PNB_Back_Up

Mulai Rp1,7 Miliar, Emerald Commercial Summarecon Crown Gading Perkuat Kawasan Bisnis

Propertynbank.com – PT Summarecon Agung melalui proyek Summarecon Crown Gading kembali memperkuat pengembangan kawasan terpadu dengan menghadirkan Emerald Commercial, area komersial terbaru yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan bisnis di kawasan bertajuk “New Kelapa Gading”. Produk komersial ini dipasarkan mulai dari Rp1,7 miliar dan menyasar pelaku usaha yang ingin menangkap potensi pasar di kawasan berkembang Utara Timur Jakarta. Emerald Commercial hadir di lokasi strategis area terdepan kawasan dengan akses utama melalui Jalan Bulevar Selatan dan Jalan Mutiara Gading City. Kawasan ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis usaha mulai dari lifestyle avenue, modern bistro, café, pusat kuliner, hingga layanan kebutuhan sehari-hari. Executive Director Summarecon Crown Gading, Magdalena Juliati mengatakan, pengembangan Emerald Commercial merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di dalam township. “Kehadiran Emerald Commercial akan memperkuat ekosistem bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan nilai kawasan dalam jangka panjang. Pengalaman Summarecon selama lebih dari 50 tahun dalam mengembangkan township menunjukkan bahwa nilai sebuah kota terpadu terbentuk dari konsistensi dalam membangun kawasan yang dilengkapi fasilitas secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Magdalena. Potensi Bisnis Kawasan Terus Tumbuh Potensi bisnis Emerald Commercial didukung oleh perkembangan kawasan Summarecon Crown Gading yang terus tumbuh dengan lebih dari 100.000 penghuni dan proyeksi pasar mencapai 400.000 pelanggan. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru dengan prospek bisnis menjanjikan. Pengembangan area komersial terbaru ini juga melanjutkan kesuksesan Gading Boulevard Commercial yang telah diisi berbagai tenant, seperti CO Reserve, Mako Cake & Bakery, Yamaha Music School, Sakamoto, Wishing Star Academy, Bakmi Siantar KoFei, Taragak Raso & Sate Mak Syukur, Estetika Interior, Porter Coffee, hingga Duriyam. Ekosistem bisnis kawasan semakin diperkuat dengan hadirnya Happy Harvest, supermarket modern seluas 1.300 meter persegi yang akan melayani kebutuhan penghuni dan masyarakat sekitar. Sebagai township ke delapan Summarecon Agung dengan luas pengembangan mencapai 437 hektar, Sumamrecon Crown Gading dikembangkan dengan konsep All in One City yang mengintegrasikan hunian, area komersial, serta fasilitas modern dalam satu kawasan. Emerald Commercial mengusung desain modern kontemporer yang timeless dengan pilihan bangunan 2 dan 3 lantai. Tampilan fasad dirancang eye-catching melalui garis vertikal tegas dan bukaan kaca lebar untuk memaksimalkan visibilitas usaha. Pelaku bisnis juga diberikan fleksibilitas desain melalui pilihan konsep sky terrace maupun full facade yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha seperti klinik, kantor, showroom, barbershop, laundry, hingga retail lainnya. Selain itu, area balkon luas di lantai dua juga disiapkan untuk mendukung konsep alfresco dining dan lounge yang kini semakin diminati pelaku bisnis kuliner dan lifestyle. Secara spesifikasi, tipe 2 lantai memiliki dimensi 5×14 meter di atas lahan 70 meter persegi dengan luas bangunan 124 meter persegi. Sementara tipe 3 lantai hadir dengan luas bangunan mencapai 183 meter persegi, tersedia dalam pilihan unit balkon maupun non-balkon. Lokasi Emerald Commercial yang berada tepat di gerbang utama kawasan disebut menjadi salah satu faktor utama tingginya minat pasar. Posisi ini menawarkan visibilitas tinggi dan potensi traffic yang akan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan. Antusiasme terhadap produk komersial terbaru ini terlihat dari acara Product Knowledge Emerald Commercial yang digelar secara online pada Jumat, 22 Mei 2026 dan dihadiri sekitar 700 agen properti. Melalui pengembangan Emerald Commercial, Summarecon Agung kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kawasan kota terpadu yang tidak hanya fokus pada hunian, tetapi juga menciptakan pusat ekonomi baru dengan potensi investasi jangka panjang.

ARCH:ID 2026 Dibuka, Industri Arsitektur Kian Prospektif

Propertynbank.com – ARCH:ID 2026 resmi digelar pada 23–26 April 2026 di ICE BSD City sebagai salah satu pameran arsitektur terbesar di Indonesia. Memasuki edisi keenam, ajang ini semakin memperkuat perannya sebagai platform strategis bagi industri arsitektur, desain, dan bahan bangunan yang terus berkembang. Diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama CIS Exhibition, pameran ini menghadirkan 725 booth dengan lebih dari 180 peserta yang menempati area seluas 18.000 meter persegi. Skala penyelenggaraan yang semakin besar mencerminkan tingginya antusiasme pelaku industri terhadap event tahunan tersebut. Selama empat hari pelaksanaan, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai sekitar 31.000 orang. Mengusung tema “Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan”, gelaran tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan industri. Pendekatan ini dinilai semakin relevan seiring berkembangnya kebutuhan desain yang tidak hanya estetis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan isu keberlanjutan. “Melalui tema ‘Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan’, kami ingin menegaskan bahwa praktik arsitektur hari ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas disiplin untuk mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Ar. Afwina Kamal, IAI, selaku kurator. Ia menambahkan, pameran ini tidak hanya melibatkan arsitek, tetapi juga desainer interior, lighting designer, hingga pelaku industri material dan teknologi bangunan. Kurasi tahun ini digarap bersama Ar. Trianzani Sulshi, IAI, dan Ar. Dhanie Syawalia, IAI dengan pendekatan yang lebih kolaboratif. Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi profesional seperti Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI), hingga Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI). Keterlibatan mereka memperkuat ekosistem industri sekaligus membuka peluang sinergi yang lebih luas. Perkuat Ekosistem Bisnis di ARCH:ID 2026 Sebagai pameran B2B terkurasi, ajang ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi sekaligus memperluas jaringan bisnis. Momentum ini dimanfaatkan untuk peluncuran produk, product sourcing, serta eksplorasi teknologi seperti smart building, modular system, hingga solusi arsitektur berkelanjutan. Program Business Matching kembali menjadi salah satu daya tarik utama. Melalui sesi 1-on-1 yang terarah, arsitek, developer, dan pemilik proyek dipertemukan langsung dengan berbagai brand. Skema ini dinilai mampu menciptakan koneksi yang lebih relevan sekaligus membuka peluang kerja sama yang konkret. Selain itu, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan konferensi internasional dengan lebih dari 220 pembicara dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 90 sesi talk series digelar untuk membahas tren global, inovasi material, hingga tantangan industri ke depan. Tidak hanya berfokus pada pameran dan diskusi, ajang ini juga mendorong inovasi melalui program Hackathon yang melibatkan mahasiswa lintas disiplin. Inisiatif ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi desain berbasis teknologi digital sekaligus memperkuat budaya kolaborasi. Dengan skala yang semakin besar dan pendekatan yang semakin terbuka, ARCH:ID 2026 menegaskan posisinya sebagai hub industri arsitektur. Tidak hanya menghadirkan inspirasi, pameran ini juga membuka peluang bisnis, memperluas jaringan profesional, serta mendorong kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Ada Peluang di Tengah Pandemi, Sektor Bisnis Yang Masih Berpotensi

    Bagian II – Sektor Bisnis Yang Masih Berpotensi OPINI – Tidak ada kata terlambat. Beberapa di antaranya; bisnis e-commerce tentunya, terutama delivery services, remote working, logistik, online schooling, webinar dan online training, online content seperti video on-demand, livestreaming, telco, telemedicine, cleaning services dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut infografis yang pembaca mungkin pernah juga menerimanya melalui pesan berantai di media sosial, dari sumber “Decode EFC Analysis” ada 6 sektor utama yang berpeluang menjadi pemenang. Sektor-sektor yang dimaksud yaitu; 1) Medical Supply and Services, 2) Food and Processing and Retail, 3) Personal & Healthcare, 4) ICT, 5) e-Commerce, dan 6) Agriculture. Bila kita telaah lebih jauh, potensi yang termasuk paling berpeluang di negeri kita adalah agrikultur dan pendidikan/pelatihan/sertifikasi. Wow, ternyata banyak kan potensi bisnis yang bisa kita jalankan. Lucunya, aslinya otak kita malah bingung bila disodorkan banyak pilihan. Berdasarkan kajian neurosains, pilih yang benar-benar kita kuasai dan kita sukai. [irp] Kenapa pilih yang hanya kita suka atau cintai? Karena, pertama; desired neural pathways di otak kita mudah terbentuk, dan kedua; enzim neurotransmitters otak kita seperti dopamin, serotonin dan oksitosin akan aktif memunculkan semangat, rasa happy di kepala kita, serta percaya diri karena yakin apa yang dijalankan akan sukses. Mulai dari yang paling sederhana. Untuk menyukseskan program memutus rantai penyebaran virus ini kita tadi telah bersepakat untuk tidak keluar rumah. Kira-kira apa saja yang menjadi kebutuhan kita selama beraktivitas di rumah. Berangkat dari sini saja sudah berlimpah peluang, karena orang lain umumnya membutuhkan hal yang sama. Banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kebutuhan makan dan minum yang siap saji, atau belanja daging dan sayur secara online, jasa binatu penyucian dan seterika pakaian antar jemput, jasa pengiriman barang, jasa konseling dan konsultasi spesialis covid-19, jasa konsultasi kejiwaan, jasa pengecekan medis ke rumah menimbang rumah sakit akan kewalahan dan penuh dengan pasien, jasa potong rambut dan salon kecantikan ke rumah, dan seterusnya. [irp] Karenanya di daftar tadi penyediaan makanan (food processing), kesehatan (medis), dan kebutuhan pribadi yang higenis (personal & healthcare) termasuk di dalamnya. Me too product, kenapa tidak? MNS di masyarakat kita umumnya sangat kuat. Mirror neurons system yang bekerja di kepala setiap orang berpotensi meniru apa yang kita lakukan. Namun tidak hanya di sisi produsen, konsumen kan juga latah ikut memesannya apa yang dipesan oleh keluarga, teman, tetangga dan kerabat lainnya. Bagaimana bila yang menawarkan banyak, takut bersaing? Pertama, kita jangan bayangkan seperti pemasaran tadisional. Kita tidak perlu menawarkannya kepada setiap orang. Kita cukup menawarkan justru hanya kepada kenalan kita pada awalnya. Nanti dengan sendirinya akan viral. Pembeli yang puas akan merekomendasikan kepada koleganya. Dan menawarkan kepada teman sendiri kenapa harus malu. Pada masa pandemi ini bahkan orang akan menghargai dan respek bila kita menawarkan sesuatu, karena kita masih mau berusaha. (Bersambung Bagian III). Oleh: Bambang Iman Santoso, Neuronesia Community