Sambut Tahun Baru 2026, Grand Cordela Hotel Bandung Gelar Midnight Rodeo

Propertynbank.com – Menyambut pergantian tahun 2026, Grand Cordela Hotel Bandung kembali menghadirkan program spesial akhir tahun melalui acara bertajuk Midnight Rodeo – New Year’s Eve Party 2026. Perayaan ini menjadi bagian dari strategi hotel dalam menghadirkan pengalaman menginap sekaligus hiburan yang bernilai tambah bagi tamu dan masyarakat. Mengusung konsep western modern, Midnight Rodeo dirancang untuk menciptakan suasana perayaan malam tahun baru yang hangat, meriah, dan penuh kebersamaan. Beragam hiburan telah disiapkan, mulai dari live music, permainan interaktif, door prize, lucky draw, hingga photo booth sebagai pelengkap pengalaman tamu. Hotel juga mendorong partisipasi tamu melalui dress code tematik yang menyesuaikan konsep acara. General Manager Grand Cordela Hotel Bandung, Joko Haryanto, menjelaskan bahwa konsep Midnight Rodeo merupakan upaya hotel untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda. “Kami ingin menghadirkan perayaan malam tahun baru yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan kesan hangat dan berkelas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri perhotelan di Bandung,” ujarnya kepada propertynbank.com, Selasa (30/12). Baca Juga : Raker dan Gathering Journalist Media Network di Bandung, Matangkan Strategi Bisnis 2026 Dari sisi kuliner, sambung Joko, Grand Cordela Hotel Bandung membuka kesempatan bagi tamu hotel maupun masyarakat umum untuk menikmati All You Can Eat New Year’s Eve Dinner Buffet dengan harga IDR 150.000 nett per orang. “Sajian yang dihadirkan meliputi menu pembuka, sup, carving & roasted chicken, live cooking Mongolian BBQ, serta aneka dessert pilihan yang dirancang khusus untuk malam pergantian tahun,” ungkap Joko. Paket Menginap di Grand Cordela Hotel Bandung Sejalan dengan peningkatan okupansi akhir tahun, hotel ini juga menawarkan Room Package Tahun Baru 2026 mulai dari IDR 1.200.000 nett per kamar per malam. Paket tersebut sudah termasuk sarapan dan makan malam untuk dua orang, sehingga menjadi solusi praktis bagi tamu yang ingin merayakan tahun baru sekaligus menginap dengan nyaman di pusat kota Bandung. “Acara Midnight Rodeo – New Year’s Eve Party 2026 akan berlangsung pada 31 Desember 2025. Mengingat keterbatasan kapasitas, kami mengimbau calon tamu untuk melakukan reservasi lebih awal melalui WhatsApp +62 822 6190 3556,” tandas Joko.
OHM Jalin Kerja Sama Strategis Dengan Marco Putra Borneo Bangun Cordela Hotel Pontianak
Propertynbank : Omega Hotel Management (OHM) resmi menjalin kerja sama dengan PT Marco Putra Borneo untuk membangun Cordela Hotel Pontianak. Kerjasama ini, diresmikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding pada Selasa, 26 November 2024 di Tangerang, Banten. Hotel yang merupakan bagian dari jaringan Cordela ini, diproyeksikan menjadi pilihan akomodasi baru di Kota Pontianak. Direncanakan Cordela Hotel Pontianak ini akan beroperasi di kuartal tiga tahun 2025. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Omega Hotel Management di pasar Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Cordela Hotel Pontianak ditargetkan menjadi pilihan utama bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang berkunjung ke Pontianak. Cordela Hotel Pontianak akan menawarkan 70 kamar yang terdiri dari Superior Room, Deluxe Room, dan Suite Room, dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis tamu, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Hotel ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan pengunjung, termasuk restoran di area rooftop dengan beragam pilihan kuliner. Selain itu, untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai acara bisnis dan konferensi, hotel ini juga dilengkapi dengan tiga ruang pertemuan yang ideal. Chief Operating Officer Omega Hotel Management, Daniel Sulaiman mengungkapkan, “Kami sangat senang dapat memperluas jaringan kami dengan pembukaan Cordela Hotel Pontianak. Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang lengkap, kami yakin hotel ini akan menjadi pilihan utama bagi wisatawan dan pebisnis yang berkunjung ke Pontianak. Ini adalah langkah penting dalam upaya kami untuk terus mengembangkan brand Cordela Hotel di Indonesia.” Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Marco Putra Borneo, Andre Gerry Marco menyatakan, “kami sangat senang dengan adanya Kerjasama ini dan kami juga merasa sangat confident dengan dibukanya Cordela Hotel Pontianak dan kami sangat berharap nantinya hotel ini dapat menjadi oase baru di Pontianak,” ujarnya. Cordela Hotel Pontianak berkomitmen untuk memberikan kenyamanan terbaik dengan harga yang kompetitif, tanpa mengorbankan kualitas layanan yang ditawarkan. Omega Hotel Management berkomitmen untuk terus menyediakan pengalaman menginap yang memuaskan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan standar layanan yang tinggi. “Kami memastikan setiap tamu merasakan pengalaman menginap yang memuaskan dengan fasilitas yang lengkap dan pelayanan profesional.. Dengan konsep yang modern dan ramah, hotel ini diharapkan dapat menjadi bagian integral dari perkembangan sektor pariwisata dan bisnis di Kota Pontianak,” pungkas Daniel Sulaiman.
Moratorium Pembangunan Hotel Di Bali Bisa Berdampak Positif

Propertynbank.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini sedang melakukan peninjauan terkait kebijakan untuk wacana moratorium pembangunan hotel di Bali, terutama di Bali Selatan. Saat ini wacana tersebut bertujuan untuk menahan pembangunan hotel baru demi mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi properti komersial. Wilayah yang diusulkan untuk diterbitkan moratorium antara lain Badung, Denpasar, Gianyar dan Tabanan. Hal ini dikarenakan tingkat hunian dan distribusi pada area tersebut sudah tinggi dan memberikan dampak kepada alam yang semestinya dilindungi. Selain itu tingkat kenyamanan dan keamanan untuk masyarakat serta tamu yang berkunjung di area tersebut pun harus dijaga. Head of Hospitality Services, Colliers Indonesia, Satria Wei mengatakan, apabila moratorium diterapkan, sektor pariwisata terutama dari segi investasi dapat terpengaruh. Hal ini akan cukup berdampak bagi investor yang berencana atau ingin berinvestasi di Bali Selatan. Akan tetapi tidak terlalu memberikan dampak signifikan bagi investor yang sudah mendapatkan izin dan lokasi yang tepat, terutama secara regulasi. Oleh sebab itu, walaupun moratorium berdampak terhadap area di area Bali Selatan, terlihat ada efek positif bagi area lainnya. Baca Juga : Kembangkan Ecoverse, NPG Indonesia Usung Kearifan Lokal Budaya Bali “Kami menilai dengan adanya wacana moratorium pembangunan hotel di Bali ini, efek terhadap konstruksi dan pembangunan hotel yang saat ini tengah berlangsung tidak akan terlalu berpengaruh, namun akan dirasakan dimasa mendatang,” jelas Satria Wei dalam keterangan tertulis. Moratorium Pembangunan Hotel di Bali Harus Sesuai Ditengah isu terkait dengan wacana ini, kata dia, Colliers melihat bahwa rencana tersebut bisa menjadi sesuatu yang baik apabila moratorium dilakukan dengan benar, penuh strategi, dan juga terbuka. Artinya, implementasi yang dilakukan harus sesuai dengan rencana, sehingga target yang ingin dicapai juga terealisasikan dengan benar. “Guna agar hal tersebut tercapai, strategi juga harus dipikirkan dengan matang. Termasuk pemilihan area yang memang seharusnya memberlakukan moratorium ini. Sebab apabila semua tidak sesuai, maka akan berakibat pada hasil yang tidak semestinya,” ujarnya. Baca Juga : Ditawarkan Mulai Dari Rp8 miliar, OXO The Residences Bali Terjual Habis Dalam 1 Hari Menurut Satria Wei, moratorium ini seharusnya bisa membawa hasil yang positif, tidak hanya dalam distribusi pembangunan, tetapi juga terhadap penghasilan dan kesejahteraan bagi daerah lainnya. Pembangunan di area lain diproyeksikan bisa mengalami peningkatan, terutama bagi area yang menawarkan ataupun memiliki karakter yang serupa, atau bahkan sama dengan area Bali Selatan. “Peluang bagi sektor perhotelan adalah peningkatan kualitas produk dan pelayanan yang harusnya dapat dinikmati oleh para pengusaha pariwisata. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka. Oleh sebab itu butuh persiapan dengan matang dan sesuai, tidak hanya untuk area di Bali Selatan saja tetapi juga area lain yang mendapatkan imbas positif dari moratorium pembangunan hotel di Bali tersebut,” pungkas Satria Wei.
Kinerja Hotel Pada Paruh Kedua Tahun 2024 Diperkirakan Meningkat

Propertynbank.com – Tingkat hunian dan kinerja hotel di Jakarta diproyeksikan akan terus membaik terutama pada kuartal ketiga hingga pertengahan kuartal keempat 2024. Menurut Ferry Salanto, Head of Research, meskipun ada kemunduran di awal, bisnis hotel mulai membaik pada kuartal kedua 2024. Diperkirakan sektor hotel akan terus menguat pada paruh kedua 2024, terutama dengan meningkatnya aktivitas bisnis. “Acara-acara besar biasanya direncanakan jauh-jauh hari, di mana biasanya hotel menawarkan tarif khusus yang kompetitif guna menarik tamu. Praktik ini juga berlaku untuk acara kelompok, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun entitas korporat, di mana hotel memberikan harga kompetitif berdasarkan jumlah peserta. Selain pendapatan dari kamar, hotel juga menghasilkan pendapatan tambahan dari sektor seperti F&B serta housekeeping,” jelas Ferry. Sementara untuk pasar hotel di Surabaya, Colliers memproyeksikan bahwa pada paruh kedua tahun 2024, kinerja hotel di Surabaya akan menunjukkan perbaikan secara bertahap, meskipun dengan prospek pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi. Aktivitas bisnis yang didukung oleh sektor pemerintah dan korporasi diproyeksikan akan meningkat hingga minggu kedua bulan Desember. Baca Juga : Kabar Baik ! Industri Perhotelan Tahun 2024 Diprediksi Makin Pulih Colliers juga memproyeksikan bahwa periode dari Juli hingga November dianggap cukup optimal untuk mengejar target tahun 2024, meskipun relatif terbatas dibandingkan dengan pasar hotel di Jakarta dan Bali. Kinerja Hotel di Bali Terkait dengan hotel di Bali, Colliers memproyeksikan bahwa kinerja hotel akan terus meningkat pada paruh kedua tahun 2024. Selain liburan sekolah, beberapa kegiatan luring juga diharapkan memberikan kontribusi positif. Lonjakan kedatangan wisatawan ke Bali telah berdampak positif pada kinerja sektor perhotelan, terutama di kawasan Nusa Dua. Acara internasional berskala besar, seperti World Water Forum yang baru-baru ini diadakan di Bali, telah secara signifikan meningkatkan kinerja hotel di wilayah ini. Selain itu, banyaknya acara yang diselenggarakan oleh entitas pemerintah dan korporat juga berkontribusi pada peningkatan kinerja perhotelan di Bali. “Tidak hanya acara MICE, tetapi juga acara olahraga, yang menambah daya tarik Bali sebagai destinasi, semakin meningkatkan kinerja hotel,” tutup Ferry.
Omega Hotel Management Gandeng Golden Chain, Jaringan Motel Terbesar di Australia

Propertynbank.com – Omega Hotel Management (OHM), sebuah operator hotel Nasional dengan brand Cordela Suites, Grand Cordela, Cordela, Cordela Inn dan Cordex, dengan bangga mengumumkan penandatanganan kesepakatan kerjasama strategis dengan Golden Chain Motor Ins LTD, jaringan motel terbesar di Australia. Kesepakatan ini menandai langkah besar bagi OHM dalam memperluas cakupan internasionalnya dan memperkuat posisinya di pasar Australia dan Asia Pasifik. Dengan kolaborasi ini, Omega Hotel Management akan memiliki akses ke jaringan Golden Chain, memungkinkannya untuk menawarkan kepada pelanggan pasar Australia dan Asia Pasifik pengalaman menginap di berbagai lokasi terkemuka di Indonesia. COO Omega Hotel Management, Daniel Sulaiman menyatakan, pihaknya sangat bersemangat dengan peluang kolaborasi ini dengan Golden Chain. “Ini akan memberi kami kesempatan untuk memperkenalkan portofolio kami dan memperluas jaringan kami ke pasar yang lebih besar lagi. Kami yakin bahwa kombinasi pengalaman kami dalam manajemen hotel dan reputasi Golden Chain yang telah teruji akan menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi kedua belah pihak,” jelasnya. Baca Juga : Kembangkan Hotel di Rest Area, Jasamarga Gandeng Omega Hotel Management Golden Chain, yang telah lama diakui sebagai pemimpin dalam industri akomodasi di Australia, juga menyambut baik kemitraan ini. “Kami senang dapat bekerja sama dengan Omega Hotel Management dalam upaya kami untuk terus meningkatkan jangkauan kami di pasar Asia ,” kata Tony Smith, Global Sales Manager. “Kami percaya bahwa dengan menggabungkan kekuatan dan pengalaman kedua perusahaan, kita dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa” Strategi Omega Hotel Management Kesepakatan ini mencerminkan komitmen Omega Hotel Management dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan serta mengambil langkah-langkah strategis demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Sebagai informasi, saat ini OHM menjadi operator dari 18 hotel yang tersebar di Indonesia, mulai dari Bandung (Soekarno Hatta), Cirebon (Cipto Mangunkusumo), Puncak (Cisarua), Jakarta (Ancol dan Senen), Medan (H.M. Yamin, AR. Hakim, The Plaza Millennium, Guru Patimpus), Kuningan (Siliwangi), Yogyakarta (Malioboro), Pangkalpinang (Hamidah), Palembang (R. Sukamto, Malaka), Pekanbaru (KH. Wahid Hasyim), Bengkulu (Jenderal Sudirman), Sidoarjo (KH. Ali Mas’ud) dan Tasikmalaya (Yudanegara). Omega Hotel Management yang baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai Best National Hotel Management With Technology Innovation dalam ajang Indonesia Property&Bank Award ke XVIII tahun 2024, juga selalu memberikan promo-promo menarik setiap bulannya untuk harga kamar, paket makan maupun acara- acara penting yang akan diadakan oleh para Bleisure.
Wisatawan Jadi Sentimen Positif Bagi Tingkat Hunian Apartemen Sewa dan Hotel

Propertynbank : Kuartal pertama 2024 ini, tampaknya belum ada peningkatan aktivitas wisatawan yang signifikan dan juga sektor properti, khususnya apartemen sewa dan hotel. Pesta demokrasi yang berlangsung pada februari 2024 lalu, turut memengaruhi sentiment pasar yang menyebabkan perlambatan sementara dalam aktivitas penyewaan. Meski demikian, dengan pembukaan apartemen servis Park Royal Serviced Suites pada kuartal pertama tahun 2024 menandai ekspansi grup Pan Pacific ke pasar Jakarta. Hendra Hartono, CEO dan Co-Founder Leads Property, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, mengungkapkan dengan pembukaan apartemen servis Park Royal Serviced Suites pada kuartal pertama tahun 2024 menambah pasokan apartemen sewa di Jakarta sehingga meningkat menjadi 10.232 unit pada akhir kuartal pertama. Baca Juga : Survei Harga Properti Residensial BI, 75% Lewat KPR Dari segi lokasi, Hendra mengatakan bahwa hampir separuh dari pasokan total apartemen sewa di jakarta berada di area CBD. Mengingat daerah tersebut menawarkan konektivitas serta kemudahan akses ke pusat-pusat komersia. Selain itu tambahnya, apartemen sewa di Jakarta juga terkonsentrasi di kawasan ekspatriat di CBD dan Selatan Jakarta seperti Kemang, Cilandak dan Pondok Indah yang menawarkan infrastruktur dan fasilitas yang baik. Namun demikian, aktivitas penyewaan di daerah tersebut cenderung lebih rendah menyusul berakhirnya kontrak sewa dari tahun sebelum. Meskipun demikian, permintaan masih didukung oleh tamu korporat yang mencari akomodasi jangka pendek, dan juga aktivitas MICE oleh korporat maupun pemerintah sebelum periode libur panjang Idul Fitri. Baca Juga : Ditata Sejak Tahun 2020, Kawasan Pantai Malalayang dan Bunaken Siap Terima Wisatawan “Permintaan yang stagnan pada awal kuartal ini memberikan tekanan pada tingkat okupansi, yang turun menjadi 60.85% pada Q1 2024, atau turun sebesar 2,6 poin dibanding kuartal sebelumnya,”terang Hendra. Sementara dari sisi harga, periode awal tahun dimanfaatkan pemilik properti untuk melakukan penyesuaian harga sewa terutama untuk properti-properti dengan tingkat keterisian yang tinggi. Namun, permintaan yang cenderung lesu pada kuartal pertama ini memaksa beberapa para pemilik properti untuk menunda kenaikan harga atau bahkan menawarkan tarif lebih rendah dari tahun sebelumnya untuk menarik penyewa di kondisi pasar yang kompetitif agar dapat bersaing dengan proyek-proyek baru yang masuk ke pasar. “Secara keseluruhan, tarif sewa rata-rata untuk apartemen sewa di Jakarta pada Q1 2024 berada di USD 20.90 per meter persegi perbulan, atau naik sebesar 0,4 persen dibanding kuartal sebelumnya,”ujarnya. Baca Juga : Pemilu Satu Putaran Lebih Menguntungkan Bagi Properti Untuk prospek kedepan, pasar mengantisipasi pasokan tambahan dalam beberapa tahun mendatang, di mana setidaknya 891 unit dijadwalkan akan masuk ke pasar hingga akhir tahun 2025. “Adanya lonjakan jumlah pasokan ini mencerminkan minat yang masih tinggi dari pengembang untuk memenuhi kebutuhan akomodasi sewa di Jakarta, namun penambahan jumlah unit dapat menimbulkan persaingan ketat antara pemilik properti sehingga mendorong perlunya strategi skema harga yang menarik bagi penyewa,”kilahnya lagi. Pasokan Wisatawan Sementara itu, perkembangan perhotelan, pada kuartal 1 2024 terdapat pasokan baru yang diluncurkan. Penambahan pasokan diterima dari dua hotel baru di daerah Jakarta Pusat, yaitu The Ibis Jakarta Raden Saleh sebanyak 105 kamar dan Ashley Hotel Tugu Tani sebanyak 80 kamar. Dengan demikian total pasokan hotel Bintang 3 ke-atas di Jakarta tercatat di sebanyak 56.180 kamar. “jadi bisa dikatakan pasokan hotel di Jakarta tetap terkonsentrasi di wilayah Jakarta Pusat dan CBD Jakarta, dengan total sebesar 58% dari total pasokan. Di tahun 2024, juga diprediksi akan ada beberapa penambahan hotel baru yang akan beroperasi, antara lain adalah Pan Pacific Jakarta, 25Hours the Oddbird Jakarta, dan Park Royal Hotel Jakarta,”tuturnya. Apalagi, selama bulan pertama kuartal I tahun 2024, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tercatat sebanyak 927.744 pengunjung, naik 16,1% secara tahunan. Baca Juga : Pemilu 2024 Tinggal Menghitung Hari, Apa Dampaknya Bagi Industri Properti? Hal ini terus membuktikan bahwa pasar pariwisata berada pada jalur pemulihan. Wisatawan asal Tiongkok Daratan masih menjadi warga negara asing terbanyak yang berkunjung ke Indonesia pada awal tahun ini, tercatat 81.691 pengunjung masuk ke Indonesia. Sementara wisatawan atau warga negara lain yang dekat dengan Indonesia seperti Malaysia dan Singapura juga tercatat yang mendominasi. Leads Property melihat kondisi ini yang menjadi sentimen positif terhadap perkembangan jumlah wisatawan dan industri hotel di Jakarta. “Kami memperkirakan akan terjadi sedikit peningkatan pada tingkat hunian dan tarif harian seiring juga dengan pemulihan pasar hotel. Acara-acara pemerintah dan perusahaan diharapkan menjadi pendorong utama kinerja sektor perhotelan di periode-periode mendatang,” pungkasnya.
Industri Hospitality Ini Diproyeksi Kembali Tumbuh di Tahun 2024

Propertynbank.com – Tim Hospitality Services Colliers Indonesia menyebutkan, sejak tahun awal tahun 2022, kinerja sektor perhotelan di Indonesia telah terlihat mengalami perkembangan yang cukup postitif dan signifikan. Head of Hospitality Services Colliers Indonesia, Satria Wei, mengatakan bahwa mengingat potensi positif dan prospek di sektor hotel pada tahun 2024, ada juga prospek positif untuk berbagai sektor lain di industri hospitality. “Beberapa sektor pada industri hospitality yang diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2024 adalah hotel bisnis,” kata dia. Jenis Industri Hospitality Yang Prospek Menurut Satria, berdasarkan dari observasi yang dilakukan tim Colliers Indonesia, secara menyeluruh kinerja hotel bisnis terlihat diproyeksikan mengalami peningkatan sekitar 6%-8% dari tahun 2023. Kinerja yang positif pada hotel bisnis di tahun 2024 didorong dengan adanya berbagai kegiatan MICE, yang didominasi baik oleh sektor swasta maupun pemerintah. Baca Juga : Hotel Hyatt Place Pertama Di Indonesia Hadir Di Makassar Selanjutnya yang mengalami pertumbuhan adalah hotel resor. Pada tahun 2024, Colliers Indonesia melihat adanya perkembangan pada pasar hotel resor bila dibandingkan dengan tahun 2023. Bagi pemilik hotel atau investor, aspek yang terpenting bagi hotel adalah memiliki indentitas dan konsep yang jelas. “Oleh sebab itu, tren transisi dari hotel tanpa merek menjadi hotel dengan merek pada hotel resor juga merupakan salah satu langkah strategis yang membutuhkan pertimbangan dan eksekusi yang tepat. Selain itu, tren liburan keluarga diproyeksikan akan bertahan dan terus berkembang. Sehingga jumlah permintaan kamar dengan tipe keluarga diantisipasi meningkat pada tahun 2024,” ujarnya. Industri hospitality yang juga mengalami pertumbuhan adalah hiburan. Proyeksi menunjukan adanya peningkatan pada permintaan untuk Spa, tempat hiburan kesehatan, klub olahraga, dan tempat hiburan olahraga. Ini terlihat dari peningkatan jumlah outlet yang beroperasi di Indonesia pada tahun 2024 bila dibandingkan dengan 2023. Berdasarkan hasil pengamatan, kata dia, untuk bisnis Spa atau tampat hiburan kesehatan di tahun 2024, berfokus pada lokasi destinasi wisata seperti Candi Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Bali. Sedangkan untuk tempat hiburan olahraga, lebih ditekankan pada kota bisnis seperti Surabaya, Makassar, dan Medan. Baca Juga : Sumber Daya Manusia, Aset Paling Berharga Perusahaan Hospitality Berikutnya adalah bisnis makanan dan minuman, terlebih yang sudah memiliki reputasi dinilai dapat lebih bertahan bila dibandingkan dengan yang tidak. Dari segi tingkat kesadaran, dan mencapai masyarakat juga lebih mudah. Terutama mengingat sifat masyarakat Indonesia yang memiliki rasa ingin tahu dan mencoba yang cukup tinggi. Kami melihat adanya peningkatan prevalensi merek F&B asing yang masuk ke Indonesia. Kemudian, lanjut Satria, adalah lapangan golf. Kepopuleran olahraga individual ini mulai meningkat pada kalangan komunitas Indonesia pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19 terjadi. Golf, dahulu diasosiasikan dengan kalangan elit dan generasi yang lebih tua, kini berubah menjadi sebuah kegemaran baru pada kalangan generasi muda. Pergeseran ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan atas pertumbuhan bisnis tersebut sampai dengan tahun 2023. “Salah satu peluang untuk meningkatkan pendapatan dalam bisnis ini adalah melalui kolaborasi dengan bisnis lain seperti outlet F&B, hotel, atau real estat. Hal ini dikarenakan adanya permintaan terhadap jenis hiburan yang disesuaikan dengan target pasar yang ada,” pungkas Satria.
Tingkat Hunian Hotel di Jakarta, Bali, dan Surabaya Meningkat Hingga 80 %

Propertynbank.com – Performa dan tingkat hunian hotel di Jakarta, Bali, dan Surabaya pada kuartal IV 2023 menunjukkan peningkatan positif, sebagaimana yang diungkapkan oleh Colliers Indonesia. Okupansi hotel di ketiga kota tersebut meningkat dari 60% hingga 80% pada November 2023. Meskipun tingkat hunian hotel di Jakarta dan Surabaya masih didominasi oleh pasar pemerintahan dan swasta, terutama dalam kegiatan MICE, Bali mengalami peningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, Bali juga mencatat peningkatan kegiatan MICE, terutama yang berasal dari pemerintahan. Pada akhir Desember 2023, aktivitas perhotelan tingkat hunian hotel di Jakarta dan Surabaya melambat karena libur akhir tahun bisnis, dan pelaku bisnis cenderung menunggu dan melihat situasi, terutama dengan persiapan pemilihan presiden yang sedang berlangsung. Jakarta khususnya diprediksi akan menghadapi tantangan awal tahun 2024, berbeda dengan kondisi dua kota lainnya. Baca Juga : Kabar Baik ! Industri Perhotelan Tahun 2024 Diprediksi Makin Pulih “Belum ada supply baru di tahun 2023 ini sehingga total supply masih di angka 44,685 kamar,” kata Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, Rabu (10/1/2024). Selain itu, diperkirakan pada kuartal IV 2023, performa hotel di Jakarta akan melambat khususnya dari korporasi. Selain itu, mulai banyak persiapan pemilu presiden. “Hasil pemilu akan menentukan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada performa hotel di tahun berikutnya,” ujarnya. Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Naik Meskipun demikian, performa hotel dan tingkat hunian hotel di Jakarta terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2023, walaupun mengalami penurunan pada periode Ramadan dan libur Idul Fitri. Kontribusi besar dari offline event dan kegiatan bisnis yang ramai, baik dari pemerintah maupun korporasi swasta, turut membantu meningkatkan performa hotel. Baca Juga : Intip Layanan Hotel Horison Kertajati, Setelah Tol Cisundawu Beroperasi Sementara itu, tingkat hunian hotel Bali menunjukkan pemulihan performa setelah masa pandemi. Dalam rentang waktu 2020 hingga 2023, sejumlah hotel di Bali sempat berhenti beroperasi. Beberapa di antaranya kembali beroperasi dengan manajemen yang sama atau yang baru, namun tidak sedikit yang tetap berhenti beroperasi sepenuhnya. Tingkat keterisian dan harga terus mengalami perbaikan dalam dua tahun terakhir. Tingkat hunian hotel di Surabaya, selama periode 2020 hingga 2023 sedikit menurun sehingga membuat setidaknya empat hotel menghentikan operasionalnya dan lima hotel melakukan rebranding. Pada akhir Desember 2023, performa hotel agak melambat, terutama dari segi bisnis korporasi, karena memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru. (Nabilla Chika Putri)
Marriott Resort and Spa Lampung Hadirkan Destinasi Hideaway

Propertynbank : Tren liburan pasca pandemi mengalami perubahan signifikan, dimana mayoritas masyarakat kini lebih memilih untuk berlibur dengan minim kontak sosial. Salah satu pilihan populer adalah staycation, sebutan untuk berlibur dengan bermalam di hotel dan menikmati fasilitas yang ada di lingkungan hotel di area tempat mereka tinggal. Menjawab kebutuhan destinasi wisata, PT Aavas Hurun Hasmitha bersama Marriott International melakukan penandatangan perjanjian kerja sama management dalam proyek Lampung Marriott Resort and Spa. Perjanjian tersebut merupakan langkah penting dalam pengembangan resort yang akan menjadi destinasi unggulan di Lampung. Kesepakatan perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Project Director PT Aavas Hurun Hasmitha, Selphie Bong dengan Senior Director Hotel Development Asia Pacific, Andree Susilo, Jum’at (28/-7/2023) di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Berdasarkan data badan pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan domestik di Lampung pada tahun 2021 meningkat sekitar 11,12% dari tahun 2020 dan selanjutnya meningkat 17,5% pada tahun 2022. Seperti diketahui, Provinsi Lampung yang dikenal sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Sumatera dan Jawa, memiliki potensi yang sangat berharga. Menawarkan pesona alam yang memikat, dengan keindahan pantai, perbukitan hijau, taman Nasional kaya akan keanekaragaman hayati, serta warisan budaya dan tradisi yang menjadi ciri khas Lampung. Potensi ini menjadi aset yang harus dimanfaatkan dengan cara yang terkoordinasi, terpadu, dan efektif. Dengan lokasinya yang strategis, Lampung dapat menjadi pusat kegiatan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi antara dua pulau terbesar di Indonesia. Pariwisata Lampung mengalami peningkatan seiring dengan meredanya pandemi dan pembetulan infrastruktur daerah yang semakin mengundang minat wisatawan. Saat menerima proyek Hurun Beach, PT Aavas Hurun Hasmita melihat potensi pesona yang ditawarkan oleh Provinsi Lampung sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan hideaway place yang nyaman. Dengan keyakinan melihat kompetensi Marriott International dalam menghadirkan hospitality experience, dengan selalu menyoroti pesona setiap lokasi wisata di Indonesia, PT Aavas Hurun Hasmita menunjuk Marriott International untuk bersama menghadirkan excellent hideaway experience pada Lampung Marriott Resort and Spa. Sebagai seorang perempuan kelahiran Lampung, Selphie Bong memahami bahwa keindahan alam dan kekayaan budaya adalah warisan yang perlu dijaga dengan hati. Pesona Lampung dengan warisan alam, budaya dan tradisi luhur adalah sumber inspirasi Selphie Bong dalam merencanakan konsep Lampung Marriott Resort and Spa sebagai destinasi tersembunyi yang menawarkan ketenangan alam Lampung. Selphie Bong yang juga merupakan Fashion Designer, percaya seni seharusnya dapat diakses oleh semua orang, dan budaya Nusantara bisa lebih dihargai dan dipromosikan melalui karya. Merancang konsep hotel dan merancang fashion adalah 2 hal yang berbeda bagi Selphie Bong. Fashion, khususnya seragam, menyumbang sekitar 1% dari keseluruhan konsep hotel. Desain hotel menuntut perhatian lebih detail, konsep desain hotel mempertimbangakn kenyamanan, alur pergerakan, hingga pencahayaan secara menyeluruh. Dalam perencanaan membangun resort, Selphie Bong meyakini perlu perhitungan yang tepat guna dalam infrastruktur serta fasilitas, dengan sentuhan nyawa seni yang memberi kehidupan pada bangunan sehingga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kota tersebut, bukan hanya sekedar sebuah ikon. “Saya mempelajari banyak hal ketika masuk ke dunia pembangunan, salah satu yang saya baca, ketika sebuah bangunan dibangun dengan design dan perencanaan yang baik, maka bangunan tersebut akan menjadi bagian dari kota tersebut.” Pesona Wisata Lampung Dengan total 162 kamar dengan desain elegan dan timeless, dihiasi dengan wastra Nusantara pilihan dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke. Untuk keluarga yang datang bersama anak-anak, tersedia 4 kamar tematik khusus untuk membangkitkan imajinasi anak, serta 8 vila eksklusif dengan akses langsung ke pantai untuk para tamu yang menginginkan alunan suara air laut dengan privasi lebih. Selain itu, terdapat event spaces dengan luas area mencapai 2680 meter persegi, termasuk sebuah ballroom seluas 1200 meter persegi tanpa pilar, yang dipenuhi dengan keindahan lampu kristal dari Lasvit. Dengan fitur foldable wall dan fitur retractable chandelier, ballroom ini menjadi pilihan sempurna untuk berbagai acara termasuk pernikahan impian, meeting dan berbagai jenis pameran, bahkan pameran auto mobile. Tak hanya itu, resort ini juga menyediakan ruang pertemuan dan ruang rapat dengan akses langsung ke pantai melalui area pre-function outdoor. Fasilitas kuliner juga menghadirkan konsep “Physica – Mineral” yang memadukan elemen mineral, flora dan fauna khas Nusantara. Restoran all-day dining dengan kapasitas sekitar 200 orang yang menyajikan hidangan khas Nusantara Indonesia dengan sentuhan fusion cita rasa Chinese, Jepang, Korea, dan Barat. Lampung Marriott Resort and Spa adalah perhiasan tersembunyi, dengan bibir pantai seluas 1 kilometer yang hanya dapat diakses melalui area resort. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan terumbu karang dan kerang tanpa perlu memiliki pengetahuan untuk menyelam, dengan air yang jernih seperti kristal yang memantulkan cahaya matahari, juga bangkai kerang yang terhampar di atas lembutnya pasir mempercantik pesisir pantai menjadi bukti bahwa terumbu karang masih sangat sehat. “Saat ini, proses pembangunan resort telah mencapai sekitar 80%, dengan fokus pada pengisian interior dan perbaikan landscape dengan konsep courtyard yang nantinya akan menjadi area untuk afternoon tea atau open-air gallery,” papar Selphie Bong. Dengan demikian, proses pembangunan resort terus berlanjut dengan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang indah dengan menekankan the true hospitality dalam service dan experience tamu. Didukung sertifikasi dari Lembaga Konservasi Alam, adalah bukti nyata komitmen PT. Aavas Hurun Hasmita dan Marriott International dalam mengedepankan pariwisata berbasis pelestarian alam yang berkelanjutan. Lampung Marriott Resort and Spa akan menjadi rumah berbagai satwa dan tumbuhan yang dipelihara dengan baik, termasuk rusa relokasi dari Istana Bogor serta sejumlah burung merak yang dikembangkan. Dalam upaya menjaga kenyamanan dan keamanan satwa di lingkungan resort, segala bentuk kebisingan seperti petasan di sekitar kawasan Hurun Beach dilarang. Menyambut kuartal pertama tahun 2024, Hurun Beach Resort by Marriott akan siap menyambut tamu-tamu dengan hangat. Dengan akses yang semakin mudah, wisatawan dapat menikmati pengalaman tak terlupakan di Lampung Marriott Resort and Spa. Diharapkan dengan hadirnya Lampung Marriott Resort and Spa, akan menjadi destinasi wisata bagi seluruh pelancong dari berbagai penjuru dunia serta membantu meningkatkan industri perekonomian Lampung, terutama di sektor pariwisata.
Hotel Eksklusif ‘Cordela Suites’ Hadir Di Kota Tasikmalaya

Propertynbank : Omega Hotel Management (OHM) kembali menambah hotel yang dikelolanya sebagai brand baru eksklusif bernama Cordela Suites. Brand ekslusif pertama ini sekaligus menjadi hotel ke-18 yang dikelola OHM ini hadir di kota Tasikmalaya. Hotel Cordela Suites Tasikmalaya Cordela Suites Tasikmalaya siap sambut bleisure (business & leisure) travelers yang singgah ke kota Tasikmalaya dengan beragam promo staycation, ditambah desain eksterior dan interior yang modern, serta pilihan kamar yang nyaman, didukung fasilitas yang cocok untuk staycation. Berada di lokasi yang strategis, yakni di jalan Yudanegara No. 16, Cordela Suites Tasikmalaya mudah diakses oleh para bleisure travelers yang datang dari luar kota. Para bleisure travelers hanya memerlukan waktu 10 menit dari Stasiun Kereta Tasikmalaya dan terminal bus untuk menuju ke hotel ini. Hotel yang telah diresmikan oleh Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Muhammad Yusuf pada 1 November 2022 lalu, juga dekat dengan pusat perbelanjaan serta pusa bisnis dan wisata kota Tasikmalaya. Dalam sambutan pada acara Grand Opening Cordela Suites Tasikmalaya, 19 Desember 2022, Daniel Sulaiman, Chief Operating Officer OHM mengatakan, “Kekuatan Cordela Suites berada pada lokasinya yang strategis, di jantung kota Tasikmalaya, serta dikelilingi pusat perbelanjaan, bisnis dan wisata” . Daniel menambahkan kekuatan lain dari Cordela Suites, yakni pada tipe kamar yang ditawarkan sangat variatif, bahkan tersedia juga kamar tematik. Selain bernuansa elegan dengan desain modern, Cordela Suites memiliki fasilitas yang cocok untuk staycation, dengan harga yang kompetitif. Sementara itu, Muhammad Yusuf, General Manager Cordela Suites Tasikmalaya, mengungkapkan keunggulan dari kamar yang ada di Cordela Suites, “Tersedia 100 kamar yang terdiri dari berbagai tipe, mulai dari 8 Smart Room, 46 Superior Room, 30 Deluxe Room, 12 Executive Room dan 4 Suites Room. Setiap kamar memiliki berbagai fasilitas yang siap melengkapi kenyamanan staycation khususnya bersama keluarga ataupun kolega. Fasilitas istimewa yang tersedia di kamar, yaitu Smart TV, sehingga para tamu bisa langsung mengakses Youtube, Netflix, dan berbagai channel entertainment digital lainnya”