PNB_Back_Up

WINR Siapkan 5 Proyek Baru di Jabodetabek, Bidik Marketing Sales Rp400 Miliar

winner

Propertynbank.com – Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menunjukkan langkah agresif guna memperluas bisnisnya. Memasuki periode pengembangan 2026–2027, perseroan resmi mengumumkan pengembangan lima proyek baru yang berlokasi di kawasan strategis dan bernilai investasi tinggi di wilayah Jabodetabek. Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk memperkuat posisi pasar, sekaligus menangkap peluang kebangkitan sektor properti nasional. Dari kelima proyek tersebut, WINR menargetkan total marketing sales mencapai Rp400 miliar, dengan seluruh proyek ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk, Yusmen Liu menjelaskan, ekspansi WINR ini dilakukan seiring dengan membaiknya prospek industri properti Indonesia. “Sejumlah analis menilai tahun 2026 akan menjadi titik awal siklus pertumbuhan baru setelah periode stabilisasi pasca-pandemi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/1). Menurut Yusmen, beberapa faktor utama yang mendorong optimisme tersebut antara lain kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diperpanjang hingga 2027 menjadi stimulus signifikan bagi daya beli masyarakat, khususnya segmen hunian pertama. Selain itu, permintaan rumah tapak masih kuat, dimana kawasan penyangga Jabodetabek seperti Bogor dan Tangerang tetap menjadi magnet utama, terutama untuk segmen landed house yang didorong kebutuhan riil end-user dan keluarga muda. “Faktor lainnya adalah konektivitas infrastruktur meningkat, yang tercermin dengan pengembangan masif LRT, MRT, serta ruas tol baru di Jabodetabek sehingga memberikan dampak langsung terhadap kenaikan nilai properti di kawasan pengembangan, termasuk area yang menjadi fokus proyek WINR,” ungkap Yusmen. Dukungan Permodalan Kuat dari Perbankan Untuk memastikan kelancaran eksekusi proyek, perseroan telah mengamankan dukungan permodalan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah bank nasional ternama. Fasilitas modal kerja tersebut menjadi fondasi penting agar pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan perusahaan. “Kesiapan pendanaan ini mencerminkan tingkat kepercayaan lembaga keuangan terhadap fundamental dan prospek bisnis perseroan,” kata dia. Tidak hanya berfokus pada pembangunan, WINR juga menempatkan kemudahan pembiayaan konsumen sebagai prioritas utama. Melalui kolaborasi dengan mitra perbankan, perusahaan menyediakan beragam skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga kompetitif dan benefit menarik. “Akses pembiayaan menjadi kunci utama dalam meningkatkan minat beli masyarakat. Kami memahami bahwa kemudahan pembiayaan adalah faktor krusial bagi konsumen. Karena itu, selain dukungan modal kerja, kami juga menjalin kerja sama khusus dengan perbankan untuk menghadirkan berbagai benefit eksklusif bagi konsumen Winner. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyediakan hunian berkualitas yang tetap terjangkau,” ujar Yusmen Liu. Optimisme WINR Dengan kombinasi lokasi strategis, kepastian pembangunan, dukungan finansial kuat, serta kemudahan KPR, WINR optimistis tahun 2026 akan menjadi momentum penting dalam transformasi bisnis perusahaan. “Perseroan menargetkan pertumbuhan nilai yang berkelanjutan, sekaligus memberikan imbal hasil optimal bagi para pemegang saham di tengah membaiknya iklim industri properti nasional,” tutup Yusmen.

Komisaris Utama WSBP Mundur Usai Ditunjuk Jadi Komut Pelni

waskita beton precast, wsbp

Propertynbank.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menerima surat resmi pengunduran diri Raden Mas Aris Santosa dari posisi Komisaris Utama pada tanggal 18 Desember 2025. Hal ini karena dirinya menempati posisi baru sebagai Komisaris Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Dikutip dari ANTARA, WSBP memastikan adanya pengunduran diri tersebut, tidak akan mengganggu operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun keberlangsungan usaha, dengan tetap menekankan komitmen perusahaan pada Good Corporate Governance (GCG), transparansi dan kesinambungan bisnis. Sesuai aturan korporasi, WSBP akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari sejak tanggal penerimaan pengunduran diri untuk memilih sosok Komisaris Utama yang definitif. Raden Mas Aris Santosa merupakan profesional senior dengan pengalaman kuat dalam pengawasan keuangan, pengelolaan SDM, dan tata kelola organisasi pemerintahan. Posisi baru di Pelni menempatkan beliau sebagai pucuk pimpinan badan usaha pelayaran nasional, sebuah peran kunci dalam strategi transportasi laut nasional. Baca Juga : Raker dan Gathering Journalist Media Network di Bandung, Matangkan Strategi Bisnis 2026 Sebelumnya diberitakan juga, hingga November 2025, WSBP berhasil mencatat nilai kontrak baru hingga sekitar Rp1,3 triliun, menunjukkan keberlanjutan perolehan proyek meskipun dalam lingkungan bisnis yang menantang. Dikutip dari suara.com, perseroan juga fokus pada transformasi bisnis dengan diversifikasi segmen usaha, termasuk produk beton precast, beton readymix, serta keterlibatan di proyek infrastruktur besar seperti Jalan Tol Trans Sumatera dan LRT Jakarta. Sementara itu, target pendapatan perusahaan di 2026 diproyeksikan masih menguat, dengan upaya meningkatkan efisiensi operasional dan memenangkan lebih banyak tender proyek pemerintah, BUMN, dan swasta.

Repower Optimis Penjualan di 2024 Tumbuh Lima Kali Lipat, Begini Strateginya

repower, rumah seken

Propertynbank.com – Emiten properti, PT Repower Asia Indonesia Tbk (Repower atau Perseroan) mencatatkan peningkatan kinerja dengan membukukan kinerja penjualan sebesar Rp8,37 Miliar atau tumbuh sebesar 38,66% (year-on-year) dibandingkan capaian tahun 2022. Capaian tersebut didukung oleh berbagai inisiatif strategis dan fokus yang kuat pada pengembangan produk berkualitas serta pelayanan yang unggul kepada pelanggan. Direktur Utama Repower, Aulia Firdaus mengatakan, capaian kinerja di tahun 2023 ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan kerja keras seluruh tim dalam mewujudkan pencapaian kinerja positif. “Selain itu, dukungan stakeholders Perseroan dalam memberikan saran, memfasilitasi, dan memberikan dorongan yang mendalam untuk mencapai tujuan bersama. Dengan ini kami pun berharap pertumbuhan ini akan berlanjut secara berkelanjutan dalam tahun-tahun mendatang,” ujar Aulia Firdaus. Atas kinerja penjualan tersebut, Repower berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp178 juta atau tumbuh sebesar 6,41% (year-on-year) dibandingkan dengan laba bersih Perseroan pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp167 juta. Selain itu pengendalian biaya operasional secara efektif dan efesien turut mendukung capaian profitabilitas tersebut. Baca Juga : Gandeng Investor Singapura, Repower Ekspansi Proyek Baru Seluas 44,7 Ha di Jatim “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai dan kinerja Perseroan dengan memperkuat pondasi bisnis dan menjaga momentum pertumbuhan yang telah kami bangun saat ini,” ujar Sjafardamsah selaku Direktur Keuangan Repower. Prospek Tahun 2024 Melangkah ke tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih relatif kuat. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia dapat mencapai angka 4,7% – 5,5% di tahun 2024. Tidak jauh berbeda dengan proyeksi Dana Moneter Internasional atau IMF yang memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2024 akan tumbuh sebesar 5,0%. Seiring dengan cukup tangguhnya kondisi perekonomian Indonesia di 2023 dan proyeksi yang optimis untuk tahun 2024, diharapkan dapat berdampak positif ke seluruh sektor, khususnya sektor properti. Adapun tingginya angka backlog perumahan sebesar 9,9 juta keluarga, membuat optimisme terhadap sektor properti semakin kuat. Di sisi lain, nilai pada sektor properti juga diperkirakan akan meningkat seiring gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah, sehingga akan mendorong terbentuknya kawasan-kawasan bernilai. Untuk menggairahkan sektor properti, sejak November 2023 lalu, Pemerintah kembali mengeluarkan insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) yang berlaku hingga Desember 2024. Insentif ini sebelumnya telah sukses meningkatkan kinerja sektor properti selama masa Pandemi Covid-19. Dukungan insentif ini merupakan sinyal positif bagi pasar properti nasional yang memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Target Penjualan Repower Menyikapi hal tersebut, Repower tetap optimis bahwa kinerja Perseroan dapat meningkat secara signifikan di tahun 2024. Optimisme tersebut terungkap dalam materi Public Expose tahunan yang disampaikan oleh Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat (29/03/2024), di mana Perseroan memproyeksikan pertumbuhan penjualan hingga lima kali lipat dari realisasi tahun 2023, dengan target mencapai angka sebesar Rp44,27 miliar. Baca Juga : Insentif PPN Diperpanjang Penjualan Repower Naik 50% “Proyeksi ini berfokus pada penjualan proyek landed house kami yang berlokasi di Depok dengan harga mulai dari Rp1,6 miliar ke atas, yang mana menyasar segmen menengah ke atas,” jelas Direktur Repower Yahya Attamimi. Ditambahkannya, Perseroan meyakini segmen pasar ini memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, mengingat permintaan akan hunian berkualitas yang terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi dan infrastruktur di kawasan tersebut. Survey Penjualan Properti Mengutip Survei Harga Properti Residensial triwulan IV 2023 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, bahwa penjualan properti residensial pasar primer pada triwulan IV 2023 secara tahunan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan penjualan properti pada triwulan IV 2023 terjadi pada seluruh tipe rumah, terutama tipe menengah dan besar yang masing-masing tumbuh secara year-on-year sebesar 6,29% dan 19,93%. Dengan strategi, penguatan perekonomian nasional tahun 2024, dan dukungan insentif dari Pemerintah, Perseroan berharap langkah ini akan menggerakkan kinerja sektor properti, khususnya penjualan Perseroan, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi Repower di pasar properti dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemangku kepentingan. Baca Juga : Repower Serahkan Hadiah Program PASTI REAL Bernilai Miliaran Rupiah Adapun berbagai peluang lain tetap Perseroan jalani guna memperluas portofolio bisnis Perseroan. Selain itu, Perseroan juga tengah menyiapkan berbagai potensi recurring income guna meningkatkan capaian laba Perseroan. “Kami akan terus mengidentifikasi peluang bisnis yang menjanjikan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk memanfaatkannya secara optimal. Selain itu, kami juga akan terus meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya demi mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan komitmen kami untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis, kami yakin Repower akan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi semua pemangku kepentingan kami,” tutup Sjafardamsah.

Masih Ada Cuan Pendapatan PWON Tumbuh 24,3%

Propertynbank : Ditengah kondisi pandemi covid-19 yang penuh tantangan dengan ragam hambatan, kinerja  keuangan pengembang properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) cukup positif. terbukti dengan catatan pendapatan kenaikan bersih sebesar Rp 3,788 miliar pada kuartal III/2021. Dibanding periode yang sama tahun lalu, ada kenaikan 24,3% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,047 miliar. Sedangkan Ebida sebesar Rp 1.852 milyar, naik 15,5% dibanding tahun sebelumnya Rp 1.603 milyar. Laba komprehensif tercatat sebesar Rp 801 miliar, naik 9,7% dari tahun lalu sebesar Rp 731 miliar. Pada tanggal 19 April 2021 Perseroan menerbitkan obligasi sebesar US$300 juta dan obligasi tambahan pada tanggal 17 Mei 2021 sebesar US$100 juta dengan bunga 4,875% dengan tenor 7 tahun yang digunakan untuk pelunasan Surat Utang 2024 sebesar US$250 juta dan untuk keperluan Korporasi umum Perseroan. Director and Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki mengatakan, komposisi pendapatan perseroan tahun 2021 terdiri atas 44% recurring revenue dan 56% development revenue, konsisten dengan strategi perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue. “Recurring revenue Perseroan tahun 2021 mencapai Rp 1,675 triliun turun 3,1% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 1,729 triliun. Development revenue perseroan tahun 2021 mencapai Rp 2,113 triliun, naik 60% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp1,318 triliun,” ujarnya Minarto dalam keterangan pers yang diterima redaksi (17/11/2021). Lebih jauh dikatakannya, berdasarkan revenue per segment kontribusi terbesar didapatkan dari condominium sales dan retail leasing masing masing 34,9% dan 31,9%, disusul landed houses 18,8%, Hotel dan Serviced Apartments 7,3% , office leasing 5%, dan office sales 2,1%. PT Pakuwon Jati Tbk, juga menilai dengan adanya insentif pemerintah berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) telah memberikan efek psikologis ke masyarakat dan mendorong pembelian properti. terbukti dengan adanya kenaikan marketing Perseroan triwulan III 2021 yang mencapai Rp 1.006 miliar, tumbuh 38,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Nilai marketing sales tersebut ekuivalen dengan 71,9% dari target Perseroan untuk tahun 2021 sebesar Rp 1.400 miliar. Komposisi penjualan triwulan III 2021 adalah, landed houses 55% serta condominium dan office sebesar 45%,”paparnya Sementara dari segi belanja modal, tambah Minarto. Perseroan telah mengucurkan dana sebesar Rp 403 miliar untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, East Coast Mansion, Pakuwon Mall phase 3 dan 4, dan Kota Kasablanka Phase 2.

Laba Naik Saat Penjualan Turun, Saham Semen Indonesia Cukup Prospektif

BAHAN BANGUNAN – Meski industri semen masih tertekan, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih bisa mencetak kenaikan laba hingga akhir September lalu. Padahal, penjualan emiten semen plat merah ini turun pada periode Januari-September 2020. Hingga kuartal ketiga 2020, pendapatan bersih SMGR menurun 8,9% secara tahunan, menjadi Rp 25,63 triliun. Dari sisi volume, tercatat volume penjualan  SMGR Group hingga 9 bulan pertama 2020, sebesar 29,13 juta ton, atau menurun 2,9% dari realisasi penjualan di periode yang sama tahun lalu, yakni 30,01 juta ton. Tapi, SMGR membukukan laba bersih senilai Rp 1,54 triliun, hingga kuartal ketiga 2020. Laba tersebut naik 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya Rp 1,29 triliun. [irp] Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG) Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan kinerja keuangan dicapai melalui berbagai inisiatif strategis, baik cost leadership, integrasi berbagai fungsi strategis, serta penurunan beban bunga, setelah program refinancing dilaksanakan pada semester kedua tahun lalu. Efisiensi ini pun terlihat dari beban pokok pendapatan, yang turun 11,5% menjadi sebesar Rp 17,39 triliun. Hal ini merupakan buah manis SMGR dengan menjaga efisiensi biaya, seperti pengelolaan bahan baku dengan optimalisasi komposisi bahan baku dan bahan penolong, integrasi pemasaran, distribusi, dan fungsi pengadaan, serta memanfaatkan limbah industri sebagai alternatif sumber bahan baku. [irp] Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, tahun depan industri semen akan kembali bertumbuh, disokong oleh pemulihan sektor properti terlebih dahulu, dan selanjutnya disusul oleh sektor infrastruktur yang anggarannya direncanakan naik. Mengutip pemberitaan sebelumnya, pada Agustus 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan mengalokasikan Rp 414 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun depan. Anggaran infrastruktur tersebut naik, dari anggaran di tahun ini yang hanya Rp281,1 triliun. Presiden menyebut, dana tersebut utamanya akan digunakan untuk infrastruktur yang bisa memulihkan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19. ”Kedua hal ini tentunya, akan menjadi perbaikan untuk emiten-emiten semen, khususnya SMGR,” terang Herditya, pada Kamis (05/11/2020). [irp] Hanya saja, di sisa tahun ini, Herditya memperkirakan pertumbuhan penjualan semen akan cenderung melambat, disebabkan saat ini sudah memasuki musim penghujan. Dus, hal tersebut diperkirakan dapat menurunkan penjualan semen SMGR di pasar dalam negeri. Untuk saham SMGR, Herditya memasang target di area harga Rp 10.000-Rp 10.300. Pada Kamis (5/11), harga saham SMGR melonjak 9,04% ke Rp 9.950 per saham. Para pelaku pasar bisa trading buy untuk saham SMGR. Pada perdagangan Sabtu (07/11/2020), saham SMGR ditutup menguat 9,04% ke level Rp 9.950. Namun, sejak awal tahun, saham emiten penghuni indeks Kompas100 ini masih terkoreksi hingga 17,08%. (Artha Tidar)