One Global Capital Tambah Portofolio Hotel AUD 25 Juta di Parramatta
Propertynbank.com – One Global Capital (OGC) terus memperkuat ekspansi bisnis hospitality melalui platform perhotelannya, One Global Resorts (OGR), dengan menambah portofolio hotel butik premium di Parramatta, Sydney Barat. Properti baru tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2026 dan menjadi aset hotel kedua yang dioperasikan langsung oleh OGR. Pengembangan terbaru ini terdiri dari 36 unit premium bergaya serviced apartment yang dikurasi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman menginap berbasis desain dan kenyamanan modern di kawasan perkotaan utama. Langkah tersebut sekaligus menandai fase lanjutan ekspansi One Global Resorts setelah keberhasilan proyek One Global Resorts Green Square. Dalam proyek Parramatta ini, OGR melakukan reposisi sejumlah unit hunian berukuran besar di gedung yang sebelumnya dikenal sebagai SKYE Parramatta. Chairman sekaligus Group CEO Iwan Sunito mengatakan, ekspansi tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek pertumbuhan Parramatta sebagai second CBD Sydney. “Parramatta adalah kawasan yang terus berkembang dan menjadi bagian penting dari masa depan Sydney. Kami memiliki keterikatan kuat dengan pasar ini serta pemahaman yang jelas mengenai potensinya,” ujar Iwan Sunito dalam keterangan tertulis. Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah mengembangkan lebih dari 750 unit apartemen di kawasan tersebut dengan nilai hampir mencapai AUD 500 juta. Portofolio baru di Parramatta memiliki nilai sekitar AUD 25 juta dan menawarkan konsep akomodasi fleksibel untuk kebutuhan short stay maupun long stay. Lokasinya yang hanya sekitar lima menit berjalan kaki dari Parramatta Station dan Parramatta Square dinilai strategis untuk melayani wisatawan bisnis maupun leisure. Menurut Iwan Sunito, konsep yang diusung One Global Resorts bukan sekadar hotel konvensional, tetapi urban resort yang memadukan desain, pengalaman, dan kenyamanan di tengah kawasan perkotaan. “Kami ingin menghadirkan pengalaman menginap premium dengan konsep yang lebih personal dan berbasis desain,” katanya. Properti tersebut menampilkan foyer dan interior kamar hasil rancangan arsitek ternama Koichi Takada. Kolaborasi ini menjadi kerja sama pertama antara Takada dan Iwan Sunito sejak 2017. Selain mengedepankan desain premium, One Global Resorts juga akan memperkenalkan teknologi automated check-in guna meningkatkan pengalaman tamu sekaligus efisiensi operasional hotel. Bagi Iwan Sunito, proyek di Parramatta memiliki nilai sentimental tersendiri karena menjadi proyek hotel pertama yang pernah ia kembangkan sekaligus bangunan terbesar yang dirancang secara personal. “Kehadiran kembali kami di Western Sydney melalui One Global Resorts merupakan evolusi strategis dari platform perhotelan grup,” ujarnya. Ke depan, kata dia, OGC akan melakukan peningkatan bertahap terhadap bangunan dan interior properti untuk memperkuat positioning sebagai hotel butik premium. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan pengalaman dalam kamar dan kenyamanan tamu tanpa menghilangkan fleksibilitas konsep serviced apartment. “Kami memilih unit-unit dengan ukuran lebih besar karena paling sesuai dengan standar brand dan pengalaman yang ingin kami hadirkan. Fokus kami adalah kualitas produk, bukan sekadar skala,” tambahnya. Momentum One Global Capital Masuknya aset Parramatta turut memperkuat momentum ekspansi One Global Capital dalam 12 bulan terakhir. Perusahaan tercatat memiliki sejumlah proyek strategis, mulai dari aset hotel senilai AUD 120 juta di Green Square, proyek pengembangan AUD 70 juta di Macquarie Park, kawasan mixed-use AUD 1,5 miliar di Five Dock, hingga reposisi aset ritel Eastlakes yang nilainya meningkat signifikan. Dengan tambahan properti baru ini, total portofolio hotel One Global Capital kini mencapai sekitar AUD 140 juta. Langkah tersebut sekaligus mempertegas strategi investasi perusahaan yang terdiversifikasi di sektor hunian, hospitality, dan ritel premium di Australia.
Crown Group Siapkan Proyek di Melbourne, Launching Perdana di Indonesia
INTERNASIONAL – Indonesia merupakan pasar paling potensial untuk memasarkan berbagai jenis produk. Tengok saja berita yang viral beberapa waktu lalu, bagaimana masyarakat Indonesia yang memborong sepeda yang harganya tidak bisa dibilang murah. Begitu juga dengan produk properti yang ada di luar negeri. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang membeli properti di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Australia bahkan hingga ke Amerika Serikat. Oleh karena itu, tak heran jika Crown Group memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk memperkenalkan produk hunian terbarunya di Melbourne, Australia. [irp] Hal tersebut bukan tanpa alasan. Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo menjelaskan, secara historis masyarakat Indonesia memang lebih mengenal kota Melbourne dibandingkan kota Sydney. Menurut dia, semenjak tahun 1990 an, kota Melbourne sudah sangat melekat bagi warga Indonesia. “Jumlah siswa Indonesia yang melanjukan studinya di Melbourne memang cukup banyak. Saya kira wajar apabila kami memperkenalkan proyek Melbourne di Indonesia terlebih dahulu dibandingkan Sydney. Saya yakin jika penjualan proyek hunian pada tahun 2020 ini, Indonesia akan melebihi Sydney,” ujar Tyas kepada sejumlah media dalam virtual conference, Selasa (11/8). [irp] Lebih lanjut alumnus University of Sydney ini menerangkan, Melbourne yang merupakan ibukota negara bagian Victoria adalah kota dengan pertumbuhan jiwa tercepat di Australia. Tercatat, sejak tahun 2011 rata-rata pertumbuhan penduduk kota Melbourne mencapai 2,55% per tahun. Dan dalam 12 bulan terakhir, pertumbuhan di kota terbesar kedua di Australia tersebut mencapai 2,65% dan penduduk Melbourne diperkirakan akan mencapai 5 juta jiwa pada tahun 2030. “Yang perlu diketahui adalah pertumbuhan penduduk di kota Melbourne dipengaruhi oleh arus migrasi yang cukup deras baik dari internasional maupun domestik. Tidak mengherankan, karena Melbourne juga menjadi World’s Most Liveable Cities selama 2 tahun terakhir oleh Economist Intelligence Unit (EIU) Global Liveability Index,” tutur Tyas. Tyas menjelaskan, proyek pertama Crown Group di Melbourne tersebut akan resmi diluncurkan dan dipasarkan di Indonesia pada November 2020 mendatang. Tanpa menyebut nama proyek, dan rencananya akan langsung diumumkan oleh Founder dan CEO Crown Group Iwan Sunito dalam waktu dekat, Tyas mengatakan kisaran harga perunitnya mulai dari Rp 5,8 miliar. [irp] Proyek hunian vertikal ini juga menunjuk Koichi Takada sebagai arsitek, sebagaimana proyek-proyek Crown Group sebelumnya. Pada proyek ini, Koichi Takada terinspirasi dari bentuk lipatan pita yang menginterpretasikan kawasan Southbank sebagai distrik seni terkenal di Melbourne. Lokasinya di 175 Sturt Street, Southbank dengan memiliki dua menara dan merangkum 144 unit apartemen mewah yang terdiri dari studio, 1, 2 dan 3 kamar tidur. Dikatakan Sales Manager Crown Group Indonesia, Reiza Arief, kota Melbourne dikenal sebagai kota pendidikan di Australia. Di kota ini terdapat sejumlah institusi pendidikan terbaik di Australia yakni Melbourne University, RMIT, Monash, Swinburne, dan Deakin. Hal yang menarik lainnya adalah kota Melbourne memiliki living cost lebih rendah dibandingkan Sydney. [irp] “Semua ini mengakibatkan booming industri properti di kota Melbourne, namun dengan harga per meter persegi yang lebih rendah dibandingkan Sydney yang merupakan kota terbesar di Australia. Itulah kenapa Melbourne lebih popular bagi masyarakat Indonesia terutama mereka yang merupakan first time buyers atau investors,” ujar Reiza yang merupakan tamatan Monash University.