PNB_Back_Up

Hadir Dengan Nama Baru, Bank Jakarta Catatkan Kinerja Positif di Triwulan II 2025

Bank Jakarta

Propertynbank.com – Bank DKI, yang kini mengusung identitas baru sebagai Bank Jakarta, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga akhir Triwulan II 2025. Capaian ini sejalan dengan strategi transformasi menyeluruh dan langkah ekspansi bisnis, termasuk melalui sinergi regional yang kian diperkuat. Hingga Juni 2025, total aset Bank Jakarta tercatat sebesar Rp84,72 triliun, tumbuh sebesar 2,96% dibandingkan posisi Triwulan II 2024 sebesar Rp82,29 triliun. Pertumbuhan Total Aset Bank Jakarta seiring dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat sebesar Rp67,69 triliun atau tumbuh sebesar 3,84% secara year on year (yoy). Meskipun kondisi persaingan DPK masih dirasa cukup ketat, CASA (Current Account Saving Account) Bank Jakarta mengalami peningkatan sebesar 8,03% (yoy), menjadi sebesar Rp25,37 triliun pada Juni 2025, hal tersebut menjadi fundamental yang baik bagi Bank Jakarta untuk tumbuh secara solid kedepannya. Disi penyaluran kredit, Pertumbuhan triwulan II 2025 terutama ditopang oleh penyaluran Kredit sektor UKM, yang tumbuh sebesar 43,70% (yoy) menjadi sebesar Rp2,31 triliun serta Kredit Konsumer yang bertumbuh sebesar 2,92% (yoy) menjadi Rp23,50 triliun. Sampai dengan Juni 2025, Bank Jakarta terus melakukan penetrasi pemasaran kredit UKM sekaligus literasi keuangan di sentra-sentra UKM, kolaborasi dengan Dinas Koperasi UMKM dalam program pemberdayaan pelaku UKM, pelaksanaan kerjasama channeling penyaluran Kredit Multiguna dengan mitra fintech dan koperasi serta telemarketing melalui berbagai saluran digital. Hal ini merupakan komitmen Bank Jakarta dalam mendukung pertumbuhan sektor riil. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan bahwa kinerja positif ini merupakan cerminan dari komitmen Bank Jakarta untuk terus bertumbuh secara sehat dan inklusif. “Kami terus memperkuat fungsi intermediasi dengan memperluas akses pembiayaan produktif, khususnya kepada pelaku UMKM yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya dalam siaran pers. Baca Juga : Bank Jakarta Dukung Lomba Digitalisasi Pasar 2025 Per Juni 2025, Laba bersih Bank Jakarta tercatat sebesar Rp421,18 miliar, tumbuh sebesar 24,42% secara yoy dari sebelumnya tercatat sebesar Rp338,53 miliar. Laba bersih tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang meningkat 10,38%, dari semula tercatat sebesar Rp1,34 triliun pada juni 2024, menjadi sebesar Rp1,47 triliun pada Juni 2025. Selanjutnya, berbagai program efisiensi yang dilakukan oleh Bank Jakarta terbukti mampu menekan rasio BOPO yang membaik menjadi 83,86% dari sebelumnya 87,02%, atau turun 3,17% yoy. Rebranding – Bank DKI Resmi Menjadi Bank Jakarta Pencapaian kinerja tersebut diperkuat dengan transformasi identitas perusahaan. Pada momentum HUT ke-498 Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan perubahan call name dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta. Baca Juga : HUT ke-498 Kota Jakarta, Pramono Resmikan Bank DKI Menjadi Bank Jakarta Nama “Bank Jakarta” dipilih karena merepresentasikan identitas kota, resonansi global, serta aspirasi kolektif warga Jakarta. Bersamaan dengan itu, logo baru juga diperkenalkan, menampilkan tiga garis diagonal menyerupai api Monas yang merupakan lambang semangat pertumbuhan dan aspirasi tanpa batas. Dengan fondasi kinerja yang solid serta identitas baru yang mencerminkan semangat kota, Bank Jakarta semakin optimis melangkah ke masa depan sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah yang adaptif, inovatif, dan kompetitif.

Kuartal III Tahun 2023, Bank DKI Salurkan Kredit Sebesar Rp50 Triliun

bank dki

Propertynbank.com – Bank DKI kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang Kuartal III tahun 2023. Sampai dengan September 2023, penyaluran kredit Bank DKI tumbuh sebesar 6,90% menjadi Rp49,96 triliun, dari sebelumnya Rp46,73 triliun pada September 2022. Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto melalui keterangan resmi pada Selasa (24/10) menyampaikan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan sejalan dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial, dengan fokus utama peningkatan portofolio pada segmen UMKM yang selaras dengan visi dan misi Perseroan. Pertumbuhan kredit utamanya didorong dari segmen ritel yang tumbuh sebesar 68,66% menjadi Rp1,66 triliun pada September 2023, dari posisi Rp986,30 miliar pada September 2022. Kredit mikro juga menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan sebesar 42,86% menjadi Rp3,27 triliun pada September 2023, dari posisi Rp2,29 triliun pada September 2022. Baca Juga : Kemendagri Nobatkan Bank DKI Sebagai BPD Terbaik 2023 Pertumbuhan segmen mikro dan ritel tersebut, telah mendorong peningkatan rasio kredit UMKM Bank DKI per September 2023 menjadi sebesar 9,87% dari sebelumnya tercatat sebesar 7,00% pada September 2022. Selain itu, kredit konsumer mencatat pertumbuhan positif atau sebesar 13,64% menjadi Rp21,58 triliun pada September 2023, dari posisi Rp18,99 triliun pada September 2022. Di sisi lain, strategi penyaluran kredit dengan skala lebih besar dilakukan secara selektif oleh Bank DKI, seperti kredit sindikasi yang tumbuh 10,91% menjadi Rp6,53 triliun pada September 2023, dari posisi Rp5,89 triliun pada September 2022. Sementara itu, penyaluran segmen kredit komersial (termasuk term loan) pada September 2023 mencapai Rp15,54 triliun, sedangkan kredit menengah tercapai sebesar Rp1,37 triliun pada September 2023. Secara spesifik, pembiayaan untuk segmen syariah juga tumbuh 6,22% menjadi sebesar Rp7,70 triliun pada September 2023, dari sebelumnya Rp7,24 triliun di September 2022. Dalam strategi ekspansi kredit, Perseroan tetap memprioritaskan pengelolaan risiko secara efektif dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross terjaga pada level rendah 1,83% dengan NPL Net sebesar 0,64% pada September 2023, yang menandakan kualitas kredit Bank DKI yang sehat. Bank DKI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan Coverage Ratio pada level konservatif mencapai 219,96% pada September 2023. “Upaya pengendalian kualitas kredit juga dilakukan melalui penagihan, restrukturisasi, maupun upaya penyelamatan kredit, sesuai ketentuan yang berlaku.” papar Romy. Baca Juga : Mudahkan Masyarakat Lewat Digitalisasi, Bank DKI Gandeng RSUD Kebayoran Lama Sebagai upaya menjaga pertumbuhan likuiditas yang sehat, Bank DKI berhasil menghimpun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga menjadi sebesar Rp63,66 triliun pada September 2023, atau tumbuh sebesar 4,45% dari sebelumnya Rp60,94 triliun di September 2022. Selaras dengan pertumbuhan DPK tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) juga terjaga pada level 78,49% pada September 2023. Berbagai pertumbuhan bisnis tersebut mendorong pertumbuhan total aset sebesar 3,99% dari semula sebesar Rp75,24 triliun per September 2022, menjadi sebesar Rp78,24 triliun per September 2023. Selain itu, sampai dengan September 2023 Bank DKI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp693,27 miliar. Laba bersih yang dicapai ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga Bank DKI periode September 2023 sebesar 20,02% menjadi Rp3,97 triliun, dari Rp3,31 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, seiring dengan meningkatnya suku bunga The Fed dan BI 7-Day Repo Rate turut mempengaruhi peningkatan beban bunga Bank DKI yang tercatat sebesar Rp1,88 triliun pada September 2023, dari sebelumnya Rp1,11 triliun di September 2022. Adapun kinerja rasio kinerja keuangan penting lainnya juga menunjukkan perbaikan secara konsisten dan terjaga, dengan ROE sebesar 9,44%, ROA menjadi 1,51% dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) stabil pada level 79,53%. Baca Juga : Gandeng SPE Solution, Bank DKI Perkuat Layanan Keuangan Digital “Bank DKI juga terus menjaga Tingkat Kesehatan Bank (TKB) pada Peringkat Komposit Sehat. Sebagaimana hasil evaluasi dan penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), posisi sampai dengan bulan Juni 2023 Bank DKI memperoleh Kategori Peringkat Komposit 2 (Sehat).” jelas Romy. Kontribusi Bank DKI Terhadap Pemprov DKI Jakarta Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank DKI tidak hanya menjalankan peran sebagai entitas bisnis melainkan juga fungsi konektor sinergi antar BUMD, fasilitator pertumbuhan serta penyetaraan ekonomi masyarakat. Dukungan Bank DKI terhadap Pemprov DKI, kata Arie, diwujudkan diantaranya melalui elektronifikasi pengelolaan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta, melalui layanan Cash Management System (CMS), pendistribusian dan pengelolaan rekening bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta, hingga dukungan transformasi layanan perbendaharaan daerah DKI Jakarta melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rekening Bank (siMerak) yang baru diluncurkan pada (16/10) lalu. “Atas dukungan digitalisasi terhadap Pemprov DKI Jakarta, Bank DKI dinobatkan oleh Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Terbaik Dalam Mendukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Tahun 2023,” tegas Arie. Baca Juga : Bank DKI Distribusikan 245.749 Kartu Bantuan Sosial Untuk Warga Kriteria Khusus Tidak hanya itu, sambung Arie, Bank DKI juga dianugerahkan penghargaan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik atas kontribusi dalam peningkatan pelayanan publik melalui produk dan layanan yang dimiliki, misalnya JakCard sebagai kartu pintar prabayar pada berbagai moda transportasi umum yang terintegrasi di Jakarta. “Selain itu, Bank DKI juga memfasilitasi pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan listrik, air, telepon melalui fitur dalam aplikasi JakOne Mobile, serta pajak kendaraan bermotor dengan aplikasi Samsat Online Delivery (Si-Ondel) yang juga terkoneksi dengan aplikasi JakOne Mobile,” pungkasnya.

Konsisten Jaga Pertumbuhan, Bank DKI Raih Bisnis Indonesia Financial Award 2023

bank dki

Propertynbank.com – Konsistensi Bank DKI dalam menjaga kinerja positif di tengah kondisi perekonomian yang menantang, berhasil meraih penghargaan The Best Performance Bank untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset di atas Rp30 triliun dalam gelaran Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2023. Atas diterimanya penghargaan tersebut, Bank DKI menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada seluruh nasabah, mitra kerja, serta pemangku kepentingan yang telah memberikan kepercayaannya terhadap produk dan layanan Bank DKI. “Dengan kepercayaan yang diberikan, kami terus berupaya menghadirkan solusi layanan perbankan kepada seluruh masyarakat, dengan fokus pertumbuhan kinerja secara konsisten,” ungkap Direktur Teknologi & Operasional merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. Baca Juga : Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta Bekali UMKM Menghadapi Era Ekonomi Kompetitif Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2023 menjadi ajang penghargaan bagi pelaku industri yang mampu bertahan, bertransformasi, dan menjaga performa pasca pandemi Covid-19, dengan tema gelaran tahun ini Digitalisasi Finansial: Inklusif dan Berkelanjutan. Penilaian didasari pada data laporan perusahaan yang kemudian diolah, dianalisis, serta diproses penetapan melalui sidang dewan juri independen. Adapun, penilaian untuk sektor perbankan dibagi menjadi dua kriteria utama, yaitu The Best Performance Bank dan The Most Efficient Bank, untuk kemudian dikelompokkan kembali dalam 8 kategori penghargaan, yaitu   KBMI 4, KBMI 3, KBMI 2, KBMI 1, dan BPD aset lebih dari Rp30 triliun, BPD aset antara Rp15 triliun sampai Rp30 triliun, BPD aset di bawah Rp15 triliun, serta bank syariah. Sebagai informasi, sampai dengan Juni 2023, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar 14,82% menjadi Rp50,11 triliun, dari Rp43,64 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 9,91% menjadi Rp66,75 triliun pada Juni 2023, dari Rp60,73 triliun di Juni 2022. Terhadap berbagai pencapaian tersebut, sampai dengan Juni 2023 Bank DKI tetap meneruskan tren pertumbuhan positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp477,88 miliar. Bank DKI Terus Berinovasi Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi dalam kesempatan berbeda menambahkan, penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award yang kembali diterima pada tahun ini semakin mengukuhkan langkah Bank DKI untuk terus berinovasi, dan menghadirkan produk serta layanan yang menjadi solusi layanan perbankan bagi masyarakat. ”Penghargaan ini menjadi semangat bagi seluruh insan Bank DKI untuk terus menjaga kinerja perseroan agar tetap solid, dan terus menghadirkan inovasi di berbagai bidang, utamanya dalam hal pelayanan kepada nasabah,” ungkap Arie. Baca Juga : Kuartal II 2023, Kredit dan Pembiayaan Bank DKI Tumbuh 14,82 Persen Ditambahkan Arie, Bank DKI juga konsisten melakukan kolaborasi dalam rangka pertumbuhan yang berkelanjutan melalui ekosistem digital yang ditenagai berbagai platform seperti super apps JakOne Mobile, simple apps JakOne Pay, maupun JakOne Abank dan layanan lainnya seperti Cash Management System, serta aplikasi pengajuan kredit dan pembiayaan secara online melalui e-form Kredit Multiguna (KMG). Sedangkan dalam hal pelayanan transaksi non-tunai berbasis kartu, Bank DKI terus memperluas akseptasi JakCard yang berfungsi sebagai kartu uang elektronik di berbagai moda transportasi DKI Jakarta, tiket masuk sejumlah museum, hingga transaksi di berbagai merchant. Termasuk yang baru diluncurkan fitur JakErte yang memberikan kemudahan mengurus administrasi di tingkat Rukun Tetangga (RT) secara daring dan terintegrasi dengan aplikasi JakOne Mobile Bank DKI.

Bank Banten Siap Akselerasi Perbaikan Kinerja dan Transformasi Digital

INFO PERBANKAN – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSTLB). Rapat yang dilaksanakan pada Kamis (20/5) tersebut dihadiri oleh pemegang saham mewakili 78,278% atau sejumlah 34.318.742.906 lembar saham dari seluruh jumlah saham yaitu 43.842.343.952 lembar saham yang dikeluarkan Perseroan. Turut hadir dalam RUPSTLB, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar beserta jajaran, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, serta perwakilan kepala daerah se-Provinsi Banten, Pemegang Saham Pengendali PT Banten Global Development (BGD) dan Pemegang saham lainnya. Rapat dipimpin oleh Komisaris Utama Independen Bank Banten Hasanuddin dan pemaparan Laporan Tahunan Tahun Buku 2020 dilakukan oleh Direksi Bank Banten. RUPST Bank Banten menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2020. Laporan Tahunan menyajikan kinerja keuangan Bank Banten tahun 2020 serta langkah strategis untuk    meningkatkan ketahanan institusi sebagai Bank Pembangunan Daerah, penyelarasan proses bisnis dan layanan, akselerasi transformasi digital, pengembangan SDM yang profesional dan penyempurnaan tata kelola perusahaan. [irp] Melanjutkan transformasi untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta dukungan dari Pemegang Saham Pengendali Terakhir, Perseroan telah melakukan langkah strategis dalam upaya perbaikan struktur keuangan. Perseroan berhasil mencatatkan milestone penting dengan mendapatkan penguatan permodalan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development dalam Aksi Korporasi Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI sebesar Rp1,55 triliun. Hal tersebut berdampak pada peningkatan yang signifikan dengan ekuitas sebesar Rp1,36 triliun, meningkat 147,77% dari tahun 2019 sebesar Rp549,53 miliar. Sehingga rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Perseroan meningkat menjadi 34,75% dari tahun sebelumnya sebesar 9,01%. “Penetapan Dana Setoran Modal Bank Banten adalah cerminan dukungan dan kepercayaan yang besar dari Pemegang Saham Pengendali Terakhir yaitu Pemerintah Provinsi Banten terhadap prospek usaha Bank Banten. Karena Bank Banten adalah simbol kemandirian Provinsi Banten sekaligus lokomotif kebangkitan perekonomian Banten,” ujar Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. [irp] Dalam rangka perbaikan kinerja ke depan, Perseroan melanjutkan upaya peningkatan efisiensi terhadap pos-pos biaya. Perseroan juga memperbaiki kualitas aktiva produktif, melalui penjualan Aset yang Diambil Alih (AYDA) dan pengelolaan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, penagihan, dan penjualan agunan. “Dukungan permodalan yang semakin besar menjadi salah satu faktor bahwa pencapaian kinerja akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami berkomitmen untuk mengakselesarsi transformasi digital dalam upaya membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya di tengah pandemi,” jelas Agus. Untuk itu, Perseroan akan mengembangkan analisis big data dan business intelligence, sehingga dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi pada masa mendatang. “Kami juga akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan perusahaan financial technology (Fintech) untuk mengembangkan potensi bisnis usaha UMKM guna pertumbuhan perekonomian daerah Banten,”    lanjut Agus. [irp] Berdasarkan data RTI pada 20 Mei 2021, saham Bank Banten (BEKS) menyentuh harga Rp86/saham atau meningkat sebesar 7,50% pada perdagangan Bursa seiring dengan hasil pelaksanaan RUPSTLB hari ini. “Tentunya dukungan pemegang saham kepada Bank Banten dengan disetujuinya seluruh mata acara Rapat, memberikan sentimen yang positif bagi segenap pemangku kepentingan sekaligus menambah keyakinan kami dalam menangkap peluang bisnis ke depan,” tutup Agus.

Pandemi Tingkatkan Kinerja, Laba Bank Kalsel Triwulan I 2021 Sebesar Rp121 Miliar

INFO PERBANKAN – Bank Indonesia pada Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan yang diterbitkan pada Februari 2021, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada triwulan IV 2020 menunjukan tren perbaikan, meskipun masih terkontraksi. Berbagai upaya pemulihan ekonomi Kalsel juga berdampak pada Bank Kalsel yang tetap bertumbuh secara stabil dan berhasil menjaga stabilitas kinerja. Berbagai catatan performa Bank Kalsel seperti pertumbuhan Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Laba menampilkan hasil yang positif. [irp] Meski kondisi perekonomian Kalsel masih mengalami kontraksi, namun Bank Kalsel berhasil mencatatkan pertumbuhan yang baik hingga Triwulan I tahun 2021. Pandemi Covid-19  justru memacu Bank Kalsel untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja agar dapat bertahan bahkan tumbuh. Pencapaian kinerja sendiri dapat diukur dari beberapa aspek, jika dilihat dari sisi Aset per Maret 2021 mencatatkan kenaikan 12,41% atau Rp16,04 Triliun dibandingkan sebelumnya Rp14,27 Triliun (yoy), dimana pencapaian target terhadap RBB Maret sebesar 102,42%. Dari sisi Laba juga kian meningkat 45,85% atau  senilai Rp121,49 Miliar jika dibandingkan sebelumnya Rp83,30 Miliar (yoy), dimana pencapaian target terhadap RBB Maret sebesar 158,70%. Selanjutnya, dari sisi DPK tumbuh 15,33% atau mencapai Rp. 13,23 Triliun jika dibandingkan sebelumnya Rp11,47 Triliun, dimana pencapaian target terhadap RBB Maret sebesar 106,49%. Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, IGK Prasetya menuturkan  bahwa capaian kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras semua pihak di Bank Kalsel secara kolektif. [irp] “Alhamdulillah meski saat ini perekonomian kita masih mengalami resesi namun Bank Kalsel berhasil mencatatkan laba Rp121 Miliar. Performa positif ini dapat kita lakukan berkat kerja sama yang baik antara jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan. Capaian ini merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Kalsel di masa sulit seperti masa Pandemi Covid-19,” tutur Prasetya. Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra menambahkan, bahwa kinerja yang telah dicapai ini salah satunya juga ditunjang oleh efisiensi biaya, yaitu melakukan efisiensi pada pos-pos yang dapat dikondisikan berdasarkan skala prioritas. “Bank ini sudah diterapkan bekerja dengan sistem yang harus dipatuhi dengan konsisten. Bukan bergantung pada individu, melainkan dengan sistem dan kerja kolektif yang solid. Kami akan terus berupaya untuk senantiasa memberikan layanan dan kinerja terbaik bagi nasabah setia dan masyarakat, sesuai dengan tagline kami, Setia Melayani, Melaju Bersama,”  ungkap Fatrya. [irp] Sementara itu Komisaris Utama Bank Kalsel, Ary Bastari mengingatkan agar capaian kinerja ini dapat disyukuri bersama dan jangan membuat kita terjebak dalam euphoria. “Prestasi ini jangan membuat Direksi dan jajarannya lupa diri tetapi harus disyukuri bersama, sehingga kita tidak terjebak dengan euphoria sesaat. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga amanah para stakeholder dengan baik. Sehingga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kita untuk mencapai performa yang lebih baik,” tutur Ary.

Indonesia Alami Resesi, Bank Kalsel Masih Berhasil Catatkan Kinerja Cemerlang

INFO PERBANKAN – Sepanjang pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia tercatat tidak dalam kondisi yang baik. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49%. Kontraksi ekonomi yang terjadi membuat Indonesia mengalami resesi untuk pertama kali sejak tahun 1998. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tentu berdampak kepada bisnis perbankan, khususnya di sektor pinjaman dan simpanan yang berimplikasi pada performa perusahaan. [irp] Meski kondisi perekonomian Indonesia tengah mengalami kontraksi, namun Bank Kalsel berhasil mencatatkan pertumbuhan yang baik hingga Kuartal III tahun 2020. Pandemi Covid-19 memacu Bank Kalsel untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja agar dapat bertahan bahkan tumbuh. Pencapaian kinerja sendiri dapat diukur dari beberapa aspek seperti pertumbuhan kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), menekan angka non performing loan (NPL) dan menghasilkan laba dari awal tahun sampai saat ini. Hingga Kuartal III 2020 angka kredit Bank Kalsel mencapai 102,25% dari target RBB September 2020 dan tumbuh 6,61% jika dibandingkan dengan Desember 2019 (year to date). Hal tersebut tentu berpengaruh baik ke pencapaian laba, dimana laba Bank Kalsel pada Kuartal III 2020 mencapai sebesar 155,04% dari target RBB September 2020 dan tumbuh 15,68% jika dibandingkan dengan Desember 2019 (year to date). [irp] Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin menuturkan, keberhasilan pihaknya untuk menjaga kinerja perusahaan di tengah kontraksi ekonomi yang terjadi bukanlah hal yang mudah. Keberhasilan ini, kata dia, kerja keras semua tim di Bank Kalsel, mulai dari kantor pusat hingga cabang. Meskipun begitu, pihaknya percaya bahwa saat-saat ini bukanlah saat yang mudah bagi masyarakat. “Oleh karena itu kami hadir memberikan bantuan finansial langsung kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Kami melayani masyarakat sepenuh hati, agar bisa melaju bersama melewati masa-masa sulit di kala pandemi ini. Hal ini sejalan dengan tagline kami yaitu setia melayani, melaju bersama,” ujar Agus Syabarrudin dalam keterangan tertulis. “Kami mencatatkan pertumbuhan kredit yang cemerlang sepanjang tahun 2020, bahkan berhasil menurunkan angka non performing loan (NPL) sebesar 0,82%. Hal ini juga tidak lepas dari unit bisnis yang dituntut harus lebih cermat dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Sehingga kualitas kredit tetap lancar, dapat terus tumbuh dan menurunkan NPL,” jelas Agus. [irp] Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun total sebesar Rp12,95 triliun atau naik sebesar Rp206,64 miliar (mtm). Alhasil, rasio keuangan lainnya menunjukkan catatan positif pula apabila dibandingkan dengan Bulan Agustus 2020 (mtm), seperti rasio kecukupan modal (CAR) di level 21,89% naik sebesar 0,18%, rasio kredit terhadap DPK (LDR) naik 1,47% menjadi 85,98%, marjin bunga bersih (NIM) naik 0,07% menjadi 6,28%, return on assets (ROA) naik 0,21% menjadi 2,32% dan return on equity (ROE) naik 1,33% menjadi 14,64%. Rasio – rasio tersebut menunjukkan bahwa Bank Kalsel adalah bank yang sehat dan sustainable. “Hasil positif yang dicatat oleh perusahaan hingga kuartal iii tahun 2020 menunjukkan kerja keras seluruh karyawan. Catatan positif ini kami hasilkan sembari meningkatkan program penguatan ekonomi di daerah dengan menggali potensi bisnis di masing-masing daerah, inovasi perusahaan dalam ‘Go Digital’ di berbagai aspek pelayanan nasabah,” pungkas Agus.