Alfamidi dan Indomaret Hadir di Wisma Atlet, Bidik Pasar Ribuan Penghuni

Propertynbank : Dua jaringan ritel modern terbesar di Indonesia, Alfamidi dan Indomaret, resmi membuka gerai baru di kawasan Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (01/10/2025). Kehadiran kedua gerai tersebut bukan hanya menambah fasilitas komersial, tetapi juga menyasar potensi pasar ribuan penghuni yang tinggal di kompleks hunian tersebut. Wisma Atlet Pademangan yang kini dihuni penuh dengan total 1.932 unit apartemen, terdiri atas satu tower 24 lantai dengan 884 unit serta dua tower 18 lantai dengan masing-masing 524 unit. Dengan jumlah penghuni yang padat, keberadaan gerai ritel modern di area hunian diyakini akan menjadi pusat belanja utama bagi kebutuhan sehari-hari. Direktur PT Midi Utama Indonesia Tbk, Lilik Setiabudi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesempatan membuka gerai Alfamidi di Wisma Atlet. “Kesempatan ini membawa manfaat positif bagi penghuni sekaligus mitra kami, PT Tri Harmoni. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menghadirkan potensi-potensi baru yang saling menguntungkan, bahkan kami membuka kesempatan untuk bekerjasama,” ujarnya. Lilik menambahkan, Alfamidi telah memiliki jaringan di berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Jayapura, Tangerang, Bekasi, Boyolali, Pasuruan, Palembang kemudian di Kalimantan kita juga sudah punya operasional di samarinda dan sebentar lagi akan beroperasi di Banjarmasin, kemudian juga Sulawesi di kota Palu dan Kendari, serta Menado. Kearah timur, kita juga sudah beroperasi di Kota Ambon. “Kami terus mengembangkan jaringan dan menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat,” katanya. Sementara itu, General Manager PT Tri Harmoni Jaya, Dudi Iskandar, menilai kehadiran gerai di Wisma Atlet akan meningkatkan kenyamanan penghuni. “Gerai ini dapat memenuhi kebutuhan harian penghuni tanpa harus keluar dari kawasan,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Muhammad Subekti, Direktur Keuangan dan Umum Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran). Ia menegaskan bahwa dengan tingkat hunian 100 persen, potensi pasar ritel di Wisma Atlet sangat besar. “Kami menyambut baik kehadiran Alfamidi dan Indomaret yang tentu akan bermanfaat bagi para penghuni,” katanya. Dengan hadirnya Alfamidi dan Indomaret, Wisma Atlet tidak hanya menjadi kawasan hunian ASN, TNI, Polri, dan lembaga negara, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas dengan fasilitas penunjang yang lengkap, praktis, dan berorientasi pada kebutuhan penghuni sehari-hari. Penghuni dapat mengakses kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya tanpa perlu keluar area apartemen. Ini merupakan salah satu upaya pengelola wisma atlet untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para penghuni.
Alami Tren Positif, Bisnis Ritel Menanti Cuan Jelang Fase Endemi
Propertynbank : Selama masa pandemi covid-19, bisnis ritel menjadi salah satu sektor bisnis yang mengalami keterpurukan. Adanya pembatasan kegiatan sosial dan melemahnya daya beli masyarat menambah beban berat pengusaha ritel dalam menjalankan bisnis. Memasuki tahun ketiga pandemi cobid-19, bisnis ritel mulai menunjukkan tren yang cukup positif. Penurunan angka penularan covid-19, masifnya program vaksinasi menjadi angin segar bagi pelaku bisnis ritel di Indonesia. Keberadaan toko ritel, mulai dari kelas minimarket hingga pusat perbelanjaan mulai menunjukkan tren positif. Handaka Santosa, CEO Sogo Indonesia mengungkapkan bahwa ini memang suatu kejadian. Jadi kalau dilihat keadaan sudah mulai membaik, penularan sudah menurun, juga berkurang, sedikit demi sedikit kita juga sudah melepas, pemerintah sudah menetapkan walaupun tetap dengan protokol kesehatan.”kita harapkan kondisi ini semakin membaik sehingga roda ekonomi bisa berjalan dengan normal kembali,” ujarnya saat bincang-bincang di KoridorTV bersama Indra Utama CEO Journalist Media Network dan Ketua LSP Area Indonesia. Handaka menambahkan bahwa dalam bisnis ini ada istilah ritel is detail. Pasalnya ritel ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi ritel ini termasuk konsumsi domestik, kalau tinggi pertumbuhan ekonomi, bisnis ini juga akan ikut tumbuh dengan baik. Selama ini memang pertumbuhan ritel setiap tahun naik, kecuali terjadi pada tahun 98 karena adanya krisis. Tapi sebetulnya ritel itu suatu yang tumbuh terus. Karena income per kapita naik, disitu terjadi yang namanya perputaran uang, sehingga berdampak pada belanja di ritel yang juga akan naik. “Tetapi memasuki masa pandemi ini, pengusaha ritel tidak bisa bicara. Memasuki tahun 2020, begitu tahun 2021 tidak bisa berbuat banyak, karena sedang dalam ketidakpastian. Dengan kondisi yang saat ini, kita bersyukur ternyata sudah ada tanda-tanda ke arah recovery,” ujar Handaka . Tren Positif Sogo sebagai salah satu ritel terbesar, juga terdampak dengan adanya pandemi covid-19 ini. “kita sebagai ritel, tentunya yang paling berat adalah biaya tetap. Ada atau tidak ada penjualan, karyawan harus digaji, biaya-biaya maintenance lainnya. Ditambah lagi tidak ada cash flow masuk,”papar Handaka. Terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan pajak dan BBM, Handaka menjelakan, bahwa di masyarakat kita ada ada segmen bawah, menengah dan atas. Tentunya segmen atas ini tidak begitu terasa. Tapi segmen bawah ini yang akan terasa karena incomenya yang terbatas. “Jadi beberapa produk yang ada di departemen store tidak berpengaruh, bahkan bisa dikatakan penjualannya bisa lebih tinggi,” tutupnya.