Jakarta Lebih Layak Huni Setelah Ibu Kota Indonesia Pindah ke Nusantara

Propertynbank.com – Banyak pertanyaan muncul mengenai bagaimana masa depan Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Wajar jika muncul kekhawatiran terutama mengenai kelangsungan aktivitas bisnis di dalam kota Jakarta, mengingat posisinya sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Ferry Salanto, Head of Research Colliers mengatakan, dalam konteks relokasi ibu kota Indonesia ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Jakarta diproyeksikan menjadi lebih layak huni dengan berkurangnya kemacetan lalu lintas, yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap meningkatkan nilai properti di berbagai area. “Pengosongan gedung-gedung pemerintah di lokasi strategis dapat menciptakan peluang baru untuk pengembangan komersial di dalam kota,” ujarnya. Baca Juga : Joko Widodo Bilang Membangun IKN Transformasi Menuju Kota Hutan Berkelanjutan Berdasarkan penelitian Colliers, Jakarta, dengan infrastruktur yang berkembang pesat dan sejarah ekonomi yang kuat, tetap menjadi magnet investasi bagi pelaku bisnis domestik dan internasional. Sebagai kota terbesar dan pusat ekonomi nasional, Jakarta memainkan peran penting melalui sektor perdagangan, informasi dan komunikasi, industri, dan keuangan. Kantor Di Jakarta Jadi Hunian Sektor perkantoran komersial di Jakarta sedang menghadapi kelebihan pasokan, dengan 2,43 juta meter persegi ruang kosong, sehinggamemperketat persaingan dan menyulitkan gedung-gedung lama untuk menarik penyewa. Dalam konteks ini, mengubah kantor lama pemerintah menjadi unit hunian tampaknya bisa menjadi pilihan yang paling realistis dan strategis. Selain itu, seiring dengan kosongnya gedung-gedung pemerintah di Jakarta, salah satu opsi adalah dengan mengubahnya menjadi hotel. Tidak semua gedung sesuai untuk diubah menjadi hotel bisnis besar. Struktur yang lebih kecil dan unik mungkin lebih cocok untuk diubah menjadi hotel butik dengan kapasitas sekitar 60 kamar. Meskipun Jakarta saat ini dikenal sebagai pusat bisnis, kota ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Menanam Pohon di IKN Sementara itu, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan penanaman pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati bulan menanam pohon nasional tahun 2024 di KIPP IKN, tepatnya di Miniatur Hutan Hujan Tropis Nusantara pada Kamis (12/12/2024). Baca Juga : OIKN Akui Pembangunan Nusantara Sangat Kompleks dan Penuh Tantangan Penanaman ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya keluarga besar Otorita IKN terhadap lingkungan juga meningkatkan pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon. Kegiatan ini menekankan visi Nusantara forest city, yaitu mewujudkan IKN sebagai kota yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan harapannya bahwa kegiatan menanam pohon ini dapat terus dilakukan sehingga menjadi bagian dari gaya hidup. “Menanam pohon ini tidak hanya dilakukan sekali kali, tapi semoga bisa menjadi kebiasaan, menjadi gaya hidup kita,” ujarnya. Beragam jenis tanaman mulai dari Balangeran, Ulin, Meranti, Duren, Jambu, Salam, hingga Rambutan ditanam di dalam 600 lubang tanam di antara pohon eukaliptus untuk menjadikan kawasan Nusantara sebagai hutan heterogen. Kegiatan ini sejalan dengan target pembangunan IKN, yaitu menciptakan 75% ruang hijau di kawasan, yang terdiri dari 65% kawasan lindung dan 10% kawasan ketahanan pangan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Ibu Kota Negara. Konsep Kota Hutan yang diterapkan IKN menekankan pentingnya harmoni antara pembangunan perkotaan dan pelestarian lingkungan, menjadikan penanaman pohon sebagai langkah utama menuju keberlanjutan ekologis. Konsep kota hutan merupakan perwujudan kota berkelanjutan dengan mempertahankan, mengelola, dan merestorasi ekosistem hutan sebagai solusi berbasis alam untuk mengantisipasi berbagai permasalahan dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan. Beberapa strategi akan dilakukan oleh Otorita IKN untuk menerapkan konsep tersebut, di antaranya melalui upaya rehabilitasi, pengelolaan hutan secara berkelanjutan, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengaturan tata ruang dan tata bangun lingkungan, pengembangan partisipasi masyarakat. Baca Juga : Komisi II DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Otorita IKN Sebesar Rp 27,8 triliun Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri menambahkan bahwa, ini adalah upaya untuk meneguhkan komitmen dari Otorita IKN untuk terus menggalakkan kegiatan penanaman pohon, di mana pun di seluruh kawasan IKN. “Sebagai bentuk mentransformasikan ekosistem di IKN yang sebagian besar sudah terlanjur rusak untuk kembali mendekati ekosistem hutan tropis Kalimantan,” katanya. Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dan keluarga besar Otorita IKN dapat memahami peran strategis dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan, tidak hanya sebagai bagian dari pekerjaan, tetapi juga sebagai komitmen untuk masa depan yang lebih hijau. Hari Menanam Pohon Indonesia ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan IKN berorientasi pada harmoni antara infrastruktur dan kelestarian alam.
Joko Widodo Bilang Membangun IKN Transformasi Menuju Kota Hutan Berkelanjutan

Propertynbank.com – Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berdiri sebagai manifestasi dari komitmen kuat untuk membangun Nusantara sebagai smart forest city yang berkelanjutan. Dengan konsep kota cerdas yang mengedepankan teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan, pembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kota yang ideal huni dan memberi kebahagiaan. Pembangunan Nusantara merupakan kerja keras bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, dalam upaya mewujudkan transformasi budaya dan peradaban. Bukan hanya soal relokasi ibu kota, tetapi juga penciptaan identitas baru bangsa yang mencerminkan aspirasi Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, cerdas, dan berkelanjutan. Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan, “Sangat penting dengan terbitnya Perpres No. 75 Tahun 2024 oleh Bapak Presiden tentang percepatan pembangunan IKN. Dengan itu kami berharap tidak ada alasan lagi untuk para investor tidak percaya pada komitmen pemerintah dan tidak segera membangun atau berinvestasi di IKN. Kita berharap pembangunan ini akan diramaikan oleh para investor, tidak hanya dengan APBN,” Baca Juga : DPR Bakal Pindah Ke IKN, Tunjangan Rumah Anggota Dewan Tuai Kontroversi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, Otorita IKN didirikan untuk mengoordinasikan persiapan, pembangunan, dan pemindahan ibu kota, serta menyelenggarakan Pemerintahan Daerah Khusus. UU tersebut juga menetapkan bahwa pembangunan Nusantara dilakukan dalam lima tahap, yang dimulai dari 2022 hingga 2045. Saat ini, pembangunan berada di tahap pertama (2022-2024), dengan fokus pada pembangunan kawasan pemerintahan pusat, perkantoran, permukiman, serta fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. Bersama dengan Kementerian PUPR, berbagai fasilitas penunjang juga telah dibangun di Nusantara. Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi telah selesai, menyediakan air baku bagi Ibu Kota Nusantara dan sebagian Kota Balikpapan, serta berfungsi sebagai pengendali banjir. Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan tol, fasilitas listrik, pengelolaan air dan limbah, serta infrastruktur telekomunikasi terus berjalan untuk mendukung kebutuhan pemerintah dan masyarakat setempat. Salah satu ikon dari transformasi ini adalah Istana Garuda dan Istana Negara, yang telah rampung dibangun dan berdiri megah sebagai simbol transformasi budaya bangsa Indonesia. Dengan arsitektur yang mencerminkan semangat nasionalisme dan modernitas, istana ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga lambang perubahan besar ke arah Indonesia yang lebih baik yang saat ini sedang dilalui bangsa Indonesia. Pada 17 Agustus 2024 silam, Istana Garuda dan Istana Negara menjadi saksi sejarah baru saat upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di sana untuk pertama kalinya. Investasi di IKN Otorita IKN juga terus berupaya menarik investor domestik dan asing untuk berinvestasi di Nusantara, menjadikannya sebagai super economic hub yang berpotensi menggerakkan roda ekonomi nasional. Hingga saat ini, delapan tahap groundbreaking telah dilakukan dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 58,41 triliun. Otorita IKN juga telah menerima 492 surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LoI) dari investor, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan rincian 239 LoI dalam negeri dan 199 dari luar negeri. Baca Juga : Delonix Nusantara Lakukan Groundbreaking, Investasi Swasta Asing Pertama di IKN Sejalan dengan pembangunan ekonomi, Otorita IKN berkomitmen membangun kota hutan yang berkelanjutan. Upaya seperti program reforestasi melalui pencanangan Wanagama Nusantara dan pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Penambangan Ilegal terus dilakukan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Di forum internasional, Otorita IKN meluncurkan Peta Jalan Menuju Kota Nol Emisi Karbon Nusantara pada COP28 di Dubai sebagai bagian dari komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim. Untuk memberdayakan masyarakat, Otorita IKN melibatkan komunitas lokal dalam proses perumusan kebijakan, seperti Konsultasi Publik terkait Ranperka Otorita IKN mengenai kearifan lokal. Potensi UMKM juga dioptimalkan, dengan jumlah pelaku UMKM meningkat dari 417 pada Juni 2023 menjadi 650 pada periode Februari-April 2024. Otorita IKN aktif memberikan pelatihan kewirausahaan, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk, serta memfasilitasi kemudahan proses perizinan bagi pelaku UMKM. Pembangunan Nusantara tidak berhenti di sini. Otorita IKN terus berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan di tahap-tahap berikutnya, memastikan pemerataan pembangunan untuk seluruh rakyat Indonesia. Baca Juga : Komisi II DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Otorita IKN Sebesar Rp 27,8 triliun Staff Khusus Kepala OIKN dan Juru Bicara OIKN Troy Pantouw menegaskan, “Pembangunan IKN sebagai hasil karya putra-putri Indonesia merupakan bagian dari perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045, di mana Nusantara akan menjadi pusat inovasi, ekonomi, dan budaya global, membawa kemajuan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang. “Tidak ada keraguan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara terus berlanjut dan selesai sempurna sebagai kota dunia untuk semua. Kita patut bersyukur pada pencapaian bersejarah di era kepemimpinan Presiden Jokowi dan siap untuk melanjutkan tahap pembangunan Ibu Kota Nusantara di periode pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Raka Bumi yang telah memastikan keberlanjutan pembangunan IKN dalam setiap aspek,” tegas Troy Pantouw.
Delonix Nusantara Lakukan Groundbreaking, Investasi Swasta Asing Pertama di IKN

Propertynbank.com – Otorita IKN meresmikan peletakan batu pertama untuk pembangunan kompleks komersial Delonix Nusantara sebagai investasi swasta asing pertama yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN), di Nusantara pada Rabu (25/9/2024). “Investasi dari mancanegara khususnya Delonix ini menunjukkan kepercayaan dan membuktikan kepercayaan diri bahwa Nusantara adalah lokasi yang sangat menarik dalam sektor investasi,” ujar Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan groundbreaking Delonix Nusantara. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan Penandatangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan Otorita IKN dan Akta Notariil Perjanjian antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PT. Delonix Group Indonesia. Baca Juga : Komisi II DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Otorita IKN Sebesar Rp 27,8 triliun Delonix Nusantara akan membangun kompleks mix used di atas lahan seluas 24.200 meter persegi tersebut memiliki konsep pembangunan kawasan mixed-use yang mencakup Model J Hotel, serviced apartment, pusat perbelanjaan, perkantoran, fasilitas olahraga dan kebugaran, serta ruang terbuka hijau. Model J Hotel direncanakan akan memiliki 200 kamar dilengkapi dengan berbagai fasilitas ramah lingkungan, mencerminkan keselarasan dengan fokus Nusantara pada keberlanjutan. Delonix Nusantara bukan hanya akan menjadi sebuah destinasi, tetapi juga sebuah ekosistem yang menggabungkan inovasi, keunggulan, dan keberlanjutan dalam konsep hunian terpadu. Bill Lin, Presiden Delonix Group Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran Delonix Nusantara di Nusantara mencerminkan keyakinan mereka terhadap potensi Nusantara dalam memposisikan Indonesia sebagai negara terdepan di kawasan Asia Pasifik. Baca Juga : Gelar Market Gathering, Otorita IKN Bidik Penyewa Potensial “Pembangunan ini juga sejalan dengan harapan Delonix Group untuk berkontribusi melalui keahlian dan sumber daya kami dalam pengembangan industri perhotelan dan pariwisata Indonesia,” ujarnya. Investasi Delonix Nusantara Delonix Nusantara merupakan salah satu dari lima groundbreaking yang diresmikan Presiden RI di rangkaian groundbreaking ke 8 ini dengan investasi mencapai Rp. 500 Miliar. Pada groundbreaking kali ini, total estimasi keseluruhan nilai investasi yang masuk mencapai Rp 1,57 Trilliun, di mana nilai ini diperoleh dari gabungan investasi yang melibatkan satu investor asing murni, dua kemitraan asing, dan dua investor domestik. Baca Juga : Ikut Work from IKN, 33 ASN Rasakan Atmosfer Bekerja di Nusantara Menanggapi hal itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw menyampaikan, “Pembangunan kompleks komersial Delonix Nusantara menunjukkan kepercayaan investor global yaitu dari Tiongkok kepada potensi Nusantara sebagai pusat ekonomi masa depan,” tutupnya.
Telan Investasi Rp 100 Miliar, d’primahotel Nusantara Mulai Dibangun

Propertynbank.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PT. Primahotel Manajemen Indonesia lakukan groundbreaking d’primahotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara pada Rabu (25/9/2024). Acara ini dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ia mengungkapkan, “Saya melihat prospek bisnis di Nusantara ini sangat terbuka lebar, hari ini d’primahotel Nusantara hadir menyajikan pilihan akomodasi di Nusantara,” ujar Jokowi. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga Penandatangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan Otorita IKN dan Akta Notariil Perjanjian antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PT. Primahotel Manajemen Indonesia. Konsep d’primahotel Nusantara Mengusung tema Modern Nusantara yang selaras dengan keindahan lingkungan alam, d’primahotel Nusantara dibangun di atas lahan seluas 4.600 meter persegi dan menyediakan 154 kamar, meeting room, serta Walea Resto. Baca Juga : Teknologi Mobox di IKN Raih Rekor MURI Bangun Rusun Tercepat “Di atas tanah d’primahotel Nusantara ini merupakan wujud transformasi d’primahotel Nusantara sebagai salah satu grup hotel lokal yang membawa perubahan di kota masa depan dengan perspektif baru,” ujar Frans Wantono selaku Presiden Komisaris PT. Primahotel Manajemen Indonesia. d’primahotel Nusantara adalah bagian dari jaringan hotel lokal yang telah berkembang sejak tahun 2013 dan memiliki 19 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Balikpapan, Bintan, dan Bali. d’primahotel Nusantara merupakan salah satu dari lima groundbreaking yang diresmikan Presiden RI di rangkaian groundbreaking ke 8 ini dengan investasi mencapai Rp. 100 Miliar. Pada groundbreaking kali ini, total estimasi keseluruhan nilai investasi yang masuk mencapai Rp 1,57 Trilliun, di mana nilai ini diperoleh dari gabungan investasi yang melibatkan satu investor asing murni, dua kemitraan asing, dan dua investor domestik. Baca Juga : PT Makmur Berkah Hotel Bangun Marriott International di IKN Berkaitan dengan hal tersebut, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw menyampaikan, “Kami berharap pembangunan d’primahotel Nusantara dapat menjadi salah satu landmark di Nusantara sekaligus mendukung visi dan misi besar pemerintah dalam pembangunan Nusantara,” tutupnya. Resmikan Teras Hutan Sebelumnya, juga dilakukan peresmian Teras Hutan Ibu Kota Nusantara pada Rabu (25/09/2024). Jokowi mengatakan, berinvestasi di IKN sama dengan membeli masa depan. “Kalau Plataran sudah masuk (berinvestasi), saya yakin yang lain akan ikut berinvestasi,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan Penandatangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan Otorita IKN dan Akta Notarill Perjanjian antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PT Plataran Boga Rasa. Dengan mengusung konsep Trail of Sister Parks, Teras Hutan Ibu Kota Nusantara terletak di area dan jalan utama Sumbu Barat yang strategis akan mewujudkan Venue & Dining yang mengedepankan alam dan kearifan lokal Nusantara dan Kalimantan Timur, dibalut dengan sentuhan khas Plataran dalam kerangka mendukung IKN sebagai kota hutan berkelanjutan. Baca Juga : Bina Karya dan Agung Podomoro Land Sinergi Bangun Hunian di IKN Tahap awal Investasi akan dibangun di area 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sebagai investasi pembuka dengan rencana luas bangunan antara 1500 sampai dengan 2000 meter persegi. Mengenai pembangunan tahap awal ini, Founder dan CEO Plataran Yozua Makes mengatakan, “Keberadaan Plataran di IKN adalah sebagai bagian dari optimisme Indonesia dalam mendukung Nusantara serta menegaskan Nusantara bukan hanya sekedar ibu kota, tetapi ibu kota dengan masyarakat, kebudayaan, dan pusat pemerintahan yang hidup serta didukung oleh infrastruktur ekosistem pendukung yang dinamis dan suportif.” Teras Hutan Ibu Kota Nusantara adalah salah satu dari lima groundbreaking yang diresmikan Presiden RI di rangkaian groundbreaking ke 8 ini dengan investasi mencapai Rp. 25 Miliar. Pada groundbreaking kali ini, total estimasi keseluruhan nilai investasi yang masuk mencapai Rp 1,57 Trilliun, gabungan investasi yang melibatkan satu investor asing murni, dua kemitraan asing, dan dua investor domestik.
Komisi II DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Otorita IKN Sebesar Rp 27,8 triliun

Propertynbank.com – Komisi II DPR RI setujui usulan tambahan anggaran Otorita IKN (Ibu Kota Nusantara) sebesar Rp. 27.814.516.000.000 atau sekitar Rp 27,8 triliun. Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (09/09/09). Plt. Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni menjelaskan, berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas pada tanggal 5 April 2024, anggaran Otorita IKN sebesar Rp. 505,5 miliar. Kemudian berdasarkan Pagu Indikatif ini, dilakukan pertemuan tiga pihak dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk menyusun rencana kerja 2025. Untuk memenuhi kebutuhan anggaran tahun 2024, pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI tanggal 10 Juni 2024, semula diusulkan tambahan anggaran sebesar Rp. 29,8 triliun. Usulan ini telah dicatat dan mendapat persetujuan Komisi II DPR RI namun usulan tersebut tidak tertampung pada Alokasi Anggaran Otorita IKN Tahun Anggaran (TA) 2025 yang ditetapkan pada tanggal 19 Juli 2024. Besaran Pagu Anggaran Otorita IKN 2025 tidak mengalami perubahan dibandingkan Pagu Indikatif, yaitu tetap sebesar Rp. 505,5 miliar. Baca Juga : Gelar Market Gathering, Otorita IKN Bidik Penyewa Potensial Pada tanggal 5 Agustus 2025, Otorita IKN melakukan koordinasi dan sinkronisasi penyusunan anggaran dengan Kementerian PUPR untuk memastikan bahwa tidak ada kegiatan pembangunan yang tumpang tindih antara Otorita IKN dan Kementerian PUPR. Sehingga setelah dilakukan penajaman usulan tambahan anggaran menjadi sebesar Rp. 27,8 triliun dan kemudian mengajukan kembali revisi usulan tambahan anggaran tersebut kepada Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas. “Usulan ini kemudian kami sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI pada tanggal 2 September 2024 yang lalu, dan telah diterima dan disetujui oleh Anggota Komisi II DPR RI,” terang Plt. Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni. Ia menjelaskan, total usulan tambahan anggaran tahun anggaran 2025 sebesar Rp 27,8 triliun merupakan usulan dari 6 kedeputian. Kedeputian Bidang Perencanaan dan Pertanahan sebesar Rp788,5 miliar, Kedeputian Bidang Pengendalian Pembangunan sebesar Rp106,1 miliar, Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp62,5 miliar, Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital sebesar Rp37,7 miliar, Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam sebesar Rp63 miliar, dan terakhir usulan yang paling besar dari Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana sebesar Rp26,7 triliun. “Sehingga secara total kebutuhan anggaran OIKN Tahun Anggaran 2025 adalah sebesar Rp. 28,3 triliun,” ungkap Raja Juli Antoni. Terkait besarnya penambahan usulan kebutuhan anggaran tersebut, Plt. Wakil Kepala Otorita IKN menjelaskan, “Secara spesifik saya akan menyampaikan tentang usulan anggaran dari Kedeputian Sarana dan Prasarana, ini yang paling signifikan, sebesar Rp. 26,7 triliun akan digunakan untuk melengkapi ekosistem terbangun tahun 2024-2025. Kegiatan yang diusulkan antara lain pembangunan jalan dan MUT di KIPP, Hunian ASN, Infrastruktur dasar lainnya seperti air minum, persampahan dan limbah, gedung kantor Otorita IKN serta lain sebagainya.” Baca Juga : Ikut Work from IKN, 33 ASN Rasakan Atmosfer Bekerja di Nusantara Selain itu usulan tambahan akan digunakan untuk pengelolaan gedung, kawasan, serta pengelolaan sarana dan prasarana dasar yang sudah terbangun seperti Hunian Pekerja Konstruksi, Hunian ASN, Rusun MBR rumah tapak jabatan menteri dan sebagainya. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak, “Ijinkan kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak terutama kepada PUPR yang telah bekerja tanpa lelah, Bapak/Ibu dari ATR BPN dan KLHK yang telah menyediakan lahan serta K/L lain sebagainya, wabil khusus kepada bapak ibu pimpinan Komisi II DPR RI yang terus memberikan dukungan politik dan politik anggaran kepada OIKN,” ungkap Raja Juli Antoni. Raja Juli Antoni berharap, dengan disetujuinya usulan tambahan anggaran untuk 2025 ini, Otorita IKN dapat mengelolanya secara akuntabel. “Mudah-mudahan kita bisa mengelola secara akuntabel, transparan, dan kembali mendapatkan WTP dari BPK pada tahun depan,” ujarnya.
Intiland Bangun 3 Proyek Unggulan di Ibu Kota Nusantara
Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) melalui entitas anak PT Adiwarna Harapan Nusantara, memulai tahapan pembangunan tiga proyek unggulan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi wujud dukungan nyata dan optimisme Perseroan terhadap visi dan program Pemerintah dalam membangun IKN sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian baru yang berkelanjutan dan modern. Dimulainya tahapan pembangunan ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN 1B, Senin (12/08). Turut hadir dalam prosesi groundbreaking ini Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono, bersama-sama dengan Sofyan A. Djalil Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Intiland Development Tbk, Eka Harianto Wibisono Presiden Direktur PT Abdael Nusa, Moedjianto Soesilo Tjahjono Presiden Direktur PT Intiwhiz International, Theresia Rustandi Presiden Direktur PT Inti Kolaborasi Nusantara, dan Soedjianto Ali Presiden Direktur PT Adiwarna Harapan Nusantara. “Saya sangat mengapresiasi investasi yang akan segera dimulai pada hari ini. Kita tahu, berkali-kali saya sampaikan, bahwa yang ingin kita pindahkan dari Jakarta ke Nusantara ini adalah pindah pola pikir, pola kerjanya, dan juga mobilitasnya,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya. Baca Juga : OIKN Akui Pembangunan Nusantara Sangat Kompleks dan Penuh Tantangan Sofyan A. Djalil dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo dan jajarannya yang telah bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Pada kesempatan tersebut, Sofyan A. Djalil juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Intiland untuk turut berpartisipasi dan memberikan kontribusi dalam pembangunan IKN. “Menjadi kehormatan bagi Intiland dan seluruh strategic partners kami, PT Abdael Nusa dan CAMC Engineering Co Ltd mendapat kesempatan turut andil dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Sebuah mega proyek yang bukan hanya akan menjadi tonggak sejarah bagi negara, tetapi juga akan memberi manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” kata Sofyan A. Djalil usai pelaksanaan kegiatan groundbreaking di IKN, Kalimantan Timur, Senin (12/08). Sebagai pengembang dengan pengalaman selama lebih dari 45 tahun, Intiland siap memberikan dukungan dan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan pengembangan Ibu Kota baru. Perseroan akan berpartisipasi aktif dalam sejumlah proyek pengembangan fasilitas hunian, bisnis, komersial, dan gaya hidup yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan IKN. “Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah langkah strategis untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, bukan hanya sebuah pencapaian penting atau milestone bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar bagi pemerataan pembangunan di seluruh negeri,” kata kata Sofyan A. Djalil. Theresia Rustandi, Presiden Direktur PT Inti Kolaborasi Nusantara selaku entitas yang mempersiapkan proyek-proyek Intiland di IKN, mengungkapkan dalam pengembangan proyek-proyek di IKN, Intiland menjalin sinergi strategis dengan PT Abdael Nusa dan CAMC Engineering Co, Ltd.. Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman, kompetensi, dan visi bersama untuk dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan IKN. Baca Juga : Intiland Development Gelar RUPS Tahun 2024, Tujuh Agenda Disetujui PT Abdael Nusa merupakan pengembang properti berpengalaman yang sukses membangun sejumlah proyek perumahan dan hospitality di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Sementara CAMC Engineering Co., Ltd. (CAMCE) adalah perusahaan internasional asal China yang berkecimpung di bidang konstruksi, teknik, dan manajemen proyek. “Lewat kerjasama ini, kami bersama-sama ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari lahirnya Ibu Kota Nusantara. Sinergi strategis ini meningkatkan kemampuan bersama dengan menggabungkan kapasitas, kapabilitas, dan pengalaman yang dimiliki masing-masing pihak,” kata Eka Harianto Wibisono selaku Presiden Direktur PT Abdael Nusa. Tiga Proyek Unggulan di Ibu Kota Nusantara Kegiatan peletakkan batu pertama menandai dimulainya pengembangan tiga proyek unggulan di kawasan IKN. Proyek pertama yakni pengembangan kawasan mixed-use Grand Whiz Nusantara yang mengintegrasikan fasilitas hotel, serviced apartment, area ritel, pusat olahraga, dan fasilitas food and beverage. Proyek kedua adalah Nusantara Quarter, sebuah pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersil dengan akses transportasi publik. Pengembangan ketiga yakni kawasan perumahan dengan fasilitas lapangan golf bernama Royale Nusantara Golf Resort & Residence. “Semua pengembangan proyek kami rancang dengan mengedepankan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan efisiensi energi, sejalan dengan visi IKN sebagai sustainable forest city,” kata Theresia Rustandi terkait proyek-proyek Intiland di IKN. Baca Juga : Intiland Berkomitmen Implementasikan ESG, Penggunaan Material Berkurang 18% Pengembangan kawasan mixed-use Grand Whiz Nusantara, menurut Theresia dibangun di lahan seluas 0,72 hektare yang terdiri dari 50 unit serviced apartment, 50 unit hotel,perkantoran, area ritel, gym dan kolam renang, serta fasilitas food and beverage. Desain Grand Whiz Nusantara memaksimalkan penggunaan bukaan pada fasad bangunan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Grand Whiz Nusantara juga menempatkan secara khusus tanaman-tanaman yang berfungsi sebagai shading untuk memberikan keteduhan dan kenyamanan. Tersedia pula akses pejalan kaki yang nyaman dan terintegrasi sebagai konektor yang mempermudah mobilitas dan meningkatkan interaksi antar pengguna. Grand Whiz Nusantara mengalokasikan 47% dari luas area lahan untuk ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk area sosialisasi publik serta fasilitas-fasilitasnya yang dapat diakses dan digunakan oleh semua kalangan. Tersedia pula berbagai fasilitas dan infrastruktur modern yang lengkap untuk mendukung kebutuhan penghuni, menciptakan kualitas hidup yang tinggi di lingkungan baru yang dinamis. Proyek berikutnya adalah pengembangan kawasan TOD Nusantara Quarter di lahan seluas 6,7 hektare. Mengedepankan aspek integrasi dan fungsionalitas antarbangunan, kawasan TOD ini dibangun dengan keunggulan konsep yang mengutamakan aspek transit interchange, walkable, area terbuka hijau, dan berkelanjutan. Rencana awal pengembangan meliputi gedung perkantoran yang menempati area sekitar 2,2 hektare, lalu apartemen dengan luas lahan sekitar 3,3 hektare, dan low-rise development untuk ritel atau komersial di lahan sekitar 1,2 hektare, serta plaza atau area publik terbuka hijau yang menempati area sampai dengan 46% dari total luas area. Baca Juga : Intiland Gandeng Saltware Kembangkan Pertanian Cerdas “Pengembangan kawasan TOD akan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki menuju simpul-simpul transportasi publik yang tersedia. Kami mengembangkan titik-titik ruang terbuka yang dirancang untuk menciptakan suasana kawasan yang hijau dan rimbun,” kata Theresia. Pada pengembangan proyek berikutnya, Perseroan akan membangun Royale Nusantara Golf Resort & Residence, sebuah kawasan hunian yang dilengkapi dengan fasilitas lapangan golf seluas +- 200 hektare yang 70% di antaranya diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau. Kawasan ini menawarkan banyak keunggulan mulai dari tingkat hunian yang rendah (low-density], rindang, eksklusif, serta memiliki akses terpadu dengan transportasi publik. Menempati area lahan seluas 100 hektare, lapangan golf 18 holes ini dapat dikembangkan hingga
Gelar Market Gathering, Otorita IKN Bidik Penyewa Potensial
Propertynbank.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan Market Gathering Pengisian Area Komersil Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) dan Rumah Susun Aparatur Sipil Negara (ASN) – Pertahanan Keamanan (Hankam) di Jakarta, pada Selasa (23/07/2024). Market Gathering IKN tersebut diselenggarakan sebagai upaya pemenuhan ekosistem kota layak huni (livable) di IKN menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024, serta dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar ASN serta personel Hankam yang merupakan penghuni pionir di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kesempatan ini menjadi rangkaian acara lanjutan dari Market Gathering IKN yang sebelumnya telah terlaksanakan di Balikpapan pada Selasa (16/07/24), dengan tujuan untuk memperkenalkan peluang berusaha dalam pengembangan fasilitas umum dan sosial di IKN, serta mengajak keterlibatan calon pelaku usaha potensial yang memiliki kualitas dan standar layanan yang sejalan dengan visi IKN sebagai Kota Dunia untuk Semua. Baca Juga : Ikut Work from IKN, 33 ASN Rasakan Atmosfer Bekerja di Nusantara Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Desiderius Viby Indrayana, mengatakan, saat ini pihaknya kami tengah berproses untuk masuk ke dalam tahapan persiapan pengisian fasilitas sosial dan fasilitas umum, untuk memastikan ekosistem di KIPP terbangun. “Kami akan mengumpulkan daftar calon tenant potensial dan data yang diperoleh akan membantu memfasilitasi proses kurasi dan verifikasi ke depannya,” ujarnya. Peserta Market Gathering Terdapat tiga kelompok utama yang ditargetkan serta diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan Nusantara, di antaranya kelompok (1) UMKM lokal; kelompok (2) UMKM binaan Pemda, BUMN, asosiasi, dan koperasi; dan kelompok (3) Badan Usaha Besar yang memiliki jaringan luas. Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik namun juga mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan, melalui proses penyaringan akan dilakukan secara terbuka dan adil bagi para pelaku usaha potensial. Baca Juga : OIKN Akui Pembangunan Nusantara Sangat Kompleks dan Penuh Tantangan Acara ini dihadiri oleh 120 pelaku usaha, secara langsung maupun melalui platform Zoom meeting, juga dihadiri oleh Perwakilan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Perwakilan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Perwakilan dari Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Perwakilan dari Kementerian Perindustrian.
PT Makmur Berkah Hotel Bangun Marriott International di IKN

Propertynbank.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui PT Bina Karya (Persero) dan PT Makmur Berkah Hotel telah menandatangani kesepakatan kerja sama tentang pembangunan Hotel Marriot Internasional. Hotel Bintang lima ini rencananya akan dibangun di kawasan IKN. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Bina Karya Boyke Prasetyanto dan Direktur Utama PT Makmur Berkah Hotel Johan Tedja Surya di APL Tower, Podomoro City, Jakarta Barat, pada Selasa (02/07/2024). Kesepatakan ini meliputi perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengoperasian dan komersialisasi pembangunan hotel Marriot Internasional di IKN. Target PT Makmur Berkah Hotel Komisaris Utama PT Makmur Berkah Hotel Adi Saputra Tedja Surya dalam sambutannya mengatakan bahwa mereka menargetkan dapat membuka 1.000 kamar termasuk di IKN dalam kurun waktu 4 tahun ke depan. Baca Juga : Bina Karya dan Agung Podomoro Land Sinergi Bangun Hunian di IKN “Jadi ini bukan hanya penandatanganan MoU saja, tetapi kami memang ingin segera membangun (hotel),” imbuh Adi. Rencananya, PT Makmur Berkah Hotel akan membangun hotel bintang lima yakni Hotel Marriott International di kawasan IKN. Sementara itu, Boyke selaku Direktur Utama PT Bina Karya turut mengungkapkan bahwa proses yang dilakukan untuk pembangunan di wilayah IKN cukup ketat. “Di Otorita IKN ini prosesnya cukup ketat karena banyaknya animo yang ingin masuk ke wilayah IKN ini, dari total 250.000 hektar hanya 30% yang boleh dibangun, sisanya adalah hutan,” ujar Boyke. Dengan dilangsukannya kesepakatan ini, Boyke merasa terhomat bisa bekerja sama dengan PT Makmur Berkah Hotel untuk membangun hotel internasional bintang lima di kawasan IKN. Berdasarkan kesepakatan yang dilakukan, kedua belah pihak setuju untuk membangun hotel bintang lima ini dengan menerapkan prinsip-prinsip lingkungan (environment), sosial (social) dan kepatuhan (governance) atau disebut ESG. Percepatan Pembangunan IKN Sebelumnya, Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), M. Basuki Hadimuljono, dan Plt. Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Otorita IKN di Balikpapan pada Senin (24/06/2024). Kunjungan ini menandai langkah penting dalam koordinasi dan percepatan pembangunan Nusantara. Kunjungan dimulai dengan rapat bersama para Eselon I untuk membahas berbagai aspek penting terkait pembangunan Nusantara. Rapat ini bertujuan untuk memastikan koordinasi yang lebih efektif dan memperkuat sinergi antara berbagai elemen yang terlibat dalam pembangunan ini. Baca Juga : Bangun Gedung di IKN, Presiden Jokowi Apresiasi Bank BTN Setelah rapat, Plt. Kepala dan Plt. Wakil Kepala Otorita IKN meluangkan waktu untuk bertemu dengan para staf Otorita IKN di Balikpapan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh staf, menekankan pentingnya kerja sama dan dedikasi dalam mewujudkan visi besar IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia. “Kunjungan ini menjadi penting bagi kita semua khususnya bagi saya dan Pak Raja dalam memantau langsung perkembangan pembangunan di lapangan dan mendengarkan langsung aspirasi serta masukan dari para staf. Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim bekerja dengan satu tujuan, yaitu membangun Nusantara yang cerdas, hijau, dan melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia,” ujar Basuki. Raja Juli Antoni menambahkan, sinergi dan kolaborasi yang baik antara seluruh elemen yang terlibat sangat penting untuk keberhasilan pembangunan ini. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh staf, kita bisa mewujudkan Nusantara sesuai dengan harapan kita semua,” ujar Raja Juli Antoni. Selanjutnya, Basuki dan Raja melanjutkan perjalanan ke wilayah Nusantara untuk meninjau beberapa progres pembangunan infrastruktur penunjang seperti Bendungan Sepaku Semoi, Lokasi Pembangunan IPA Kap. 300 L/Detik (Intake Sepaku), Pembangunan SPAM Sepaku, dan Reservoar. Selain itu rombongan juga meninjau infrastruktur lain di KIPP seperti Kantor Presiden, Kantor Kemenko, serta Memorial Park. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan semangat kerja di antara seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Nusantara, serta menjadi langkah awal menuju realisasi Nusantara sebagai ibu kota baru yang cerdas dan berkelanjutan.
Otorita IKN Pastikan Pembangunan Ibu Kota Nusantara Sesuai Rencana

Propertynbank.com – Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/03/2024). Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung ini membahas perkenalan Otorita IKN sebagai mitra baru Komisi II DPR RI dan pemaparan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, rapat ini merupakan rapat formal pertama semenjak Otorita IKN menjadi mitra Komisi II DPR RI. “Beberapa waktu yang lalu sudah ditetapkan bahwa selama ini Komisi II mitra kerja samanya ada 16 sekarang sudah nambah 17 bertambah dengan Otorita IKN,” kata Doli saat membuka rapat. Dalam rapat perdana ini, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyambut baik bergabungnya Otorita IKN menjadi mitra ke-17 DPR RI. “Terima kasih ini perdana, tadi disebutkan kami adalah mitra ke-17, ini angka sakral jadi insyaallah barokah aamiin ya rabbal alamin,” ujar Bambang. Baca Juga : Groundbreaking Tahap 5 Telah Dilakukan, Pemerintah Percepat Pembangunan IKN Otorita IKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan persiapan, pembangunan, dan pemindahan ibu kota negara, serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus IKN, dan pengembangan IKN serta Daerah Mitra. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Otorita IKN didukung oleh organisasi yang saat ini sudah berjalan. Terdapat sejumlah pejabat yang diperkenalkan oleh Kepala Otorita IKN antara lain Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe; Sekretaris Otorita IKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya; Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan, Ida Bagus Nyoman Wiswantanu; Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan, Mia Amalia; Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan, Thomas Umbu Pati; Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Mohammed Ali Berawi. Kemudian Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono; Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin; Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Myrna A. Safitri; dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Silvia Halim. Selanjutnya Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Troy Pantouw; Staf Khusus Manajemen Pengetahuan Cahyadi Indrananto; Staf Khusus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Diani Sadiawati. Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara Selain memperkenalkan Otorita IKN, Kepala Otorita IKN juga menyampaikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Antara lain perkembangan Kawasan Istana Kepresidenan, Gedung dan Kawasan Kantor Kemenko, Gedung dan Kawasan Kantor Kemensetneg, Rumah Tapak Menteri, Rusun POLRI dan BIN, dan Rusun ASN. “Perkembangan hari ini jauh lebih maju atau lebih terlihat,” ujar Kepala Otorita IKN. Baca Juga : Sika Indonesia Rambah Proyek Pembangunan IKN Bambang menjelaskan bahwa sudah ada persiapan untuk upacara 17 Agustus yang menunjukkan integrasi antara perayaan kebangsaan dan pengembangan infrastruktur sekaligus rencana ekosistem yang terbangun di akhir 2024. Ekosistem tersebut terdiri dari bangunan gedung infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan swasta. “Beberapa investor swasta yang sudah mulai kelihatan gedungnya terutama untuk Hotel Nusantara,” kata Bambang. Hotel Nusantara diharapkan selesai pada Agustus dan bisa mulai beroperasi dengan 200 kamar. Selain itu, dalam konteks pengembangan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara, penataan kawasan lingkungan menjadi aspek penting yang ditekankan oleh Otorita IKN. Kepala Otorita IKN menyoroti pentingnya penanganan penataan kawasan di wilayah serta pemastian bahwa pembangunan tidak merugikan masyarakat setempat. Ini mengingat IKN bukan hanya dirancang sebagai kota cerdas, tetapi juga didasarkan pada prinsip-prinsip people (manusia), nature (alam), dan culture (budaya). “Kami ingin mereka itu menjadi di bagian dalam IKN, dan bagaimana mereka nanti hidup lebih baik, lebih sejahtera. Jika dari mereka ingin membuka usaha akan kami sediakan tempat yang kami tata dalam satu kawasan yang benar-benar humanis,” ucap Bambang. Baca Juga : Delegasi Jepang Lihat Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN Dengan visi IKN sebagai super economy hub yang mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa, pertemuan ini tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan penataan lingkungan. Aspek penting lainnya yang dibahas adalah investasi. Melalui kerja sama strategis dengan Kadin dan APINDO, diharapkan investasi dapat direalisasikan bersama, menunjang visi tersebut dan mempercepat transformasi IKN menjadi pusat ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga mencakup pembahasan pengembangan Command Center Ibu Kota Nusantara, yang terletak di Hunian Pekerja Konstruksi IKN. Inisiatif ini merupakan langkah penting menuju realisasi Ibu Kota Nusantara sebagai kota cerdas.
Gelar Rakornas Perdana, Otorita IKN Tawarkan Investasi Kepada 600 an Kepala Daerah

Propertynbank.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) perdana dengan tema Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Ibu Kota Nusantara untuk Mewujudkan Kota Dunia untuk Semua di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat pada Kamis (14/03/2024). Agenda rakornas ini dihadiri oleh 39 Sekretaris Kementerian/Lembaga, 38 Gubernur, serta 594 Bupati/Walikota dari seluruh wilayah di Indonesia. Rakornas tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan informasi mengenai bentuk Pemerintahan di IKN, potensi kerjasama dengan IKN, kekhususan IKN dan kewenangan khusus IKN, perkembangan pembangunan IKN, pelaksanaan investasi di IKN, serta untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah dan kementerian/lembaga di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penjelasan konsep dan perspektif Ibukota Nusantara dari berbagai aspek, meliputi perspektif pemerintahan yang fokus pada inovasi dan kemampuan beradaptasi, perspektif lingkungan untuk mewujudkan kota berkelanjutan dengan mencapai net zero emissions pada tahun 2045 mendatang, perspektif ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam pertumbuhan ekonomi inklusif, serta perspektif teknologi yang mengadopsi konsep Kota Cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan. Baca Juga : Bidik Potensi Pasar IKN, Niro Granite Hadirkan Showroom Creative Lab di Balikpapan Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menyampaikan bahwa pengenalan Ibu Kota Nusantara ini merupakan loncatan transformasi peradaban di Indonesia. Pembangunan Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pangkalan bagi peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru. “Pembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan transformasi untuk membuat peradaban baru dengan memperkenalkan budaya baru dan dasar baru untuk kemajuan Indonesia serta untuk menyebarluaskan magnet ekonomi baru sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa. Hal ini membuat kolaborasi antar pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjadi vital sesuai dengan tata kelola pemerintah yang baik,” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, berharap agar Rakornas ini juga mampu menyediakan wadah diskusi konstruktif sehingga seluruh peserta dapat memahami secara utuh terkait Konsep Ibu Kota Nusantara dan bagaimana mewujudkan peradaban baru menyongsong Tahun emas Indonesia 2045. Pembicara Rakornas Rakornas tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara dari kementerian/lembaga terkait yaitu; Plh. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Amran; Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara, Danis H. Sumadilaga; Sekretaris Jenderal Menteri ATR/Kepala BPN, Suyus Windayana; Plt. Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti; serta Kurator Ibu Kota Nusantara, Ridwan Kamil. Baca Juga : Groundbreaking Tahap 5 Telah Dilakukan, Pemerintah Percepat Pembangunan IKN “Sejalan dengan visi kita mewujudkan kota cerdas yang berorientasi net zero emissions, tugas kami di sini adalah memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan sehingga nantinya memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ujar Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, Danis H Sumadilaga dalam sesi diskusi meyampaikan, sustainability yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan kemasyarakatan itu betul-betul menjadi acuan dalam proses pembangunan.