Dua Proyek Crown Group Masuk Nominasi Best Tall Building in The World 2021
LUAR NEGERI – Dua proyek hunian ikonik yang dibangun oleh Crown Group, Infinity by Crown Group dan Arc by Crown Group, berhasil terpilih masuk nominasi untuk kategori Tall Buildings 100 m dalam The Best Tall Buildings in the World Award for 2021. Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) merupakan salah satu program penghargaan paling bergengsi di bidang desain dan arsitektur. Pasalnya, program ini memiliki banyak peserta yang terdiri dari bangunan yang dirancang secara khas dari seluruh dunia. Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) adalah badan internasional di bidang gedung-gedung tinggi dan desain perkotaan yang berkelanjutan yang berkedudukan di Chicago, Illinois. CTBUH adalah lembaga terkemuka dunia bagi para profesional yang berfokus pada desain dan konstruksi gedung-gedung tinggi dan kota-kota di masa depan. Crown Group sendiri, telah diakui sebagai pemenang berbagai penghargaan untuk proyek-proyek hunian yang dibangun karena konsep desain yang cerdas dan keberanian estetika. Sementara kedua bangunan terpilih dari Crown Group yang dirancang oleh Koichi Takada Architects, identik dengan karyanya yang mengubah cakrawala dan pemandangan kota dengan cara yang paling kreatif dan avant-garde. [irp] Infinity by Crown Group di Green Square Town Centre Sydney, telah dianugerahi UDIA Best Concept Design. Infinity by Crown Group adalah sebuah menara hunian yang menentang konvensi dengan tata letak bentuk melingkar yang mutakhir. Sementara Arc by Crown Group adalah proyek hunian kedua Crown Group yang dinobatkan dalam Best Tall Buildings in the World Award edisi 2021 dan merupakan karya seni menakjubkan di kota pelabuhan favorit Australia. Arc by Crown Group juga telah memenangkan beberapa penghargaan internasional, dengan menampilkan lantai bawah yang terinspirasi dari bangunan tempo lalu yang bertranformasi menjadi menara kaca dan baja modern, dengan lebih dari selusin lengkungan baja. Selain itu, menara ini memiliki atrium seperti katedral delapan lantai yang menjulang setinggi 20m di atas jalan raya, diapit oleh kafe, restoran, dan toko ritel yang trendi. Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan sebuah kehormatan untuk dapat diakui oleh Council of Tall Buildings and Urban Habitat. [irp] “Ini merupakan bukti dari hasil kolaborasi yang menginspirasi untuk mewujudkan proyek Crown Group menjadi nyata. Tujuan kami adalah menawarkan yang terbaik dalam hunian modern melalui desain yang luar biasa. Kami bekerja dengan tim arsitektur dan desain yang memahami pentingnya proyek yang berhubungan dengan lingkungan tempat mereka dibangun. Dengan cara ini, komunitas hunian kami dapat menonjol,” ujar iwan Sunito dalam keterangan tertulis, Senin (17/5). Crown Group, kata Iwan, sangat senang dan merasa terhormat bahwa tidak hanya satu, tetapi dua proyek yang telah terpilih. Infinity by Crown Group dan Arc by Crown Group, sambung dia, adalah proyek utama dalam Portofolio Crown Group. “Kami telah berhasil mengerjakan pengembangan terkemuka di beberapa lokasi utama Sydney dan saat ini memiliki lima proyek besar sedang dikerjakan,” pungkas Iwan.
Dipasarkan Pertama Kali Di Indonesia, Crown Bukukan Penjualan Artis Rp 65 Miliar
PROPERTI – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sejumlah pengembang masih mampu mencatatkan penjualan yang menggembirakan, salah satunya adalah Crown Group. Menariknya, penjualan yang fantastis itu didapatkan hanya dari pembeli dari Indonesia. Head of Sales & Marketing Crown Indonesia, Tyas Sudaryomo menjelaskan, menjelang tutup tahun 2020 lalu, penjualan Artis di Indonesia berhasil membukukan nilai transaksi sebesar Rp. 65 milyar. Hasil ini tentu saja sangat mengembirakan mengingat hantaman pandemi COVID-19 selama 9 bulan terakhir di Indonesia. [irp] Artis mulai diperkenalkan di Indonesia pada tanggal 12 Desember 2020 disaat masih dalam masa PSBB di Jakarta. Namun, hal itu tidak menyurutkan antusiasme para calon investor yang dating baik secara fisik maupun virtual. Bahkan, kata Tyas, sebagian transaksi penjualan yang terjadi, tercipta secara online atau melalui konferensi Zoom. “Antusiasme para calon investor sungguh di luar dugaan kami sebelumnya. Meskipun dengan protap COVID-19 yang sangat ketat dan unit yang kami tawarkan untuk konsumen di Indonesia sangatlah terbatas, mereka masih rela menunggu giliran untuk bisa berkomunikasi langsung dengan perwakilan penjualan Crown Group Indonesia,” ujar Tyas dalam press conference secara virtual, Rabu (27/1). [irp] Tyas mengakui, pencapaian ini belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di kantor pusat Crown Group yang ada di Sydney, Australia. “Hal ini jelas menggambarkan kombinasi akan kebutuhan investasi di masa pandemi dan kepercayaan konsumen atas produk kami,” tegas Tyas. Artis adalah proyek hunian vertikal pertama dari Crown Group yang diluncurkan pertama kali di Indonesia, mendahului Sydney, Melbourne dan Tiongkok. Artis didesain oleh Koichi Takada Architects yang terinspirasi oleh seni menggambar yang akhirnya memunculkan konsep desain Art in Motion yang memiliki dua menara putih melengkung yang mencolok dikelilingi oleh “pita” putih yang berliku-liku. Desain Konsep Artis juga menggambarkan semangat Crown Group akan inovasi yang berkelanjutan, sebagai salah satu pengembang swasta terbesar di Australia. [irp] CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, terjadi peningkatan laba dan penjualan off-the-plan pada tahun buku 2020,meskipun adanya gangguan yang ditimbulkan oleh pandemi. Laporan keuangan satu tahun terakhir (2019 – 2020) termasuk empat bulan pertama pandemi dan lockdown nasional, menunjukkan terjadi kenaikan jumlah akad jual beli dan serah terima unit hingga 25% yang apabila digabungkan bernilai Rp. 4,6 triliun. “Kedepan, kami akan melanjutkan dengan proyek hunian vertikal pertama kami di Brisbane,” tambahnya. Untuk proyek hunian di Brisbane, Crown Group telah menunjuk arsitek asal Jepang, Kengo Kuma dan perusahaan lokal Plus Architecture untuk mendesain pembangunan hunian senilai Rp. 5 triliun yang berlokasi di 117 Victoria Street di West End. Kengo Kuma adalah arsitek Jepang yang sangat terkenal, yang dikenal karena menciptakan beberapa bangunan public dan hunian paling luar biasa di dunia. [irp] Beberapa karya Kuma yang paling terkenal termasuk Museum Seni Suntory di Tokyo, Rumah Tembok Bambu di Cina, kantor pusat Grup LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) di Jepang, dan Stadion Olimpiade Tokyo untuk perhelatan tahun 2020. “Prediksi saya adalah dalam dua hingga tiga tahun kedepan kita akan melihat permintaan besar-besaran yang tidak dapat terpenuhi karena kekurangan pasokan di area-area yang membutuhkan seperti CBD. Dan ini berpotensi meningkatkan harga apartemen baru,” pungkas Iwan Sunito.