PNB_Back_Up

Sukses, Peluncuran Perdana CitraLand Cibubur

BERITA PROPERTI – Ciputra Group kembali mendulang sukses saat meluncurkan proyek terbaru, CitraLand Cibubur. Proyek hunian seluas 220 ha yang berlokasi di Jl. Cibubur-Cileungsi Km 14, Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ini, pada penjualan tahap satu terjual habis atau sold out. Untuk tahap pertama, dipasarkan sebanyak 320 unit rumah yang berada di Cluster Caryota dan Cluster Aphanda. Lebih dari 500 NUP (Nomor Urut Pendaftaran) memperebutkan unit-unit di cluster tersebut. Dan hanya dalam waktu 4 (empat) jam saja seluruh unit-unit yang di tawarkan tersebut terjual habis. Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan, pihaknya melihat bahwa kebutuhan hunian di kawasan koridor Cibubur hingga Cileungsi masih sangat besar, terlebih lagi dengan dukungan dari pembangunan infrastruktur dan transportasi di sekitar kawasan tersebut. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, Ciputra Group akan segera merilis (3) tiga cluster lagi dalam waktu dekat. “Antusias yang begitu tinggi dari konsumen terhadap launching perdana CitraLand Cibubur ini sungguh hal yang luar biasa. Respon yang sangat positif dari masyarakat ini karena proyek-proyek sebelumnya yang kami (Ciputra Group) kembangkan. Kami yakin CitraLand Cibubur ini juga kami akan memberikan nilai  tambah kepada konsumennya,” ujar Harun Hajadi di Hotel Ciputra Cibubur, Minggu, 14 Mei 2017. Dikatakan Harun,  wilayah Cibubur sudah mulai padat dengan perumahan dan kegiatan bisnis, sehingga ke depan perkembangannya pasti akan melebar ke wilayah-wilayah sekitarnya, seperti wilayah Cileungsi. Ia sangat optimis perumahan ini akan menjadi destinasi hunian dan kawasan bisnis baru (new Central Business District) di Timur Cibubur. Cluster Caryota dan Cluster Aphanda yang ditawarkan pada tahap pertama ini berada dalam kawasan mega cluster Monteverde, yang nanti terdapat 5 cluster di dalamnya. Cluster Caryota menawarkan sekitar 220 unit rumah satu lantai. Terendah tipe 34/60yang dibanderol Rp429,88 juta (include PPN), dan tertinggi tipe 69/136 Rp919,38 juta (include PPN). Marketing Manager PT Panasia Griya Mekarasri, Galih PS Putri, developer CitraLand Cibubur menjelaskan, Selain itu juga ditawarkan 100-an unit rumah dua lantai yang sebagian besar posisinya di Boulevard Utama cluster. Tipe terendah unit dua lantai ini dibanderol dengan hargaRp856,24 juta (include PPN) untuk tipe 82/90 serta harga tertinggi Rp1,64 miliar (include PPN) untuk tipe 139/200. Sementara itu, Direktur Ciputra Group Iskandar Witjaksono menambahkan, ada lima keunggulan yang dimiliki CitraLand Cibubur. Diantaranya, pembangunan jalan tol JakartaOuter Ring Road (JORR) II ruas Jagorawi-Cibitung, proyek Light Rail Transit(LRT) Cawang-Cibubur yang juga sedang dalam tahap pembangunan. Dilengkapi beragam fasilitas modern. Kemudian spesifikasi produk hunian dan infrastrukturnya berkualitas kelas satu serta utilitas underground. Lalu, kenaikan harga yang signifikan jika membeli pada penawaran perdana. “Terakhir, memiliki ruang terbuka hijau cukup luasini juga dirancang dengan lansekap yang indah, dan lingkungannya rapi karena seluruhutilitasnya under ground,” ujar Iskandar.

UEU Bangun Kampus Ke 2 Di CitraRaya Tangerang

BERITA PROPERTI-Kota mandiri CitraRaya, Tangerang terus menambah fasilitasnya dengan akan dibangunnya kembali kampus Universitas Esa Unggul (UEU) di kawasan tersebut. Kesepakatan itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, Rabu (11/1) kemarin di CitraRaya, Tangerang. Dalam MoU tersebut, UEU akan membeli lahan di CitraRaya, Tangerang untuk pembangunan gedung perkuliahan (Kampus Citra II) yang diharapkan dapat segera dilakukan pada tahun 2017 ini, setelah seluruh perizinan yang terkait diperoleh sehingga siap untuk digunakan pada tahun akademik 2019/2020. Pembangunan Kampus Citra II ini melengkapi kesuksesan pembukaan Kampus Citra I Universitas Esa Unggul yang berlokasi Jl. CitraRaya Boulevard Ecopolis SA Blok VD.02 pada tahun 2016 yang diawali dengan menyelenggarakan program studi Teknik Industri dan saat ini telah memiliki mahasiswa hingga ratusan orang. Direktur Utama PT. Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata menjelaskan, kerjasama dengan Universitas Esa Unggul merupakan salah satu bentuk komitmen untuk terus menambah fasilitas skala kota mandiri di CitraRaya, dimana fasilitas pendidikan ini dapat dinikmati oleh warga CitraRaya dan sekitar. “Kami yakin bergabungnya Universitas Esa Unggul di CitraRaya Tangerang akan memberi manfaat bagi kedua belah pihak untuk bertumbuh bersama kedepan, serta menambah kenyamanan dan kemudahan bagi warga CitraRaya dan sekitarnya dengan tersedianya sarana pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Budiarsa. Kampus Citra II akan menempati lahan kurang lebih 2 hektar, dan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium, library dan fasilitas pendukung perkuliahan lainnya. Kampus UEU CitraRaya juga memiliki fasilitas laboratorium, sarana dan prasarana, sistem akademik dan operasional yang sama dengan kampus pusat, sehingga tidak ada keraguan bagi calon mahasiswa yang berdomisili di CitraRaya, Tangerang bahkan Serang untuk memilih Kampus UEU CitraRaya. CitraRaya sendiri merupakan kawasan kota mandiri seluas 2.760 Ha yang telah dikembangkan sejak 1994. Saat ini di CitraRaya sudah terbangun lebih dari 24.500 unit rumah dengan jumlah populasi lebih dari 65.000 jiwa. Jumlah fasilitas di CitraRaya sudah banyak dan lengkap, dari fasilitas pendidikan, kesehatan, retail, rekreasi, ibadah dan lain-lain. “Dalam satu dekade terakhir ini Universitas Esa Unggul mengalami perkembangan yang sangat signifikan dan menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di Jakarta. Hingga saat ini Universitas Esa Unggul telah menyelenggarakan program Strata 1 untuk program reguler, program internasional double degree, program paralel dan pasca sarjana dengan 28 pilihan program studi yang kesemuanya telah terakreditasi oleh BAN-PT,” ujar Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA. selaku Rektor Universitas Esa Unggul.

Lagi, Cluster Di CitraRaya Habis Sebelum Launching

BERITA PROPERTI – CitraRaya Tangerang kembali mencatatkan prestasi dalam penjualan cluster terbarunya Neo Benevento di kawasan Villaggio. Rencana grand launching yang akan dilaksanakan pada 17 september 2016 mendatang dibatalkan. Pembatalan ini menyusul terjualnya 100% atas seluruh unit yang ditawarkan menjelang pelaksanaan Grand Launching. Di bulan Agustus 2016, CitraRaya juga mencatatkan prestasi serupa Sold Out 100% 1.000 unit Rumah di Kawasan BizHome, dan melihat masih tingginya antusiasme dan permintaan dari konsumen, maka segera di pasarkan Cluster Terbaru di kawasan BizHome yaitu Cluster JADE dengan jumlah unit terbatas. GM Marketing PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan, Cluster Jade dipasarkan dengan harga mulai 310 juta termasuk PPN, KPR DP 10%, cicilan mulai 2,9 Juta per Bulan. Berada di Kawasan BizLink yang merupakan kawasan terpadu dengan total pengembangan seluas 100 Ha yang dikembangkan dengan tagline: An Integrated and Environmental-friendly Logistic, Residential and Commercial Park. Lokasi Strategis berada di dalam kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang serta dikelilingi oleh lebih dari 600 perusahaan dengan tenaga kerja lebih dari 240 ribu orang, Captive Market untuk Investasi dan Penyewaan. “The Time is Now jika mau tinggal sekaligus ber investasi di CitraRaya, harga tanah masih 4 juta per m2 (25% dari harga di Serpong dengan jarak radius 10 Km), padahal idealnya 50% dari harga di serpong yaitu sekitar 7,5 juta per m2, sehingga ada room kenaikan harga yang masih Masuk Akal sekitar 3,5 Juta per m2, ini kesempatan Emas, Fasilitas Skala Kota Mandiri terus kami tambah seperti EcoPlaza yang kami rencanakan Grand opening 21 Oktober 2016,” kata Yance dalam keterangan tertulisnya.

Awal 2016, Marketing Sales CTRA Capai Rp2,6 Triliun

BERITA PROPERTI-Selama lima bulan pertama tahun 2016, CTRA mencatat marketing sales sebesar Rp2,6 T atau 28.5% dari target tahunan sebesar Rp9,3 T. CTRA optimis dapat mencapai target tahunan, seiring dengan semakin positifnya indikator makro ekonomi Indonesia, yang antara lain ditunjukkan dengan penurunan tingkat suku bunga pinjaman. Sementara itu, kedua anak perusahaan mencatat marketing sales, CTRS Rp1,3 T dan CTRP Rp313 M. Pada bulan Mei melalui CTRS telah diluncurkan 1 proyek residensial baru di Lampung, yaitu CitraLand Lampung yang merupakan proyek dengan rencana pengembangan seluas 32 hektar dan menyasar masyarakat kelas menengah dan menengah atas sebagai target konsumennya. Selama peluncuran telah terjual 96 unit rumah dari keseluruhan 200 unit yang ditawarkan dengan harga per unit berkisar dari Rp750 juta sampai dengan Rp2,5 M. Masih pada bulan Mei, CTRP juga telah meluncurkan  Office Tower strata-title di  kawasan Proyek Ciputra International Jakarta Barat, yang berhasil menjual 75% dari tahap 1 yang ditawarkan. Selanjutnya di 2016 ini, CTRA merencanakan untuk meluncurkan 6 proyek residensial baru. Lima proyek baru merupakan proyek-proyek yang berada langsung di bawah CTRA, sedangkan satu proyek di bawah CTRS. Kelima proyek tersebut terdiri dari proyek perumahan CitraGarden Hills seluas 54 hektar dan CitraGarden Angsana seluas 20 hektar yang berlokasi di Samarinda, Citra AeroLink – proyek pergudangan seluas 21 hektar di Batam, CitraLand Cileungsi – proyek perumahan seluas 86 hektar dan Grand Cipete – apartemen seluas 4,8 hektar di daerah Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan proyek di bawah CTRS, Babarsari Junction, merupakan area komersial seluas 2 hektar dan terletak di Yogyakarta. Target marketing sales untuk keenam proyek yang akan diluncurkan ini diharapkan mencapai Rp 1 triliun. 

Ciputra Group Bagikan Dividen Rp 439 Miliar

BERITA PROPERTI– PT Ciputra Development Tbk (CTRA), serta kedua anak perusahaan PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1 Jakarta, Rabu (15/6) lalu. Bersamaan dengan acara ini, juga dilakukan buka puasa bersama wartawan dan jajaran direksi Ciputra grup. Dalam RUPST  ditetapkan pembagian dividen total sebesar Rp439 M dengan perincian bahwa CTRA akan membagikan dividen total sebesar Rp254,4 M yang terdiri dari Rp126,1 M dividen tunai dan Rp128,3 M dividen saham. CTRS membagikan total Rp117,2 M yang terdiri atas dividen tunai sebesar Rp57,5 M dan dividen saham sebesar Rp59,7 M. Sedangkan CTRP akan membagikan total Rp67,4 M berupa dividen tunai dan saham, masing-masing sebesar Rp34,6 M dan Rp 32,8 M.  CEO Ciputra Group, Candra Ciputra mengatakan, pihaknya optimis kinerja tahun 2016 akan semakin membaik, terlebih setelah meningkatnya marketing sales bulanan hingga bulan Mei dan akan diluncurkannya beberapa proyek baru dalam semester 2 tahun ini. Ciputra grup, lanjutnya, begitu yakin dan optimis kondisi pasar akan membaik. “Pasar properti diperkirakan akan kembali bergairah setelah melalui fase jenuhnya, terlebih dukungan regulasi pemerintah dan meningkatnya pertumbuhan ekononomi Indonesia serta trend menurunnya tingkat suku bunga, maka di masa yang akan datang properti akan terus mengalami peningkatan dan siap memasuki booming berikutnya, kami pun merencanakan akan meluncurkan 6 proyek baru,” ujar Candra.

Ciputra Rilis CitraLand Bandar Lampung Senilai Rp600 Miliar

BERITA PROPERTI-Ciputra Group terus menambah portfolio produk propertinya di pulau Sumatera dengan meluncurkan CitraLand Bandar Lampung, sebuah hunian modern berada di lokasi sangat strategis  di tengah kota dengan fasilitas lengkap serta memiliki pemandangan yang spektakuler. Mengusung konsep Harmonious Living, perumahan ini melengkapi proyek-proyek di Sumatera sebelumnya. CitraLand Bandar Lampung dikembangkan di lahan seluas 50 Ha, berjarak 15 menit dari pusat kota Bandar Lampung. Memiliki 3 akses jalan utama menuju Bandar Udara Raden Inten II. Perumahan ini menghadirkan lingkungan yang asri dan prima, memberikan triple view yang sangat spektakuler, yaitu: sea view, city view, dan hills view. Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan, proyek ini akan merupakan pengulangan sukses pihaknya dengan Perumahan CitraGarden Bandar Lampung, namun dengan target yang sedikit berbeda serta dengan keunggulan yang lebih banyak lagi. Ia mengaku menginvestasikan kurang lebih Rp600 milyar untuk proyek ini. “Kami yakin, hunian yang menyasar keluarga menengah atas  dan memiliki fasilitas bisnis, komersil dan hiburan lengkap akan disambut antusias oleh seluruh masyarakat kota Bandar Lampung pada khususnya maupun masyarakat Propinsi Lampung pada umumnya,” jelasnya dalam siaran pers kepada propertynbank.com. Hunian ini direncanakan akan terdiri dari 2 kluster rumah mewah bernama Kluster Davinci dan Cluster Michelangelo, 5 kluster rumah menengah, yaitu Kluster Rembrandt, Renoir, Van Gogh, Picasso, dan Salvador; townhouse,  serta area komersial yang akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, hotel, food plaza, ruko dan fasilitas olah raga dan hiburan Club House yang akan memanjakan semua warga CitraLand dan tidak ketinggalan Sekolah Ciputra sebagai fasilitas pendidikan yang unggul dan berkualitas. Harga rumah mulai dari harga Rp. 625 juta sampai Rp. 2,9 milyar.

Optimistis, CTRA Luncurkan 8 Proyek Baru Tahun Ini

BERITA PROPERTI-Sejumlah kebijakan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini, diyakini akan membuat industri properti akan tumbuh pesat. Di antaranya adalah penyempurnaan kebijakan Kepemilikan Properti oleh Warga Negara Asing (Foreign Ownership) dan Kontrak Investasi Kolektif – Dana Investasi Real Estat (KIK-DIRE), serta diharapkan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dapat diselesaikan di bulan Mei 2016. CEO Ciputra Development (CTRA) Candra Ciputra mengatakan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia juga memberikan dampak yang sangat positif kepada bisnis properti. Oleh karena itu, katanya, CTRA optimis menargetkan marketing mencapai Rp9,3 T pada tahun 2016. “Kami optimis bisnis properti akan mengalami pertumbuhan yang positif,” ujar Candra dalam siaran persnya. Tiga bulan pertama tahun 2016, CTRA ( Ciputra Development ) telah membukukan pendapatan sebesar Rp1,3 T, turun 8% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp1,4 T. Hal ini berasal dari penurunan penjualan residensial  sebesar Rp176 M (15%), sementara untuk pendapatan komersial terdapat kenaikan sebesar Rp58 M, atau naik sekitar 19%. Laba bersih turun dari Rp228 M menjadi Rp144 M (37%) seiring dengan penurunan pendapatan. Pendapatan CTRA  berasal dari kinerja anak perusahaan, yaitu CTRS, CTRP dan CTRR ( Ciputra Surya, Ciputra Property dan Ciputra Residence ). Selama tiga bulan pertama tahun 2016, CTRS berkontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp436 M (33%), diikuti oleh CTRP sekitar Rp405 M (31%), CTRR sebesar Rp315 M (24%) dan lainnya sebesar Rp149 M (11%).   CTRA berencana meluncurkan 8 proyek residensial baru selama tahun 2016, yang terdiri dari 6 proyek landed residensial dan 2 proyek high-rise yang berada di kota Jakarta dan sekitarnya, Yogyakarta, Batam, Lampung dan Samarinda. Dalam waktu dekat ini akan diluncurkan proyek residensial di Lampung, Batam dan Samarinda. 

Ciputra Grup Luncurkan Cluster Park Hill Di Malang

BERITA PROPERTI-Ciputra Grup meluncurkan cluster Park Hill, di CitraGarden City Malang, menyusul sukses penjualan dalam 1 hari dua cluster sebelumnya The Peak & Green Hill. Kehadiran Park Hill di dedikasikan untuk memenuhi tingginya permintaan akan hunian nuansa Resort dengan harga terjangkau di Kota Malang. GM Marketing PT Ciputra Residence Yance Onggo menjelaskan, cluster Park Hill, akan menempati lokasi yang sangat strategis karena berada di area Town Center-nya CitraGarden City Malang, dimana di dalam Town Center ini direncanakan pembangunan Sport Club, Water Park, Hotel, Resto dan Commercial Area lainnya. “Kami akan mulai pasarkan 16 April 2016, dengan perkiraan harga mulai 500 jutaan. Dilaunching-nya cluster ParkHill ini sebagai jawaban atas tingginya permintaan hunian konsep resort dengan harga terjangkau di Kota Malang, bahkan bisa dikatakan inilah hunian berkonsep Resort pertama di Kota Malang,” ujar Yance dalam siaran persnya. CitraGarden City Malang berada di koridor jalan Mayjen Sungkono merupakan area dengan potensi pertumbuhan paling pesat saat ini di Kota Malang. CitraGarden City Malang akan dikembangkan hingga mencapai 100Ha dengan konsep Urban Resort, dimana didalamnya direncanakan akan dikembangkan area residential, Commercial, Sport Club, Water Park, Hotel, Sekolah, serta fasilitas lainnya.

CTRA Bukukan Pendapatan Rp 7,51 Triliun Tahun 2015

BERITA PROPERTI-PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil membukukan  pendapatan hingga Rp7,51 triliun sepanjang 2015, hal ini menunjukan kenaikan 18,5% dari tahun sebelumnya. “Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi dunia usaha di Indonesia, termasuk dunia properti, namun dengan strategi diversifikasi, baik secara produk maupun geografis, kami tetap dapat membukukan peningkatan pendapatan yang berasal dari 70 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia,” terang Candra Ciputra, CEO CTRA dalam siaran persnya. CTRA mengkonsolidasikan seluruh pendapatan dari anak perusahaannya, termasuk PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS). Selama tahun 2015, CTRA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp7,51 triliun, meningkat 18,5% dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp6,34 triliun. Hal ini berasal dari kenaikan penjualan residensial  sebesar Rp914 miliar yang berasal dari CTRS dan dari CTRA sendiri, serta kenaikan pendapatan komersial sebesar Rp260 miliar yang terutama dikontribusikan oleh CTRP. Laba usaha naik sebesar Rp167 miliar atau 7,4% dari tahun lalu. Namun, meningkatnya beban bunga pinjaman, khususnya yang dibayarkan oleh proyek properti investasi menyebabkan laba bersih CTRA mengalami penurunan 3% menjadi Rp1,28 triliun, dari tahun lalu sebesar Rp1,32 triliun. Pada anak perusahaan, CTRS mencatat perolehan pendapatan sebesar Rp1,91 triliun, naik 11,5% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp1,71 triliun. Laba bersih CTRS juga mengalami kenaikan 14,2% menjadi Rp597 miliar seiring dengan kenaikan pendapatan. Sementara itu CTRP membukukan kenaikan pendapatan 48% dari tahun lalu, yaitu dari Rp1,66 triliun menjadi Rp2,46 triliun. Namun karena pembayaran bunga yang disebabkan oleh telah mulai beroperasinya secara full year beberapa proyek komersial CTRP, maka laba bersih CTRP turun Rp66 miliar menjadi Rp327 miliar. Selama tahun 2015, CTRA mampu meraih pra penjualan  sebesar Rp9,18 triliun. Dibandingkan dengan tahun 2014, CTRA mencatat kenaikan sebesar Rp549 miliar pada pra penjualan. Selama tahun 2015 CTRA telah meluncurkan total 6 proyek baru, dimana  1 proyek residensial berada langsung di bawah CTRA, yaitu CitraGarden City di Malang. Melalui CTRS telah diluncurkan 2 proyek high-rise, yaitu gedung perkantoran dan SOHO (Small Office Home Office) Ciputra World Surabaya dan 1 proyek residensial CitraLand City Losari di Makassar. CTRS pada tahun 2015 mencatat pra penjualan sebesar Rp4,17 triliun, naik 129,8% dari tahun lalu. Selanjutnya melalui CTRP telah direalisasikan penjualan 185 unit apartemen Ascott Kuningan Jakarta dan peluncuran 1 proyek villa seluas 6 hektar, yang merupakan bagian dari Ciputra Beach Resort di Bali. Pra penjualan CTRP pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp964 miliar. Tahun 2016 CTRA menargetkan perolehan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp7,73 triliun dan Rp1 triliun. Pra penjualan diperkirakan dapat mencapai Rp9,30 triliun melalui tambahan 8 proyek baru yang akan diluncurkan di Jabodetabek, Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Business Forum Property&Bank : Menyongsong Kebangkitan  

BERITA PROPERTI-Industri properti di tahun 2016 diyakini akan segera bergairah kembali. Para pengamat dan pelaku industri ini optimis akan mulai tumbuh dalam enam bulan kedepan. Sektor perumahan segmen menengah ke bawah diprediksi akan tetap menjadi primadona sejumlah developer. Direktur Metropolitan Land Amran Nukman menjelaskan, segmen menengah ke bawah masih menjadi kekuatan bisnis Metropolitan Land. “Saudara tua kami Ciputra Group juga membuktikan bahwa segmen menengah ke bawah ini sangat potensial. Lihat saja bagaimana larisnya penjualan Citra Maja di daerah Banten,” ujar Amran pada Seminar Nasional dan Outlook Property 2016, Jakarta, Kamis (21/11). Rumah-rumah dengan harga Rp 300 jutaan ke bawah, sambung Ketua DPD REI DKI Jakarta ini, masih diburu oleh masyarakat yang betul-betul ingin memiliki rumah. Terlebih lagi, saat ini pemerintah sedang membangun infrastruktur dan sarana transportasi yang sangat mendukung. Sehingga akses ke kawasan perumahan yang terjangkau itu sangat membantu. Senada dengan Amran, Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, rumah murah yang membidik pasar menengah ke bawah memiliki karakteristik pembeli yang berbeda. “Mereka ada benar-benar konsumen atau pembeli yang butuh hunian,” ujar Ferry. Secara umum, Ferry juga memprediksi industri akan segera bangkit meski belum berlari kencang sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, sejumlah faktor ekonomi baik internal maupun eksternal ikut mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Business Forum Property&Bank yang mengangkat tema Menyongsong Kebangkitan Properti dan Alternatif Pembiayaan Di Indonesia ini diselenggarakan oleh Majalah Property&Bank dan Reinco Strategic. Sejumlah pembicara hadir di seminar ini, baik dari industri properti maupun perbankan yang terdiri dari dua sesi. “Tema seminar ini menjelaskan bahwa kita sedang bangkit dari keterpurukan. Oleh karena itu, mari optimis menjalankan industri ini dan tetap menjaga komitmen, agar tidak merusak lingkungan dan kawasan yang dikembangkan,” ujar Suharso Monoarfa, mantan Menteri Perumahan Rakyat yang saat ini sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) saat menyampaikan Keynote Spech.