PNB_Back_Up

Yayasan Metropolitan Peduli Serah Terima Renovasi Sekolah Korban Gempa Cianjur

Propertynbank : Gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat, November tahun lalu. Dampak yang ditimbulkan akibat gempa cukup dahsyat, salah satunya pada sektor pendidikan. Banyak sekolah mengalami kerusakan sehingga menyebabkan para siswa tidak dapat bersekolah. Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat khususnya yang terdampak bencana gempa bumi, PT Metropolitan Land Tbk melalui Yayasan Metropolitan Peduli (YMP) memberikan bantuan sosial kepada para korban dalam bentuk renovasi bangunan sekolah yang rusak. Salah satunya renovasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jambudipa 1 Cianjur, yang Kegiatan renovasi telah dilakukan sejak Januari. Yayasan Metropolitan Peduli (YMP) melakukan serah terima renovasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jambudipa 1 Cianjur kepada Pemda Cianjur, Jawa Barat yang diwakili oleh Kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Akib Ibrahim dan didampingi Kepala Sekolah SDN Jambudipa 1 Cianjur, Adah Saadah (09/03/2023). SDN Jambudipa 1 Cianjur dengan jumlah siswa sebanyak 485 siswa, merupakan salah satu bangunan sekolah yang rusak akibat bencana alam gempa bumi yang melanda Cianjur beberapa waktu lalu. Pembangunan renovasi sekolah merupakan wujud komitmen YMP yang memandang pendidikan sebagai faktor utama dalam membangun bangsa. Sekolah merupakan hal utama dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan masa depan anak yang lebih unggul. Kegiatan renovasi yang dimulai dari bulan Januari ini meliputi 10 ruang kelas belajar, 2 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, mushola dan toilet. “Saat ini para siswa sudah dapat kembali ke sekolah untuk kegiatan belajar” ujar Benny Mahartana, Ketua Umum Yayasan Metropolitan Peduli. Bantuan renovasi sekolah ini sejalan dengan visi misi YMP untuk Peduli Sesama, membangun negeri khususnya dalam bidang pendidikan. “YMP berkontribusi nyata melalui renovasi sekolah kepada generasi penerus bangsa untuk dapat melanjutkan pendidikan yang layak dan nyaman” lanjut Benny dalam siaran persnya. Sebelumnya, YMP juga memberikan bantuan dalam bentuk sembako, handuk dan selimut kepada masyarakat yang terkena musibah akibat gempa Cianjur secara bertahap.

Puan Maharani Puji Pembangunan Huntap Kementerian PUPR di Cianjur

puan maharani

Propertynbank.com – Ketua DPR RI Puan Maharani memuji hasil pembangunan hunian tetap (Huntap) yang dilaksanakan Kementerian PUPR untuk masyarakat yang harus direlokasi akibat bencana gempa bumi di Kabupaten, Cianjur, Jawa Barat. Pembangunan Huntap yang menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA) dinilai memiliki kualitas yang baik serta nyaman untuk dihuni oleh masyarakat yang akan menempatinya bersama keluarganya. “Rumah atau Huntap yang dibangun Kementerian PUPR ini sangat bagus sekali, bersih dan lingkungannya juga tertata dengan baik. Saya harap masyarakat yang menghuninya bisa menjaga kebersihan dan selalu menjaga agar tetap rukun dan guyub,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan sambutan pada kegiatan Penyerahan Simbolis Rumah Hunian Tetap Relokasi Korban Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurut Puan Maharani, dirinya selalu memantau proses pembangunan infrastruktur dan perumahan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR khususnya pasca bencana alam di Kabupaten Cianjur. Hal itu dilakukan agar masyarakat mendapatkan bantuan kemanusiaan dan tempat tinggal yang layak karena banyak hunian yang rusak parah akibat gempa bumi sesar Cugenang. “Hari ini sudah 100 hari pasca bencana di Kabupaten Cianjur dan kami telah menurunkan tim terjun ke lapangan guna memantau kondisi masyarakat yang terkena dampak gempa. Dan hari ini 200 Huntap diatas lahan 2,4 hektar di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur sudah selesai dibangun dan siap diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya. Pada kesempatan itu, Ketua DPR didampingi Bupati Cianjur Herman Suherman dan Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto juga menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada salah seorang penerima bantuan Huntap. Lebih lanjut dirinya juga meminta agar Kementerian PUPR segera menyelesaikan sisa kebutuhan hunian untuk masyarakat. Apalagi berdasarkan data yang ada di Pemerintah Kabupaten Cianjur ada sekitar 500 rumah masyarakat yang rusak. “Kementerian PUPR langsung memberikan 200 rumah dan bisa segera ditempati. Rencananya 500 rumah di 3 lokasi dan saya mendorong agar sebelum lebaran masyarakat bisa segera masuk ke rumah,” harapnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menjelaskan, pihaknya terus mempercepat penyelesaian pembangunan Huntap untuk masyarakat. Untuk Huntap yang digunakan untuk relokasi warga tahap pertama dibangun diatas lahan 2,4 hektar lengkap dengan prasarana, sarana dasar seperti jalan lingkungan, saluran air bersih, balai warga dan tempat ibadah. “Sebanyak 200 rumah sudah selesai dibangun dan sedang dalam proses serah terima aset barang milik negara kepada Pemkab Cianjur. Selain itu kami juga sedang membangun 151 unit Huntap di Kecamatan Mande dan sisanya menunggu kesiapan lahan yang disiapkan Pemkab Cianjur di Kecamatan Cipanas,” terangnya.

Yayasan Tarumanagara Renovasi Sekolah Yang Hancur Akibat Gempa di Cianjur

Yayasan Tarumanagar

Propertynbank.com – Yayasan Tarumanagara telah menyelesaikan renovasi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-Khoeriyyah, yang mengalami kerusakan parah bahkan nyaris hancur akibat gempa di di Ciherang, Cianjur Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. melakukan peresmian atas rampungnya renovasi sekolah tersebut, Rabu (8/2) lalu. Bantuan yang diberikan Yayasan Tarumanagara di sektor pendidikan itu, dalam rangka mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat gempa yang tergolong cukup dahsyat tersebut. Tak sedikit sekolah yang mengalami kerusakan sehingga menyebabkan para siswa tidak dapat bersekolah dan melakukan proses belajar mengajar. Bersama jajarannya, Yayasan Tarumanagara dengan sigap langsung memberikan bantuan sosial kepada para korban dalam bentuk renovasi bangunan sekolah yang rusak. Hal ini sesuai dengan visi misi Yayasan Tarumanagara yaitu berperan aktif dalam pembangunan negara dengan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. mengatakan, sebagai salah satu yayasan terbesar di Indonesia, Yayasan Tarumanagara tidak akan berhenti memberikan kontribusi nyata dan membantu masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan ras karena kita adalah satu keluarga. “Yayasan Tarumanagara akan membantu sekolah-sekolah lain yang juga membutuhkan perbaikan agar generasi penerus bangsa dapat memperoleh dan melanjutkan pendidikan yang layak dan nyaman,” jelas Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. Yayasan Tarumanagara Aktif Bantu Warga Universitas Tarumanagara (Untar), kata dia, yang merupakan bagian dari Yayasan Tarumanagara, turut memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa di Cianjur melalui penggalangan dana Untar Peduli dan beragam kegiatan yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), bulan Desember 2022 lalu. Selain itu, dosen dan mahasiswa diterjunkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan. Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., AE. menjelaskan, Untar juga memberikan bantuan untuk para bayi agar mendapatkan perlindungan yang layak, pendampingan bagi anak-anak dalam bentuk trauma healing, pendampingan kepada keluarga karena bencana, membantu petani agar dapat kembali berkegiatan secara produktif, dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya. “Kegiatan PKM tersebut merupakan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek RI yang ditujukan untuk membantu masyarakat bangkit kembali dan menata kehidupan. Inilah bentuk komitmen dan kepedulian Yayasan Tarumanagara dan Untar sebagai bentuk implementasi Untar untuk Indonesia,” tutup Rektor Untar.

Peduli Korban Gempa Cianjur, DPP Apersi Salurkan Bantuan Bahan Makanan

Propertynbank.com – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) menyalurkan bantuan kemanusian kepada korban gempa Cianjur, Jawa Barat pada Selasa (13/12/2022) lalu. Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdilah mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Apersi kepada saudara-saudara kita di Cianjur yang terkena bencana gempa. Junaaidi menambahkan, bantuan ini merupakan donasi dari anggota yang dirangkum oleh perwakilan Dewan Perwakilan Daerah Apersi provinsi. “Saya berterimakasih kepada kepedulian anggota Apersi yang ada di seluruh Indonesia dan semoga memberikan manfaat bagi warga terkena gempa,” imbuh Junaidi melalui keterangan pers, Sabtu (17/12). Bantuan yang diberikan di fokuskan di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang berupa bahan makanan, seperti beras, mie instan, sarden, biskuit dan lainnya. Menurut Junaidi dana kita sengaja fokus pada bahan makanan karena ini yang dibutuhkan warga korban gempa setiap hari dan ini lebih efektif. “Semoga yang kita lakukan akan meringankan beban warga terdampak gempa. Semoga gerakan yang kita namanakan “Apersi Peduli” ini tak berhenti sampai di sini saja. Karena kepedulian kita ini akan menjadi motivasi bagi korban karena mereka tidak merasa sendirian,” jelas Junaidi Abdilah. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Kepada Desa Mangunkerta Ira Rismayati yang menyatakan dirinya sangat bersyukur atas perhatian berbagai pihak kepada warga korban gempa Cianjur. “Banyak pihak telah membantu dan salah satunya datang dari Apersi yang merupakan asosiasi pengembang perumahan. Kepedulian Apersi ini membuat kami termotivasi untuk segera bangkit dan optimis, sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kepeduliannya,” tegasnya. Apersi Peduli Sebelumnya, kegiatan yang sama seperti ini sering dilakukan oleh DPP Apersi. Menurut Junaidi, kepedulian ini merupakan bentuk empati kita sesama anak bangsa. “Dan sebagai salah satu organisasi pengembang terbesar yang anggota kita tersebar di seluruh Indonesia adalah modal kita dalam melakukan sebuah aksi nyata, seperti kegiatan ini,” pungkas Junaidi.

Terapkan Metode RISHA, 2 Sekolah di Cianjur Ini Tidak Terdampak Gempa

Propertynbank.com – Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan amanat untuk melakukan rehabilitasi dan renovasi pada sarana prasarana pendidikan. Sampai dengan tahun 2021 lalu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melaksanakan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana bagi 12 sekolah di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor yang meliputi SDN Cibantala 1, SDN Kidang Kencana, SDN Sirnagalih, SDN Leles, SDN Mekarsari, SDN Puncakwangi, SDN Selaawi, SDN Simpang 1, SDN Bojong Koneng, SDN Gelarpawitan, SMPN 4 Cidaun dan SDN Rengasjajar. Pekerjaan dilaksanakan selama 180 hari kerja dengan nilai kontrak sebesar Rp23,6 miliar. 2 diantara 12 sekolah tersebut, dibangun dengan konstruksi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yaitu SDN Cibantala 1 dan SDN Kidang Kencana. Pada bencana gempa bumi berskala 5,6 SR yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Cianjur, kedua sekolah tersebut tidak terdampak atau mengalami kerusakan karena menerapkan teknologi RISHA yang merupakan bangunan tahan gempa. “Pada tahun 2020, sekolah ini direhabilitasi dan direnovasi dengan menggunakan teknologi RISHA dan alhamdulillah relatif aman, hampir tidak ada kerusakan sedikitpun. Kalau ada hanya kerusakan arsitektural, namun secara struktur aman,” terang Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto saat  melakukan peninjauan infrastruktur pasca gempa Cianjur, Minggu (11/12) lalu. Iwan menerangkan, metode RISHA tidak hanya dapat diterapkan pada pembangunan rumah saja, tetapi juga pada fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), termasuk salah satunya sekolah. “Kami menyadari bahwa Cianjur, khususnya Jawa Barat merupakan daerah rawan bencana. Maka dalam perencanaan pembangunan, sekolah ini didesain sebagai bangunan tahan gempa. RISHA tidak hanya dapat dibangun untuk rumah, tetapi juga kita bangun untuk fasum fasos,” terang Iwan. Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menerapkan metode RISHA untuk pembangunan fasum fasos di beberapa lokasi rawan gempa di Indonesia. Seperti di Lombok, Aceh, Nias, Mentawai, Sulawesi Barat, dan NTT. “Pada pasca gempa Lombok, selain sekolah, madrasah, masjid, dan pasar, beberapa balai warga juga kami bangun dengan teknologi RISHA. Dan Alhamdulillah aman dari bahaya gempa. Termasuk di Aceh, pada tahun 2016 lalu ada 21 sekolah, di Nias 2020 – 2021 ada 91 sekolah, di Mentawai ada 30 sekolah, Sulawesi Barat pasca gempa ada 147 sekolah dan madrasah, dan di NTT dibangun juga,” kata Iwan. RISHA Akan Diperbanyak Di Sekolah Kedepannya, Kementerian PUPR terus berupaya untuk memperbanyak pembangunan sekolah dengan penerapan teknologi RISHA. “Saat ini prototype sekolah dengan penerapan teknologi RISHA sudah ditetapkan dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Cipta Karya No. 47 / 2019 sebagai desain prototype pembangunan sekolah. Dimana menurut Kemendikbudristek, disebut sebagai sekolah yang ramah terhadap gempa,” tandas Iwan.

Pembangunan 200 Unit RISHA Untuk Warga Terdampak Bencana Cianjur Dikebut

Propertynbank.com – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat proses pembangunan rumah tahan gempa untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pembangunan 200 unit rumah tahan gempa di atas lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Cianjur tersebut menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA) tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap dan diperkirakan selesai pada Januari 2023 mendatang. “Kami terus mempercepat pembangunan rumah tahan gempa RISHA untuk relokasi hunian masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Rabu (7/12/2022). Kementerian PUPR, imbuh Iwan, akan berupaya semaksimal mungkin agar proses pembangunan RISHA bisa berjalan dengan baik di lapangan. Apalagi Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektar di di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku yang lokasinya sangat strategis dan tidak jauh dari pusat keramaian. Lebih lanjut, Iwan menerangkan, proses pembangunan rumah khusus RISHA tersebut dilaksanakan oleh  PT. Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana pembangunan dan PT. Indah Karya sebagai manajemen konstruksi dalam proses pembangunan rumah khusus tersebut. Rumah tahan gempa RISHA yang dibangun nantinya memiliki spesifikasi tipe 36 dan memiliki luas tanah 75 meter persegi. Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Cianjur Herman Suherman juga telah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan RISHA. “Kami mentargetkan proses serah terima tahap I sebanyak 80 unit bisa dilaksanakan pada minggu ke empat bulan Desember 2022. Sedangkan serah terima tahap II sebanyak 120 unit pada pekan ke 3 bulan Januari 2023 mendatang. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar pembangunanya dapat berjalan lancar di lapangan,” tandasnya. Saat ini, pihaknya juga sudah menyelesaikan rumah contoh untuk rumah tahan gempa RISHA di lokasi pembangunan serta akan melengkapi perumahan tersebut dengan prasarana, sarana dan utilitas yang memadai sehingga masyarakat yang direlokasi ini dapat tinggal dengan nyaman. “Kami juga melaksanakan pekerjaan  pembangunan RISHA secara pararel seperti pekerjaan pondasi, instalasi RISHA, pekerjaan arsitektur dan pekerjaan yang berkaitan dengan sistem mekanikal (mesin), sistem elektrikal (kelistrikan), dan sistem plumbing (pemipaan), ekerjaan jalan, saluran dan pemipaan air bersih. Kami juga mendorong penggunaan material fabrikasi seperti panel RISHA, Saluran U Ditch, Keramik HT 60×60 cm dan pintu UPVC,” terangnya. Teknologi RISHA Lebih lanjut, Iwan menerangkan, teknologi RISHA adalah merupakan salah satu teknologi rumah tahan gempa yang berdasarkan hasil penelitian dan dikembangkan oleh Kementerian PUPR. Pemanfaatan RISHA telah diterapkan untuk berbagai kondisi perumahan, terutama untuk penanggulangan bencana di Aceh pasca tsunami dan gempa, penanganan gempa di Pidie Jaya 2016 – 2017. Selain itu RISHA juga telah dibangun di NTB 2018 kemudian di Sulawesi Tengah 2018 -2019, penanganan bencana di Sulawesi Barat, relokasi warga terdampak Siklon Seroja NTB dan NTT dan yang terakhir 2021 untuk pembangunan huntap pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Selain digunakan untuk pembangunan rumah, katanya, teknologi RISHA ini juga bisa dibangun untuk Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial  seperti sekolah, masjid, dan beberapa bangunan yang lainnya. Di NTB teknologi RISHA digunakan untuk kontruksi pasar, sekolah, masjid, perkantoran. “Pada tahun 2020 lalu kami pernah membangun dua sekolah dengan menggunakan teknologi RISHA di Kecamatan Cilaku dan Alhamdulillah pasca gempa sekolah yang dibangun dengan teknologi RISHA terbukti tangguh dan bangunan sekolah itu juga tidak terdampak sama sekali,” katanya.

Apersi Banten Berikan Bantuan Senilai Rp50 Juta Untuk Korban Gempa Cianjur

Propertynbank.com – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Banten (DPD Apersi Banten) menyalurkan bantuan kemanusia kepada korban gempa Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (30/11). Ketua DPD Apersi Banten, Safran Edi Harianto Siregar mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Apersi Banten kepada korban di Cianjur yang terkena bencana gempa. “Saya berterimakasih kepada kepedulian anggota dan semoga memberikan manfaat bagi warga terkena gempa. Bantuan ini merupakan donasi dari anggota Apersi Banten,” tegas Safran. Total bantuan yang hampir mencapai angka Rp50 juta tersebut menurut Safran dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan korban bencana, hal ini lebih efektif dan kita fokus kepada kebutuhan seperti beras hingga pakaian. “Semoga apa yang kita lakukan akan meringankan beban warga terdampak gempa,bantuan yang kami berikan beragam, mulai dari beras, makanan, selimut, baju dan kebutuhan dasar lainnya hingga pampers anak-anak. Selain itu kepedulian kita ini akan menjadi motivasi bagi korban karena mereka tidak merasa sendirian,” jelas Safran. Sejumlah bantuan ini diserahkan ke beberapa desa seperti Wangunjaya dan Gasol, keduanya berada di Kecamatan Cugenang. “Selain itu kita juga menyerahkan bantuan ke dapur umum Dinas Kesehatan Cimacan,” jelas Safran. Apersi Banten Peduli Penyerahan bantuan ini langsung diberikan oleh pengurus DPD Apersi Banten lainnya seperti  Anto Distanto (Sekretaris), Zaenal Abidin (Bendahara), Sabri Nurdin (ketua DPOD) dan beberapa anggota lainnya. Sebelumnya, kegiatan yang sama seperti ini sering dilakukan Apersi Banten. “Saat tsunami Anyer dan banjir di Serang beberapa waktu lalu kita juga melakukan hal yang sama,” tutup Safran.