Kota Wisata Industri Jababeka, Terobosan Baru Perkuat Ekosistem Manufaktur Nasional

Propertynbank.com – Kota Jababeka memperkenalkan pengembangan kota wisata industri sebagai salah satu konsep baru dan strategi menghadapi tantangan deindustrialisasi dini yang mulai dirasakan sektor manufaktur nasional. Melalui pendekatan ini, kawasan industri tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi edukasi, promosi industri, dan wisata berbasis pengalaman. Inisiatif tersebut digagas oleh pengembang kawasan PT Jababeka Tbk yang ingin mengintegrasikan kekuatan industri dengan potensi pariwisata berbasis manufaktur. Konsep kota wisata industri diharapkan mampu menciptakan nilai tambah baru bagi sektor industri sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. President Director PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menjelaskan bahwa masa depan kawasan industri tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas produksi semata. Menurutnya, kawasan industri perlu berkembang menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha. “Pengembangan kota wisata industri merupakan bentuk komitmen kami untuk memperkuat revitalisasi manufaktur sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor global,” ujar Ivonne di Jakarta, Jumat (6/3). Ia menambahkan, transformasi kawasan industri menjadi destinasi wisata berbasis industri merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi industri dari sekadar pusat produksi menjadi pusat pengalaman dan pengetahuan. Dengan pendekatan tersebut, Jababeka berharap dapat memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dinamis. Ekosistem Kota Industri Global Sebagai kota mandiri terintegrasi, Kota Jababeka telah berkembang menjadi kawasan hunian, industri, bisnis, dan pendidikan berskala global. Saat ini kawasan tersebut dihuni sekitar 1,2 juta penduduk dengan komunitas internasional yang terdiri dari lebih dari 10.000 ekspatriat. “Keberagaman latar belakang masyarakat ini menciptakan ekosistem global yang dinamis sekaligus mendorong interaksi lintas budaya yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” imbuh Ivonne Anggraini. Di kawasan ini, sambungnya, juga beroperasi lebih dari 2.000 perusahaan nasional maupun multinasional. Keberadaan ribuan perusahaan tersebut membuka peluang lahirnya konsep wisata industri yang unik dan edukatif. Didukung dengan hotel bintang 3 hingga bintang 5, transportasi dan aksesibilitas yang lancar serta pilihan transportasi umum yang cepat dan modern seperti Commuter Line (KRL) dan TransJakarta. “Melalui konsep ini, masyarakat dapat berbelanja langsung dari pabrik, pelajar memperoleh kesempatan mempelajari proses produksi secara nyata, sementara investor dapat melihat secara langsung potensi bisnis dan ekosistem industri yang berkembang di kawasan tersebut,” ungkapnya. Transformasi ini juga diperkuat melalui kolaborasi antara sektor industri global, pariwisata budaya, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. “Kami percaya bahwa industri yang kuat harus tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Integrasi sektor industri, pariwisata, dan UMKM akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih inklusif serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal,” tambah Ivonne. Pemerintah Daerah Dukung Kota Wisata Industri Gagasan kota wisata industri ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Andri Julianto, menilai konsep tersebut sebagai langkah progresif dalam memperluas potensi pariwisata daerah. Menurutnya, wisata industri memiliki potensi besar untuk memperluas segmentasi pasar wisata, khususnya wisata edukasi dan business tourism, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih merata. “Kami melihat deklarasi Kota Jababeka sebagai kota wisata industri sejalan dengan upaya diversifikasi destinasi pariwisata daerah,” ujarnya. Sebagai implementasi dari visi kota wisata industri, Jababeka menghadirkan Jababeka Harmony Festival 2026 yang berlangsung pada 6–8 Maret 2026. Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara ekosistem industri global, pariwisata budaya, serta lebih dari 100 UMKM lokal. Acara tersebut juga memadukan perayaan Cap Go Meh dan Festival Ramadan dalam satu panggung yang mencerminkan harmoni keberagaman budaya di kawasan Jababeka. Selain kegiatan budaya dan ekonomi kreatif, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan charity yang melibatkan tenant industri, masyarakat, serta pengelola kawasan. “Kami juga menyiapkan langkah strategis lanjutan melalui pengembangan Jababeka Factory Outlet (JFO) yang dirancang sebagai ikon wisata industri di kawasan tersebut. JFO akan menjadi ruang showcase bagi produk manufaktur para tenant Jababeka,” tutur Ivonne. Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk langsung dari produsen dengan harga kompetitif, tetapi juga memahami proses produksi, inovasi, serta standar kualitas industri yang diterapkan perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut. Ivonne menambahkan, ekosistem kawasan yang stabil, kolaboratif, dan terbuka terhadap keberagaman budaya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. “Pengembangan kota wisata industri ini tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi kawasan, tetapi juga menunjukkan kesiapan kami menjadi mitra strategis investasi jangka panjang sekaligus model solusi inovatif menghadapi tantangan deindustrialisasi dini di Indonesia,” pungkasnya.
Perkuat Ruang Hijau Kota Mandiri, Jababeka Infrastruktur Tanam 200 Pohon

Propertynbank.com – Kawasan Industri Jababeka–Cikarang melalui Jababeka Infrastruktur, anak usaha PT Jababeka Tbk, kembali menggelar program penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas udara dan menciptakan ruang hidup yang nyaman dan meminimalkan risiko banjir. Mengusung tema Tanam Pohon Dinginkan Bumi, Jababeka Infrastruktur menanam 200 pohon di area Jababeka Botanical Garden, ruang terbuka hijau yang kini menjadi salah satu ikon lingkungan di Kota Jababeka. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Forest For Life Indonesia (FFLI), organisasi nirlaba yang berfokus pada rehabilitasi dan konservasi hutan. Kegiatan tersebut turut dihadiri para tokoh penting, antara lain Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi, Head of City Council Jababeka Mayjen TNI (Purn) Sumardi, Ketua FFLI Hadisusanto Pasaribu, serta mantan Menteri Kehutanan 2004–2009 MS Kaban. Menurut Hadisusanto Pasaribu, kolaborasi penghijauan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ekosistem dan menekan degradasi lingkungan. “Gerakan penanaman ini menjadi bukti nyata bahwa industri dapat berperan aktif memulihkan fungsi hutan dan memperluas ruang hijau,” jelasnya di sela-sela penanaman pohon, Jumat (29/11). Baca Juga : JMN Gelar Seminar Nasional dan Indonesia MyHome Award Episode 8 Sementara itu, MS Kaban menegaskan pentingnya intervensi melalui penanaman pohon untuk memulihkan kawasan terdampak kerusakan hutan. Ia mengapresiasi konsistensi Jababeka dalam menjalankan aksi-aksi pelestarian, terlebih karena jenis pohon yang ditanam juga mencakup tanaman langka. Direktur Utama Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, menyampaikan bahwa keberadaan ruang hijau sangat krusial bagi kawasan multifungsi seperti Jababeka yang terdiri dari industri, perumahan, dan komersial. “Selain menurunkan emisi dan suhu udara, penanaman pohon penting untuk menjaga keseimbangan kawasan agar tetap nyaman dan sehat bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa saat ini sekitar 20 hektare area Jababeka telah disiapkan sebagai kawasan hijau, dengan Jababeka Botanical Garden menjadi salah satu titik utama penghijauan. Area tersebut kini berkembang sebagai ruang rekreasi dan lokasi olahraga warga pada akhir pekan. Baca Juga : CBD Jakarta Minim Pasokan Baru, Pasar Perkantoran Yogyakarta dan PIK2 Menggeliat Head of City Council Jababeka, Mayjen TNI (Purn) Sumardi, juga menyampaikan apresiasi kepada para tenant yang turut mendukung kegiatan ini, seperti Hanes Supply Chain Indonesia, Sika Indonesia, Fukoku Tokai Rubber Indonesia, Nippon Steel Chemical & Material Indonesia, dan sejumlah perusahaan lainnya. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempercantik kawasan Jababeka,” ujar Sumardi. Melihat tingginya antusiasme dari tenant dan pengelola kawasan, FFLI, kata Hadisusanto, membuka peluang untuk melanjutkan program serupa, termasuk rencana penanaman pohon aren yang memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi.
Jababeka Bizpark Tahap 2 Mulai Dibangun, Ruang Usaha Fleksibel Berkonsep Jepang

Propertynbank.com – PT Jababeka Tbk menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kawasan bisnis modern, dengan dimulainya pembangunan Jababeka Bizpark tahap 2 (dua). Groundbreaking yang berlangsung pada Rabu (26/11) lalu di kawasan CBD Jababeka, Cikarang itu, dipimpin oleh President Director PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, bersama Direktur PT Jababeka Tbk, Hyanto Wihadhi. Peresmian pembangunan ini menjadi tonggak strategis bagi Jababeka dalam memperkuat pengembangan pusat bisnis terintegrasi di koridor timur Jakarta. Jababeka menegaskan keseriusannya menghadirkan ruang usaha yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Ivonne menyampaikan bahwa pembangunan tahap kedua ini merupakan bagian dari konsistensi perusahaan menghadirkan kawasan komersial yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. “Wilayah timur Jakarta memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar sehingga layak menjadi lokasi pengembangan pusat bisnis baru,” ujarnya dalam keterangan, tertulis, Jumat (28/11). Jababeka Bizpark sendiri dirancang sebagai bangunan multiguna yang dapat dimanfaatkan sebagai gudang, area penjualan, kantor, hingga student housing. Berbagai fasilitas pendukung disiapkan untuk kelancaran operasional para pelaku usaha, mulai dari desain fleksibel, akses kontainer, empat akses tol, hingga konektivitas dengan fasilitas berstandar internasional di Kota Jababeka. Baca Juga : Perkuat Posisi Digital Property Agent, Linktown Torehkan Penjualan 1.700 Unit di 2025 Selain itu, lokasi Bizpark yang terhubung langsung ke Cikarang Dry Port memberikan keuntungan logistik signifikan, termasuk akses efisien menuju Pelabuhan Tanjung Priok melalui jalur kereta. Sistem keamanan one gate system dengan akses privat juga menjadi nilai tambah bagi pemilik unit. Setelah sukses memasarkan dan membangun tahap I yang siap diserahterimakan pada akhir 2025, Jababeka kini menghadirkan Jababeka Bizpark tahap II dengan konsep baru: Japanese Bizpark pertama di Indonesia. Konsep ini menawarkan desain modern dan fungsionalitas tinggi untuk mendukung operasional bisnis yang lebih efektif. Tipe Unit Jababeka Bizpark Tahap 2 Adapun tipe-tipe yang ditawarkan antara lain, Single Building (4,5m × 20m dan 5m × 18m), 2 in 1 (9m × 20m dan 10m × 18m), Two View (4,5m × 20m). Setiap unit dilengkapi high ceiling 9 meter sehingga memungkinkan pengembangan hingga tiga lantai. Antusiasme pasar terhadap tahap II sangat tinggi sejak pertama kali diperkenalkan. Proses konstruksi diperkirakan berlangsung selama 12 bulan dan ditargetkan selesai pada akhir 2026. Baca Juga : Armani Group Bidik 300 Investor Indonesia, Pasarkan Proyek Armani Hallson KLCC Ivonne menegaskan bahwa Jababeka berkomitmen menjaga standar pembangunan tinggi dan memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu. Momentum groundbreaking ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan kawasan Jababeka yang terus bertumbuh. “Jababeka tidak sekadar membangun properti, tetapi membangun masa depan—tempat di mana peluang bisnis dan investasi berkembang,” tutup Ivonne.
EduRank 2024 Tempatkan President University Sebagai PTS Terbaik ke-2 se-Jawa Barat
Propertynbank.com – President University (Presuniv) menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik ke-2 se-Jawa Barat dalam versi EduRank pada tahun 2024 melalui pemeringkatan terbaru yang dipublikasikan. EduRank adalah platform yang merilis peringkat berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia disertai dengan analisisnya. Peringkat tersebut dirilis EduRank melalui website-nya di https://edurank.org. Merujuk website tersebut, EduRank memeringkat 14.331 perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) dari 183 negara di dunia. Pemeringkatan disusun berdasarkan reputasi penelitian, kinerja non-akademis, dan dampak alumni. Melalui pemeringkatan tersebut, EduRank berharap calon-calon mahasiswa, para peneliti, atau akademisi bisa membandingkan kinerja berbagai lembaga pendidikan sesuai dengan peringkat yang mereka susun. Baca Juga : President University Tempati Peringkat ke-1 WURI se-Indonesia dan Peringkat ke-9 di Dunia Berbekal informasi tersebut, calon-calon mahasiswa, para peneliti atau akademisi bisa mengambil keputusan yang tepat untuk urusan pendidikan atau karier masa depannya. Selain menyajikan peringkat, EduRank juga menyediakan berbagai informasi yang mendetail tentang perguruan tinggi. Misalnya, informasi tentang program studi, biaya pendidikan, dan persyaratan penerimaan mahasiswa baru di berbagai universitas yang masuk dalam daftar EduRank. Lompatan Peringkat Mencermati pemeringkatan EduRank 2024, Presuniv ternyata berhasil menempati peringkat ke-2 sebagai PTS terbaik se-Jawa Barat. Dan, hal tersebut dapat dicapai dalam usia Presuniv yang relatif muda. Presuniv memulai operasionalnya sejak tahun 2002. Jadi, hingga saat ini usianya baru 22 tahun. Jauh lebih muda dibandingkan dengan beberapa PTN atau PTS lainnya di Jawa Barat. Beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jawa Barat, baik negeri maupun swasta, bahkan sudah hadir sejak tahun 1950-an atau 1960-an. Baca Juga : Peringati Hari Bumi, CEDRS President University dan NSCMI Gelar Earth Day Festival 2024 Wakil Rektor Presuniv Bidang Akademik, Riset dan Inovasi Dr. Adhi Setyo Santoso, ST, MBA, mengatakan, capaian itu adalah hasil kerja keras semua tim yang tak pernah berhenti memperbaiki diri dalam banyak bidang, terutama yang sejalan dengan konsep Tri Dharma perguruan tinggi. Dalam bidang riset misalnya, lanjut Adhi, Presuniv terus mendorong para dosen dan mahasiswanya untuk melakukan penelitian dan menerbitkan hasilnya di berbagai publikasi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian Presuniv Versi Edurank Menurut data EduRank yang terkait penelitian, Presuniv telah mempublikasikan 3.210 naskah ilmiah dengan 6.527 sitasi. Cakupan bidang penelitiannya beragam. Di antaranya, bidang Seni dan Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Bisnis, Hukum, Filsafat, Ilmu Komputer, Ilmu Lingkungan, Teknik, Sosiologi, dan Kedokteran. Sejak tahun 2023, Presuniv memang sudah membuka Fakultas Kedokteran. Dalam bidang riset, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) mengeluarkan peringkat perguruan tinggi yang terbagi dalam empat klaster, yakni Pratama (Binaan), Madya, Utama, dan Mandiri. Beberapa tahun lalu klaster riset Presuniv terbukti mampu melakukan lompatan, yakni dari klaster Pratama langsung ke klaster Utama. Baca Juga : Diangkat Jadi Rektor President University, Ini Program Andalan Handa Abidin Selain itu, ungkap Adhi, Presuniv juga sudah menerima sejumlah hibah riset nasional maupun internasional. “Misalnya, kami dan beberapa universitas mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, menerima hibah riset Erasmus+, lembaga internasional dari Uni Eropa. Sampai sekarang risetnya masih berlangsung,” tuturnya. Sementara, dari sisi alumni, mereka kini bekerja di berbagai profesi dan bidang usaha. Ada yang berprofesi sebagai eksekutif profesional di berbagai korporasi nasional maupun multinasional. Ada pula alumni yang bekerja di berbagai instansi pemerintah, organisasi-organisasi nasional dan internasional, maupun menjadi pengusaha, serta akademisi atau peneliti. “Luasnya profesi dan bidang kerja tersebut tentu membuat dampak dan kontribusi yang dihasilkan para alumni ke masyarakat juga menjadi sangat luas,” ungkap Adhi. Dua Capaian Lain Apalagi ada sebagian dari alumni Presuniv kini juga telah menjadi tokoh masyarakat, termasuk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Ini tentu membuat dampak dan kontribusi mereka menjadi semakin signifikan. Mereka ini kerap kali mendapat ekspos dari berbagai media. Luasnya cakupan profesi dan bidang pekerjaan para alumni tersebut, menurut Adhi, juga sangat menguntungkan Presuniv. “Kami bisa dengan mudah menyerap aspirasi dari beragam kalangan,” tegas dia. Menurut dia, hal Ini menjadi modal penting bagi Presuniv untuk terus memperbaiki diri. Masih merujuk pemeringkatan EduRank 2024, Presuniv juga masuk dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia. Baca Juga : President University Ikut Promosikan Kerja Sama China-ASEAN dan China-Indonesia Peringkat ini berisi daftar perguruan tinggi negeri (PTN) maupun PTS terbaik se-Indonesia. Dalam daftar peringkat 100 perguruan tinggi terbaik tersebut, Presuniv menempati peringkat ke-51. Selain itu, ternyata EduRank 2024 secara khusus juga mempublikasikan peringkat 10 universitas dengan Jurusan atau Program Studi (Prodi) terbaik seIndonesia. Salah satunya adalah Jurusan atau Prodi Hubungan Internasional dan Diplomasi. Pada kategori ini, Prodi Hubungan Internasional, Presuniv, ternyata berhasil menempati rangking ke-8 terbaik se-Indonesia. “Itulah yang menyebabkan Prodi Hubungan Internasional, Presuniv, menjadi prodi pilihan calon-calon mahasiswa baru,” pungkas Adhi.
President University Gelar Pelatihan Reformasi Pemimpin dan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi

Propertynbank.com – Rektor President University Prof. Dr. Chairy mengatakan, salah satu isu penting dalam reformasi sistem pendidikan adalah masalah pemimpin dan kepemimpinan. Pemimpin harus berani mereformasi dirinya sendiri terlebih dahulu, termasuk kepemimpinannya. Hanya dengan cara seperti, suatu perguruan tinggi akan bisa melakukan reformasi guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan DUDI. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mereformasi dirinya sendiri. Saat ini banyak materi perkuliahan yang diajarkan kampus ternyata sudah tidak sejalan lagi dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Di sisi lain, DUDI juga tengah mereformasi bisnisnya dari yang semula berbasis Industry 3.0 menuju Industry 4.0, dan bahkan Society 5.0. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk berani merombak sistem pendidikannya agar lebih sejalan dengan kebutuhan DUDI. Hal tersebut ditegaskan Prof. Dr. Chairy saat membuka pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan President University selama sepekan pada Agustus 2023 lalu. Hadir pula pada pembukaan pelatihan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA. Pelatihan ini diikuti oleh para dekan, ketua program studi, para kepala biro dan jajaran manajerial lainnya di Presuniv. Hadir pula beberapa perwakilan dari universitas lain, seperti Universitas Indonesia, Universitas Yarsi dan Universitas Krisnadwipayana dari Jakarta, dan International Women University dari Bandung. Baca Juga : President University Kota Jababeka Mewisuda 666 Lulusan Pada Wisuda ke – 18 “Universitas harus berani meninggalkan beragam pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lama yang sekarang ini sudah tidak dibutuhkan lagi. Apalagi sekarang ini semakin banyak saja jenis-jenis pekerjaan yang hilang, dan digantikan oleh mesin. Maka, untuk merespon perkembangan tersebut, universitas harus adaptif dan berani mendisrupsi dirinya sendiri,” ungkap Prof. Chairy. Program iHiLead di President University Pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi yang digelar di ruang 429, Gedung A lantai 4, Kampus Presuniv di Jababeka Education Park, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, ini merupakan bagian dari program yang dikelola oleh konsorsium iHiLead atau Indonesia Higher Education Leadership. Konsorsium ini terdiri dari tujuh universitas asal Indonesia, dan tiga universitas dari Uni Eropa. Tujuh universitas dari Indonesia tersebut adalah President University dan Universitas Padjajaran dari Jawa Barat; Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Islam Indonesia dari Yogyakarta; Universitas Brawijaya dan STIE Malangkucecwara dari Malang, Jawa Timur; dan Universitas Negeri Semarang dari Semarang. Sementara, tiga universitas asing terdiri dari University of Gloucestershire dari United Kingdom, International School for Business and Social Studies (ISBSS) dari Slovenia; dan University of Granada dari Spanyol. Konsorsium ini berada di bawah supervisi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dalam pelaksanaannya, konsorsium iHiLead mendapat dukungan dari Education, Audiovisual and Culture Executive Agency (EACEA), sebuah badan yang berada di bawah Eramus+ dari Uni Eropa. Erasmus+ adalah komisi di Uni Eropa yang mendukung berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan, pelatihan, kepemudaan dan olahraga di berbagai negara di dunia. Tinggalkan Pola-pola Lama Pelatihan Kepemimpinan di Perguruan Tinggi bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui reformasi pemimpin dan kepemimpinannya. Sasaran akhir pelatihan adalah agar kualitas lulusan universitas semakin mampu menjawab kebutuhan DUDI yang sangat dinamis. Materi pelatihan mencakup enam topik. Mulai dari Authentic Leadership, Managing People, Managing Resources yang terbagi atas dua sub topik, yakni finance dan aset-aset fisik, Managing Change, dan Managing Conflict. Pada sesi terakhir, setiap peserta diminta untuk menyusun Action Learning Set. Mereka diminta mengidentifikasi permasalahan yang ada di setiap unitnya, lalu menyusun agenda perubahan apa yang mesti dilakukan, termasuk target dan timeline, serta sumber daya dan berkolaborasi dengan unit mana saja. Baca Juga : Monash University di BSD City Jadi Perguruan Tinggi Luar Negeri Pertama di Indonesia Indonesia saat ini memasuki era Industry 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi, khususnya teknologi digital. Di sisi lain, menurut Prof. Budi Susilo, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang dikelola dengan cara-cara lama. “Sistem pendidikannya masih memakai pola-pola yang merupakan peninggalan masa lalu. Belum adaptif terhadap kemajuan yang terjadi di dunia industri dan mengadopsi perkembangan teknologi,” ungkap Prof. Budi Susilo. Maka, tak heran jika banyak pengetahuan dan keterampilan lulusan perguruan tinggi yang kurang sesuai dengan kebutuhan DUDI. Ini kemudian tercermin dari masih tingginya lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Menurut paparan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 143,72 juta orang atau naik 3,57% dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 5,86%, atau turun 0,63% dibandingkan dengan Agustus 2021. BPS juga merinci lebih jauh rasio TPT sesuai dengan tingkat pendidikannya. Rasio TPT terbesar adalah dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 9,42%, disusul oleh lulusan SMA (8,57%), SMP (5,95%) dan Diploma I s/d III (4,59%), universitas yang mencapai 4,8%, dan SD ke bawah (3,59%). Masih menurut data BPS, jumlah lulusan perguruan tinggi yang menganggur per Agustus 2023 mencapai 673.485 orang. Ini bukan jumlah yang sedikit. Setiap tahun rata-rata jumlah lulusan perguruan tinggi mencapai 1,8 juta orang. Jadi, ada sekitar 37% dari lulusan universitas yang menganggur. Baca Juga : Dukung Investasi di Bekasi, Jababeka Gelar Cikarang Industrial Expo (CIE) 2023 Kondisi semacam ini tentu tidak bisa dibiarkan, karena berpotensi mengancam tercapainya target Indonesia Emas pada 2045. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menggelar program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang salah satu jenis kegiatannya adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengikuti program magang di berbagai perusahaan. Lewat program ini mahasiswa bisa belajar langsung dari DUDI, sehingga setelah lulus bisa langsung siap kerja. Program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan lulusan perguruan tinggi oleh DUDI. Meski begitu Kemendikbudristek tak bisa berjalan sendiri. Perguruan tinggi harus ikut mendukung melalui berbagai programnya. Di antaranya, perguruan tinggi perlu mereformasi dirinya agar materi kuliah yang diajarkan kampus dan juga kualitas lulusannya selaras dengan kebutuhan DUDI.
Tahun 2021 Jababeka Siap Kembangkan Smart Township di Koridor Timur Jakarta
Properti : Pembangunan infrastruktur di Koridor Timur Jakarta yang begitu masif, menjadi buruan para pelaku industri properti. Berkembangnya koridor timur Jakarta, maka banyak perusahaan properti maupun kawasan industri gencar dan berlomba-lomba untuk membangun proyek-proyeknya. Salah satunya Pengembang Kota Mandiri Jababeka secara gamblang memproyeksikan pengembangan Smart Township, yang disampaikan melalui acara Jababeka Lunar New Year Outlook 2021 yang berlangsung di President Lounge Menara Batavia. [irp] President Director PT. Grahabuana Cikarang, Sutedja S. Darmono mengungkapkan, Setelah sukses melewati tahun 2020 yang penuh warna dan tantangan. Tahun 2021 ini, kami begitu optimis dalam mengembangkan kota mandiri Jababeka yang telah dipercaya selama ini sebagai destinasi hunian, bisnis dan investasi terbaik. “Ditahun kerbau logam ini, Jababeka telah mempersiapkan sejumlah strategis dan siap merilis sejumlah proyek-proyek baru,” ujarnya. [irp] Hingga awal tahun 2021, lanjut Sutedja, Kota Jababeka yang merupakan salah satu proyek flagship PT. Jababeka Tbk., kini telah dilengkapi oleh sejumlah kawasan industri modern, sederet kawasan komersial premium serta dilengkapi dengan cluster hunian berkualitas. Untuk cluster residential sendiri, Jababeka tengah memasarkan kawasan Sport City yang menjadi merupakan kawasan mega cluster terbaru dengan menghadirkan sejumlah proyek unggulan seperti Sevilla Town House, Monaco Town House, Ruko Sevilla, Ruko Monaco, cluster Rotterdam serta cluster Wimbledon yang menjadi project terbaru di awal tahun 2021. Tak hanya itu, Jababeka pun telah mempersiapkan sejumlah pengembangan kawasan komersial premium baru seperti kavling komersial premium Itaewon Jababeka dengan lokasi strategis tepat di jalan utama kota Jababeka yang disinyalir akan menarik banyak perhatian pasar di tahun 2021 ini. [irp] Jababeka Smart Township concept bertujuan untuk menciptakan suatu kota yang layak huni yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya serta memajukan perekonomian. Diharapkan Jababeka Smart Township concept dapat memberikan solusi secara efisien dan efektif untuk menyelesaikan segala masalah perkotaan dengan pemanfaatan teknologi. Adapun pengembangannya akan meliputi 6 aspek utama yakni Smart Security, Smart Infra, Smart Citizen, Smart Environment, Smart Business & Innovation, serta Smart Mobility. “ Tahun 2021 ini, merupakan tahun yang penuh dengan peluang baru khususnya di Kota Jababeka, selain didukung dengan infrastruktur yang matang, Kota Jababeka juga memiliki ekosistem yang kuat serta memadai untuk menciptakan Smart Township.” Ujar Sutedja, sambil menambahkan kinilah momentum yang tepat untuk membidik Kota Jababeka sebagai destinasi hunian, bisnis dan investasi terbaik di tahun kerbau logam. [irp] Selain berkonsentrasi di ranah residential dan komersial, Jababeka pun terus berinovasi di sektor industrial estate dimana saat ini Jababeka Industrial Estate menjadi salah satu kawasan industri yang siap menyambut industry 4.0 di tanah air. Di tahun 2021 ini, Jababeka telah siap meluncurkan dua produk unggulan barunya,yang telah dilengkapi dengan teknologi industri terkini yakni E-Space Block dan produk terbaru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. [irp] KOTA BERBASIS TOD Kota Jababeka tidak perlu diragukan lagi, karena merupakan salah satu kota mandiri di koridor Timur Jakarta yang memiliki infrastruktur lengkap dimana seluruh moda transportasi akan berpusat di kota ini. Terkait dengan fasilitas transportasi di wilayah koridor timur, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub RI, Polana B. Pramesti, mengakui bahwa Jababeka merupakan salah satu kawasan TOD (Transit Oriented Development) yang telah memenuhi aspek transportasi yang terdiri dari aspek konektivitas, pejalan kaki, jalur sepeda, angkutan umum hingga fasilitas parkir. [irp] “Perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan swasta dalam mendorong perpindahan dari penggunaan kendaraan pribadi ke pemanfaatan angkutan umum massal oleh masyarakat,”jelas Polana yang ikut dalam acara Jababeka Lunar New Year Outlook 2021 tersebut. Karena itu, tambah Polana, BPTJ juga telah memberikan rekomendasi teknis sebagai kawasan berbasis TOD kepada Jababeka. [irp] Dalam Outlook ini pun, Suteja menyampaikan setidaknya terdapat 10 pengembangan infrastruktur yang mengarah ke koridor Timur Jakarta, sebagian besar akan terkoneksi dan berpusat di pusat kota Jababeka. Oleh sebab itu, pengembangan kota berbasis TOD (Transit Oriented Development) ini pun turut menjadi salah satu strategi Jababeka dalam mengembangkan kota Jababeka Cikarang dalam kurun waktu kedepan. “ Kota Jababeka yang terletak tepat di tengah koridor Timur Jakarta memiliki kelebihan dan keuntungan, dimana Kota Jababeka sendiri telah dikenal lama sebagai salah satu pusat perekonomian di Indonesia.” imbuh Lukas Bong. [irp] Disamping itu, dirinya meyakini bahwa pengembangan Kota Jababeka kedepan memiliki prospek yang menjanjikan baik untuk bisnis dan investasi dikarenakan wilayah ini menjadi salah satu new Sunrise Property.
Resmi, Jababeka Residence Luncurkan Logo Baru
BERITA PROPERTI – Setelah diperkenalkan di depan media beberapa waktu lalu, PT Grahabuana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk. akhirnya meluncurkan secara resmi logo baru Jababeka Residence, Sabtu (21/10), Jababeka Convention Center, Cikarang. Peluncuran logo baru tersebut dilakukan dalam sebuah Grand Launching yang dihadiri sejumlah undangan penting dan ratusan agen properti. “Hari ini kami resmi meluncurkan Jababeka Residence dengan logo baru yang mengusung konsep premium dan menargetkan pasar utama menengah atas sebagai branding dan positioning baru dari Jababeka Residence. Kami optimis dengan banyaknya keunggulan yang dimiliki, Jababeka Residence akan semakin diminati kalangan menengah atas sebagai kawasan tempat tinggal dan berusaha,” ujar Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang. Logo baru Jababeka Residence ini, sambung Sutedja, diwakili oleh 8 helai daun yang melambangkan alam, kesuburan, dan pertumbuhan. Dalam kepercayaan Tiongkok, angka 8 melambangkan kesempurnaan dan keberuntungan. Logo baru Jababeka Residence ini diharapkan dapat mewakilkan image premium dari hunian Jababeka Residence. Jababeka Residence dikembangkan dilahan seluas 500 hektar (bisa diperluas hingga 800 hektar) yang berada di Kota Jababeka (5.600 hektar), Cikarang, Bekasi. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan grand launching proyek Kawana Golf Residence yang dikembangkan di Jababeka Residence. General Manager Corporate Marketing PT Grahabuana Cikarang Handoyo Lim mengatakan, logo baru selaras dengan tagline Jababeka Residence yaitu ‘A City for Your World;, di mana Jababeka Residence telah membangun hampir semua fasilitas di dalam kawasan kota mandiri guna memenuhi kebutuhan hidup warga. “Jababeka Residence yang dikembangkan sejak tahun 2013 dan kini sudah terbangun 200 hektar, telah membangun berbagai fasilitas, mulai dari perumahan, tempat bekerja dan pusat bisnis terpadu, hypermarket seperti Giant dan Farmers Market, pendidikan bertaraf internasional, fasilitas kesehatan yang lengkap, hingga fasilitas rekreasi dan olahraga untuk kalangan elit internasional yaitu Jababeka Golf & Country Club yang didesain oleh juara dunia Nick Faldo. Juga pengembangan fasilitas gaya hidup seperti Mayfair Plaza Indonesia Jababeka dan Japanese Mall Little Tokyo yang sedang berlangsung,” ujar Handoyo. Di tahun 2017, Jababeka Residence telah meluncurkan proyek properti yang meliputi rumah tapak, ruko, dan apartemen. Sepanjang tahun, harga rumah tapak yang dijual Jababeka Residence terentang antara kisaran Rp499 jutaan untuk proyek Palm Residence hingga Rp3 miliaran untuk cluster Veranda. Sedangkan untuk ruko berkisar Rp1,64 miliaran untuk ruko Hollywood Boulevard hingga Rp3 miliaran untuk ruko Sudirman Boulevard. Sementara apartemen di kisaran harga Rp1 miliaran hingga Rp2 miliaran untuk Kawana Golf Residence. Kawana Golf Residence terletak di dalam kawasan Jababeka Golf City. Mengusung konsep golf resort berdesain Jepang modern yang eksklusif dan elegan, Kawana Golf Residence akan menjadi hunian ideal pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dipasarkan bagi ekspatriat Jepang di kawasan Cikarang karena kelebihannya yang tidak dimiliki service apartment lain, yaitu hanya beberapa langkah ke Jababeka Golf & Country Club, yang 90% member-nya adalah ekspatriat Jepang dan Korea Selatan. Dikembangkan dengan menggandeng mitra developer dari Jepang, Creed Group, Kawana Golf Residence menyuguhkan pemandangan yang menghadap langsung ke landscape hijau dari lapangan golf. Bahkan penghuni Kawana Golf Residence nantinya dapat langsung mencapai lapangan golf Jababeka yang berjarak hanya beberapa langkah saja. Kawana Golf Residence memasarkan 3 tipe unit, yaitu Studio (26,55 m2 semi gross), 1 Bedroom (35,57 m2 semi gross), dan 2 Bedroom (62 m2 semi gross), dengan harga mulai Rp1 Miliaran (1 bedroom). Unit Kawana Golf Residence dapat dibeli dengan cara tunai keras, tunai bertahap, dan KPA. “Gencarnya pengembangan residensial dan komersial yang dilakukan PT Grahabuana Cikarang tentunya menjadi kesempatan emas bagi para investor maupun end user yang ingin berinvestasi di Kota Jababeka. Terlebih, Kota Jababeka menawarkan capital gain dan rental yield hingga 12% per tahunnya,” papar Handoyo.