BSI Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam Negeri

Propertynbank.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah guna memperkuat ekosistem syariah di pasar modal dalam negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, BSI terus berkolaborasi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan perusahaan sekuritas di Tanah Air. Ruang lingkup kerja sama tersebut lain BSI menjadi salah satu bank administrator RDN atau bank kustodian 2024-2029. “BSI berterimakasih kepada KSEI, BEI, dan perusahaan sekuritas lainnya karena telah berkolaborasi dengan BSI untuk mengembangkan pasar modal syariah. BSI juga akan menyediakan fasilitas transaksi pengelolaan RDN untuk Perusahaan Efek rekanan dan nasabah pemilik investor RDN,” kata Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangan tertulis. Sebagai bank administrasi RDN, BSI menyediakan fasilitas pembukaan RDN secara online dan offline. Selain itu, BSI juga menjalankan program sosialisasi dan pengembangan pasar modal bersama KSEI, BEI dan Perusahaan Efek rekanan. Saat ini BSI telah bekerjasama dengan Mandiri Sekuritas, Phintraco Sekuritas dan FAC Sekuritas. Mudahkan Investasi di Pasar Modal Syariah Anton berharap kolaborasi ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pembukaan rekening untuk berinvestasi di Pasar Modal Syariah, tanpa perlu datang lagi ke kantor Cabang. Harapannya dapat menghadirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan lebih luas dan lebih baik. Baca Juga : Tumbuh Impresif, Bisnis Pembiayaan Emas BSI Naik 30% “Diharapkan juga adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BSI dan Pasar Modal Syariah karena seluruh proses bisnis melibatkan institusi syariah,” tutup Anton. Proses penandatanganan secara resmi dilakukan di Main Hall, Bursa Efek Indonesia antara Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, turut hadir dan menyaksikan penandatangan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, Direksi dan Komisaris Self-Regulatory Organization (PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan KSEI), para tamu undangan perwakilan 23 Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran. Sementara itu, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menjelaskan, pemilihan Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran periode 2024-2029 dilakukan melalui proses yang cukup panjang serta transparan, dengan mengundang Bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang telah menjadi peserta BI-RTGS dan BI-FAST untuk mengikuti seleksi. “Salah satu faktor yang menjadi highlight adalah terkait kemudahan akses investor dalam pasar modal, dimulai dari kemudahan dalam proses pembukaan rekening dan bertransaksi,” ungkap Samsul. Baca Juga : Untuk Layanan Jasa Perbankan Syariah, Otorita IKN Jalin Gandeng BSI Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menambahkan, kerja sama KSEI dengan 23 Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran tidak hanya menunjukkan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan antara industri pasar modal dengan industri perbankan Indonesia. “Tapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara industri pasar modal dengan industri perbankan dalam mendukung pengembangan, pendalaman pasar, serta peningkatan inklusi keuangan melalui penambahan jumlah investor di pasar modal Indonesia,” kata Inarno. Lebih lanjut Inarno menambahkan, pertumbuhan positif kinerja pasar modal, salah satunya ditunjukan dengan pertumbuhkan jumlah investor, Hingga Juni 2024, angka investor di Indonesia berjumlah 13 juta orang dan tumbuh rata-rata 38,7%. Hal ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan serta kontribusi seluruh stakeholder di pasar modal, termasuk para Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran yang memiliki peran strategis dalam ekosistem pasar modal Indonesia.
Maybank Bagikan 5 Strategi Mengelola Keuangan Syariah, Apa Saja?

Propertynbank.com – Produk dan layanan keuangan Syariah sudah tidak menjadi produk yang asing di tengah masyarakat. Terlebih lagi, Islamic Finance Development Indicator Report 2022 telah menempatkan Indonesia di posisi ketiga dari deretan negara dengan perkembangan ekonomi Syariah terbaik dunia. Pertumbuhannya di tanah air juga didukung dengan kenaikan total aset keuangan syariah hingga 15% pada tahun 2022. Terkait dengan hal tersebut, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (Maybank Indonesia) memberikan tips bagi mereka yang ingin mengenal keuangan Syariah. Maybank Indonesia membagikan 5 (lima) strategi keuangan Syariah yang akan membantu masyarakat mencapai keberhasilan finansial dan keberkahan spiritual di masa mendatang. Berikut strategi dan penjelasannya tersebut : Pastikan pemasukan yang halal Manajemen keuangan Syariah merupakan konsep perencanaan keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip Syariah. Untuk memulainya, pastikan terlebih dahulu seluruh pendapatan telah diperoleh melalui cara yang halal agar memberikan hasil kekayaan yang berdampak positif bagi diri sendiri dan keluarga. Bekerja atau mencari nafkah dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah kewajiban, namun hindari berbagai bentuk kegiatan ekonomi yang tidak bertanggung jawab dan mengandung unsur spekulasi. Baca Juga : Kredit Syariah, Synthesis Gandeng Maybank Mengembangkan aset secara produktif Kondisi keuangan tentu akan mengikuti siklus kehidupan manusia. Saat berada di usia produktif, manfaatkan kesempatan untuk terus mengumpulkan pendapatan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan finansial, baik jangka pendek maupun panjang. Biasakan pola hidup sederhana dan berdisiplin dalam perencanaan keuangan sehingga dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik, serta tak lupa mengembangkan nilai kekayaan lewat investasi untuk tujuan yang produktif sesuai dengan prinsip Syariah. Perlindungan diri & keluarga yang bijaksana Langkah berikutnya, jangan lupakan pentingnya perlindungan aset agar terhindar dari penurunan nilai. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika perekonomian saat ini, pemeliharaan nilai kekayaan akan melindungi diri dan keluarga dari berbagai jenis kerugian atau risiko yang mungkin saja terjadi di masa mendatang. Sebagai bentuk proteksi, selalu kelola keuangan secara bijaksana, termasuk dengan menyiapkan dana darurat, melakukan investasi yang aman, pengaturan risiko yang cerdas, serta pemilihan asuransi dengan prinsip Syariah yang tepat. Alokasi dana untuk berbagi Pengaturan keuangan Syariah yang ideal juga selalu mendorong masyarakat untuk menunaikan kewajibannya berbagi kepada sesama. Hal ini merupakan bentuk membersihkan harta yang dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian kekayaan yang dimiliki melalui zakat, infaq, dan shodaqah. Pemberian tersebut harus disalurkan kepada orang lain yang berhak menerima dan membutuhkan, sehingga dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pemerataan ekonomi di tengah kehidupan bermasyarakat. Baca Juga : Kinerja Perbankan Syariah Maybank Positif Pembagian harta waris yang adil Tak kalah penting untuk diperhatikan yaitu pemahaman bahwa harta yang dimiliki pada akhirnya akan ditinggalkan kepada orang lain. Pengelolaan keuangan Syariah mengajarkan bagaimana masyarakat mendistribusikan kekayaannya, termasuk lewat pemberian waris dengan pembagian berdasarkan hukum yang berlaku. Pengaturan pola pembagian harta warisan ini sebaiknya telah disiapkan terlebih dahulu, sehingga dapat dilakukan secara merata dan adil kepada seluruh ahli waris. Kelola Keuangan Syariah Kini, bagi masyarakat yang ingin mulai mengatur keuangannya sehari-hari, Maybank Indonesia melalui Unit Usaha Syariah (UUS), menghadirkan layanan yang menyeluruh yakni Maybank Shariah Wealth Management, solusi yang dapat membantu atur keuangan Nasabah secara komprehensif. Layanan ini tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata, tetapi juga mempertimbangkan momen-momen signifikan dalam kehidupan setiap individu. Dengan pendekatan “end-to-end”, layanan ini mencakup berbagai tahap penciptaan kekayaan, akumulasi melalui investasi, proteksi, dan pengelolaan aset secara holistik tanpa melupakan kebutuhan aspek spiritual Nasabah. Head of Shariah Banking Maybank Indonesia, Romy Buchari mengatakan, manajemen keuangan Syariah dapat menjadi solusi tepat bagi mereka yang ingin meraih tujuan finansialnya secara optimal. UUS Maybank Indonesia, kata dia, sebagai salah satu leader penyedia manajemen keuangan syariah di Indonesia akan terus berkomitmen memberikan layanan dan produk yang tepat serta komprehensif untuk mengakomodasi berbagai tipe kebutuhan nasabah. “Kami berharap ke depannya UUS Maybank Indonesia dapat terus memberikan solusi terbaik dan menjadi sahabat setia di tengah masyarakat untuk bersama-sama mencapai keberhasilan finansial, ketenangan hati, dan keberkahan spiritual,” tutup Romy Buchari.
BCA Syariah Catat Laba Bersih Rp73,9 M

Propertynbank : PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 30% secara year on year (YoY) hingga akhir tahun 2023. Di tengah tahun 2023, BCA Syariah berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 62,9%. Pertumbuhan yang solid ditunjukkan pada semua indikator kinerja finansial baik pada aset, pembiayaan, maupun DPK. Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, “BCA Syariah berupaya dengan optimal untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan penyaluran pembiaayaan dan perolehan Dana Pihak Ketiga. Hal tersebut disampaikan dalam acara pemaparan kinerja semester 1-2023 yang mengangkat tema Solid Performance and Sustainable Growth di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta (7/8/2023). Aset BCA Syariah sampai dengan Juni 2023 tumbuh 21,9% mencapai Rp13,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp12,7 triliun. Pertumbuhan aset BCA Syariah didukung oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat sebesar 11,4% mencapai RpRp7,9 triliun dan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 26,0% mencapai Rp10,0 triliun. Perusahaan berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp94,8 miliar dan laba setelah pajak/laba bersih Rp73,9 miliar atau tumbuh di angka 62,9%. Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menambahkan, “Kami mengapresiasi upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi dan terus berupaya untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan yang berkelanjutan. Pertumbuhan dana murah menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan profitabilitas melalui penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana yang optimal,”ujarnya. Secara komposisi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah mayoritas dikontribusi oleh segmen komersial yang tumbuh 13,3% di Juni 2023 mencapai Rp5,7 triliun. Komposisi pembiayaan komersial meliputi 72,7% dari total pembiayaan dengan penyaluran terbesar pada sektor ekonomi pengolahan, pertanian, dan perdagangan besar. Sementara pembiayaan UMKM memberikan kontribusi 20,0% atau sebesar Rp1,5 triliun dan pembiayaan konsumer mencapai Rp579 milar dengan komposisi 7,3% terhadap total pembiayaan. Dalam penyaluran pembiayaan pada sektor Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB), BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,4% YoY mencapai Rp2,5 triliun. Komposisi pembiayaan berkelanjutan BCA Syariah mencapai 31,4% dari total pembiayaan. “BCA Syariah berkomitmen untuk mendukung penyaluran pembiayaan sebagai komitmen kami terhadap implementasi keuangan berkelanjutan. Saat ini penyaluran pembiayaan sudah tersalurkan kepada 7 sektor KUB di antaranya produk eco-efficient, efisiensi energi, sumber daya alam hayati, juga transportasi ramah lingkungan. Ke depannya, kami berupaya untuk terus meningkatkan portfolio pembiayaan KUB dan memperluas sektor yang belum terjangkau.” Layanan Online BCA Syariah Seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi dan peningkatan konsumsi masyarakat, pembiayaan konsumer BCA Syariah di Juni 2023 mengalami pertumbuhan yang signifikan mencapai 98,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung peningkatan pada penyaluran pembiayaan KPR iB, Emas iB, dan multijasa. Kualitas pembiayaan BCA Syariah tetap terjaga dengan baik tercermin dari Non Performing Financing yang terjaga di posisi rendah yaitu 1,42%. Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan layanan berbasisi digital dan memperluas akses terhadap produk tabungan, BCA Syariah pada Juni 2023 meluncurkan fitur baru yaitu pembukaan rekening online melalui BCA Syariah Mobile. Pengembangan layanan ini menjadi jawaban terhadap keinginan masyarakat untuk dapat membuka rekening kapan pun dan dimana pun. “Alhamdulillah, fitur baru ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Sampai dengan awal agustus ini, pembukaan rekening online BCA Syariah telah menjangkau 11.700 nasabah baru. Pertumbuhan dana murah dan moderenisasi infrastruktur digital akan menjadi strategi utama kami untuk mencapai target pertumbuhan dua digit di akhir tahun 2023”, kata Yuli. Adrian Putra/Ade Bayu
BCA Syariah Buka Cabang Di Cimahi Targetkan Pertumbuhan Dana Murah

Propertynbank : Terus memperluas jangkauan dan meningkatkan layanan perbankannya, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) melakukan pembukaan Kantor Cabang Pembantu Unit Layanan Syariah (KCP ULS) Cimahi berlokasi di Gedung BCA Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cimahi, Jalan Cimahi 533, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pembukaan cabang ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan dana murah dan memperluas akses layanan perbankan syariah di wilayah Jawa Barat. Beroperasinya BCA Syariah KCP ULS Cimahi ini menambah jumlah kantor cabang BCA Syariah menjadi 74 kantor cabang di seluruh Indoensia, termasuk di dalamnya 4 kantor cabang yang saat ini ada di wilayah Bandung dan sekitarnya. Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, “Kehadiran BCA Syariah di Cimahi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan melalui pertumbuhan organik. Dengan ekspansi jaringan, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan inklusi layanan perbankan syariah.” Di triwulan pertama, aset BCA Syariah tumbuh sebesar 16,3% secara tahunan (Year on Year/YoY) atau tercatat sebesar Rp12,5 triliun. Pertumbuhan aset BCA Syariah didukung peningkatan DPK yang tercatat sebesar 20% YoY sebesar Rp9,2 triliun dengan komposisi dana murah mencapai 38,1%. Kota Cimahi yang dikenal dengan kawasan industri tekstil dan pengolahan tengah berupaya untuk mengembangkan industri kreatif sebagai pengembangan ekonomi baru. “Dengan kemajuan yang semakin pesat kami melihat potensi pengembangan bisnis yang baik di Kota Cimahi. Kehadiran BCA Syariah kami harap dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian Kota Cimahi,” kata Yuli. Produk BCA Syariah BCA Syariah akan tetap fokus untuk meningkatkan perolehan dana murah dengan strategi peningkatan kapabilitas IT dan pengembangan delivery channel serta penyaluran pembiayaan yang ekspansif dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Kami menargetkan pertumbuhan aset di kisaran 9-11% di akhir tahun 2023,” ujar Yuli dalam siaran pers yang diterima redaksi. BCA Syariah KCP ULS Cimahi menyediakan beragam produk perbankan syariah antara lain produk penghimpunan dana, seperti: Tahapan Mabrur iB, Tahapan Rencana iB, Tahapan iB, Giro iB, Deposito iB dan Simpanan Pelajar (SimPel) iB. Selain itu tersedia produk pembiayaan konsumtif seperti pembiayaan Emas iB, pembiayaan Multijasa Umrah, pembiayaan KPR iB dan KKB iB. Kemudahan dan kenyamanan layanan turut didukung oleh fasilitas e-channel seperti BCA Syariah Mobile (mobile banking), Klik BCA Syariah (internet banking), serta jaringan ATM dan EDC BCA yang tersebar luas.
Investasi Syariah Makin Laris PermataBank Luncurkan Permata RDN Syariah Digital

Propertynbank : Pasar modal syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Peningkatan ini mulai terlihat dari terus meningkatnya partisipasi publik dalam berinvestasi pada instrumen keuangan syariah. Melihat peningkatan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal terutama investasi syariah, PermataBank meluncurkan inovasi terbarunya dalam produk Permata RDN (Rekening Dana Nasabah) Syariah dengan layanan teknologi PermataAPI (Permata Application Program Interface) yang terintegrasi secara langsung dengan aplikasi Perusahaan Efek (PE) pada Kamis 2 Maret 2023. Melalui inovasi ini, memungikinkan nasabah membuka RDN Syariah hanya dalam hitungan menit. Kehadiran inovasi ini semakin juga memperkuat digitalisasi PermataBank yang terus memberikan layanan keuangan secara real time dan seamless untuk nasabah. Herwin Bustaman, Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank mengungkapkan, “Seiring pesatnya disrupsi inovasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari membuat PermataBank secara konsisten terus meningkatkan mutu produk dan layanan keuangan bagi nasabah. Produk Permata RDN Syariah dengan teknologi PermataAPI menjadi bagian penting dalam transformasi digital tercepat dan efisien yang terintegrasi dengan aplikasi Perusahaan Efek (PE). Berbekal banyaknya kepercayaan partner dan nasabah, PermataBank Syariah bersiap memasuki tahapan baru dalam mendukung pertumbuhan investasi syariah di Indonesia.” Lebih jauh dijelaskan Herwin, untuk Proses pembukaan Permata RDN Syariah dapat dilakukan secara gratis tanpa perlu menyetor uang ke dalam akun serta bebas biaya administrasi bulanan dan biaya penutupan rekening. “Hal ini sangat memungkinkan karena Terintegrasi dengan teknologi PermataAPI, nasabah akan mendapatkan kemudahan informasi saldo dan mutasi RDN Syariah hingga 12 bulan terakhir di PermataMobile X dan PermataNet kapanpun dan dimanapun,”jelasnya. Permata RDN Syariah juga aman dan transparan dalam berinvestasi karena pencatatan dana setiap nasabah dilakukan secara terpisah dari pencatatan dana Perusahaan Efek atau Bank Kustodian dan dana nasabah lainnya. Rekening investor akan dikelola secara Syariah dan mendapatkan bagi hasil (nisbah) yang menarik. Ditempat yang sama, Thomas Nugroho, Chief Executive Officer PT RHB Sekuritas Indonesia menyatakan komitmennya untuk menyediakan layanan transaksi efek yang mudah dan terpercaya bagi investor. Menyambut baik pertumbuhan investasi di Indonesia, RHB Sekuritas akan mendukung PermataBank dalam pembukaan akun Permata RDN Syariah melalui aplikasi RHB TradeSmart ID Syariah. “Dukungan koneksi terintegrasi antara PermataBank dan RHB Sekuritas akan dilakukan secara online melalui Application Programming Interface (API) bukan hanya untuk pembukaan RDN Syariah saja, tetapi juga untuk seluruh keperluan transaksi terkait saham, mulai dari deposit dana, penarikan dana, hingga transaksi jual-beli saham,” Ucapnya. Proses Customer Due Diligence (CDD) dan Know Your Customer (KYC) dalam pembukaan akun Permata RDN Syariah melalui aplikasi RHB TradeSmart ID Syariah dilakukan secara online serta terintegrasi secara otomatis ke dukcapil. Banking Partner Kemudahan pembukaan Permata RDN Syariah diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan dengan meningkatkan jumlah investor domestik di pasar modal syariah. Tidak hanya itu, kedepannya PermataBank juga akan terus menjadi banking partner yang peduli dan mengerti segala kebutuhan finansial nasabah. Baik melanjutkan partnership dengan mitra yang sudah ada maupun memperluas kesempatan kerjasama-kerjasama lainnya. Saatnya bergabung bersama PermataBank Syariah dan nikmati kemudahan dalam berinvestasi dengan Permata RDN Syariah. “Penerapan digitalisasi pada produk Permata RDN Syariah dengan layanan PermataAPI semakin memudahkan nasabah dalam layanan keuangan secara real time dan seamless. Proses open account menjadi lebih cepat, mudah, dan serba digital. Nasabah hanya perlu meluangkan waktu dalam hitungan beberapa menit untuk pengisian data diri dalam proses pembuatan rekening dana nasabah syariah hingga rekening berhasil dibuka,” pungkas Herwin.
Masuki Usia 12 Tahun, BCA Syariah Tingkatkan Kualitas Layanan Digital
Propertynbank : PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 tahun dengan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan antar karyawan di seluruh cabang BCA Syariah. Serangkaian kegiatan Perayaan HUT ke-12 diantaranya jajaran Direksi BCA Syariah melakukan kunjungan ke cabang BCA Syariah Jatinegara, Jakarta untuk menemui dan menyapa langsung nasabah yang saat itu sedang bertransaksi. Kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung Bank BCA Syariah agar dapat terus berkarya membangun Indonesia, meski di masa pandemi ini. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, “Meski masih dalam kondisi pandemi, perayaan HUT BCA Syariah ke-12 tahun dilakukan untuk membangkitkan semangat positif bagi seluruh karyawan agar secara konsisten meningkatkan pelayanan dan memberikan solusi perbankan yang terbaik bagi nasabah.” Kehadiran BCA Syariah yang mulai beroperasi 5 April 2010 di tengah masyarakat, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan perbankan syariah yang didukung oleh komitmen penuh BCA sebagai perusahaan induk untuk memberikan kemudahan layanan di cabang dan e-channel. “Kami memahami masyarakat pasti menginginkan produk dan jasa perbankan yang berkualitas serta ditunjang oleh kemudahan akses dan kecepatan transaksi. Untuk itu, tahun ini kami berkomitmen untuk melakukan penguatan infrastrukur IT, termasuk penambahan fitur pada layanan e-channel agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kami juga memperkuat sinergi dengan BCA sebagai induk usaha untuk peningkatan fitur-fitur layanan bagi nasabah BCA Syariah pada jaringan ATM dan EDC BCA yang tersebar luas serta perluasan layanan syariah melalui cabang-cabang BCA”, tambahnya. BCA Syariah Kinerja Positif BCA Syariah secara berkesinambungan telah mampu menujukkan kinerja positif. Aset BCA Syariah mencapai Rp10,6 triliun di akhir 2021 dengan kenaikan secara tahunan sebesar 9,5% dibandingkan 2020. Kepercayaan masyarakat untuk meningkatkan dana di BCA Syariah juga meningkat yang tercermin pada perolehan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp7,7 triliun, atau meningkat 12,1% yoy dibandingkan Desember 2020. Fungsi intermediasi perbankan terlaksana dengan baik di tengah tantangan penyaluran pembiayaan di tengah pandemi Covid-19. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp6,2 triliun atau tumbuh 12,2% dibandingkan tahun 2020. Komposisi pembiayaan ditunjang oleh sektor produktif, baik di segmen komersial maupun UMKM. BCA Syariah dinobatkan sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik di 2021 oleh Bank Indonesia. “BCA Syariah terus hadir sebagai mitra bagi nasabah untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan dunia usaha dengan memberikan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kami juga berkomitmen terhadap keharmonisan antara bisnis dan lingkungan dengan berupaya meningkatkan penyaluran pada sektor-sektor usaha yang berkelanjutan.”, kata Yuli. Adrian Putra
Catat Kinerja Positif BCA Syariah Pertahankan Pertumbuhan Berkelanjutan Bersinergi
Propertynbank : PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia. Per Desember 2021, Aset BCA Syariah tumbuh 9,5% yoy menjadi Rp10,6 triliun dibandingkan Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp9,7 triliun. Peningkatan Aset BCA Syariah di 2021 diantaranya didukung oleh pertumbuhan DPK baik dari tabungan, giro dan deposito. Tercatat DPK BCA Syariah mencapai Rp7,7 triliun, atau meningkat 12,1% yoy dibandingkan Desember 2020. Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, “Produk Tabungan BCA Syariah tumbuh 56% yoy sehingga memperkuat komposisi dana murah (CASA) yang tumbuh 36,4% yoy mencapai sebesar Rp2,6 triliun. Peningkatan DPK menandakan tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dana di BCA Syariah, ujarnya dalam Pemaparan Kinerja BCA Syariah 2021 di Jakarta yang mengangkat tema Strengthening Synergy, Maintaining Sustainable Growth (14/3/2022). Pranata menjelaskan Pengendalian Covid- 19 selama 2021 yang semakin membaik, telah mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Dampak positif tersebut turut meningkatkan kinerja perbankan syariah di Indonesia. Namun demikan, penyaluran pembiayaan masih menjadi tantangan. BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan sebesar 12,2% secara tahunan (yoy), mencapai Rp6,2 triliun. Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih didominasi sektor produktif diantaranya sektor industri pengolahan, perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah. Portofolio pembiayaan UMKM dapat memenuhi ketentuan Regulator dengan komposisi sebesar 22,78% dari total pembiayaan 2021. Sementara pembiayaan konsumer memberikan kontribusi sebesar 3,4%. “Tahun ini BCA Syariah akan fokus meningkatkan pembiayaan konsumer BCA Syariah diantaranya melalui berbagai aktivitas pemasaran seperti BCA Expoversary Online maupun Offline dan tentunya dengan menawarkan margin yang kompetitif bagi masyarakat”, ungkap Pranata. Kualitas pembiayaan BCA Syariah masih terjaga pada level yang sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 1,13% dan NPF Net sebesar 0,01%. Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, “BCA Syariah terus hadir sebagai mitra bagi para nasabah untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan dunia usaha. Untuk tetap dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di 2021, kami secara konsisten menyalurkan pembiayaan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas pembiayaan yang dimiliki BCAS kepada sektor usaha yang masih prospektif dan kepada pelaku usaha yang memang mempunyai rekam jejak yang baik”. Dalam upaya mendukung keuangan berkelanjutan, BCA Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB) sebesar Rp1,9 triliun atau 31,9% dari total portofolio pembiayaan di 2021. “Tahun ini sudah ada 7 sektor KUB yang telah memperoleh pembiayaan BCA Syariah, penyaluran pembiayaan pada sektor lain akan ditingkatkan. Bersamaan dengan itu, pengembangan kapasitas SDM juga terus menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan pemahaman terhadap keuangan berkelanjutan di seluruh lini organisasi”. Pengelolaan aset dan liabilitas yang baik di 2021 turut tercermin pada profitabiltas perusahaan yang mampu memperoleh laba sebelum pajak (Profit Before Tax) Rp107,5 miliar, meningkat 16,1% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp92,6 miliar. Pertumbuhan transaksi perbankan elektronik terus tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat melakukan kegiatan perbankan di tengah pandemi. Pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 63,8% secara tahunan menjadi 78 ribu pengguna. BCA Syariah terus meningkatkan sinergi dengan BCA sebagai entitas induk untuk peningkatan fitur-fitur transaksi e-channel yang bisa dinikmati oleh nasabah. Di 2021, nasabah BCA Syariah bisa menikmati fitur baru pada ATM BCA di seluruh Indonesia yaitu setor tunai dan top up Flazz dari kartu ATM BCA Syariah, semuanya bebas biaya. Fitur pada BCA Syariah Mobile juga sudah dilengkapi dengan fitur pembayaran QR untuk mendukung kecepatan dan keamanan transaksi bagi nasabah di masa pandemi karena tidak perlu menggunakan uang tunai. “Sinergi dengan BCA untuk memperkuat infrastruktur TI dan menambah ragam layanan pada e-channel merupakan salah satu strategi kunci kami untuk meningkatkan layanan perbankan transaksional. Nasabah BCA Syariah dapat memanfaatkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi di channel BCA yang tersebar luas maupun melalui BCA Syariah Mobile,” Yuli menambahkan. BCA Syariah menargetkan pertumbuhan selaras dengan Regulator di kisaran 6-7% untuk Aset dan Laba, sementara pertumbuhan Pembiayaan dan DPK ditargetkan tumbuh 7-9% di akhir tahun 2022. Perubahan Komposisi Direksi Dalam kesempatan yang sama, BCA Syariah memperkenalkan Lukman Hadiwijaya sebagai Direktur baru dalam jajaran Direksi BCA Syariah. Lukman Hadiwijaya diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, 11 Maret 2022 dan telah mendapatkan persetujuan OJK. Yuli mengatakan, “Pengangkatan Lukman Hadiwijaya akan melengkapi kapabilitas Direksi dalam ekspansi bisnis Bank. Latar belakang Lukman sebagai Kepala Divisi IT di BCA akan memperkuat strategi perusahaan untuk percepatan digitalisasi BCA Syariah tahun ini dan tahun-tahun mendatang”.
Gelar Pemeran Virtual, Metland Tebar Hadiah Di “BlanjaProperti’21”
Propertynbank : Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi, telah menimbulkan perubahan prilaku konsumen, termasuk dalam hal pembelian properti. Apalagi saat ini masyarakat semakin tanggap digital. Pameran virtual yang mengandalkan akses internet kembali digarap PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Setelah sukses menyelenggarakan pameran virtual pada awal tahun, Metland kembali menyelenggarakan pameran virtual bertajuk BlanjaProperti’21. Pameran yang mulai digelar 15 September – 31 Oktober 2021 dapat dikunjungi melalui situs web www.blanjaproperti.com. Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio menjelaskan pameran virtual Blanjaproperti’21 ini merupakan layanan one stop solution. “Konsumen menjadi lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai produk-produk properti kami. Terlebih dimasa PPKM ini, konsumen dapat dengan mudah mencari informasi mulai dari lokasi, fasilitas hingga kemudahan-kemudahan cara bayar yang dapat dimanfaatkan konsumen,” paparnya dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual (15/9). Melalui pameran ini juga, tambah Wahyu akan meningkatkan minat masyarakat pada sektor properti di masa pandemic. Apalagi dengan beragam kemudahan, hadiah langsung dan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 2,5miliar. Baik untuk produk apartemen maupun residensial. Pameran virtual BlanjaProperti’21 kali ini, didukung oleh Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pada event ini Bank Mandiri memberikan penawaran suku bunga spesial mulai 3,88 % fix 1 tahun hingga 8,88% fix 10 tahun dan juga voucher belanja hingga Rp 1,5 juta. Promo khusus ini menjadi salah satu rangkaian dalam Pameran Virtual BlanjaProperti’21 untuk mengapresiasi kepercayaan dan dukungan baik dari Metland maupun nasabah Bank Mandiri. “Guna memberikan customer experience yang berbeda, Bank Mandiri berharap dengan adanya event ini memberikan kemudahan proses pembelian serta program promosi yang menarik. Hal ini sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial pilihan utama nasabah untuk mewujudkan hunian impian dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam proses bisnis” ungkap Ignatius Susatyo Wijoyo EVP Consumer Loans Bank Mandiri. Sementara itu, SEVP Consumer Banking Bank Syariah Indonesia Wawan Setiawan pada kesempatan terpisah mengatakan BSI siap melayani masyarakat untuk mendapatkan hunian yang nyaman sesuai prinsip syariah melalui produk BSI Griya Mabrur. “Nasabah dapat membeli rumah sekaligus memperoleh bonus porsi haji,” tutur Wawan Setiawan. Selain itu, BSI Griya Mabrur juga memiliki berbagai keunggulan diantaranya jangka waktu pembiayaan hingga 30 tahun, special margin mulai dari setara 3,33% pada tahun pertama dan DP ringan. “BlanjaProperti’21 kali ini tidak hanya menampilkan pameran properti tapi juga sesi edukasi secara webinar (product knowledge), flash deal, quiz maupun penawaran-penawaran yang menarik,” lanjut Wahyu. BlanjaProperti’21 juga dilengkapi dengan pelayanan penjualan dan support system (live chat) yang dapat membantu kebutuhan konsumen. “Pameran virtual BlanjaProperti’21 diikuti oleh seluruh proyek residensial dan apartemen Metland yaitu Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, MetlandTambun, Metland Cibitung, Metland Cileungsi, Metland Cyber City, M Gold Apartment dan Kaliana Apartment. Produk yang ikut dalam program ini mulai dari rumah siap huni dan rumah indent,” tutup Wahyu.
BCA Syariah Juga Hadir Di KPR BCA OnlinExpo
Propertynbank : Industri sektor properti mencatatkan tren pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda akan segera berakhir. Namun demikian tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli rumah baik untuk dihuni maupun sebagai investasi. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank BCA Syariah turut hadir di KPR BCA OnlinExpo yang diselenggarakan sejak 9 September hingga 10 Oktober 2021. Lewat produk andalannya KPR iB, BCA Syariah, menawarkan solusi pembiayaan kepemilikan rumah menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan pilihan margin yang kompetitif sesuai kebutuhan nasabah. Diantaranya margin berjenjang, mulai dari 4,5% fix 3 tahun pertama atau 8,5% fix sampai dengan 20 tahun pembiayaan. Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, “Sebagai salah satu bentuk sinergi dengan BCA, BCA Syariah menghadirkan solusi pembiayaan KPR sesuai prinsip syariah bagi masyarakat di KPR BCA OnlinExpo. Dengan sinergi ini kami berharap bisa melengkapi ragam produk inovatif yang dihadirkan oleh Grup BCA untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rumah bagi seluruh masyarakat”. Pembiayaan KPR iB adalah pembiayaan berdasarkan prinsip murabahah (jual beli) dan pilihan akad lainnya. Dengan akad murabahah BCA Syariah akan membiayai pembelian rumah/apartemen yang diperlukan oleh Nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan margin keuntungan bank yang disepakati, baik untuk pembelian rumah ready stock atau rumah inden untuk developer yang sudah bekerjasama dengan BCA Syariah. Pranata menjelaskan hingga Agustus 2021, pembiayaan konsumer BCA Syariah meningkat 7,9% year on year dibandingkan Agustus 2020. Komposisi pembiayaan konsumer di BCA Syariah saat ini didominasi oleh pembiayaan KPR yaitu 51,5% dari total pembiayaan konsumer. “Kami berharap pada akhir tahun 2021, pembiayaan konsumer BCA Syariah secara keseluruhan mampu meningkat sebesar 12% dibandingkan dengan tahun 2020”, ujar Pranata dalam keterangan pers yang diterima redaksi (11/09/2021). KPR BCA OnlinExpo merupakan gelaran expo virtual yang mempertemukan nasabah maupun masyarakat umum dengan berbagai solusi pembiayaan kepemilikan rumah, developer perumahan dan apartemen, property agent yang menyediakan hunian impian di berbagai wilayah Indonesia, hingga solusi asuransi dan investasi, semuanya secara online. Untuk diketahui, ada beberapa keunggulan dari KPR iB BCA Syariah antara lain, Angsuran ringan selama jangka waktu pembiayaan, Jangka waktu yang panjang sampai dengan 30 tahun, Pilihan akad yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah diantaranya murabahah, musyarakah mutanaqishah (MMQ) atau Ijarah Muntahiya Bi at-Tamlik (IMBT). “Dengan Jangka waktu sampai 30 tahun, memungkinkan calon nasabah millenial untuk memiliki rumah idaman,”tutup Pranata sambil menambahkan segera kunjungi KPR BCA OnlineExpo di bca.id/kprexpo dan dapatkan berbagai penawaran menarik untuk pembiayaan KPR dari BCA dan BCA Syariah.
Fokus Pada Sektor Produktif, 2021 BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Tumbuh 3% – 8%
Perbankan : Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri perbankan nasional, meski demikian Perbankan Syariah terbukti masih dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19, dengan pertumbuhan yang lebih baik. Seperti yang disampaikan Direktur BCA Syariah Pranata dalam konferensi pers virtual hasil kinerja tahun 2020, Senin (8/2), di tengah tantangan pandemi covid19 selama tahun 2020, PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) tumbuh positif dari segi Aset, Dana Pihak Ketiga dan Laba. [irp] “Aset BCA Syariah di Desember 2020 tercatat sebesar Rp9,7 triliun, meningkat sebesar 12,57% secara tahunan (yoy) dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp8,6 triliun,”jelasnya. Pertumbuhan Aset BCA Syariah, lanjutnya didukung oleh penambahan modal dari hasil penggabungan dengan Bank Interim Indonesia dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp6,8 triliun atau meningkat 10,37% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp6,2 triliun. [irp] Sementara Pembiayaan BCA Syariah sampai dengan 2020 relatif stagnan, sebagai dampak dari rendahnya permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha dalam masa pandemi. Pembiayaan BCA Syariah per Desember 2020 tercatat sebesar Rp5,6 triliun, terkoreksi sebesar 1,35% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk itu, BCA Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh sekitar 3%-8% yang disertai dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) di kisaran yang sama. Sejalan dengan itu, aset ditargetkan bakal meningkat 5%-10% tahun ini. [irp] Pranata menambahkan,“Di tengah pandemi Covid-19 BCA Syariah tetap berkomitmen untuk melakukan fungsi intermediasi dengan tetap menyalurkan pembiayaan di samping melakukan restrukturisasi disesuaikan dengan kondisi usaha dan kebutuhan nasabah. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap sektor usaha dan mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,”ujarnya. Dalam menyalurkan pembiayaan BCA Syariah masih memfokuskan pada sektor produktif diantaranya sektor perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah. [irp] Untuk komposisi segmentasi pembiayaan BCA Syariah didominasi oleh pembiayaan komersial sebesar 75,61%, UMKM sebesar 22,11% dan pembiayaan konsumer sebesar 2,28%. Kualitas pembiayaan BCA Syariah dapat dipertahankan pada level yang rendah dan sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,50% dan NPF Net sebesar 0,01%. “Baik NPF Gross maupun Net mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58% dan 0,26%, tambahnya. [irp] Sejalan dengan kebijakan stimulus perekonomian nasional dari Regulator, BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada tahun 2020 sebesar Rp876 miliar dengan komposisi 70% restruktur pembiayaan atau sebesar Rp614 Miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19. Kendati menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan, Loan at Risk (LaR) BCA Syariah di Desember tercatat sebesar 16,34% atau turun sebesar 0,11% jika dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar 16,45%. “Angka ini masih berada di bawah LaR Bank Umum Syariah yang per September 2020 tercatat sebesar 30%,”paparnya. [irp] Sementara itu, Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, “Sejalan dengan kinerja baik yang diraih perbankan Syariah nasional, BCA Syariah mampu menujukkan kemampuannya untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi. Manajemen aset dan liabilitas secara optimal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehatian-hatian menjadi kunci kami dalam melaksanakan operasional perbankan BCA Syariah,” Profitabilitas sampai dengan Desember 2020 meningkat dengan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) tercatat sebesar sebesar Rp92,6 miliar, meningkat 11,17% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp83,3 miliar. [irp] Guna mendukung tatanan kehidupan normal baru, BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi para nasabah. “Di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 50% sebanyak 48 ribu pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 32 ribu pengguna. Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah meningkat 128% menjadi sebesar menjadi 10 ribu pengguna dibandingkan tahun lalu di kisaran 4 ribu pengguna. Transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama tahun 2020,” tutup John Kosasih.