi, Himperra, dan Asprumnas, mereka telah beberapa kali melakukan audiensi dengan regulator. Di bawah koordinasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Bang Ara, sedikitnya empat kali pertemuan dengan pimpinan OJK sebelumnya dilakukan. Namun, hasilnya belum sesuai harapan. “Perubahan mulai terasa setelah kepemimpinan OJK beralih, dan ibu Kiki (Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi) sangat membantu sehingga hanya dalam dua kali pertemuan singkat, OJK akhirnya menyatakan komitmennya untuk mendukung program strategis nasional perumahan,” ungkap Andre. Menurut dia, kebijakan penghapusan atau pelonggaran SLIK untuk tunggakan di bawah Rp1 juta dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung program 3 juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya kebijakan ini, sambung Andre, masyarakat yang sebelumnya terhambat kini kembali memiliki peluang untuk mengakses pembiayaan perumahan. Appernas Jaya menyebut, kebijakan ini berpotensi menghidupkan kembali mimpi ribuan keluarga untuk memiliki rumah pertama. “Banyak masyarakat yang sebelumnya gagal memiliki rumah karena SLIK kecil, kini bisa tersenyum kembali,” ujar Ketua Umum Appernas Jaya. Kebijakan ini juga dinilai sangat menguntungkan anggota Appernas Jaya. Sekitar 90% pengembang yang tergabung dalam asosiasi ini berada di luar Pulau Jawa, dengan mayoritas konsumen berasal dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah. Kasus SLIK kecil menjadi sangat umum di daerah, mulai dari tunggakan Rp10 ribu, Rp50 ribu hingga Rp1 juta. Dengan relaksasi ini, potensi pasar kembali terbuka lebar. Appernas Jaya bahkan optimistis kebijakan ini akan berdampak signifikan terhadap kinerja penjualan. Tahun ini, asosiasi menargetkan peningkatan penjualan hingga 50% seiring meningkatnya akses pembiayaan bagi konsumen. Peran di Sektor Perumahan Appernas Jaya merupakan salah satu asosiasi pengembang perumahan nasional yang fokus pada pembangunan rumah rakyat, khususnya rumah subsidi. Organisasi ini beranggotakan ratusan pengembang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dengan fokus utama pada penyediaan hunian terjangkau. Peran Appernas Jaya cukup strategis dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam mengurangi backlog perumahan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. “Atas kebijakan ini, Appernas Jaya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya bang Ara selaku Menteri PKP dan pimpinan OJK yang telah mengambil langkah berpihak pada masyarakat kecil. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor properti, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi program perumahan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Andre.

Usai Sabet Trophy IMHA 2025, Arsol Land Raih Penghargaan Anugerah FORWAPERA 2026

Propertynbank.com – Komitmen Arsol Land dalam menghadirkan hunian subsidi berkualitas kembali mendapatkan pengakuan nasional. Dalam ajang Anugerah FORWAPERA (Forum Wartawan Perumahan Rakyat) 2026, Perumahan yang berada di Serang, Banten ini dinobatkan sebagai Rumah Subsidi Kualitas Komersial. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Arsol Land dalam membangun rumah subsidi yang tidak hanya memenuhi aspek keterjangkauan harga, tetapi juga unggul dari sisi desain, kualitas bangunan, tata ruang, serta kenyamanan bagi penghuni. Perumahan ini menegaskan bahwa standar mutu di atas rata-rata pada segmen hunian terjangkau. Selain ini, sebagai Ketua Umum Appernas Jaya, Andriliawan yang akrab disapai Andre Bangsawan juga menerima penghargaan sebagai Asosiasi Pengembang Paling Mendukung Program Perumahan Rakyat. Capaian di Anugerah FORWAPERA 2026 tersebut melanjutkan rekam jejak prestasi Arsol Land sebelumnya. Pada tahun 2025, perumahan ini lebih dulu meraih penghargaan prestisius dalam Indonesia MyHome Award (IMHA) 2025 sebagai Affordable Housing Project with the Best Design and Quality, yang menempatkannya sebagai salah satu benchmark pengembangan hunian terjangkau yang memiliki nilai estetika dan kualitas konstruksi setara proyek komersial. CEO Arsol Land, Andriliawan Muhammad, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi perusahaan untuk terus menjaga idealisme dalam pembangunan perumahan rakyat. “Bagi kami, rumah subsidi bukan berarti kualitasnya harus dikompromikan. Justru tantangannya ada di bagaimana menghadirkan hunian yang layak, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Andriliawan. Ia menambahkan bahwa perumahan yang dikembangkan tersebut sejak awal memposisikan rumah subsidi sebagai produk jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas hidup penghuninya. Karena itu, aspek desain, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga kualitas material tetap menjadi prioritas, meski berada pada segmen harga terjangkau. Fokus Arsol Land “Dua penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus konsisten. Ke depan, Arsol Land akan tetap fokus menghadirkan rumah subsidi dengan standar kualitas yang setara rumah komersial, sekaligus mendukung program perumahan nasional,” tambahnya. Melalui pencapaian ini, Arsol Land semakin mengukuhkan posisinya sebagai pengembang yang berani mendobrak stigma rumah subsidi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat luas.

Arsol Land Apresiasi Pelayanan Secepat Kilat dan Transparan BPN Kota Serang

Propertynbank.com – Kinerja Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Serang mendapatkan apresiasi atas kinerja dan kualitas pelayanannya dari pimpinan Arsol Land Group, Andriliawan Muhammad yang juga Ketua Umum DPP APPERNAS Jaya, sekaligus . Dalam mengembangkan proyek perumahan, pihaknya merasakan secara langsung kecepatan, transparansi, dan profesionalisme pelayanan pertanahan di Kota Serang. Menurut Andriliawan, pencapaian yang diraih jajaran BPN Kota Serang bukan sekadar klaim atau formalitas, melainkan hasil nyata yang dirasakan oleh para pelaku usaha properti. Pelayanan penerbitan maupun pemecahan sertifikat dinilai berjalan sangat cepat dan efisien, bahkan melampaui ekspektasi. “Terus terang ini di luar dugaan saya. Progres pemecahan sertifikat dan penerbitannya bisa saya sebut secepat kilat,” ujar Andriliawan. Ia membandingkan pengalamannya mengurus pertanahan di berbagai daerah lain tempat Arsol Group beroperasi, pelayanan BPN Kota Serang disebut sebagai salah satu yang terbaik. Lebih lanjut, Andriliawan menegaskan bahwa selama proses pengurusan pertanahan di Kota Serang, pihaknya tidak pernah mengalami praktik pungutan liar ataupun biaya di luar ketentuan resmi. Seluruh biaya yang dikeluarkan murni merupakan kewajiban administrasi negara yang dibayarkan melalui mekanisme resmi, seperti ke kantor pajak, bukan kepada oknum tertentu. Baca Juga : BP Tapera Perkuat Sinergi Regulasi Perumahan Bersama Kementerian PKP dan Kemenkum “Mulai dari pendaftaran, pengukuran, sampai terbit sertifikat, semuanya jelas, transparan, dan profesional. Bahkan saat kondisi hujan, tim pengukuran tetap turun ke lapangan. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa,” tambahnya. Menurut dia, apa yang dirasakan Arsol Group di Kota Serang tentu juga dialami pengembang lain yang mengembangkan properti di kota tersebut. Menurut Andriliawan, rekan-rekan pengembang, termasuk perusahaan besar, mengalami pelayanan yang sama baiknya. Hal ini sekaligus mematahkan stigma negatif yang selama ini kerap dilekatkan pada pelayanan pertanahan di sejumlah daerah. Harapan Arsol Land Sebagai Ketua Umum APPERNAS Jaya, Andriliawan bahkan secara terbuka menghimbau Kementerian ATR/BPN yang dalam hal ini Mentri Nusron Wahid, agar standar pelayanan di BPN Kota Serang dapat dijadikan benchmark nasional. Ia menyebut bahwa apa yang diharapkan dan ditegaskan oleh Menteri ATR/BPN terkait pelayanan publik yang cepat, bersih, dan profesional, telah nyata diterapkan di Kota Serang. Baca Juga : 112 Ribu Unit Terdampak, Rekonstruksi Rumah Pascabencana di Sumatera Dipercepat Dampak positif dari pelayanan prima tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengembang, tetapi juga oleh masyarakat sebagai konsumen akhir. Dengan proses sertifikasi yang cepat dan jelas, pengembang dapat melakukan akad tepat waktu, memberikan kepastian hukum kepada pembeli, serta menjaga kualitas pembangunan tanpa terbebani biaya tambahan yang tidak perlu. “Yang menikmati akhirnya adalah masyarakat. Mereka membeli rumah dengan sertifikat yang sudah jelas dan terpecah. Ini membangun kepercayaan dan menciptakan ekosistem properti yang sehat,” jelasnya. Secara khusus Andriliawan yang akrab disapa Andre Bangsawan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kota Serang, Taufik Rokhman, beserta seluruh jajaran. Ia berharap kinerja dan integritas yang ditunjukkan BPN Kota Serang dapat menjadi inspirasi dan diikuti oleh kantor pertanahan lain di seluruh Indonesia. “Semoga apa yang dilakukan Pak Taufik dan timnya bisa menjadi contoh nasional. Pelayanan seperti inilah yang dibutuhkan Indonesia,” pungkasnya.

Presiden Prabowo Sebut Arsol Land Dalam Pidato, Berkontribusi Bangun Rumah MBR

prabowo

Propertynbank.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus menyebut nama Arsol Land di antara enam perusahaan lainnya, sekaligus menyampaikan apresiasi karena dinilai telah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam pidato yang disampaikan saat Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12) lalu itu, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada perusahaan pengembang yang dinilai konsisten mendukung program 3 juta rumah. Menanggapi apresiasi tersebut, Andre Bangsawan yang merupakan Direktur Utama PT Arsol Grup Nusantara, pengembang perumahan Arsol Land mengatakan, pihaknya terus berupaya berkontribusi dalam menghadirkan hunian yang berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Penyebutan Arsol Land oleh Presiden Prabowo menjadi sinyal positif atas peran dunia usaha, khususnya kami selaku pengembang di sektor properti, dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Arsol Land tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga turut memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ujar Andre Bangsawan kepada propertynbank.com beberapa waktu lalu. Baca Juga : Properti Berbasis AI Jadi Standar Baru, Pengembang Manfaatkan Teknologi Hemat Energi Apresiasi tersebut, sambungnya, sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kontribusi dunia usaha sangat dibutuhkan, baik melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun dukungan terhadap ekosistem ekonomi nasional. “Apresiasi ini juga menjadi pengakuan atas kiprah dan komitmen kami dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus berupaya mendukung program pemerintah, khususnya terkait penyediaan hunian, pengembangan kawasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas pemilik nama lengkap Dr. Andriliwan Muhammad yang juga selaku Ketua Umum DPP Appernas Jaya. Menteri PKP Puji Arsol Land Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait juga memuji perumahan Arsol Land karena dibangun dengan mengutamakan kualitas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre (Andre Bangsawan), yang juga merupakan Ketum APPERNAS Jaya yang  telah membangun rumah subsidi dengan kualitas baik untuk masyarakat Kota Serang,” ujar Ara saat kunjungan ke Arsol Land di Kota Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025). Baca Juga : BP Tapera Gandeng 43 Bank Salurkan KPR FLPP 2026, Target 285 Ribu Rumah Dirinya juga mengapresiasi perumahan tersebut karena memberlakukan program gratis BPHTB, tanpa biaya notaris, dan tanpa uang muka. Selain itu, bangunan rumah contoh yang dibangun juga bagus sekali, temboknya dua lapis, dan juga punya atap yang tinggi yakni setinggi 3 meter serta jalannya juga dalam proses pembangunan. “Alhamdulillah, Perumahan Arsol Land yang dikembangkan oleh anggota Appernas Jaya dikira sebagai rumah komersil, padahal ini merupakan rumah subsidi. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkunjung ke perumahan Arsol Land, serta dukungannya terhadap program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Andre.

Menteri PKP Puji Appernas Jaya : Bayi Ajaib Yang Tumbuh Pesat Hanya Dalam 6 Tahun

appernas jaya

Propertynbank.com – Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) kembali menjadi sorotan positif di industri perumahan nasional. Pasalnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan pujian khusus kepada asosiasi ini, yang dinilainya tumbuh sangat cepat dan mampu bersaing dengan asosiasi-asosiasi senior. “Appernas Jaya ini seperti bayi ajaib karena progres dan kontribusinya yang luar biasa dalam waktu singkat. Bukan hanya jumlah anggota yang bertambah dengan cepat, tapi jumlah pembangunan rumahnya juga tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat,” ujar Menteri PKP yang akrab di sapa Ara tersebut di momen perayaan HUT APERSI, Jumat (14/11) lalu. Dalam waktu hanya 6 tahun sejak berdiri, Appernas Jaya telah memiliki lebih dari 1.000 anggota, dengan sekitar 400 anggota yang aktif membangun proyek perumahan. Hingga saat ini, total 7.000 unit rumah telah berhasil dibangun, baik rumah subsidi maupun komersial. Capaian ini dinilai fantastis, terutama mengingat usia asosiasi yang belum lama berdiri. Menteri PKP menegaskan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan keseriusan Appernas Jaya dalam berperan sebagai lokomotif pembangunan perumahan rakyat. Keberadaan asosiasi ini, menurutnya, memberikan dorongan tambahan bagi pencapaian target nasional di sektor hunian. Baca Juga : Dihadiri Menteri PKP, APPERNAS JAYA Gelar Rakernas dan HUT Ke-6 Di Makassar Ketua Umum DPP Appernas Jaya, Dr. Andriliwan Muhammad atau akrab disapa Bang Andre, menegaskan komitmen penuh asosiasi dalam mensukseskan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Prabowo–Gibran. Bang Andre juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan pemerintah mengalokasikan 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. “Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden dan dedikasi Bang Ara (Menteri PKP) yang bekerja dengan hati membantu rakyat melalui rumah layak huni,” ujar Bang Andre kepada propertynbank.com, Minggu (16/11). Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, Appernas Jaya telah menyiapkan stok hingga ribuan unit rumah yang siap untuk dilakukan akad kredit. Unit-unit rumah tersebut tersebar di berbagai provinsi, antara lain Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Riau dan Papua. Bang Andre menegaskan bahwa percepatan penyediaan hunian ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membantu mengurangi backlog perumahan nasional dan meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah layak huni. Komitmen Berkelanjutan Appernas Jaya Sebagai asosiasi yang sedang berkembang pesat, Appernas Jaya menargetkan untuk terus meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kolaborasi dengan pemerintah. Dengan dukungan penuh dari lebih dari seribu anggotanya, asosiasi ini optimistis dapat berperan signifikan dalam ekosistem perumahan nasional. “Program 3 juta rumah bukan hanya target pemerintah, tetapi juga misi bersama kami untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki hunian yang aman dan layak,” tegas Bang Andre. Saat ini Direktur Utama PT Arsol Grup Nusantara ini sedang mengembangkan Perumahan Arsol Land yang terletak di Kota Serang, Banten Dengan pencapaian dan komitmen tersebut, Appernas Jaya kini menegaskan posisinya sebagai kekuatan baru dalam industri properti nasional, sebuah bayi ajaib yang tumbuh menjadi motor baru pembangunan perumahan rakyat.

Dihadiri Menteri PKP, APPERNAS JAYA Gelar Rakernas dan HUT Ke-6 Di Makassar

appernas jaya

Propertynbank.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Nusantara (APPERNAS JAYA) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 APPERNAS JAYA berlangsung dengan meriah dan penuh semangat di Hotel Claro, Makassar. Acara ini dihadiri lebih dari 400 pelaku usaha dari berbagai sektor seperti pengembang perumahan, kontraktor, toko bangunan, UMKM, hingga perbankan nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara, turut hadir dan memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Bang Ara menyampaikan kekaguman atas soliditas dan militansi anggota APPERNAS JAYA yang menurutnya luar biasa loyal terhadap kepemimpinan organisasi. “Meski baru berusia 6 tahun, anggota APPERNAS JAYA telah mencapai hampir 1.000 orang dan tersebar dari Aceh hingga Papua. Ini bukti nyata bahwa organisasi ini hidup dan dipercaya oleh anggotanya,” ujar Bang Ara disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. Antusiasme peserta membuat kapasitas ruang acara tak mampu menampung jumlah undangan yang hadir. Dari kapasitas 250 kursi yang disediakan panitia, lebih dari 200 peserta harus berdiri bahkan berada di luar ruangan untuk tetap mengikuti jalannya kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Bang Ara juga menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar, khususnya terhadap pengembang rumah subsidi. Ia menghimbau para pengembang agar tidak segan melaporkan oknum yang melakukan pungutan disertai bukti valid. Baca Juga : Menteri PKP Gandeng Gubernur DKI Jakarta Gencarkan Sosialisasi KUR Perumahan “Laporkan langsung ke saya. Saya akan teruskan langsung ke Kapolri dan Jaksa Agung. Kita ingin ekosistem pembangunan rumah subsidi yang sehat, bersih, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Bang Ara. Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada seluruh pengembang APPERNAS JAYA untuk membangun rumah dengan hati, dengan tetap menjaga kualitas rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). APPERNAS JAYA Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah Sementara itu, Ketua Umum APPERNAS JAYA Dr. Andriliwan Muhammad atau Bang Andre menegaskan komitmen asosiasi yang dipimpinnya dalam mendukung penuh program 3 juta rumah pemerintah. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas alokasi 350.000 unit rumah subsidi tahun 2025. “Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden dan dedikasi Bang Ara yang bekerja dengan hati membantu rakyat melalui rumah layak huni,” ujar Bang Andre. Baca Juga : Gandeng Danantara dan KADIN Indonesia, Menteri PKP Sosialisasi KUR Perumahan Acara ini juga dirangkaikan dengan Sosialisasi KUR Perumahan yang dipimpin oleh Dirjen Perumahan Perkotaan, Ibu Sri (nama lengkap), bersama dengan Komisioner BP Tapera, Bapak Heru (nama lengkap). Paparan program KUR untuk pengembang kecil dan menengah mendapat antusiasme luar biasa dari peserta. Pimpinan-pimpinan perbankan nasional pun turut hadir dan bahkan rela berdiri demi menyimak paparan hingga acara berakhir sekitar pukul 00.00 WITA. Kehadiran bank-bank papan atas turut memperkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta dalam mendorong percepatan pembangunan perumahan nasional. Puncak emosional acara terjadi saat lampu ruangan diredupkan dan diperdengarkan sebuah lagu karya Ketua Umum APPERNAS JAYA, yang menceritakan perjalanan perjuangan Bang Ara menjadi Menteri PKP. Seluruh peserta yang sebelumnya semangat, tiba-tiba terdiam dan larut dalam lirik yang menyentuh hati. Baca Juga : Kunjungi Perumahan Arsol Land, Menteri PKP Puji Kualitas Rumah Subsidi Di Serang Rakernas dan HUT ke-6 APPERNAS JAYA ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan hunian layak bagi rakyat Indonesia terus tumbuh kuat. APPERNAS JAYA kini bukan hanya sekadar asosiasi, melainkan gerakan nasional yang digerakkan oleh hati dan komitmen tinggi para anggotanya.

Buka Lapangan Kerja, Menteri PKP Dorong Anak Muda Jadi Pengembang Perumahan

Menteri PKP

Propertynbank.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP), Maruarar Sirait, mengajak generasi muda Indonesia untuk terjun ke dunia properti sebagai pengembang perumahan. Menurutnya, menjadi pengembang bukan hanya menjanjikan secara ekonomi, tapi juga bisa menjadi jalan untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Maruarar saat meninjau langsung proyek rumah subsidi di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, Selasa (9/9/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh salah satu pengembang muda, Wawan, yang dulunya bekerja sebagai ojek online namun kini sukses membangun hunian bersubsidi berkualitas. “Saya ingin semakin banyak anak muda yang tergerak jadi pengembang yang punya hati dan profesionalisme. Karena lewat profesi ini, mereka bisa membantu rakyat memiliki rumah layak, sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maruarar. Di lokasi, Menteri PKP mengecek langsung kualitas rumah tipe 30/60 yang dibangun PT. Kawah Anugrah Properti. Ia memperhatikan detail fisik bangunan, mulai dari pintu, ruang tamu, dua kamar tidur, hingga kondisi kamar mandi dan area halaman belakang. Menteri Maruarar pun mengapresiasi perjalanan hidup Muhammad Ridwan yang akrab disapa Wawan yang kini menjabat sebagai Direktur PT. Kawah Anugrah Properti. Ia menyebut Wawan sebagai contoh nyata bahwa siapa pun bisa sukses menjadi pengembang jika memiliki tekad kuat, niat baik, dan kemauan untuk terus belajar. Baca Juga : Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang “Ini bukti nyata bahwa Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mampu membuka peluang nyata bagi masyarakat. Dari seorang pengemudi ojek online kini menjadi pengembang sukses yang memberdayakan banyak orang,” tegasnya. Lebih lanjut, Maruarar menyoroti peningkatan kuota bantuan pembiayaan perumahan lewat FLPP dari 220.000 menjadi 350.000 unit rumah pada 2025. Dengan tambahan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, peluang bagi pelaku usaha muda untuk naik kelas semakin terbuka lebar. “Kalau satu rumah dibangun oleh minimal lima pekerja, maka 350.000 rumah berarti menciptakan lebih dari 1,6 juta lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Ini belum termasuk dampak ekonomi dari aktivitas usaha dan logistik di sekitar proyek,” tambahnya. Komitmen Dukung Program Menteri PKP Sementara itu, Wawan menyatakan komitmennya mendukung penuh Program 3 Juta Rumah yang dijalankan Menteri PKP. Menurutnya, perusahaannya siap membangun lebih banyak rumah subsidi berkualitas di wilayah Serang dan sekitarnya. Baca Juga : Sasar MBR, Ketum Appernas Jaya Bangun Perumahan Arsol Land di Kota Serang “Kami membangun rumah subsidi seharga Rp166 juta dengan desain yang menarik dan kualitas baik. Kami percaya ini bukan hanya bisnis, tapi bagian dari kontribusi untuk negeri,” ujar Ridwan yang mengembangkan perumahan tersebut di Jl. Raya Serang – Pandeglang Km. 5, Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha muda, diharapkan backlog perumahan dapat ditekan dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang bisa memiliki hunian layak dan nyaman. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Appernas Jaya Andre Bangsawan mengatakan, pihaknya mendukung Menteri PKP dalam mendorong anak muda menekuni bisnis properti, khususnya membangun perumahan. “Saya memang dekat dengan pelaku usaha milenial. Apalagi Pak Ridwan sekarang juga sudah bergabung ke Appernas Jaya dan menjadi Bendahara Umum,” ungkap Andre.

Kunjungi Perumahan Arsol Land, Menteri PKP Puji Kualitas Rumah Subsidi Di Serang

Propertynbank.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan ke Arsol Land di Kota Serang, Banten, salah satu perumahan subsidi dengan kualitas yang baik pada Sabtu (9/8/2025) lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri PKP memuji perumahan Arsol Land, yang dibangun dengan mengutamakan kualitas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre (Andre Bangsawan), yang juga merupakan Ketum APPERNAS Jaya yang  telah membangun rumah subsidi dengan kualitas baik untuk masyarakat Kota Serang. Tetap semangat para pengembang rumah subsidi di Kota Serang, mari bergotong royong membangun rumah subsidi berkualitas agar rakyat bahagia,” ujar Menteri PKP yang akrab disapa Ara. Dirinya juga mengapresiasi perumahan tersebut karena memberlakukan program gratis BPHTB, tanpa biaya notaris, dan tanpa uang muka. Selain itu, bangunan rumah contoh yang dibangun juga bagus sekali, temboknya dua lapis, dan juga punya atap yang tinggi yakni setinggi 3 meter serta jalannya juga dalam proses pembangunan. “Alhamdulillah, Perumahan Arsol Land yang dikembangkan oleh anggota Appernas Jaya dikira sebagai rumah komersil, padahal ini merupakan rumah subsidi. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkunjung ke perumahan Arsol Land, serta dukungannya terhadap program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Andre Bangsawan yang merupakan Direktur Utama PT Arsol Grup Nusantara, pengembang perumahan Arsol Land kepada propertynbank.com. Appernas Jaya, imbuh Andre, dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2025 pada bulan September di Makassar. Salah satu topik yang akan dibahas adalah KUR Perumahan yang saat ini masih menunggu penetapan oleh Menteri Hukum dan Menteri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Bapak Menteri Ara minta Appernas Jaya mensosialisasilkan KUR Perumahan dalam Rakernas,” ungkap Andre. Baca Juga : Sasar MBR, Ketum Appernas Jaya Bangun Perumahan Arsol Land di Kota Serang Dalam kunjungan ke Serang, Banten tersebut, Menteri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman datang bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati meninjau sejumlah perumahan bersubsidi yang dinilai memiliki kualitas yang baik. Bagi pengembang di Serang, perumahan bersubsidi tahun ini semakin meningkat dibandingkan tahun lalu. Ketua DPD REI Banten Bapak Roni H Adali menyatakan bahwa saat ini minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah semakin meningkat dengan KPR FLPP. Dirinya menjelaskan, REI Banten siap mendukung Program 3 Juta. REI Banten juga akan meningkatkan target pembangunan rumah subsidi di Banten. “Kami akan berupaya meningkatkan target pembangunan rumah subsidi. Jika sebelumnya 10 ribu unit jadi 15 ribu unit karena memang kebutuhan dan tingginya minat masyarakat,” terangnya. Konsep Rumah Subsidi Saat melakukan kunjungan ke Perumahan Harmoni Residence 3, Menteri Ara langsung berdiskusi dengan  pengembang bagaimana konsep pembangunan rumah subsidi dan penghuni rumah subsidi yang ada. Sebab jalan lingkungannya sangat lebar dan bangunan rumahnya sangat baik dan memiliki fasilitas umum yang baik. Baca Juga : Bangun Rumah Subsidi Lewat Kolaborasi Ekosistem Perumahan Nasional Rumah subsidi, katanya, merupakan jawaban atas kebutuhan rumah masyarakat dan mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Menteri PKP melihat bahwa pengembang perumahan subsidi ini memiliki hati nurani yang baik karena membangun rumah subsidi dengan kualitas dan desain bagus seperti perumahan komersial. Maruarar Sirait juga menyatakan masyarakat yang bekerja di sektor informal kini bisa merasakan manfaat dari Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk bisa memiliki rumah subsidi. Salah satunya di Perumahan Puri Harmoni Indah di Kota Serang, Banten. “Saya terharu program rumah subsidi di Kota Serang, Banten sangat dirasakan manfaatnya bagi rakyat kecil. Ada pedagang warteg, bubur ayam dan bakso yang bisa memiliki rumah subsidi di Puri Harmoni Indah dengan KPR FLPP,” ujar  Menteri Ara. Sementara itu, Pengembang Perumahan Puri Harmoni Indah yakni Esther Kristiany Hadi yang merupakan Direktur PT. Vista Land Group menjelaskan rencana dan potensi pembangunan rumah subsidi ke depan. Pengembang rumah subsidi juga merasa optimis bahwa Program 3 Juta Rumah dengan meningkatnya Program KPR FLPP menjadi 350.000 unit rumah akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Terimakasih atas dukungan Kementerian PKP dalam program rumah subsidi. Kami siap membangun rumah subsidi untuk masyarakat,” tandasnya.

Permudah MBR Mengakses KPR Subsidi, Proses SLIK Disederhanakan

slik

Propertynbank.com – Dalam rangka membahas penyelarasan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mendukung percepatan realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan pertemuan dengan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta Senin (28/7/2025). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maruarar didampingi para ketua umum asosiasi pengembang perumahan. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri perbankan, dan pelaku usaha perumahan agar ekosistem pembiayaan perumahan rakyat berjalan optimal. “Saya mengapresiasi komitmen OJK dan dunia perbankan dalam mendukung program rumah subsidi. Kami ingin memastikan proses pengajuan KPR subsidi tidak terhambat hanya karena faktor administratif dalam sistem SLIK, padahal aturannya sudah jelas,” ujar Menteri Maruarar. Sementara itu, Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa OJK telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh perbankan, yang menegaskan bahwa data dalam sistem SLIK tidak boleh menjadi penghambat utama dalam penyaluran KPR subsidi. “SLIK tidak seharusnya menjadi alasan utama penolakan pengajuan kredit rumah subsidi. Untuk mengantisipasi persoalan di lapangan, kami sudah membentuk Satgas Khusus Penanganan KPR Subsidi,” jelas Dian. Baca Juga : Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang Satgas tersebut, lanjutnya, dapat menerima pengaduan masyarakat, khususnya calon debitur KPR subsidi yang mengalami penolakan oleh bank. Masyarakat dapat melapor melalui kanal resmi OJK di nomor 157. Lebih lanjut, OJK juga tengah mengkaji regulasi agar proses penyaluran KPR subsidi bisa semakin cepat dan efisien. Semua data pengaduan dan laporan penolakan KPR subsidi dari berbagai bank akan dihimpun dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor. Menteri Maruarar menegaskan pentingnya transparansi dan kemudahan akses dalam program perumahan rakyat. Ia menyambut baik langkah OJK dalam membentuk satgas serta mengajak semua pihak menjaga ekosistem perumahan yang sehat, inklusif, dan berkeadilan. “Hal ini merupakan salah bentuk gotong royong dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Kita ingin pastikan, rakyat yang berhak mendapatkan rumah subsidi tidak terkendala hanya karena proses teknis. Ekosistem ini harus kita jaga bersama antara regulator, bank, dan pengembang,” pungkas Menteri Ara. Baca Juga : Lippo Group Diminta Segera Tuntaskan Permasalahan Meikarta Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyampaikan apresiasi atas keterbukaan OJK dalam menerima masukan dari para pelaku usaha dan pengembang. “Alhamdulillah, diskusi tadi berjalan terbuka dan penuh itikad baik. Kami harap solusi konkret segera ditindaklanjuti untuk mengurangi beban masyarakat dan memperlancar program sejuta rumah,” tambahnya. Ketua Umum DPP Appernas Jaya Andre Bangsawan menambahkan, dalam rapat terbatas tersebut, lima Ketua Umum asosiasi pengembang properti menghasilkan kesepakatan bersama, diantaranya apabila ada user atau calon pembeli rumah terkendala BI checking dengan nilai yang kecil, maka pihak asosiasi yang akan menindaklanjuti ke OJK. “Kesepakatan ini sudah kami sampaikan ke media bersama Pak Menteri PKP dan Komisioner OJK. Semoga pertemuan kami dengan OJK tersebut menjadi solusi terbaik bagi MBR untuk memiliki rumah subsidi,” pungkas Andre.

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Program 3 Juta Rumah, Pengembang Siap Jalankan Berbagi Nomic

bpjs ketenagakerjaan

Propertynbank.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BPJS Ketenagakerjaan menyepakati langkah awal kerja sama strategis dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi para pekerja di Indonesia, melalui sinergi program perumahan nasional. Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini telah memberikan dukungan nyata terhadap kebutuhan perumahan pekerja, baik dalam bentuk pembangunan maupun renovasi rumah. “Sudah jelas bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki komitmen yang kuat. Tadi kami bahas, dalam tiga tahun terakhir mereka telah membantu 567 unit rumah di 2022, 494 unit di 2023, dan hingga Juni 2024 telah menyalurkan bantuan untuk 390 unit rumah. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional 3 juta rumah,” ujar Menteri Maruarar (Ara), Kamis (24/7/2025). Lebih lanjut, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman (MoU), dengan fokus pada sinergi antara program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian PKP. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan data kepesertaan yang dimiliki untuk melakukan profiling pekerja yang membutuhkan rumah, serta memastikan mereka mendapatkan akses pembiayaan yang tepat. Baca Juga : Appernas Jaya Apresiasi Kebijakan Insentif PPN DTP 100 Persen Diperpanjang “Dengan jumlah peserta mencapai 39,3 juta orang, kami memiliki basis data yang kuat untuk menargetkan program FLPP dan MLT secara lebih efektif. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung kesejahteraan pekerja,” jelas Pramudya. Dalam kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah tersalurkan 134.400 unit rumah melalui skema FLPP, dan 76 persen di antaranya diakses oleh pekerja swasta yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Rencana kerja sama ini juga mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi perumahan yang disampaikan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan insentif berupa pembebasan uang muka bagi para pekerja yang mengakses rumah subsidi. “Langkah konkret ini akan difasilitasi oleh BPJS Ketenagakerjaan bersama Kementerian PKP melalui sosialisasi langsung ke perusahaan-perusahaan, agar pekerja semakin mudah mendapatkan akses rumah yang layak,” ujar Joko. Berbagi Nomic Kepada BPJS Ketenagakerjaan Sementara Ketua Umum Appernas Jaya Andre Bangsawan mengatakan, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan agar pengembang menjalankan prinsip Berbagi Nomic. Hal tersebut disampaikan Ara saat melakukan pertemuan dengan lima Ketua Umum asosiasi perumahan antara lain REI, Himperra, Apersi, Appernas Jaya dan Asprumnas. Baca Juga : Ara Cetak Sejarah Baru, Ketua Appernas Jaya : Ini Menteri Perumahan Terbaik Sejak Era Orde Baru “Bang Ara menekankan kepada kami berlima selaku ketum Asosiasi dan bersepakat untuk Berbagi Nomic, dimana pengembang akan menggratiskan DP atau uang muka DP sebesar 1 persen kepada seluruh anggota BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Andre Bangsawan. Dengan adanya kerja sama lintas sektor ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pencapaian target nasional penyediaan 3 juta rumah, sekaligus memperluas akses perumahan yang terjangkau dan layak bagi pekerja di seluruh Indonesia.