BSI Rangkul Masyarakat Terapkan Wisata Berkelanjutan di Cikole Lembang
Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong kelestarian lingkungan dan implementasi ESG. Kali ini BSI mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular di Tanah Air. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen BSI untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, melalui implementasi prinsip Environment, Social and Governance (ESG) demi mewujudkan pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan. Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan BSI sebagai satu-satunya bank yang memberikan keseimbangan antara kebutuhan finansial, sosial dan spiritual, terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Baca Juga : Sentra UMKM BSI Bedugul BSI Diresmikan, Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bali “Kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari implementasi ESG BSI pada pilar Sustainable Operation dan pilar Sustainable Beyond Banking. BSI fokus terhadap kegiatan yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia di tahun 2060 salah satunya dengan mengkampanyekan wisata yang tetap menjaga kelestarian lingkungan dan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” kata Hery dalam keterangan tertulis. Di Cikole Lembang, Bank Syariah Indonesia mengadakan kegiatan pengecatan tempat sampah, menempatkan tempat sampah di sejumlah titik strategis lokasi wisata, pengelolaan sampah, dan mendaur ulangnya agar dapat dipergunakan kembali menjadi barang serbaguna. Lalu, Bank Syariah Indonesia juga berpartisipasi dalam perbaikan mushola yang ada di sekitar lokasi wisata tersebut. Selain itu, Bank Syariah Indonesia memberikan edukasi pengolahan sampah agar bisa didaur ulang dan dijual kembali untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Bank Syariah Indonesia melalui produk dan layanan yang komprehensif secara konsisten menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi nasabah, masyarakat dan umat selaras dengan prinsip-prinsip ESG. Hery memaparkan terdapat tiga pilar utama implementasi ESG yang dilakukan Bank Syariah Indonesia. Baca Juga : Sepanjang September 2024, BSI Buka Layanan Weekend Banking di 504 Kantor Cabang Pertama, Sustainable Banking yang terdiri dari inisiatif peningkatkan tata kelola, pengembangan produk keuangan, dan peningkatan penyaluran pembiayaan berkelanjutan. Kedua, Sustainable Operation yang meliputi inisiatif pencapaian target Net Zero Emission (NZE), transformasi digital, dan perlindungan data pribadi. Ketiga, Sustainable Beyond Banking yang mencakup inisiatif perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat serta optimalisasi distribusi zakat, infaq sedekah dan wakaf (ZISWAF) untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Hery menegaskan dalam menjalankan implementasi ESG, Bank Syariah Indonesia memiliki visi untuk menjadi The Best Global Islamic Bank Based on Implementation Sustainable Finance. Dalam mencapai visi tersebut, Bank Syariah Indonesia memiliki sejumlah misi implementasi ESG. Pertama, memberikan akses keuangan berkelanjutan di Indonesia dengan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kedua, menjadi bank yang memberikan kontribusi terbaik kepada ekonomi, lingkungan, dan sosial. BSI bertekad menjadi bank syariah global terbaik berdasarkan penerapan keuangan berkelanjutan dalam hal rasio pembiayaan berkelanjutan dan implementasi CSR, untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas. BSI Donasi Pohon via BYOND Bank Syariah Indonesia juga terus berupaya untuk berinovasi dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, BSI memfasilitasi nasabah untuk dapat berdonasi pohon yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND By BSI. Baca Juga : BSI Gelar CEO Mengajar di Unhas Makassar dan Berikan Beasiswa Rp5,5 Miliar BSI merupakan Bank Syariah Pertama yang menyediakan fasilitas transaksi perbankan sekaligus donasi untuk lingkungan secara digital dalam satu aplikasi. Program donasi yang diluncurkan kali ini bertema Sedekah Pohon Untuk Negeri dan berkolaborasi bersama mitra strategis BSI, yaitu BSI Maslahat. Hasil dari pengumpulan donasi ini nantinya akan disalurkan kembali untuk program penanaman pohon di seluruh Indonesia. Sepanjang 2024, Bank Syariah Indonesia meraih beberapa penghargaan bergengsi dari komitmen mereka dalam mengimplementasikan ESG secara serius. Tercatat Bank Syariah Indonesia mendapatkan penghargaan Appreciated Social ESG Report dan Investor Daily ESG Appreciation Night, lalu sebagai Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024, dan Katadata Green Initiative Awards 2024. Hingga kuartal III-2024, Bank Syariah Indonesia berkontribusi dalam melakukan green activity di antaranya penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan mencapai Rp62,5 triliun. Didominasi sektor SME (Rp34,1 triliun), Mikro (Rp15,1 triliun) dan pembiayaan berkelanjutan (Rp6,7 triliun). Bank Syariah Indonesia juga aktif mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon melalui penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan pembiayaan. Bank Syariah Indonesia mengoperasikan berbagai inisiatif hijau, termasuk pembangunan gedung berkonsep ramah lingkungan di Aceh, penggunaan 115 kendaraan listrik (EV), charging station, pemasangan panel surya yang berfokus pada efisiensi energi.
Sentra UMKM BSI Bedugul BSI Diresmikan, Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bali

Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) meresmikan Sentra UMKM BSI di Kampung Candikuning, Bedugul, Bali pada 18 Oktober 2024. Ini merupakan BSI komitmen untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan, saat ini BSI semakin fokus untuk pemberdayaan UMKM. Ia menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Sentra UMKM Bedugul menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi syariah dengan tiga bidang usaha utama yakni pertanian holtikultura, minimarket yang menjual produk-produk lokal, serta gedung serbaguna untuk kegiatan ekonomi dan sosial seperti pertemuan dan acara pernikahan. Baca Juga : Berangkatkan 5 UMKM Binaan ke Arab Saudi, BSI Dukung UMKM Go Global “Kami memilih Bali karena sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. Dengan adanya Sentra UMKM di sini, kami berharap dapat mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,” jelas Dewi dalam keterangan tertulis. Sentra UMKM BSI di Bedugul, Kampung Candikuning menjadi salah contoh sentra UMKM BSI yang memilki prioritas sektor pariwisata dan menjadi pertama kali diresmikan oleh BSI. Kampung Candikuning berlokasi di antara 3 obyek wisata popular yaitu Pura Ulun Danu Bratan, Danau Beratan dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Di Sentra UMKM BSI Bedugul jumlah penerima manfaat direncanakan sebanyak 50 KK dan 160 jiwa. “BSI semakin fokus pada pemberdayaan UMKM. Hal tersebut menjadi salah satu upaya strategis perseroan untuk mendorong dan memperkuat peran ekonomi syariah sebagai katalis utama penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Dewi. Baca Juga : Sepanjang September 2024, BSI Buka Layanan Weekend Banking di 504 Kantor Cabang Dewi mengatakan, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui dana ZISWAF, khususnya zakat. Oleh karena itu, BSI berkolaborasi dengan BSI Maslahat dan BAZNAS RI membangun Sentra UMKM untuk memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk berusaha dan peningkatan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. “Sentra UMKM ini menjadi salah satu implementasi dari program zakat kami, yang diharapkan dapat mengangkat mustahik dari yang semula tidak bankable menjadi bankable,” ujar Dewi. Dia juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara Sentra UMKM BSI dengan BSI UMKM Center yang saat ini ada di empat kota besar Indonesia. “Kelas usaha di Sentra UMKM berbeda dengan UMKM Center. Di UMKM Center, kami mendukung usaha kecil, menengah, dan mikro, sedangkan di Sentra UMKM fokus kami adalah pada usaha mikro dan ultra mikro,” jelas Dewi. Baca Juga : Culture AKHLAK Jadi Pondasi Membangun SDM BSI Lebih ia menambahkan bahwa penerima manfaat UMKM Center terbuka untuk umum dan didanai melalui pembiayaan sedangkan Sentra UMKM ditujukan khusus untuk mustahik, dengan pendanaan berasal dari zakat, dengan fokus untuk membantu UMKM menjadi legal, feasible, dan bankable. Sebaran Sentra UMKM BSI Hingga Agustus 2024, BSI telah membangun 35 Sentra UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Program ini telah memberikan manfaat kepada 3.717 jiwa dengan penyaluran dana zakat sebesar Rp 17,4 miliar, di mana Rp 1,5 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk Sentra UMKM Bedugul. Baca Juga : BSI Gelar CEO Mengajar di Unhas Makassar dan Berikan Beasiswa Rp5,5 Miliar Dewi menegaskan bahwa pembukaan Sentra UMKM BSI ini juga merupakan salah satu komitmen BSI untuk meningkatkan pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Bali Tengah agar terjadi pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat Bali. “Semoga kehadiran BSI di Bedugul mampu membawa nilai tambah, kemaslahatan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Bali,” pungkas Dewi.
Sepanjang September 2024, BSI Buka Layanan Weekend Banking di 504 Kantor Cabang

Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) kembali menghadirkan layanan weekend banking di 504 kantor cabang selama September 2024, demi memberikan kemudahan bagi nasabah yang membutuhkan layanan perbankan di akhir pekan atau weekend banking. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan bahwa layanan weekend banking rutin dilakukan oleh BSI untuk membantu nasabah dan mengoptimalisasikan kebutuhan mereka. Perseroan membuka weekend banking untuk layanan teller maupun customer service agar nasabah tetap dapat melakukan transaksi meskipun di akhir pekan. “BSI melihat bahwa kebutuhan nasabah untuk bertransaksi tidak hanya di hari kerja, namun juga di akhir pekan. Oleh karenanya, weekend banking BSI hadir untuk membantu nasabah tetap dapat melakukan transaksi yang dibutuhkannya meskipun sedang akhir pekan. Nasabah dapat mengecek lokasi weekend banking BSI melalui website www.bankbsi.co.id,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis. Baca Juga : Dukung PON XXI Aceh-Sumut, BSI Siapkan Uang Tunai Rp2,8 Triliun Seiring dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh 2024, BSI juga menggelar weekend banking di Aceh sebagai bentuk dukungan bagi para atlet, pengunjung, serta masyarakat Aceh. Menurut Wisnu, selama penyelenggaraan PON, BSI membuka 30 outlet weekend banking di Aceh. “Kami menyadari bahwa PON Aceh adalah acara besar yang akan melibatkan banyak pihak, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, BSI berkomitmen memberikan layanan perbankan terbaik, termasuk dengan mengadakan weekend banking di Aceh, agar kebutuhan transaksi para peserta, tamu, dan masyarakat setempat dapat terpenuhi dengan optimal, bahkan di akhir pekan,” ujar Wisnu. Ia juga menegaskan bahwa BSI siap untuk berkontribusi terhadap suksesnya acara nasional tersebut. “Dengan layanan ini, kami berharap para nasabah dapat melakukan transaksi keuangan dengan lancar selama berlangsungnya PON Aceh. BSI berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran acara ini melalui fasilitas perbankan yang mudah diakses,” tambah Wisnu. Weekend Banking Inovasi BSI BSI terus berinovasi untuk menjangkau nasabah di berbagai wilayah, terutama di area yang jauh dari ATM dan kantor cabang. Untuk itu, BSI telah menyiapkan 103 ribu BSI Agen yang dapat melayani transaksi setor dan tarik tunai, pembayaran listrik, air, pembelian pulsa, dan lainnya. Selain itu, kemudahan juga ditawarkan melalui BSI Mobile, yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai tanpa kartu, pembayaran tagihan bulanan, transfer antar-bank, hingga pembukaan rekening. Baca Juga : Culture AKHLAK Jadi Pondasi Membangun SDM BSI BSI mencatat pertumbuhan signifikan pada BSI Mobile. Hingga Juni 2024, total transaksi BSI Mobile mencapai lebih dari 247 juta transaksi dengan volume mencapai Rp298,82 triliun. “BSI terus mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan bank, terutama informasi palsu tentang perubahan tarif antar-bank yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. “Kami mengimbau nasabah untuk selalu mengecek saldo secara berkala, mencetak rekening koran, dan rutin mengganti kata sandi demi keamanan,” tutup Wisnu.
Dukung PON XXI Aceh-Sumut, BSI Siapkan Uang Tunai Rp2,8 Triliun

Propertynbank.com – Dalam rangka mensukseskan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,8 triliun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan transaksi masyarakat selama perhelatan olahraga tingkat nasional tersebut berlangsung. Menurut Anton Sukarna selaku Direktur Sales & Distribution BSI, memastikan ketersediaan uang tunai merupakan salah satu komitmen BSI dalam turut menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024. Hal ini tidak lepas dari posisi BSI yang melayani hampir segala sendi kehidupan masyarakat di Bumi Serambi Mekah. “Uang tunai yang kami siapkan sebesar Rp2,8 triliun. BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia tentu ingin ambil bagian dalam usaha menyukseskan gelaran PON XXI. Aceh menjadi salah satu provinsi penyelenggaranya. Selain itu, ini juga salah satu komitmen BSI untuk menyukseskan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh,” kata Anton dalam keterangan tertulis. Baca Juga : Resmikan UMKM Center Makassar, BSI Perkuat UMKM di Indonesia Timur Lebih lanjut Anton menjelaskan, besaran Rp2,8 triliun tersebut merupakan hasil proyeksi atas kebutuhan uang tunai ATM selama 30 hari (1-30 September 2024) di Regional Aceh yang diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 15,6% dari realisasi Juli 2024. Sebagai informasi, kegiatan PON XXI diperkirakan diikuti oleh 18.000 atlet, official dan panitia, dengan estimasi 4.242.000 pengunjung. Dalam rangka mendukung suksesnya PON XXI, BSI telah meningkatkan kapasitas layanan, salah satunya menambah jumlah ATM sebanyak 206 unit, dari 704 unit eksisting menjadi total 910 unit. Anton menerangkan, selain kebutuhan uang tunai ATM, lanjut Anton, BSI juga memastikan ketersediaan uang tunai untuk transaksi di 16 Kantor Cabang, 137 Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan 7 Kantor Fungsional Funding (KFF) pada saat PON XX berlangsung. “Pemenuhan kebutuhan uang tunai untuk operasional cabang dapat dipenuhi dari transaksi setor tunai yang lebih besar dari tarik tunai. Untuk pemenuhan kebutuhan ATM kami telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). BI akan full support ke BSI untuk pemenuhan uang tunai selama kegiatan PON Aceh,” ungkap Anton. BSI Optimalkan Layanan Bukan hanya menyiapkan uang tunai, ujar Anton, BSI juga akan mengoptimalkan layanan-layanan perbankan syariah, baik jelang maupun selama PON XXI. Optimalisasi layanan ini di antaranya BSI Mobile, mesin ATM, layanan kantor cabang, BSI Agen, dan merchant QRIS. Selain itu, BSI telah menyiapkan 30 outlet weekend banking yang secara rutin dilakukan guna mempermudah nasabah yang ingin bertransaksi ke cabang pada akhir pekan. Baca Juga : BSI Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam Negeri Anton menambahkan, BSI dengan sepenuh hati melayani masyarakat dan seluruh atlet yang berada di Aceh selama perhelatan PON XXI ini. Untuk mempermudah transaksi, imbuh Anton, masyarakat disarankan untuk menggunakan BSI Mobile yang saat ini memiliki fitur lengkap mulai dari transaksi finansial seperti cek mutasi rekening, pembukaan rekening, transaksi tarik tunai tanpa kartu, dan transaksi non finansial. Anton juga berharap agar masyarakat dan atlet yang ada di Aceh selama gelaran PON XXI mengoptimalkan transaksi cashless, seperti BSI Mobile, QRIS, kartu debit BSI, dan Hasanah Card dalam bertransaksi. Perseroan juga menghimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BSI untuk melakukan tindak kejahatan seperti penipuan. Adapun informasi resmi dari BSI bisa diakses melalui call centre official BSI hanya 14040 dan social media.
Culture AKHLAK Jadi Pondasi Membangun SDM BSI
Propertynbank.com – Culture AKHLAK yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN menjadi landasan bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dalam membangun pondasi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan hal tersebut terkait keberhasilan mempersiapkan SDM berkualitas untuk membangun perseroan sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, yang diakui pula secara global. Menurut dia, core values AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif, menjadi budaya yang mampu mengintegrasikan seluruh perusahaan di bawah Kementerian BUMN termasuk BSI, untuk bersama membangun bangsa. Adapun salah satu pondasi yang dibangun oleh Hery dengan landasan AKHLAK adalah mengembangkan Global Talent Management untuk menjaring talenta-talenta terbaik di Tanah Air. Tujuannya, memacu peningkatan kualitas serta kapabilitas SDM di BSI. Global Talent Management merupakan program pengembangan pegawai dalam bentuk pendidikan/pelatihan atau eksposure pembangunan yang melibatkan pihak eksternal berskala internasional. Baca Juga : BSI Gelar CEO Mengajar di Unhas Makassar dan Berikan Beasiswa Rp5,5 Miliar “Saat ini, sekitar 70 persen pegawai BSI adalah generasi milenial dengan rentang usia 25-35 tahun. BSI terus membuka Officer Development Program (ODP) untuk menyeleksi anak-anak muda terbaik dari seluruh Indonesia,” kata Hery Gunardi dalam keterangan tertulis. Sejak awal merger hingga Juni 2024, BSI konsisten membuka peluang kerja untuk para freshgraduate melalui ODP dengan jumlah peminat lebih dari 45 ribu talenta. Adapun yang telah terpilih sebanyak 454 talenta terbaik dan telah dibina ke dalam 18 batch ODP. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini mampu menjadi preference anak-anak muda dalam mencari kerja. Global Talent Management juga mendorong Insan BSI atau pekerja perseroan untuk terus menjadi produktif, kompetitif, dan berprestasi. Selain itu, BSI membentuk efektivitas organisasi guna meningkatkan produktivitas, di mana perlu adanya keterlibatan yang tinggi dari karyawan lewat penguatan budaya dan digital mindset. Semangat Culture AKHLAK Lebih lanjut Hery mengatakan, apa yang dilakukannya di BSI sejalan dengan semangat yang diusung oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui AKHLAK. Dirinya menyebut Erick berhasil membentuk BSI pada 2021 menjadi tonggak pencapaian bagi perbankan syariah dalam negeri. Cita-cita pemerintah Indonesia memiliki bank syariah yang mumpuni pun terealisasi berkat sinergi dan transformasi. “Pak Erick punya strong leadership. Ia gesit mengambil keputusan. Seorang pemimpin yang decisive,” ujarnya. Baca Juga : BSI Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam Negeri Kesaksian Hery Gunardi terhadap leadership style atau gaya kepemimpinan Erick tertuang dalam buku berjudul Elephant Learns Flamenco: BUMN Menuju Indonesia Emas 2045. Isinya terkait perjalanan serta strategi BUMN dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Termasuk menyoroti kepemimpinan Erick Thohir serta keberadaan AKHLAK sebagai core values BUMN.
Resmikan UMKM Center Makassar, BSI Perkuat UMKM di Indonesia Timur
Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meresmikan UMKM Center Makassar. UMKM keempat ini berada di Kota Makassar, tepatnya di Jl. Sungai Saddang Lama No.40, Maradekaya Selatan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peresmian UMKM Center Makassar merupakan upaya BSI untuk bisa mengoptimalkan peran pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah Indonesia Timur. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan kehadiran UMKM Center Makassar merupakan upaya BSI untuk dapat menjaring dan menemukan potensi-potensi UMKM baru di Indonesia Timur. Apalagi BSI Region Makassar memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu seluruh Pulau Sulawesi, Maluku, hingga Pulau Papua. Hingga Juni 2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp47,72 triliun atau tumbuh 14,54% secara tahunan. Dimana saat ini BSI memiliki lebih dari 3.281 UMKM binaan yang terus dibina dan ada yang berhasil go internasional. Baca Juga : BSI Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam Negeri Hery mengatakan UMKM Center BSI menjadi wadah bagi pelaku usaha segmen tersebut dalam mendapatkan pelatihan, pembinaan, pembiayaan, pendampingan bisnis, hingga membantu proses pemasaran produk. Menurut Hery, pelaku UMKM yang memanfaatkan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan skala usahanya. Di antaranya melalui optimalisasi potensi bisnis hingga dukungan proses digitalisasi usaha. Tujuan UMKM Center Makassar “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan pada UMKM dengan berbagai strategi, salah satunya melalui UMKM Center. Kami berharap BSI UMKM Center Makassar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kelas bagi UMKM di Indonesia timur melalui berbagai program pembinaan,” kata Hery. Sebelum di Makassar, perseroan sudah memiliki 3 UMKM Center yakni di Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya. UMKM Center juga menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapatkan sertifikasi halal yang difasilitasi BSI. Hery pun menegaskan bahwa UMKM menjadi segmen yang akan terus didorong komposisi pembiayaannya oleh BSI. Kehadiran UMKM Center merupakan bagian dari upaya BSI meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha di segmen tersebut. Sehingga terbentuk suatu ekosistem UMKM Indonesia yang unggul dan berkualitas. Baca Juga : Rans Nusantara Hebat, Pusat Kuliner dan UMKM Seluas 2,1 ha di BSD City Diresmikan “Pembiayaan UMKM BSI berfokus pada bisnis-bisnis yang resilience, kuat, dan berkelanjutan. Agar pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya secara modern, terdigitalisasi bahkan mampu memasuki pasar global,” tutur Hery. Selain itu, BSI memiliki platform untuk mendukung UMKM yaitu Portal UMKM BSI dan Portal Salam Digital. Portal UMKM BSI merupakan platform yang mendukung pelaku UMKM Indonesia untuk meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat berkompetisi di Pasar Global. Sedangkan Portal Salam Digital merupakan platform yang memudahkan masyarakat dalam mengajukan pembiayaan mikro secara digital, untuk memenuhi segala kebutuhan usaha dan investasi. Sementara Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh mengatakan “Sulawesi Selatan adalah salah satu gate utama perdagangan di wilayah Indonesia Timur. Untuk itu dengan hadirnya BSI UMKM Center, kami berharap akan menjadi sebuah kolaborasi aktif yang menghubungkan UMKM dengan buyer sehingga mereka akan naik kelas dan mampu memberikan kontribusi ekonomi daerah serta membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
BSI Gelar CEO Mengajar di Unhas Makassar dan Berikan Beasiswa Rp5,5 Miliar
Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggelar kuliah umum melalui program CEO mengajar di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilakukan guna memperkuat literasi perbankan syariah dan pemberdayaan UMKM. Direktur Utama BSI Hery Gunardi langsung menjadi pembicara pada acara tersebut. Diikuti oleh lebih dari 1.100 orang mahasiswa, program CEO mengajar tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Jamaluddin Jompa. Selain itu, mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan, BSI juga telah memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp5,5 Miliar di wilayah Sulawesi Selatan, dimana untuk Unhas sebesar Rp2,1 Miliar bagi mahasiswa berprestasi pada tahun 2024. Sasaran CEO Mengajar Untuk diketahui, CEO Mengajar merupakan program literasi berkelanjutan yang menyasar anak-anak muda, khususnya mahasiswa. Harapannya akan memberikan insight baru bagi mahasiswa terhadap kemajuan ekonomi syariah di Indonesia serta menjadi referensi untuk menjadi pilihan untuk memasuki dunia kerja. Baca Juga : Tumbuh Impresif, Bisnis Pembiayaan Emas BSI Naik 30% ‘’Kami ingin anak-anak muda mengenal dan memahami bank syariah secara baik karena mereka adalah generasi penerus yang akan memimpin bangsa,’’ kata Hery. Ditambahkannya, anak muda merupakan calon pemimpin masa depan yang bisa membawa perbankan syariah lebih maju. Apalagi, kata dia, mahasiswa memiliki gagasan menarik yang bisa digarap menjadi bisnis dan pengembangan bank syariah kedepannya. Untuk itulah BSI hadir di kampus-kampus terbaik Indonesia mengenalkan pentingnya mahasiswa untuk kontribusi kemajuan bangsa ini. “Bekerja di bank syariah itu kerja dunia akhirat. Contohnya, setiap tahun kita dapat laba. Nah, dari laba itu 2,5% dipotong untuk zakat, jadi bersih labanya. Zakat nanti dipakai untuk membantu masyarakat lagi. Selain itu, kerja di BSI juga membantu work-life balance para pegawai, karena kita ada yang namanya BSI Club, yang di dalamnya ada kegiatan olahraga, kesenian, dan keagamaan. Jadi, work-life balance sangat dijaga,” tutur Hery. Lebih lanjut Hery Gunardi menambahkan, BSI setiap tahunnya menerima puluhan fresh graduate yang ingin bergabung dalam program Officer Development Program (ODP). Sejak awal merger hingga Juni 2024, BSI konsisten membuka peluang kerja untuk para freshgraduate melalui Officer Development Program (ODP), dengan jumlah peminat lebih dari 45 ribu talent dan telah terpilih sebanyak 454 talent terbaik yang telah dibina ke dalam 18 batch ODP. Baca Juga : Untuk Layanan Jasa Perbankan Syariah, Otorita IKN Jalin Gandeng BSI “BSI datang ke kampus untuk mengundang anak muda dan ingin menggugah kalau sudah lulus, nanti kerja di BSI. Kita menerima puluhan ODP tiap tahunnya dan 70% karyawan BSI adalah anak muda. ODP adalah salah satu cara kita untuk membentuk pemimpin masa depan. Kita butuh anak muda untuk mengisi posisi-posisi yang ada di BSI,” tegas Hery. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa mengatakan Unhas mendukung kemajuan ekonomi syariah di Indonesia, dimana saat ini pihaknya juga telah membuka prodi ekonomi syariah. “Dengan adanya ini, kami membuka kesempatan bagi para generasi muda untuk turut mengembangkan ekonomi syariah,” pungkasnya.
BSI Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam Negeri

Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah guna memperkuat ekosistem syariah di pasar modal dalam negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, BSI terus berkolaborasi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan perusahaan sekuritas di Tanah Air. Ruang lingkup kerja sama tersebut lain BSI menjadi salah satu bank administrator RDN atau bank kustodian 2024-2029. “BSI berterimakasih kepada KSEI, BEI, dan perusahaan sekuritas lainnya karena telah berkolaborasi dengan BSI untuk mengembangkan pasar modal syariah. BSI juga akan menyediakan fasilitas transaksi pengelolaan RDN untuk Perusahaan Efek rekanan dan nasabah pemilik investor RDN,” kata Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangan tertulis. Sebagai bank administrasi RDN, BSI menyediakan fasilitas pembukaan RDN secara online dan offline. Selain itu, BSI juga menjalankan program sosialisasi dan pengembangan pasar modal bersama KSEI, BEI dan Perusahaan Efek rekanan. Saat ini BSI telah bekerjasama dengan Mandiri Sekuritas, Phintraco Sekuritas dan FAC Sekuritas. Mudahkan Investasi di Pasar Modal Syariah Anton berharap kolaborasi ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pembukaan rekening untuk berinvestasi di Pasar Modal Syariah, tanpa perlu datang lagi ke kantor Cabang. Harapannya dapat menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas dan lebih baik. Baca Juga : Tumbuh Impresif, Bisnis Pembiayaan Emas BSI Naik 30% “Diharapkan juga adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BSI dan Pasar Modal Syariah karena seluruh proses bisnis melibatkan institusi syariah,” tutup Anton. Proses penandatanganan secara resmi dilakukan di Main Hall, Bursa Efek Indonesia antara Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, turut hadir dan menyaksikan penandatangan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, Direksi dan Komisaris Self-Regulatory Organization (PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan KSEI), para tamu undangan perwakilan 23 Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran. Sementara itu, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menjelaskan, pemilihan Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran periode 2024-2029 dilakukan melalui proses yang cukup panjang serta transparan, dengan mengundang Bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang telah menjadi peserta BI-RTGS dan BI-FAST untuk mengikuti seleksi. “Salah satu faktor yang menjadi highlight adalah terkait kemudahan akses investor dalam pasar modal, dimulai dari kemudahan dalam proses pembukaan rekening dan bertransaksi,” ungkap Samsul. Baca Juga : Untuk Layanan Jasa Perbankan Syariah, Otorita IKN Jalin Gandeng BSI Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menambahkan, kerja sama KSEI dengan 23 Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran tidak hanya menunjukkan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan antara industri pasar modal dengan industri perbankan Indonesia. “Tapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara industri pasar modal dengan industri perbankan dalam mendukung pengembangan, pendalaman pasar, serta peningkatan inklusi keuangan melalui penambahan jumlah investor di pasar modal Indonesia,” kata Inarno. Lebih lanjut Inarno menambahkan, pertumbuhan positif kinerja pasar modal, salah satunya ditunjukan dengan pertumbuhkan jumlah investor, Hingga Juni 2024, angka investor di Indonesia berjumlah 13 juta orang dan tumbuh rata-rata 38,7%. Hal ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan serta kontribusi seluruh stakeholder di pasar modal, termasuk para Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran yang memiliki peran strategis dalam ekosistem pasar modal Indonesia.
Tumbuh Impresif, Bisnis Pembiayaan Emas BSI Naik 30%

Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) merupakan salah satu pilihan lembaga perbankan untuk investasi dan pembiayaan logam mulia. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya bisnis pembiayaan logam mulia BSI dari waktu ke waktu. Hingga April 2024 lalu, tercatat total penyaluran pembiayaan produk Gadai Emas dan Cicil Emas dari BSI mencapai Rp8,05 triliun, tumbuh signifikan sebesar 30,50% year on year (YoY). Anton Sukarna selaku Direktur Sales & Distribution BSI menyebutkan, pertumbuhan yang sangat impresif tersebut menjadi bukti bahwa kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai instrumen investasi. Emas, kata dia, tetap menjadi pilihan investasi yang diminati masyarakat karena sifatnya yang safe-haven dan kemampuannya untuk melindungi nilai aset dari inflasi. “Emas menjadi aset aman yang dicari, terutama saat eskalasi geopolitik meningkat. Apalagi harga emas yang cenderung naik terutama saat kondisi makro yang cukup volatile ditandai dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dalam satu tahun terakhir harga emas naik sekitar 26,2%. Karena kenaikan harga emas maka minat masyarakat untuk melakukan gadai dan bahkan cicil emas meningkat,” ungkap Anton dalam keterangannya, Sabtu (8/6). Baca Juga : Untuk Layanan Jasa Perbankan Syariah, Otorita IKN Jalin Gandeng BSI Lebih lanjut Anton merinci, pembiayaan Gadai Emas BSI mengalami kenaikan per April 2024 dari Rp4,48 triliun menjadi Rp5,12 triliun atau naik 14,34% YoY. Sementara itu, Cicil Emas juga mengalami lonjakan signifikan dengan pertumbuhan 73,15% YoY dari Rp1,69 triliun menjadi Rp2,93 triliun. Menurut dia, peningkatan pembiayaan berbasis emas ini mendorong pendapatan fee BSI dari gadai naik dari Rp237 miliar pada empat bulan pertama tahun 2023 menjadi Rp270 miliar pada empat bulan pertama tahun 2024 atau naik 14%. Dari sisi fee based, kontribusi dari unit gadai sekitar 17 persen terhadap total fee based empat bulan pertama di tahun 2024 yang mencapai Rp.927M. Selain itu, Anton juga menambahkan bahwa jumlah Number of Account (NOA) untuk gadai dan cicil emas di BSI meningkat drastis sebesar 37,88% YoY, dari 373.377 menjadi 504.021 akun per April 2024. “Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi emas melalui BSI sangat tinggi. Peningkatan ini mencerminkan tingginya animo masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas,” tegas Anton. Anton menjelaskan, untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis emas, BSI menerapkan beberapa strategi kunci. Salah satunya adalah memperluas jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan BSI Agen. Tujuannya, imbuh Anton, untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Selain itu, BSI juga bekerjasama dengan toko emas di berbagai daerah, dengan total 39 toko emas yang kini bermitra dengan BSI. Di tingkat nasional, kerja sama dengan PT Aneka Tambang (ANTAM) juga terus ditingkatkan. Baca Juga : BSI Dukung Penyaluran Dana Program BSPS di Kalsel Untuk Renovasi 1.830 RTLH “BSI menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan bisnis emas sepanjang 2024, termasuk memfasilitasi layanan emas di lebih dari 1.000 outlet BSI di seluruh Indonesia dan menyediakan layanan digital melalui BSI Mobile untuk cicil emas, tabung emas, dan gadai emas. Tidak hanya itu, BSI juga menawarkan produk cicil emas dengan margin yang kompetitif serta cicilan ringan yang dapat diangsur hingga jangka waktu maksimal lima tahun,” jelas Anton. BSI Antisipasi Emas Palsu Sedangkan untuk mengantisipasi maraknya kasus emas palsu, BSI telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko. Menurut Anton, pegawai BSI yang menangani pembiayaan emas dibekali dengan keahlian khusus dalam menaksir emas, serta terdapat ketentuan ketat untuk mencegah masuknya emas palsu ke dalam sistem pembiayaan BSI. Dengan berbagai langkah strategis dan mitigasi risiko yang dilakukan, BSI optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terdepan dalam bisnis pembiayaan emas. Selain itu senantiasa memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan sektor keuangan syariah di Indonesia. “Keamanan pembiayaan emas di BSI merupakan prioritas kami, dan kami memastikan bahwa setiap transaksi berjalan dengan aman dan terpercaya,” pungkas Anton.
Untuk Layanan Jasa Perbankan Syariah, Otorita IKN Jalin Gandeng BSI

Propertynbank.com – Dalam rangka menyediakan layanan jasa perbankan syariah di Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kantor Pusat BSI, Jakarta Selatan, Rabu (27/03/2024). MoU yang ditandatangani oleh Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya dan Direktur Retail Banking BSI Ngatari tersebut menjadi landasan hukum untuk kerja sama penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan syariah di IKN. Terdapat sejumlah potensi kerja sama jasa perbankan syariah seperti layanan penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pemasangan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), fasilitas Integrated Cash Management, pembayaran gaji pegawai, serta berbagai produk layanan perbankan lainnya berdasarkan prinsip syariah. Baca Juga : Teknologi Mobox Dukung Pembangunan IKN, Proses Konstruksi Lebih Efisien “Saya berharap kerja sama jasa perbankan syariah ini, kita dapat terwujud dan kita punya potensi,” ujar Sekretaris Otorita IKN. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Otorita IKN senantiasa terbuka untuk berkolaborasi. “Kegiatan terdekat Nuzulul Quran. Lebaran kami juga ada kegiatan. Selain itu kami juga mulai melakukan pembinaan bagi masyarakat setempat,” imbuh Sekretaris Jaka. Menurut Jaka, di IKN tidak sekadar membangun fisik namun juga membangun struktur sosial. “Kami juga melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat, kita melakukan upskilling dan reskilling terutama ibu-ibu,” jelasnya. Siap Berikan Jasa Perbankan Syariah Dalam kesempatan tersebut, Direktur Retail Banking BSI Ngatari mengatakan, BSI dan Otorita IKN sepakat untuk bekerja sama dalam menyediakan layanan jasa perbankan syariah kepada masyarakat ibu kota baru. “Kerja sama dengan Otorita IKN merupakan langkah strategis bagi BSI dalam mengembangkan layanan perbankan syariah di Indonesia. Ibu kota baru bukan hanya proyek pembangunan, tetapi juga representasi dari identitas keuangan dan perbankan syariah Indonesia di mata dunia. Kami berkomitmen untuk mendukung visi Otorita IKN dalam membangun ibu kota baru yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ngatari. Baca Juga : Gelar Rakornas Perdana, Otorita IKN Tawarkan Investasi Kepada 600 an Kepala Daerah Ngatari juga mengatakan bahwa salah satu aspek utama dari kerja sama ini adalah pendirian cabang BSI di ibu kota baru. Hal ini bertujuan untuk memastikan akses mudah terhadap layanan keuangan syariah bagi masyarakat setempat. Dalam rencana bisnisnya, BSI juga menargetkan bisnis ritel di ibu kota baru. Dengan populasi yang mencapai 800 ribu orang, BSI melihat potensi besar dalam menawarkan layanan perbankan syariah. “Lebih dari 3000 pegawai OIKN serta masyarakat ibu kota baru yang mencapai angka 800 ribu orang menjadi target pasar potensial bagi BSI. Melalui cabang ini, BSI akan memberikan solusi finansial yang relevan dan berkelanjutan bagi nasabah di ibu kota baru,” ungkap Ngatari.