PNB_Back_Up

Island Villa BSD City, Hunian Ultra-Luxury Rp80 Miliar yang Bidik Kalangan Super Kaya Indonesia

Propertynbank.com – Island Villa BSD City resmi diluncurkan oleh Sinar Mas Land bersama Hongkong Land sebagai hunian ultra-luxury terbaru yang menyasar segmen Ultra High-Net-Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia. Kehadiran proyek ini sejalan dengan meningkatnya jumlah individu berkekayaan tinggi yang membutuhkan hunian eksklusif dengan privasi maksimal, nilai kelangkaan, serta potensi investasi jangka panjang. Berdasarkan The Wealth Report dari Knight Frank, jumlah UHNWI di Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai 1.810 orang. Kelompok ini umumnya mencari hunian yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga memiliki nilai prestise dan kemampuan menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Island Villa BSD City Tawarkan Privasi dan Kemewahan dalam Jumlah Terbatas Island Villa dibangun di atas lahan sekitar 8 hektare dengan total hanya 35 unit. Pada fase pertama, pengembang meluncurkan 12 unit dengan harga mulai dari Rp80 miliar hingga Rp150 miliar. Jumlah yang terbatas tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang memperkuat eksklusivitas proyek ini. Hunian ini tersedia dalam dua pilihan tipe, yakni The Premium dengan luas bangunan 929 meter persegi dan luas tanah 1.000-1:788 meter persegi, serta The Signature dengan luas bangunan 1.324 meter persegi dan luas tanah 1.500-2.214 meter persegi. Seluruh unit dirancang dalam bangunan 3 lantai yang dilengkapi 5 hingga 6 kamar tidur ensuite, private balcony, private lift, serta inner courtyard yang terintegrasi dengan arrival pavilion. Kesan mewah semakin terasa melalui area living dan dining yang memiliki ceiling setinggi 7 meter, menciptakan ruang yang lapang dan elegan. Kehadiran panoramic window berukuran besar juga memungkinkan pencahayaan alami masuk secara maksimal sekaligus menghadirkan konsep indoor-outdoor living yang menyatu dengan lingkungan hijau di sekitarnya. Selain menggunakan material premium seperti lantai marmer impor dan perangkat dapur dari brand Gaggenau, setiap unit juga dilengkapi smart home system, sistem keaamanan one-gate system 24 jam, serta carport dan garasi yang mampu menampung hingga 6 kendaraan. Deputy Group CEO Strategy Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, mengatakan bahwa Island Villa merupakan produk hunian ultra-luxury terbaru yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis bersama Hongkong Land. “Kami memperkenalkan Island Villa, hunian ultra-luxury terbaru yang kami hadirkan sebagai simbol pencapaian sekaligus instrumen wealth preservation bagi para pemiliknya. Kami optimis Island Villa akan mencatat kinerja penjualan yang positif, seiring tingginya minat dan antusiasme calon konsumen dari segmen UHNWI terhadap produk hunian paling ultra prestisius pertama kali di BSD City ini,” ujarnya. Didukung Lokasi Strategis dan Ekosistem Lengkap BSD City Salah satu keunggulan utama Island Villa BSD City terletak pada lokasinya yang memiliki akses langsung ke Botanic Park seluas 10 hektare di tepi sungai berkelok (meandering river). Untuk memasuki kawasan hunian, penghuni akan melewati akses privat melalui gerbang khusus dan jembatan eksklusif yang membelah kawasan taman botani, sehingga menghadirkan pengalaman tinggal yang tenaang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kawasan ini juga dilengkapi Private Garden seluas 1 hektare serta jalur pedestrian privat atau Private Promenade sepanjang 1,3 kilometer yang mengelilingi area hunian. Kehadiran ruang terbuka hijau tersebut memberikan pengalaman tinggal layaknya berada di resor pribadi setiap hari. Selain itu, penghuni dapat menikmati berbagai fasilitas premium di dalam kawasan NavaPark, seperti Club House yang dilengkapi Semi-Olympic Pool, Lagoon Pool, Aqua Gym, lapangan tenis, lapangan basket, mini putting golf, hingga yoga studio. Dari sisi lokal, Island Villa berada di jantung BSD City yang telah berkembang menjadi salah satu kawasan terpadu terbesar di Indonesia. Beragam fasilitas penunjang tersedia dalam jarak yang dekat, mulai dari pusat perbelanjaan dan gaya hidup seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig BSD City, Eastvara Mall, GrandLucky Superstore, hingga The Barn. Kawasan ini juga dikelilingi pusat bisnis modern seperti BSD Green Office Park, Foresta Business Loft, Astra Biz Center, West Village Business Park, dan Northridge Business Center. Sementara itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan berkualitas juga mudah dijangkau, di antaranya Wellington College Independent School Jakarta, ASC Jakarta, Sinarmas World Academy, Binus University, Monash University Indonesia, serta Eka Hospital BSD. Dari sisi konektivitas, NavaPark memiliki akses yang sangat stratgeis karena hanya berjarak sekitar 5 menit menuju gerbang Tol BSD Timur 1. Kawasan ini juga terhubung dengan Tol Serpong-Balaraja, Tol Jakarta-Serpong, JORR 1, JORR 2, hingga jaringan jalan tol yang menghubungkan berbagai kawasan utama di Jabodetabek. Dengan kombinasi lokasi premium, jumlah unit yang terbatas, fasilitas berkelas, serta konsep resort living yang mengutamakan privasi, Island Villa BSD City hadir sebagai salah satu produk hunian ultra-luxury paling eksklusif yang saat ini ditawarkan di pasar properti Indonesia.

EV dan Tekstil Dukung Pertumbuhan Sektor Industri Hingga Pertengahan 2025

kawasan industri, sektor industri

Propertynbank.com – Meskipun tidak sekuat capaian tahun lalu, sektor industri nasional tetap menunjukkan performa yang positif di semester pertama tahun 2025. Dampak perang dagang Amerika Serikat–Tiongkok serta kebijakan tarif dari pemerintahan Trump menimbulkan tantangan baru bagi rantai pasokan global, namun di saat bersamaan menciptakan peluang relokasi industri ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sektor Electric Vehicle (EV) menjadi salah satu yang paling dominan dalam menyerap lahan di kawasan industri sepanjang awal tahun ini, khususnya di koridor timur Jakarta. Fenomena ini merupakan kelanjutan dari gelombang investasi dari Tiongkok dan Vietnam yang sudah mulai tereksekusi sejak 2024. “Serapan lahan kawasan industri masih menunjukkan tren positif, meski tidak sekuat tahun 2024. Kebijakan tarif Presiden Trump menjadi alarm bagi industri global, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok baru yang lebih strategis,” jelas Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia beberapa waktu lalu. Di saat koridor timur mendulang minat dari industri EV dan turunannya, koridor barat Jakarta juga menunjukkan geliat positif, dengan sektor tekstil sebagai penyerap utama lahan di wilayah ini. Hal ini menunjukkan terjadinya diferensiasi fokus kawasan industri, yang secara tidak langsung menciptakan segmentasi pasar dan mempermudah strategi penataan kawasan oleh para pengembang. Sementara itu, sektor data center yang selama tiga tahun terakhir menjadi primadona, menunjukkan penurunan tipis dalam serapan lahannya. Meski tetap aktif, permintaan dari sektor ini tidak seagresif sebelumnya. Baca Juga : Suku Bunga Turun, Investor Singapura Makin Percaya Diri Beli Kondominium Knight Frank juga menyoroti bahwa stabilitas politik dan keamanan nasional kini menjadi perhatian utama bagi investor, terutama dalam menghadapi dinamika sosial seperti aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Respons dan langkah Pemerintah dalam menjamin situasi kondusif akan sangat menentukan kepercayaan investor jangka menengah hingga panjang. “Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi ekspansi industri. Namun, menjaga iklim investasi dan kepercayaan pasar adalah kunci,” ungkap Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia. Data Sektor Industri Knight Frank menyebut, data pasar industri 1H25, di Greater Jakarta dan Sekitarnya antara lain, total stok kawasan industri : ±15.850 hektare, total serapan lahan: ±125,8 hektare, wilayah serapan tertinggi : Karawang, Cilegon-Serang, dan Bekasi, harga lahan: masih relatif stabil, meski terjadi penyesuaian di Karawang dan Tangerang, sektor paling aktif: EV-related masih menjadi occupier utama di awal 2025. Baca Juga : Nusantara Infrastructure Siap Bangun Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami, Investasi Hingga Rp21 T Willson Kalip menambahkan bahwa pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sektor-sektor lain untuk ikut berkembang, seperti elektronik, data center, hingga tekstil. “Ragam sektor industri ini akan menjadi engine baru untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya.

LEVIRO Residences, Hunian Scandinasian Pertama di Bali Diluncurkan Oktober 2025

LEVIRO Residences

Propertynbank.com – Core Concept Living, pengembang hunian berkualitas tinggi dengan desain unik dan khas siap meluncurkan LEVIRO Residences, sebuah proyek residensial visioner yang akan mendefinisikan ulang standar hunian mewah di Bali. LEVIRO, yang secara elegan bermakna hidup dalam kedamaian, merupakan proyek ambisius Core Concept Living yang dirancang untuk merevolusi konsep hunian premium di Munggu, Bali. Shanny Poijes, Managing Director Core Concept Living, menegaskan bahwa LEVIRO dirancang untuk para pembeli internasional berkelas yang menghargai gaya hidup yang mencerminkan pengalaman global mereka. LEVIRO akan menjadi residensial bergaya Scandinasian pertama di Bali, perpaduan elegan dari kesederhanaan Skandinavia, minimalisme Jepang, dan kehangatan tradisi Bali. “Filosofi desain ini menekankan ruang fungsional dan estetis, dibangun menggunakan material alami berkualitas, seperti kayu solid, batu alam, dan interior buatan tangan yang dirancang secara khusus. Bukaan jendela lebar memungkinkan cahaya alami dan sirkulasi udara maksimal, sementara lokasi LEVIRO di Munggu menawarkan keseimbangan ideal antara ketenangan dan kedekatan dengan pusat aktivitas utama di Bali,” ungkap Shanny Poijes. Memanfaatkan pengalaman panjang para pendiri Core Concept Living di bidang properti, desain interior, dan perhotelan butik di Eropa, LEVIRO dikembangkan lebih dari sekadar kompleks hunian. Proyek properti premium ini bahkan digadang sebagai tonggak inovatif dalam arsitektur dan gaya hidup, yang memadukan filosofi desain lintas budaya untuk menciptakan lingkungan hunian yang harmonis. Seiring meningkatnya reputasi Bali sebagai destinasi gaya hidup kelas dunia, sektor residensial mewah di Badung menunjukkan apresiasi nilai yang kuat, peningkatan minat investor asing, serta pergeseran ke komunitas hunian dengan kepadatan rendah (low density) dan desain progresif. LEVIRO hadir sebagai respons strategis dan visioner terhadap dinamika ini. Baca Juga : Duo Pendiri CORE Concept Living Hadirkan Komplek Hunian Bergaya Skandinavia Pertama di Bali Menurut Shanny Poijes, LEVIRO hadir di saat pasar properti premium Bali menerima permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, khususnya di Kabupaten Badung, yang menaungi kawasan-kawasan paling diminati di pulau ini seperti Canggu, Seminyak, dan kini Munggu yang semakin naik daun. Dengan luas lahan sebesar 9.060 meter persegi, LEVIRO akan menghadirkan vila-vila eksklusif yang dibuat dengan kecermatan desain arsitektural, sehingga masing-masing unit mencerminkan keanggunan minimalis, fungsionalitas desain, serta keahlian craftsmanship khas Nordik yang dibalut dengan jiwa Bali. Hunian di sini akan ditawarkan beberapa tipe: tiga, empat, lima, hingga enam kamar tidur. Dirancang bekerja sama dengan ShaDesign, firma arsitektur lokal terkemuka yang dikenal akan pendekatannya yang kontekstual dan kontemporer—menjadikan LEVIRO wujud sinergi antara estetika arsitektur Skandinavia dengan elemen alam Bali, yang menghadirkan pengalaman hidup global namun tetap membumi secara lokal. “LEVIRO lebih dari sekadar hunian—ini adalah gaya hidup. Kami memadukan desain modern Skandinavia dengan kehangatan dan jiwa Bali, untuk menciptakan sebuah sanctuary yang unik di salah satu kawasan paling menjanjikan di Pulau ini,” tegas Shanny Poijes. LEVIRO secara resmi akan diperkenalkan pada Oktober 2025, dengan jadwal pembangunan dimulai pada kuartal pertama 2026 dan serah terima unit direncanakan pada kuartal terakhir 2027. Sementara itu, Core Concept Living sebagai pengembang, akan memulai proses penerimaan Expressions of Interest (EOI) pada 18 Agustus 2025. Baca Juga : Mulai Beroperasi Awal 2026, IHG Luncurkan Hotel Kimpton Pertama di Indonesia Hal ini akan menempatkan LEVIRO sebagai peluang investasi jangka panjang yang visioner dan selaras dengan meningkatnya permintaan atas properti mewah di Bali. LEVIRO Residences Di Kawasan Menjanjikan Sebagaimana diketahui, pasca pandemi, pasar properti di Bali menunjukkan pemulihan signifikan yang didorong oleh lonjakan kedatangan wisatawan mancanegara. Data BPS Bali memperlihatkan, hingga pertengahan 2024, Pulau Dewata disambangi sekitar 3.687.567 wisatawan asing—lebih dari 76% dibanding total kunjungan tahun 2023. Tren di sektor pariwisata ini turut mengerek kepercayaan investor, sekaligus membuat harga rata-rata  properti meningkat sebesar 7% per tahun dalam lima tahun terakhir. Kawasan Badung Utara, termasuk Berawa dan Canggu, memimpin pasar properti Bali dengan jumlah pasokan masing-masing 1.618 dan 1.609 unit properti—menjadikannya  kawasan dengan suplai properti terbesar di Pulau Seribu Pura ini. Baca Juga : Scandinasian : Gaya Desain Yang Mendefinisikan Hunian Masa Kini di Bali Munggu, sebagai bagian dari kawasan ini, muncul sebagai destinasi hunian yang menjanjikan. Menawarkan keseimbangan antara aksesibilitas dan ketenangan, Munggu menarik perhatian, baik investor maupun end-user. Nilai sewa di Badung Utara pun terbilang tinggi, di mana properti dengan lima kamar tidur dapat disewakan hingga USD635 per malam—17% di atas rata-rata pasar. Menurut data Real Estate Indonesia (REI), harga lahan di Badung menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, dengan estimasi mencapai Rp4 miliar per ARE (100 meter persegi), naik dari Rp2,6 miliar pada 2013. Sementara itu, kajian Knight Frank menyebut, kenaikan harga lahan di lokasi strategis bisa mencapai 43% yang menandakan peluang investasi sangat menjanjikan. Segmen properti premium di Bali, khususnya di wilayah Badung, mengalami pertumbuhan yang pesat. Munggu kini menjelma sebagai kawasan investasi unggulan, dengan permintaan tinggi dari pembeli internasional pasca pandemi. Harga properti terus meningkat, di mana vila mewah mencatat apresiasi tahunan sekitar 12,46%. Peraturan yang semakin ramah, seperti penyederhanaan proses kepemilikan properti bagi warga negara asing dan insentif visa, turut mendorong geliat pasar ini. “Kawasan Munggu telah berkembang menjadi magnet bagi investor internasional, digital nomad, serta pemilik rumah yang berorientasi pada gaya hidup, yang mencari lingkungan hunian yang refined, dekat dengan alam, budaya, dan pusat komersial,” pungkas Shanny Poijes.

Tingkat Sewa Apartemen Jakarta 2023 Meningkat

apartemen

Propertynbank.com – Laporan terbaru Knight Frank Indonesia, Jakarta Property Highlight H1 2023 mencatat adanya peningkatan jumlah sewa di subsektor apartemen di Jakarta pada semester pertama tahun 2023. Rerata sewa tercatat meningkat perlahan jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, saat ini menjadi sebesar 61,2%. Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, menyebutkan, berakhirnya pandemi, yang ditandai dengan dicabutnya status pandemi di awal tahun ini membuka kembali pintu bagi datangnya para ekspatriat atau Warga Negara Asing ( WNA) ke Indonesia. WNA kembali mewarnai pasar properti yang saat ini kebanyakan berasal dari negara-negara Eropa dan Asia (India, Jepang, Korea, dan Tiongkok). “Hal ini berimplikasi terhadap kembali memulihnya keterisian ruang apartemen sewa secara perlahan untuk long-term commitment. Libur sekolah, libur nasional, dan cuti bersama turut juga memberi dampak positif pada perbaikan tingkat sewa apartemen sewa dari short-term stay,” ujar Syarifah. Baca Juga : Generasi X dan Generasi Milenial Mendominasi Permintaan Apartemen Selain adanya peningkatan tingkat sewa, laporan Jakarta Property Highlight H1 2023 juga mencatat adanya kenaikan dari sisi rerata harga sewa dan jumlah pasokan untuk sektor apartemen sewa di Jakarta. Untuk harga sewa tercatat adanya perbaikan yang diindikasikan melalui naiknya rerata harga sebesar 5% (yoy). Dari segi pasokan, jumlah apartemen bertambah menjadi 9.684 unit seiring dengan masuknya 1 proyek baru di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta. Kawasan CBD sendiri tercatat sebagai kawasan penyumbang pasokan apartemen sewa terbesar di Jakarta. Sementara itu, juga tercatat bahwa hingga tahun 2028, sejumlah 1.706 unit apartemen baru akan masuk ke pasar. 44% dari total tersebut, direncanakan masuk pada akhir tahun ini. Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menyebutkan bahwa berakhirnya pandemi dan terbukanya kembali perjalanan lintas negara mendorong kembali bergulirnya arus ekspatriat ke dalam negeri. Hal ini memberikan implikasi positif terhadap pulihnya performa sektor apartemen sewa di awal tahun ini. “Namun tidak dapat dipungkiri bahwa persiapan tahun politik dan proses pemulihan ekonomi dari dampak pandemi akan memberikan tantangan terhadap bangkitnya performa sektor apartemen sewa,” tegasnya. Penjualan Kondominium Stagnan Sementara itu, masih dalam laporan terbaru Jakarta Property Highlight H1 2023 tersebut, terungkap tidak adanya peningkatan (stagnan) penjualan kondominum Jakarta pada semester pertama tahun ini atau masih tercatat sebesar 95,6%. Penjualan stok baru bahkan terkoreksi menjadi 59,5%, seiring adanya penambahan pasokan sejumlah 1,016 unit dari 3 proyek baru. Jadi walaupun penjualan masih belum terlalu meningkat, penambahan pasokan atau datangnya proyek baru di pasar subsektor kondominium memberikan optimisme bagi performa pasar properti. Berdasarkan laporan Jakarta Property Highlight, total sejumlah 3.708 unit baru masuk di awal semester ini di Jakarta. Dengan penambahan tersebut, total pasokan kondominium bertambah menjadi 236.684 unit dimana sekitar 5.303 unit baru akan diserah-terimakan hingga akhir tahun ini. Syarifah Syaukat mengatakan, adanya kompetisi dengan produk rumah tapak dan juga pemulihan ekonomi yang masih perlahan menyebabkan penjualan subsektor kondominium berada di titik stagnan. “Meski demikian, pertumbuhan harga terlihat perlahan bergerak positif. Terutama pada project kondominium yang berada di sekitar kawasan Transit Oriented Development (TOD),” jelasnya. Laporan juga mencatat bahwa unit kondominium siap huni masih menjadi pilihan utama bagi para konsumen saat ini dimana penjualan tertinggi terjadi di segmen menengah, yaitu sebesar 80% dari total penjualan. Berbeda dengan tahun lalu dari segi pasokan, kelas menengah-atas saat ini menjadi segmen dengan stok terbesar untuk kondominium baru. Sementara kelas menengah masih mewarnai stok kondominium yang sudah ada saat ini. Untuk unit eksisting sendiri, rerata harga jual naik 1,2% dan menguat 1,9% untuk unit baru jika dibandingkan dengan rerata harga di semester sebelumnya (hoh). Baca Juga : Permintaan Apartemen Meningkat, Ciputra Group Topping Off Tower The Newton 2 Willson Kalip menambahkan, pasar kondominium masih bergerak perlahan di tengah kompetisi dengan produk rumah tapak. Namun, proyek kondominium segmen menengah dengan tingkat aksesibilitas yang memadai, seperti berlokasi di sekitar kawasan TOD dapat menjadi penggerak transaksi yang lebih aktif saat ini. “Dalam skala regional, di Asia Pasifik, Jakarta sendiri masih menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan pasar properti yang positif di awal semester ini, sama halnya dengan kota-kota besar lainnya seperti Singapore, Tokyo, dan Mumbai. Pembaruan regulasi pemerintah mengenai persyaratan Warga Negara Asing dalam memiliki hunian di dalam negeri juga diharapkan akan turut membangkitkan pasar kondominium kedepannya,” pungkas Willson.

Pertanda Positif, Pasar Kondominium Menguat di Semester Akhir 2022

kondominium, sektor kondominium

Propertynbank.com – Sektor kondominium kian hadapi tantangan untuk terus bertahan karena belum pulihnya daya beli konsumen setelah pandemi dan tambahan 6.222 unit stok baru di semester akhir 2022. Terlebih, jumlah tersebut belum termasuk unit-unit baru yang akan mengantri masuk ke pasar tahun ini (2023). Meski demikian laporan Jakarta Property Highlight terbaru juga mencatat pertumbuhan penjualan mencapai 95,7% di semester kedua tahun 2022. Hampir separuh proyek kondominium baru di Jakarta telah menaikan harga di akhir tahun 2022, kondisi ini diikuti dengan penguatan harga sebesar 0,9% (HoH) pada unit eksisting. Laporan juga mencatat bahwa dominasi dalam transaksi sektor kondominium berasal dari kelas menengah, yaitu sebesar 40% di semester kedua tahun 2022. Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor dari Knight Frank Indonesia menyebutkan, unit kondominium siap huni saat ini menjadi pilihan utama bagi para konsumen karena kepastian unit yang telah siap diserah-terimakan ke konsumen. “Sementara itu, rerata penjualan stok baru mencapai 64,2%. Kami juga mencatat bahwa Jakarta Selatan masih menjadi area tangkapan terbesar pasar kondominium baru saat ini,” ujar Syarifah. Dalam area regional Asia Pasifik, Jakarta menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan properti yang positif di tahun 2022, bersama dengan Tokyo, Mumbay, Bangkok dan Singapura. Kondominium Tumbuh Perlahan Willson Kalip, Country Head dari Knight Frank Indonesia menegaskan, walaupun pertumbuhan pasar kondominium masih perlahan, sektor ini memiliki resiliensi yang cukup tinggi. Transaksi segmen menengah terus mendominasi dalam 2-3 tahun terakhir ini. “Ke depan, ceruk pasar ini perlu diantisipasi lebih baik dengan strategi digital marketing dan sistem pembayaran yang aksesibel disertai dorongan insentif,” jelasnya. Sementara itu, meredanya pandemi yang ditandai dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai terrefleksi padalewat bangkitnya  performa subsektor apartemen sewa secara perlahan di akhir tahun 2022. Laporan Jakarta Property Highlight terbaru mencatat penguatan tipis pada tingkat hunian sektor apartemen sewa di Jakarta dibanding semester sebelumnya menjadi 60,99%. Rerata harga sewa juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,99% (YoY). “Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari Jepang, India, Korea untuk melakukan kegiatan bisnis di Indonesia berdampak positif terhadap perbaikan performa subsektor apartemen sewa pada semester kedua tahun 2022,” ujar Syarifah Syaukat. Juga tercatat bahwa kontribusi pasar domestik untuk keterisian ruang apartemen sewa dalam jangka pendek melalui tren staycation terus berlangsung sampai akhir tahun 2022. Sementara itu, terdapat pasokan tambahan dari proyek relaunch yang masuk ke pasar di semester II 2022. Akibatnya, jumlah pasokan apartemen sewa naik menjadi 9,395 unit per semester kedua tahun 2022. Jika dilihat hingga 2028, maka masih akan ada 1,876 unit baru masuk ke pasar. Selain itu, tidak bisa dihindarkan, sekitar separuh dari total apartemen baru yang seharusnya terjadwal masuk di akhir 2022 tertunda ke tahun 2023. Willson Kalip menambahkan, perbaikan pertumbuhan ekonomi berimplikasi positif terhadap perbaikan performa sektor apartemen sewa di akhir tahun 2022, namun kekhawatiran resesi global memberikan kewaspadaan tersendiri yang terekam dari belum optimalnya performa apartemen sewa di akhir tahun 2022.

Pasokan Data Center Tumbuh 300% di 9 Kota Asia Pasifik

Propertynbank.com –Knight Frank bekerjasama dengan DC Byte, baru saja merilis Data Centre Report untuk periode Q3 2022. Laporan tersebut berfokus pada sembilan kota yang berkembang pesat di Asia Pasifik yaitu Osaka, Melbourne, Jakarta, Manila, Hanoi, Taipei, Hyderabad, New Delhi, dan Chennai. Didorong oleh fundamental pasar yang kuat serta naiknya tren lokalisasi fasilitas data center (pusat data), total pasokan pada kota-kota tersebut meroket melebihi 300% dari 700MW menjadi 3.000MW dalam lima tahun terakhir. Pada kuartal ketiga 2022 sendiri, tercatat sejumlah 600MW kapasitas baru yang masuk di pasaran. Dari sembilan kota tersebut, Melbourne, Jakarta, dan Osaka menduduki posisi tertinggi dengan pasokan masing-masing lebih dari 500MW. Melbourne dalam beberapa tahun terakhir telah berkembang menjadi pasar utama untuk pusat data, dengan operator lokal dan regional yang siap menambahkan pasokan baru hampir 450MW. Jakarta sendiri memiliki hampir 400MW pasokan yang sedang dibangun, dengan beberapa penyedia layanan cloud hyperscale yang mendukung rencana pembangunan mandiri. Osaka terus berkembang sebagai pasar pusat data alternatif untuk Tokyo, dengan kapasitas saat ini melebihi 250MW, dan lebih dari 250MW yang akan masuk dalam rencana pengembangan. Di India, industri pusat data tumbuh didorong oleh kebijakan pemerintah, termasuk akses yang lebih mudah dalam penyediaan kredit dan insentif lainnya untuk meningkatkan nilai investasi pusat data. Alhasil, kota-kota seperti Hyderabad, New Delhi dan Chennai mencatat pertumbuhan pasar pusat data yang signifikan, dengan total kapasitas sekitar 300MW hingga 400MW di berbagai lokasi. Fred Fitzalan Howard, Data Centre Lead APAC, mengatakan laporan terbaru ini memperkuat posisi Asia Pasifik sebagai pasar paling prospektif di industri pusat data global. Semakin banyak bisnis yang mempercepat proses transformasi digital mereka serta berkembangnya permintaan akan layanan cloud dan latensi yang lebih rendah telah menghasilkan penyedia cloud yang mencari kolokasi dan fasilitas self-build di kota-kota yang sebelumnya diabaikan. “Seiring dengan konsistensi dari kota-kota sekunder ini dalam memantapkan diri sebagai lokasi pusat data, peluang diharapkan akan terus muncul merger, akuisisi, dan pengembangan,” katanya. Sementara itu, James Murphy, APAC Managing Director DC Byte, menambahkan, sebelumnya kawasan Asia Pasifik didominasi oleh segelintir pasar ‘Tier 1’. Ini tidak lagi terjadi karena tren desentralisasi telah melihat baik hyperscaler dan operator pusat data pindah ke pasar baru. “Laporan terbaru menyoroti pasar baru ini yang kami perkirakan akan terus tumbuh secara paralel dengan beberapa hub yang lebih mapan di kawasan ini,” pungkasnya.

Knight Frank Catat Harga Rumah di Dunia Melonjak 11%, Tertinggi Semenjak 2004

Propertynbank.com – Knight Frank Global baru saja merilis Global Residential Cities Index untuk periode Q4 2021 yang mencatat pertumbuhan harga residensial di berbagai perkotaan dunia. Indeks tersebut menyebutkan bahwa rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kwartal ke-4 tahun 2021 tercatat tumbuh sebesar 11%. Angka tersebut bahkan tercatat sebagai yang tertinggi semenjak kwartal ke-4 tahun 2004, atau yang tertinggi selama 18 tahun kebelakang. Amerika memiliki rerata pertumbuhan harga tertinggi di 15%, diikuti oleh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang tercatat memiliki rerata pertumbuhan hingga 11%. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik tercatat memiliki angka pertumbuhan di kisaran 9%. “Situasi lockdown yang berlarut menyebabkan warga Amerika Serikat berhasil menabung secara signifikan, diikuti juga dengan adanya peningkatan nilai ekuitas dari aset rumah yang mereka miliki. Kekayaan lebih tersebut akhirnya digunakan untuk merenovasi rumah yang ditinggali ataupun untuk membeli properti kembali,” ujar Kate Everett-Allen, Head of International Residential Research, Knight Frank. Global Residential Cities Index periode Q4 2021 juga mencatat bahwa Istanbul memiliki angka pertumbuhan harga residential tertinggi di dunia sebesar 63,2% selama satu tahun terakhir. Knight Frank Sebut Kuala Lumpur Turun Sementara itu, Kuala Lumpur direkam mengalami penurunan tertinggi sebesar -5,7% dimana setidaknya terdapat 10 kota yang tercatat mengalami penurunan harga residensial selama 2021. Sedang Jakarta tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki pertumbuhan harga residensial positif di 1,4% pada kwartal empat tahun 2021. Hal ini juga seiring dengan indeks dari Bank Indonesia dimana pada data akhir tahun 2021 yang menyatakan indeks pertumbuhan perumahan Jakarta berada di angka 1,42%. Bank Indonesia juga menyatakan bahwa, indeks harga residential Jakarta di kwartal kesatu tahun 2022 mengalami kontraksi, atau berada di angka 1,04%. Kondisi ini juga tercermin dari performa pertumbuhan harga residential di Indonesia. Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menambahkan, ditopang oleh suku bunga kredit pinjaman yang rendah dan tahan inflasi, kinerja sektor perumahan diperkirakan masih positif sepanjang 2022 meskipun pertumbuhan harga terbatas, “Karena pengembang cenderung menahan kenaikan harga sembari menghabiskan stok rumah siap huni dan insentif (PPN DTP) properti,” pungkasnya.

Wow, Lima Tahun Lagi Jumlah Orang Kaya di Indonesia Melonjak 63%

Propertynbank.com – Orang kaya di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan. Menurut publikasi The Wealth Report terbaru dari Knight Frank, jumlah Ultra High Net Worth Individuals (UHNWIs) atau individu dengan jumlah kekayaan sangat tinggi di dunia, meningkat 9,3% pada 2021. Sejumlah 51,000 orang melihat adanya peningkatan nilai aset lebih dari USD 30 juta. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan hasil survei pada 2020 dimana angka pertumbuhan hanya tercatat 2,4%. The Wealth Report untuk wilayah Asia Pasifik mengungkapkan adanya angka pertumbuhan jumlah populasi UHNWIs di Indonesia pada 2021 (y.o.y) sebesar 1%, meskipun masih berada dalam situasi pandemi dan pemulihan ekonomi berkala. Walau masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga, Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang justru tercatat mengalami penurunan jumlah populasi UHNWIs sebesar -0,4% dan -1% di 2021. Christine Li, Head of Research, Knight Frank Asia Pacific mengatakan, berdasarkan Wealth Sizing Model yang disusun oleh Knight Frank, jumlah populasi UHNWIs di Indonesia alami sedikit peningkatan yaitu sebesar 1% (y.o.y) di 2021. Sementara itu untuk jumlah populasi HNWI atau individu dengan jumlah kekayaan mencapai USD 1 juta keatas justru menurun hingga 5% (y.o.y), dari sejumlah 86,651 menjadi 82,012. Untuk wilayah Asia Pasifik, jumlah populasi HNWI dan UHNWI tumbuh lebih cepat yaitu masing-masing sebesar 8,8% dan 7,5%. Orang Kaya di Indonesia Bertambah “Dalam lima tahun kedepan (2021 hingga 2026), pertumbuhan populasi kekayaan di Indonesia diprediksi masih akan sangat positif. Berdasarkan dari Wealth Sizing Model yang disusun oleh Knight Frank, Indonesia diharapkan akan memiliki angka pertumbuhan jumlah populasi HNWI sebesar 63%, lalu sebesar 29% untuk jumlah populasi UHNWI dan juga sebesar 38% untuk jumlah populasi miliarder,” ujar Christine. Angka tersebut, sambung  Christine, bahkan lebih besar dari rerata angka pertumbuhan HNWI di dunia yaitu sebesar 52,3%, yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kekayaan ketiga tercepat di Asia Tenggara. Sementara, jika dilihat dalam 10 tahun dari 2016 hingga 2026, Knight Frank memprediksi jumlah populasi UHNWIs akan meningkat lebih dari dua kali lipat yaitu dari 348,355 menjadi 783,671 di dunia pada tahun 2026. Asia juga diprediksi akan mendekati Eropa yang menduduki posisi kedua sebagai pusat populasi orang kaya terbesar di dunia. Dalam kurun waktu tersebut, Selandia Baru juga diprediksi sebagai negara yang akan memiliki angka pertumbuhan populasi UHNWIs tertinggi di dunia, sebesar 270% dimana posisi selanjutnya diisi oleh Singapura sebesar 268% atau lebih dari 6,000 orang.

Tingkat Sewa Sektor Logistik di Asia Pasifik Diprediksi Tumbuh 3-5%

Propertynbank.com – Sektor logistik di Asia Pasifik akan mengalami pertumbuhan pada tahun 2022. Menurut Knight Frank dan laporan terbaru yaitu Asia-Pacific Warehouse Review untuk periode H2 2021, terekam adanya peningkatan tipis, sebesar 0,5% (y.o.y) terhadap tingkat sewa pergudangan di 17 kota utama di regional Asia Pasifik. Lebih detil, laporan tersebut menyatakan, ada peningkatan sewa gudang yang stabil di 17 kota wilayah Asia Pasifik pada 2022. Namun, tingkat kekosongan pada pergudangan diharapkan semakin mengecil, seiring dengan permintaan yang kuat dan pra-komitmen aktif. Sedangkan tingkat sewa pergudangan di Eastern Seabord, Sydney, Australia menunjukkan pertumbuhan tertinggi di regional Asia Pasifik, yaitu 5,9% (y.o.y). Selain itu, tingkat sewa pergudangan di Shanghai dan Beijing, China diharapkan tetap pada tren peningkatan bertahap di 2022. Head of Occupier Services & Commercial Agency, Asia-Pacific at Knight Frank, Tim Armstrong mengatakan, munculnya varian Omicron di akhir 2021 menciptakan headwinds tersendiri bagi wilayah Asia Pasifik. Meskipun situasi tersebut menekan rantai pasokan dalam jangka waktu pendek dan membatasi laju perdagangan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, imbas Omicron tidak akan mengganggu atau mengurangi struktur fundamental jangka panjang dari pasar logistik di Asia Pasifik. “Tingkat permintaan saat ini masih bertumbuh, dimana akan ikut mengatrol tingkat sewa di tahun 2022 walau masih dibayangi tantangan pada biaya dan ketidakseimbangan pasokan,” ujar Tim Armstrong. Permintaan Sektor Logistik di Asia Pasifik Kuat Sementara itu, Head of Research, Asia-Pacific at Knight Frank, Christine Li menambahkan, permintaan pasar di sektor logistik Asia Pasifik selama semester kedua 2021 tetap kuat seiring dengan bangkitnya alur perdagangan dan pulihnya permintaan pasar global. Alhasil, tingkat sewa pergudangan di wilayah Asia Pasific bertumbuh tipis 0,5% (y.o.y) di periode yang sama. Pasokan baru sebesar 9 juta meter persegi di wilayah Asia Pasifik di 2022 tetap akan bisa terserap lewat permintaan yang kuat dan pra-komitmen aktif. “Performa pasar pergudangan logistik yang bagus saat ini diakibatkan oleh pertumbuhan e-commerce yang kuat, namun harus terus ditopang oleh perbaikan stabilitas makroekonomi pada konsumsi dan investasi. Alhasil, prospek sektor logistik pada tahun 2022 terpusat antara pasar negara maju dan berkembang,” pungkas Christine.

Didukung Berbagai Insentif, Performa Sektor Properti Bergerak Aktif

Propertynbank.com – Performa sektor properti sangat berpengaruh dengan meningkatnya tingkat vaksinasi dan semakin terkendalinya pandemi di akhir tahun 2021. Hal ini menjadikan potensi pertumbuhan sektor properti semakin optimis. Namun dengan masih berlanjutnya sistem WFH (Work From Home), subsektor perkantoran masih menghadapi tantangan penurunan ukuran sewa ruang (downsizing), terhambatnya rencana  ekspansi ruang kantor dari calon penyewa, ditambah dengan pasokan baru yang terus memasuki  pasar di tengah pandemi. Associate Director, Commercial Department Knight Frank mengatakan, tidak ada pasokan baru di semester akhir tahun 2021, sehingga pasokan tetap di 7.068.941 meter2. Sedangkan koreksi tingkat hunian masih berlanjut, saat ini berada di 71,8%. Untuk harga sewa stagnan, cenderung melemah. Ada 5 proyek baru, sejumlah 407.647 m2, diperkirakan akan memasuki pasar di 2022 dan setelah 2022, belum ada proyek baru yang akan memasuki pasar perkantoran di CBD Jakarta. “Masih ada 389.100 meter2 ruang perkantoran yang menunda masuk pasar sampai waktu yang  belum pasti. Sektor Farmasi, IT, Fintech, Telekomunikasi, FMCG & Konstruksi yang berpotensi menyerap ruang  perkantoran di CBD Jakarta,” ujar Rina. Country Head dari Knight Frank Indonesia, Willson Kalip menyebutkan, di tengah berlanjutnya  WFH dengan pola hybrid, kebutuhan ruang kantor tetap diperlukan sebagai sarana kolaborasi antar pegawai untuk memompa semangat produktivitas, namun desain yang lebih fleksibel dengan  sirkulasi yang lapang menjadi tren saat ini. Pasokan Apartemen Sewa Tetap Pandemi berdampak negatif pada pertumbuhan properti di dua tahun terakhir ini, termasuk tertahannya berbagai proses pembangunan diikuti berkurangnya kedatangan WNA (Warga Negara  Asing) yang biasanya mengisi unit apartemen sewa di ibukota. Arus balik WNA ke negaranya dan  kembali setelah repatriasi mewarnai fluktuasi performa sektor apartemen sewa. Secara umum, indikasi-indikasi pertahanan dari sektor apartemen sewa pada semester  kedua tahun 2021 adalah total pasokan apartemen sewa tetap, sebanyak 8.919 unit. Rerata tingkat penyewaan periode ini sebesar 58,4%, membaik dari semester sebelumnya,  namun masih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar proyek masih menahan harga sewa meski ada beberapa yang telah kembali ke harga pra-pandemi. Tercatat 1.688 unit future supply akan masuk ke pasar hingga tahun 2023, sementara 10% lainnya menunda proses pembangunan. Optimisme muncul dari indikasi bahwa setidaknya ada 7 proyek yang akan masuk pasar di tahun 2022. Program staycation masih menjadi strategi mempertahankan tingkat hunian dengan menyerap konsumen lokal. “Performa tahun ini seharusnya  lebih baik dari tahun sebelumnya, proyek-proyek baru apartemen sewa yang siap masuk ke pasar  akan memberikan continuous spirit dalam perbaikan performa sektor apartemen sewa,” ujar Willson Kalip. Performa Sektor Properti Untuk Kondominium Strata Pasar kondominium terus bergerak positif dari kebutuhan end-user yang juga didukung oleh promo  pengembang dan insentif pemerintah yang berlanjut. Walaupun demikian, pergerakan performa  kondominium di tengah pandemi tidak sebaik performa rumah tapak. Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syaukat mengatakan, pasokan kondominium bertambah menjadi 225.563 unit, dengan masuknya 6 proyek baru. Tingkat penjualan di angka 95,6%, dengan kumulasi penjualan 0,2% dari tahun sebelumnya. Secara umum, rerata harga jual melemah -5,1% dari tahun sebelumnya. “Stok baru yang masuk di sepanjang tahun 2021 mencapai 3.852 unit. Rerata penjualan stok baru mencapai 65,4% atau naik 3% dari semester sebelumnya. Penjualan kondominium di proyek yang sudah jadi ataupun baru banyak terjadi di segmen middle. Ada 18 proyek baru (20% dari total proyek baru) yang menunda penyelesaian pembangunannya sampai minimal dua tahun kedepan. Dengan perpanjangan promosi dari pengembang dan perpanjangan insentif dari pemerintah, serta indikasi membaiknya perekonomian, tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli kondominium,” jelas Syarifah. Sementara Willson Kalip mengatakan pergerakan pasar primer kondominium di 2021 cukup baik terutama pada segmen middle & upper middle. Tahun ini menjadi saat yang tepat untuk pemulihan performa sektor kondominium dengan adanya berbagai insentif dari pengembang dan pemerintah.