Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Kian Bertumbuh di 2025

Propertynbank.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mencatat akselerasi mobilisasi pembiayaan berkelanjutan yang melonjak 92,9% year-on-year dibandingkan dengan capaian pada 2024, menjadi sebesar Rp8,24 triliun. Hal ini mencerminkan upaya Bank dalam menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon. Realisasi penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan tersebut dihitung dengan mengacu pada Klasifikasi Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) dan Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang ditetapkan Maybank Group dan sejalan dengan standar global. Secara akumulasi sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2025, Maybank Indonesia berhasil memobilisasi Rp17,31 triliun pembiayaan berkelanjutan. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspansi pembiayaan sektor hijau, dengan transportasi ramah lingkungan yang menjadi kontributor terbesar. Pembiayaan pada sektor ini mencapai Rp4,6 triliun. Nilai ini melonjak dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun seiring meningkatnya dukungan terhadap kendaraan listrik. “Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya,” ujar Steffano. Pada segmen ritel, penyaluran ini turut didukung oleh kolaborasi dengan entitas anak Maybank Indonesia, yaitu Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, yang menyediakan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Selain itu, Maybank Indonesia juga memobilisasi pembiayaan pada sektor Energi Terbarukan sebesar Rp315 miliar, serta Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan sebesar Rp500 miliar, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Maybank Indonesia juga melakukan investasi pada instrumen berkelanjutan seperti Green Bonds atau Sukuk sebesar Rp1,5 triliun, serta memperluas penggunaan instrumen pembiayaan berbasis keberlanjutan melalui Sustainability-Linked Financing yang mencapai Rp1,1 triliun. Instrumen ini memungkinkan Bank untuk mendorong pencapaian target keberlanjutan sekaligus memperkuat peran Bank sebagai mitra strategis dalam mendukung integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi dan operasional nasabah. Pada kategori sosial, penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan, dan penciptaan lapangan kerja, dengan total pembiayaan sebesar Rp172 miliar. Pembiayaan ini terutama diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha serta peningkatan akses terhadap pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha dan masyarakat. Pembiayaan Maybank Indonesia Sementara itu, berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan yang disalurkan Maybank Indonesia sampai dengan tahun 2025 mencapai Rp21,23 triliun, atau sebesar 19,55% dari total kredit yang disalurkan Bank (Bank saja). Hal ini, lanjut Steffano, mencerminkan komitmen Bank dalam memperluas pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan misi “Humanising Financial Services” dan diperkuat melalui strategi jangka panjang ROAR30 (2026–2030), yang menempatkan keberlanjutan dan nilai syariah sebagai diferensiasi utama pertumbuhan Bank. Sejalan dengan kerangka SPF, pencapaian ini juga berkontribusi terhadap target Maybank Group dalam memobilisasi pembiayaan berkelanjutan secara global. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, komitmen keberlanjutan Maybank Indonesia juga tercermin dalam capaian non-finansial. Hingga 2025, Bank telah meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga, menurunkan emisi karbon operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84% dari baseline 2019, serta mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan. Dengan kinerja tersebut, Maybank Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang aktif mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME, Segmen Syariah Jadi Andalan

Propertynbank.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) terus memperkuat pengembangan pembiayaan Small and Medium Enterprise (SME) sejalan dengan komitmen Bank untuk mendukung pertumbuhan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM/SME) di Indonesia. Sesuai dengan strategi Shariah First yang secara konsisten telah diimplementasikan oleh Maybank sejak 2014, pada tahun 2026 Bank juga akan tetap mengandalkan segmen syariah sebagai tulang punggung untuk melayani kebutuhan keuangan nasabah SME. Produk-produk shariah memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki produk-produk non-shariah, di samping itu produk-produk shariah selalu mengedepankan fairness. Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia Bianto Surodjo mengatakan dengan dukungan kekuatan jaringan di tingkat regional dari Maybank Group dan Maybank Islamic, Maybank optimistis dapat memberikan layanan perbankan syariah yang kompetitif dan andal sesuai dengan kebutuhan industri keuangan Syariah di Tanah Air. “Fokus untuk memperkuat pembiayaan syariah juga kami lakukan dengan mempertimbangkan besarnya potensi pasar industri keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya. Maybank mengandalkan produk pembiayaan leasing Syariah (Ijarah Muntahiyah Bittamlik/IMBT) yang menjadi salah satu signature product Bank untuk melayani kebutuhan nasabah SME akan pembiayaan Syariah. Secara keseluruhan, outstanding pembiayaan SME Maybank Indonesia pada 2025 mencapai Rp22,32 triliun. Dari total pembiayaan tersebut, porsi pembiayaan SME Syariah terus meningkat, dari 14% pada 2020 menjadi 32% pada 2025. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pembiayaan SME Syariah pada 2025 tumbuh 11,76% Maybank juga akan terus memacu bisnis SME melalui penguatan sinergi antar entitas di dalam Grup Maybank sejalan dengan strategi One Maybank. Melalui program super combo tersebut, nasabah SME akan mendapatkan solusi finansial secara terintegrasi dari ekosistem Maybank, mulai dari pembiayaan KPR, Auto Loan, Payroll, Bancassurance, hingga Kartu Kredit. “Pada tahun ini, kami juga akan mengoptimalkan jaringan cabang sebagai channel utama dalam pengembangan bisnis SME dan terus meningkatkan fokus layanan pada nasabah eksisting,” ujarnya. Program Keberlanjutan Maybank Indonesia Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, Maybank Indonesia akan mengoptimalkan Program HERPower sebagai upaya pemberdayaan perempuan yang menawarkan kemudahan bagi nasabah untuk mendapatkan akses pembiayaan SME. HERPower merupakan inisiatif unggulan Maybank untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh ASEAN. Bianto menjelaskan target meningkatkan partisipasi Maybank Indonesia untuk mengembangkan SME melalui kredit SME pada tahun 2026 akan dilakukan dengan tetap menjaga kualitas portofolio yang kuat. Maybank Indonesia juga membangun basis solusi transaksional melalui produk-produk dan layanan-layanan rekening tabungan dan giro yang berkelanjutan melalui penguatan komunitas bisnis berbasis ekonomi syariah dan terus meningkatkan komposisi dana murah untuk mendorong pertumbuhan laba. Per Desember 2025, CASA segmen SME Maybank Indonesia tumbuh 23,5% secara Year-on-Year menjadi Rp17,61 triliun. Pengembangan bisnis SME Maybank Indonesia akan dilakukan sejalan dengan program strategis Maybank ROAR30, yaitu menjadi mitra pilihan dan terpercaya bagi nasabah dalam mendukung pertumbuhan usaha melalui layanan perbankan yang mudah, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan bisnis.
BTN Wujudkan Mimpi Suhadi, Dari Kontrakan ke Rumah Sendiri
Propertynbank.com – Suhadi baru saja tiba di tempatnya bekerja, di sekitaran pusat kota Serang, ibukota propinsi Banten. Seperti biasanya, pria berusia 30 tahun ini sudah sibuk mengerjakan rutinitasnya menangani penjualan sejak pukul 09.00 pagi. Tak banyak yang berubah dari rutinitasnya. Namun, satu hal besar telah berganti dalam hidupnya, kini ia dan keluarganya punya rumah sendiri. Rumah sederhana itu berdiri di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten. Bukan rumah mewah memang, Suhadi merasa sudah cukup baginya bersama istri membesarkan dan mendidik satu anak mereka. Suhadi sangat bangga dengan rumah pertamanya itu, setelah bertahun-tahun hidup mengontrak. “Saya nggak pernah kebayang bisa punya rumah sendiri,” kata Suhadi kepada propertynbank.com, saat acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera dan Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Desember 2025 lalu. Suhadi merupakan salah satu peserta akad kredit massal di perumahan yang dikembangkan oleh PT Kawah Anugerah Properti itu. Pria asal Kebumen, Jawa Tengah itu adalah pekerja swasta di sektor ritel. Penghasilannya pas-pasan, hanya cukup untuk hidup, sekolah anak, dan menutupi kebutuhan harian. Oleh karena itu, untuk memiliki rumah sendiri, dulu rasanya hanya mimpi. Ia bahkan sempat berpikir, mungkin baru bisa punya rumah di usia 40 tahun. Sampai akhirnya ia mengenal skema KPR FLPP lewat Bank Tabungan Negara (BTN) lewat sejumlah tayangan berita dan informasi di media sosial. Dengan tenor 20 tahun, cicilan yang ringan, dan proses yang relatif cepat, Suhadi perlahan membuat mimpinya menjadi nyata. “Ambilnya di BTN. Pelayanannya bagus, prosesnya juga cepat,” ujarnya. Tak ada kerumitan yang berlebihan. Ia datang, bertanya, lalu mengajukan dan akad. Dan hari yang dia tunggu, kunci rumah diserahkan kepadanya. Rumah yang dimiliki Suhadi melalui KPR FLPP memang rumah subsidi. Sehingga, ukurannya pun standar dan desainnya juga sederhana. Jika ada rezeki, Suhadi berniat untuk menambah kamar dan memperluas ruang. ”Tapi untuk sekarang, rumah ini sudah lebih dari cukup,” ucapnya lirih. BTN dan Ekosistem Perumahan Rakyat Kisah Suhadi adalah satu dari jutaan cerita yang tumbuh bersama BTN. Memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 5,8 juta unit rumah di seluruh Indonesia. Mayoritasnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Untuk sepanjang tahun 2025 saja, BTN mencatatkan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun dan laba bersih Rp3,5 triliun. Namun lebih dari angka-angka itu, peran BTN terasa nyata di rumah-rumah kecil seperti milik Suhadi. Bank ini menjadi penyalur terbesar KPR FLPP, dengan kontribusi sekitar 70% dari total nasional. Artinya, dari setiap sepuluh rumah subsidi yang dibiayai negara, tujuh di antaranya difasilitasi BTN. Keberhasilan program ini tentu saja didukung oleh sebuah ekosistem besar yang terdiri dari BP Tapera, pengembang, asosiasi, dan pemerintah pusat serta daerah. Ekosistem ini menghasilkan kerja kolaboratif yang membuat rumah tidak lagi jadi barang mewah bagi rakyat kecil. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hadir langsung pada Akad Massal KPR Sejahtera di Pondok Banten Indah, menegaskan bahwa backlog perumahan nasional masih besar. Sekitar 29 juta keluarga masih membutuhkan rumah layak. Tantangan itu tidak kecil, tapi juga tidak mustahil jika semua pihak bergerak bersama. Presiden menyampaikan apresiasi kepada BTN atas kontribusinya dalam mendukung program perumahan rakyat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “BTN bukan sekadar bank, melainkan alat negara yang ikut memastikan hak dasar rakyat atas hunian bisa terpenuhi,” ungkapnya. Peran Aktif BTN Bermula dari Postpaarbank, kini BTN sudah menjadi bank dengan DNA perumahan rakyat, yang memahami risiko MBR, memahami ritme hidup debitur kecil, dan konsisten berada di segmen yang sering dihindari bank lain. Di usia ke 76 tahun dan sudah tidak muda bagi sebuah institusi keuangan, BTN justru menegaskan kematangan perannya sebagai penjaga denyut pembiayaan perumahan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan, BTN tidak sekadar bertahan namun tetap tumbuh, konsisten, dan relevan. Refleksi dari perjalanan panjang BTN yang selama lebih dari tujuh dekade telah menyalurkan pembiayaan untuk 5,8 juta unit rumah, dengan pangsa pasar KPR nasional mencapai 39%. Berdasarkan data BP Tapera, total nasional hingga 19 Desember 2025 mencapai 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun, rekor tertinggi sepanjang sejarah program. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut pertumbuhan tersebut sebagai buah dari transformasi berkelanjutan. Perbaikan proses kredit, efisiensi operasional, hingga pengelolaan pendanaan yang lebih optimal menjadi fondasi penguatan kinerja. KPR Subsidi masih menjadi portofolio utama BTN dan akan terus dikembangkan secara agresif. “BTN akan memperluas strategi penyaluran dengan menggandeng berbagai institusi, perusahaan, dan organisasi untuk menciptakan permintaan (create demand) dari calon debitur potensial. Mulai 2026, kami akan fokus menjalin kerja sama dengan institusi di berbagai sektor, seperti KPR subsidi bagi guru-guru Muhammadiyah,” jelas Nixon. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai lonjakan penyaluran FLPP sebagai bukti meningkatnya minat MBR terhadap hunian layak dan terjangkau, sekaligus konfirmasi efektivitas BTN sebagai lokomotif pembiayaan perumahan. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga BTN tumbuh 14,6% menjadi Rp437,4 triliun, didorong akselerasi digital melalui superapp Bale by BTN. Penggunanya mencapai 3,7 juta, dengan 2,2 miliar transaksi senilai Rp103,6 triliun. Kualitas aset pun membaik, tercermin dari NPL gross 3,1%, NPL coverage 123,9%, dan CAR 20,9%. Tonggak penting lainnya adalah pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai anak usaha. Dengan aset Rp73 triliun, pembiayaan Rp55 triliun, dan DPK Rp59 triliun, BSN kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia, sebagai penopang baru visi Beyond Mortgage BTN. Mandat Konstitusi Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto, menegaskan BTN sebagai alat konstitusional untuk memenuhi hak bermukim rakyat. Melemahkan fokus BTN, menurutnya, sama dengan menyerahkan hak hunian sepenuhnya pada logika pasar. “BTN bukan bank karbitan. BTN bukan sekadar BUMN pencetak dividen. Ia adalah instrumen kebijakan negara,” tegasnya. Pandangan serupa disampaikan Muhammad Joni, Sekretaris Dewan Pakar The HUD Institute dalam tulisan kolomnya di propertynbank.com. BTN, katanya, adalah alat bernegara yang menjaga mandat Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, hak warga negara untuk bertempat tinggal dan hidup sejahtera. Sementara untuk menumbuhkan jiwa wirausahawan di sektor perumahan, BTN menggelar BTN Housingpreneur, kompetisi yang bertujuan untuk menciptakan inovasi yang akan membantu perkembangan kewirausahaan terkait perumahan di Indonesia yang berfokus pada prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability). Event BTN Housingpreneur 2025 mendapat respon sangat positif dengan hasil yang sangat menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 57 inovator baru
Kinerja BTN Solid, Bukukan Laba Rp3,5 Triliun di Usia ke-76 Tahun
Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, kinerja BTN mampu terjaga menjaga pertumbuhan berkelanjutan di seluruh indikator utama. Momentum ini menegaskan konsistensinya sebagai motor utama pembiayaan perumahan nasional dengan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Sepanjang tahun 2025, BTN membukukan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun, tumbuh 12,4% secara tahunan (yoy). Pencapaian tersebut menandai perjalanan panjang BTN yang selama 76 tahun telah menyalurkan pembiayaan untuk 5,8 juta unit rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR nasional mencapai 39%. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan kinerja profitabilitas yang terus menguat. BTN mencatatkan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, meningkat 16,4% yoy dibandingkan tahun sebelumnya. “Pertumbuhan ini merupakan hasil transformasi berkelanjutan yang kami lakukan di seluruh lini bisnis, mulai dari perbaikan proses kredit, efisiensi operasional, hingga pengelolaan pendanaan yang lebih optimal,” ujar Nixon di Jakarta. Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga BTN meningkat 23% yoy menjadi Rp36,3 triliun, sementara beban bunga relatif terkendali. Kondisi ini mendorong pendapatan bunga bersih melonjak 57,5% menjadi Rp18,4 triliun. Sejalan dengan itu, margin bunga bersih (NIM) berhasil ditingkatkan ke level 4,2%, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian BTN juga tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp400,6 triliun. Sektor perumahan tetap menjadi kontributor utama dengan total kredit mencapai Rp328,4 triliun. Di dalamnya, KPR Subsidi tumbuh 10% menjadi Rp191,2 triliun, sedangkan KPR Non-Subsidi meningkat 6,7% menjadi Rp113 triliun. Kinerja kredit BTN turut diperkuat oleh keterlibatan aktif dalam Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025. Hingga akhir tahun, BTN menjadi bank penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp2,6 triliun, hampir setengah dari total realisasi nasional. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun, didorong akselerasi digital melalui superapp Bale by BTN. Jumlah pengguna Bale melonjak menjadi 3,7 juta, dengan volume transaksi mencapai 2,2 miliar transaksi dan nilai transaksi Rp103,6 triliun. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. NPL gross BTN turun menjadi 3,1%, diiringi peningkatan NPL Coverage ke 123,9% serta penguatan permodalan dengan CAR mencapai 20,9%. Kinerja BTN Ditopang BSN Pada 2025, BTN juga mencatat tonggak penting melalui pendirian Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai anak usaha, yang kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Hingga akhir tahun, BSN mencatat aset Rp73 triliun, pembiayaan Rp55 triliun, dan DPK Rp59 triliun, seluruhnya tumbuh double digit. “Melalui aspirasi Beyond Mortgage, BTN terus bertransformasi menjadi consumer bank yang menyediakan solusi finansial terintegrasi, sekaligus menjalankan mandat strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan perumahan nasional,” tutup Nixon.
Bank Jakarta Raih Golden Champion 2026, Fokus Perkuat Kepuasan Nasabah

Propertynbank.com – Komitmen Bank Jakarta dalam menghadirkan layanan perbankan yang berorientasi pada kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah kembali membuahkan hasil. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya Golden Champion pada ajang 8th Infobank Satisfaction, Loyalty and Engagement (SLE) 2026. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai. Dalam ajang bergengsi tersebut, bank kebanggaan warga Jakarta ini mencatatkan prestasi dengan memborong tujuh kategori penghargaan. Penghargaan tersebut meliputi bank daerah terbaik dalam membangun hubungan dengan nasabah melalui strategi pemasaran, bank daerah dengan layanan dan produk yang paling berfokus pada kebutuhan nasabah, serta bank daerah terbaik dalam kemudahan interaksi nasabah dengan layanan perbankan. Selain itu, bank ini juga dinobatkan sebagai bank daerah dengan layanan ATM paling memuaskan. Sementara pada kategori lainnya, berhasil meraih peringkat kedua sebagai bank daerah terbaik dalam menjaga loyalitas nasabah, memberikan rasa aman dalam bertransaksi, serta menghadirkan layanan mobile banking yang memuaskan. Atas capaian tersebut, Bank Jakarta ditetapkan sebagai bank daerah terbaik kedua dalam aspek kepuasan, loyalitas, dan keterikatan nasabah pada tahun 2026. Bank Juga : Panin Dubai Syariah Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Lewat Perempuan Berlari 2025 Ateng Rivai, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen berkelanjutan perseroan dalam melakukan transformasi produk dan layanan yang berpusat pada kebutuhan nasabah. Menurutnya, kepercayaan dan loyalitas nasabah yang tercermin dari penghargaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi bank yang ia pimpim untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, serta menjaga keandalan dan keamanan sistem perbankan. “Hal tersebut termasuk penerapan prinsip kepatuhan, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik,” ungkapnya. Tingkatkan Peran Bank Jakarta Lebih lanjut, Ateng menegaskan bahwa penguatan fungsi kepatuhan akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi bisnis berkelanjutan. Dengan demikian, Bank Jakarta diharapkan mampu terus berperan sebagai bank daerah yang adaptif, kompetitif, dan berintegritas, sejalan dengan perkembangan industri perbankan serta mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional. Baca Juga : BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP Nasional, Mencapai 128 Ribu Unit Rumah di 2025 Penghargaan Infobank SLE 2026 sendiri diberikan berdasarkan riset independen yang mengukur persepsi dan pengalaman nasabah terhadap layanan perbankan. Penilaian mencakup tingkat kepuasan, loyalitas, keterikatan nasabah, kualitas layanan di berbagai kanal, keamanan transaksi, hingga kinerja layanan digital dan jaringan ATM. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum bagi Bank Jakarta untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, Bank Jakarta akan terus memperkuat pendekatan customer centricity, engagement, serta kualitas layanan di seluruh titik layanan, mulai dari jaringan kantor, ATM, hingga kanal digital. Ke depan, agenda transformasi akan terus dilanjutkan melalui inovasi berkelanjutan guna meningkatkan pengalaman nasabah secara konsisten dan terukur.
BCA Luncurkan Fitur Poket Rupiah di myBCA

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi menghadirkan Poket Rupiah di aplikasi myBCA, yang memungkinkan nasabah membagi dan mengatur dana untuk berbagai tujuan dalam satu rekening. Peluncuran Poket Rupiah merupakan bagian dari upaya BCA menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Melalui fitur ini di myBCA, nasabah dapat memiliki hingga 20 kantong/poket dalam satu rekening; misalnya untuk dana pendidikan anak, liburan akhir tahun, pembelian gadget, hingga dana darurat. Setiap poket dapat dipersonalisasi dengan nama, pemilihan kategori, hingga target, serta setoran rutin untuk mencapai tujuan nasabah. Dengan adanya fitur ini, nasabah dapat mengelola keuangan secara lebih sistematis dan personal. Executive Vice President Transaction Banking Product Development BCA Jan Hendra menyampaikan, Poket Rupiah di myBCA menjadi salah satu inovasi yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah akan pengaturan dana yang fleksibel, aman, dan mudah diakses dalam satu aplikasi. “BCA berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pengalaman perbankan yang andal, berkualitas, dan relevan dengan gaya hidup nasabah,” ungkapnya. Baca Juga : Panin Dubai Syariah Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Lewat Perempuan Berlari 2025 Fitur ini juga dirancang untuk mendukung perencanaan keuangan nasabah melalui fitur Kunci Poket. Melalui fitur ini, nasabah dapat mengunci dana pada kantong/poket tertentu agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain, khususnya untuk tujuan tabungan jangka menengah hingga panjang. Nasabah juga dapat mengatur target dana serta periode setoran rutin secara mandiri, sehingga proses menabung menjadi lebih terarah dan konsisten. Fitur Kunci Poket dapat dibuka kapan pun tanpa penalti melalui ATM atau kantor cabang BCA. Aplikasi Poket Rupiah Seluruh mutasi dalam fitur ini tercatat dalam e-Statement yang terkonsolidasi dengan rekening induk, sehingga memudahkan nasabah memantau kondisi keuangan secara menyeluruh. Poket Rupiah dapat digunakan nasabah pemilik rekening Tahapan, Tahapan Gold, Tapres, dan Tahapan Xpresi. Seluruh transaksi bersumber dari atau ditujukan ke fitur ini dilakukan melalui aplikasi myBCA, guna memastikan kontrol dan keamanan transaksi tetap optimal.
CIMB Niaga Luncurkan Program Inklusi Keuangan 2026

Propertynbank.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menggelar kegiatan Laporan Akuntabilitas Program Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi bentuk transparansi kepada para pemangku kepentingan sekaligus menandai peluncuran Program Literasi dan Inklusi Keuangan CIMB Niaga untuk tahun 2026. Sepanjang 2025, CIMB Niaga secara konsisten menjalankan dua program utama literasi keuangan bagi pelajar, yakni Tour de Bank (TDB) untuk siswa Sekolah Dasar serta Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB) untuk pelajar SMP dan SMA. Kedua program tersebut telah dilaksanakan di 29 kota, menjangkau 10.560 pelajar dari 119 sekolah, serta mendorong pembukaan 4.125 rekening tabungan pelajar. Secara kumulatif sejak diluncurkan pada 2011, Program Tour de Bank telah menjangkau 26.974 pelajar SD dari 478 sekolah di 52 kota di Indonesia. Sementara itu, Program Ayo Menabung dan Berbagi telah menjangkau 80.325 pelajar dari 676 sekolah di 70 kota. Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian finansial sejak usia dini. “Melalui edukasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu memahami konsep dasar keuangan dan perbankan, serta merencanakan masa depan keuangannya dengan lebih matang,” ujarnya. Baca Juga : Panin Dubai Syariah Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Lewat Perempuan Berlari 2025 Selain menyasar pelajar, program literasi keuangan CIMB Niaga juga menjangkau mahasiswa penerima beasiswa, tenaga pendidik, penyandang disabilitas, hingga pelaku UMKM, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Sejak 2024, CIMB Niaga juga menghadirkan inisiatif Duta Literasi Keuangan untuk mendorong peran aktif pelajar dalam menyebarluaskan edukasi keuangan di lingkungan sekolah. Pada 2025, terpilih empat Duta Literasi Keuangan, yaitu El Zhafira Asyfiani Nurdin, Jasmine Eva Kalyani, Dominique Gracia Karen Usmany, dan Ashhabul Kahfi Putra Binoba. Selain itu, CIMB juga menggelar kompetisi Gemar Menabung yang berhasil memilih 30 pemenang dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang menunjukkan komitmen menabung secara rutin. Komitmen CIMB Niaga Memasuki 2026, bank ini berencana melanjutkan program literasi dan inklusi keuangan di 22 kota serta kembali menggelar kompetisi Gemar Menabung sebagai upaya menanamkan kebiasaan finansial positif sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendukung peningkatan indeks literasi keuangan nasional. Baca Juga : BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP Nasional, Mencapai 128 Ribu Unit Rumah di 2025 Sementara itu, Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Cecep Setiawan, mengapresiasi komitmen CIMB Niaga dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. “Dukungan sektor perbankan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.
OCBC NISP Luncurkan Kartu Kredit FTL Platinum

Propertynbank.com – Mengawali tahun 2026, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan FTL Gym melalui peluncuran Kartu Kredit OCBC FTL Platinum. Produk co-brand ini dirancang untuk menjawab tren gaya hidup sehat yang kian berkembang, sekaligus mendukung pengelolaan keuangan yang lebih terencana. Retail Loan Division Head OCBC, Veronika Susanti, menyampaikan bahwa awal tahun menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan hidup yang lebih baik, termasuk menjaga kesehatan fisik dan finansial secara seimbang. “Melalui Kartu Kredit OCBC FTL Platinum, kami ingin menghadirkan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup masa kini. Dengan perencanaan keuangan yang tepat, kesehatan finansial dan fisik dapat tumbuh beriringan,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Mengusung semangat “#FUNanciallyFit dengan OCBC, physically strong dengan FTL”, kartu kredit co-brand ini diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup jangka panjang masyarakat yang menjadikan kebugaran sebagai prioritas. Kolaborasi OCBC dan FTL Gym ini turut didukung oleh Visa sebagai jaringan pembayaran global. Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menilai kerja sama ini sejalan dengan komitmen Visa dalam mendorong transaksi nontunai yang aman, mudah, dan inklusif. “Kolaborasi ini menggabungkan solusi pembayaran digital dengan gaya hidup sehat. Kami percaya inisiatif ini dapat mendukung resolusi masyarakat untuk hidup lebih sehat di tahun 2026,” kata Vira. Sebagai bagian dari ekosistem gaya hidup sehat, Kartu Kredit OCBC FTL Platinum menawarkan beragam manfaat, antara lain cashback hingga Rp1,25 juta bagi nasabah yang mengajukan kartu sekaligus bergabung sebagai member FTL Gym. Selain itu, tersedia fasilitas cicilan 0% hingga 3 bulan, serta akumulasi Poinseru dari setiap transaksi minimum Rp10.000 yang dapat ditukarkan melalui OCBC Mobile. Nasabah juga berkesempatan menikmati berbagai promo di merchant kategori kesehatan, seperti perlengkapan olahraga, aksesoris sport, klinik kesehatan, hingga healthy food yang bekerja sama dengan OCBC. Fasilitas Dari OCBC NISP Tak hanya fokus pada gaya hidup sehat, kartu ini juga dilengkapi fitur unggulan seperti contactless payment, tap kartu melalui OCBC Mobile, fleksibilitas pembayaran tagihan, layanan nasabah 24/7, serta penerimaan luas di jutaan merchant domestik dan internasional. Kerja sama ini diperkuat oleh jaringan FTL Gym yang telah hadir di berbagai kota besar di Indonesia, mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas kebugaran yang mudah diakses. COO dan Co-Founder FTL, Liem Willy Kurniawan Anindya, menyatakan bahwa FTL Gym menghadirkan ekosistem kebugaran terintegrasi, mulai dari akses klub 24/7, ribuan kelas latihan setiap bulan, hingga fasilitas wellness seperti sauna, steam, jacuzzi, dan onsen. “Melalui kolaborasi dengan OCBC, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memulai dan menjaga konsistensi gaya hidup sehat, terutama di awal tahun saat resolusi hidup lebih fit mulai ditetapkan,” ungkapnya. Saat ini, FTL Gym telah beroperasi di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Bali, dan Surabaya, memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk tetap aktif di berbagai lokasi.
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Perluas Akses Transaksi Global

Propertynbank.com – Dalam upaya memperluas layanan transaksi internasional sekaligus mendukung penguatan city branding Jakarta sebagai Kota Global, Bank Jakarta secara resmi meluncurkan Kartu Debit Visa. Kehadiran kartu ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Visa sebagai principal pembayaran global, sekaligus menjadi bagian penting dari agenda transformasi Bank Jakarta menuju bank daerah yang modern, kompetitif, dan terintegrasi dengan ekosistem keuangan global. Peluncuran Kartu Debit Visa ini berlangsung di Jakarta, Senin (5/1), dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo, serta Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasinya atas kerja sama Bank Jakarta dengan Visa. Menurutnya, kolaborasi dengan jaringan pembayaran global merupakan langkah strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap bank kebanggaan warga Jakarta tersebut. “Saya meyakini bahwa kepercayaan yang kuat akan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan dan daya saing bank ke depan,” ujarnya dalam siaran pers. Sementara itu, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa peluncuran Kartu Debit Visa bukan sekadar menghadirkan produk baru, melainkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi bank ini. “Melalui kartu ini, Bank Jakarta memperkuat kapabilitas transaksi nasabah sekaligus menegaskan posisinya sebagai bank daerah yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern dan terhubung secara global,” tegasnya. Baca Juga : Panin Dubai Syariah Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Lewat Perempuan Berlari 2025 Lebih lanjut ia menambahkan, penguatan transaksi merupakan fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah serta mendorong pertumbuhan bank yang sehat dan berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung bank daerah terbesar itu dalam menghadirkan Kartu Debit Visa terbaru. Melalui jaringan global Visa, pemegang kartu dapat menikmati kemudahan transaksi lintas negara, sistem keamanan berstandar internasional, serta integrasi dengan aplikasi Mobile Banking untuk kemudahan pengelolaan keuangan kapan saja dan di mana saja. “Selain itu, nasabah juga berkesempatan memperoleh berbagai penawaran menarik, mulai dari diskon bersantap hingga promo belanja di platform e-commerce nasional maupun internasional,” ungkap Vira menambahkan. Baca Juga : Danamon Dorong Kesetaraan Disabilitas Lewat Program Hands of Hope Kartu Debit Visa ini tersedia dalam dua varian, yakni Visa Classic dan Visa Platinum, termasuk pilihan bagi nasabah berbasis prinsip syariah. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran ritel, transaksi e-commerce, maupun penarikan tunai di jutaan merchant dan ATM berlogo Visa di seluruh dunia. Dari sisi keamanan, kartu ini telah dilengkapi teknologi chip EMV serta proteksi 3D Secure untuk transaksi online, sehingga memberikan perlindungan optimal bagi nasabah dalam bertransaksi secara digital. Solusi Pembayaran Bank Jakarta Kehadiran Kartu Debit Visa Bank Jakarta semakin melengkapi ekosistem pembayaran Bank Jakarta, memberikan fleksibilitas transaksi domestik dan internasional, serta mendukung gaya hidup masyarakat urban yang semakin mobile dan global. Baca Juga : Agung Sedayu Group Hadirkan Grand Waterfront, Magnet Baru Lifestyle di Kelapa Gading Sebagai bagian dari peluncuran, Bank Jakarta juga menghadirkan berbagai program promo dan apresiasi bagi nasabah, seperti diskon di tenant pilihan, promo belanja di merchant nasional dan internasional, serta program reward transaksi, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. “Peluncuran ini menegaskan komitmen Bank Jakarta untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang adaptif dan relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota dengan konektivitas global,” pungkas Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi.
Bank Neo Commerce Gandeng Zurich Perkuat Proteksi Nasabah

Propertynbank.com – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) terus memperkuat posisinya sebagai bank yang menghadirkan layanan keuangan komprehensif bagi nasabah. Terbaru, BNC menjalin kerja sama strategis dengan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) untuk menghadirkan produk Critical Illness Optimal Protection melalui skema bancassurance. Produk asuransi ini telah tersedia bagi nasabah di seluruh kantor cabang BNC sejak November 2025. Melalui kolaborasi ini, BNC memperluas portofolio layanan non-perbankan dengan menyediakan solusi proteksi kesehatan yang dirancang untuk membantu nasabah menghadapi risiko penyakit kritis secara lebih terencana. Produk ini memberikan manfaat santunan apabila tertanggung didiagnosis penyakit kritis tahap awal, tahap akhir, maupun penyakit terminal, dengan perlindungan terhadap 34 jenis penyakit kritis. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya BNC dalam merespons masih rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penetrasi asuransi nasional masih berada di kisaran 2,72 persen per Februari 2025, yang mencerminkan masih terbatasnya pemanfaatan produk asuransi kesehatan oleh masyarakat. Di sisi lain, beban penyakit kritis di Indonesia terus meningkat dan berpotensi memberikan tekanan besar terhadap kondisi keuangan keluarga. Dengan menggandeng Zurich sebagai mitra tepercaya, BNC menghadirkan produk asuransi dengan manfaat perlindungan yang luas dan premi yang relatif terjangkau, sehingga dapat diakses oleh berbagai segmen nasabah. Kehadiran produk ini diharapkan dapat membantu nasabah menjaga stabilitas finansial ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan finansial masyarakat. Kerja sama ini juga memperkuat daya saing BNC sebagai bank yang tidak hanya berfokus pada layanan transaksi dan pembiayaan, tetapi juga pada penyediaan solusi proteksi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui jaringan kantor cabang dan Relationship Manager (RM), BNC berperan sebagai pihak yang mereferensikan nasabah kepada Zurich, sementara seluruh proses asuransi, mulai dari penjelasan produk, administrasi, hingga pelayanan polis, ditangani oleh Zurich. Komitmen Bank Neo Commerce Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BNC dalam menghadirkan layanan bernilai tambah bagi nasabah. “Risiko penyakit kritis merupakan risiko nyata yang dapat berdampak besar terhadap kondisi finansial keluarga. Melalui kerja sama dengan Zurich, kami ingin memastikan nasabah BNC memiliki akses terhadap solusi perlindungan yang relevan, mudah dijangkau, dan dapat mendukung perencanaan keuangan jangka panjang mereka,” ujar Eri. Sementara itu, Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, menilai kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan melalui kanal perbankan. Menurutnya, kehadiran Critical Illness Optimal Protection melalui BNC memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih aman dan percaya diri. Produk Critical Illness Optimal Protection menawarkan berbagai fitur unggulan, antara lain premi mulai dari Rp2 jutaan per tahun dengan manfaat perlindungan hingga Rp1 miliar, proses pendaftaran dengan deklarasi kesehatan sederhana tanpa medical check-up, perlindungan sejak tahap awal penyakit, serta pengembalian premi sebesar 25 persen apabila tidak ada klaim dalam dua tahun sesuai ketentuan polis. Ke depan, BNC menegaskan akan terus memperluas kerja sama strategis dengan berbagai mitra untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin lengkap dan terintegrasi. Melalui kolaborasi seperti ini, BNC berharap dapat terus memberikan nilai tambah bagi nasabah serta memperkuat perannya dalam mendukung perencanaan keuangan dan perlindungan masyarakat Indonesia.