PNB_Back_Up

Hari Pertama PSBB DKI Jakarta, Saham Emiten Properti Merangkak Naik

EMITEN – Pergerakan saham emiten properti meluncur ke zona hijau hingga pertengahan sesi pertama perdagangan Senin (14/09/2020) atau hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di Jakarta. Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak tujuh saham emiten properti mencetak penguatan berkisar 1,89 persen hingga 10,22 persen hingga pukul 10.50 WIB. Adapun indeks saham properti di Bursa Efek Indonesia (BEI), melesat 5,01 persen. [irp] Ini menjadi paling tinggi dibandingkan dengan sembilan indeks sektoral lainnya. Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk. naik paling tinggi, yaitu 9,49 persen atau 70 poin ke posisi 750. Emiten berkode saham BSDE itu memiliki portofolio pusat perbelanjaan yang cukup banyak di Jakarta secara tak langsung. Pusat perbelanjaan yang dimiliki BSDE antara lain jaringan pusat perbelanjaan ITC. [irp] Selain itu, saham PT Pakuwon Jati Tbk juga melesat 6,29 persen ke posisi 372. Emiten berkode saham PWON itu merupakan pemilik dua pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, yaitu Kota Kasablanka dan Gandaria City. Emiten properti lain yang sahamnya tersengat yakni PT Summarecon Agung Tbk. dan PT Ciputra Development Tbk. Saham berkode SMRA naik 4,35 persen sedangkan saham berkode CTRA menguat 3,79 persen. SMRA adalah bos pusat perbelanjaan Summarecon Mall Kelapa Gading, sementara CTRA mengoleksi Mal Ciputra dan Lotte Shopping Avenue. Tak ketinggalan, PT Agung Podomoro Land Tbk. juga mengekor pergerakan saham-saham properti. [irp] Saham berkode APLN naik 1,89 persen ke level 108. APLN memiliki sejumlah mal di Jakarta, seperti Senayan City, Kuningan City, Central Park, Neo Soho, dan Thamrin City. Saham salah satu juragan mal, PT Lippo Karawaci, pun ikut melesat. Dengan kenaikan 3,31 persen. emiten berkode LPKR itu merupakan induk jaringan pusat perbelanjaan Lippo Malls yang tersebar di beberapa lokasi di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. (Artha  Tidar)

Perkuat Struktur Permodalan Pakuwon Jati Gunakan Laba Bersih 2019

Properti – PT Pakuwon Jati, Tbk kembali menyelenggarakan Public Expose Tahunan untuk Tahun Buku 2019 yang diselenggarakan pada Selasa (25/8/2020) Di Hotel Grand Sheraton Jakarta, Dengan Agenda : Kinerja Perseroan Tahun 2019. Pemilik, pengelola dan pengembang properti yang tahun ini memasuki usianya yang ke 38 tahun ini, dalam public expose melalui Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan, Minarto menjelaskan bahwa sesuai hasil RUPST, laba bersih Perseroan tahun buku 2019 akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan agar dapat mendukung kegiatan Perseroan yang berkelanjutan. Sebagaimana diketahui untuk tahun buku 2018, Perseroan membagikan dividen senilai Rp 7/saham atau sebesar Rp 337 miliar. [irp] Kepada wartawan melalui virtual media, Minarto mengatakan “dari  data Iaporan keuangan semester 1 2020 posisi kas dan bank Perseroan masih terjaga di angka Rp4.003 miliar, sedangkan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp4.313 miliar,” ujarnya yang didampingi Alexander Stefanus Ridwan Suhendra Direktur Utama PT Pakuwon Jati, Selasa,(25/8). Sementara pada tahun 2019, kinerja Pakuwon Jati (PWON) telah membukukan pendapatan bersih Rp 7.202 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7.081 miliar. Sedangkan laba komprehensif tercatat sebesar  Rp 3.231 miliar, naik 13,3% dari tahun 2018 sebesar Rp 2.851 miliar. [irp] Dijelaskan Minarto, untuk komposisi pendapatan tahun 2019, terdiri atas 51% recurring revenue dan 49% development revenue, konsisten dengan strategi Perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue. “Recurring revenue Perseroan tahun 2019 mencapai Rp 3.693 miliar naik 6,5% dibandingkan  tahun 2018 yang sebesar Rp 3.468 miliar, ditunjang antara lain kenaikan pendapatan organic dari pusat-pusat perbelanjaan ritel dan hotel-hotel existing Perseroan. Sementara  Development revenue Perseroan tahun 2019 mencapai Rp 3.509 miliar dimana apartemen Benson dan La Viz yang berada di kawasan Pakuwon Mall dan apartemen Amor di East Coast Mansion sudah mulai ada pengakuan penjualan, sedangkan tahun lalu sebesar Rp 3.613 miliar,”papar Minarto. Berdasarkan revenue per segment kontribusi terbesar didapatkan dari condo sales dan retail leasing masing masing 40% dan 39%, Hotel dan Serviced Apartments 8%, landed houses 7%, office leasing 4% dan office sales 2%.  Pengeluaran belanja tahun 2019 yang telah dikucurkan oleh Perseroan mencapai Rp 1.822 miliar untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Kota Kasablanka Phase 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall phase 3,4 dan 5 , East Coast Mansion serta pembelian tanah.

Kinerja Emiten Properti Masih Positif Meski Pandemi Masih Melanda

PROPERTI – Emiten sektor properti masih menunjukkan kinerja positif hingga Mei 2020, meski Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Kinerja yang baik ditunjukkan oleh data peluncuran sejumlah properti baru dan mendapatkan permintaan tinggi. Analis Maybank Kim Eng Sekuritas, Aurellia Setiabudi mengatakan, emiten sektor properti yang menggarap pasar segmen menengah ke bawah masih mencetak peningkatan permintaan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kepemilikan properti di Jakarta. [irp] Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap hanya sekitar 50% penduduk di Jakarta memiliki properti dan sisanya belum memiliki properti. “Ketika kami melihat lebih jauh lagi, kemampuan daya beli rumah tangga yang berada di Jakarta, merupakan segmen menengah ke bawah. Segmen ini hanya mampu untuk membeli properti berharga di bawah Rp 1 miliar,” ucap Aurelia, saat sesi video konferensi, Jumat (05/06/2020). Ia mengungkapkan, sejumlah perusahaan properti meluncurkan beberapa proyek properti untuk segmen di bawah Rp 1 miliar pada Mei lalu. Proyek yang diluncurkan mendapatkan tanggapan dari konsumen yang dibuktikan dengan penjualannya mencapai 100%. [irp] Adanya pencapaian tersebut, lanjutnya, bakal mendorong pengembang untuk menghadirkan beberapa proyek lain pada Juni dan Juli tahun ini. “Dari sisi pengembangnya, kami merekomendasikan perseroan yang memiliki landbank berlokasi di Jakarta, untuk ditargetkan segmen menegah ke bawah,” ujarnya. Sementara itu, untuk segmen perkantoran yang berlokasi di Jakarta, Aurellia mengatakan, masih oversupply. Namun dengan ekspektai segera dibukanya aktivitas ekonomi, oversupply ruang perkantoran kemungkinan turun. Apalagi harga rental perkantoran di Indonesia ini masih terbilang rendah, dibandingkan dengan Negara lain seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. [irp] “Dengan oversupply ini, calon-calon tenant mempunyai bargaining power terhadap pemilik kantor, dan bisa dilihat saat ada tenan baru, seperti gedung di SCBD, pos biaya rentalnya lebih rendah daripada rental di gedung lama, itu karena oversupply situation,” cetusnya lagi. Terkait WFH, kebijakan yang dilakukan pemerintah ini tidak sejalan dengan infrastruktur yang dimiliki Indonesia, salah satunya adalah dari segi koneksi internet. Kemampuan internet di dalam negeri belum seoptimal di negara-negara maju, hal ini tentunya bisa mengganggu produktivitas para pegawai yang melakukan WFH. [irp] Dari berbagai kondisi tersebut, Aurellia menyarankan pemodal untuk melirik saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Secara rinci, dia menjelaskan bahwa Pakuwon memiliki proporsi pendapatan rental yang tinggi yakni 50% lebih, sehingga membantu perseroan untuk memiliki cash flow ke depan. Perseroan sampai saat ini juga masih net cash, sehingga sisi kekuatan finansial sangat tinggi. Begitu juga dengan Summarecon, yang ia nilai, memiliki distribusi landbank yang sangat bagus. Hal ini terlihat dari beberapa cadangan lahan perseroan di luar Jakarta yang berlokasi di Bogor, Bandung dan Makassar. [irp] Potensi penjualan di ketiga kota tersebut berpotensi memperoleh hasil positif karena adanya dukungan dari infrastruktur. Lebih lanjut, Ciputra Development sampai saat ini masih akan fokus dengan pengembangan rumah tapak. Rumah tapak menjadi salah satu yang di favoritkan oleh para pembeli. Dengan demikian, perseroan diproyeksikan bisa menyuplai perumahan dengan cepat ketika adanya permintaan. Terakhir, Bumi Serpong Damai (BSD) memiliki landbank yang luas di kawasan Serpong. Kemudian pengembangan di lokasi tersebut sudah potensial, jika dibandingkan dengan Bekasi, Bogor dan Depok. (Artha Tidar)

Pemegang Saham Pwon Setujui Dividen Sebesar Rp 337 Miliar

BERITA PROPERTI -Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) telah setujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 337 miliar atau Rp 7 per saham. Dividen ini juga setara dengan 13% dari Rp 2,54 triliun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Melalui public expose tahunan, Minarto, selaku Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan, menyampaikan “RUPS telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun 2018 sebesar Rp. 337 miliar, setara dengan 13% dari Rp. 2.543 miliar laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk” ungkapnya, usai RUPS dan RUPSLB PT. Pakuwon Jati Tbk di Hotel Sheraton Grand Jakarta, (25/6/2019). [irp] Ditambahkan Minarto, dividen  senilai Rp. 7/saham ini naik hingga 17% dibandingkan dividen yang dibayarkan dari hasil kinerja tahun 2017, menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON. Selain untuk pembayaran dividen, sebesar 1 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan sisanya diinvestasikan kembali dalam Perseroan untuk memperkuat basis pertumbuhan pendapatan recurring maupun development Perseroan, ungkapnya. Pada kinerja keuangan tahun 2018, PT. Pakuwon Jati (PWON) telah membukukan pendapatan bersih Rp. 7.081 miliar, meningkat 23% dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 5.749 miliar, selain itu laba komprehensip tercatat sebesar Rp. 2.851 miliar, naik 42% dari tahun 2017 sebesar Rp. 2.002 miliar. Di tahun 2018 pula, perseroan mencatat komposisi pendapatan terdiri atas 49% recurring revenue dan 51% development revenue, ini konsisten dengan strategi Perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue, karena recurring revenue Perseroan tahun 2018 mencapai Rp. 3.468 miliar naik 16,1% dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp. 2.986 miliar, karena ditunjang oleh kenaikan pendapatan secara penuh dari pusat perbelanjaan Pakuwon tahap 2 dan 3, Tunjungan Plaza Mall tahap 6 serta ditambah oleh pendapatan organik dari pusat perbelanjaan ritel dan hotel-hotel existing Perseroan. [irp] Untuk development revenue pada tahun 2018 mencapai Rp. 3.613 miliar naik 30,8% dibanding tahun 2017 sebesar Rp. 2.763 miliar, atas pendapatan dari apartemen Anderson Pakuwon Mall Phase 4 serta penjualan rumah di Pakuwon City Surabaya. Basis Pertumbuhan 2019, Recurring revenue Perseroan terutama dari pusat perbelanjaan ritel masih akan memberikan tambahan pendapatan organik di tahun 2019 atas beroperasinya Pakuwon Mall phase 4 di kwartal ketiga tahun 2019, serta direncanakan 2 hotel di Pakuwon Mall  akan mulai beroperasi di paruh kedua tahun 2019, dan development revenue Perseroan juga akan terus tumbuh dengan pengakuan pendapatan atas penjualan apartemen di Superblok Pakuwon Mall (Anderson. Benson serta La Viz) dan apartemen di EastCoast Mansion yaitu Amor, serta penjualan kondominium Angelo, Bella dan Chianti di Superblok Kota Kasablanka. [irp] Pakuwon Jati mengembangkan, memiliki dan mengelola pusat perbelanjaan komersial, perkantoran, hotel dan property development, selain itu Pakuwon juga mengembangkan perkantoran, kondominium strata title dan residensial berskala kota mandiri (township) untuk dijual, Perseroan akan terus bertumbuh dengan pertumbuhan yang seimbang antara recurring dan development revenue.