PNB_Back_Up

Dalam 2 Bulan Pemerintahan Prabowo, BTN Salurkan KPR 30.000 Unit

Propertynbank.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengapresiasi kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam 2 bulan pemerintahan Prabowo telah berhasil mendorong penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk hampir 30.000 unit rumah melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku kagum melihat kinerja BUMN spesialis pembiayaan perumahan yakni BTN, telah menyalurkan KPR bagi hampir 30ribu unit rumah sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo bahwa kinerja Kementerian BUMN sangat bagus karena bisa mendorong BTN dalam penyaluran KPR. Saya doakan kita semua kompak bekerja sama untuk memberikan perumahan bagi rakyat Indonesia,” ujar Maruarar di sela acara Akad KPR Massal di Pondok Taktakan, Serang, Banten, Kamis (12/12). Baca Juga : Bersama Tiga Menteri, Dirut BTN Paparkan Solusi Pencapaian Program Tiga Juta Rumah Maruarar juga mengapresiasi inovasi BTN sebagai BUMN, yang mampu menyalurkan KPR tidak hanya bagi masyarakat berpenghasilan tetap, tapi juga bagi kelompok pekerja informal. “Saya apresiasi BTN yang bisa memberikan KPR, contoh pemilik warung bakso bisa mendapatkan KPR, meski tidak memiliki slip gaji. Ada juga pemilik warung sayur yang bisa mendapatkan KUR, bahkan pekerja disabilitas juga bisa mendapatkan KPR,” lanjut Maruarar. Adapun, BTN serentak melakukan akad massal di seluruh Kantor Cabang BTN di Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN ke-48. Mengusung tema “KPR Pasti BTN”,  kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret BTN dalam mendukung upaya pemerintah mempermudah akses masyarakat dalam pembiayaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria mengatakan langkah BUMN bersama Kementerian PKP mendorong program perumahan karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan masa depan masyarakat Indonesia. “Program yang dijalankan Bapak Presiden adalah program yang menyangkut masa depan, khususnya anak-anak Indonesia. Kita punya program Tiga Juta Rumah, program Makan Siang Gratis yang berfokus pada masa depan anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujar Doni. Baca Juga : BTN Siapkan Strategi Dukung Program 3 Juta Rumah  Doni menambahkan tentunya program perumahan di Indonesia dapat berjalan dengan baik karena dukungan penuh dari Kementerian PKP. Di tempat yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan dalam 2 bulan pemerintahan Presiden Prabowo, perseroan telah menyalurkan KPR untuk hampir 30 ribu unit rumah. “Tahun depan, kami juga telah memiliki ratusan ribu unit stok rumah untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah,” jelas Nixon. Nixon melanjutkan BTN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan, sehingga 8% pertumbuhan ekonomi dan 0% poverty dapat terwujud. “Sebagai bank penyalur KPR sejak 1976 hingga kini, BTN telah menyalurkan KPR lebih dari 5,2 juta unit yang tersebar secara nasional, baik melalui pembiayaan perumahan subsidi, non subsidi maupun pembiayaan perumahan syariah. Kegiatan seremonial penyaluran KPR pada hari ini adalah langkah awal kita semua, dan kami berharap bahwa inisiasi ini akan berlanjut terus sampai kebutuhan perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia terpenuhi,” tutur Nixon. KPR Massal BTN Sementara itu, KPR massal di Serang ini diikuti oleh 235 calon debitur, mencakup KPR Subsidi dan KPR Non-Subsidi, sebanyak 225 unit,  sementara KPR Subsidi dan Non Subsidi melalu BTN Syariah  sebanyak 10 unit, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nixon mengatakan, 72 orang atau lebih dari 30% debitur dalam akad massal tersebut adalah wanita, sedangkan 81% dari mereka tergolong segmen millenial dengan umur termuda yakni 21 tahun. “Sampai dengan saat ini BTN masih memiliki potensi debitur yang sudah lolos uji sebanyak kurang lebih 44.000 yang diharapkan dapat segera disalurkan pada awal bulan Januari 2025,” kata Nixon.

Tumbuh 15%, Laba BTN Tahun 2023 Tembus Rp3,5 Triliun

Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencapai kinerja gemilang. Laba BTN tahun 2023 sebesar Rp3,5 triliun, tumbuh 15% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp3,04 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit dan pembiayaan serta peningkatan fee based income perseroan pada tahun 2023 lalu. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif pada berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset. “Kinerja positif perseroan dan meningkatnya laba BTN tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon pada Paparan Kinerja Keuangan BTN Tahun Buku 2023 di, Menara BTN, Jakarta, Senin (12/2). Baca Juga : Minat Pembiayaan Syariah Meningkat, Laba UUS BTN Naik 70 % Menurut Nixon, pada tahun 2023, pertumbuhan laba BTN tahun 2023 juga ditopang keberhasilan BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp333,69 triliun atau naik 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp298,28 triliun. Pertumbuhan di sisi kredit dan pembiayaan ini melampaui pencapaian kredit yang disalurkan industri perbankan nasional sebesar 10,38% pada tahun 2023. Dijelaskan Nixon, pertumbuhan kredit BTN dan laba BTN tahun 2023 masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. Untuk penyaluran KPR Subsidi pada tahun 2023 mengalami kenaikan 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp145,86 triliun. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dari Rp87,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp96,17 triliun pada tahun 2023. “Kami terus memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, hal ini membuat rasio kredit bermasalah  atau non-performing loan (NPL)  tetap terjaga dengan baik. Transformasi yang dilakukan, membuat BTN berhasil menurunkan NPL gross menjadi sebesar 3% pada tahun 2023 atau turun signifikan dari tahun 2022 yang sebesar 3,4%. Bahkan penurunan sangat terasa jika dilihat dalam lima tahun terakhir, pada tahun 2019 NPL gross BTN masih bertengger di level 4.8%,” ungkap Nixon. Disisi lain, disamping meningkatnya laba BTN tahun 2023, bank ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp349,93 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp321,93 triliun. Dari jumlah tersebut kontribusi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp188 triliun atau naik 20,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp156 triliun. Dengan kenaikan tersebut, komposisi dana murah BTN mencapai 53,7% terhadap total DPK. Baca Juga : Dongkrak Sektor Perumahan, BTN Sambut Positif Stimulus Bebas Ppn Properti Kenaikan signifikan dana murah berupa giro dan tabungan di BTN terlihat selama lima tahun terakhir. Pada 2019, porsi dana murah BTN masih di level 43,4% dan perlahan menanjak menuju 48,5% pada 2022. “Transformasi menjadi bank tabungan yang kami gagas sejak tahun 2019 telah membuahkan hasil pada tahun 2023 ini. Porsi dana murah yang mencapai hampir 54% merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BTN,” katanya. Menurut Nixon, kenaikan dana murah ini turut ditopang oleh transformasi digital banking yang dilakukan BTN, terutama pada aplikasi BTN Mobile. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. Perseroan mampu menggaet lebih banyak pengguna BTN Mobile seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak transaksi. Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. “BTN ingin terus menciptakan rantai nilai berkelanjutan dalam ekosistem digital, terutama pada core bisnis di bidang KPR. Kami akan terus menambah mitra dan layanan dalam BTN Mobile untuk memudahkan calon nasabah dan nasabah existing kami bertransaksi untuk kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk terkait aset rumah mereka,” ujar Nixon. Secara keseluruhan, dengan total penyaluran kredit serta perolehan DPK yang tumbuh signifikan, BTN mampu membukukan total aset sebesar Rp439 triliun sepanjang tahun 2023, meningkat 9,1% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp402 triliun. Bank BTN, kata Nixon, telah berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis di sepanjang 2023 dengan perbaikan strategi secara berkelanjutan dan dengan ditopang prinsip kehati-hatian. Baca Juga : 47 Tahun Salurkan KPR, Peran Bank BTN Sangat Dibutuhkan Dalam Pembiayaan Perumahan “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pertumbuhan sesuai dengan visi kami untuk menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025. Sejalan dengan visi tersebut, BTN yang telah mencapai usia 74 tahun ingin terus meningkatkan kontribusi nyata untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang saat ini masih mencapai 12,7 juta,” pungkas Nixon Laba BTN Tahun 2023 Didukung Kinerja BTN Syariah Disamping laba BTN tahun 2023 yang meningkat tajam, kinerja gemilang juga ditorehkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah sepanjang tahun 2023. BTN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp702,3 miliar pada 2023. Jumlah tersebut melesat 110,5% dibandingkan perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp333,6 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh meningkatnya penyaluran pembiayaan BTN Syariah sebesar 17,4% menjadi Rp37,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp31,6  triliun. Peningkatan signifikan juga terjadi pada DPK BTN syariah yang tumbuh pesat sebesar 20,7% menjadi Rp41,8 triliun pada tahun 2023, dari tahun sebelumnya sebesar Rp34,64 triliun. Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45,3 triliun. “Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS yang akan dilaksankan tahun ini,” tegasnya.

Sektor Properti di Indonesia Masih Oke, KPR Tetap Pilihan Utama

sektor properti di indonesia

Propertynbank.com – The Indonesia Economic Intelligence (IEI) menilai bahwa performa sektor properti di Indonesia tetap relatif tidak terpengaruh oleh kinerja sektor properti global yang kurang baik. Salah satu penyebabnya adalah ketidaktersambungannya pasar properti Indonesia dengan pasar properti global. Kepala Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip menyatakan bahwa pasar properti di Indonesia masih dianggap ‘tradisional,’ karena belum sepenuhnya menggunakan instrumen keuangan yang diakui secara global. Sebagai contoh, pasar properti di Indonesia belum memanfaatkan instrumen real estate investment trusts (REITs) yang dapat diperdagangkan di pasar global. “Relasi korporasi properti di Indonesia dengan korporasi offshore juga masih terbatas, sehingga krisis keuangan korporasi properti di luar negeri sejauh ini tidak berdampak bagi korporasi properti di Indonesia,” katanya mengutip dari Kompas, Kamis (1/2/2024). Baca Juga : Ini Cara Daftar dan Syarat KPR Rumah Subsidi Terbaru 2024 Meskipun begitu, menurut Sunarsip, kinerja sektor properti Indonesia selama tahun 2023 belum menunjukkan kekuatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan sektor ekonomi yang terkait dengan properti, seperti sektor konstruksi dan real estate, yang masih terbatas. Dalam konteks Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga untuk perumahan dan investasi bangunan juga masih mengalami pertumbuhan yang terbatas sepanjang tahun 2023. “Kinerja sektor properti di Indonesia yang masih relatif terbatas tersebut juga tercermin dari pertumbuhan harga riil yang terbatas pada properti residensial maupun properti komersial,” ungkapnya. Kinerja Sektor Properti di Indonesia Walaupun begitu, Sunarsip mencatat bahwa di tengah keterbatasan kinerja sektor properti di Indonesia sepanjang tahun 2023, terdapat segmen properti tertentu yang menunjukkan pertumbuhan yang mencolok. Pertumbuhan yang mencolok tersebut tercermin dari penyaluran kredit properti, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah tapak. Baik untuk tipe kecil (hingga 21 m2), tipe menengah (22 m2-70 m2), maupun tipe besar (lebih dari 70 m2). Bahkan, KPR rumah tapak tipe kecil mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 48,47 persen (yoy) pada November 2023, setelah mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya. Baca Juga : Agen Properti Dukung KPR 35 Tahun, Permudah Masyarakat Miliki Rumah “Diperkirakan, pertumbuhan yang tinggi pada KPR tapak tipe kecil yakni ditopang oleh pertumbuhan dari KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” katanya. Sementara itu, relatif tingginya pertumbuhan KPR rumah tapak tipe menengah dan besar juga diikuti tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang relatif rendah. “Hal tersebut menandakan bahwa demand terhadap rumah pada kedua tipe tersebut relatif tinggi yang ditopang oleh repayment capacity dari end-user yang membaik,” tambah Sunarsip. (Nabilla Chika Putri)

Ini Cara Daftar dan Syarat KPR Rumah Subsidi Terbaru 2024

Syarat KPR Rumah Subsidi

Propertynbank.com – Masyarakat masih ada yang bingung cara daftar dan syarat KPR rumah subsidi. Padahal, di tengah tren kenaikan harga properti, masyarakat bisa mendapatkan dan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai alternatif untuk mewujudkan impian memiliki hunian layak. Lalu, bagaimana cara dan syarat KPR rumah subsidi yang harus dipenuhi? Seperti yang diketahui dalam data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2021, terdapat 12,71 juta rumah tangga yang mengalami ketidaksetaraan dalam kepemilikan rumah atau backlog. Dari jumlah tersebut, backlog kekurangan rumah mencapai 6,98 juta rumah tangga, sementara 29,56 juta rumah tangga tinggal di tempat yang tidak layak huni. Oleh karena itu, pemerintah saat ini tetap berkomitmen meluncurkan program KPR Subsidi untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Baca Juga : KPR Subsidi Penyumbang Terbesar Kredit BTN Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No.35/2021 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah menyediakan berbagai program penyediaan rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui KPR Sejahtera. Selain itu, pemerintah juga menghadirkan Program Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan (SBUM) yang ditujukan untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka pembelian rumah. MBR yang memenuhi syarat dan bisa melengkapu syarat KPR rumah subsidi untuk dapat mengakses program ini adalah mereka yang memiliki penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan. Dengan adanya program ini, KPR rumah subsidi memberikan kesempatan kepada calon pembeli rumah untuk memperoleh harga dan cicilan yang lebih terjangkau. Ketika akan mengajukan KPR rumah subsidi dan syarat KPR rumah subsidi, proses penerbitan KPR akan dilakukan oleh bank pelaksana, baik yang bersifat konvensional maupun syariah, yang telah menjalin perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Berikut adalah syarat-syarat lengkap yang harus dipenuhi sebelum mengajukan KPR dan syarat KPR rumah subsidi : Dalam pasal 3 ayat 2 Permen PUPR No.35/2021 tersebut, dijelaskan bahwa setidaknya terdapat 4 syarat utama permohonan KPR bersubsidi FLPP yang harus dipenuhi : 1.Berkewarganegaraan Indonesia 2.Tercatat sebagai penduduk di 1 daerah Kabupaten atau Kota 3.Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah terkait kredit/pembiayaan kepemilikan Rumah dan atau kredit/pembiayaan pembangunan Rumah Swadaya 4.Orang perseorangan yang berstatus tidak kawin atau pasangan suami istri Sebagai contoh, salah satu bank penyalur yang telah mengantongi izin kerja sama dengan BP Tapera dalam menyalurkan rumah bersubsidi adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Baca Juga : Bagaimana Cara Mengajukan KPR Subsidi? Mengutip dari situs resmi BTN, KPR Sejahtera BTN tersedia untuk masyarakat dengan penghasilan dari sektor pekerjaan formal atau informal. BTN menginformasikan sejumlah keunggulan yang diberikan oleh program KPR Sejahtera BTN, termasuk uang muka yang terjangkau, dimulai dari 1%, suku bunga tetap sebesar 5%, jangka waktu hingga 20 tahun, dan pembebasan premi asuransi serta PPN. Syarat KPR Rumah Subsidi Bank BTN 1.WNI minimal usia 21 tahun atau sudah menikah, maksimal 65 tahun pada saat jatuh tempo kredit 2.Maksimal penghasilan yang dibagi menjadi : – Tidak kawin Rp6 juta – Kawin Rp8 juta Khusus Papua dan Papua Barat – Tidak kawin Rp7,5 juta – Kawin Rp10 juta 3.Pemohon dan Pasangan tidak memiliki rumah 4.Belum Pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah 5.Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), memiliki Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), dan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi 6.NIK terdaftar di Dukcapil Dokumen dan Syarat KPR Rumah Subsidi Bank BTN 1.KTP (pemohon dan pasangan bagi calon debitur yang telah menikah) 2.Kartu Keluarga (KK) 3.Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 4.Buku atau Akta Nikah bag yang telah menikah atau Surat/Akta Cerai bagi yang telah bercerai 5.Slip Gaji 3 bulan terakhir 6.Surat keterangan bekerja dari perusahaan 7.Rekening Koran tabungan 3 bulan terakhir Syarat KPR Rumah Subsidi dan Cara Daftar KPR Subsidi Bank BTN 1.Pemohon mencari lokasi rumah yang akan diinginkan, atau bisa mendapatkan info melalui link www.btnproperti.co.id, info di Outlet BTN, pameran property dan lain sebagainya. 2.Siapkan dokumen yang lengkap  Berkas permohonan akan di proses oleh Bank BTN, diantaranya adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), verifikasi data, dan analisa 3.Jika permohonan disetujui, pemohon mempersiapkan kecukupan dana di Tabungan BTN 4.Melakukan Akad Kredit 5.Mulai proses pencairan permohonan (Nabilla Chika Putri dari berbagai sumber)

Pengertian dan 8 Manfaat Simulasi KPR

simulasi kpr

Propertynbank.com – Untuk memiliki rumah tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun harga rumah yang mahal, membuat tidak semua orang bisa memiliki rumah idaman. Namun, beberapa perusahaan pembiayaan memberikan kemudahan untuk mengajukan permohonan. Salah satu yang telah dikenal masyarakat adalah istilah Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Bagi beberapa orang KPR merupakan salah satu solusi untuk memiliki rumah impian. Namun, sebelum kamu mengajukan KPR, maka alangkah baiknya kamu menghitung cicilan yang akan dibebankan tiap bulannya. Untuk mengetahui hal tersebut kamu bisa menggunakan simulasi KPR atau juga dikenal dengan kalkulator KPR. Dimana sistem akan menghitung berapa biaya yang harus kamu keluarkan tiap bulan sehingga tidak memberatkan dimasa depan. Namun sebelum membahas tentang simulasi KPR, maka kamu harus tahu pengertian dari KPR itu sendiri. Apa Itu KPR? KPR atau Kredit perumahan Rumah adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah perorangan untuk membeli atau memperbaiki rumah. Dengan kata lain, KPR memungkinkan kamu untuk mencicil rumah dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang ditetapkan. Baca Juga : Pinhome Ungkap Rumah Harga Rp 600 Juta-an Paling Banyak Di Cari Konsumen Pada awalnya, KPR merupakan produk kredit perumahan yang dikembangkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 1976. Namun, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan KPR, baik bank BUMN, bank swasta nasional, maupun bank asing, bahkan perusahaan pembiayaan lainnya. Seperti Pinhome yang juga memiliki program KPR, dimana kamu bisa mengajukan permohonan KPR dengan proses yang cepat dan mudah, tidak seperti di perbankan yang memiliki proses yang cenderung lebih lama. Jenis-Jenis KPR Rumah Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa KPR memiliki dua jenis. Nah agar kamu bisa memiliki rumah impian tetapi finansial yang tidak terlalu besar, maka kamu bisa mengajukan pinjaman KPR subsidi, sehingga tidak terlalu memberatkan pemohon. Tapi sayangnya jenis KPR subsidi biasanya memiliki kuota yang ditentukan oleh pemerintah, sehingga tidak setiap orang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Namun jika tidak ada KPR subsidi maka kamu bisa mengajukan pinjaman KPR Non Subsidi. 1. KPR Subsidi KPR Subsidi adalah kredit yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Kredit subsidi ini berupa bantuan berupa subsidi meringankan kredit dan subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Namun, tidak semua masyarakat dapat memperoleh fasilitas ini karena adanya batasan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti batasan penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan. 2. KPR Nonsubsidi KPR Nonsubsidi adalah KPR yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan KPR ini ditetapkan oleh bank, sehingga besarnya kredit dan suku bunga yang ditawarkan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank. Manfaat Simulasi KPR Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu melakukan simulasi KPR atau kalkulator KPR terlebih dahulu. Simulasi KPR merupakan langkah penting untuk memperkirakan jumlah pengeluaran yang akan kamu keluarkan, seperti uang muka, angsuran per bulan, dan biaya-biaya lainnya. Berikut beberapa manfaat simulasi KPR yang harus kamu ketahui, diantaranya adalah: 1. Memahami kemampuan finansial Pertimbangan pertama saat mendaftar pinjaman sebenarnya adalah kemampuan membayar tanggal jatuh tempo cicilan bulanan. Berkat simulasi KPR BTN, calon peminjam bisa mengetahui jumlah hari pembayaran bulanan. Dari sana, seseorang dapat memeriksa apakah pembayaran mereka sesuai kemampuan finansial mereka. Hal ini penting agar kamu  tidak mengalami masalah pembayaran di kemudian hari. Selain itu, simulasi ini juga dapat membantu calon peminjam untuk menentukan waktu yang tepat. Baca Juga : Pinhome dan Nafas Rilis Riset Kualitas Udara di Jabodetabek Misalnya dengan memilih jangka waktu yang lebih panjang maka pembayaran bulanannya bisa lebih rendah. Namun, perlu diingat bahwa jangka waktu yang lebih panjang dapat mengakibatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. 2. Hindari beban cicilan yang berlebihan Dengan membuat simulasi maka kamu dapat menghitung biaya pendapatan dan berapa biaya cicilan setiap bulannya. Dengan simulasi ini, seseorang dapat terhindar dari memilih rumah yang mahal dan menambah beban pembayaran. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk menghindari risiko gagal bayar. Selain itu, dengan mengetahui cara menginvestasikan uang melalui simulasi, seseorang dapat mengelola uangnya dengan baik. Misalnya, seseorang dapat memilih untuk menghemat uang untuk banyak pengeluaran lainnya. 3. Mengatur uang muka Salah satu syarat pengajuan KPR adalah adanya uang jaminan (DP). Dengan adanya simulasi KPR BTN, masyarakat dapat menentukan besaran santunan yang harus disiapkan. Dengan cara ini, peminjam dapat merencanakan pengumpulan uang muka mereka dengan lebih baik. Simulasi tersebut juga dapat memberikan gambaran berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan DP. Hal ini sangat berguna agar peminjam tidak terburu-buru dan dapat menagih simpanannya dengan baik. 4. Mendapatkan penjelasan mengenai suku bunga Tingkat bunga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mencari pinjaman. Dengan simulasi KPR BTN, maka kamu bisa mendapatkan gambaran berapa bunga yang akan kamu  bayarkan setiap bulannya. Hal ini membantu calon peminjam ketika mempertimbangkan pilihan KPR. Selain itu, dengan memahami tingkat suku bunga, peminjam dapat memanfaatkan penawaran dari bank lain. Dengan cara ini, kamu dapat memilih hadiah terbaik untuk kebutuhan dan kekuatan finansial. 5. Bertindak cepat Dengan melakukan simulasi dan mengetahui detail terkait KPR, proses pengajuan kredit bisa lebih cepat. Padahal, mereka yang mampu memahami apa yang penting dan apa yang diharapkan dari pengajuan kredit tersebut. Baca Juga : Kembangkan Industri Properti Digital, Ini 3 Program Andalan Pinhome Menggunakan simulasi KPR BTN sebelum mengajukan kredit sangatlah penting. Hal ini tidak hanya membantu peminjam memahami kemampuan keuangan mereka tetapi juga membantu mereka merencanakan dan mempersiapkan semua kebutuhan yang terkait dengan pengajuan pinjaman. 6. Memperkirakan Angsuran Bulanan Dengan melakukan simulasi KPR, Anda dapat memperkirakan besaran angsuran bulanan yang harus kamu bayarkan. Hal ini akan membantu kamu dalam mengatur keuangan pribadi serta memastikan bahwa kamu mampu membayar angsuran secara rutin. Memilih Produk KPR yang Tepat: Melalui simulasi KPR, maka kamu  dapat membandingkan produk KPR yang ditawarkan oleh berbagai bank. Kamu juga  dapat mempertimbangkan suku bunga, tenor cicilan, dan biaya-biaya lainnya sebelum memutuskan bank mana yang akan kamu  pilih. 7. Menghitung Total Pengeluaran Simulasi KPR juga membantu kamu  menghitung total pengeluaran selama masa KPR, termasuk biaya administrasi, asuransi, dan biaya-biaya lainnya. Dengan mengetahui total pengeluaran secara keseluruhan, maka kamu dapat mempersiapkan keuangan dengan lebih baik. 8. Mendapatkan Informasi Lebih Lengkap Melalui simulasi KPR, maka kamu  juga bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan ketentuan KPR, seperti dokumen yang dibutuhkan, suku

47 Tahun Salurkan KPR, Peran Bank BTN Sangat Dibutuhkan Dalam Pembiayaan Perumahan

bank btn

Propertynbank.com – Hari ini, 10 Desember 2023 setiap tahunnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) KPR yang kali ini merupakan ke-47 tahun. Hingga saat ini, Bank BTN tak hentinya menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara dengan menjadi bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) terbesar di Indonesia. Kiprah Bank BTN selama 47 tahun, telah menyalurkan KPR dan mewujudkan impian tak kurang dari 5,6 juta masyarakat Indonesia beserta keluarganya memiliki hunian yang layak dengan nilai pembiayaan sekitar Rp470 triliun. Perjalanan panjang BTN ini, menjadi sumber kekuatan untuk terus mendukung sektor perumahan dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, Bank BTN memiliki momentum yang sangat baik untuk terus bertumbuh pesat dan berkelanjutan setelah berkiprah selama 47 tahun dalam membantu masyarakat Indonesia menggapai mimpi mereka untuk memiliki rumah. Baca Juga : Sasar Keluarga Baru, Bank BTN Gelar Wedding Festival dan Pameran Perumahan “Tentunya, banyak pelajaran yang kami petik dalam membangun ekosistem perumahan selama ini. Hal ini menjadi bekal untuk perbaikan dalam mencapai aspirasi menjadi bank penyalur KPR terbaik di Asia Tenggara,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (10/12/2023). Dikatakan Nixon, Bank BTN sangat mengapresiasi peran pemerintah dan seluruh stakeholder serta masyarakat yang telah membantu perseroan mengemban amanah untuk dapat memenuhi terwujudnya impian masyarakat memiliki rumah selama 47 tahun. Momentum HUT KPR ke-47 tahun ini akan menjadi penyemangat Bank BTN untuk berkontribusi lebih besar lagi kepada negara dalam mensejahterakan rakyat melalui pembiayaan perumahan. Sinergi Bank BTN dengan seluruh stakeholder, sambung Nixon, termasuk Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan DPR RI telah berhasil mewujudkan mimpi jutaan rakyat Indonesia beserta keluarganya memiliki rumah impian yang layak. Bank BTN, kata dia, akan terus mendorong sebanyak mungkin rakyat dengan mudah memiliki rumah melalui KPR. Bank BTN sebagai kepanjangantangan pemerintah harus ikut aktif berperan dalam mengimplementasikan amanah Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1 yang berbunyi : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. “Dalam pemenuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tentu pemerintah tidak bisa sendirian dalam mewujudkannya. Diperlukan kerjasama berbagai pihak baik dari regulator, asosiasi pengembang, dan perbankan termasuk Bank BTN,” ujar Nixon. Baca Juga : Dongkrak Sektor Perumahan, BTN Sambut Positif Stimulus Bebas Ppn Properti Lebih lanjut Nixon menegaskan, Bank BTN terus berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni khususnya bagi MBR. Komitmen ini dibuktikan perseroan dengan kontribusi yang sangat besar terhadap Program Sejuta Rumah. Lebih dari 90 persen portofolio kredit Bank BTN berupa kredit perumahan, Bank BTN memiliki keunggulan kompetitif di sektor pembiayaan rumah. Bank BTN telah menguasai sekitar 40% market share KPR secara nasional dan menggerakkan 181 sub-sektor ekonomi dan lebih dari 7.000 pengembang perumahan telah bermitra dengan Bank BTN hingga kini. Sementara di sektor KPR subsidi, Bank BTN mendominasi sebesar 83% dan menjadi kontributor utama untuk program perumahan rakyat. Dalam dua tahun ke depan, Bank BTN berharap dapat membiayai 1 juta rumah subsidi. Dengan kekuatan ini, Bank BTN mendukung upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan di sektor KPR non-subsidi, Bank BTN terus mengoptimalisasi upaya untuk membidik segmen menengah ke atas atau emerging affluent. Bank BTN membuka sales center di beberapa tempat dan bermitra dengan para pengembang perumahan di suburban dan perkotaan. Bank BTN optimistis bahwa sektor properti Indonesia akan tetap bertumbuh pesat karena rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tertahan di angka 3%, jauh di bawah negara-negara tetangga di ASEAN. Kemudian, masih terdapat 12,7 juta keluarga yang belum memiliki rumah dan 1,8 juta pernikahan baru setiap tahunnya. Baca Juga : Sediakan Rumah Bagi Atlet Sepakbola, PSSI Apresiasi Bank BTN Selain itu, diperkirakan terdapat tambahan 77 juta orang Indonesia yang akan digolongkan sebagai segmen berpendapatan menengah pada 2025. Hal ini ditopang pula dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia di berbagai aspek. Peran Bank BTN Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menilai pencapaian Bank BTN dalam menyalurkan KPR diraih dengan tidak mudah. Hal ini terkait dengan peran dan mandat pemerintah kepada Bank BTN sebagai agen perubahan sekaligus penyedia rumah untuk seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Di satu sisi, sebagai perusahaan publik, Bank BTN harus konsisten mencetak pertumbuhan laba dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham (shareholders values). Tapi, di sisi lain, menjalankan tugas mulia pemerintah dalam membantu masyarakat mengakses pembiayaan rumah yang terjangkau,” katanya. Menurut Piter, Bank BTN dituntut mampu menyeimbangkan antara menjalankan visi bisnis dan misi sosial secara bersamaan. “Memang tidak mudah, tapi mandat tersebut membuat bankir Bank BTN akan terlihat berbeda dan layak berbangga. Publik akan selalu ingat  satu hal bahwa, dibalik rumah milik rakyat, selalu ada peran BTN di dalamnya,” kata Piter. Baca Juga : Bertransformasi Menjadi Bank Modern dan Kekinian, BTN Jalankan 6 Langkah Strategis Selain itu, Piter juga mengapresiasi inovasi Bank BTN dalam menyediakan KPR bagi kelompok masyarakat menengah bawah yang selama ini terpinggirkan, seperti pekerja sektor informal, para pedagang pasar hingga anak milenial yang baru masuk dunia kerja. Mereka ini sejatinya tidak mudah memenuhi kriteria layak KPR, terutama dalam hal kecukupan penghasilan, uang muka dan kemampuan mengangsur. “Tanpa keberpihakan bankir dan improvisasi dalam penerapan prinsip manajemen risiko, mereka akan sulit mendapatkan KPR. Bank BTN berani melakukan itu dengan tetap menjalankan prinsip kehatihatian yang tinggi. Inilah peran penting Bank BTN yang tak tergantikan,” pungkas Piter.

Masyarakat Kesulitan Mengakses KPR, Capres Anies Akan Permudah Aturan

REI Bekasi

Propertynbank.com – Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Mengutip dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, di Indonesia, terdapat 2 jenis KPR yaitu KPR Subsidi dan Non Subsidi. KPR Subsidi yang diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Kredit subsidi telah diatur oleh Pemerintah, sehingga tidak setiap masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas ini. Secara umum batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi adalah penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan. Sedangkan KPR Non Subsidi, bisa diakses seluruh masyarakat asal memenuhi syarat. Ketentuan KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga akan dilakukan sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Baca Juga : Jadi Solusi Pengguna KPR, Finloan Indonesia Optimis Tumbuh Dua Kali Lipat Tahun 2024 Bagi sebagian masyarakat, saat ini cukup sulit untuk mendapatkan KPR. Beberapa faktor yang menjadi penyebab tersebut antara lain : 1.Persyaratan yang Ketat. Bank dan lembaga keuangan biasanya memiliki persyaratan yang ketat untuk memberikan KPR. Ini termasuk syarat kredit, penghasilan minimum, dan latar belakang kredit yang baik. Bagi banyak orang, memenuhi semua persyaratan ini dapat menjadi hambatan utama. 2.Ketidakpastian Ekonomi. Fluktuasi ekonomi dapat membuat lembaga keuangan menjadi lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Di masa ketidakpastian ekonomi atau ketidakstabilan pasar properti, bank mungkin lebih berhati-hati dalam menyetujui aplikasi KPR. 3.Ketidakstabilan Pekerjaan. Bank cenderung melihat stabilitas pekerjaan calon peminjam. Jika seseorang memiliki pekerjaan yang tidak stabil atau sering mengalami perubahan pekerjaan, lembaga keuangan mungkin ragu untuk memberikan KPR. 4.Rasio Utang. Lembaga keuangan melihat rasio utang peminjam, yaitu seberapa besar cicilan pinjaman dibandingkan dengan penghasilan bulanan. Jika rasio ini terlalu tinggi, bank mungkin menganggap peminjam kurang mampu membayar cicilan. 5.Harga Properti yang Tinggi. Di daerah dengan harga properti yang tinggi, jumlah KPR yang diperlukan juga tinggi. Hal ini bisa membuat proses mendapatkan persetujuan KPR semakin sulit bagi calon pembeli rumah. 6.Regulasi Perbankan. Aturan dan regulasi perbankan yang ketat juga dapat menjadi hambatan. Beberapa regulasi ini diterapkan untuk melindungi lembaga keuangan dan konsumen, tetapi pada saat yang sama, mereka dapat membuat proses pengajuan KPR menjadi lebih rumit. 7.Utang Kredit Sebelumnya. Jika calon peminjam memiliki catatan utang yang buruk atau sudah memiliki utang kredit lainnya, hal ini dapat menjadi hambatan besar dalam mendapatkan persetujuan KPR. Permudah Mengurus KPR Menyikapi hal tersebut, calon presiden (capres) tahun 2024 Anies Baswedan memiliki keinginan memberikan kemudahan untuk mengurus KPR. Saat ini, kata Anies, urusan membeli kendaraan roda dua dan roda empat dipermudah. Menurut dia, fenomena ini sebagai bukti ketidakadilan yang dialami masyarakat yang belum memiliki hunian. “Ada yang tidak adil di sini. Kalau mau kredit motor mudahnya luar biasa, kalau mau beli mobil mudahnya luar biasa. Sementara kalau mau beli rumah sulit,” kata Anies mengutip dari CNN.com. Anies mengatakan hal itu tidak seharusnya terjadi karena kendaraan bermotor adalah aset yang selalu mengalami penurunan nilai. Sementara rumah sambungnya adalah aset yang nilainya selalu menanjak.  “Jika pekerja informal punya rumah maka akan punya nilai aset yang harganya meningkat terus. Ada 12 juta keluarga yang perlu rumah,” katanya. Baca Juga : Hati-Hati Terjerat Pinjol Pengajuan KPR Bisa Ditolak Anies melihat sistem KPR saat ini hanya memberikan kemudahan untuk masyarakat yang bekerja disektor formal. Padahal banyak juga masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti usaha mikro. Menurutnya 90% perekonomian Indonesia adalah usaha mikro yang pekerjaannya harus diberikan dukungan. Sehingga penting untuk mengubah sistem KPR agar dapat mengakomodir pekerja disektor informal. “Kita sudah tahu kenyataan mayoritas warga kita di sektor informal, kenapa aturannya dibuat hanya untuk sektor formal. Itu tidak menyelesaikan masalah. Itu hanya memudahkan negara dan perbankan untuk mengurusi rumah. Nah ini harus diubah, dan itu membutuhkan keputusan politik,” ungkap Anies. Mengutip dari detik.com, Anies juga menyinggung 85% orang membangun rumah sendiri tanpa menggunakan kontraktor. Menurutnya perlu diadakan sistem untuk memungkinkan orang membangun sendiri, namun tetap dapat akses ke KPR. “Sementara sistem KPR harus pakai kontraktor. Yang 85% ini bisa pinjam dari mana? Nggak ada efeknya mereka nggak bisa bangun rumah dengan baik. Kenapa tidak kita buatkan sistem yang memungkinkan orang membangun sendiri dengan akses KPR dan ada pengawasannya. Ada sistem report yang baik, sehingga mereka terpaksa untuk taat pada komitmennya,” tegas Anies. Saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2023 Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) beberapa waktu lalu, Anies Baswedan yang hadir langsung menjadi pembicara acara talkshow yang dihadiri ratusan anggota Apersi dari 25 propinsi menegaskan, program perumahan yang akan digulirkan adalah kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR) untuk semua lapisan masyarakat. Anies yang berpasangan dengan Cak Imin yang dikenal dengan singkatan Amin itu ingin agar suku bunga KPR lebih terjangkau, sehingga memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah. Selain itu, ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, dirinya juga memperhatikan sektor informal maupun pekerja independen dapat terfasilitasi KPR. “Kami ingin suplai kebutuhan rumah ditopang sistem pembiayaan yang membuat satu suku bunga, jadi lebih terjangkau dan mekanisme jadi lebih mudah. Tidak hanya memfasilitasi mereka yang ada di sektor formal, tapi juga sektor informal, non formal, dan independen karena kelompok ini yang merasakan dampak. Sehingga akses KPR lebih meningkat dan semua merasakan  dan ini akan kita lakukan,” jelas Anies. (Nabilla Chika Putri)

Jadi Solusi Pengguna KPR, Finloan Indonesia Optimis Tumbuh Dua Kali Lipat Tahun 2024

finloan

Propertynbank.com – Masih tingginya potensi pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia, membuat Finloan Indonesia, perusahaan yang khusus bergerak di bidang Digital Mortgage optimis bisnis yang dijalani akan terus berkembang. Tahun politik yang banyak dikuatirkan berbagai pihak, justru dimanfaatkan menjadi peluang bagi Finloan Indonesia. “Pada kondisi itu, biasanya masyarakat akan lebih memanfaatkan pinjaman dari bank, termasuk KPR. Tahun 2024, kami malah menargetkan pertumbuhan dua kali lipat menjadi Rp500 miliar di, dari pencapaian kami hingga akhir tahun ini yang kami diperkirakan tembus Rp250 miliar. Saat ini, November 2023 realisasi KPR kami senilai Rp100 miliar lebih,” ujar Kevin C Pardede, Chief Executive Officer Finloan Indonesia saat ditemui di kantornya, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (20/11/2023). Finloan Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Lumbung Dana Asia, didirikan pada 2021 dengan tujuan mendukung bisnis Linktown divisi khusus untuk penyaluran customer yang ingin membeli rumah melalui KPR. Linktown sendiri adalah perusahaan proptech pemasaran proyek properti primary di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya kedua perusahaan, Finloan akhirnnya memutuskan untuk berdiri sendiri namun tetap berkolaborasi. Baca Juga : KPR BRI Property EXPO 2023 Makassar Diikuti 900 Developer “Finloan Indonesia hadir dengan berbagai ide kreatif guna membantu mempermudah masyarakat dalam berbagai layanan digital property. Potensi KPR masih sangat besar, maka kami menawarkan beragam produk, antara lain KPR Pengambilalihan (takeover KPR), KPR Primer, KPR Sekunder, dan multifinancing,” jelas Kevin. Besarnya potensi KPR tergambar dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan, pada Kuartal III – 2023 skema pembiayaan yang paling dipilih untuk membeli rumah primer adalah KPR dengan porsi 75,50%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding cara bayar tunai bertahap (installment) (17,77%) dan tunai keras (6,73%). Kevin menegaskan, Finloan Indonesia memberikan layanan dan edukasi kepada para klien dan membantu mereka menavigasi seluk-beluk bisnis pembiayaan KPR yang kompleks. Pihaknya mengambil pendekatan komprehensif terhadap pinjaman KPR, dengan mempertimbangkan situasi keuangan konsumen, riwayat kredit, dan tujuan kepemilikan rumah. Melalui hubungan jangka panjang, Kevin berkomitmen untuk menjaga kepercayaan melalui keahlian, integritas, dan dedikasi yang dimiliki. Saat ini bisnis Finloan lebih banyak menangani takeover KPR yang mencapai 90% dari total klien yang ada. “Masih banyak konsumen KPR di Indonesia yang tidak tahu bahwa cicilan KPR bisa dipindah dari satu bank ke bank lain dan menawarkan suku bunga lebih menarik,” tegas Marwin Lie, Chief Business Development Officer Finloan Indonesia. Dia mencontohkan, seseorang mencicil KPR di Bank A dengan bunga fixed rate satu tahun. Di tahun kedua, dia akan dikenakan suku bunga KPR floating yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Finloan mengedukasi konsumen bahwa cicilan KPR bisa dipindah ke Bank B yang menawarkan suku bunga fixed. Baca Juga : KPR Maybank Hadirkan Fitur Kemudahan Bebas Bunga Hingga 0 Persen “Bahkan, terhadap aset rumah akan dilakukan appraisal ulang. Jika nilainya naik dari harga awal, konsumen bahkan bisa mendapatkan fresh money yang bisa digunakan untuk keperluan pribadi mereka,” tutur Vincent Septian, Chief Operation Officer Finloan Indonesia. Selain itu, proses takeover KPR juga cukup mudah. Nasabah hanya perlu meminta pindah KPR ke bank lain. Finloan akan memberi beberapa opsi bank baru, kemudian menghubungkan konsumen dengan bank yang paling cocok dengan profil konsumen. “Kami merasa konsumen KPR perlu edukasi literasi kredit. Jangan sampai mereka salah menghitung, karena dampaknya bisa saja rumahnya disita bank,” imbuh Chief Investment Officer, Presly Widodo. Tips Dari Finloan Khusus Takeover KPR Untuk dapat melakukan takeover KPR, Kevin memberikan beberapa hal yang harus diperhatikan konsumen antara lain cicilan KPR minimal satu tahun, rumah memiliki jalan minimal 6 meter atau cukup untuk 2 mobil, rumah jauh dari Sutet, pekuburan, rumah ibadah, dan aman dari banjir, debt ratio berkisar 30 – 50%, hindari utang pinjol dan kartu kredit, rekening harus mencerminkan gaji atau omzet usaha, dan untuk pekerja, harus sudah karyawan tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun serta untuk entrepreneur minimal dua tahun berusaha dengan legalitas lengkap. “Target pasar kami adalah karyawan atau entrepreneur berusia 28 hingga 60 tahun dengan income di atas Rp10 juta per bulan dan sudah menjadi nasabah KPR. Caranya sangat mudah, cukup menghubungi pihak Finloan melalui www.finloan.id atau bisa juga melalui akun Instagram @finloan.id,” jelas Kevin. Baca Juga : Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Properti, Bank Muamalat Rilis KPR Hijrah Baitullah Lalu, sambung Kevin, calon konsumen cukup mengisi data yang akan didistribusi ke sales, kemudian bagian team sales mengumpulkan dokumen dan didistribusi ke pihak bank. Normalnya, dalam 14 hari kerja KPR bisa di-approve dan selanjutnya akad kredit. Kevin mengklaim, keunggulan Finloan Indonesia adalah memiliki tim yang merupakan jebolan mortgage bank besar di Indonesia, sehingga secara knowledge dan service, sudah pasti memiliki tenaga pemasar yang sangat kompeten, memilki data akurat sehingga lebih mudah dianalisa pihak bank. Sejumlah bank sudah menjalin kerjasama dengan Finloan Indonesia seperti Bank Mandiri, BTN, Panin, Danamon, Permata, Maybank, BSI, UOB, BTPN, Bukopin, JTrust, Sampoerna, termasuk BPR. “Kami menargetkan Finloan Indonesia bisa menjadi Pionir Mortgage Solution di Tanah Air. Sebagai produk anak bangsa, Finloan Indonesia dengan jargonnya #yakinapprovedkpr menargetkan akan menjadi market leader dalam bisnis mortgage di Indonesia dalam dalam 3 – 5 tahun ke depan,” pungkas Kevin.

Bank BTN Gelar Akad Massal KPR Syariah Serentak 2.300 Unit Rumah

akad KPR syariah massal

Propertynbank.com – Akad Massal KPR Syariah sebanyak 2.300 unit secara serentak di seluruh Indonesia, dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Unit Usaha Syariah (UUS/BTN Syariah), yang bekerjasama dengan BP Tapera. Agenda akad massal KPR Syariah tersebut dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (26/9). Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, akad massal KPR Syariah yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini selain untuk mendukung Program Sejuta Rumah, juga dalam rangka memperingati satu tahun KPR Tapera Syariah. “Bank BTN termasuk BTN Syariah ingin terus menjadi bagian penting pemerintah dalam mensejahterakan rakyat dalam mewujudkan rumah yang layak huni,” ujar Hirwandi Gafar dalam keterangannya. Dikatakan Hirwandi, BTN Syariah menyelenggarakan Akad Massal KPR Syariah Serentak untuk meningkatkan brand awareness KPR BTN Syariah dengan lokasi utama di Kota Palembang dan diikuti juga oleh 32 Kantor Cabang Syariah (KCS) di seluruh Indonesia. “Target akad KPR Syariah adalah minimal 1.700 unit KPR Subsidi dan minimal 600 unit KPR Non Subsidi. Sehingga total akad serentak KPR Syariah Bank BTN adalah minimal sebanyak 2.300 unit,” ungkap Hirwandi. Baca Juga : Terbitkan Sukuk Rp 92 Miliar, BTN Syariah Tingkatkan Penyaluran KPR Tapera Lebih lanjut Hirwandi menambahkan, tahun ini, BTN Syariah menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan syariah sekitar 45.750 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 35.150 KPR Syariah Subsidi dan 10.600 KPR Syariah Non Subsidi. Dengan syarat yang mudah dan proses yang cepat, imbuh Hirwandi, diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun 2023. Ditegaskan Hirwandi, BTN Syariah akan tetap fokus melayani seluruh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di berbagai segmentasi yang ingin memiliki rumah bersubsidi pemerintah melalui program KPR Sejahtera FLPP dan KPR Tapera Syariah. Akad Massal KPR Syariah Serentak BTN Syariah, ungkap Hirwandi, memiliki kepedulian tinggi untuk keberlanjutan berbagai program pemerintah termasuk program perumahan rakyat. Untuk itu, pelaksanaan Akad Massal KPR Syariah yang  BTN Syariah lakukan serentak di seluruh Indonesia merupakan wujud nyata dalam mendukung keberlanjutan program perumahan rakyat. “Dukungan BTN Syariah terhadap keberlanjutan program perumahan rakyat salah satunya dengan terus berupaya meningkatkan pelayanannya sampai kepada sektor informal yang ingin memiliki rumah melalui kerjasama dengan organisasi seperti PP Muhammdiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan lainnya,” tegas Hirwandi. Baca Juga : BTN Syariah Dukung Warga Muhammadiyah Miliki Rumah, 400 Nasabah Langsung Akad KPR Pada kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Adi Setianto menambahkan, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan syariah yang bersumber dari dana FLPP tahun 2022 sebanyak 42.237 unit senilai Rp4,62 triliun dan per 15 September 2023 sebanyak 31.299 unit senilai Rp3,46 triliun. Khusus untuk Sumatera Selatan, telah tersalurkan sebanyak 2.085 unit yang terdiri dari 213 perumahan, 133 pengembang, 2 bank, di 10 kota/kabupaten. Sedangkan untuk pembiayaan syariah yang bersumber dari dana Tapera, sejak Tahun 2021 hingga 14 September 2023, BP Tapera telah merealisasikan akad sebanyak 1.660 unit rumah. “Kami berharap masyarakat di provinsi Sumatera Selatan bisa memanfaatkan program pembiayaan perumahan untuk rumah Tapera ini, karena rumah Tapera adalah rumah yang berkualitas, dihuni dan tepat sasaran,” ungkap Adi Setianto. Sementara Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna sendiri mengakui bahwa pembiayaan perumahan syariah di Indonesia sendiri baru mencapai 10 persen. Padahal dengan potensi masyarakat yang mayoritas muslim, seharusnya pembiayaan syariah khususnya di sektor perumahan angkanya bisa lebih ditingkatkan dari realisasi yang ada saat ini. “Ini anomali yang terjadi di Indonesia, padahal dengan penduduk muslim yang mencapai 90 persen seharusnya pembiayaan perumahan syariahnya bisa lebih dari 10 persen. Angka ini yang harus bisa kita balik ke depannya,” ungkap Herry. Dia juga meminta kepada stakeholder terkait agar lebih mensosialisasikan pembiayaan perumahan syariah serta memodifikasi aturan-aturannya agar tidak lagi dinilai sama dengan pembiayaan konvensional.

Sediakan Rumah Bagi Atlet Sepakbola, PSSI Apresiasi Bank BTN

pssi

Propertynbank.com – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengapresiasi peran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang terus melakukan keberlanjutan program pembiayaan rumah rakyat. Terlebih kali ini cakupannya diperluas dengan menyertakan pelaku olahraga, saat ini adalah pesepakbola sebagai segmen yang mendapat kemudahan untuk memiliki rumah. “Saya harap Bank BTN terus fokus membiayai perumahan rakyat yang merupakan program pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Program Sejuta Rumah saat ini sudah berjalan dengan baik, bahkan saya apresiasi karena kali ini, BTN menyediakan rumah bagi pesepakbola dan atlet,” ujar Erick saat meninjau Akad Massal Serentak KPR & KUR Bank BTN dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Bank Tabungan Negara, Persero (Tbk) dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan, di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/9). Dijelaskan Erick, atlet sebagai pahlawan yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional haruslah diperhatikan kesejahteraannya terutama dalam memiliki hunian yang layak. Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional, PSSI bersama Bank BTN mengadakan Nota Kesepahaman agar bisa mewujudkan impian bagi para pemain agar memiliki rumah. Pelaksanaan Nota Kesepahaman dilaksanakan di Perumahan Surya Breeze yang dikembangkan oleh PT Jayaland. Baca Juga : Bertransformasi Menjadi Bank Modern dan Kekinian, BTN Jalankan 6 Langkah Strategis “Secara bertahap setiap pelaku di sepakbola nasional harus meningkat kesejahteraannya. Setelah wasit kita perhatikan jaminan kesehatan, lalu mantan pemain dengan keberadaan Yayasan Sepakbola Indonesia, kini para pemainnya akan mendapat kemudahan untuk memiliki hunian,” ungkap Erick. Fasilitas rumah bagi pesepakbola merupakan bagian dari keberlanjutan Program Sejuta Rumah dan Pembiayaan Rumah Rakyat agar terus terjaga. Optimalisasi yang dilakukan Bank BTN dengan terus berusaha mewujudkan mimpi jutaan rakyat Indonnesia bisa memiliki hunian yang layak termasuk para atlet. Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menambahkan, Bank BTN akan melakukan optimalisasi agar keberlanjutan Program Sejuta Rumah dan Pembiayaan Rumah Rakyat akan terus terjaga. Optimalisasi yang dilakukan Bank BTN dengan terus berusaha mewujudkan mimpi jutaan rakyat Indonnesia bisa memiliki hunian yang layak termasuk para atlet. Pembiayaan Khusus Untuk PSSI “Kami sudah mengeluarkan produk pembiayaan rumah untuk pekerja formal, pekerja informal dan saat ini kami bersama dengan PSSI berupaya agar para pelaku olahraga Sepak Bola juga bisa memiliki rumah impiannya. Sehingga mereka bisa tenang bermain membela negara Indonesia, karena sudah memiliki rumah yang layak,” tegasnya. Menurut Nixon dalam kesempatan tersebut, Bank BTN juga menyampaikan persetujuan prinsip pembiayaan KPR Pelaku Olahraga bagi Indra Sjafrie (Direktur Teknik PSSI), sehingga produk KPR Pelaku Olahraga sudah siap untuk membantu memberdayakan para pelaku olahraga khususnya di dunia sepakbola untuk memiliki rumah. Baca Juga : Terbitkan Sukuk Rp 92 Miliar, BTN Syariah Tingkatkan Penyaluran KPR Tapera Lebih lanjut Nixon mengungkapkan, optimalisasi pembiayaan rumah rakyat terus dilakukan perseroan, salah satunya dengan menggelar kembali Akad Massal Serentak KPR & KUR Bank BTN dengan jumlah 10.000 unit baik KPR Subsidi, KPR Non Subsidi, Pembiayaan Syariah dan KUR BTN. “Setelah Akad Massal KPR di Tigaraksa, Banten bulan lalu dengan 10.000 unit. Akad KPR Massal Serentak 10.000 unit juga kami laksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Optimalisasi pembiayaan rumah rakyat dengan Akad Massal KPR & KUR akan terus kami lakukan hingga akhir tahun ini,” papar Nixon. Dia menambahkan, akad massal ini adalah langkah awal yang diharapkan inisiasi ini akan berlanjut terus sampai kebutuhan perumahan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia terpenuhi. Sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan dalam program perumahan rakyat tahun ini Bank BTN juga menargetkan penyaluran pembiayaan rumah subsidi baik KPR FLPP maupun KPR Tapera sekitar Rp182.250 unit dengan nilai mencapai Rp26,77 triliun. “Target Bank BTN tersebut sekitar 80% dari total target pemerintah 2023 baik KPR FLPP maupun KPR Tapera yang sekitar 230.000 unit,” katanya. Dia menegaskan, upaya-upaya yang telah dilakukan bersama dengan pemerintah, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR dan seluruh stakeholder perumahan merupakan sebuah bentuk sinergi dan kolaborasi positif sekaligus menjadi sebuah komitmen bersama untuk mendukung seluruh Program Perumahan Nasional yang dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia serta sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Zero Backlog pada tahun 2045. “Bank BTN memiliki peran yang strategis sebagai salah satu BUMN yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah, sebagai agent of development, turut serta membantu kehidupan masyarakat Indonesia secara umum, menuju masa depan lebih baik, melalui jasa layanan perbankan dan jasa layanan pembiayaan perumahan,” tutup Nixon.