PNB_Back_Up

Ditawarkan Mulai Dari Rp8 miliar, OXO The Residences Bali Terjual Habis Dalam 1 Hari

Propertynbank.com – Grand Launching OXO The Residences, yang dilakukan pada Sabtu, 8 Juni 2024 lalu, sukses mencatat sejarah baru di industri properti Pulau Dewata, Bali. OXO Group Indonesia selaku pengembang dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali tersebut, berhasil menjual habis seluruh unit OXO The Residences hanya dalam waktu satu hari. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan penjualan OXO The Residences. Menurutnya, proyek hunian mewah hasil kolaborasi dengan Alexis Dornier tersebut merupakan pengejawantahan fundamental OXO Group yang mengangkat prinsip-prinsip kebebasan—baik secara finansial, maupun menikmati pengalaman hidup. “Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Sebuah tonggak sejarah, bukan hanya untuk OXO Group Indonesia, namun juga dalam industri properti mewah di Pulau Dewata,” tutur Johannes Weissenbaeck. Baca Juga : Juni 2024, Oxo Group Indonesia Luncurkan Proyek Hunian Bergaya Neo Luxury Kesuksesan  OXO The Residences tidak  terlepas dari  dukungan  dan  kolaborasi  dari  semua pihak  terkait  yang  telah  bekerja sama dalam mempersiapkan produk ini sejak hari pertama OXO The Residences digadang sebagai Game Changer di Bali. “Keberhasilan  ini  juga  semakin  memperkuat  posisi Bali sebagai salah satu destinasi pilihan The Haves sebagai rumah kedua,” ungkap Johannes. Tercatat 40-unit OXO The Residences berhasil terjual habis dengan kisaran harga mulai dari Rp8 miliar hingga Rp16 miliar per unitnya, dengan luas bangunan mulai 193-meter persegi hingga 293-meter persegi dan luas tanah mulai dari 300-meter persegi hingga 643-meter persegi. OXO The Residences secara perdana diperkenalkan kepada publik pada 8 Mei 2024 di Nuanu City. Dengan jumlah undangan yang hadir mencapai 400 orang—yang merupakan gabungan calon pembeli dari pasar domestik dan internasional—acara OXO The Residences the Unveiling ini menjadi acara peluncuran terbesar produk properti Neo Luxury yang pernah diadakan di Pulau Dewata. Prisca Edwards, CEO Investera Australia, yang ditunjuk OXO Group Indonesia untuk memimpin divisi penjualan dan pemasaran proyek OXO The Residences mengungkapkan banyak konsumen yang lebih memilih unit dengan 3 dan 4 kamar tidur. Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, terangnya, unit vila dengan 3 atau 4 kamar tidur menjadi primadona. Para investor lebih memilih unit dengan tiga kamar tidur, sementara unit dengan empat kamar tidur lebih banyak dipilih konsumen (end user). “Layanan manajemen properti yang dimiliki oleh OXO Group Indonesia, memang menjadi  daya tarik bagi para investor yang membeli unit OXO The Residences,” jelas Prisca Edwards. Baca juga : OXO Group Konsisten Kembangkan Properti Berkonsep Boutique Lifestyle Di Bali Dia menuturkan, sejak tahun 2021,  ekonomi  di  Bali tumbuh signifikan, sementara rata-rata okupansi yang  terus  meningkat  hingga  mencapai  75%,  membuat  investasi properti di Bali sangat menarik. Menurut Prisca, Bali masih menjadi Top of Mind para wisatawan mancanegara. “Ditambah lagi, saat ini kawasan pariwisata Pulau Dewata telah merambah ke bagian barat mengarah  ke  utara,  termasuk Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan. Dengan demikian, potensi untuk terus berkembang sangat besar,” tambah Prisca Edwards. Konsep OXO The Residences OXO The Residences menampilkan 40-unit vila bergaya neo luxury di atas lahan seluas 2 hektare yang dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuni. Hunian mewah ini berlokasi tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek yang digadang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. “Yang membedakan OXO The Residences dengan produk lain di pasar adalah proyek hunian ini merupakan aktualisasi dari konsep yang saat ini kita kenal sebagai Neo Luxury Living,” ungkap Johannes Weissenbaeck. Dia menerangkan, Neo Luxury Living yang ditawarkan OXO The Residences memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan—misalnya marmer—namun lebih kepada value, desain, kepraktisan, experience, dan gaya hidup berkelanjutan. Baca Juga : OXO The Residences, Proyek Senilai Rp500 Miliar Yang Akan Menjadi Game Changer “Perbedaan kedua adalah, semua penghuni OXO The Residences nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Nuanu City, seperti ProEd Global School dan Luna Beach Club yang bisa dicapai hanya dengan beberapa menit berjalan kaki,” tambahnya. Nuanu dikembangkan sebagai kota kreatif seluas 44 hektare dan mewujudkan esensi dari Tri Hita Karana, yang merupakan filosofi hidup dari masyarakat Bali. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, Nuanu City menawarkan pengalaman transformatif yang memadukan seni, budaya, kesehatan, kehidupan yang terinspirasi dari alam, dan dampak sosial, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari petualangan yang kaya dan bermakna di Bali. Lebih lanjut dia juga menjelaskan, OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan Zero Waste dalam setiap proyek properti kami, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal kami berdiri. Tentu kami juga memiliki sertifikasi green building dari GBCI dan tengah dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi internasional B Corp,” kata Johannes. Saat ini, OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar, yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo.

OXO The Residences, Proyek Senilai Rp500 Miliar Yang Akan Menjadi Game Changer

OXO The Residences

Propertynbank.com – OXO Group Indonesia, secara resmi memperkenalkan OXO The Residences sebuah proyek hunian hasil kolaborasi dengan Alexis Dornier. OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembang dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali. Founder dan CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck mengungkapkan, OXO The Residences menggambarkan fundamental OXO Group yang mengangkat prinsip-prinsip kebebasan—baik secara finansial, maupun menikmati pengalaman hidup. “Hal-hal fundamental tersebut merupakan aktualisasi dari konsep yang saat ini kita kenal sebagai Neo Luxury Living,” ungkapnya. Neo Luxury Living yang ditawarkan OXO The Residences, kata dia, memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan—misalnya marmer—namun lebih kepada value, desain, kepraktisan, experience, dan gaya hidup berkelanjutan. “Kami meyakini bahwa OXO The Residences akan menjadi game changer yang menciptakan standar baru dalam industri properti di Bali,” tutur Jo—sapaan akrab Johannes Weissenbaeck. Baca Juga : Juni 2024, Oxo Group Indonesia Luncurkan Proyek Hunian Bergaya Neo Luxury Pria asal Austria ini menjelaskan, OXO The Residences dibangun dengan nilai proyek Rp500 miliar dan akan menampilkan 40-unit vila bergaya neo luxury di atas lahan seluas 2 hektare yang dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuni. Dengan luas bangunan mulai 182-meter persegi hingga 286-meter persegi, OXO The Residences bakal memikat konsumen lokal maupun internasional dengan harga mulai dari Rp7,5 miliar. “Satu hal yang pasti, lokasi proyek hunian terbaru ini terletak tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek yang digadang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan,” tambahnya. Menurutnya, semua penghuni OXO The Residences nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Nuanu City, seperti ProEd Global School dan Luna Beach Club yang bisa dicapai hanya dengan beberapa menit berjalan kaki. Nuanu dikembangkan sebagai kota kreatif seluas 44 hektare dan mewujudkan esensi dari Tri Hita Karana, yang merupakan filosofi hidup dari masyarakat Bali. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, Nuanu City menawarkan pengalaman transformatif yang memadukan seni, budaya, kesehatan, kehidupan yang terinspirasi dari alam, dan dampak sosial, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari petualangan yang kaya dan bermakna di Bali. Sebuah komunitas yang terdiri dari para creator, pemimpin, dan pembuat perubahan yang dinamis, Nuanu menciptakan sebuah lingkungan di mana pengunjung dan tamu dapat terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi bersama. Mulai dari instalasi seni yang unik, cagar alam tepi pantai, program budaya hingga ruang kerja bersama dan ruang komunal yang inovatif, setiap aspek dari Nuanu dirancang untuk memicu kreativitas dan menumbuhkan hubungan yang bermakna. Baca Juga : Ekspansi Ke Bali, One Global Resorts Jalin Kerjasama Dengan OXO Living “Setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global,” ungkapnya. Meskipun pasar internasional saat ini masih kuat dan didominasi oleh konsumen dari Singapura, Amerika Serikat, Australia dan Jepang, jelas Johannes, OXO Group menargetkan 80% pembeli domestik, sementara 20% dari mancanegara. Sementara itu, Prisca Edwards CEO dari Investera Australia yang ditunjuk oleh OXO Group Indonesia untuk memimpin divisi penjualan dan pemasaran proyek OXO The Residences juga mengungkapkan optimismenya “Kami melihat potensi yang sangat kuat dari calon pembeli dari Jakarta, Surabaya dan Medan, selain Bali sendiri,” “Bahkan jumlah Expression of Interest (EOI) atau tanda jadi yang kami terima sejak tanggal 23 April lalu telah melampaui target dan ekspektasi kami.” Jelasnya. Unveiling OXO The Residences OXO The Residences diperkenalkan kepada publik untuk kali pertama pada 8 Mei 2024 di Nuanu City.  Dengan jumlah undangan mencapai 500 orang—yang merupakan gabungan calon pembeli dari pasar domestik dan internasional—acara OXO The Residences ini digadang menjadi acara peluncuran terbesar produk properti Neo Luxury yang pernah diadakan di pulau Dewata. Sementara untuk Grand Launch dari OXO The Residences ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2024. “Ini merupakan kesempatan bagi OXO Group Indonesia untuk mengumumkan kepada dunia bahwa kami akan meluncurkan OXO The Residences dalam 1 bulan ke depan. Ini adalah perayaan bersama para pemangku kepentingan dan calon pembeli yang menampilkan proyek paling menarik di Bali.” Ungkap Johannes. Baca Juga : OXO Group Konsisten Kembangkan Properti Berkonsep Boutique Lifestyle Di Bali Lebih lanjut dia menjelaskan, OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan Zero Waste dalam setiap proyek properti kami, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal kami berdiri. Tentu kami juga memiliki sertifikasi green building dari GBCI dan tengah dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi internasional B Corp.” kata Johannes. Saat ini, OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar, yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo. “Hal yang perlu dipahami bersama adalah, saat ini Pulau Dewata sedang mengalami perubahan lanskap industri properti, dan tren Neo-Luxury telah menciptakan ceruk pasar baru di industri properti Indonesia. Dan kekuatan utama OXO Group Indonesia adalah kami bisa mengikuti tren pasar baru tersebut,” pungkas Johannes. Desain Arsitektur Sederhana Sementara itu, Alexis Dornier, desainer arsitektur yang merancang OXO The Residences juga mengungkapkan visinya atas hasil kreasinya tersebut. “Kami ingin menghadirkan sebuah desain arsitektur yang sederhana namun ikonik pada saat yang bersamaan. Arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam dan budaya pulau Bali serta area perkampungan sekitar,” terang Alexis. Dia menjelaskan, elemen yang digunakan juga harus mewakili identitas Pulau Bali, melalui alam sekitar dan material lokal, seperti batu bata yang dapat dengan mudah kita temukan di kawasan Tabanan, termasuk  bebatuan vulkanik. Melalui OXO The Residences, tutur Alexis Dornier, pihaknya ingin menyampaikan sebuah pernyataan gaya desain arsitektur yang mudah untuk dipahami sekaligus mendefinisi ulang arti kenyamanan dan kemewahan.

Kembangkan Oxo The Residences Senilai Rp500 miliar, Oxo Group Indonesia Gandeng Alexis Dornier

OXO The Residences

Propertynbank.com – OXO Group Indonesia akan berkolaborasi dengan Alexis Dornier dalam mengembangkan OXO The Residences, sebuah proyek hunian di kawasan Nyanyi, Bali. OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali. Nilai proyek yang akan dikembangkan tersebut mencapai Rp500 miliar. Founder dan CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck mengungkapkan, OXO The Residences akan menjadi game changer dan menetapkan standar baru dalam industri properti Neo Luxury di Bali. Setiap proyek hunian yang dikerjakan, kata dia, harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global. “Sebelum pandemi Covid-19, sebagian besar pasar OXO Group didominasi oleh konsumen dari luar negeri, seperti Australia, Singapura, dan lain-lain. Sementara untuk proyek OXO The Residences ini, mereka menargetkan 80% pembeli domestik, sementara 20% dari mancanegara,” ujar Johannes Weissenbaeck dalam keterangan tertulis. Baca Juga : Juni 2024, Oxo Group Indonesia Luncurkan Proyek Hunian Bergaya Neo Luxury Sebagai informasi, menurut Mordor Intelligence pada tahun 2023 pasar properti residensial Indonesia bernilai sekitar US$ 67 miliar, dan diperkirakan pada tahun 2024 akan mencapai US$ 72 miliar, atau tumbuh sekitar hampir 8%. Di tahun 2029 bahkan diramalkan akan mencapai US$ 105,7 miliar. Sejalan dengan hal itu, Rumah123.com menyebutkan, sepanjang tahun 2023 konsumen asing yang mencari properti di Indonesia yang didominasi lima negara, yakni Singapura (21,9%), Amerika Serikat (16,1%), Australia (11,8%), Malaysia (8,9%), dan Jepang (4,0%). Adapun jenis properti yang paling banyak diminati pembeli asing pada tahun 2023 adalah rumah tapak (47%), tanah (21,8%), dan apartemen (25%). OXO The Residences terdiri dari 40-unit vila bergaya neo luxury yang dikembangkan diatas lahan seluas 2 hektare, dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuninya. Dengan luas bangunan mulai 182-meter persegi hingga 286-meter persegi, OXO The Residences bakal memikat konsumen lokal maupun internasional dengan harga mulai dari Rp7,5 miliar. Dikatakan Johannes, dengan visi menciptakan gaya hidup yang menginspirasi dan bermanfaat bagi para tamu dan investor, sejak awal tahun 2015, produk properti dan pengalaman OXO Group dikenal memiliki standar tanpa kompromi, desain cerdas, layanan premium, dan mengedepankan prinsip berkelanjutan (sustainability). Baca Juga : OXO Group Konsisten Kembangkan Properti Berkonsep Boutique Lifestyle Di Bali “Lokasi proyek ini terletak tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. Dan semua penghuni OXO The Residences nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh Nuanu City,” tambah Johannes Weissenbaeck. Menurut dia, Nuanu dikembangkan sebagai kota kreatif seluas 44 hektare dan mewujudkan esensi dari Tri Hita Karana, yang merupakan filosofi hidup dari masyarakat Bali. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, Nuanu City menawarkan pengalaman transformatif yang memadukan seni, budaya, kesehatan, kehidupan yang terinspirasi dari alam, dan dampak sosial, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari petualangan yang kaya dan bermakna di Bali. Desain OXO The Residences Sementara itu, Alexis Dornier selaku desainer arsitektur yang merancang OXO The Residences mengungkapkan visinya atas hasil kreasinya tersebut. “Kami ingin menghadirkan sebuah desain arsitektur yang sederhana namun ikonik pada saat yang bersamaan. Arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam dan budaya pulau Bali serta area perkampungan sekitar,” terang Alexis. Dijelaskan Alexis Dornier, elemen yang digunakan juga harus mewakili identitas Pulau Bali, melalui alam sekitar dan material lokal, seperti batu bata yang dapat dengan mudah kita temukan di kawasan Tabanan, termasuk  bebatuan vulkanik. Menurutnya, Tabanan, Bali, selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bata press dan batu padas yang banyak digunakan sebagai material bangunan rumah di kawasan tersebut. Bali bahkan telah mengekspor hasil kerajinan batu padas dan terakota sejak tahun 2011. Tahun 2022 lalu, total nilai ekspor kerajinan Bali mencapai USD116,6 juta, di mana besaran ekspor kerajinan batu padas memberi kontribusi sebesar USD5,8 juta (5%). Melalui OXO The Residences, tutur Alexis Dornier, pihaknya ingin menyampaikan sebuah pernyataan gaya desain arsitektur yang mudah untuk dipahami sekaligus mendefinisi ulang arti kenyamanan dan kemewahan. “Alasan mendasar mengapa kolaborasi antara OXO dengan studio kami ini bisa berjalan secara alami, karena kami memiliki pemahaman fundamental yang sama dalam hal membangun properti, yaitu prinsip-prinsip keberlanjutan. Semakin sedikit kita membangun, semakin baik,” tutup Alexis. Seperti diketahui, Alexis Dornier selama 10 tahun terakhir telah berkembang menjadi perusahaan jasa arsitektur dan desain dengan layanan lengkap. Lahir di Jerman, Alexis dibesarkan di lingkungan yang akrab dengan kreativitas dan teknik. Baca Juga : Integrasikan Crown Group ke ONE Global Capital, Iwan Sunito Ajukan Tawaran Rp1 Triliun Setelah mempelajari seni arsitektur di Universitas Seni Berlin, Alexis pindah ke New York untuk bekerja sebagai desainer arsitektur untuk Asymptote Architecture, OMA-NY dan Rex pada rentang 2004 – 2007. Pencarian desain yang inovatif, berkesan, namun bijaksana sambil merujuk pada sejarah arsitektur, konteks lokal, dan budaya bangunan merupakan karakter khas dari rancangan karya Alexis Dornier. OXO Group Indonesia sendiri telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar, yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo. “Hal yang perlu dipahami bersama adalah, saat ini Pulau Dewata sedang mengalami perubahan lanskap industri properti, dan tren Neo-Luxury telah menciptakan ceruk pasar baru di Industri properti Indonesia. Dan kekuatan utama OXO Group Indonesia adalah kami bisa mengikuti tren pasar baru tersebut,” katanya. Menurutnya, OXO Group Indonesia adalah perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO Group dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan konsep  Zero Waste  dalam setiap proyek properti OXO Group, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal berdiri,” pungkas Johannes.

Juni 2024, Oxo Group Indonesia Luncurkan Proyek Hunian Bergaya Neo Luxury

OXO Group

Propertynbank.com – OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, akan meluncurkan proyek terbarunya. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengatakan, tahun 2024 ini adalah momentum untuk meningkatkan kapasitas perusahaan menjadi lebih besar. “Tahun 2024 ini merupakan momentum bagi OXO Group Indonesia untuk naik level guna mencapai tujuan utama menjadi World-class Boutique Developer. From Bali to The World adalah slogan yang dicanangkan oleh OXO Group Indonesia guna menjadi pemain utama di industri properti internasional. Bahwa setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus berstandar internasional dan bisa diterima bukan hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar global,” ungkap Johannes dalam keterangan tertulis. Menurut Johannes, pada bulan Juni 2024 nanti, pihaknya berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali, senilai Rp500 miliar. Proyek terbaru ini, kata dia, akan mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham Lifestyle Real Estate. Baca Juga : OXO Group Konsisten Kembangkan Properti Berkonsep Boutique Lifestyle Di Bali Dia menuturkan, proyek teranyar yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektare di bagian utara Canggu ini akan menampilkan sekitar 36 unit vila luas dengan kolam pribadi dan dilengkapi beragam fasilitas umum bagi para calon penghuninya. Dengan visi untuk menciptakan gaya hidup yang menginspirasi dan bermanfaat bagi para tamu dan investor,  sejak awal tahun 2015, produk properti dan pengalaman OXO dikenal memiliki standar tanpa kompromi, desain cerdas, layanan premium, dan mengedepankan prinsip berkelanjutan (sustainability). Proyek OXO Group Saat ini, OXO Group Indonesia telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar,yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo. “Satu hal yang pasti, lokasi proyek hunian terbaru ini terletak tepat di depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2 – 3 tahun ke depan. Dan semua penghuni proyek hunian ini nantinya bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh Nuanu City,” tambahnya. Lebih lanjut, Johannes menjelaskan, masifnya pariwisata di Bali mendorong perkembangan properti di kawasan ini. Menurutnya, kawasan pariwisata Pulau Dewata tidak lagi didominasi oleh area-area yang sudah terkenal, seperti Kuta, Ubud, Sanur, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu, namun kini telah merambah ke bagian barat mengarah ke utara Bali, termasuk Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan. Bali Masih Pilihan Utama Sementara itu, konsultan properti Knight Frank menyatakan Bali merupakan salah satu dari sepuluh destinasi pilihan investasi orang kaya sebagai rumah kedua. Riset ini juga menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi di Bali mencapai 7,5% sejak tahun 2021, dengan rata-rata okupansi yang terus meningkat hingga mencapai 75%, membuat investasi di Bali sangat menarik. “Hal yang perlu dipahami bersama adalah, saat ini Pulau Dewata sedang mengalami perubahan lanskap industri properti, dan kini tren Neo-Luxury telah menciptakan celah pasar baru di Industri properti Indonesia. Dan kekuatan utama OXO Group Indonesia adalah kami bisa mengikuti tren pasar baru tersebut,” kata Johannes. Dirinya menerangkan, Neo Luxury memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan—misalnya marmer—namun lebih kepada value, desain, kepraktisan, experience, dan gaya hidup berkelanjutan. Baca Juga : Ekspansi Ke Bali, One Global Resorts Jalin Kerjasama Dengan OXO Living Menurutnya, OXO Group Indonesia merupakan perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan Zero Waste dalam setiap proyek properti kami, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal kami berdiri,” pungkas Johannes.

OXO Group Konsisten Kembangkan Properti Berkonsep Boutique Lifestyle Di Bali

oxo group

Propertynbank.com – OXO Group, perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang sudah berdiri sejak tahun 2015 lalu, optimis pasar properti di Bali akan terus tumbuh dan sangat menarik baik untuk dihuni maupun investasi. Oleh karena itu, dengan visi untuk menciptakan gaya hidup yang menginspirasi dan bermanfaat bagi para tamu dan investornya, OXO Living sudah mempersiapkan sejumlah proyek di pulau Dewata itu. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengatakan, Bali merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kenaikan harga properti beserta okupansinya. TIdak hanya warga lokal ataupun warga negara Indonesia saja, tetapi warga negara asing juga ikut mendapatkan keuntungan dari bisnis properti di Bali. Tak heran jika warga negara Rusia, Ukraina, Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika mulai melirik bisnis properti di Bali. “Pasar properti di Bali telah terbukti resilience ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Menurutnya, ketika awal pandemi melanda, semua terdampak. Namun di sisi lain, pandemi juga memunculkan celah pasar properti baru, yaitu pasar properti berkonsep boutique lifestyle,” ujar Johannes Weissenbaeck kepada sejumlah media, di Jakarta, Senin (26/2). Baca Juga : Ekspansi Ke Bali, One Global Resorts Jalin Kerjasama Dengan OXO Living Menurut dia, hal ini dimungkinkan karena pada saat pandemi, semua orang bisa bekerja dari mana saja, dan Bali menjadi salah satu tujuan utama dari tren baru ini. Yang lebih mengagetkan, ujarnya, adalah tren tersebut masih bertahan hingga saat ini, dan hal ini menjadi bahan bakar untuk pasar properti berkonsep boutique lifestyle. Dikatakan Johannes, tiga tahun lalu pada saat awal Covid-19, jumlah villa di kawasan Canggu hanya sekitar 3.200 unit. Sementara saat ini sudah lebih dari 5.000 unit kamar villa yang siap disewakan. Jumlah tersebut digadang bakal terus bertambah seiring waktu. “Hal yang unik, kami bisa menjual habis dua proyek pengembangan kami di kawasan Canggu selama pandemi,” tegas Johannes. OXO Group Kembangkan Puluhan Proyek Saat ini, OXO Group telah mengembangkan dan memiliki sekitar 30 properti di Bali senilai Rp700 miliar, yang terdiri dari hunian pribadi, vila, townhouse, studio co-working, resor, dan kapal pesiar sepanjang 20 meter di Taman Nasional Komodo. “Kami menyebut OXO sebagai Small Giant. Mungkin kami kecil dari ukuran, namun kami memiliki visi menjadi pemain kelas dunia dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya. Baca Juga : Convention Center Terbesar di Indonesia Ini Mampu Menampung 5.000 Orang Sedangkan Johannes Weissenbaeck, adalah seorang wirausahawan kreatif, visioner, pemikir lateral dan pembicara publik dengan lebih dari 25 tahun pengalaman bisnis di Inggris, Australia, Austria, Jerman dan Indonesia. Pada akhir tahun 2014, Johannes pindah ke Bali dan mengembangkan properti pertama OXO Group, yaitu villa mewah Chameleon, yang mendapatkan penghargaan dan pengakuan internasional. Sejak saat itu, Johannes terus mengembangkan OXO menjadi salah satu perusahaan pengembangan dan pengelolaan properti butik terkemuka di Bali. ”Pasar global menjadi dasar pemikiran kami untuk menjalin kolaborasi strategis dengan ONE Global Capital serta Nuanu. Kami percaya, kolaborasi ini akan semakin mempercepat realisasi visi kami menuju pasar dunia,” kata Jo—sapaan akrab Johannes Weissenbaeck. Sebagai informasi, ONE Global Capital adalah perusahaan platform investasi besutan Iwan Sunito, sementara Nuanu diprediksi menjadi kawasan Hot Spot baru seluas 50 hektare di Bali setelah Canggu dalam satu hingga tahun ke depan. Baca Juga : Pertama di Australia, Iwan Sunito Luncurkan Platform Layanan Apartemen Premium “Salah satu kekuatan kami adalah kami bisa mengikuti tren pasar baru, seperti halnya Neo Luxury. Para penganut paham Neo Luxury memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan—misalnya marmer—namun mereka lebih melihat value, experience, dan gaya hidup berkelanjutan,” jelas Johannes. Menurutnya, OXO Group merupakan perusahaan pengembang yang selalu mengedepankan gaya hidup berkelanjutan. Semua properti yang dibangun oleh OXO dilengkapi dengan panel tenaga surya, area resapan air hujan, water treatment, penyaring air osmosis, hingga bahan baku hasil daur ulang atau dapat didaur ulang. “Kami bahkan telah menerapkan Zero Waste dalam setiap proyek properti kami, dan kami telah melakukan semua hal tersebut sejak awal kami berdiri,” katanya. Bukan hanya menerapkan gaya hidup berkesinambungan, OXO juga merangkul komunitas disabilitas lokal guna mendukung usaha mereka. “Ini adalah sesuatu yang selalu kami lakukan, yaitu memberi dampak kepada komunitas lokal. Melalui pemberdayaan komunitas disabilitas sebagai pendukung usaha OXO, kami mencoba membantu mereka untuk bisa lebih mandiri dan kreatif,” pungkas Johannes.