PNB_Back_Up

BP Tapera Tuntaskan Sosialisasi Pemutakhiran Data di 13 Provinsi

Propertynbank.com – Banten menjadi provinsi ke-13 tempat pelaksanaan sosialisasi pemutakhiran data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/9) di Aula Dinas PUPR, Banten. Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Ariev Baginda Siregar mengatakan, Banten menjadi provinsi terakhir BP Tapera melaksanakan sosialisasi kegiatan pemutakhiran data periode pertama ini. “Kami akan melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa tetap akan berlanjut. Kegiatan ini akan terus dilakukan agar dapat bersentuhan langsung dengan para peserta Tapera di daerah, sehingga dapat memberikan solusi yang nyata agar dapat segera memanfaatkan produk Tapera,” ungkap Ariev Baginda Siregar. Kegiatan yang mengangkat tema,”Sosialisasi Program tapera dan Pemutakhiran Data PNS bersama Pemerintah Daerah Provinsi/Kab/Kota di Banten” selain dihadiri oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, juga turut hadir Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Deni Hermawan dan  Kepala Badan Kepegawaian Daerah pemerintah Provinsi Banten, Nana Supiana. Sosialisasi yang dilaksanakan di Provinsi Banten ini memberikan penjelasan terkait dengan pentingnya pemutakhiran data Tapera dan layanan yang saat ini dapat dimanfaatkan oleh para Peserta Tapera berupa pembiayaan perumahan bagi Peserta yang telah memenuhi persyaratan untuk memiliki rumah pertama, dan hanya diberikan 1 (satu) kali selama masa kepesertaan. Meliputi pembiayaan pemilikan rumah (KPR), pembangunan rumah (KBR), dan perbaikan rumah (KRR). Sebagai upaya melaksanakan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah, saat ini telah dilakukan pengalihan peserta serta dana Taperum PNS pada akhir Desember 2021 kepada BP Tapera, sebanyak 5,04 juta (PNS) yang terdiri dari 1,02 juta PNS pensiun dan 4,02 juta PNS aktif serta dana sebesar Rp11,8 Triliun. Selain itu, pengembalian tabungan peserta pensiun Tapera, sampai dengan bulan Agustus 2022 telah disalurkan kepada yang berhak sebanyak 77.775 peserta senilai Rp296,94 Miliar. Berdasarkan data yang ada, Peserta Tapera di Provinsi Banten, tercatat sebanyak 75.151 Peserta (PNS) aktif. Berdasarkan updating data yang telah dilakukan, 4.738 peserta memilih pengelolaan dana dengan Prinsip Konvensional dan 719 peserta memilih pengelolaan dana dengan Prinsip Syariah. Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemberi Kerja telah menyelesaikan pemutakhiran data kepada 61.030 Peserta (84,59%) melalui portal sitara.tapera.go.id. Namun perlu diketahui bersama, bahwa pemutakhiran data Peserta selain dilakukan oleh Pemberi Kerja, para peserta tetap perlu melakukan pemutakhiran data yang bersifat pribadi dan confidential yang hanya bisa diakses dan diisi oleh masing-masing Peserta. Pemutakhiran data penting bagi Peserta untuk mengetahui dan memastikan informasi data Peserta, status kepesertaan (aktif/nonaktif), besaran setoran dan saldo Simpanan, pilihan prinsip pengelolaan dana (konvensional/syariah) serta rekening pengembalian Simpanan pada saat pensiun. “Kami memberikan apresiasi kepada 16.398 (22,73%) Peserta di Provinsi Banten yang telah melakukan pemutakhiran data melalui portal sitara.tapera.go.id sejak pertengahan 2021. Namun masih ada sebanyak 55.753 peserta (77,27%) di Provinsi Banten yang belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Oleh karena itu, segera lah lakukan pemutakhiran data. Agar Bapak Ibu semua bisa memanfaatkannya bagi yang berpenghasilan tidak melebihi Rp8 juta,” ujar Ariev Baginda Siregar menghimbau. Ditegaskannya, konsentrasi kepada Kebutuhan BUKAN keinginan. Sehingga rumah sebagai kebutuhan dasar harus diutamakan. Dalam kesempatan yang sama Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Deni Hermawan menyampaikan Banten terdiri dari 8 Kabupaten/Kota dan khusus Banten, terdiri dari Sembilan Ribuan PNS. “Kami berharap informasi yang diperoleh hari ini dapat dimanfaatkan dan ditularkan kepada PNS lain yang tidak hadir pada hari ini. Menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan dasar terutama urusan papan di awal,” ujarnya mengajak. Dalam penyaluran dana Tapera,  hingga akhir September 2022 ini, Provinsi Banten sendiri telah merealisasikan akad KPR Tapera sebanyak 28 unit rumah senilai Rp4,07 Miliar yang tersebar di sembilan Kabupaten dan Kota. Sedangkan secara nasional, total realisasi pembiayaan perumahan Tapera telah mencapai 2.866 unit rumah, atau senilai Rp414,31 Miliar. Sedangkan untuk pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 26 September 2022 telah tersalurkan sebanyak 145.701 unit senilai Rp16,19 triliun. Gelegar Rejeki Tapera Periode ke-2, Oktober Mendatang Bagi yang belum beruntung mendapatkan Gelegar Rejeki Tapera periode pertama yang diundi di bulan Juli lalu, maka masih berpeluang untuk meraihnya Oktober mendatang. Periode ke-2 ini akan mengundi peserta yang telah melakukan pemutakhiran data bulan Juli hingga September 2022. Dalam periode ini peserta akan berpeluang untuk mendapatkan hadiah reguler 7 unit Samsung Tab dan 20 unit handphone Samsung A03. Sedangkan periode ke-3 nantinya akan  mengundi peserta yang melakukan pemutakhiran data di bulan Oktober hingga Desember akan diundi pada Januari 2023 dan bagi pemenang berhak mendapatkan Grand Prize 1 unit Mitsubhisi All New Xpandeer GLS MT. Menurut Ariev Baginda Siregar Gelegar Rejeki Tapera hanya sebuah wadah disiapkan untuk memberika apresiasi kepada peserta Tapera yang telah melakukan pemutakhiran data. Namun, pemutakhiran data itu dapat menentukan pilihan prinsip pengelolaan dana konvensional atau syariah, dapat melihat saldo tabungan dimanapun dan kapanpun, mengajukan minat pembiayaan rumah pertama (KPR/KBR/KRR) dan menentukan bank pencairan tabungan ketika nanti pensiun atau berakhir masa kepesertaan.

BP Tapera Genjot Pemutakhiran Data PNS Di Sumatera Selatan

Propertynbank.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali mendorong para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk dapat melakukan pemutakhiran data peserta. Pada kesempatan kali ini, BP Tapera bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menggelar forum yang menghadirkan para PNS Pemprov Sumsel pada hari Selasa, 30 Agustus 2022. Bertempat di gedung serba guna Graha Bina Praja Komplek Kantor Gubernur Pemprov Kalsel, kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi hybrid ini dihadiri setidaknya oleh lebih dari 150 peserta secara luring dan hampir 200 partisipan secara daring. Provinsi Sumatera Selatan merupakan provinsi ke-sepuluh yang dikunjungi oleh BP Tapera yang sebelumnya telah dilakukan kegiatan yang sama di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan serta Aceh dan kemudian akan disusul dengan tiga provinsi di Indonesia lainnya. Kegiatan yang bertemakan “Sosialiasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data PNS Bersama Pemerintah Daerah Prov/Kab/Kota di Sumatera Selatan” ini dihadiri langsung oleh Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi, Nostra Tarigan, didampingi oleh Direktur Operasi Pemupukan BP Tapera, Budi Santoso. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini juga turut dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Sumsel, Nora Elisya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumsel, Akhmad Mukhlis; Kepala Dinas PU Perumahan dan Permukiman Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad; Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel. Hadir pada kesempatan yang sama mewakili Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Jenderal Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Sutanto Herujatmiko. Sedangkan peserta yang hadir merupakan para Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Sumatera Selatan. Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Selatan selaku pihak Pemberi Kerja, telah menyelesaikan pemutakhiran data kepada 97.307 (90,41%) Peserta melalui portal sitara.tapera.go.id. Sedangkan dalam hal pemutakhiran individu, 28.464 (26,45%) Peserta di Sumatera Selatan yang telah melakukan pemutakhiran data, sedangkan sisanya sebanyak 79.160 (73,55%) Peserta belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Melalui sambutannya, Nostra Tarigan terus mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar terus mengingatkan kepada para PNS untuk segera memutakhirkan data diri masing-masing di portal Sitara. “Melalui rangkaian acara ini, BP Tapera akan mendampingi peserta untuk melakukan pemutakhiran data sehingga peserta dapat mengisi data-data yang dibutuhkan”, ujar Nostra Tarigan dalam sambutannya. Lebih lanjut disampaikan dalam portal sitara.tapera.go.id terdapat 10 isian yang bersifat mandatori dan confidential atau rahasia, yang hanya dapat diisi oleh para peserta. “Dengan data yang akurat kita dapat mengetahui dan memastikan informasi peserta, status kepesertaan (aktif/nonaktif), besaran setoran dan saldo simpanan, prinsip pengelolaan dana (konvensional/syariah), nomor rekening pengembalian simpanan pada saat pensiun, maupun minat dan waktu untuk memanfaatkan pembiayaan Tapera,” tambah Nostra Tarigan. Nostra Tarigan juga menyampaikan berdasarkan pemutakhiran data peserta di Pemda Provinsi Sumatera Selatan per 26 Agustus 2022, dapat diketahui bahwa dari 107.624 peserta yang terdaftar, 104.163 peserta memilih pengelolaan dana dengan prinsip konvensional dan 3.641 peserta memilih pengelolaan dana dengan prinsip syariah. Berdasarkan periode yang sama, Sumatera Selatan memiliki minat pembiayaan yang terdiri dari: Kredit Pemilikan Rumah sebanyak 2.118 peminat, Kredit Pembangunan Rumah sebanyak 390 peminat dan Kredit Renovasi Rumah sebanyak 5.390 peminat secara konvensional. Sedangkan Pembiayaan Pemilikan Rumah sebanyak 494 peminat, Pembiayaan Bangun Rumah sebanyak 119 peminat dan Pembiayaan Renovasi Rumah sebanyak 986 peminat untuk pengelolaan secara syariah. BP Tapera hingga 26 Agustus 2022 juga telah merealisasikan akad pembiayaan perumahan sebanyak 2.328 unit. Khusus untuk provinsi Sumatera Selatan BP Tapera telah merealisasikan akad pembiayaan perumahan sebanyak 54 unit atau setara dengan Rp7,68 M dengan total paling banyak berada di daerah Palembang yakni sebanyak 22 unit. Sutanto Herujatmiko melalui sambutannya mengharapkan agar para PNS untuk dapat memahami mengenai Program TaperaTapera dari kegiatan sosialisasi ini. “Harapan kami para peserta yang hadir pada hari ini untuk dapat bertanya mengenai program Tapera. Kita akan memperjuangkan para peserta PNS di Sumatera Selatan untuk dapat mendapatkan manfaat Pembiayaan Perumahan dari BP Tapera khususnya pembiayaan rumah pertama,” tutup Sutanto Herujatmiko. Pada kesempatan yang sama, Nora Elisya dalam sambutannya mengapresiasi BP Tapera karena menjadikan Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi yang ditunjuk untuk dilakukan kegiatan sosialisasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data peserta. “Melalui BP Tapera, Peserta khususnya PNS dapat menyesuaikan apa yang diinginkan sesuai dengan tiga manfaat pembiayaan yang disediakan oleh BP Tapera. BP Tapera akan hidup jika semua peserta PNS ikut bergabung di dalamnya. Kita harapkan setelah adanya sosialisasi ini, para PNS dapat segera melakukan dan melengkapi data yang diperlukan pada portal sitara.tapera.go.id,” ujar Nora Elisya. Nora Elisya juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada BP Tapera untuk terus melakukan upaya kepada para peserta yang dalam hal ini adalah PNS untuk melakukan pemutakhiran data peserta. “Kami juga terus mengimbau kepada Dewan pengurus KORPRI dan Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Selatan untuk terus mengajak anggotanya dalam melakukan pemutakhiran data dan memanfaatkan pembiayaan Tapera.” tutup Nora Elisya yang diikuti dengan membuka acara secara resmi. Kegiatan Sosialisasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data Peserta ini diawali pemaparan materi  oleh Direktur Operasi Pemupukan Dana Tapera, Budi Santoso dan diikuti oleh Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Pembiayaan Perumahan BP Tapera, Dewi Kania, serta Penyelia Pengembalian BP Tapera, Toto Sugiarto yang di moderatori langsung oleh Kepala Divisi Kepesertaan dan Sumber Dana Lain BP Tapera, Barik Gussaini. Peluang Hadiah Gelegar Rejeki Tapera Dalam rangka mendorong dan mendukung pemutakhiran data Peserta, BP Tapera juga menyelenggarakan program “Gelegar Rezeki Tapera”. Program ini merupakan apresiasi kepada para PNS yang telah melakukan pengkinian data melalui portal sitara.tapera.go.id. Bagi peserta Tapera yang telah melakukan pemutakhiran data di portal kepesertaan Sitara, maka secara otomatis memiliki kesempatan untuk memperoleh program reward yang menarik. Periode undian Gelegar akan digelar di tiga waktu, yakni Periode 1: Bulan April – Juni 2022 diundi pada Juli 2022, Periode 2: Bulan Juli – September 2022 yang akan diundi pada Oktober 2022, dan Periode 3: Bulan Oktober – Desember 2022 akan diundi pada Januari 2023. Untuk hadiah reguler akan diundi setiap periodenya, sementara hadiah Grand Prize akan diundi di akhir periode yaitu Januari 2023. Pengundian hadiah Gelegar Rejeki Tapera Periode I telah dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2022 lalu dan telah terdapat 67 pemenang yang mendapatkan 47 unit handphone samsung A03 dan 20 unit samsung Tablet A8 dan daftar pemenang dapat dilihat pada

Data PNS Bapertarum Jateng Ditargetkan 100% Migrasi ke BP Tapera Tahun 2022

Propertynbank.com – BP Tapera terus mendorong para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk melakukan pemutakhiran data. Adapun tujuan dari pemutakhiran ini adalah untuk memperoleh gambaran kebutuhan data perumahan pada para PNS, baik dalam tingkatan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Dalam rangka mendorong hal tersebut, BP Tapera bekerjasama dengan Koprs Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) melakukan roadshow Sosialisasi Program Tapera dan Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data PNS. Kegiatan ini diinisiasi bersama dengan Ketua Umum KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh sejak awal Juni 2022 lalu, dan telah hadir di beberapa daerah, yaitu seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kunjungan keempat kali ini, BP Tapera bersama KORPRI berkunjung ke Provinsi Jawa Tengah. Bertempat di Wisma Muria, BPSDM Daerah Provinsi Jawa Tengah yang beralamat di Srondol, Semarang. BP Tapera bersama KORPRI pada hari Selasa 19 Juli 2022 mengadakan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk hybrid, dan dihadiri setidaknya 150 peserta secara luring dan lebih dari 1.000 partisipan secara daring yang merupakan perwakilan PNS Provinsi jawa Tengah yang tersebar di 35 Kabupaten dan Kota. Pemutakhiran Data PNS Dengan tema “Sosialisasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data PNS Bersama Pemerintah Prov/Kab/Kota di Jawa Tengah” ini dihadiri oleh Deputi Komisioner BP Tapera, Eko Ariantoro; didampingi Direktur Kerja Sama Kepesertaan BP Tapera, Imam Syafi’i Toha; Plt Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Is Aprianto, serta Kepala Divisi Kepersertaan dan Sumber Dana Lainnya, Barik Gussaini. Sedangkan dari pihak Pemerintah Daerah Jawa Tengah hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tegah, Arief Djatmiko. Turut hadir pula Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Sutanto Herudjatmiko. Eko Ariantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan data BP Tapera, saat ini Provinsi Jawa Tengah memiliki 308.854 peserta Tapera aktif, dimana 293.600 peserta memilih pengelolaan dana dengan Prinsip Konvensional dan 15.254 memilih pengelolaan dana dengan Prinsip Syariah. Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah selaku pihak Pemberi Kerja, telah menyelesaikan pemutakhiran data kepada 288.610 Peserta (93,45%) melalui portal sitara.tapera.go.id. Sedangkan dalam hal pemutakhiran individu, 197.220 (63,86%) Peserta di Pemda Jawa Tengah yang telah melakukan pemutakhiran data, sedangkan sisanya sebanyak 111.634 peserta (36,14%) belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Perlu diketahui bersama, bahwa pemutakhiran data Peserta selain dilakukan oleh Pemberi Kerja, para peserta tetap perlu melakukan pemutakhiran data yang bersifat pribadi dan confidential yang hanya bisa diakses dan diisi oleh masing-masing Peserta. “Pemutakhiran data penting bagi Peserta untuk mengetahui dan memastikan informasi data Peserta, status kepesertaan (aktif/nonaktif), besaran setoran dan saldo Simpanan, pilihan prinsip pengelolaan dana (konvensional/syariah) serta rekening pengembalian Simpanan pada saat pensiun” ujar Eko Ariontoro Lebih lanjut Eko menyampaikan, hingga per 15 Juli 2022 sebanyak 75.511 Peserta telah menentukan minat pembiayaan Tapera, yang terdiri dari 11.500 Kredit Pemilikan Rumah, 4.779 Kredit Bangun Rumah, dan 50.365 Kredit Renovasi Rumah dengan prinsip konvensional. Sedangkan pada peserta dengan prinsip syariah, sebanyak 1.393 Pembiayaan Pemilikan Rumah, 633 Pembiayaan Bangun Rumah, dan 4.361 Pembiayaan Renovasi Rumah dengan prinsip Syariah. Hingga akhir Juni 2022 Provinsi Jawa Tengah telah memberikan realisasi akad Kredit Pemilika Rumah Tapera sebanyak 75 unit rumah atau sebesar Rp10,84 Miliar. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan dukungannya kepada BP Tapera terhadap pemutakhiran data ini. “Alhamdulilllah, Provinsi Jawa Tengah sudah termasuk cukup baik dalam hal pemutakhiran data, kami memberikan apresiasi kepada pihak BKD Provinsi Jawa Tengah karena telah mencapai 93,55%,” ungkap Arief. Sedangkan dalam hal pemutakhiran individu, sebanyak 63,87% para PNS di Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pemutakhiran. Disebutkan lebih lanjut oleh Arief, daerah Kabupaten / Kota yang telah mencapai angka tinggi lebih dari 80% adalah seperti pada Magelang, Surakarta, dan Tegal. Meskipun demikian, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan perhatian pada Kabupaten / Kota dengan capaian pemutakhiran masih rendah di bawah 30%, seperti pada Salatiga, Semarang, Pati, dan Pemalang. “Perlu untuk dikejar, kami menargetkan paling tidak tahun 2022 ini kita sudah bisa merealisasikan migrasi data Bapertarum ke BP Tapera. Bagi Kepala Dinas Kabupaten dan Kota, silakan koordinasi kepada kami, akan kami fasilitasi,” ujar Arief. Dalam kesempatan yang sama, diadakan sosialisasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data Peserta yang disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Kepesertaan BP Tapera, Plt Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, dan Pengelola Pengelolaan Tapera Syariah BP Tapera.