PNB_Back_Up

BTN Wujudkan Mimpi Suhadi, Dari Kontrakan ke Rumah Sendiri

Propertynbank.com – Suhadi baru saja tiba di tempatnya bekerja, di sekitaran pusat kota Serang, ibukota propinsi Banten. Seperti biasanya, pria berusia 30 tahun ini sudah sibuk mengerjakan rutinitasnya menangani penjualan sejak pukul 09.00 pagi. Tak banyak yang berubah dari rutinitasnya. Namun, satu hal besar telah berganti dalam hidupnya, kini ia dan keluarganya punya rumah sendiri. Rumah sederhana itu berdiri di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten. Bukan rumah mewah memang, Suhadi merasa sudah cukup baginya bersama istri membesarkan dan mendidik satu anak mereka. Suhadi sangat bangga dengan rumah pertamanya itu, setelah bertahun-tahun hidup mengontrak. “Saya nggak pernah kebayang bisa punya rumah sendiri,” kata Suhadi kepada propertynbank.com, saat acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera dan Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Desember 2025 lalu. Suhadi merupakan salah satu peserta akad kredit massal di perumahan yang dikembangkan oleh PT Kawah Anugerah Properti itu. Pria asal Kebumen, Jawa Tengah itu adalah pekerja swasta di sektor ritel. Penghasilannya pas-pasan, hanya cukup untuk hidup, sekolah anak, dan menutupi kebutuhan harian. Oleh karena itu, untuk memiliki rumah sendiri, dulu rasanya hanya mimpi. Ia bahkan sempat berpikir, mungkin baru bisa punya rumah di usia 40 tahun. Sampai akhirnya ia mengenal skema KPR FLPP lewat Bank Tabungan Negara (BTN) lewat sejumlah tayangan berita dan informasi di media sosial. Dengan tenor 20 tahun, cicilan yang ringan, dan proses yang relatif cepat, Suhadi perlahan membuat mimpinya menjadi nyata. “Ambilnya di BTN. Pelayanannya bagus, prosesnya juga cepat,” ujarnya. Tak ada kerumitan yang berlebihan. Ia datang, bertanya, lalu mengajukan dan akad. Dan hari yang dia tunggu, kunci rumah diserahkan kepadanya. Rumah yang dimiliki Suhadi melalui KPR FLPP memang rumah subsidi. Sehingga, ukurannya pun standar dan desainnya juga sederhana. Jika ada rezeki, Suhadi berniat untuk menambah kamar dan memperluas ruang. ”Tapi untuk sekarang, rumah ini sudah lebih dari cukup,” ucapnya lirih. BTN dan Ekosistem Perumahan Rakyat Kisah Suhadi adalah satu dari jutaan cerita yang tumbuh bersama BTN. Memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia. Mayoritasnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Untuk sepanjang tahun 2025 saja, BTN mencatatkan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun dan laba bersih Rp3,5 triliun. Namun lebih dari angka-angka itu, peran BTN terasa nyata di rumah-rumah kecil seperti milik Suhadi. Bank ini menjadi penyalur terbesar KPR FLPP, dengan kontribusi sekitar 70% dari total nasional. Artinya, dari setiap sepuluh rumah subsidi yang dibiayai negara, tujuh di antaranya difasilitasi BTN. Keberhasilan program ini tentu saja didukung oleh sebuah ekosistem besar yang terdiri dari BP Tapera, pengembang, asosiasi, dan pemerintah pusat serta daerah. Ekosistem ini menghasilkan kerja kolaboratif yang membuat rumah tidak lagi jadi barang mewah bagi rakyat kecil. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hadir langsung pada Akad Massal KPR Sejahtera di Pondok Banten Indah, menegaskan bahwa backlog perumahan nasional masih besar. Sekitar 29 juta keluarga masih membutuhkan rumah layak. Tantangan itu tidak kecil, tapi juga tidak mustahil jika semua pihak bergerak bersama. Presiden menyampaikan apresiasi kepada BTN atas kontribusinya dalam mendukung program perumahan rakyat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “BTN bukan sekadar bank, melainkan alat negara yang ikut memastikan hak dasar rakyat atas hunian bisa terpenuhi,” ungkapnya. Peran Aktif BTN Bermula dari Postpaarbank, kini BTN sudah menjadi bank dengan DNA perumahan rakyat, yang memahami risiko MBR, memahami ritme hidup debitur kecil, dan konsisten berada di segmen yang sering dihindari bank lain. Di usia ke 76 tahun dan sudah tidak muda bagi sebuah institusi keuangan, BTN justru menegaskan kematangan perannya sebagai penjaga denyut pembiayaan perumahan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan, BTN tidak sekadar bertahan namun tetap tumbuh, konsisten, dan relevan. Refleksi dari perjalanan panjang BTN yang selama lebih dari tujuh dekade telah menyalurkan pembiayaan untuk 5,8 juta unit rumah, dengan pangsa pasar KPR nasional mencapai 39%. Berdasarkan data BP Tapera, total nasional hingga 19 Desember 2025 mencapai 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun, rekor tertinggi sepanjang sejarah program. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut pertumbuhan tersebut sebagai buah dari transformasi berkelanjutan. Perbaikan proses kredit, efisiensi operasional, hingga pengelolaan pendanaan yang lebih optimal menjadi fondasi penguatan kinerja. KPR Subsidi masih menjadi portofolio utama BTN dan akan terus dikembangkan secara agresif. “BTN akan memperluas strategi penyaluran dengan menggandeng berbagai institusi, perusahaan, dan organisasi untuk menciptakan permintaan (create demand) dari calon debitur potensial. Mulai 2026, kami akan fokus menjalin kerja sama dengan institusi di berbagai sektor, seperti KPR subsidi bagi guru-guru Muhammadiyah,” jelas Nixon. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai lonjakan penyaluran FLPP sebagai bukti meningkatnya minat MBR terhadap hunian layak dan terjangkau, sekaligus konfirmasi efektivitas BTN sebagai lokomotif pembiayaan perumahan. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga BTN tumbuh 14,6% menjadi Rp437,4 triliun, didorong akselerasi digital melalui superapp Bale by BTN. Penggunanya mencapai 3,7 juta, dengan 2,2 miliar transaksi senilai Rp103,6 triliun. Kualitas aset pun membaik, tercermin dari NPL gross 3,1%, NPL coverage 123,9%, dan CAR 20,9%. Tonggak penting lainnya adalah pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai anak usaha. Dengan aset Rp73 triliun, pembiayaan Rp55 triliun, dan DPK Rp59 triliun, BSN kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia, sebagai penopang baru visi Beyond Mortgage BTN. Mandat Konstitusi Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto, menegaskan BTN sebagai alat konstitusional untuk memenuhi hak bermukim rakyat. Melemahkan fokus BTN, menurutnya, sama dengan menyerahkan hak hunian sepenuhnya pada logika pasar. “BTN bukan bank karbitan. BTN bukan sekadar BUMN pencetak dividen. Ia adalah instrumen kebijakan negara,” tegasnya. Pandangan serupa disampaikan Muhammad Joni, Sekretaris Dewan Pakar The HUD Institute dalam tulisan kolomnya di propertynbank.com. BTN, katanya, adalah alat bernegara yang menjaga mandat Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, hak warga negara untuk bertempat tinggal dan hidup sejahtera. Sementara untuk menumbuhkan jiwa wirausahawan di sektor perumahan, BTN menggelar BTN Housingpreneur, kompetisi yang bertujuan untuk menciptakan inovasi yang akan membantu perkembangan kewirausahaan terkait perumahan di Indonesia yang berfokus pada prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability). Event BTN Housingpreneur 2025 mendapat respon sangat positif dengan hasil yang sangat menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 57 inovator baru

Dalam 2 Bulan Pemerintahan Prabowo, BTN Salurkan KPR 30.000 Unit

Propertynbank.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam 2 bulan pemerintahan Prabowo telah berhasil mendorong penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk hampir 30.000 unit rumah melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku kagum melihat kinerja BUMN spesialis pembiayaan perumahan yakni BTN, telah menyalurkan KPR bagi hampir 30ribu unit rumah sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo bahwa kinerja Kementerian BUMN sangat bagus karena bisa mendorong BTN dalam penyaluran KPR. Saya doakan kita semua kompak bekerja sama untuk memberikan perumahan bagi rakyat Indonesia,” ujar Maruarar di sela acara Akad KPR Massal di Pondok Taktakan, Serang, Banten, Kamis (12/12). Baca Juga : Bersama Tiga Menteri, Dirut BTN Paparkan Solusi Pencapaian Program Tiga Juta Rumah Maruarar juga mengapresiasi inovasi BTN sebagai BUMN, yang mampu menyalurkan KPR tidak hanya bagi masyarakat berpenghasilan tetap, tapi juga bagi kelompok pekerja informal. “Saya apresiasi BTN yang bisa memberikan KPR, contoh pemilik warung bakso bisa mendapatkan KPR, meski tidak memiliki slip gaji. Ada juga pemilik warung sayur yang bisa mendapatkan KUR, bahkan pekerja disabilitas juga bisa mendapatkan KPR,” lanjut Maruarar. Adapun, BTN serentak melakukan akad massal di seluruh Kantor Cabang BTN di Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN ke-48. Mengusung tema “KPR Pasti BTN”,  kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret BTN dalam mendukung upaya pemerintah mempermudah akses masyarakat dalam pembiayaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria mengatakan langkah BUMN bersama Kementerian PKP mendorong program perumahan karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan masa depan masyarakat Indonesia. “Program yang dijalankan Bapak Presiden adalah program yang menyangkut masa depan, khususnya anak-anak Indonesia. Kita punya program Tiga Juta Rumah, program Makan Siang Gratis yang berfokus pada masa depan anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujar Doni. Baca Juga : BTN Siapkan Strategi Dukung Program 3 Juta Rumah  Doni menambahkan tentunya program perumahan di Indonesia dapat berjalan dengan baik karena dukungan penuh dari Kementerian PKP. Di tempat yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan dalam 2 bulan pemerintahan Presiden Prabowo, perseroan telah menyalurkan KPR untuk hampir 30 ribu unit rumah. “Tahun depan, kami juga telah memiliki ratusan ribu unit stok rumah untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah,” jelas Nixon. Nixon melanjutkan BTN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan, sehingga 8% pertumbuhan ekonomi dan 0% poverty dapat terwujud. “Sebagai bank penyalur KPR sejak 1976 hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR lebih dari 5,2 juta unit yang tersebar secara nasional, baik melalui pembiayaan perumahan subsidi, non subsidi maupun pembiayaan perumahan syariah. Kegiatan seremonial penyaluran KPR pada hari ini adalah langkah awal kita semua, dan kami berharap bahwa inisiasi ini akan berlanjut terus sampai kebutuhan perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia terpenuhi,” tutur Nixon. KPR Massal BTN Sementara itu, KPR massal di Serang ini diikuti oleh 235 calon debitur, mencakup KPR Subsidi dan KPR Non-Subsidi, sebanyak 225 unit,  sementara KPR Subsidi dan Non Subsidi melalu BTN Syariah  sebanyak 10 unit, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nixon mengatakan, 72 orang atau lebih dari 30% debitur dalam akad massal tersebut adalah wanita, sedangkan 81% dari mereka tergolong segmen millenial dengan umur termuda yakni 21 tahun. “Sampai dengan saat ini BTN masih memiliki potensi debitur yang sudah lolos uji sebanyak kurang lebih 44.000 yang diharapkan dapat segera disalurkan pada awal bulan Januari 2025,” kata Nixon.

BTN Luncurkan BTN Prospera, Bidik Pertumbuhan Dana Hingga Rp8 triliun

btn prospera

Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan BTN Prospera, sebuah layanan eksklusif dan komprehensif untuk mendukung nasabah segmen Emerging Affluent dalam mencapai aspirasi keuangan serta memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka. Mengusung Brand Promise “Unlocking Your Potential”, inisiatif tersebut merupakan bentuk komitmen BTN dalam memenuhi kebutuhan nasabah untuk membangun kekayaan secara berkelanjutan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Direktur Distribution and Institutional Funding BTN Jasmin mengatakan bahwa perseroan menghadirkan layanan BTN Prospera untuk nasabah segmen Emerging Affluent, yang memiliki dana simpanan sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta. Layanan BTN Prospera diharapkan menjadi batu loncatan bagi para nasabah menuju segmen lanjutan yakni BTN Prioritas, yang merupakan kategori untuk nasabah pemilik dana dengan nilai di atas Rp500 juta. Baca Juga : RUPST BTN Putuskan Bagikan Dividen Rp700,19 Miliar dan Setujui Posisi Direksi Baru “Kami memahami dan mengerti bahwa setiap individu memiliki kesempatan dan potensi yang luar biasa, yang perlu diwujudkan dan diselaraskan dengan kebutuhan masing-masing dari mereka. BTN Prospera hadir dengan solusi perbankan dan keuangan yang tepat untuk membantu nasabah dalam mengoptimalkan kekayaan secara jangka panjang,” ujar Jasmin dalam Press Conference Peluncuran BTN Prospera di Jakarta, Jumat (22/3). Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Hakuhodo Institute of Live and Living (Hill) ASEAN pada 2023, 10% dari populasi di kawasan ASEAN merupakan segmen Emerging Affluent, dan 9% dari total populasi Indonesia masuk dalam kategori tersebut. Survei tersebut memperkirakan, masyarakat segmen Emerging Affluent akan bertumbuh tiga kali lipat pada tahun 2023 dan 2024. Dengan potensi yang besar tersebut, Jasmin menargetkan BTN Prospera bisa mendorong pertumbuhan dana portfolio nasabah BTN Prospera dan membidik nasabah baru lebih dari 6.000 nasabah dengan total target pertumbuhan dana mencapai Rp8 triliun hingga akhir tahun ini. Saat ini jumlah nasabah BTN yang memiliki dana kelolaan antara Rp100 juta hingga Rp500 juta mencapai lebih dari 44.000 nasabah dengan nilai dana kelolaan mencapai lebih dari Rp 9 triliun. Baca Juga : Di Usia ke 74 Tahun, BTN Luncurkan Logo Baru dan Makin Percaya Diri “Kami optimistis target tersebut bisa dicapai dengan berbagai strategi yang perseroan terapkan ditambah potensi nasabah yang masih bisa dibidik masih sangat besar di Indonesia,” jelas Jasmin. Menurut dia, untuk mencapai target tersebut perseroan akan melakukan beberapa hal diantaranya melakukan pelatihan terhadap 128 Prospera Banking Officer (PBO) di seluruh cabang BTN. Perseroan juga akan melakukan penawaran BTN Prospera melalui ekosistem bisnis dan optimalisasi telemarketing dalam menawarkan produk bank dan layanan BTN Prospera. “Yang tidak kalah pentingnya adalah benefit yang ditawarkan BTN Prospera sangat banyak. Kami memahami dan mengerti bahwa setiap individu memiliki kesempatan dan potensi yang luar biasa, yang perlu diwujudkan dan diselaraskan dengan kebutuhan masing-masing dari mereka. BTN Prospera hadir dengan solusi perbankan dan keuangan yang tepat untuk membantu nasabah dalam mengoptimalkan kekayaan secara jangka panjang,” katanya. Jasmin menjelaskan, benefit yang ditawarkan BTN Prospera berbasis pada tiga keistimewaan untuk mengelola potensi yang besar dari setiap nasabah sesuai pribadi mereka, yakni pertumbuhan kekayaan (Wealth Growth), stabilitas keuangan (Financial Stability), dan pemenuhan gaya hidup serta manfaat loyalty (Lifestyle and Loyalty). Dalam Wealth Growth, nasabah dapat menikmati berbagai macam solusi produk dan transaksi perbankan yang dapat mengoptimalkan kekayaan. Terkait Financial Stability, BTN berupaya memprioritaskan kebutuhan hari tua nasabah dan mengutamakan kenyamanan keluarga mereka. Sedangkan terkait Lifestyle and Loyalty, perseroan memberikan layanan bertransaksi yang cepat dan mudah, serta manfaat loyalty untuk memenuhi gaya hidup yang disesuaikan dengan pribadi masing-masing nasabah. Makna BTN Prospera Nama Prospera juga mengandung unsur kata Sejahtera atau Prosperity, yang bermakna bahwa BTN mendukung nasabah tidak hanya dalam mencapai kekayaan materi, tetapi juga melibatkan keseimbangan hidup dan kebahagiaan melalui berbagai macam tujuan finansial nasabah,” tegas Jasmin. Baca Juga : BTN Mobile, Membangun Ekosistem Perumahan Dengan Kekuatan Teknologi Lebih lanjut, Jasmin mengatakan, inisiatif BTN Prospera merupakan salah satu upaya strategis perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), yang hingga akhir tahun 2023 telah mencapai Rp349,93 triliun. Selain itu, dengan adanya BTN Prospera, perseroan berharap inisiatif ini dapat turut mendorong peningkatan Fee Based Income (FBI) dan penyaluran kredit perseroan. Dengan begitu, lanjut Jasmin, BTN dapat menjadi bank penyedia solusi keuangan satu atap (One Stop Financial Solution) pilihan nasabah. Eksklusif dan Komprehensif Nasabah BTN Prospera dapat menikmati beragam produk dan layanan perbankan dan keuangan yang tersedia di BTN secara eksklusif, baik secara offline maupun digital. Sebagai contoh, nasabah akan mendapatkan layanan eksklusif dari 128 Prospera Banking Officer (PBO) yang tersedia di 81 Kantor Cabang dan 541 Kantor Cabang Pembantu di seluruh Indonesia. Para PBO siap memberikan pendampingan untuk bisnis dan pengelolaan kekayaan (Business & Wealth Advisory) nasabah. Tidak hanya itu, nasabah akan mendapatkan berbagai infomasi terkini mengenai pengembangan bisnis dan investasi melalui layanan business corner, e-booklet, dan saran lainnya. Nasabah BTN Prospera dapat mengakses berbagai fitur dan layanan melalui kanal digital BTN, contohnya BTN Mobile dan Internet Banking Business. Sebagai bentuk apresiasi bagi kesetiaan nasabah, BTN memberikan manfaat loyalty melalui BTN Spekta Poin dan PLUS: Loyalty Platform. “Untuk menunjang gaya hidup nasabah, BTN memberikan sejumlah manfaat yang menarik untuk bertransaksi perbankan, yakni di antaranya kartu debit, kartu kredit co-branding dan layanan pinjaman lainnya yang akan diluncurkan segera, serta layanan eksklusif di lounge bandara,” pungkas Jasmin.

RUPST BTN Putuskan Bagikan Dividen Rp700,19 Miliar dan Setujui Posisi Direksi Baru

Propertynbank.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST BTN) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyetujui pembagian dividen sebesar 20% atau Rp700,19 miliar dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp3,5 triliun. Sebesar 80% atau sejumlah Rp2,8 triliun akan digunakan sebagai saldo ditahan untuk pengembangan usaha perseroan. Nilai pembagian dividen tersebut setara dengan Rp49,89 per lembar saham yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham, yakni Pemerintah Republik Indonesia sebesar 60% dan Publik sebesar 40%. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, nilai pembagian dividen tahun buku 2023 meningkat sekitar 15% dari total dividen tahun buku 2022 sekitar Rp609 miliar. Pembagian dividen tahun buku 2023 merupakan komitmen perseroan untuk meningkatkan kontribusi kepada pemerintah, serta upaya perseroan untuk meningkatkan shareholders value kepada investor. “Pemberian dividen sebesar 20% tetap akan dapat menjaga rasio permodalan perseroan pada tahun 2024 di atas persyaratan regulator. Kami berharap dengan pembagian dividen ini para investor makin setia dengan saham BBTN,” kata Nixon pada Press Conference RUPST Tahun Buku 2023 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (6/3). Baca Juga : Di Usia ke 74 Tahun, BTN Luncurkan Logo Baru dan Makin Percaya Diri Dengan komposisi saham pemerintah sebesar 60%, perseroan akan menyetorkan dividen sebesar Rp420,1 miliar ke Rekening Kas Umum Negara. Dividen untuk tahun buku 2023 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan. RUPST BTN Setujui Laporan Tahunan Selain itu, RUPST BTN juga menyetujui beberapa mata acara lainnya, yakni: Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun Buku 2023 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Mengesahkan dua hal, yakni: (1) Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2023 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, dan (2) Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil untuk Tahun Buku 2023 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Keduanya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota jaringan Ernst & Young Global). Penetapan Remunerasi (gaji/honorarium, fasilitas, dan tunjangan) Tahun 2024, serta Tantiem atas Kinerja Tahun 2023 bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Penunjukan Akuntan Publik (AP) dan/atau Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) untuk Tahun Buku 2024. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II). Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. Baca Juga : BTN Mobile, Membangun Ekosistem Perumahan Dengan Kekuatan Teknologi Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi Dalam RUPST BTN menyetujui perubahan susunan pengurus Dewan Komisaris BTN yang memberhentikan dengan hormat: Alm Ahdi Jumhari Luddin sebagai Komisaris M Yusuf Permana sebagai Komisaris dan mengangkat saudara: Adi Sulistyowati sebagai Komisaris Independen Bambang Widjanarko sebagai Komisaris Dengan demikian, susunan Anggota Dewan Komisaris BTN saat ini adalah sebagai berikut: Komisaris Utama : Chandra M Hamzah Wakil Komisaris Utama : Iqbal Latanro Komisaris Independen : Armand B Arief Komisaris Independen : Sentot A Sentausa Komisaris Independen : Andin Hadiyanto Komisaris : Herry Trisaputra Zuna Komisaris : Himawan Arief Sugoto Komisaris Independen : Adi Sulistyowati* Komisaris : Bambang Widjanarko* Selanjutnya, RUPST BTN juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru yakni dengan mengangkat: Muhammad Iqbal sebagai Direktur SME & Retail Funding Sehingga, sususan baru Anggota Dewan Direksi yang telah disetujui RUPST yakni: Direktur Utama : Nixon LP Napitupulu Wakil Direktur Utama : Oni Febriarto Rahardjo Direktur Information Technology : Andi Nirwoto Direktur Assets Management : Elisabeth Novie Riswanti Direktur Distribution & Institutional Funding : Jasmin Direktur Consumer : Hirwandi Gafar Direktur Risk Management : Setiyo Wibowo Direktur Finance : Nofry Rony Poetra Direktur Human Capital, Compliance & Legal : Eko Waluyo Direktur Operational & Customer Experience : Hakim Putratama Direktur SME & Retail Funding : Muhammad Iqbal* Nixon menyampaikan, jajaran pengurus baru perseroan akan membuat BTN semakin optimistis dalam melanjutkan transformasi yang telah berjalan sebelumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka pencapaian visi perseroan untuk menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada tahun 2025. Pada tahun 2024, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan, dana pihak ketiga, serta laba bersih di sekitar 8%-12% secara yoy. Sedangkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross ditargetkan terjaga pada kisaran 3.2% hingga 3%. “Kami optimistis dengan adanya tambahan direksi dan komisaris baru akan membuat kinerja perseroan semakin cemerlang dalam mewujudkan visi BTN menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia di 2025,” pungkasnya.  

BTN Mobile, Membangun Ekosistem Perumahan Dengan Kekuatan Teknologi

BTN mobile, bank digital

Propertynbank.com – Pengguna telepon selular atau telepon genggam terus meningkat dari waktu ke waktu. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dengan jangkauannya yang luas, perangkat pintar ini juga berperan sebagai media pencari informasi, menonton hiburan dan sebagai perangkat pendukung aktifitas penting lainnya. Menurut survey terbaru dari Google, penggunaan perangkat pintar di Indonesia saat ini sudah mencapai 354 juta perangkat. Itu artinya, jauh melampaui total penduduk Indonesia yang berjumlah 278,69 juta jiwa pada pertengahan 2023 menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Bisa jadi, banyak penduduk di Indonesia yang menggunakan lebih dari satu telepon selular. Tak heran jika Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara dengan pasar telepon selular terbesar. Besarnya pangsa pasar dari pengguna telepon selular ini, menjadi peluang bagi semua sektor industri untuk meningkatkan penjualan, termasuk industri perbankan. Keunggulan dari teknologi yang dimiliki oleh perangkat pintar seperti telepon selular, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin guna mendukung semua jenis kegiatan perbankan, salah satunya digital banking. Baca Juga : Sasar Keluarga Baru, Bank BTN Gelar Wedding Festival dan Pameran Perumahan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, kinerja BTN yang terus tumbuh, ditopang penuh oleh transformasi digital banking terutama pada aplikasi BTN Mobile. SuperApp BTN Mobile merupakan aplikasi mobile banking unggulan Bank BTN dalam memberikan kemudahan layanan bagi para nasabahnya. “BTN ingin terus menciptakan rantai nilai berkelanjutan dalam ekosistem digital, terutama pada core bisnis di bidang KPR. Kami akan terus menambah mitra dan layanan dalam BTN Mobile untuk memudahkan calon nasabah dan nasabah existing kami bertransaksi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk terkait aset rumah mereka,” ujar Nixon beberapa waktu lalu. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. Perseroan mampu menggaet lebih banyak pengguna BTN Mobile seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak transaksi. Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. Penyempurnaan Layanan Melalui BTN Mobile Saat pertama kali diluncurkan, BTN Mobile diperkenalkan sebagai salah satu perwujudan BTN dalam menyediakan layanan aplikasi dari hulu ke hilir. BTN Mobile hadir sebagai aplikasi yang memiliki beragam fitur yang mempermudah nasabah dalam satu aplikasi. BTN Mobile juga terhubung dengan Ekosistem BTN, yang mana melalui satu aplikasi BTN Mobile nasabah dapat mengakses berbagai solusi digital lainya seperti BTN Properti, virtual branch, dan e-mitra. Untuk memberikan kenyamanan kepada penggunanya, tampilan BTN Mobile didesain sangat modern dengan fitur yang lebih lengkap dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Salah satu fitur unggalannya yakni online open account, split bill, Autodebit, BTN ekosistem yang menghubungkan ke layanan digital channel Bank BTN lainnya, dan cashflow tracker. Baca Juga : Tumbuh 15%, Laba BTN Tahun 2023 Tembus Rp3,5 Triliun Agar pengguna BTN Mobile terus meningkat dan pada akhirnya juga meningkatkan kinerja Bank BTN, maka program ini akan terus diperkaya dengan konten dan fitur bermanfaat seperti, menjalin kerjasama dengan berbagai mitra strategis untuk memudahkan nasabah melakukan pembayaran secara instant di BTN Mobile, serta menjalankan Promo transaksi echannel yang secara regular dan promo thematic. Hadirnya SuperApp BTN Mobile akan membuat Bank BTN memiliki pelayanan yang lebih baik berkat pemanfaatan teknologi digital. Saat ini Bank BTN sudah memiliki ekosistem perumahan, sehingga melalui kekuatan BTN Mobile, mampu mengkombinasi kekuatan teknologi dan kekuatan ekosistem perumahan. Sebagaimana diketahui, lebih dari 90 persen portofolio kredit Bank BTN berupa kredit perumahan, dimana Bank BTN memiliki keunggulan kompetitif di sektor pembiayaan rumah. Bank BTN telah menguasai sekitar 40% market share KPR secara nasional dan menggerakkan 181 sub-sektor ekonomi dan lebih dari 7.000 pengembang perumahan telah bermitra dengan Bank BTN hingga kini. Sementara di sektor KPR subsidi, Bank BTN mendominasi sebesar 83% dan menjadi kontributor utama untuk program perumahan rakyat. Dalam dua tahun ke depan, Bank BTN berharap dapat membiayai 1 juta rumah subsidi. Dengan kekuatan ini, Bank BTN mendukung upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Tumbuh 15%, Laba BTN Tahun 2023 Tembus Rp3,5 Triliun

Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencapai kinerja gemilang. Laba BTN tahun 2023 sebesar Rp3,5 triliun, tumbuh 15% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp3,04 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit dan pembiayaan serta peningkatan fee based income perseroan pada tahun 2023 lalu. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif pada berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset. “Kinerja positif perseroan dan meningkatnya laba BTN tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon pada Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di, Menara BTN, Jakarta, Senin (12/2). Baca Juga : Minat Pembiayaan Syariah Meningkat, Laba UUS BTN Naik 70 % Menurut Nixon, pada tahun 2023, pertumbuhan laba BTN tahun 2023 juga ditopang keberhasilan BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp333,69 triliun atau naik 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp298,28 triliun. Pertumbuhan di sisi kredit dan pembiayaan ini melampaui pencapaian kredit yang disalurkan industri perbankan nasional sebesar 10,38% pada tahun 2023. Dijelaskan Nixon, pertumbuhan kredit BTN dan laba BTN tahun 2023 masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. Untuk penyaluran KPR Subsidi pada tahun 2023 mengalami kenaikan 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp145,86 triliun. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dari Rp87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp96,17 triliun pada tahun 2023. “Kami terus memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, hal ini membuat rasio kredit bermasalah  atau non-performing loan (NPL)  tetap terjaga dengan baik. Transformasi yang dilakukan, membuat BTN berhasil menurunkan NPL gross menjadi sebesar 3% pada tahun 2023 atau turun signifikan dari tahun 2022 yang sebesar 3,4%. Bahkan penurunan sangat terasa jika dilihat dalam lima tahun terakhir, pada tahun 2019 NPL gross BTN masih bertengger di level 4.8%,” ungkap Nixon. Disisi lain, disamping meningkatnya laba BTN tahun 2023, bank ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp349,93 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp321,93 triliun. Dari jumlah tersebut kontribusi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp188 triliun atau naik 20,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp156 triliun. Dengan kenaikan tersebut, komposisi dana murah BTN mencapai 53,7% terhadap total DPK. Baca Juga : Dongkrak Sektor Perumahan, BTN Sambut Positif Stimulus Bebas Ppn Properti Kenaikan signifikan dana murah berupa giro dan tabungan di BTN terlihat selama lima tahun terakhir. Pada 2019, porsi dana murah BTN masih di level 43,4% dan perlahan menanjak menuju 48,5% pada 2022. “Transformasi menjadi bank tabungan yang kami gagas sejak tahun 2019 telah membuahkan hasil pada tahun 2023 ini. Porsi dana murah yang mencapai hampir 54% merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BTN,” katanya. Menurut Nixon, kenaikan dana murah ini turut ditopang oleh transformasi digital banking yang dilakukan BTN, terutama pada aplikasi BTN Mobile. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. Perseroan mampu menggaet lebih banyak pengguna BTN Mobile seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak transaksi. Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. “BTN ingin terus menciptakan rantai nilai berkelanjutan dalam ekosistem digital, terutama pada core bisnis di bidang KPR. Kami akan terus menambah mitra dan layanan dalam BTN Mobile untuk memudahkan calon nasabah dan nasabah existing kami bertransaksi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk terkait aset rumah mereka,” ujar Nixon. Secara keseluruhan, dengan total penyaluran kredit serta perolehan DPK yang tumbuh signifikan, BTN mampu membukukan total aset sebesar Rp439 triliun sepanjang tahun 2023, meningkat 9,1% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp402 triliun. Bank BTN, kata Nixon, telah berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis di sepanjang 2023 dengan perbaikan strategi secara berkelanjutan dan dengan ditopang prinsip kehati-hatian. Baca Juga : 47 Tahun Salurkan KPR, Peran Bank BTN Sangat Dibutuhkan Dalam Pembiayaan Perumahan “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pertumbuhan sesuai dengan visi kami untuk menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025. Sejalan dengan visi tersebut, BTN yang telah mencapai usia 74 tahun ingin terus meningkatkan kontribusi nyata untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang saat ini masih mencapai 12,7 juta,” pungkas Nixon Laba BTN Tahun 2023 Didukung Kinerja BTN Syariah Disamping laba BTN tahun 2023 yang meningkat tajam, kinerja gemilang juga ditorehkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah sepanjang tahun 2023. BTN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp702,3 miliar pada 2023. Jumlah tersebut melesat 110,5% dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp333,6 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4% menjadi Rp37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6  triliun. Peningkatan signifikan juga terjadi pada DPK BTN syariah yang tumbuh pesat sebesar 20,7% menjadi Rp41,8 triliun pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya sebesar Rp34,64 triliun. Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45,3 triliun. “Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS yang akan dilaksankan tahun ini,” tegasnya.

Jelang HUT Ke-74, BTN Gelar Anugerah Jurnalistik dan Foto Berhadiah Rp174 Juta

bank btn

Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN untuk menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun ke-74. Ajang tersebut memberikan total hadiah senilai Rp174 juta. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN tersebut menjadi ajang apresiasi kepada Rekan-Rekan Jurnalis yang terus mendukung Bank BTN. Menurutnya, dukungan yang positif dari para jurnalis juga membuat Bank BTN sukses menjalankan misinya dalam memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia. Melalui Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN, lanjut Nixon, pihaknya juga berharap mendapatkan masukan yang membangun dari para jurnalis. “Tentunya melalui karya jurnalistik, kami berharap mendapatkan beragam masukan yang membangun untuk mengembangkan bisnis Bank BTN terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat dan layanan perbankan yang modern. Sebab, dengan industri pembiayaan perumahan yang tumbuh positif, tentunya akan turut menopang perekonomian nasional,” jelas Nixon dalam keterangan yang dterima, Senin (8/1/2024). Baca Juga : Minat Pembiayaan Syariah Meningkat, Laba UUS BTN Naik 70 % Adapun, Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN dibuka secara gratis bagi seluruh wartawan baik wartawan media cetak, online, maupun pewarta foto. Ajang perlombaan ini mengangkat tema: “74 Tahun Peran Bank BTN Membiayai Rumah dan Membangun Ekonomi Bangsa” dengan sub tema: 1. BTN Sebagai Raja KPR Penguasa Pasar Pembiayaan Perumahan Di Indonesia. Ingat KPR, Ingat BTN. 2. Menggali Berbagai Potensi Bisnis Bank BTN Di Luar Core Business Pembiayaan Perumahan Bagi MBR. 3. BTN Mobile Sebagai Super App Serba Lengkap dan Modern Untuk Mendukung Ekosistem Perumahan. 4. Peluang BTN Memperkuat Bisnis Usaha Syariah Menjadi Bank Umum Syariah Besar di Indonesia. Menurut Nixon, Bank BTN sebagai pionir dan pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ingin terus mengembangkan bisnisnya. Beberapa potensi bisnis yang tengah dijajaki perseoan mulai dari Kredit UMKM, Kredit Agunan Rumah (KAR), Kredit Ringan (Kring) untuk pegawai, dan berbagai kredit lainnya. Baca Juga : Sasar Keluarga Baru, Bank BTN Gelar Wedding Festival dan Pameran Perumahan Selain itu, ujar Nixon, Bank BTN juga terus berinovasi melalui BTN Mobile untuk menyediakan layanan perbankan lengkap yang mendukung ekosistem perumahan nasional. Di segmen syariah, Bank BTN juga berupaya memperkuat bisnisnya dengan menyiapkan berbagai langkah strategis. “Melalui BTN Syariah, kami ingin mendukung industri perbankan syariah nasional sehingga dapat memberikan layanan terbaik bagi para nasabah,” tutur Nixon. Pelaksanaan Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN Di samping untuk para jurnalis, Anugerah Jurnalistik dan Foto Bank BTN ini juga dibuka bagi karyawan BTN di seluruh Indonesia. Adapun kompetisi jurnalistik ini akan dimulai pada Senin, 8 Januari 2024 dan ditutup pada Minggu, 19 Februari 2024 pukul 23.59 WIB dan pemenang akan diumumkan pada 25 Februari 2024. Untuk info lebih lanjut, dapat mengakses instagram resmi Bank BTN di @bankbtn.

Antisipasi Kebutuhan Nasabah Saat Nataru, Bank BTN Siapkan Uang Tunai Rp19,68 Triliun

bank btn

Propertynbank.com – Menyambut momen Natal dan tahun baru (Nataru) pada periode 18 Desember 2023 hingga 5 Januari 2024, Bank BTN (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  mengalokasikan uang tunai sebesar Rp19,68 triliun. Dibandingkan alokasi anggaran uang tunai yang disiapkan pada Nataru tahun lalu sebesar Rp19 triliun, jumlah tersebut mengalami kenaikan 3,5%. Corporate Secretary Bank BTN, Ramon Armando menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menjamin tercukupinya kebutuhan dana tunai bagi nasabah dalam periode tersebut. Dari total dana tunai Rp19,68 triliun yang telah disiapkan tersebut, sebanyak Rp5,90 triliun atau 30% akan dialokasikan untuk pengisian ATM BTN di seluruh Indonesia. “Sisanya, yakni sebesar Rp13,76 triliun atau 70% dari total dana tunai yang dianggarkan akan dialokasikan untuk memasok dana tunai pada setiap kantor cabang BTN di berbagai daerah,” ujar dalam keterangannya, dikutip Sabtu, (14/12/2023). Baca Juga : Minat Pembiayaan Syariah Meningkat, Laba UUS BTN Naik 70 % Ramon menambahkan, penetapan kenaikan alokasi dana tunai pada momentum Nataru kali ini juga dilatar belakangi oleh meningkatnya aktivitas daya beli masyarakat. “Alokasi uang tunai mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang dan sesudah Natal dan Tahun Baru,” jelasnya. Promo HUT KPR Bank BTN Sementara untuk memudahkan dalam melakukan transaksi perbankan, Ramon mengajak para nasabah dapat menggunakan BTN Mobile yang saat ini fiturnya sudah sangat lengkap. Bagi nasabah yang berlibur dimana saja, kata dia, bisa memanfaatkan BTN Mobile untuk berbagai transaksi mulai pembelian, pembayaran, transfer, Tarik tunai ataupun transaksi menggunakan QRIS. “Masih ada promo-promo pada HUT KPR Bank BTN ke-47 yang bisa dimanfaatkan oleh nasabah seperti diskon sebesar 47% untuk pengajuan KPR BTN dan ditambah voucher Rp1 juta untuk KPR BTN Prioritas,” imbuh Ramon. Sedangkan untuk nasabah yang hobi kuliner, Bank BTN memberikan diskon hingga 50% untuk para penggemar resto Gulu-Gulu, Sour Sally, Chigo Flip, Kopi Kenangan, Chubap, Gindaco, Pizza Hut dan Chatime. “Bagi penggemar Solaria ada diskon Rp30.000 dan Shihin diskon Rp15.000. Untuk penyuka Rejuve ada promo buy 2 get 3,” tambahnya. Baca Juga : Sasar Keluarga Baru, Bank BTN Gelar Wedding Festival dan Pameran Perumahan Bukan hanya promo makanan dan minuman, untuk para pengguna transportasi juga ada diskon menarik. Bagi pengguna MyBluebird ada diskon hingga 50%, pelanggan KAI  ada cashback tabungan Rp10.000 dan pelanggan Grab ada diskon Rp10.000. Tidak hanya itu untuk top up pulsa baik Telkomsel, XL maupun IM3 ada cashback tabungan 47%, pembayaran PLN cashback tabungan 20% dan top up e-wallet seperti Gopay, OVO, Shopee, Dana serta transaksi menggunakan QRIS BTN Mobile juga mendapatkan cashback tabungan 47%. “Promo  dalam rangka HUT KPR BTN ke-47 itu masih dapat dinikmati nasabah Bank BTN hingga 31 Desember 2023 dengan menggunakan aplikasi BTN Mobile, Kartu Debit BTN Visa dan Kertu Debit BTN Syariah Visa,” pungkas Ramon.

47 Tahun Salurkan KPR, Peran Bank BTN Sangat Dibutuhkan Dalam Pembiayaan Perumahan

bank btn

Propertynbank.com – Hari ini, 10 Desember 2023 setiap tahunnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) KPR yang kali ini merupakan ke-47 tahun. Hingga saat ini, Bank BTN tak hentinya menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara dengan menjadi bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) terbesar di Indonesia. Kiprah Bank BTN selama 47 tahun, telah menyalurkan KPR dan mewujudkan impian tak kurang dari 5,6 juta masyarakat Indonesia beserta keluarganya memiliki hunian yang layak dengan nilai pembiayaan sekitar Rp470 triliun. Perjalanan panjang BTN ini, menjadi sumber kekuatan untuk terus mendukung sektor perumahan dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, Bank BTN memiliki momentum yang sangat baik untuk terus bertumbuh pesat dan berkelanjutan setelah berkiprah selama 47 tahun dalam membantu masyarakat Indonesia menggapai mimpi mereka untuk memiliki rumah. Baca Juga : Sasar Keluarga Baru, Bank BTN Gelar Wedding Festival dan Pameran Perumahan “Tentunya, banyak pelajaran yang kami petik dalam membangun ekosistem perumahan selama ini. Hal ini menjadi bekal untuk perbaikan dalam mencapai aspirasi menjadi bank penyalur KPR terbaik di Asia Tenggara,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (10/12/2023). Dikatakan Nixon, Bank BTN sangat mengapresiasi peran pemerintah dan seluruh stakeholder serta masyarakat yang telah membantu perseroan mengemban amanah untuk dapat memenuhi terwujudnya impian masyarakat memiliki rumah selama 47 tahun. Momentum HUT KPR ke-47 tahun ini akan menjadi penyemangat Bank BTN untuk berkontribusi lebih besar lagi kepada negara dalam mensejahterakan rakyat melalui pembiayaan perumahan. Sinergi Bank BTN dengan seluruh stakeholder, sambung Nixon, termasuk Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan DPR RI telah berhasil mewujudkan mimpi jutaan rakyat Indonesia beserta keluarganya memiliki rumah impian yang layak. Bank BTN, kata dia, akan terus mendorong sebanyak mungkin rakyat dengan mudah memiliki rumah melalui KPR. Bank BTN sebagai kepanjangantangan pemerintah harus ikut aktif berperan dalam mengimplementasikan amanah Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1 yang berbunyi : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. “Dalam pemenuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tentu pemerintah tidak bisa sendirian dalam mewujudkannya. Diperlukan kerjasama berbagai pihak baik dari regulator, asosiasi pengembang, dan perbankan termasuk Bank BTN,” ujar Nixon. Baca Juga : Dongkrak Sektor Perumahan, BTN Sambut Positif Stimulus Bebas Ppn Properti Lebih lanjut Nixon menegaskan, Bank BTN terus berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni khususnya bagi MBR. Komitmen ini dibuktikan perseroan dengan kontribusi yang sangat besar terhadap Program Sejuta Rumah. Lebih dari 90 persen portofolio kredit Bank BTN berupa kredit perumahan, Bank BTN memiliki keunggulan kompetitif di sektor pembiayaan rumah. Bank BTN telah menguasai sekitar 40% market share KPR secara nasional dan menggerakkan 181 sub-sektor ekonomi dan lebih dari 7.000 pengembang perumahan telah bermitra dengan Bank BTN hingga kini. Sementara di sektor KPR subsidi, Bank BTN mendominasi sebesar 83% dan menjadi kontributor utama untuk program perumahan rakyat. Dalam dua tahun ke depan, Bank BTN berharap dapat membiayai 1 juta rumah subsidi. Dengan kekuatan ini, Bank BTN mendukung upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan di sektor KPR non-subsidi, Bank BTN terus mengoptimalisasi upaya untuk membidik segmen menengah ke atas atau emerging affluent. Bank BTN membuka sales center di beberapa tempat dan bermitra dengan para pengembang perumahan di suburban dan perkotaan. Bank BTN optimistis bahwa sektor properti Indonesia akan tetap bertumbuh pesat karena rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tertahan di angka 3%, jauh di bawah negara-negara tetangga di ASEAN. Kemudian, masih terdapat 12,7 juta keluarga yang belum memiliki rumah dan 1,8 juta pernikahan baru setiap tahunnya. Baca Juga : Sediakan Rumah Bagi Atlet Sepakbola, PSSI Apresiasi Bank BTN Selain itu, diperkirakan terdapat tambahan 77 juta orang Indonesia yang akan digolongkan sebagai segmen berpendapatan menengah pada 2025. Hal ini ditopang pula dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia di berbagai aspek. Peran Bank BTN Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menilai pencapaian Bank BTN dalam menyalurkan KPR diraih dengan tidak mudah. Hal ini terkait dengan peran dan mandat pemerintah kepada Bank BTN sebagai agen perubahan sekaligus penyedia rumah untuk seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Di satu sisi, sebagai perusahaan publik, Bank BTN harus konsisten mencetak pertumbuhan laba dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham (shareholders values). Tapi, di sisi lain, menjalankan tugas mulia pemerintah dalam membantu masyarakat mengakses pembiayaan rumah yang terjangkau,” katanya. Menurut Piter, Bank BTN dituntut mampu menyeimbangkan antara menjalankan visi bisnis dan misi sosial secara bersamaan. “Memang tidak mudah, tapi mandat tersebut membuat bankir Bank BTN akan terlihat berbeda dan layak berbangga. Publik akan selalu ingat  satu hal bahwa, dibalik rumah milik rakyat, selalu ada peran BTN di dalamnya,” kata Piter. Baca Juga : Bertransformasi Menjadi Bank Modern dan Kekinian, BTN Jalankan 6 Langkah Strategis Selain itu, Piter juga mengapresiasi inovasi Bank BTN dalam menyediakan KPR bagi kelompok masyarakat menengah bawah yang selama ini terpinggirkan, seperti pekerja sektor informal, para pedagang pasar hingga anak milenial yang baru masuk dunia kerja. Mereka ini sejatinya tidak mudah memenuhi kriteria layak KPR, terutama dalam hal kecukupan penghasilan, uang muka dan kemampuan mengangsur. “Tanpa keberpihakan bankir dan improvisasi dalam penerapan prinsip manajemen risiko, mereka akan sulit mendapatkan KPR. Bank BTN berani melakukan itu dengan tetap menjalankan prinsip kehatihatian yang tinggi. Inilah peran penting Bank BTN yang tak tergantikan,” pungkas Piter.

BTN Rilis KPR Ramadhan Berfaedah, Uang Muka 0 % Hingga Angsuran Berjenjang

btn, bank bumn

Propertynbank.com – Memanfaatkan bulan Ramadhan tahun 1444 H, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bertajuk Ramadhan Berfaedah. Program ini ditujukan untuk KPR non subsidi yang dikenal dengan KPR Platinum. Program Ramadhan Berfaedah berlangsung sejak awal puasa lalu pada 23 Maret dan berakhir hingga 30 April mendatang setelah Hari Raya Idul Fitri. Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk. Mochamad Yut Penta menjelaskan, program Ramadhan Berfaedah ditujukan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah di saat ada momen khusus seperti Ramadhan dan Idul Fitri. “Program ini memberikan banyak kemudahan dan salah satunya adalah suku bunga fix 3,99% selama setahun. Selain itu juga ada kemudahan biaya provisi dan administrasi berupa diskon 50%. Juga ada kemudahan terkait angsuran kredit dengan sistem berjenjang dan uang mukanya pun variatif mulai dari 0%,” jelas Yut Penta melalui keterangan tertulis kepada propertynbank.com, Minggu, (01/04). Promo KPR Ramadhan Berfaedah Lebih lanjut Yut Penta menambahkan, program KPR Ramadhan Berfaedah ini bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat yang memiliki penghasilan non fixed income. Selain itu juga ada cashback THR jika nasabah melakukan akad kredit dilakukan sebelum tanggal 10 April mendatang. Baca Juga : Tumbuh 28,15%, Bank BTN Bukukan Laba Rp3,04 triliun di Tahun 2022 Yut Penta mengatakan, penawaran atau pun promosi seperti ini terus dilakukan BTN untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat memiliki rumah impiannya. Selain banyak inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik terus dilakukan Bank BTN hingga menciptakan ekosistem perumahan yang terintegrasi dengan digital mortgage ecosystem. “Dari sisi pembelian pada ekosistem perumahan digital ini BTN telah memiliki platform btnproperti.co.id untuk penyediaan rumah baru dan rumahmurahbtn.co.id untuk penyediaan rumah seken. Sehingga konsumen bisa memilih unit rumah yang diinginkannya dan juga juga memangkas waktu dalam memilih dan melakukan proses pembelian rumahnya,” pungkas Yut Penta. Sementara dari sisi layanan penjualan, BTN telah mengembangkan fitur baru khusus developer pada platform btnproperti.co.id yang di dalamnya ada layanan cash management,B2B integration bank, supplai chain, dan e-mitra bank BTN.