PNB_Back_Up

ASBANDA Dorong BPD Berperan Lebih Strategis dalam Pembiayaan Daerah

Propertynbank.com – Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) tengah berada di persimpangan penting. Di tengah perubahan lanskap ekonomi dan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah, keberadaan Bank Pembangunan Daerah tidak lagi cukup hanya sebagai pengelola dana daerah. Lebih dari itu, BPD kini didorong untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia yang digelar di Solo. Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa transformasi peran BPD bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, BPD memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lembaga keuangan lain. Kedekatan dengan pemerintah daerah, pemahaman terhadap karakteristik ekonomi lokal, hingga jaringan yang menjangkau hingga ke pelosok daerah menjadi fondasi kuat untuk naik kelas. Namun keunggulan tersebut harus diikuti dengan perubahan cara pandang. BPD dituntut tidak hanya menyalurkan dana, tetapi mampu mengorkestrasi aliran dana agar benar-benar menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah. “Ke depan, BPD harus menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan,” ujar Agus dalam siaran pers, Minggu (19/4). Dalam konteks ini, setiap rupiah yang beredar di daerah diharapkan tidak berhenti sebagai transaksi, melainkan menjadi pemicu produktivitas dan penguatan sektor riil. Peran ini menjadi semakin krusial ketika kemampuan fiskal daerah menghadapi keterbatasan. Di sinilah inovasi pembiayaan menjadi kunci. Bank Pembangunan Daerah didorong untuk lebih kreatif dalam menghadirkan skema pembiayaan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor-sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat. Mulai dari peningkatan layanan publik, penguatan sektor kesehatan dan pendidikan, hingga pengembangan UMKM dan ekonomi lokal, semuanya menjadi ruang bagi Bank Pembangunan Daerah untuk berkontribusi lebih besar. Pinjaman daerah pun tidak lagi dipandang sekadar sebagai sumber pembiayaan jangka pendek, melainkan sebagai instrumen strategis yang mampu menciptakan efek berganda bagi ekonomi. Langkah ini turut diperkuat dengan dorongan ASBANDA kepada regulator agar menghadirkan kebijakan yang lebih presisi. Tujuannya bukan untuk melonggarkan aturan, melainkan memastikan pembiayaan sektor publik dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Transformasi BPD sendiri akan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, pengembangan inovasi pembiayaan yang produktif, serta pendalaman peran dalam ekosistem ekonomi daerah. Dengan pendekatan ini, ukuran keberhasilan BPD tidak lagi semata dari kinerja keuangan, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pandangan ini sejalan dengan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. “Kita bukan superman, tapi super tim,” ujarnya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Peran BPD Dalam ekosistem tersebut, Bank Pembangunan Daerah diharapkan mampu memainkan peran sentral, mulai dari mendukung investasi daerah, menjaga stabilitas ekonomi, hingga memperkuat sektor riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian. Seminar ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi Bank Pembangunan Daerah menjadi institusi keuangan daerah yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Wajah BPD diharapkan berubah. Bukan lagi sekadar lembaga intermediasi keuangan, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Agus.

Sah ! OJK Restui Agus Syabarrudin Menjadi Direktur Utama Bank Banten

INFO PERBANKAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyetujui pengangkatan Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), Jumat (30/4). Persetujuan tersebut disampaikan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK tertanggal 26 April 2021. Agus Syabarrudin mengatakan, saat ini Bank Banten telah melakukan berbagai upaya pembenahan dalam rangka membangun kembali kepercayaan stakeholder termasuk masyarakat, agar dapat segera mencapai kejayaan. “Sesuai hasil Uji  Kemampuan dan Kepatutan, OJK telah menyetujui pengangkatan saya sebagai Direktur Utama Bank Banten. Dengan terbitnya persetujuan tersebut, saya siap memimpin strategic turnaround Bank Banten menjadi satu-satunya Bank Kebanggaan Masyarakat Banten,” ujar Agus dalam keterangan tertulis. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Banten yang diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2021 yang lalu, telah menyetujui pengangkatan Agus Syabarrudin selaku Direktur Utama, Cendria Tj. Tasdik  dan Denny Sorimulia Karim, masing-masing sebagai Direktur Perseroan. Pada jajaran Dewan Komisaris, [irp] RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Hasanuddin sebagai Komisaris Utama Independen dan M. Yusuf sebagai Komisaris. Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris tersebut akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan OJK melalui Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test). Bersamaan dengan persetujuan Direktur Utama Bank Banten, OJK juga merestui pengangkatan Hasanuddin sebagai Komisaris Utama Independen dan Cendria Tj Tasdik sebagai Direktur Bisnis Perseroan. [irp] “Semoga kami bisa menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, untuk menjadikan Bank Banten sebagai Bank kebanggaan masyarakat Banten dan menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian Banten,” pungkas Agus yang sebelumnya menjabat Direktur Utama Bank Kalsel.

Cari SDM Potensial, Bank Kalsel Rekrut Pegawai Secara Online dan Transparan

UMUM – Perbankan merupakan industri yang bergerak sangat dinamis, yang ditandai dengan semakin meningkatnya kompleksitas usaha, persaingan yang semakin kompetitif, peran digitalisasi yang kian berkembang, maupun karakter masyarakat yang semakin kritis, cerdas dan aware dalam menanggapi kualitas perusahaan ataupun terhadap produk dan layanan yang ditawarkan. Setiap perusahaan akan mengemas dan membentengi dirinya pada penguatan prinsip dan perencanaan bisnis perusahaan, membentuk struktur organisasi yang comply dengan tujuan perusahaan, mengoptimalkan potensi SDM, menerapkan leadership style yang fit dengan budaya perusahaan, business process yang sesuai dengan orientasi customer, menjaga reputasi perusahaan dan mendukung peningkatan brand awareness perusahaan. [irp] Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel secara simultan menerapkan seluruh upaya di atas sebagaimana visinya untuk menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. Bank Kalsel menyadari bahwa perwujudan visi dan misi tersebut tidak akan berjalan dengan mulus, tentu akan menemui banyak gangguan dan hambatan. Atas hal ini, peran Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu penopang keberhasilan bisnis, sangat penting untuk dimiliki, yang selanjutnya harus dijaga, baik dari kompetensinya, kesejahteraannya, maupun pegembangan karirnya. Manajemen Bank Kalsel meyakini sepenuhnya SDM (Pegawai) merupakan modal yang sangat vital dalam menunjang pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan secara berkesinambungan (sustainable growth). Oleh sebab itu, proses rekrutmen harus direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi secara cermat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. [irp] Seiring dengan perkembangan teknologi yang saat ini berkembang pesat, Bank Kalsel turut beradaptasi dengan menghadirkan program Digitalisasi Rekrutmen. Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, menjelaskan bahwa program ini merupakan suatu mekanisme rekrutmen pegawai yang dilakukan secara online, meliputi penyampaian berkas pelamar, proses tes dan wawancara, hingga pengumuman hasil rekrutmen. “Proses rekrutmen yang biasanya harus dilakukan secara tatap muka, dengan program ini dapat dilakukan secara online menggunakan platform digital. Tentunya, banyak hal positif yang dapat diambil, seperti informasi rekrutmen lebih transparan, terserapnya talent-talent potensial dari lingkup yang lebih luas, biaya rekrutmen yang lebih efisien, dan proses pengumpulan berkas administrasi yang lebih mudah,” terang Agus. [irp] Bank Kalsel dalam melakukan proses rekrutmen pegawai dilaksanakan secara legal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Informasi lowongan pekerjaan akan disampaikan melalui website Bank Kalsel (www.bankkalsel.co.id), media cetak lokal dan nasional, serta media sosial resmi Bank Kalsel. Khusus untuk link Aplikasi Rekrutmen Online hanya dapat diakses melalui website resmi Bank Kalsel. Seluruh proses penerimaan berkas sampai dengan pemberitahuan kelulusan akan dilakukan secara online melalui aplikasi tersebut. Tentunya dalam keseluruhan prosesnya, Bank Kalsel tidak memungut biaya dalam bentuk apapun kepada pelamar. “Selama proses rekrutmen dan seleksi pelamar, Bank Kalsel tidak memungut biaya dalam bentuk apapun. Atas hal ini, kepada masyarakat agar berhati-hati atas adanya modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Kalsel terkait proses rekrutmen. Bank Kalsel akan melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang menggunakan nama Bank Kalsel  untuk tujuan melanggar hukum dan merugikan orang lain,” tegas Agus.

Dukung Pemda, Padi Unggul Binaan Bank Kalsel Tangguh di Kondisi Ekstrim

UMUM – Banjir Kalsel pada awal 2021 yang melanda 11 Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) selama dua minggu terakhir, telah mengakibatkan kerusakan cukup parah di beberapa wilayah. Bahkan, banjir juga memutus Jalan Nasional Trans-Kalimantan di dua lokasi berbeda yaitu di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar. Saat ini, masih terdapat wilayah terdampak banjir yang belum surut. [irp] Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Republik Indonesia memperkirakan kerugian di berbagai sektor akibat banjir Kalsel mencapai Rp 1,349 triliun. Khusus, pada sektor pertanian kerugian mencapai sekitar Rp 216,266 miliar. Adapun data yang digunakan dalam memperhitungkan estimasi kerugian akibat banjir di Kalimantan Selatan ialah data luas area yang tergenang berdasarkan citra spasial dan data penggunaan lahan berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerugian cukup besar akibat Banjir Kalsel, selain karena terputusnya akses jalan nasional, banyak sektor – sektor usaha masyarakat khususnya sektor pertanian nyatanya sangat terdampak. Melihat hampir seluruh persawahan di Kab. Tanah Laut terendam banjir, mengakibatkan banyaknya padi yang terancam gagal panen. [irp] Sebagai wilayah yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani, tentu hal ini akan berdampak pada perekonomian daerah. Bank Kalsel sebagai Bank Pembangunan Daerah, tentunya tidak tinggal diam melihat kondisi bencana yang melanda. Atas hal ini, Bank Kalsel telah melakukan peninjauan ke lokasi petani binaan Bank Kalsel Kantor Cabang Pelaihari yang berlokasi di Trans 300 Kecamatan Jorong, Kab. Tanah Laut pada Senin (25/1). Peninjauan secara langsung dilakukan oleh Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Pelaihari, Anwari beserta jajarannya, dengan konsultan pertanian Bank Kalsel, Ir. Cecep Sadikin. Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Pelaihari, Anwari mengungkapkan bahwa peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi padi para petani binaan Bank Kalsel pasca bencana Banjir yang telah melanda di daerah tersebut. [irp] “Peninjauan ini merupakan wujud kepedulian kami kepada petani binaan Bank Kalsel, khususnya yang telah terdampak bencana banjir Kalsel. Alhamdulillah, padi binaan Bank Kalsel yang telah berumur 40 hari tersebut masih dalam keadaan baik dan sehat serta mampu bertahan meski sempat tergenang banjir,” ungkap Anwari. Sebelumnya, pada tahun 2020 lalu, Bank Kalsel telah melaksanakan gathering, panen raya dan kemudian melakukan penanaman bibit padi bersama petani binaan yang menggunakan teknik penanaman sebagaimana arahan konsultan pertanian Bank Kalsel, yakni Ir. Cecep Sadikin. Disinyalir bahwa padi yang bisa tumbuh di Pulau Jawa, diprediksi dapat tumbuh dan bertahan di tanah yang terdapat di Kab. Tanah Laut, khususnya di Kec. Jorong. Saat ini, bibit yang telah ditanam diperkirakan akan panen sekitar 40 hingga 50 hari lagi. [irp] Di tempat terpisah, Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menuturkan bahwa Bank Kalsel senantiasa mendukung Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di Kab. Tanah Laut. Tentu dengan tersedianya Konsultan Pertanian dari Bank Kalsel, dapat semakin memudahkan petani untuk meningkatkan kualitas panen. “Kami, Bank Kalsel sangat bersyukur bahwa padi yang telah ditanam bersama para petani binaan pada tahun sebelumnya, masih berdiri kokoh dan tetap terjaga kualitasnya jika dibandingkan dengan padi – padi lainnya di wilayah tersebut, meskipun terdampak banjir. Hal ini adalah wujud nyata kami dalam meningkatkan kesejahteraan para petani, dimana Bank Kalsel tidak hanya memberikan modal namun juga turut membimbing para petani agar menghasilkan panen yang berkualitas. Harapannya panen tahun ini tetap dapat berjalan lancar dan menghasilkan kualitas padi yang baik,” tutur Agus. [irp] Adapun varietas unggulan yang telah ditanam oleh petani binaan Bank Kalsel ialah Padi Merah, Padi Hitam, Padi Cakra Buana, Padi IF16 dan Padi Siem-siem. Pada kunjungan ini, Atek yang merupakan salah satu petani binaan Bank Kalsel di Pelaihari menyatakan ungkapan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bank Kalsel  terhadap petani, khususnya di Kec. Jorong. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Bank Kalsel kepada petani di Kec. Jorong khususnya di Trans 300. Dengan adanya bantuan permodalan dan pendampingan dari Bapak Cecep Sadikin selaku Konsultan Pertanian Bank Kalsel, telah banyak membantu kami dalam memberikan pelatihan, bimbingan tata cara bertani yang baik, sehingga kami mampu menghasilkan hasil panen dengan kualitas yang baik,” terang Atek. [irp] Bank Kalsel sebagai bank daerah, tentunya akan terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan daerah. Hal ini terus dikumandangkan dan diwujudkan sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program daerah dalam upayanya untuk peningkatan ekonomi daerah. Sesuai tagline “Setia Melayani, Melaju Bersama”, Bank Kalsel senantiasa untuk selalu memberikan yang terbaik serta menjadi mitra bagi masyarakat untuk berkembang bersama.

Respon Gerakan Nasional Wakaf Uang, Bank Kalsel Rilis iB Ar – Rahman

INFO PERBANKAN – Senin (25/1), Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai bentuk jawaban atas langkah yang dilakukan. “Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang,” terang Presiden Jokowi. [irp] Di Indonesia, potensi wakaf tersebut memang sangat besar. Berdasarkan data yang diterima Presiden, potensi aset wakaf per tahunnya mencapai Rp2.000 triliun di mana potensi dalam bentuk wakaf uang dapat menembus angka Rp188 triliun. Melihat besarnya potensi wakaf uang yang bisa menembus Rp188 triliun mendorong banyak pihak untuk turut ambil bagian. Tidak terkecuali Bank Kalsel yang sudah mempersiapkan pencanangan program ini melalui Unit Usaha Syariah, menerbitkan layanan terkait wakaf uang, bertajuk Wakaf Uang iB Ar – Rahman. Layanan ini  baru saja diterbitkan pada akhir tahun 2020 dan akan digaungkan pada tahun 2021 ini. [irp] Wakaf Uang iB Ar – Rahman Bank Kalsel diyakini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat  Kalimantan Selatan dalam menyalurkan wakaf uang tunai serta memastikan penyaluran wakaf secara tepat melalui Nazhir (pengelola wakaf)  yang telah bekerjasama dengan Bank Kalsel. Agus Syabarrudin, selaku Direktur Utama Bank Kalsel menuturkan bahwa pihaknya mendukung penuh inisiatif Gerakan Nasional Wakaf Uang. Saat ini, Bank Kalsel telah memiliki layanan Wakaf Uang iB Ar – Rahman sejalan dengan GNWU yang tengah digaungkan oleh Presiden Jokowi. [irp] “Kami di Bank Kalsel selalu menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah maupun masyarakat di Kalimantan Selatan. Khususnya dalam hal ini, layanan Wakaf Uang iB Ar – Rahman yang sejalan dengan GNWU. Bank Kalsel mendukung penuh Gerakan Nasional Wakaf Uang dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah atau masyarakat yang mau melakukan Wakaf,” tutur Agus. Bank Kalsel memiliki dua layanan setoran wakaf. Pertama, Wakaf Langsung yang ditujukan untuk nasabah Bank Kalsel  maupun masyarakat umum, Wakif (orang yang berwakaf) dapat memilih Wakaf Uang, yang dalam hal ini wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif, hasilnya dimanfaatkan untuk Mauquf alaih (orang atau lembaga yang berhak menerima harta wakaf). Wakif juga dapat melakukan Wakaf melalui Uang yang dalam hal ini wakaf dengan memberikan uang guna membeli atau mengadakan harta benda bergerak maupun tidak bergerak, sesuai yang dikehendaki wakif untuk dikelola secara produktif atau sosial. Atas layanan ini, wakif dapat memilih Nazhir yang akan mengelola wakaf. [irp] Kedua, Wakaf melalui Tabungan iB Al – Barakah Bank Kalsel yang dikhususkan kepada nasabah Bank Kalsel. Pada layanan ini, Wakif akan mendapatkan Hadiah Wakaf dan hanya dapat memilih Wakaf melalui Uang, dan tetap dapat memilih Nazhir yang akan mengelola wakaf. Besaran hadiah wakaf akan disesuaikan dengan nominal dana yang tersimpan serta jangka waktu yang dipilih oleh wakif. Untuk bisa mendapatkan layanan terkait Wakaf Uang iB Ar – Rahman saat ini bisa dilakukan dengan mengunjungi kantor cabang Bank Kalsel terdekat. Diharapkan, Wakaf Uang iB Ar – Rahman bisa meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus juga memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial, sejalan dengan harapan pemerintah.

Bank Kalsel Gelontorkan Dana Untuk Banjir Kalsel Melalui CSR dan UPZ

UMUM – Tingginya curah hujan yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir hampir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Bank Kalsel sebagai Bank Pembangunan Daerah tentunya tidak tinggal diam melihat kondisi bencana yang melanda berbagai wilayah Kalsel. Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menyampaikan bahwa pihaknya akan hadir dengan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Selatan, yang disuguhkan melalui program sosialnya. [irp] “Kami sebagai Bank Pembangunan Daerah, akan turut serta membantu para korban banjir bersama dengan pemerintah daerah setempat, melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). Kami berharap kita semua saling bahu membahu dalam penanganan bencana maupun pada proses recovery,” tutur Agus. Hingga saat ini, melalui CSRnya, Bank Kalsel telah mengucurkan dana bantuan sebesar Rp175 Juta yang disalurkan oleh kantor cabang Bank Kalsel setempat melalui masing-masing pemerintah daerah. Selanjutnya, dana disalurkan kepada masyarakat terdampak di wilayah tersebut. [irp] Sedangkan, melalui program UPZ, Bank Kalsel telah mengucurkan dana lebih dari  Rp416 Juta kepada wilayah-wilayah terdampak, baik dalam bentuk makanan, bahan pokok maupun dana tunai. Dana yang disalurkan UPZ Bank Kalsel merupakan gabungan dari donasi masyarakat melalui mobile banking Bank Kalsel,  serta melalui infaq, sedekah dan gaji pegawai Bank Kalsel. “Alhamdulillah, Bank Kalsel telah mengucurkan lebih dari Rp500 Juta untuk Bencana Banjir Kalsel, baik melalui program CSR maupun UPZ. Semoga bantuan ini dapat membantu atau setidaknya meringankan beban masyarakat terdampak Banjir Kalsel,” harap Agus. [irp] Tidak hanya masyarakat umum, Banjir Kalsel turut memberikan dampak pada insan Bank Kalsel (Kalselennials). Untuk itu, manajemen melalui Yayasan Dana Kesejahteraan (Dakes) Bank Kalsel memberikan bantuan kepada Kalselennials yang terdampak. “Bantuan ini kami berikan sebagai wujud kepedulian kami kepada seluruh Kalselennials, dimana mereka telah menjadi garda terdepan untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi nasabah maupun masyarakat Kalimantan Selatan. Melalui bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka pada kondisi sulit ini,” terang Agus. [irp] Selain bantuan-bantuan tersebut, Bank Kalsel juga membuka Posko “Bank Kalsel Peduli Bencana Banjir” yang bertempat di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jl. Lambung Mangkurat No.7 Banjarmasin. Posko ini bertujuan untuk menghimpun bantuan, baik dari Kalselennials maupun dari masyarakat luas. Bantuan yang dihimpun dapat berupa dana tunai, bahan makanan pokok, pakaian layak pakai maupun bentuk bantuan lainnya. “Melalui posko ini, kami menghimbau kepada seluruh Kalselennials serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggalang bantuan bagi saudara kita yang terdampak Banjir Kalsel. Bantuan dapat diserahkan melalui petugas kami di Posko Bank Kalsel. Apapun bentuk bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi saudara kita yang terdampak bencana,” pungkas Agus.

Fokus Di Dua Grand Strategy, Bank Kalsel Optimis Laba 2021 Tumbuh 9,43%

INFO PERBANKAN – Tahun 2020 telah menjadi tahun yang penuh tantangan bagi semua pihak, adanya pandemi Covid-19 ini telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia finansial. Namun, situasi pandemi Covid-19 ini tak membuat Bank Kalsel pesimis menghadapi bisnis di tahun 2021. Setelah berhasil meraih Peringkat Komposit 2 (PK-2) pada tahun 2020, Bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini menyongsong tahun baru dengan optimisme yang tinggi meski proyeksi ekonomi 2021 belum menentu. [irp] Tidak ada yang bisa memastikan kapan Covid-19 akan berakhir meski kabar telah tersedianya vaksinasi telah berhembus. Melihat kondisi ini, tantangan utama yang akan dihadapi oleh Bank Kalsel di tahun 2021 ialah bank harus tetap bertumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan industri keuangan. Selain itu, bank harus mampu menyesuaikan diri dengan pola kenormalan baru, serta harus peka dalam melihat peluang. Dalam melakukan perencanaan ekspansi bisnis di era perekonomian yang terdampak wabah Covid-19, Bank kalsel mengambil strategi dan langkah-langkah konservatif dimana berfokus pada upaya optimalisasi lini bisnis yang telah menjadi kekuatannya. Strategi utama Bank Kalsel tahun 2021 masih relevan dengan tahun 2020, dimana berfokus pada dua Grand Strategy, yakni IT Development dan People Development. IT Development difokuskan pada digitalisasi terhadap pelayanan bank, meliputi Migrasi Core Banking, Membangun Big Data, Customer Digital Experience, Pengembangan Produk dan Layanan Digital serta Memperkuat Kapabilitas Digital. Sedangkan People Development fokus pada mempersiapkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan sekaligus menyongsong era perbankan digital. [irp] Untuk implementasi tersebut di tahun 2021, dua Grand Strategy ini diturunkan kembali ke dalam tiga fokus strategi. Pertama, ialah optimalisasi pendapatan, sebagai upaya untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam tingkatan yang wajar. Kedua, efisiensi biaya, agar dapat meminimalkan semua pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Ketiga, menjaga kualitas kredit, yakni berfokus pada kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan penagihan. Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menyampaikan, pihaknya sepanjang 2021 akan mengimplementasikan tiga fokus strategi dimaksud dalam tiga model bisnis. Dengan strategi  dan model bisnis ini, Bank Kalsel optimis menatap tahun 2021, yang mana Agus meyakini kinerja di 2021 dapat tumbuh dengan baik seperti halnya tahun 2020. “Dalam implementasinya, fokus strategi ini akan kami wujudkan dalam tiga model bisnis sebagai Key Success Factor untuk tetap dapat terus bertumbuh di tengah krisis. Tiga model bisnis tersebut ialah pertama Survival Mode, bagaimana bank memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk terus dapat bertumbuh di tengah ketidakpastian perekonomian dan persaingan. Kedua, Adaptive Mode yakni bagaimana bank dapat mengatasi kelemahan dan tantangan yang dihadapi untuk menciptakan bisnis yang mampu beradaptasi dalam memenuhi permintaan pasar dan menciptakan customer experience yang baik. Terakhir, Offensive Mode,  bagaimana bank dapat mendeteksi dan menanggapi setiap peluang yang ada dan memanfaatkannya untuk menjadi potensi keuntungan bank. Kami yakin dengan strategi dan model bisnis ini, Bank Kalsel mampu bertahan, dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada, sekaligus meningkatkan kinerja bisnis dan kerjasama dengan stakeholder,” jelas Agus. [irp] “Kami memiliki optimisme vaksinasi covid-19 yang direncanakan pemerintah untuk mulai dilaksanakan pada kuartal I 2021 akan memberikan stimulus pada sektor layanan keuangan. Mengacu pada RBB 2021, target Bank Kalsel tahun ini dapat mencapai pertumbuhan Aset sebesar 8,41%; pertumbuhan Kredit sebesar 6,50%; pertumbuhan Laba sebesar 9,43%; dan pertumbuhan Modal Inti sebesar 12,87%,” lanjutnya. Disisi lain, komitmen Bank Kalsel untuk melaksanakan Program Transformasi BPD yang merupakan komitmen bersama OJK dan ASBANDA masih terjaga dan saat ini telah memasuki tahap kedua, yaitu melakukan Growth Acceleration. Pada tahap ini, fokus yang dilakukan adalah meningkatkan skala dan kinerja bisnis, pertumbuhan market share dan pemantapan corporate culture serta culture leadership. [irp] Terkait arah dari kebijakan pengembangan Unit Usaha Syariah, Agus juga menyampaikan bahwa tahun ini Bank Kalsel masih tetap fokus terhadap upaya Spin Off Unit Usaha Syariah. “Apapun model spin off yang nantinya menjadi pilihan Bank Kalsel, baik organik maupun non organik, pengembangan kinerja harus dilakukan secara atraktif mengingat sesuai ketentuan OJK Unit Usaha Syariah harus spin off pada tahun 2024. Saat ini, Bank Kalsel Syariah masih tetap berupaya untuk repositioning market menjadi bank of choice masyarakat Kalimantan Selatan,” tutup Agus. [irp] Atas hal ini, Bank Kalsel selalu melakukan upaya-upaya strategis, baik dalam bentuk koordinasi terhadap pemegang saham, melakukan riset pasar, membuat kajian-kajian akademis, dan lain sebagainya, sehingga spin off unit usaha syariah dapat terlaksana dengan baik.

Bank Kalsel Gandeng BUMDes Guna Tingkatkan Pelayanan di Daerah

UMUM – Sebagai bentuk meningkatkan layanan perbankan di daerah, terutama untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa, Bank Kalsel dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tapin bersepakat sekaligus menuangkannya dalam bentuk perjanjian kerjasama (PKS). Kerjasama yang dilakukan adalah berupa perluasan kemudahan penerimaan akses layanan jasa Bank Kalsel melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Kabupaten Tapin. Kerjasama tersebut diejawantahkan dalam penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan BUMDes dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin, yang dalam hal ini dilakukan oleh Bupati Kabupaten Tapin, H.M. Arifin Arpan dan Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, H. IGK Prasetya. [irp] Menyusul kemudian penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tapin, Rahmadi; Kepala Bank Kalsel Cabang Rantau, Izhar; Camat Lokpaikat, Retno Dwi Hastuti; dan seluruh BUMDes se- Kabupaten Tapin yang diwakili oleh Manager Operasional BUMDes Makmur Jaya Abadi Sentosa, Dani Hasbulah. Turut menyaksikan Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan; Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin; serta para Camat se-Kabupaten Tapin (Selasa 8/12). Bupati Kabupaten Tapin, Arifin Arpan menyampaikan bahwa dengan adanya sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Tapin dengan Bank Kalsel, diharapkan mampu mendukung peningkatkan inovasi dari segi produk unggulan BUMDes maupun teknologi tepat guna, dimana sinergi ini juga akan memudahkan transaksi bagi masyarakat di tiap desa. [irp] “Dengan seluruh kerjasama ini tentu dapat memaksimalkan pendanaan pemetaan ekonomi desa dari pemerintah yang dicanangkan pada tahun 2021, yang mana hal ini akan semakin mempermudah bagi pembangunan desa. Selain itu, dengan adanya sinergi antara Bank Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tapin, bersama dengan pendamping desa, harapannya inovasi di desa dapat semakin meningkat guna mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Arifin. Seperti yang telah diketahui, bahwa setiap desa memiliki badan usaha yang dikelola oleh pemerintah desa atau lebih dikenal dengan sebutan BUMDes. BUMDes sendiri memiliki tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan cara mengelola potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang mana kemudian BUMDes ini menjadi salah satu sumber ekonomi desa. Sebagai informasi, jumlah desa di Kabupaten Tapin ialah sebanyak 126 Desa, yang tersebar di 12 Kecamatan. Atas hal tersebut, Bank Kalsel gandeng BUMDes untuk menjadi mitra bagi Bank Kalsel untuk memberikan layanan jasa keuangan di lokasi-lokasi yang tidak tersentuh jaringan kantor Bank Kalsel, khususnya di desa atau kecamatan. Adapun sistem yang digunakan sama dengan sistem PPOB (Payment Point Online Bank) yang saat ini telah diimplementasikan di seluruh payment point Bank Kalsel dengan menggunakan jaringan internet. [irp] Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, H. IGK Prasetya menuturkan bahwa dengan adanya kerjasama dengan BUMDes se – Kabupaten Tapin dipercaya akan semakin mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, tentunya mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan bagi seluruh nasabah Bank Kalsel. “Penandatanganan MoU dengan BUMDes merupakan wujud komitmen kami meningkatkan kinerja dan kualitas layanan Bank Kalsel, dimana kerjasama yang berbasis PPOB ini akan menjadi perpanjangan tangan Bank Kalsel di wilayah desa. Selain mempermudah akses perbankan bagi masyarakat desa, pengembangan BUMDes ini juga upaya kami untuk mendukung pelaksanaan pembangunan perekonomian desa, khususnya di Kabupaten Tapin. Semoga sinergi ini berjalan dengan baik dan kami akan selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi pemerintah, masyarakat, maupun nasabah setia Bank Kalsel,” pungkas Prasetya. [irp] Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan reward program Geprek Pedas (Gerakan Pembangunan Pengembangan Perekonomian Pedesaan) dari Pemerintah Kabupaten Tapin kepada para BUMDes beserta pendamping desa se-Kabupaten Tapin. Secara simbolis penghargaan diserahkan oleh Bupati Kabupaten Tapin, Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas PMD Kabupaten Tapin, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel dan Kepala Bank Kalsel Cabang Rantau kepada masing-masing peraih penghargaan, baik itu untuk Lomba BUMDes terbaik; Lomba Penerapan Teknologi Tepat Guna; maupun Lomba Pendamping Terbaik. [irp] Program Geprek Pedas merupakan kerjasama Dinas PMD Kabupaten Tapin dan Bank Kalsel, serta beberapa perusahaan di Kabupaten Tapin. Dukungan ini semakin mempertegas posisi Bank Kalsel untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, sesuai tagline Bank Kalsel “Setia Melayani, Melaju Bersama.”

BPD Gelar Customer Rewards, Bagi-bagi Rejeki

PERBANKAN – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang merupakan wadah bagi Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) pada tanggal 25 Maret 2017 bertempat di Labuan Bajo kembali menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program Panen Rejeki Bank BPD. Untuk periode kali ini, Bank NTT untuk kali kedua, setelah pada tahun 2008 dipercaya kembali menjadi tuan Rumah perhelatan akbar Panen Rejeki Bank BPD Periode Ke-2 Tahun XXVII – 2017 yang penyelenggaraannya dipusatkan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Labuan Bajo atau Singgasana 7 Keajaiban Dunia atau Bumi Flobamora dipilih selain merupakan destinasi wisata dunia di timur Indonesia dengan keramahtamahan masyarakatnya, Kota Labuan Bajo juga terkenal dengan wisata Taman Nasional Pulau Komodo yang termasuk dalam World Heritage UNESCO dimana di dalamnya terdapat habitat lebih dari 2.000 ekor Komodo. Dalam perhelatan akbar Panen Rejeki Bank BPD berupa Penarikan Undian Tabungan SIMPEDA Nasional dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini dihadiri oleh Gubernur NTT, 21 Bupati se NTT, Direksi BPD seluruh Indonesia juga masyarakat Labuhan Bajo. Pemenang Undian Nasional Tabungan Simpeda, diperuntukkan bagi 584 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta yang dimenangkan oleh nasabah Bank Papua, kemudian hadiah kedua Rp 100juta  untuk 4 pemenang dengan pemenang Nasabah Bank Kalsel, Nasabah Bank Sumselbabel, Nasabah Bank Kaltim dan nasabah Bank NTT cabang Ruteng. Sedangkan hadiah ketiga Rp 50 juta sebanyak 26 pemenang, hadiah keempat Rp 5 juta berjumlah 26 pemenang dan hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang yang kesemuanya tersebar di 26 BPD mulai dari Aceh sampai Papua. Kemudian hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang yang juga tersebar keseluruh nasabah BPD seluruh Indonesia. Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank DKI, Bapak Kresno Sediarsi mengungkapkan, bahwa Tabungan SIMPEDA merupakan salah satu produk pemersatu BPD seluruh Indonesia, disamping produk-produk dan layanan perbankan lainnya. “Tabungan Simpeda sebagai produk penghimpunan dana masyarakat, dalam perkembanganya terus mengalami peningkatan. Hal ini dapat kita lihat pada Penarikan Undian Simpeda Nasional Periode ke-2 tahun ke-26, tahun 2016 di Pekanbaru, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2015 berjumlah 7.200.883 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 44,26 triliun,” ujarnya. Kemudian lanjut Kresno, pada Penarikan Undian Simpeda Nasional Periode ke-2 Tahun ke-27 tahun 2017 di Labuan Bajo kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2016 berjumlah 7.456.207 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 44,77 triliun. Lebih lanjut Kresno menjelaskan bahwa, apabila dilihat dari Penarikan Undian Simpeda Nasional di Pekanbaru sampai dengan di Labuan Bajo, dari sisi penabung terjadi sedikit kenaikan sebesar 3,55% atau naik sebanyak 255.324 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 1,14% atau naik sebesar Rp 506,77 miliar. “Kedepannya kita akan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Tabungan Simpeda ini, sehingga akan memasyarakat serta menjadi tabungan pilihan masyarakat. Program ini adalah bagian dari proses Transformasi BPD, yakni penguatan produk dan layanan BPD agar semakin bersaing,” jelas Kresno.