PNB_Back_Up

Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Kalsel Terima Dana PEN Rp200 Miliar

INFO PERBANKAN – Pandemi Global Covid-19 menuai dampak di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali sektor ekonomi. Salah satunya ditandai dengan adanya perlambatan dan penurunan kondisi ekonomi di kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) maupun skala besar. Sejak ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 64/PMK.05/2020 tanggal 5 Juni 2020 tentang Penempatan Dana Pada Bank Peserta Dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank Kalsel segera mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) untuk menjadi Bank Mitra sebagai penyalur dana PEN. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang melihat komitmen kuat dari Bank Kalsel untuk berpartisipasi mendukung percepatan pemulihan ekonomi daerah maupun nasional. [irp] Bank Kalsel mempersiapkan skema Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) sebagai salah cara untuk mendukung percepatan akses keuangan daerah. EKD dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung penguatan perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan di masa pandemi kini hingga ke masa depan nantinya. Hal ini dikarenakan berbagai entitas di daerah baik itu pemerintah daerah, perangkat daerah, perusahaan daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), lembaga jasa keuangan daerah maupun pihak ke-3 seperti vendor, supplier dan konsultan yang saling berjalin berkelindan dalam rangka menunjang pengelolaan keuangan daerah supaya lebih efektif dan efisien serta mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah. Skema EKD telah mendapat restu dan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang mana disisipkan dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan nomor 0129 Tahun 2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang Optimalisasi Penerimaan Pendapatan Daerah. Dengan adanya konsep ini, maka Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah, dapat berperan aktif untuk menggeliatkan perekonomian melalui penyaluran dana kepada para pelaku ekonomi, sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa lebih efektif dan diakselerasi dengan cepat. [irp] Setelah menanti selama hampir 1 (satu) tahun, akhirnya Bank Kalsel menerima kucuran dana PEN sebesar Rp200 miliar (25/2). Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Sulaimansyah, SE, selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Kalimantan Selatan, kepada Agus Syabarrudin, Direktur Utama Bank Kalsel, di Kanwil DJPb, Banjarmasin. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan pemerintah kepada kami. Dana ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Program PEN. Program KUR Super Mikro dan skema EKD yang telah disetujui akan menjadi andalan kami dalam penyaluran dana PEN ini. Kami di Bank Kalsel akan all out mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 4,5 hingga 5,3 persen yang ditetapkan Menteri Keuangan. Kami di Bank Kalsel terbuka untuk mendukung semua program dan stimulus dari Pemerintah Pusat,” terang Agus. [irp] Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa Bank Kalsel akan terus bergerak bahu-membahu bersama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mengupayakan pemulihan ekonomi masyarakat banua sebagai akibat dari pandemi Covid-19 maupun bencana Banjir Kalsel. “Dana PEN ini berasal dari uang negara, jadi mari kita bersama-sama gunakan untuk kepentingan masyarakat semaksimal mungkin. Dengan kucuran dana PEN sebesar Rp200 miliar ini, dalam penyalurannya akan kami leverage dua kali lipat sebagai bentuk dukungan pembiayaan sektor UMKM. Segera setelah dana kami terima akan langsung disalurkan dalam bentuk kredit pembiayaan, sehingga masyarakat yang membutuhkan dukungan pembiayaan bisa kembali melakukan kegiatan usaha mereka. Kami di Bank Kalsel, setia melayani masyarakat sehingga bisa melaju bersama. Insya Allah usaha kita bersama untuk bisa melewati bencana ini bisa memberikan hasil yang baik,” pungkas Agus.

Laporkan Dalam RUPS Tahunan, Aset Bank Kalsel Tahun 2020 Tumbuh 6,43%

INFO PERBANKAN – Bank Kalsel gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2020 dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2021 pada hari Rabu, tanggal 10 Februari 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Rattan Inn, Banjarmasin tersebut dihadiri oleh seluruh Pemegang Saham Bank Kalsel baik Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Walikota dan Bupati maupun Perwakilan dari 13 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. [irp] Seluruh Pemegang Saham sepakat menerima Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi, Penunjukan KAP untuk audit Tahun Buku 2021 dan Laporan Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) yang menjadi agenda dalam RUPS Tahunan. Sementara untuk RUPS LB, seluruh Pemegang Saham juga sepakat menerima Laporan Permodalan, tindaklanjut hasil audit KAP dan Pembagian Laba/Hasil Usaha, termasuk dividen, yang disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel. Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Direksi tahun buku 2020, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengatakan, walau banyak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang tidak menentu sebagai akibat dari Pandemi Covid-19, kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tahun 2020 tetap mampu bertumbuh positif dan memperoleh hasil yang cukup bagus. [irp] “Ini bisa dilihat, pertama dari sisi aset, jika di tahun 2019 lalu kita mampu membukukan Rp13,95 Triliun, maka pada tahun 2020 ini naik menjadi Rp14,85 Triliun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 6,43% per Desember 2020,” terang Agus. Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 9,57% dari tahun 2019. Jika tahun 2019 lalu DPK hanya mencapai Rp10,97 Triliun, maka di tahun 2020 naik menjadi Rp12,02 Triliun. Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2020 naik menjadi Rp11,19 Triliun, dimana pada tahun 2019 lalu capaiannya sebesar Rp10,45 Triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 7,13%. Dari pencapaian tersebut, Kredit Produktif yang meliputi Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi menyumbang sekitar 46,22%. Ini tentunya sudah sangat baik seiring dengan komitmen Bank Kalsel yang ingin menggeliatkan sektor ekonomi produktif di Banua, dimana pada tahun 2020 membukukan Rp5,17 Triliun naik 3,82% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp4,98 Triliun. [irp] Pertumbuhan yang cukup signifikan adalah pada kinerja Laba (setelah pajak), yang dalam hal ini menunjukkan hasil yang cukup baik apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk kinerja Laba (setelah pajak), nilai yang berhasil dibukukan adalah Rp196,50 Miliar pada tahun 2020 ini. Pencapaian tersebut lebih tinggi 23,04% dibanding realisasi tahun 2019 lalu yang hanya mencapai Rp159,70 Miliar. “Pencapaian indikator keuangan utama ini, Alhamdulillah berada di atas rata-rata peer group BPD BUKU II seluruh Indonesia,” jelas Agus. Terkait kebijakan bisnis di tahun 2021, Bank Kalsel mengangkat tema Growing in The Crisis yang diinterpretasikan ke dalam 3 (tiga) Model Bisnis sebagai Key Success Factor untuk dapat terus bertumbuh di tengah krisis, antara lain Survival Mode, Adaptive Mode dan Offensive Mode. Model Bisnis tersebut diimplementasikan pada 2 (dua) Grand Strategy, yakni IT Development dan People Development, yang kemudian diturunkan lagi pada 3 (tiga) fokus strategi yang terdiri dari Optimalisasi Pendapatan untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam kondisi wajar, Efisiensi Biaya berdasarkan skala prioritas, dan Menjaga Kualitas Kredit (NPL). [irp] “Dengan tiga fokus strategi tersebut diharapkan Bank Kalsel mampu meningkatkan kinerja keuangannya untuk tahun 2021 baik itu dalam hal pertumbuhan aset sebesar 8,41%, pertumbuhan DPK sebesar 9,71%, pertumbuhan kredit sebesar 6,50% dan laba sebesar 9,43%” tukas Agus. Komisaris Utama Bank Kalsel, Ary Bastari menyampaikan rasa optimis dan dukungan terhadap manajemen Bank Kalsel dalam menatap tahun 2021. “Jika dilihat tantangan di tahun 2021 kali ini tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Apalagi ditahun ini, sektor perekonomian masih dihadapkan dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang masih mencekam. Tapi dengan konsistensi dan kerjasama antar lini untuk terus berbenah dan fokus dalam bekerja, kami meyakini target tersebut bisa diwujudkan bahkan melampauinya,” tegas Ary. [irp] Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menambahkan, Bank Kalsel sebagai salah satu Badan Usaha milik Pemerintah Daerah diharapkan bisa terus konsisten dan selalu Bergerak dalam meningkatkan kinerja usahanya. “Kondisi saat ini dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 yang masih mencekam masyarakat, mengakibatkan pelemahan pada seluruh sektor perekonomian, baik daerah maupun nasional. Persaingan dengan kompetitor tentu semakin berat dan tidak bisa dihindarkan. Tapi saya meyakini Bank Kalsel bisa terus menjadi Bank Kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan dan tetap eksis dari zaman ke zaman. Kerjasama antar unit kerja dan fokus bekerja sangat penting untuk dijaga, guna mewujudkan visi Bank Kalsel ke depan,” pungkasnya.