Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Tembus Rekor US$47 Miliar, Data Center dan Logistik Jadi Incaran Investor
PropertynBank.com – Pasar properti komersial di kawasan Asia Pasifik menunjukkan performa impresif pada awal 2026. Tingginya minat investor terhadap aset perkantoran, logistik, hingga data center mendorong nilai investasi properti komersial (commercial real estate/CRE) mencapai rekor baru sebesar US$47 miliar pada kuartal pertama 2026. Berdasarkan laporan terbaru JLL, capaian tersebut meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi kinerja kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarah di kawasan Asia Pasifik. Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap sektor properti komersiaal meskipun pasar global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi. Selain pertumbuhan investasi secara keseluruhan, aktivitas investasi lintas negara juga mencatat lonjakan signifikan. Nilai transaksi cross-border innvestment mencapai US$16,3 miliar atau naik 87% secara tahunan, sekaligus menjadi rektor tertinggi untuk satu kuartal. Singapura menjadi pasar dengan pertumbuhan investasi paling agresif di kawasan. Volume investasi properti komersial di negara tersebut melonjak 433% menjadi US$11,5 miliar. Sementara itu, Jepang tetap mempertahankan posisinya sebagai pasar terbesar dengan total investasi mencapai US$13,2 miliar. Menurut Stuart Crow, CEO Asia Pacific Capital Markets JLL, meskipun pasar mencatat awal tahun yang sangat kuat, investor masih mencermati potensi dampak perkembangan geopolitik terhadap harga energi global. “Dalam jangka pendek, modal diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke pasar yang matang dan likuid seperti Jepang dan Singapura. Di sisi lain, kenaikan biaya konstruksi akibat harga energi berpotensi membatasi pasokan baru sehingga dapat mendukung pertumbuhan nilai aset di lokasi-lokasi strategis,” ujarnya. Data Center dan Logistik Makin Menarik bagi Investor Dari sisi sektor, properti perkantoran masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai transaksi mencapai US$24 miliar atau meningkat 46% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Nilai tersebut mewakili lebih dari separuh total investasi properti komersial di Asia Pasifik. Namun, sektor yang semakin mencuri perhatian investor adalah logistik dan data center. Investasi pada aset industri dan logistik tumbuh 53% menjadi US$8,5 miliar, didukung oleh kebutuhan rantai pasok yang semakin kuat serta permintaan terhadap fasilitas logistik modern. Sementara itu, investasi data center mencapai US$4,1 miliar pada kuartal pertama 2026. Tren ini didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) kebutuhan layanan cloud, serta kebijakan kedaulatan data yang diterapkan di berbagai negara. JLL memperkirakan kebutuhan kapasitas data center di Asia Pasifik akan tumbuh rata-rata 19% per tahun dalam 5 tahun ke depan. Keterbatasan pasokan dan ketersediaan listrik di sejumlah pasar utama juga mendorong pengembang untuk mencari lokasi alternatif yang memiliki dukungan infrastruktur energi lebih memadai. Beberapa kawasan yang mulai mendapat perhatian sebagai pusat pengembangan data center baru antara lain Johor Bahru di Malaysia, Batam di Indonesia, serta Bangkok di Thailand. Sektor perhotelan juga menunjukkan tren positif. Pemulihan pariwisata regional yang terus berlangsung mendorong kenaikan tingkat hunian dan pendapatan hotel. Volume transaksi hotel meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan menjadi pasar yang paling aktif. Di Indonesia, prospek investasi properti komersial dinilai tetap menjanjikan. Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, mengatakan bahwa fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan ekonomi digital, bonus demografi, serta meningkatnya adopsi AI menjadi faktor utama yang terus menarik minat investor. Menurutnya, investor saat ini masih menaruh perhatian besar pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama logistik dan manufaktur, data center, serta perhotelan. JLL juga melihat semakin banyak investor institusional menerapkan pendekatan investasi “HALO” (Heavy Assets with Low Obsolescence), yaitu strategi yang berfokus pada aset fisik yang memiliki potensi pendapatan stabil dan relatif tidak mudah terdampak perubahan teknologi. Tren ini diyakini akan semakin memperkuat daya tarik aset-aset berkualitas yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ajang 93th International Agricultural Fair 2026 Jadi Momentum Indonesia Perluas Pasar Ekspor Global
Propertynbank : Ajang bergengsi 93th International Agricultural Fair 2026 yang di Serbia, kembali menjadi pusat perhatian pelaku industri pertanian, perdagangan, dan investasi dari berbagai negara. Pameran internasional yang dikenal sebagai salah satu agenda agribisnis terbesar di kawasan Eropa tenggara ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan jaringan perdagangan global dari berbagai negara. Dalam forum inilah Indonesia turut mengambil bagian sebagai mitra ekonomi strategis yang siap memperluas kolaborasi perdagangan, investasi, dan pengembangan industri berbasis agrikultur berkelanjutan. Bagi Indonesia, ajang internasional ini menjadi momentum strategis untuk melihat besarnya potensi pasar Serbia dan kawasan Balkan terhadap produk unggulan nasional. Kawasan Eropa Timur kini dinilai sebagai pasar alternatif yang menjanjikan di tengah dinamika dan persaingan perdagangan global yang semakin kompetitif. Disisi lain, Serbia juga memiliki posisi strategis sebagai penghubung perdagangan menuju kawasan Balkan dan Eropa Tenggara, sehingga membuka peluang distribusi yang lebih luas bagi produk Indonesia. Melalui stand resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Pancasila Global Sinergi hadir sebagai bagian dari representasi dunia usaha Indonesia yang aktif membangun jejaring perdagangan internasional. Kehadiran perusahaan ini tidak hanya membawa misi promosi produk Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kesiapan sektor swasta nasional dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia di pasar global. Produk-produk Indonesia seperti rempah-rempah, kopi, produk turunan kelapa, pangan olahan, produk herbal, hingga berbagai produk kreatif dan ramah lingkungan mendapat perhatian besar dari pelaku usaha internasional yang hadir dalam pameran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa daya saing produk Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh apabila didukung oleh kebijakan perdagangan internasional yang progresif dan terintegrasi. Namun demikian, potensi besar tersebut membutuhkan dukungan konkret melalui percepatan kebijakan perdagangan bebas dan penyederhanaan jalur ekspor antara Indonesia dan Serbia. Saat ini, tantangan tarif, prosedur perdagangan, logistik, serta keterbatasan kerja sama bilateral masih menjadi hambatan yang perlu segera diatasi agar peluang pasar tidak diambil oleh negara pesaing lain yang lebih agresif membangun kerja sama ekonomi di kawasan Balkan. Karena itu, momentum keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional ini seharusnya menjadi pijakan penting bagi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk segera memperkuat dan merealisasikan nota kesepahaman (MoU) perdagangan strategis dengan pihak Serbia. Langkah ini akan memberikan dampak besar bagi peningkatan ekspor nasional, perluasan akses pasar produk UMKM Indonesia, hingga pembukaan peluang investasi baru di sektor agribisnis dan industri pengolahan pangan. Kerja sama perdagangan bebas Indonesia–Serbia juga berpotensi menjadi pintu masuk strategis menuju pasar Eropa Timur yang lebih luas. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperkuat posisi geopolitik ekonominya di kawasan nontradisional yang selama ini belum tergarap secara optimal. Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan diversifikasi pasar ekspor nasional, langkah percepatan kerja sama bilateral ini menjadi sangat relevan dan mendesak. Indonesia memerlukan terobosan baru dalam diplomasi perdagangan internasional agar produk nasional memiliki akses yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar dunia. Kehadiran Indonesia melalui partisipasi aktif dunia usaha seperti Pancasila Global Sinergi membuktikan bahwa sektor swasta nasional siap bergerak lebih cepat membuka peluang pasar global. Kini diperlukan dukungan kebijakan yang lebih progresif agar semangat diplomasi ekonomi tersebut dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan ekspor, pemberdayaan UMKM, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai perdagangan internasional. Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan Serbia sebagai gerbang strategis baru menuju pasar Balkan dan Eropa Tenggara. Momentum ini tidak boleh berhenti hanya sebagai partisipasi pameran semata, melainkan harus menjadi awal dari transformasi hubungan perdagangan yang lebih terbuka, modern, dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
Investasi Apple Ditolak, Mungkinkah Indonesia Kehilangan Peluang Besar ?
Propertynbank : Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) akhirnya membuat keputusan dengan dengan menolak proposal investasi Apple senilai USD 100 juta. Keputusan tersebut diambil setelah melalui penilaian teknokratis mendalam, dengan fokus pada empat aspek keadilan investasi. Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, proposal investasi senilai USD 100 juuta atau sekitar Rp 1,58 triliun itu dianggap belum memenuhi aspek keadilan. Agus mengungkapkan keempat aspek yang menjadi perhatian tersebut, Pertama perbandingan investasi Apple di Indonesia dengan negara lain. Hingga kini, Apple belum menunjukkan komitmen untuk membangun fasilitas produksi atau pabrik di Indonesia, berbeda dengan langkah mereka di negara seperti Vietnam dan India. Kedua, menyangkut perbandingan dengan merek-merek lain yang sudah lebih dahulu menanamkan modal di sektor handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) di Indonesia. Ketiga, tawaran investasi Apple dinilai belum memberikan nilai tambah yang signifikan serta penerimaan negara yang memadai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa investasi Apple perlu disesuaikan dengan potensi keuntungan yang diperoleh dari pasar domestik Indonesia. Keempat, berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja. Agus menekankan bahwa investasi Apple sejauh ini belum memberikan dampak berarti dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah merencanakan untuk mengundang Apple ke Indonesia guna membahas dua hal penting terkait komitmen investasi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu. Pertama, mengenai pelunasan sisa komitmen investasi tahun 2023 sebesar USD10 juta, dan kedua, terkait proposal investasi baru senilai USD100 juta untuk periode 2024 hingga 2026 yang dianggap belum memenuhi standar keadilan. Menanggapi penolakan investasi Apple, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, perusahaan asal AS itu seharusnya mematuhi aturan di Indonesia. Seperti diketahui, banyak perusahaan asing yang berlomba-lomba bangun pabrik di Indonesia agar bisa menjual produknya di pasar Indonesia. “Makanya sebenarnya tujuan dari TKDN ada fair trade. Jangan sampai kita disedot uangnya banyak, tapi mereka tidak berkontribusi kepada Indonesia. Menariknya, uang disedot dari Indonesia besar, tapi yang mendapat berkah justru Vietnam dengan bangun pabrik di sana,” kata Heru. Dampak Penolakan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara menyatakan, penolakan terhadap investasi Apple dapat memicu antipati dari investor asing. “Alih-alih meningkatkan daya saing dan infrastruktur, kebijakan ini malah berpotensi memperburuk iklim investasi. Sementara itu, negara seperti Vietnam lebih kompetitif dengan perjanjian perdagangan yang spesifik,” ujar Bhima pada acara Economic Outlook 2025. Lebih jauh dikatakan Bhima, ada beberapa kemungkinan dampak yang bisa menjadi akibat penolakan tersebut mengingat apple sebagai perusahaan teknologi global. Pertama, Hilangnya Potensi Ekspor. Jika Apple mendirikan pabrik di Indonesia, produknya dapat diekspor ke negara-negara lain di Asia atau bahkan dunia, yang akan meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor. Tanpa investasi Apple, peluang ini tidak akan terwujud, Kedua, Kehilangan Kontribusi pada PDB. Investasi langsung dari Apple bisa memberikan kontribusi signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) melalui peningkatan aktivitas ekonomi, baik dari sektor manufaktur, penjualan produk, maupun infrastruktur pendukung. Penolakan investasi berarti hilangnya potensi pertumbuhan ekonomi tersebut. Ketiga, Dampak pada Inovasi dan Ekosistem Teknologi Lokal. Keberadaan Apple bisa memacu inovasi dan pengembangan ekosistem teknologi lokal, baik melalui kolaborasi dengan universitas, pelaku bisnis lokal, maupun startup. “Penolakan investasi Apple berarti Indonesia kehilangan peluang untuk mempercepat perkembangan industri teknologi,”ujarnya. Keempat, Hilangnya Daya Tarik sebagai Destinasi Investasi. Keputusan untuk menolak investasi dari perusahaan besar seperti Apple bisa memberikan sinyal negatif kepada investor internasional. Bhima menyebutkan, penolakkan ini bisa menciptakan persepsi bahwa Indonesia kurang ramah terhadap investasi asing, terutama dari perusahaan teknologi global, sehingga berpotensi membuat investor lain lebih berhati-hati, Namun, perlu dicatat bahwa dampaknya juga tergantung pada bagaimana pemerintah Indonesia mengelola investasi asing lainnya. Jika Indonesia berhasil menarik investasi serupa dari perusahaan lain yang lebih bersedia memenuhi regulasi lokal, dampak negatif ini bisa diminimalkan atau bahkan dihindari. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan melalui Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), menyatakan akan segera mengirimkan surat kepada Apple untuk menjadwalkan negosiasi. Agus menyebutkan bahwa salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah sisa komitmen investasi Apple yang belum terlunasi, yaitu sebesar 10 juta dolar AS untuk tahun 2023. Selain itu, Kemenperin juga akan membahas proposal baru senilai 100 juta dolar AS yang dinilai belum memenuhi empat aspek yang dianggap penting dalam investasi yang berkeadilan. Menurut Agus, pemerintah lebih mengutamakan agar Apple segera membangun fasilitas produksi atau pabrik di Indonesia. Dengan demikian, Apple tidak perlu lagi mengajukan proposal investasi setiap tiga tahun, sebagaimana ketentuan yang ada saat ini. “Kami lebih berharap Apple segera mendirikan pabrik di Indonesia, karena ini akan memberikan kepastian dan keberlanjutan investasi,” pungkas Menperin.
Tokocrypto dan UNS Surakarta Kolaborasi Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain
Propertynbank.com – Tokocrypto menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk mendirikan Pojok Kripto, sebuah dedicated space untuk mengembangkan ekosistem inovasi dan literasi dalam mendukung transformasi teknologi blockchain dan aset kripto. Kerjasama ini didasari oleh perkembangan industri blockchain dan aset kripto di Indonesia yang meningkat pesat sejak dua tahun terakhir. Berbagai sektor industri sudah mulai melihat potensi dari adopsi teknologi baru tersebut dalam pengembangan bisnis pelaku usaha. Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan pihaknya melakukan kerja sama ini melalui TokoScholars, sebuah bagian dari ekosistem TokoVerse, yang menjadi platform edukasi dengan fokus meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto. TokoScholars bersama UNS Surakarta akan mendirikan Pojok Kripto, setelah sebelumnya telah hadir di Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Indonesia (UKI). “Sejak didirikan, kami sudah menyadari bahwa dapat melakukan lebih banyak hal untuk Indonesia. Kita telah berkembang melampaui core business yang dijalankan dan menjadikan literasi serta edukasi sebagai DNA perusahaan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus tumbuh dan mengembangkan layanan inovatifnya. Kami bangga menyambut kolaborasi dengan UNS Surakarta sebagai kelanjutan komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inovasi teknologi blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda. Manda mengungkap Pojok Kripto di UNS Surakarta akan menjadi one-stop educational and community center untuk semua seluruh Civitas Akademik dan masyarakat umum, agar bisa lebih memahami dan merasakan manfaat dari adopsi teknologi blockchain dan investasi aset kripto secara menyeluruh, serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., mengatakan kemitraan untuk mendirikan Pojok Kripto di lingkungan kampus adalah langkah yang baik. Kerja sama ini dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa, dosen dan masyarakat di lingkungan kampus UNS Surakarta untuk lebih mendalami teknologi blockchain dan aset kripto. “Kemitraan ini merupakan wujud dari kedua institusi dalam menyikapi semangat kolaborasi dan resiliensi untuk mewujudkan adopsi blockchain yang lebih luas di Indonesia. Dengan Pojok Kripto, besar harapan substansi pembelajaran juga penelitian di bidang blockchain dan aset kripto akan terus berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi generasi Z dan milenial. Kemudiah, bisa menciptakan talenta-talenta yang cakap digital di industri teknologi yang baru ini,” kata Prof. Jamal. Tokocrypto Berikan Akses Kepada Mahasiswa Kolaborasi ini akan memberikan akses seluas-luasnya bagi mahasiswa, dosen dan kalangan peneliti untuk mempelajari lebih jauh tentang teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya. Selain itu mereka bisa mempelajari lebih dalam mengenai investasi aset kripto dengan tepat. Ke depan, kemitraan ini juga akan menyediakan kurikulum dan mengadakan seminar, workshop serta program magang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa di dunia kerja, khususnya terkait sektor blockchain yang dalam beberapa waktu belakangan ini pemintaan jumlah pekerjanya meningkat pesat. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko; Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa; CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai; Dan CMO Tokocrypto, Nanda Ivens. Tokocrypto juga baru meresmikan T-Hub ketiga yang berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah untuk menciptakan ‘rumah’ yang terbuka bagi seluruh masyarakat guna berdiskusi dan mengembangkan berbagai ide, guna mendorong perkembangan teknologi dan literasi finansial. Selama paruh pertama 2022, jumlah download aplikasi telah bertumbuh hingga 3,1 juta, disertai dengan peningkatan jumlah investor yang mencapai 3 juta pelanggan.
Kripto Meningkat 100%, Bitcoin Naik ke Rp 741juta Setelah Diborong Tesla
UMUM – Bitcoin kembali mengalami kenaikan harga. Bitcoin menembus harga tertingginya Rp741 juta, per Kamis (18/2/2021). CEO Indodax Oscar Darmawan kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan yang terjadi di market global. Bitcoin baru saja diborong oleh Tesla. Perusahaan Elon Musk itu membeli Bitcoin senilai Rp21 triliun. “Bitcoin kembali menembus harga tertinggi. Hanya butuh waktu satu pekan bagi Bitcoin ke Rp741 juta dari Rp650 juta. Kenaikan fantastis Bitcoin terjadi karena tingginya permintaan dari dunia korporasi,” kata Oscar. [irp] Sebelumnya ada banyak korporasi yang telah membeli Bitcoin. Seperti Square yang membeli, Tudor Investment Corp, JP Morgan dan lain-lain. Kemudian ada Microstrategy Inc. yang membeli Bitcoin secara bertahap. Terbaru, Microstrategy mengumumkan akan membeli Bitcoin senilai 600 juta US Dollar. Perusahaan-perusahaan tersebut membeli Bitcoin hingga ratusan juta dollar atau mencapai triliunan Rupiah. Ke depan, masih ada beberapa perusahaan lagi yang akan membeli Bitcoin. Seperti Master Card yang akan mempertimbangkan memberikan fitur pembayaran dengan Bitcoin dan aset kripto lainnya. [irp] Saat yang bersamaan, harga altcoin (alternative coin) atau aset kripto lain juga menunjukkan penguatan harga, Hampir semua aset kripto mengalami peningkatan harga 100% dari awal 2021 hingga saat ini. Salah satu faktornya adalah karena tingginya permintaan terhadap aset kripto lain. Karena masyarakat Indonesia saat ini sedang menggandrungi atau hype dengan trading aset kripto. Tingginya kenaikan harga aset kripto juga disambut oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, ada lebih dari 2,5 juta member yang terdaftar di Indodax. [irp] Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang berhasil memanfaatkan momen kenaikan harga Bitcoin ini. Tidak sedikit juga dari mereka menjadi orang kaya baru setelah berinvestasi di Bitcoin dan aset kripto lain selama setahun terakhir. Beberapa influencer atau selebgram juga tercatat aktif dan sukses setelah terjun menjadi investor aset kripto. Bahkan salah satu selebgram mengaku aktif menjadi trader Bitcoin dan altcoin dan berkeinginan berkeliling dunia dan membeli pesawat jet pribadi. [irp] Tak hanya bagi orang yang sudah kaya, hadirnya aset kripto di Indonesia juga menyelamatkan orang-orang yang di PHK di masa pandemi. Misalnya seperti Fajar Kurniawan, seorang mantan sekuriti warga Yogyakarta.
Lebih Menarik Dibanding Properti? Harga Bitcoin Setara Unit Apartmen di Jakarta
UMUM — Bitcoin kembali mencatatkan harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp400 juta pada 27 December 2020. Apabila diakumulasi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, kenaikan Bitcoin sudah mencapai lebih dari 300% dibandingkan harga Bitcoin di Januari 2020 sebesar Rp90 juta-an. Harga Bitcoin yang hampir menembus Rp 400 juta per 1 Bitcoin setara dengan harga apartment di wilayah Jakarta. Padahal awal mulanya Bitcoin muncul memiliki harga kurang dari $1 per 1 Bitcoinnya di tahun 2010. [irp] “Bitcoin sekarang menjadi komoditas yang kian menarik dan secara harga sendiri sekarang 1 Bitcoin seperti memiliki 1 buah apartment di Jakarta ” ungkap CEO Indodax Oscar Darmawan. Bitcoin mencatatkan performa yang apik di akhir tahun 2020. Dalam satu bulan Desember 2020 sendiri kenaikan Bitcoin hampir dua kali lipat dari Rp230 juta meningkat menjadi Rp400 juta. Lompatan tinggi harga Bitcoin di akhir tahun ini benar-benar di luar prediksi. Awalnya, kenaikan harga Bitcoin diprediksi hanya sampai level USD20.000 atau setara dengan Rp308 juta (kurs Rp14.000) oleh banyak pihak. Namun ternyata sebelum pergantian tahun, Bitcoin sudah melewati level harga tersebut bahkan menembus Rp400 juta. [irp] Penyebab utama kenaikan signifikan harga Bitcoin terjadi karena permintaan yang masif. Banyak perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memborong Bitcoin. Misalnya perusahaan asuransi, Massachusetts Mutual Life Insurance, yang memborong Bitcoin senilai USD100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun. Perusahaan Wall Street juga mengumumkan telah berinvestasi senilai USD530 juta di Bitcoin. Selain itu ada perusahaan teknologi, MicroStrategy, yang mengumumkan telah membeli Bitcoin tahap pertama senilai USD250 juta dan tahap kedua senilai USD225 juta. “Permintaan masif terhadap Bitcoin tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap kenaikan harga,” sebutnya. [irp] Pembelian Bitcoin di seluruh dunia memang semakin mudah. Selain banyaknya perusahaan exchange, PayPal juga ikut menyediakan fitur pembayaran Bitcoin. Maraknya pembelian Bitcoin di seluruh dunia karena investor menganggap aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia ini sebagai aset dengan performa terbaik di tahun 2020 ini dan sudah terbukti sejak 10 tahun terakhir terus menjadi aset dengan performa terbaik di tengah era digital ini. Bahkan di saat pandemi COVID-19, Bitcoin terbukti tetap dapat menjaga performa nya dibandingkan aset investasi lainnya. “Sekarang, orang sudah melihat fundamental Bitcoin yang terbukti sejak 10 tahun terakhir dan menjadi nilai lindung inflasi yang baik,” jelasnya. [irp] Dengan lompatan harga yang terjadi saat ini menjadikan Bitcoin sebagai komoditas investasi yang paling menguntungkan bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti deposito, logam mulia, saham, maupun surat utang bahkan properti. “Permintaan Bitcoin terus meningkat di seluruh dunia sementara suplainya terbatas sehingga harga Bitcoin berpotensi ke depan akan terus naik secara jangka panjang bahkan beberapa perbankan dunia meramalkan harga Bitcoin akan menembus lebih dari 1 milyar rupiah per 1 bitcoinnya. Ini membuat Bitcoin menjadi salah satu komoditas investasi yang paling menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya,” tutupnya. [irp] Di Indonesia, untuk transaksi jual beli Bitcoin secara resmi dan mudah saat ini bisa menggunakan dua startup populer yaitu melalui Bitcoin.co.id atau dikenal dengan Bitcoin Indonesia atau melalui platform trading Indodax. Keduanya merupakan platform yang sudah dipercaya di masyarakat Indonesia selama lebih dari 7 tahun terakhir di Indonesia.
Beri Kemudahan Berinvestasi, BKPM Terbitkan 25 Aturan Demi Bidik Investor
EKONOMI – Pemerintah berupaya menaikkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia atau ease of doing business (EoDB) dari urutan 73 menjadi 60 dunia di tahun ini. Untuk bisa meyakinkan investor, setidaknya sudah ada 25 beleid diterbitkan. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot mengatakan, sejak tahun lalu sebetulnya BKPM dan kementerian/lembaga (K/L) sudah bekerjasama membuat aturan yang bisa memudahkan investasi langsung di dalam negeri. [irp] Sejauh ini, sudah ada 25 beleid lintas K/L yang diterbitkan. Aturan ini pun diyakini dapat memperbaiki penilaian Bank Dunia terhadap 10 indikator EoDB yang terdiri dari memulai usaha, perizinan terkait mendirikan bangunan, pendaftaran properti, penyambungan listrik, pembayaran pajak, perdagangan lintas negara, akses pengkreditan, perlindungan terhadap investor minoritas, penegakan kontrak, dan penyelesaian perkara kepailitan. Yuliot nyampaikan, Bank Dunia telah menambah satu kriteria penilaian EoDB yakni pembangunan oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah, Yuliot bilang aturan menteri terkait di tahun lalu sebetulnya sudah masuk dalam regulasi perbaikan indikator itu. Yakni pengadaan jasa pengaspalan jalan sepanjang 20 KM 2 jalur dengan nilai pekerjaan Rp 35 miliar, sesuai dengan Permen PUPR Nomor 07/PRT/2019 tentang Standard dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia. [irp] Yuliot berharap, dengan implementasi beleid tersebut yang sudah efektif berlaku di tahun ini, maka dapat memperbaiki peringkat EoDB Indonesia. Meski, sampai saat ini Bank Duni belum juga merilis laporannya itu. Padahal, biasanya diterbitkan di akhir bulan Oktober. “Laporan EoDB diundur karena ada kasus fraud di tim World Bank,” kata Yuliot pada Minggu (01/11/2020). Yuliot menambahkan, untuk laporan EoDB 2022 yang diterbitkan tahun depan, pihaknya optimistis dapat membaik di peringkat 50 dunia. Hal ini didukung dengan implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang mencakup beberapa hal penilaian investor yakni memulai berusaha, perizinan pembangunan gedung, dan pengadaan tanah. “Ketiga indikator ini penilaian Indonesia ada di atas level 100, dengan UU Cipta Kerja pastinya akan menurunkan peringkat secara signifikan. Ya kami harapkan secara umum peringkat EoDB untuk 2021 di posisi 60, dan EoDB untuk 2022 yang dilaporkan tahun depan bisa di posisi 50-an,” kata dia. [irp] Menurut Yuliot, UU Cipta Kerja juga akan menambah minat investor karena telah penyederhanaan perizinan. Sehingga birokrasi di level pemerintah daerah (pemda) tidak lagi menjadi penghalang investor. Dus, kebijakan tersebut menambah kemudahan perizinan setelah sebelumnya dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 izin di tingkat Kementerian/Lembaga (K/L) berada di bawah BKPM. “Artinya pasti akan ada efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh investor, karena ini juga penting dalam EoDB, dengan dihilangkan atau digabung (perizinan) akan efisiensi daya saing,” lanjut dia. Adapun 25 aturan yang dimaksud antara lain, pertama, memulai bisnis yakni lampiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor. 28 tahun 2019 tentang jenis dan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kemenkumham Nomor I.A.3.b. SE-35/PJ/20119 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Secara Elektronik. [irp] Permenaker Nomor 4/2019 tentang Perbaikan Implementasi Peizinan Terintegrasi Melalui OSS, Wajib Lapor Ketenagakerjaan DIintegrasikan dengn NIB. SE Mendagri No. 503/6491/SJ tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di Daerah Menghapuskan SKDU. SE Dirjen AHU No.AHU.UM.01.01.-580 Tahun 2019 Mewajibkan Notaris Untuk Melakukan Pemesanan Nama dan Pengesahan Pendirian PT dalam Satu Prosedur. Kedua, perizinan terkait mendirikan bangunan meliputi Permen PUPR Nomor 02/2020 tentang Izin Mendirikan Bangunan dan Gedung. Penurunan biaya melalui penuruna n indeks fungsi usaha untuk bangunan gudang dari sebelumnya 3 menjadi 0,5. Kemudian, Permen PUPR Nomor 03/2020 tentang Sertifikat Layak Fungsi. Percepatan penerbitan SLF untuk yang menggunakan desain prototype 1 hari. Surat Keputusan Kepala DPMPTSP DKI Jakarta No. 14/2020 tentang Peningkatan Pelayanan Publik. [irp] Ketiga, pendaftaran properti yakni Permen ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerapan Tanda Tangan Elektronik. Permen ATR/BPN Nomor 7 Tahun 2019 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Tahun 2019 tentang Pendaftaran Tanah. Lalu, Permen ATR/BPN Nomor 9 Tanun 2019 tentang Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik. Per-Dirjen Pajak Nomor PER-21/PJ/2019 yang berisi kemudahan Proses Penelitian Pemenuhan Kewajiban Pembayaran PPh. Keempat, penyambungan listrik dengan reformasi melalui Surat Diretkut Utama PT PLN (Persero) Nomor 0105/AGA.01.01/0.1/0000/2020 tanggal 31 Januari 2020 perihal Reformasi Pelayanan Penyambungan Listrik. [irp] Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDN Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh PT PLN (Persero). Kelima, pembayaran pajak dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 117/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-36/PJ/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan dan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak. Keenam, akses pengkreditan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.03/2019 tentang Lembaga PengelolaInformasi Perkreditan. [irp] Ketujuh, perlindungan investor dengan POJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Kedelapan, perdagangan lintas negara antara lain dengan beleid SE Dirjen Perhubungan Laut Nomor SE 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Penerapan Sistem Pesanan Secara Elektronik untuk Barang Impor di Pelabuhan. SE Dirjen Bea Cukai Nomor SE-20/BC/2019 tentang Peningkatan Layanan Ekspor dan Impor. SE Dirjen Perhubungan Nomor PM 121 tahun 2018 tentang Jenis, Struktur, Golongan, dan Mekanisme Penetapan Tarif Jasa Kepelabuhan Kesembilan, penegakan kontrak antara lain Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Peraturan MA Nomor 4 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana. SK KMA 271/KMA/SK/XII/2019 tentang Petunjuk Teknis Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Tingkat Banding. [irp] Kesepuluh, penyelesaian perkara kepailitan dengan diterbitkannya Peraturan MA Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. (Artha Tidar)
Di Tengah Pandemi, Realisasi Investasi Jakarta Tertinggi Se-Indonesia
UMUM – Provinsi DKI Jakarta mencatatkan nilai realisasi investasi tertinggi secara nasional pada Triwulan II Tahun 2020 (periode April s.d. Juni) dengan total nilai investasi sebesar Rp. 30,1 triliun. Selama periode Triwulan II tahun 2020 realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) DKI Jakarta, sebesar US$ 0,8 miliar atau setara dengan Rp. 12,2 triliun dengan kurs APBN 2020 US$1= Rp. 14.400 dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) DKI Jakarta, sebesar Rp. 17,9 triliun. [irp] “Alhamdulillah, Provinsi DKI Jakarta kembali meraih pencapaian dalam bidang penanaman modal. Berdasarkan data BKPM RI, DKI Jakarta meraih realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp.30,1 triliun pada Triwulan II tahun 2020, menempati urutan pertama sebagai Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra melalui keterangan tertulis, Sabtu, (8/8/2020). Dengan demikian, Realisasi Investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama Semester I tahun 2020 (periode Januari s.d. Juni) mencapai Rp. 50,2 triliun atau berkontribusi 12,5% dari Total Realisasi Investasi PMA dan PMDN Nasional, sebesar Rp. 402,6 triliun. “ini menunjukkan bahwa masih adanya geliat investasi di Ibu Kota meskipun di tengah Pandemi Covid19” imbuh Benni. [irp] Kendati demikian, Benni menyampaikan terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29% pada Triwulan II tahun 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 lalu. Hal ini, kata Benni disebabkan karena faktor pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi. Hal sebaliknya terjadi pada Realisasi Investasi PMDN DKI Jakarta yang tetap menunjukkan performa positif pada triwulan kedua ini dengan mengalami kenaikan sebesar 10,49% bila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2019 lalu. “Pencapaian ini merupakan bukti bahwa berbagai kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Anies Rasyid Baswedan saat Pandemi Covid-19 menuju masyarakat sehat, aman dan produktif disambut baik oleh para investor dan tetap menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif di Jakarta” tutur Benni. [irp] Benni menambahkan Pemprov DKI Jakarta, melalui DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan promosi proyek- proyek potensial kepada para investor meskipun dilakukan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru mengikuti protokol pencegahan Covid-19 dan senantiasa menghadirkan inovasi layanan perizinan dan nonperizinan yang memudahkan pelaku usaha untuk membangun bisnisnya di Ibu Kota. Sektor Usaha Paling Diminati Lebih lanjut, Benni merinci sektor usaha yang mencatatkan nilai realisasi investasi tinggi dan menarik minat investor dalam menanamkan modalnya di Jakarta. Bagi investor PMA sektor usaha yang paling diminati adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai realisasi investasi sebesar, US$ 308 juta atau berkontribusi sebesar 36% dari total Realisasi Investasi PMA DKI Jakarta pada Triwulan II tahun 2020. [irp] Sementara sektor usaha Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi, kata Benni, menjadi sektor yang paling diminati oleh investor PMDN, sebesar dari Rp 6,6 triliun pada Triwulan II tahun 2020. Data realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah Kota Administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp. 13,5 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp. 8,3 triliun dan PMDN sebesar Rp. 5,2 triliun. Kedua, imbuhnya, Jakarta Pusat dengan realisasi investasi sebesar Rp. 8,8 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp. 1,7 triliun dan PMDN Rp. 7,1 triliun; Ketiga, Jakarta Utara dengan realisasi investasi sebesar Rp.3,4 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp. 936 miliar dan PMDN sebesar Rp. 2,5 triliun; Keempat, Jakarta Barat dengan realisasi investasi Rp. 2,3 triliun terdiri dari PMA Rp. 430 miliar dan PMDN 1,9 triliun; dan Jakarta Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp.2 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp. 799 miliar dan PMDN Rp. 1,2 triliun. [irp] “Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi dan solusi penguatan iklim investasi di Jakarta serta aktif melakukan promosi dalam berbagai forum investasi yang diselenggarakan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam upaya pencegahan Covid19,” pungkas Benni
Saat Corona, Trader Aset Kripto Raih Profit 10% Lebih Dalam Sehari
UMUM – Banyak trader dan investor aset kripto di INDODAX meraup untung (take profit) lebih dari 10% dalam sehari. Hal ini dikarenakan nilai aset kripto seperti bitcoin dan lainnya terus meningkat, belakangan ini. CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan, industri trading platform aset kripto seperti INDODAX tidak terlalu terpengaruh oleh corona, seperti sekarang. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya harga aset kripto dari awal tahun 2020. [irp] “Trading platform merupakan industri yang tidak terkena dampak oleh corona. Situasi Corona ini justru membuat untung trader dan investornya. Ini menandakan bahwa bitcoin merupakan aset yang aman dan masih menjadi primadona,” kata Oscar Darmawan, pekan lalu. Dia mengatakan, serangan COVID-19 membuat orang-orang terpaksa bekerja dari rumah. Sehingga orang-orang mulai memikirkan investasi baru dengan pengembalian yang cepat. Salah satunya dengan cara trading aset kripto. [irp] Oscar Darmawan mengatakan, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset kripto juga membuat member INDODAX meningkat. Pada awal tahun ini, jumlah volume trading di startup tersebut sudah mencapai Rp2 triliun per bulan dengan menjual lebih dari 60 aset digital termasuk bitcoin, ethereum dan lainnya. “Saat ini, member INDODAX sudah hampir mencapai 2 juta orang, dimana 99 persennya adalah orang Indonesia. Orang-orang memanfaatkan waktu mereka bekerja di rumah untuk trading aset kripto. Banyak dari trader yang berhasil mengambil posisi tepat bisa take profit lebih dari 10% dalam sehari,” katanya. [irp] Dia menjelaskan, saat corona menerpa perekonomian dunia, termasuk Indonesia, aset kripto tidak terkena dampak secara langsung. Karena yang menentukan harga hanyalah supply dan demand. Faktanya, harga bitcoin menunjukkan tren kenaikan harga dari awal tahun. Pada awal tahun, harga bitcoin masih 90 jutaan. Saat ini, Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 6 petang, harga bitcoin sudah mencapai Rp110 juta. Kondisi ini berbeda dengan produk investasi lain yang mengalami penurunan karena COVID-19. [irp] Oscar Darmawan tidak membantah bahwa sempat ada penurunan harga hingga Rp64 juta pada pertengahan Maret lalu. Penurunan yang drastis itu hanya bersifat sementara. Hal itu tentu saja dimanfaatkan investor atau trader. Saat ini, mereka sudah mengambil profit lebih dari 70% karena Bitcoin kembali menyentuh harga 110juta, pada Kamis (26/3) sekitar pukul 09.00 WIB.
Ditengah Pandemi Corona, Investor Raih Keuntungan Dari Aset Kripto
INVESTASI— Sekalipun harga bitcoin dan aset kripto mengalami penurunan beberapa hari terakhir, tetapi ternyata beberapa token saat ini mulai menunjukkan lonjakan harga yang cukup tinggi, selang dalam beberapa hari saja. Bahkan beberapa aset kripto mengalami kenaikan lebih dari 100% dalam beberapa hari saja. Ini menunjukkan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi di cryptocurrency atau aset kripto. Karena selain harga yang sedang turun, momen halving day Bitcoin juga akan berlangsung beberapa minggu lagi. [irp] CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan bahwa aset kripto masih menjadi aset yang menarik diperdangkan pada saat virus corona. Justru dengan masyarakat melakukan work from home di sebagian besar wilayah Indonesia membuat aktifitas perdagangan aset kripto justru melonjak cukup tinggi. “Harga bitcoin dan aset kripto lain turun karena ada aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai karena kondisi ekonomi global yang terus memburuk. Tetapi dua hari terakhir kita melihat harga kripto mulai mengalami lonjakan harga kembali karena demand yang muncul dari orang yang kawatir dengan kondisi ekonomi global saat ini yang makin tidak menentu karena virus corona ini. Ini jadi momen menarik untuk melihat bagaimana performa aset kripto di tengah tekanan ekonomi global, apakah mampu aset kripto membuktikan dirinya sebagai aset yang anti resesi,” kata Oscar Darmawan melalui pers rilis, beberapa waktu lalu. [irp] Menurutnya, kondisi aset kripto ini berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona. Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya hanya supply dan demand. Jadi, kata Oscar, corona ini tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin. Penyebab turunnya harga hanya karena aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka karena corona. Hanya itu saja. Beda dengan saham, reksa dana dan lain-lain yang terpengaruh langsung dengan krisis global dan kebijakan pemerintah. [irp] “Di sisi lain justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harga nya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya. Hal ini terbukti dengan harga aset kripto di beberapa aset mulai mengalami kenaikan kembali” kata Oscar Darmawan. Oscar menyebutkan, momen halving day akan terjadi pada Mei 2020. Nantinya, orang-orang akan kembali berinvestasi di bitcoin dan aset kripto lain. Hal ini menandakan bahwa investor siap menyambut halving. [irp] “Biasanya, setahun setelah fenomena halving day, harga bitcoin meningkat sangat tinggi. Bisa dilihat pada halving day sebelumnya, tahun 2016. Saat itu, harga 1 BTC berkisaran $300-400 naik menjadi $1000 pada awal 2017. Di awal 2018 menjadi sekitar $14.000,” jelasnya. Dikatakan Oscar, momen halving day tersebut akan meningkatkan harga bitcoin selama beberapa tahun ke depan. “Sehingga banyak masyarakat yang percaya aset kripto, khususnya bitcoin, menjadi sarana berinvestasi untuk meningkatkan aset masa depan. Apalagi di tengah corona yang menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi global,” pungkasnya.