Ninja Xpress Luncurkan Program Creative Business Solutions
Propertynbank : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyumbang produk domestik bruto (PDB) Nasional memiliki peran penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Pada masa pandemi ini para pelaku UMKM ini harus segera dapat beradaptasi dengan mengoptimalkan teknologi digital untuk dapat terus tumbuh dan bertahan. Memahami bahwa 57% UKM mengharapkan bantuan untuk melakukan promosi menggunakan iklan Facebook/Instagram dan 56% menginginkan bantuan penggunaan influencer untuk mempromosikan produknya, Ninja Xpress perusahan jasa pengiriman last-mile terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan Creative Business Solutions sebagai salah satu program untuk dorong produktivitas UKM lokal bersamaan dengan pembukaan Creative Hub di Tasikmalaya. Program ini mendukung UKM untuk terhubung dengan ekosistem berbasis teknologi dan digital dalam melakukan pengembangan ataupun pemasaran produk. Andi Djoewarsa, CMO Ninja Xpress, menjelaskan, “Dalam kondisi saat ini, dimana pelaku UKM sangat membutuhkan bantuan untuk tetap produktif di era digital, merupakan waktu yang tepat bagi kami untuk meluncurkan Creative Business Solutions. Dukungan ini sejalan dengan semangat baru kami dalam mewujudkan ‘Siap Bantu Sampai Tujuan’ bagi pelaku UKM di wilayah Jawa barat khususnya Tasikmalaya dimana creative hub Ninja Xpress yang baru dilaunching .” Beberapa program yang ditawarkan melalui Creative Business Solutions adalah Creative Hub yaitu tempat UKM bisa melakukan foto dan video produk secara profesional, Support Online advertising dimana UKM bisa melakukan iklan online secara maksimal dengan bantuan dari Ninja Xpress, dan Support Offline dimana UKM bisa beriklan melalui billboard atau videotron yang terletak di beberapa titik di Jawa Barat seperti area Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Garut, dan Kuningan. Semua dukungan tersebut diberikan secara gratis kepada UKM yang tergabung di dalam ekosistem Ninja Xpress. Creative hub sendiri telah dibuka sejak 2020 lalu di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta. Hingga saat ini, sudah lebih dari 30.000 produk telah diambil foto produknya di Ninja Creative Hub dan lebih dari 3.000 pelaku UKM yang telah mengirimkan produknya di seluruh Creative Hub yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Yogyakarta. Hampir 50% dari Jumlah UKM yang mengirimkan produk untuk difoto berasal dari wilayah Jawa Barat. Di dalam Creative Hub, pelaku UKM akan mendapatkan fasilitas sesi foto produk bersama model, Makeup Artist, kolaborasi gratis bersama para influencer, iklan pemasaran, hingga layanan manajemen konten media sosial. Salah satu pelaku UKM yang telah memanfaatkan fasilitas online dan offline support dari Ninja Xpress adalah Camille Beauty, sebuah brand kecantikan yang menjual produk-produk skin care seperti body scrub, face mist, masker serta produk kecantikan lainnya. Saat ini, volume pengiriman Camille Beauty telah mencapai kisaran 500 ribu hingga 1 juta paket setiap bulannya. Dinda Nurrakhmat, Brand Manager Camille Beauty, menjelaskan, “Camille Beauty sudah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis. Tapi setelah bergabung dengan ekosistem Ninja Xpress, kami merasa sangat terbantu dalam banyak hal, seperti periklanan dan pemasaran hingga distribusi produk oleh Ninja Xpress. Terutama dalam mendukung peluncuran website Camillebeauty.id”. Bersamaan dengan peluncuran Creative Hub di Tasikmalaya, Camille beauty juga meluncurkan situs penjualan resmi produknya, yang akan berkolaborasi dengan Ninja Xpress untuk jasa pengirimannya. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa transaksi digital di Jawa Barat tumbuh secara pesat. Manfaatkan Ekosistem Ninja Xpress Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi e-commerce pada pertengahan triwulan III-2021 mengalami peningkatan 59,03% dibandingkan 2020. Berharap UKM lainnya di Jawa Barat dapat mengikuti jejak kesuksesan Camille Beauty, kehadiran Business Creative Solutions ini menjadi salah satu wadah bagi UKM untuk memaksimalkan bisnis mereka di tengah tren digitalisasi ekonomi. Pelaku UKM yang berada di wilayah Jawa Barat lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas dari Creative Hub di Bandung yang berlokasi di Cihampelas, Bogor berlokasi di Studio Kendil, Creative Hub juga akan segera hadir di Garut yang berlokasi di Seputih Cafe & Resto, dan Kuningan yang berlokasi di Eternite Coffee. Untuk memanfaatkan layanan Creative Hub, pelaku UKM dapat memanfaatkan promo tanpa minimal pengiriman di Creative Hub Tasikmalaya, Garut, dan Kuningan. Peluncuran program Creative Business Solutions sekaligus Creative Hub Ninja Xpress yang dihadiri langsung Drs. Kusmana Hartadji, MM Kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk dukungan pemerintah yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin Dengan Inovasi dan Kolaborasi. “Terima kasih untuk peran logistik dan upaya-upaya yang dilakukan untuk kemajuan UKM tetap bertahan dan naik level di masa pandemi. Semoga Creative Hub yang dihadirkan Ninja Xpress ini dapat mewadahi komunitas kreatif dan mengundang lebih banyak UKM serta layanan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UKM untuk turut andil dalam kemajuan perekonomian Tasikmalaya”, ujar Kusmana Hartadji. Pada kesempatan tersebut, Kusmana menyampaikan di Provinsi Jawa Barat, terdapat 1.600 dari 3.500 pelaku usaha menengah (UKM) binaan provinsi atau sekitar 54 persen memanfaatkan pasar daring. Hal ini menunjukkan bahwa adanya UKM yang terus berkembang akan juga membutuhkan berbagai cara, salah satunya dengan digital untuk memasarkan produknya. “Melihat antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap adanya Creative Hub Ninja Xpress yang sudah terlebih dahulu beroperasi di Bandung dan Bogor, kami optimis peluncuran Program Creative Business Solutions ini dapat mendorong produktivitas Pelaku UKM di Tasikmalaya dengan berbasis teknologi dan digital. Bukan tidak mungkin, kedepannya kami akan terus memperluas kehadiran Creative Hub dan menggaungkan Program Creative Business Solution ini di beberapa daerah lainnya di Jawa Barat”, tutup Andi Djoewarsa.
Usung Tema ‘Visualize, Attract and Achieve’ Loan Market Gelar Kick Off 2021
Keuangan : Tahun 2020 diakui sejumlah pelaku bisnis menjadi masa yang penuh dengan tantangan. Banyak perubahan yang harus dilakukan para pelaku bisnis di berbagai industri, seperti offline meeting menjadi online meeting, penerapan protokol kesehatan 3M . Di tengah perubahan yang demikian para pelaku bisnis perlu melakukan beberapa langkah strategi serta beradaptasi agar tidak ditinggal pasar. Untuk itu, Loan Market menggelar Kick Off 2021, Talk Show yang mengusung tema ‘Visualize, Attract and Achieve’ digelar secara virtual. Apalagi tahun 2021 ini juga merupakan tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (International Year of Creative Economy for Sustainable Development / IYoCE 2021). [irp] Acara ini di isi oleh beberapa narasumber yakni Sari Dewi selaku CEO Loan Market Indonesia, Kiyoko Tri Safitri selaku Principal dari Loan Market Adam Malik, Meiko Sari Nuriza selaku Loan Adviser dari Loan Market Adam Malik, Dr. Aviliani, selaku Economic Expert, Ferry selaku Mortgage Regional Business Manager area Jakarta 1 dari CIMB Niaga dan Eddy S. Hertanto selaku Director (Business) dari BPR Intidana. Gelaran diskusi ini berkaitan erat dengan perjuangan dan kemajuan pertumbuhan ekonomi. Acara Kick Off 2021 ini bertujuan untuk mendapatkan insight mengenai strategi ekonomi di tahun 2021 dan bagaimana untuk dapat kita bertumbuh dan berkembang di tengah pandemi. [irp] Dalam sambutannya Sari Dewi selaku CEO Loan Market Indonesia mengatakan bahwa 2021 adalah tahun baru dengan harapan dan peluang yang baru. Meskipun 2020 dinilai cukup banyak tantangan, namun sejauh ini ekonomi Indonesia telah membaik dibandingkan dengan awal pandemi tahun 2020 lalu. “Pada 2020 Q3 ke Q4, total gross commision naik 65%, total plafon disbursed naik 45%, total booking unit naik 107%. Ini adalah angka yang luar biasa.” kata beliau. [irp] Acara yang disponsori oleh Bank CIMB Niaga, Maybank dan BPR Intidana serta bekerja sama dengan media Marketing dan Property&Bank, di awali dengan sambutan oleh Sari Dewi selaku CEO Loan Market Indonesia. Di akhir acara terdapat pula sesi tanya jawab dari peserta baik melalui zoom maupun channel youtube. Loan Market, perusahaan asal Australia ini bergerak sebagai perusahaan pioneer jasa keuangan dan berdedikasi untuk menjadi bagian dari penggerak roda ekonomi untuk dapat menyalurkan solusi finansial bagi masyarakat Indonesia. Saat ini Loan Market telah memiliki 16 kantor cabang dengan lebih dari 200 Loan Advisers yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Pandemi, Industri Keuangan Fokus Pada Health and Wellness
Keuangan : Sejak awal tahun 2020, pandemi global Covid-19 ikut menyerang tanah air. Hampir seluruh sektor industri mengalami dampaknya dari wabah virus yang berasal dari Wuhan, China, tidak terkecuali bagi institusi keuangan dan perbankan. Institusi keuangan dan perbankan dihadapkan pada perubahan kebutuhan konsumen, baik kebiasaan, pengeluaraan dan ketidakpastian masa depan. Kondisi ini tentunya menuntut perusahaan asuransi untuk dapat menyesuaikan operasi dan portofolio produk. [irp] “Sektor perbankan dan keuangan telah mengalami salah satu tahun terberatnya pada tahun 2020. Dengan memasuki tahun 2021, industri harus tetap optimis namun dengan hati-hati, karena ekonomi global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan perkembangan positif pada vaksin COVID-19. Berfokus pada penguatan infrastruktur digital akan sangat penting untuk memastikan kelangsungan bisnis di tengah persaingan yang ketat,” kata Ho Paik San, Associate Insights Director Isentia dalam keterangan pers yang diterima redaksi (13/01/2021). Isentia, telah melakukan riset mendalam terkait industri perbankan, asuransi dan layanan keuangan di tahun 2021. Riset dilakukan melalui percakapan di media sosial dan pemberitaan media mainstream terhadap brand-brand terkait di enam pasar utama di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Vietnam, Filipina dan Thailand. [irp] Brand perbankan dan layanan keuangan paling banyak dibicarakan mengambil dari data media analytics yang diperoleh dari liputan media mainstream dan percakapan sosial pada kuartal terakhir tahun 2020 (yaitu antara 1 Oktober 2020 dan 15 November 2020), Isentia menemukan brand perbankan, asuransi, dan layanan keuangan yang paling banyak disebutkan di wilayah-wilayah tersebut. Teratas di media mainstream adalah AXA di Indonesia (disebutkan dalam 11.162 artikel) dan Thailand (118 artikel), JP Morgan Chase di Singapura (2.105 artikel), dilanjutkan Maybank di Malaysia (287 artikel), lalu Vietcombank (4.081 artikel), dan Banco de Oro (BDO) di Filipina (2.043 artikel). Sementara di dunia media sosial ada AXA di Indonesia (98.688 buzz), Barclays di Singapura (17.011 buzz), Maybank di Malaysia (41.732 buzz), Airpay di Vietnam (20.336 buzz), juga Bank of The Philippine Islands (15.905 buzz) dan SCB Bank di Thailand (26.214 buzz), yang mendominasi percakapan di tiap-tiap negara. [irp] “Program Bantuan untuk Pelanggan di Tengah Krisis Covid-19 yang Paling Di-Mention Perusahaan asuransi dan bank di seluruh Asia Tenggara berlomba dalam menyajikan beberapa inisiatif bantuan kepada pelanggan mereka. Yang paling banyak menjadi sorotan adalah di Indonesia dan Thailand, di mana brand asuransi cenderung berfokus pada isu Health and Wellness,” papar Ho Paik San . Misalnya, Mandiri AXA General Insurance (MAGI) dan AXA Financial Indonesia (AFI) meluncurkan layanan tambahan bagi nasabah berupa program telekonsultasi gratis dengan psikolog. Hal serupa juga dilakukan Garda Medika dari Asuransi Astra menyelenggarakan webinar tentang menjaga stamina dan imunitas. [irp] Sementara Asuransi Cigna Thailand sebelumnya mengadakan “Cigna Stress Care Virtual Run 2020” pada bulan Oktober. Di Filipina, brand asuransi dinegara tersebut, lebih berfokus pada area Keuangan dan Kesehatan. Yang menjadi sorotan terbesar di negara tersebut adalah terkait kemitraan Sun Life dengan Rocher, pelopor dalam perawatan kesehatan yang dipersonalisasi untuk membantu orang Filipina mengamankan keuangan dan kesehatan mereka. Sementara itu, Lady Ochel Espinosa, Isentia Regional Insights Manager for SEA Emerging Markets, mengungkapkan, Dengan iklim sosial yang dinamis, meski terkadang sulit dinavigasi dalam sektor asuransi, keuangan dan perbankan, dan juga e-commerce, negara-negara berkembang di Asia Tenggara ini memiliki potensi dan kesempatan untuk pertumbuhan yang lebih besar lagi. [irp] Praktik Terbaik di Negara-negara Berkembang dalam Mengubah Pengalaman Pelanggan Melalui Akselerasi Digital Transaksi perbankan nirsentuh menjadi salah satu langkah penting dalam menahan potensi penyebaran virus COVID-19. Bank-bank di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam telah merespon situasi tersebut dengan menghadirkan sistem pembayaran digital dan cashless. Lady Ochel Espinosa mencontohkan beberapa perusahaan di negara Asia Tenggara. Misalnya di Indonesia. Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) bekerja sama dengan platform marketplace asuransi Lifepal.co.id untuk menyediakan produk asuransi mobil (Autocillin) dan asuransi sepeda motor (Motopro) melalui Lifepal.co.id. [irp] Kemudian di Filipina, JazzyPay yang bermitra dengan Bank of the Philippine Islands (BPI) untuk memungkinkan jutaan nasabah melakukan pembayaran online yang aman untuk kebutuhan esensial. Sementara Siam Commercial Bank (SCB) di Thailand menjadi bank pertama di luar Jepang yang bergabung dengan Toyota untuk membangun Ekosistem Digital Lifestyle melalui “Toyota Wallet Powered by SCB”. [irp] “Sangat penting untuk membangun bank yang dapat menjadi andalan nasabahnya dengan memperbarui kinerja keuangan dan efisiensi operasional bank. Di sisi lain, pandemi COVID-19 telah memicu perpindahan nasabah ke pembayaran non-tunai dan transaksi online. Digitalisasi bukan lagi menjadi strategi opsional bagi bank,” Nhi Tran, Senior Insights Manager Isentia menyimpulkan.