PNB_Back_Up

Perumnas Tegaskan Komitmen Kembangkan Hunian Terjangkau dan Ramah Lingkungan

perumnas

Propertynbank.com – Perum Perumnas kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional penyediaan 3 juta rumah dengan menghadirkan hunian layak, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu realisasi dari komitmen ini adalah pengembangan kawasan hunian Samesta Pasadana di Paseh, Kabupaten Bandung. Proyek Samesta Pasadana dikembangkan di atas lahan seluas 41 hektare dan dirancang untuk menyediakan lebih dari 2.800 unit rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kawasan ini mengusung konsep pengembangan hijau, seperti pengelolaan limbah rumah tangga mandiri dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat lokal. Tingginya minat masyarakat terhadap proyek ini terlihat dari tingkat keterserapan unit yang telah mencapai 100%. Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan hunian terjangkau masih sangat besar, dan diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Baca Juga : Dorong Ketersediaan Pabrik Siap Pakai di Kawasan MM2100, BEFA Industrial Hub Mulai Dibangun Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap inisiatif Perumnas. Menurut dia, kehadiran di Samesta Pasadana juga menegaskan komitmen BUMN untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam mengurangi kesenjangan, memperkuat inklusi sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau adalah bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Kartika. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Perumnas dan BTN dalam pengembangan proyek ini, serta menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi tantangan sektor perumahan, mulai dari pembiayaan, ketersediaan lahan, hingga percepatan pembangunan. Baca Juga : Lengkapi Fasilitas Kawasan, Summarecon Mutiara Makassar Hadirkan 3 Venue Terbaru Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, dilakukan juga peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Masjid Pasadana, yang dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN, Plt. Direktur Utama Perumnas, dan Direktur Utama BTN. Kehadiran masjid ini menjadi simbol kolaborasi dalam menyediakan fasilitas umum yang tidak hanya mendukung kegiatan ibadah, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial masyarakat di kawasan tersebut. “Dengan inisiatif seperti Samesta Pasadana, Perumnas menegaskan perannya sebagai pengembang BUMN yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun komunitas yang harmonis, produktif, dan berdaya saing,” ujar Plt. Direktur Utama Perumnas Tambok Setyawati.

Lengkapi Ekosistem Komersial di Gading Serpong, Paramount Land Bangun Mal

gading serpong

Propertynbank.com – Paramount Land kembali mencatat penjualan fantastis dengan sukses menjual habis Grand Boulevard Aniva dalam waktu singkat. Hal ini makin memperkuat Paramount Land sebagai pengembang terdepan di kawasan Gading Serpong, dengan pengembangan kawasan komersial yang dinamis dan inovatif. Melalui strategi yang matang, Paramount Land memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi properti ruko yang kini dinilai lebih cepat menghasilkan dibandingkan rumah tinggal. Tak tanggung-tanggung, Grand Boulevard Aniva terjual habis dalam 5 tahap sekaligus. Hebatnya lagi, semua unit habis sebelum diperkenalkan kepada property agent yang selama ini ikut membantu penjualan properti yang dikembangkan Paramount Land. “Luar biasa sekali produk Grand Boulevard Aniva ini. Kami belum sempat melakukan product knowledge, tapi unit-unit ruko yang akan dipasarkan sudah habis terjual. Bahkan, terjual dengan status over-subscribed, di mana permintaan melebihi ketersediaan unit,” jelas Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, di Gading Serpong, Tangerang beberapa waktu lalu. Tingginya antusiasme konsumen terhadap Grand Boulevard Aniva Studio Loft, kata Chrissandy membuktikan properti komersial tetap menjadi incaran utama investor dan pelaku usaha. Oleh karena itu, Paramount Land segera menyiapkan Grand Boulevard Aniva tahap 6. Menurut Chrissandy Dave, dalam mengembangkan area komersial di Gading Serpong, Paramount Land mampu membuat tingkat okupansi bisnis yang tinggi terutama di sisi selatan Gading Serpong, mulai dari Pisa Grande, Sorrento, Maggiore, Manhattan District, Hampton Square, hingga kawasan Aniva. Produk-produk yang dikembangkan memiliki value yang terus meningkat. Baca Juga : Diminati Konsumen dan Investor, Aniva Jadi Kawasan Komersial Favorit di Gading Serpong “Di Gading Serpong, pasar sudah sangat mature. Kami melihat bahwa pembeli ruko sebagian besar juga merupakan pembeli rumah. Namun, keputusan pembelian ruko lebih cepat karena perputaran bisnis dan pengelolaannya juga lebih dinamis,” ujar M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land kepada propertynbank.com beberapa waktu lalu. Selain itu, sambung Nawawi, ruko bisa segera disewakan, dijual kembali, atau bisa langsung digunakan. Sementara rumah memerlukan waktu lebih lama, termasuk pertimbangan kenyamanan dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, kata dia, dalam upaya menjaga daya tarik produk komersialnya, Paramount Land terus melakukan berbagai inovasi. Misalnya dengan penamaan yang lebih menarik, seperti produk komersial Aniva. Begitu juga strategi pemasaran dilakukan secara cermat untuk menciptakan persepsi yang menggoda di mata konsumen. “Inovasi seperti resize ukuran unit dengan harga sewa yang tetap, menjadi strategi kami dalam menyegarkan produk tanpa disadari konsumen. Ini semacam restart yang membuat produk terasa baru dan lebih menarik,” tambahnya. Paramount Land Siapkan Mal Pesatnya perkembangan kawasan komersial di Gading Serpong, mendorong Paramount Land untuk melakukan inovasi, salah satunya adalah sedang bersiap mengembangkan pusat perbelanjaan (mal) namun dengan konsep yang berbeda. Mal ini akan menjadi pelengkap dari ekosistem komersial yang telah terbentuk. Baca Juga : Paramount Land Raih Developer of The Year di IPBA ke XIX Tahun 2025 Norman Daulay, Direktur Paramount Land mengatakan, pembangunan mal ini merupakan bagian dari rencana besar Paramount Land yang telah disusun sejak lima tahun lalu. Tujuannya adalah untuk melayani masyarakat baik dari sisi lokal maupun regional dalam konteks kota mandiri yang terus bertumbuh. “Sebuah kawasan kota mandiri, harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dengan menghadirkan pengalaman yang beragam, mulai dari ruang terbuka, semi terbuka, hingga mal tertutup. Ini seperti dokter umum dan dokter spesialis, jadi masyarakat bebas memilih menurut kebutuhannya,” ungkap Norman. Menurut dia, Gading Serpong kini menjadi kota tujuan atau destination city yang dikunjungi oleh masyarakat tidak hanya dari sekitar, tetapi juga dari seluruh wilayah Jabodetabek. Dengan meningkatnya kehadiran Gen Y dan Gen Z yang kini menjadi mayoritas demografi, mal ini akan menjadi pengalaman baru, terutama di sektor F&B yang sedang booming, serta retail yang sesuai dengan profil pengunjung kawasan. Norman menjelaskan, saat ini proyek mal masih dalam tahap desain dan pengembangan konsep. Kawasan komersial yang dikembangkan, kata dia, menyesuaikan kebutuhan lokal. “Paramount Land akan terus melengkapinya area komersial dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta memberikan nilai tambah bagi para investor dan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di Gading Serpong,” pungkas Norman.

Modernland Realty Raih Penghargaan di Hubexo Asia Awards 2025

Hubexo

Propertynbank : Ajang prestisius Hubexo Asia Awards 2025 kembali digelar pada Jum’at (15/08/2025) di Hotel Raffles, Jakarta. Acara ini menjadi panggung penghargaan bagi para pelaku industri properti dan arsitektur terbaik di Indonesia, dengan menobatkan 10 Top Arsitek dan 10 Top Developer sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata mereka terhadap pembangunan berkelanjutan di Tanah Air. Salah satu pengembang yang berhasil meraih penghargaan yakni PT Modernland Realty Tbk, yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dan strategi bisnis yang konsisten dalam mempertahankan pangsa pasar, sekaligus menangkap peluang usaha di tengah tantangan industri properti yang semakin kompetitif. “Penghargaan Hubexo Asia Awards 2025 ini sangat membanggakan bagi kami. Ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan manajemen secara konsisten,” ujar Dharma Mitra Sigamani, President Commissioner PT. Modernland Realty Tbk usai menerima penghargaan. Dharma menambahkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham dan kepemimpinan manajemen dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan konsumen, yang terus dijaga melalui percepatan pembangunan proyek dan serah terima unit kepada pembeli. “Kami terus meluncurkan proyek-proyek baru, mempercepat proses groundbreaking, dan memastikan serah terima unit berjalan lancar untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap proyek-proyek kami,” imbuhnya. Meski industri properti tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya persaingan dan kondisi ekonomi global, Modernland tetap optimis. Perseroan telah menyiapkan berbagai strategi pemasaran untuk menjaga kestabilan bisnis dan tetap tumbuh secara berkelanjutan. “Kami akan melanjutkan peluncuran fase berikutnya dari proyek perumahan tapak (town housing) yang telah diperkenalkan di kuartal II tahun ini. Kami yakin, permintaan terhadap hunian akan terus meningkat karena merupakan kebutuhan primer masyarakat,” pungkasnya. Berikut beberapa developer yang meraih penghargaan : 1. Agung Podomoro Land Tbk PT 2. Alam Sutera Realty Tbk PT 3. Ciputra Development Tbk PT 4. Lippoland 5. Mitsubishi Estate Indonesia PT 6. Paramount Land 7. Sinar Mas Land 8. Summarecon Agung Tbk PT 9. Vasanta Grooup

Insentif PPN Belum Mampu Dorong Penjualan Kondominium, Pengembang Wait and See

kondominium, sektor kondominium

Propertynbank.com – Ketidakpastian permintaan terhadap kondominium dan masih tersedianya stok yang belum terjual di pasar, membuat para pengembang lebih berhati-hati dalam mempersiapkan pengembangan proyek baru. Sebagian besar pengembang masih ragu untuk meluncurkan proyek baru dan fokus menyelesaikan proyek konstruksi yang ada. Dengan kondisi tersebut, maka pasokan kumulatif tetap relatif stabil di angka 259.364 unit karena tidak adanya proyek baru. Sedangkan permintaan kumulatif sedikit meningkat sebesar 0,1% QoQ mencapai 214,874 unit pada kuartal saat ini. Hendra Hartono, CEO dan Co-Founder Leads Property mengatakan, permintaan triwulanan kondominium pada periode ini tercatat sebanyak 182 unit. Insentif PPN yang muncul sebelumnya tampaknya tidak mendorong calon pembeli untuk membeli kondominium. Sebagai responnya, pemerintah melanjutkan insentif PPN hingga Desember tahun ini untuk mendongkrak pasar kondominium. Baca Juga : Pasokan Pasar Ritel Di Jakarta Bertambah, Harga Sewa Relatif Stabil Menurut Hendra, tingkat penjualan kondominium tetap stabil di 82,8% karena perlambatan permintaan dan tidak adanya pasokan baru. Meskipun Bank Indonesia baru-baru ini menurunkan BI rate menjadi 6,0%, penyerapannya belum berdampak langsung terhadap pasar kondominium, kecuali jika suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPA) mengalami penurunan yang signifikan. “Pengembang mungkin perlu meningkatkan upaya pemasaran mereka dan menawarkan gimik tambahan untuk menarik lebih banyak pembeli potensial, meskipun dengan adanya insentif PPN,” ungkap Hendara beberapa waktu lalu. Harga jual kondominium Jakarta CBD dan prime area masing-masing naik tipis sebesar 1,0% dan 0,3%, yakni sebesar Rp 57,2 juta dan Rp 47,5 juta per m2. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa proyek yang hampir selesai seiring dengan kemajuan pembangunannya. Namun, harga akan relatif stabil seiring dengan perlambatan pasar. Hendra menjelaskan, mengingat persaingan pasar dan ketidakpastian kondisi perekonomian yang membayangi pasar residensial, para pengembang nampaknya masih wait and see. Di tengah kondisi tersebut di atas, terdapat kekhawatiran mengenai kenaikan PPN serta pengenaan PPN atas service charge. Baca Juga : Pasokan Stabil, Pasar Perkantoran di CBD Jakarta Meningkat “Selain itu, menurut beberapa pemberitaan, kelas menengah Indonesia mengalami penurunan yang disebabkan oleh rendahnya daya beli. Oleh karena itu, faktor-faktor ini dapat berdampak lebih jauh pada pasar kondominium, menyebabkan lesunya permintaan, terutama pada kelas menengah,” tegas Hendra. Pembeli, ujarnya, mungkin memerlukan perubahan persepsi mengenai tinggal di kota dengan kepadatan tinggi untuk merangsang permintaan, yang lebih relevan untuk memilih hunian vertikal. Pada saat yang sama, penawaran harga dan paket yang menarik dari pengembang tetap diperlukan. Pembeli khususnya kelas menengah, perlu mempertimbangkan hunian berbasis T.O.D karena relevan dengan tingkat harga serta mengurangi pemakaian kendaraan. Apartemen Sewa Sementara itu, untuk apartemen sewa, Leads Property mencatat bahwa pada akhir kuartal ketiga, satu apartemen sewa mulai beroperasi, yaitu Somerset Kencana. Apartemen servis yang memiliki 148-unit ini terletak di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Properti baru ini merupakan bagian dari portofolio brand Ascott di Jakarta. Baca Juga : Ini 8 Layout Ruang Kantor Yang Sedang Tren Dari segi lokasi, pengembangan apartemen sewa masih terkonsenterasi di kawasan CBD Jakarta. Namun, semakin tingginya harga lahan di pusat kota turut mendorong pengembang untuk mencari peluang untuk mengembangkan propertinya di luar Kawasan CBD. “Mayoritas penyewa apartemen sewa masih berasal dari klien korporat, karena apartemen sewa dinilai menjadi opsi hunian yang fleksibel bagi ekspatriat mereka yang ditugaskan di Jakarta dalam jangka Panjang. Selain itu, apartemen sewa, khususnya apartemen servis, juga dapat menyediakan hunian dengan fasilitas setara hotel, sehingga menjadi opsi menarik dibandingkan kondominium strata-title yang disewakan,” ujar Hendra. Selain klien korporat, okupansi apartemen sewa juga turut didorong permintaan dari masa tinggal jangka pendek, yaitu kalangan wisatawan terutama wisatawan dengan keluarga. Ukuran kamar yang lebih luas serta tersedianya fasilitas dapur dan area ruang tamu terpisah dianggap menjadi keuntungan bagi para tamu. Baca Juga : Harga Rendah Pasokan Terbatas, Saatnya Investasi Di Sektor Perkantoran Hendra menambahkan, tingkat hunian apartemen sewa terus menunjukkan peningkatan yang stabil. Sepanjang kuartal ini, tingkat hunian naik menjadi 64.0%. Peningkatan secara bertahap ini menunjukkan bahwa pasar apartemen sewa di Jakarta stabil, mencerminkan momentum positif di sektor ini. Sedangkan berdasarkan jenis propertinya, tingkat okupansi untuk apartemen servis sedikit lebih baik, mencapai rata-rata tingkat hunian 67.2% pada kuartal ini. Sementara itu, apartemen non-servis memiliki rata-rata tingkat hunian yang lebih rendah, yaitu 54.8%. Adanya perbedaan ini menyoroti tren preferensi saat ini terhadap opsi akomodasi layanan, terutama di kalangan penyewa yang mencari fleksibilitas dan pengalaman tinggal yang mirip dengan hotel.

Southcity Luncurkan Cluster Fortunia Cove, Harga Mulai Rp 1,6 miliar 

Fortunia Cove

Propertynbank.com – SouthCity mulai membangun Fortunia Cove, cluster terbaru yang mengusung konsep hunian premium, menggabungkan kenyamanan, kemudahan akses, dan detail interior kelas atas. Produk hunian ini makin memperkuat komitmen SouthCity, kawasan superblock seluas 57 hektar di Pondok Cabe, Tangerang Selatan untuk menghadirkan hunian berkualitas. Fortunia Cove menawarkan 92 unit hunian eksklusif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. Cluster ini menjadi jawaban bagi keluarga modern yang mengutamakan kualitas hidup, yang mengusung pendekatan arsitektur modern dan fleksibilitas desain interior. Peony Tang, CEO PT Setiawan Dwi Tunggal, selaku pengembang SouthCity, mengatakan, Fortunia Cove merupakan wujud komitmen SouthCity dalam menyediakan hunian berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan keluarga modern. Konsep Design Your Home, Your Way yang ditawarkan, kata dia, memungkinkan penghuni menyesuaikan spesifikasi interior agar benar-benar mencerminkan gaya hidup dan selera mereka. Baca Juga : Lengkapi Fasilitas Pendidikan, SouthCity Hadirkan Sekolah Internasional Kipina Kids  “Dengan penambahan fasilitas pusat perbelanjaan yang direncanakan dalam 4 hingga 5 tahun mendatang, SouthCity akan terus bertransformasi menjadi kawasan premium dengan aksesibilitas tinggi dan fasilitas berkelas, berkat kolaborasi strategis kami dengan Summarecon,” tutur Peony Tang di sela-sela ground breaking ceremony Fortunia Cove, Rabu (30/10) lalu. Lokasi strategis Fortunia Cove di SouthCity membuat cluster ini memiliki keunggulan aksesibilitas yang tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Lokasinya dekat dengan Mall Cinere, Living Plaza Cinere, Pondok Indah Mall, dan Cilandak Town Square. Akses yang mudah ke berbagai jalan tol utama, termasuk Tol Depok–Antasari, Tol Serpong–Cinere, dan Tol Cinere–Jagorawi. Peony Tang menjelaskan, Fortunia Cove dirancang dengan memperhatikan setiap detail arsitektur dan interior, yang tidak hanya berfungsi estetis tetapi juga praktis dan kokoh. Setiap unit hunian dibangun di atas pondasi tiang beton yang kokoh, memberikan struktur bangunan yang tahan lama. Baca Juga : Summarecon dan SouthCity Bangun Mal Senilai Rp 1 Triliun di Kawasan SouthCity Pondok Cabe  “Kesan hangat dan elegan dirasakan sejak memasuki area teras. Ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur dirancang dengan lantai homogeneous tile berukuran 60×60 cm yang menambah kesan modern dan seamless pada setiap sudut ruangan. Pemilihan material ini bukan hanya untuk meningkatkan estetika, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kemudahan dalam perawatan sehari-hari,” ungkap Peony Tang. Sementara di area dapur, setiap unit dilengkapi dengan sink kualitas premium setara dengan merek Elite yang terkenal tangguh dan tahan lama, menjadikan dapur sebagai ruang yang fungsional dan nyaman bagi keluarga. Di kamar mandi utama, digunakan produk sanitair TOTO, yang memberikan pengalaman berkualitas tinggi dan menunjang kenyamanan penghuni. “Seluruh pencahayaan menggunakan downlight LED hemat energi, yang tidak hanya memberikan penerangan optimal tetapi juga memperkuat nuansa minimalis dan modern,” ujarnya. Sebagai tambahan keunggulan, Fortunia Cove memperkenalkan teknologi Smart Home System dari BARDI yang memungkinkan penghuni untuk mengontrol berbagai fitur rumah secara digital. Teknologi ini memungkinkan penghuni mengelola pencahayaan, keamanan, hingga pengaturan AC dan perangkat lain secara digital melalui aplikasi, memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam pengelolaan rumah sehari-hari. Fitur ini sangat relevan bagi keluarga modern yang mengutamakan kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep Fortunia Cove Salah satu konsep utama dari Fortunia Cove SouthCity adalah fleksibilitas desain interior yang memberikan kebebasan kepada penghuni dalam memilih detail dan tampilan rumah mereka. Dengan konsep Design Your Home, Your Way, pembeli dapat memilih dari berbagai opsi desain interior sesuai dengan gaya hidup dan selera pribadi mereka. Baca Juga : Lakukan Topping Off, SouthCity Square Siap Serah Terima Kunci Juli 2019 “Pilihan desain meliputi pemilihan jenis lantai di area kamar tidur, living room, dan kamar mandi serta counter top kitchen set yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing keluarga. Dengan adanya opsi ini, penghuni dapat merasakan bahwa hunian mereka benar-benar mencerminkan kepribadian dan kebutuhan keluarga,” tegas Peony Tang. Fortunia Cove, imbuh dia, juga menawarkan beragam fasilitas yang dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan menciptakan lingkungan hunian yang asri. Di antara fasilitas yang tersedia adalah kolam renang, taman bermain untuk anak-anak, outdoor gym, amphitheater, dan area hijau yang luas. Area hijau ini tidak hanya menjadi tempat untuk rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai lung kota, memberikan udara segar dan memperkuat konsep hunian ramah lingkungan yang diusung SouthCity. Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi penghuni untuk bersosialisasi, berolahraga, serta menikmati lingkungan yang sehat dan asri. Alberto Prabowo Sutejo, Sales & Marketing General Manager SouthCity mengatakan, Fortunia Cove menawarkan luas tanah mulai dari 60 m² dan harga kompetitif mulai dari Rp 1,6 miliar. Fortunia Cove juga menawarkan nilai investasi yang menarik di kawasan SouthCity yang terus berkembang. SouthCity sendiri telah dikembangkan hingga 30% dari total proyek, termasuk SouthCity Square dan SouthCity Hive. Baca Juga : SouthCity, Kota Mandiri Baru Di Selatan Jakarta “Kami optimism Fortunia Cove dan SouthCity merupakan destinasi hunian serta komersial yang diincar di Selatan Jakarta. SouthCity, termasuk Fortunia Cove, akan terus berkembang menjadi salah satu kawasan hunian dan komersial paling diminati. Kami yakin bahwa dengan desain interior yang kokoh, arsitektur yang terencana, serta fasilitas lengkap, SouthCity akan menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan hunian berkualitas di kawasan premium,” ungkap Alberto Prabowo Sutejo, Sales & Marketing General Manager SouthCity. Dengan sinergi antara desain arsitektur yang kokoh, fleksibilitas interior, dan fasilitas lengkap, kata dia, Fortunia Cove tidak hanya menawarkan hunian yang nyaman, tetapi juga memberikan nilai investasi yang menjanjikan bagi para penghuni. “Keseimbangan antara keindahan desain, kemudahan akses, dan potensi pertumbuhan kawasan menjadikan Fortunia Cove sebagai pilihan hunian yang sempurna untuk keluarga modern yang menginginkan kehidupan berkualitas di kawasan strategis Pondok Cabe,” pungkas Alberto Prabowo Sutejo.

MAS Group Kembangkan Areum Parc, Hunian Konsep Korea Pertama di Bogor

Areum Parc

Propertynbank.com – MAS Group (Mekar Agung Sejahtera) meluncurkan proyek baru bernama Areum Parc, guna menjawab kebutuhan hunian yang tinggi di kawasan Bogor dan sekitarnya. Terletal di Kemang, Bogor, perumahan ini menyasar kaum milenial dengan konsep kekinian yang sangat disukai oleh Gen Z. Direktur MAS Group, M. Adhiguna Sosiawan menjelaskan, pihaknya mengembangkan Areum Parc karena saat ini Bogor sebagai kota penyangga Jakarta, telah menjadi salah satu pilihan masyarakat memilih tempat tinggal karena aksesbilitasnya. Dia mencontohkan, kawasan Kemang, merupakan lokasi yang juga sangat mudah di akses dari Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. “Sebelumnya kami telah mengembangkan Bali Resort Bogor (BRB) di kawasan yang sama dan saat ini sudah terjual 1000 unit rumah. Kami melihat daya serap hunian tapak di Bogor tinggi, seperti di BRB, konsumennya kebanyakan dari Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Selain itu faktor tanah yang dibeli lebih luas dan juga udara yang lebih segar dengan lingkungan yang hijau,” jelas Adhiguna disela-sela acara Product Reveal di lokasi proyek Areum Parc, Kamis (27/6). Baca Juga : MAS Group dan Fujiken Rilis Produk Terbaru di Kota Sutera Tangerang, Rumah Harga Rp700 Jutaan Dirinya mengakui, potensi pasar properti masih sangat besar, khususnya di wilayah Bogor yang menjadi area alternatif hunian kawasan Jakarta. Dengan masih tingginya urgensi keperluan memilki rumah yang terjangkau bagi generasi Milenial dan Gen Z tentunya membuat potensi pasar properti tetap besar. Lebih lanjut Adhiguna menambahkan, selain lokasi Areum Parc yang strategis, saat ini juga berkembang pesat dari segi akses infrastruktur, pendidikan dan area komersil. Areum Parc, kata dia, dikembangkan dengan konsep Korean Dreams yaitu Korean lifestyle, berfasilitas lengkap yang menawarkan kehidupan yang sehat, mewah dan estetik seperti gaya hidup yang diterapkan oleh orang-orang Korea saat ini. Pada kesempatan yang sama, GM Business and Development MAS Group Irvandy memaparkan bahwa Areum Parc dibangun di atas lahan seluas 15,7 hektar dan dalam tahap awal akan dipasarkan satu cluster yang terdiri dari 245 unit.  Irvandy menambahkan, konsep gaya Korea ini menawarkan lebih dari 10 fasilitas, selain itu juga ada club house, thematic park, tennis court hingga triple gate system yang megah dan terkonsep. Baca Juga : MAS Group Luncurkan Bali Resort Tangerang, Rumah 2 Lantai Hanya Rp600 Jutaan “Semua ini ditunjang dengan posisi lokasi Areum Parc yang dikelilingi lingkungan yang hijau sehingga menunjang aktifitas gaya hidup yang sehat, mewah dan indah sebagaimana 3 kunci dari Korean Dreams,” imbuhnya. Pilihan Tipe Areum Parc Dalam pengembangannya, total unit Areum Parc ada 934 unit yang terdiri dari Type ; K-Haus 40 (1 lantai), K-Villa 70 (1,5 lantai), K-Villa 100 (2 lantai)  dan K- Villa 200. Sedangkan untuk tahap awal, akan dibuka 1 cluster berisi 245 unit, dengan fokus awal pembangunan sebanyak 127 unit yang terdiri dari  tipe 1 lantai, 1.5 lantai dan 2 lantai dengan harga dimulai dari Rp475 juta. Adhiguna menegaskan, suskses dengan proyek Bogor Bali Resort yang lokasinya tak jauh dari Aerum Parc, membuat pihaknya optimis penjualan Areum Parc tahap pertama sebanyak 127 unit akan habis dalam waktu cepat. Keyakinan ini, ujarnya, selain karena produk yang bagus juga adanya dukungan pembiayaan dari perbankan yang memudahkan. Dan saat ini belasan perbankan sudah bekerjasama dengan Areum Parc terkait pembiayaan KPR. Perkenalan Produk Untuk kegiatan Product Knowledge (PK) yang digelar, Adhiguna menjelaskan, hal ini adalah bagian dari strategi Areum Parc untuk memperkenalkan produknya pada para sales eksternal. Sehingga bisa merasakan dan memahami Korean Dreams yang di tawarkan oleh Areum Parc, dan bisa ditransfer dengan baik experience tersebut kepada calon konsumennya. “Kami berharap dengan PK ini,  para sales tidak hanya mampu menawarkan hunian kepada konsumennya tapi justru bisa menjelaskan gaya hidup yang berbeda dan berkualitas yang akan di dapat oleh konsumen di Areum Parc sebagai pilar utama teknik pemasaran mereka,” tegas Adhiguna. Baca Juga : MAS Group Bangun Kota Baru 250 Ha Di Tangerang Adhiguna menjelaskan bahwa untuk tahap early bird ini, tentunya akan berlaku harga spesial yang tidak didapatkan saat harga sudah normal. Selain itu subsidi biaya KPR hingga 5% sehingga sangat meringankan para konsumen yang ingin mengajukan skema kredit bank. Dan untuk pembelian unit di tahap early bird ini juga mendapatkan free smart door lock dan cctv untuk setiap unitnya. Untuk mendorong penjualan dan memberikan kepercayaan lebih konsumen MAS Group telah membangun club house yang merupakan fasilitas utama Areum Parc. “Selain itu, rumah contoh yang terdiri dari 4 tipe juga sudah ada, kemudian juga ruas jalan boulevard sepanjang 1 kilometer ke dalam proyek. sehingga konsumen akan merasakan ambience berbeda saat memasuki Areum Parc,” pungkas Adhiguna.

Genjot Penjualan, Graha Laras Sentul Maksimalkan Insentif PPN 100% dan Gandeng Agen Properti

Graha Laras Sentul

Propertynbank.com – Dalam rangka terus meningkatkan penjualan di Graha Laras Sentul (GLS), Bogor, Jawa Barat, PT Kesuma Agung Selaras (KAS Group) melakukan sinergi dengan agen properti yang tergabung dalam Aosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi). Selain itu, KAS Group  untuk juga memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% yang akan berakhir Juni 2024 ini. Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras, I Wayan Madik Kesuma menjelaskan, mengenai strategi menggandeng Arebi adalah untuk mempercepat penjualan unit rumah yang sudah terbangun di Graha Laras Sentul. “Setelah Juni insentif yang diberikan pemerintah hanya 50%, jadi ini harus segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Wayan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/5). Sebagai informasi, jumlah unit ready stock yang ada di Graha Laras Sentul saat ini sekitar 70-an unit yang tersebar di beberapa cluster seperti London, Munich dan Hamburg. Unit rumah ready stock ini ukurannya mulai dari 55/72 hingga 69/105 dengan harga mulai dari Rp1,3 miliar. Unit-unit tersebut memiliki kelebihan berbeda-beda, mulai dari listrik yang menggunakan solar panel hingga konsep smart home. Baca Juga : Berkat Insentif PPN DTP, Rumah di Bawah Rp 2 Miliar Laris Manis Lebih lanjut Wayan menambahkan, program insentif PPN DTP sangat membantu masyarakat dalam pembelian properti karena meringankan biaya pembelian. Dengan menggandeng agen pemasaran, sambung Wayan, tentunya akan lebih memaksimalkan penjualan di Graha Laras Sentul. Selain itu, kata dia, pihaknya yakin kebijakan ini memberikan keringan bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan pasar properti dan memberikan manfaat ekonomi yang luas. Sementara terkait target, Wayan berharap pada Juni 2024 ini, di bulan terakhir insentif 100% PPN DTP akan menjadi lompatan bagi bagi PT KAS. Dirinya berharap semuanya terjual, karena pola pemasaran yang dilakukan berbeda dari sebelumnya, saat ini pihaknya melakukan pemasaran secara luas oleh agen properti yang tergabung di Arebi, khusunya wilayah Bogor. “Harapan penjualan dari kerjasama dengan Arebi ini harus maksimal, tapi realistisnya kita pasang target 30-an unit ready stock terjual selama Juni ini,” jelasnya. Arebi Dukung Penjualan Graha Laras Sentul Sementara itu, Ketua Umum Arebi, Lukas Bong menegaskan bahwa segmen pasar Rp1 miliaran di Jabodetebek, khususnya Bogor cukup besar. Apalagi menurut Lukas, kelebihan Graha Laras Sentul adalah memiliki unit yang ready, ini jadi selling point bagi Graha Laras Sentul. Menurut Lukas, selain tipe unit yang ditawarkan berbeda-beda karena ada di tiga cluster maka produknya pun memiliki karakter yang beda, dan berkelas. Dia mencontohkan, ada tipe yang menawarkan konsep smart home hingga fasilitas solar panel. Selain itu, pada promo Juni 2024 ini Graha Laras Sentul menawarkan bonus seperti free kanopi hingga AC. Baca Juga : Peminat Insentif Bebas PPN Tahun Ini Diperkirakan Turun Dibanding Tahun 2023, Mengapa? Oleh karena itu, Lukas berharap, konsumen bisa memanfaatkan program pemasaran yang ada di Graha Laras Sentul. Karena, selain ada insentif PPN DPT 100%, PT KAS juga memberikan kemudahan dengan uang muka yang menurut saya minim, hanya Rp5 juta sudah bisa akad kredit. “Terkait produk terbaru Graha Laras Sentul yang bernama Kopenhagen, menurut kami klaster ini sangat berbeda karena fasilitasnya mewah, lokasi Klaster Kopenhagen-pun berada paling di depan, yakni hanya 200 meter dari gerbang utama perumahan Graha Laras Sentul. Graha Laras Sentul sendiri terkoneksi dengan Jalan Raya Bogor yang hanya 10 menit dari pintu tol Sirkuit Sentul,” terangnya. Sebagaimana diketahui, klaster Kopenhagen dikembangkan dengan konsep rumah 3 lantai dengan tipe mulai dari luas tanah 91 m2 – luas bangun 72 m2 dan hunian dengan luas tanah 115 m2 – luas bangunan 105 m2. Sebagai hunian yang membidik pasar kelas menengah dan menengah atas, unit rumah di Klaster Kopenhagen ini juga dilengkapi fasilitas smart home system, solar panel, internet berkecepatan tinggi dari Biznet serta juga jaringan kabel bawah tanah. “Klaster terbaru ini lokasinya dekat dekat dengan berbagai fasilitas yang ada di Graha Laras Sentul seperti masjid, lapangan basket, mini soccer, area komersial dan sport house yang akan beroperasi dalam waktu dekat,” pungkas Lukas.

Lantik Pengurus DPP Himperra, Ketua MPR RI Dukung Pemisahan Kementerian PU dan PR

himperra

Propertynbank.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo melantik pengurus DPP Himperra (Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat) periode 2023-2027 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu, (29/5). Pada saat yang sama juga dilakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang disampaikan oleh Bambang Soesatyo. Dalam acara pelantikan dan pengukuhan yang dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari 16 DPD Himperra seluruh Indonesia tersebut, Bambang Soesatyo yang biasa disapa Bamsoet menegaskan, mendukung penuh rencana pemisahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada pemerintahan Prabowo – Gibran yang akan datang. “Semua orang butuh rumah. Butuh perumahan yang terjangkau. Saat ini ada 15 persen lebih masyarakat yang belum memiliki rumah. Dan banyak masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Itu sebabnya, Pemerintah membuat program 1 juta rumah,” jelas Bamsoet. Baca Juga : Gelar Kongres Ke 2, Himperra Desak Kementerian Perumahan Dihidupkan Kembali Selain itu, kata dia, ketentuan konstitusi juga menegaskan bahwa rumah adalah kebutuhan fundamental yang dijamin dan dilindungi oleh konstitusi. Pangan, Sandang, papan adalah merupakan tanggung jawab negara yang harus disediakan pemerintah. “Kalau ke depan ada rencana Presiden terpilih Prabowo ingin memisahkan antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (PR), maka saya dukung. Karena itu, pekerjaan umum dan perumahan adalah dua hal yang sangat penting. Sama-sama membutuhkan konsentrasi seorang menteri ke depan,” ujar politikus yang merupakan mantan wartawan itu. Sementara terkait dengan polemik soal iuran Tabungan Perumahan (Tapera) yang belakangan mengemuka, Majelis Pembina Himperra tersebut meminta agar pemerintah berhati-hati dalam mengeluarkan suatu kebijakan yang langsung bersinggungan dengan penghasilan atau akan berefek pada daya beli masyarakat. Ketika menyasar ke masyarakat tentunya sosialisasi yang diutamakan. “Jangan sampai masyarakat nanti ribut. Harus ada yang menyampaikan dengan baik. Sosialisasikan. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Tetapi menurut saya yang perlu dilakukan pemerintah adalah meningkatkan daya beli masyarakat dulu. Bukan malah memotong kemampuan daya beli riil Masyarakat itu,” ujar penyuka otomotif itu. Program Kurang Sosialisasi Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono, meminta agar pemerintah dan lembaga terkait, dalam hal ini Badan Pengelola Tabungan Perumahan rakyat (BP Tapera) untuk segera berkomunikasi dan melakukan sosialisasi dengan berbagai pihak. Menurut dia, sosialisasi mengenai iuran dan manfaat Tapera mesti digencarkan lebih masif lagi. Baca Juga : Usia ke 4 Tahun, Himperra Berperan Penting Dalam Program Sejuta Rumah “Aturan ini (iuran tapera,red) kan sudah lama adanya. Lima tahun lalu programnya sudah disetujui. Namun memang belum bisa langsung diterapkan. Menurut saya Ini hanya soal sosialisasi. Dan sosialisasi ini tentunya dari pihak BP Tapera. Harus menyampaikan dengan baik. Bahwa justru pekerja diuntungkan. Gaji mereka tidak dipotong dalam artian hilang kok. Tetapi disimpan lewat tabungan perumahan. Dan bisa diambil jika penabung tidak memanfaatkan. Jelaskan juga kapan bisa dicairkan,” tegas Ari. Dia menambahkan, banyak pihak yang salah menangkap informasi terkait iuran Tapera. Padahal iuran Tapera salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi kesenjangan angka kebutuhan rumah atau backlog. “Jusrtu menurut saya pekerja yang diuntungkan. Karena 0,5% yang asalnya dari pemberi kerja itu masuk sebagai pendapatan dan disimpan ke tabungan perumahan untuk pekerja. Sedangkan 2,5% nya yang asalnya dari pekerja itu sendiri uangnya juga tidak hilang. Bisa dimanfaatkan untuk punya rumah atau jika tidak mau, bisa dicairkan sebagai investasi. Jadi ruginya dimana?,” jelas Ari. Pimpin Himperra Sebagaimana diketahui, Ari Tri Priyono terpilih menjadi Ketua Umum pada Kongres II Himperra yang berlangsung di Jakarta pada 6-8 Desember 2023 lalu. Hingga empat tahun ke depan, CEO Riscon Group itu akan memimpin Himperra didampingi oleh Andi Anzhar Cakra Wijaya sebagai Sekretaris Jenderal, Nurhadi, Bendahara Umum serta M. Aviv Mustaghfirin sebagai Ketua OKK DPP Himperra dan sejumlah pengurus Himperra lainnya. Setelah pengukuhan, maka secara yuridis formal kepengurusan baru sudah dapat langsung bekerja untuk mengawal kepentingan dan menyelesaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi anggota Himperra di seluruh Indonesia.

Properti Hijau Sebuah Keharusan, Peran Aktif Pengembang Mesti Ditingkatkan

Propertynbank.com – Konsep properti hijau yang diterapkan oleh pengembang, merupakan kontribusi sektor swasta dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global. Maka dari itu, diperlukan peran aktif dari pengembang untuk menjaga lingkungan dalam pengembangan proyek properti melalui konsep properti hijau. Tak dipungkiri memang, sektor swasta menjadi pemain utama sebagai prime-mover yang memicu keberlangsungan pembangunan di Indonesia. Apalagi, pemerintah sangat jarang memiliki visi dalam pembangunan suatu kawasan. Sementara di sejumlah negara seperti Jepang, Singapura dan Hong Kong, tidak memberi ruang terhadap on-demand planning. Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI) Iwan Prijanto menjelaskan, pemerintah negara maju sangat bertanggung jawab menciptakan perencanaan jangka panjang. Pelaku usaha swasta, kata dia, tinggal menyesuaikan dengan perencanaan tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Baca Juga : Eco Green Living, Upaya EleVee Alam Sutera Redam Polusi Udara Dalam Kawasan Menurut catatan GBCI, ujarnya, proses konstruksi sebuah bangunan mengkonsumsi 35% energi dan 12% air, menghasilkan 25% sampah serta mengeluarkan 39% emisi gas rumah kaca (greenhouse gases). Setelah pembangunan selesai, operasionalisasi bangunan bertingkat itu berkontribusi tiga besar teratas produksi emisi karbondioksida (CO2). “Dengan demikian, hal ini menuntut agar developer turut berperan aktif dalam kegiatan memerangi perubahan iklim dunia. Bagi developer yang tidak bisa mengikuti ketentuan net zero carbon dalam aktivitas usahanya, maka dalam 10 tahun mendatang pasti akan terlambat. Risikonya adalah mereka bakal sulit menjual unit properti miliknya,” kata Iwan dalam Elevee Media Talk, di Alam Sutera, Tangerang, Selasa, 28 Mei 2024. Lebih lanjut dijelaskan Iwan, GBCI telah menerbitkan sertifikasi bangunan hijau atau greenship terhadap sejumlah proyek properti sejak mulai didirikan tahun pada tahun 2009 lalu. Bahkan, ulasnya, sertifikasi hijau terbitan GBCI juga sudah mendapat pengakuan dari World Green Building Council. “Hal ini seiring telah resminya GBCI sebagai anggota World Green Building Council sejak tahun 2017 silam. Konsep bangunan hijau bertujuan melakukan konservasi, efisiensi serta saling berbagi dalam pemanfaatan sumber daya energi, air, lahan, udara dan lingkungan,” tegas Iwan. Baca Juga : Alam Sutera Tawarkan Elevee Condominium di Lokasi Paling Premium Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium Alvin Andronicus mengakui, penerapan konsep properti hijau memang sangat penting dalam pengembangan sebuah kawasan properti. Elevee Condominium yang merupakan bagian dari properti milik PT Alam Sutera Realty Tbk juga sudah mengadopsi konsep properti hijau. “Bisa disaksikan langsung bahwa properti di Alam Sutera sudah menerapkan konsep properti hijau. Salah satunya adalah penanaman pohon sebagai kanopi yang menaungi pedestrian, penggunaan transportasi publik terpadu, pengolahan sampah terpadu, water treatment plan (WTP) yang memproduksi air bersih untuk dialirkan ke rumah-rumah warga di Alam Sutera,” ungkap Alvin. Selain itu, imbuh Alvin, pengembang Alam Sutera yang berpengalaman selama 30 tahun, juga memasang 500 closed circuit TV (CCTV) di sejumlah titik sebagai alat pemantau arus lalu lintas. “CCTV itu merupakan bagian dari Traffic Management System yang dijalankan oleh pengelola Alam Sutera untuk mengantisipasi tumpukan kendaraan agar tidak menimbulkan polusi udara. Kami juga tengah mengembangkan pengelolaan sampah terpadu agar bisa mewujudkan zero waste,” ucapnya. Baca Juga : JMN Gelar Duo Award 2024, Bagikan 79 Penghargaan Bagi Mereka Yang Berprestasi Alvin menjelaskan, konsep properti hijau juga harus menjangkau seluruh kalangan terkait. Misalnya, masyarakat baik yang bermukim di proyek properti yang dikembangkan oleh developer, maupun masyarakat di sekitarnya. “Alam Sutera selalu mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga keasrian lingkungan. Contoh sederhananya, kami mengajak warga dan masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan di kawasan Alam Sutera,” tegasnya. Konsep Pengembang Properti Hijau Terkait konsep properti hijau, Iwan menerangkan, ada tiga model pengembang yang menerapkan konsep tersebut di Indonesia. Pertama, konsep properti hijau masih sebatas gimmick marketing untuk menjaring calon konsumen. Kedua, properti hijau sudah menjadi acuan bagi perusahaan pengembang. Untuk pengembang kategori kedua ini, tenaga marketing sudah berperan aktif dalam mengamplifikasi kebijakan pemilik perusahaan menyangkut aspek properti hijau. Adapun kategori ketiga adalah pengembang kategori kedua, namun yang sudah mengantongi sertifikasi properti hijau dari lembaga resmi. Baca Juga : Koridor Barat Jakarta Punya Value of Life Terbaik untuk Hunian “Saat ini proyek properti dari Alam Sutera masih dalam kategori kedua. Kami tentunya berharap pengembang nasional seperti Alam Sutera bisa menaikkan levelnya hingga ke kategori ketiga,” tegas Iwan. Merespons tuntutan greenship tersebut, Alvin menegaskan, pihaknya memang sudah mengarah ke proses sertifikasi properti hijau. Dia mengakui bahwa untuk memperoleh sertifikasi properti hijau memang tidak semudah membalik telapak tangan. “Ada beragam ketentuan yang wajib dipenuhi oleh pengembang. Salah satu yang masih sulit untuk dipenuhi adalah penggunaan material bangunan yang sepenuhnya harus bersertifikasi hijau. Padahal, belum ada produsen bahan bangunan lokal yang bisa memenuhi ketentuan itu,” pungkasnya.

Investasi Real Estat Komersial di Asia Pasifik Naik 13%

ekonomi indonesia, arsitektur lokal indonesia, bank mandiri

Propertynbank.com – Asia Pasifik adalah satu-satunya wilayah di seluruh dunia yang mengalami pertumbuhan investasi real estat komersial pada kuartal pertama 2024, dengan volume investasi mencapai US$30,5 miliar. Menurut data dan analisis perusahaan konsultan real estat global JLL (NYSE: JLL), investasi real estat komersial tumbuh sebesar 13% secara tahunan (YoY) pada kuartal pertama 2024, menandai kenaikan untuk kedua kalinya secara tahunan setelah penurunan selama tujuh kuartal berturut-turut. Peningkatan volume investasi terjadi di tengah akuisisi secara besar-besaran oleh investor global, sementara investor institusional melanjutkan penanaman modal. Asia Utara memimpin pertumbuhan di kawasan ini, di mana Jepang menjadi pasar teraktif di Asia Pasifik dengan volume investasi sebesar US$11,5 miliar, naik 29% YoY di sepanjang kuartal tersebut. Baca Juga : JLL Kenalkan Model GPT Pertama Untuk Real Estat Komersial Para pembeli domestik fokus pada aset inti di Jepang, sementara pemodal asing menunjukkan minat pada investasi yang bersifat oportunistik. Investor luar negeri tetap tertarik pada Jepang melalui akuisisi skala besar di sektor perkantoran, logistik dan industri, didorong oleh kondisi keuangan yang leluasa, selisih imbal hasil yang positif, dan mata uang yang lemah. Korea Selatan menarik investasi sebesar US$4,3 miliar, atau meningkat 73% secara tahunan (YoY). Sektor perkantoran mendominasi investasi berkat fondasi yang stabil, tingkat ketidakterisian yang rendah, dan permintaan sewa yang kuat. Singapura (US$2,2 miliar) mencatat pertumbuhan investasi sebesar 14% YoY berkat alokasi modal ke aset-aset ritel yang memiliki prospek sewa positif dan sebaran hasil investasi yang menguntungkan. “Kuartal pertama mencerminkan berlanjutnya minat para investor di tengah fondasi ekonomi Asia Pasifik yang kuat dan peluang harga yang menarik di pasar serta kelas aset yang beragam. Kami melihat meningkatnya minat dari investor lokal maupun luar negeri terhadap berbagai profil risiko,” ujar Stuart Crow, CEO, Asia Pacific Capital Markets, JLL. Di seluruh Asia Pasifik, perkantoran tetap menjadi sektor yang paling aktif, meskipun volume investasi mengalami penurunan sebesar 1% YoY (US$ 12,6 miliar). Sektor logistik & industri, dan sektor ritel masing-masing mencatat pertumbuhan volume sebesar 36% (US$ 7,8 miliar) dan 8% (US$ 5,7 miliar) YoY. Selain itu, sektor lintas batas seperti logistik & industri, ritel, dan hunian membukukan pertumbuhan secara tahunan meski dibayangi sentimen ketidakpastian harga yang menyebabkan pertumbuhan aktivitas lintas batas cenderung moderat. Investasi Real Estat Komersial Mulai Pulih Di sejumlah negara utama lainnya di kawasan ini, Australia mencatat volume investasi sebesar US$3,0 miliar, China sebesar US$5,6 miliar, dan Hong Kong sebesar US$0,7 miliar. Angka-angka tersebut menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Australia dan China mengalami penurunan sebesar 19% YoY, sedangkan Hong Kong mencatat penurunan sebesar 54% YoY. Baca Juga : Kuartal Pertama 2023, Investasi Real Estat Asia Pasifik Turun 30 Persen “Ketidakpastian suku bunga terus memengaruhi aktivitas investasi real estat komersial di Asia Pasifik, tetapi kami mulai melihat pemulihan pada tahun 2024 dan pasar menyesuaikan kembali ekspektasi mereka,” kata Pamela Ambler, Head of Investor Intelligence, Asia Pasifik, JLL. Menurut dia, sentimen terus dipengaruhi oleh ekonomi AS yang kuat meskipun suku bunga dasarnya tinggi, yang berarti penurunan suku bunga mungkin belum akan terjadi dalam waktu dekat. “Ke depannya, kami berharap aktivitas investasi real estat Komersial akan terus menguat seiring repricing dalam perdagangan, dan investor menyesuaikan kembali portofolio dan strategi mereka dengan tingkat suku bunga saat ini,” pungkasnya.