PNB_Back_Up

Agathon Property Investments Gandeng Habitat for Humanity Indonesia Luncurkan Kampanye “Blessed to Bless”

Agathon

Propertynbank : Tren investasi properti global kini semakin dikaitkan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menangkap momentum tersebut, Agathon Property Investments meluncurkan kampanye sosial bertajuk “Blessed to Bless” bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk mendukung pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini menjadi diferensiasi Agathon di tengah kompetisi konsultan properti internasional. Perusahaan tidak hanya memfasilitasi investasi real estat Australia bagi klien Indonesia dan internasional, tetapi juga mengaitkan setiap transaksi dengan kontribusi sosial yang terukur. Dalam skema kerja sama tersebut, sebagian pendapatan Agathon dari setiap pembelian properti di Australia akan dialokasikan untuk program pembangunan rumah yang dikelola Habitat for Humanity Indonesia. Dengan demikian, aktivitas investasi klien secara langsung terhubung dengan dampak sosial di dalam negeri. Managing Director Agathon Property Investments, Gaudi Agathon, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari visi perusahaan dalam mengembangkan model bisnis berbasis social preneurship. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap transaksi properti tidak hanya memberikan nilai finansial bagi investor, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial nyata bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak,” ujarnya. Habitat for Humanity Indonesia akan memimpin implementasi proyek di lapangan, termasuk memastikan standar pembangunan berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat penerima manfaat. Agathon juga berkomitmen melakukan dokumentasi serta kunjungan langsung sebagai bentuk transparansi kepada klien. Secara strategis, inisiatif ini memperkuat posisi Agathon sebagai konsultan properti yang mengedepankan responsible investment. Di tengah meningkatnya minat investor Indonesia terhadap properti Australia, baik untuk diversifikasi aset, capital gain, maupun kebutuhan hunian. Melalui program ini  akan memberikan nilai tambah berupa dampak sosial yang terintegrasi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara sektor properti lintas negara dan pembangunan sosial domestik, sekaligus mendorong lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam skema investasi yang berkelanjutan. “Bagi investor yang berminat membeli properti di Australia, Agathon Property Investments membuka layanan konsultasi terkait proyek-proyek potensial yang tersedia, lengkap dengan skema investasi dan proyeksi imbal hasilnya,” pungkas Gaudi Agathon.

AI Dorong Ledakan Data Center Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

Data Center Global

Propertynbank.com – Sektor data center global diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan paling agresif dalam sejarahnya. Laporan Global Data Center Outlook 2026 terbaru dari JLL mencatat kapasitas data center dunia diperkirakan melonjak hampir dua kali lipat, dari sekitar 103 GW saat ini menjadi 200 GW pada 2030. Percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi katalis utama transformasi ini. JLL memproyeksikan bahwa pada 2030, beban kerja berbasis AI akan menyerap sekitar 50% dari total kapasitas data center global, meningkat tajam dibandingkan sekitar 25% pada 2025. Meski ekspansi berlangsung sangat cepat, indikator properti menunjukkan sektor ini masih memiliki fundamental yang solid dan tidak mengarah pada risiko gelembung pasar. Lonjakan kapasitas tersebut diperkirakan menuntut total investasi hingga USD 3 triliun dalam lima tahun ke depan. Angka ini mencakup sekitar USD 1,2 triliun peningkatan nilai aset properti serta USD 870 miliar pembiayaan utang baru, menandai dimulainya era supercycle investasi infrastruktur digital secara global. Global Division President, Data Centers and Critical Environments JLL, Matt Landek, menyebut industri tengah menghadapi perubahan struktural terbesar sejak era migrasi cloud. Menurutnya, belanja hyperscaler untuk pengembangan data center dalam periode 2024–2026 saja diperkirakan mencapai USD 1 triliun, sementara keterbatasan pasokan lahan dan panjangnya waktu koneksi jaringan listrik hingga empat tahun menciptakan tantangan baru dalam pengembangan proyek. Tren global tersebut tercermin pada pasar domestik. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan industri data center Indonesia tumbuh sekitar 14% per tahun hingga 2028, didorong oleh peningkatan jumlah pengguna internet dan akselerasi ekonomi digital. Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan permintaan data center nasional tumbuh hingga 16,8% per tahun, memperkuat keyakinan terhadap fundamental jangka panjang sektor ini. Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menilai pasar properti Indonesia saat ini tengah memasuki fase diversifikasi investasi. Investor semakin aktif menjajaki segmen-segmen alternatif di luar properti konvensional, dengan data center menjadi salah satu aset paling menarik, berdampingan dengan sektor logistik, kesehatan, dan pendidikan. JLL memperkirakan titik krusial akan terjadi pada 2027, ketika kebutuhan AI inference melampaui kebutuhan training. Fasilitas data center yang difokuskan pada pelatihan AI memerlukan kepadatan daya hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan data center konvensional, dengan potensi tarif sewa hingga 60% lebih mahal. Global Head of Data Center Research JLL, Andrew Batson, menambahkan bahwa AI kini telah menjadi isu strategis nasional di banyak negara. Hal ini mendorong investasi infrastruktur yang didukung pemerintah, dengan peluang belanja modal global diperkirakan mencapai USD 8 miliar hingga 2030. Di sisi teknologi, kontribusi pendapatan dari chip AI diproyeksikan meningkat dari sekitar 20% menjadi 50% dari total pasar semikonduktor global pada 2030. Selain itu, custom silicon diperkirakan menguasai sekitar 15% pangsa pasar, seiring hyperscaler mengembangkan prosesor internal untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional. Pola Pertumbuhan Regional Data Center Global Secara geografis, kawasan Amerika diperkirakan tetap mendominasi dengan pangsa sekitar 50% dari kapasitas global, sekaligus mencatat laju pertumbuhan tercepat hingga 2030. Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh dari 32 GW menjadi 57 GW, sementara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) menambah sekitar 13 GW kapasitas baru. Di Asia Tenggara, Indonesia semakin menonjol sebagai pasar pertumbuhan utama. Kawasan CBD Jakarta tetap relevan berkat kedekatannya dengan pusat pertukaran internet utama. Di luar Jabodetabek, wilayah Cikarang dan Karawang menarik minat hyperscaler karena keberadaan kawasan industri matang dan akses ke sumber listrik mandiri. Batam juga mulai dilirik sebagai calon hub data center regional berkat keunggulan konektivitas lintas negara. JLL mencatat tingkat okupansi global data center mencapai 97%, dengan sekitar 77% proyek yang sedang dibangun telah mengantongi komitmen penyewa. Tarif sewa global diperkirakan tumbuh rata-rata 5% per tahun hingga 2030, dengan kawasan Amerika memimpin kenaikan akibat keterbatasan pasokan. Meski tantangan rantai pasok masih terasa, ditandai waktu tunggu peralatan rata-rata mencapai 33 minggu, kepercayaan pasar tetap tinggi. Untuk mengatasi keterlambatan konstruksi, pengembang mulai mengadopsi solusi modular dan micro data center, dengan nilai penjualan global diproyeksikan mencapai USD 48 miliar pada 2030. Ketersediaan listrik menjadi isu krusial, dengan waktu tunggu koneksi jaringan di pasar utama kini melebihi empat tahun. Sejumlah operator bahkan mulai mendanai pembangkit energi sendiri. Ke depan, kombinasi energi terbarukan, sistem penyimpanan baterai (BESS), dan solusi energi hibrida diproyeksikan menjadi strategi utama industri data center global. Bagi Indonesia, dinamika ini menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pengembangan data center, khususnya terkait ketersediaan listrik, konektivitas, air bersih, dan kesiapan talenta agar tetap kompetitif di tengah persaingan regional.

Pasar Apartemen Sewa Jakarta Terus Tumbuh

perkantoran jakarta

Propertynbank.com – Industri apartemen sewa di Jakarta menunjukkan daya tahan dan dinamika yang menarik sepanjang paruh pertama tahun 2025. Meskipun dihadapkan pada tantangan global, pasar tetap mencatat pertumbuhan dengan penambahan sekitar 240 unit baru yang masuk ke pasar, menunjukkan sinyal positif terhadap prospek jangka menengah sektor ini. Berdasarkan data terbaru, total pasokan apartemen sewa di Jakarta kini mencapai 10.290 unit, termasuk kehadiran proyek baru seperti Swissotel Living Jakarta di kawasan CBD Kuningan. Proyeksi jangka panjang memperkirakan bahwa pertumbuhan pasokan akan terus terjadi secara bertahap hingga tahun 2027. Namun, penambahan pasokan ini juga menyebabkan sedikit penyesuaian pada tingkat hunian. Rerata tingkat penyewaan terkoreksi menjadi 65,56%, sementara harga sewa menunjukkan tren positif dengan kenaikan rata-rata tahunan sebesar 0,9% (year-on-year). Sekitar 11% proyek apartemen bahkan telah menaikkan harga sewanya dibanding semester sebelumnya. Baca Juga : LEVIRO Residences, Hunian Scandinasian Pertama di Bali Diluncurkan Oktober 2025 Permintaan utama masih didorong oleh kalangan ekspatriat, terutama dari China, Jepang, dan Korea Selatan, dengan konsentrasi tinggi pada apartemen yang berlokasi di CBD dan Prime Non-CBD. Selain itu, seiring dengan pergeseran pusat industri menuju kawasan timur seperti Purwakarta, Subang, dan Kertajati, permintaan terhadap serviced apartment di koridor timur Jakarta diperkirakan akan meningkat. Tren menarik lainnya adalah semakin populernya model short-stay apartment sebagai alternatif penginapan hotel. Kedekatan dengan pusat kota, hiburan, dan area komersial menjadi keunggulan tersendiri bagi unit-unit yang menyasar pasar ini. Pasar Apartemen Sewa Bergerak Menurut Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, proyeksi pasokan baru hingga 2027 menunjukkan bahwa performa pasar apartemen sewa akan terus bergerak dinamis, terutama dengan permintaan ekspatriat yang tetap stabil. Baca Juga : Utamakan Arsitektur Mewah Berkelanjutan, NEXA Komit Menjaga Warisan Budaya Bali “Nilai tambah seperti keunggulan lokasi dan layanan berkualitas tinggi menjadi kunci untuk mengembangkan pasar, tidak hanya untuk ekspatriat, tapi juga untuk segmen domestik profesional yang terus tumbuh, seperti digital nomad,” ujarnya beberapa waktu lalu. Dengan dinamika yang terjadi saat ini, pelaku pasar dan pengembang diharapkan dapat lebih adaptif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan penyewa serta memaksimalkan potensi yang ada di berbagai kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Tren Menyewa Hunian Meningkat, Township Berfasilitas Lengkap Diminati

knight frank, jakarta, kawasan

Propertynbank.com – Pengembangan kondominium kelas middle to upper tetap terpusat di Jakarta, khususnya di kawasan yang dekat dengan fasilitas yang lengkap, pusat bisnis, dan transportasi umum. Sementara pengembangan kondominium di pinggiran Jakarta tetap akan berpusat di kawasan yang dekat dengan kampus, khususnya pada tipe studio hingga 2 kamar tidur. Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property mengatakan, untuk Generasi Milenial dan Generasi Z sebagai end-user dan first home buyer  yang ingin tinggal di Jakarta, seiring dengan gaya hidup mereka yang aktif di luar rumah dan lebih suka travelling, akan cenderung memilih kondominium yang dekat dengan transportasi umum yang memiliki akses ke pusat bisnis dan komersial, dengan tipe studio hingga 2 kamar tidur. “Pengembangan kondominium yang masih cukup aktif di pasar dari segi permintaan pada saat ini dan kedepannya adalah tipe luxurcondominium dengan tipe 3 sampai 4 kamar tidur, yang menyasar pada end-user yang bukan first home buyer, dan pada umumnya berasal dari Generasi Baby Boomers dan Generasi X, yang mengutamakan high taste, premium lifestyle, dan kenyamanan,” jelas Martin beberapa waktu lalu. Martin menambahkan, total pasokan kondominium di seluruh Jakarta, dengan mayoritas pasokan berada di CBD sebanyak 259rb unit. Untuk rata – rata harga jual kondominium di Jakarta dalam satuan Rp/m2 berkisar Rp27,5juta, pemasok kondominium kurang lebih 21% dengan pertumbuhan harga 0,3% dan rata-rata harga jual Rp 57,7 juta/ m2 di Jakarta CBD. Sedangkan di Jakarta OCBD, pemasok kondominium sebanyak 79% dengan pertumbuhan harga mencapai ±1% dan rata-rata harga jual: Rp 26,0 juta/ m2. Apartemen Sewa Makin Meluas Leads Property menyebutkan, harga rumah yang semakin tak terjangkau bagi generasi mendatang mendorong perubahan pola konsumsi dari membeli ke menyewa. Menyewa rumah di kawasan perkotaan Jakarta dianggap lebih praktis dan efisien, terutama bagi mereka yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, guna menghemat biaya transportasi dan waktu perjalanan. Baca Juga : Kuartal III 2024, Permintaan Ruang Kantor Di Jakarta Naik “Preferensi ekspatriat dalam memilih tempat tinggal dipengaruhi oleh budget perusahaan yang relatif stabil beberapa tahun terakhir. Akibatnya, ekspatriat menjadi lebih selektif mencari apartemen berfasilitas lengkap yang sesuai dengan anggaran mereka,” jelas Martin. Apartemen sewa yang menjadi pelengkap hotel serta berlokasi dekat kawasan perkantoran, pusat hiburan, sekolah internasional, dan kawasan pemukiman yang memiliki komunitas ekspatriat tetap diminati. Menurut Martin, pasar apartemen sewa di Jakarta kini mulai meluas ke kawasan seperti PIK, Bekasi, dan Cikarang. Pengembangan hunian sewa di area ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekspatriat yang bekerja di kawasan industri dan area bisnis yang terus berkembang di luar pusat kota. Township Diminati Keluarga Baru Township besar dengan fasilitas lengkap dan lahan terbatas mulai beralih fokus dari pengembangan rumah segmen menengah ke segmen menengah atas. Untuk memenuhi kebutuhan segmen menengah, pengembang cenderung mengembangkan low-rise condominium dengan harga yang lebih terjangkau di dalam kawasan tersebut. Hendra Hartono, CEO dan Co-Founder Leads Property mengatakan, township yang dikembangkan jauh dari pusat kota harus menawarkan harga terjangkau dan perencanaan yang matang agar menarik minat, terutama bagi first-time home buyer. Township dengan fasilitas lengkap, ruang terbuka hijau, lingkungan bebas polusi, dan infrastruktur baik akan lebih diminati oleh keluarga baru yang mencari rumah pertama. Baca Juga : Harga Rendah Pasokan Terbatas, Saatnya Investasi Di Sektor Perkantoran “Kenaikan harga rumah yang tak sejalan dengan pendapatan menyebabkan perumahan terjangkau bergeser ke pinggiran kota penyangga Jakarta, seperti Cisauk, Cikupa, Balaraja, dan Tenjo di Tangerang. Selain itu, ukuran rumah yang ditawarkan cenderung mengecil, meski biaya yang dikeluarkan relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Hendra. Dikatakan Hendra, harga rumah yang semakin tak terjangkau bagi generasi mendatang mendorong perubahan pola konsumsi dari membeli ke menyewa. “Menyewa rumah di kawasan perkotaan Jakarta dianggap lebih praktis dan efisien, terutama bagi mereka yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya, guna menghemat biaya transportasi dan waktu perjalanan,” pungkasnya.

Di Tengah Tantangan, Pasar Properti Indonesia Pada Kuartal II 2025 Tetap Tangguh

sektor properti di indonesia

Propertynbank.com – Pada kuartal kedua tahun 2025, pasar properti Indonesia menunjukkan kinerja yang beragam di tiap sektornya. Sektor ritel tetap menunjukkan prospek positif, di mana mal-mal kelas atas lebih memilih meningkatkan pengalaman pengunjung dan mengoptimalisasikan komposisi penyewa, dibandingkan membangun proyek baru. Sementara itu, menurut Colliers Property Market Report Q2 2025, pasar hotel di Bali mencatat kinerja yang kuat, yang didorong oleh meningkatnya wisata domestik, kembalinya aktivitas pemerintah, serta bertambahnya jumlah penerbangan internasional. Sektor perkantoran mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Permintaan tumbuh secara moderat, dengan pemilik gedung menawarkan berbagai insentif untuk menarik penyewa baru. Di saat yang sama, pasar apartemen terlihat stabil, dengan harga dan tingkat serapan yang cenderung tidak berubah, karena pembeli lebih memilih unit yang siap huni. Di sisi lain, sektor hotel di Jakarta masih berada dalam proses pemulihan. Meskipun peningkatan aktivitas bisnis dan penyelenggaraan acara telah mendorong kinerja, berkurangnya permintaan dari sektor pemerintahan tetap menjadi tantangan utama. Sementara itu, pasar hunian ekspatriat tetap mengalami permintaan tinggi, namun pasokan terbatas—terutama untuk rumah tapak di kawasan favorit sangat terbatas. Akibatnya banyak ekspatriat terpaksa mempertimbangkan lokasi alternatif di sekitar wilayah utama. Secara keseluruhan, meskipun beberapa sektor mulai menunjukkan tren yang positif, sebagian lainnya masih membutuhkan penyesuaian strategi untuk menghadapi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Sektor Perkantoran Jakarta Dalam Colliers Property Market Report Q2 2025 disebutkan bahwa prospek pasar secara umum tetap berhati-hati, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara moderat. Meski begitu, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat melalui meningkatnya permintaan , di beberapa segmen. Situasi masih menguntungkan bagi penyewa, karena posisi tawar tetap kuat di tangan mereka. Sebagai respon, para pemilik properti kini lebih fokus menyusun strategi untuk meningkatkan tingkat hunian, seperti melalui penawaran harga yang kompetitif dan pemberian insentif guna menarik penyewa baru. Jumlah gedung baru yang selesai dibangun masih terbatas, yang secara tidak langsung membantu mengurangi persaingan di antara pemilik properti. Meskipun pemulihan berlangsung secara bertahap, penyerapan ruang kantor diperkirakan akan terus meningkat. Di sisi lain, para penyewa masih memiliki peluang untuk pindah ke gedung yang menawarkan fasilitas lebih baik. Sektor Apartemen Jakarta Meskipun insentif PPN 100% masih berlaku, pasar apartemen tetap relatif stabil sepanjang kuartal ini. Perubahan yang lebih mencolok justru terjadi dari sisi pasokan. Sementara itu, permintaan masih didominasi oleh preferensi terhadap unit siap huni, mencerminkan sikap hati-hati konsumen yang cenderung menghindari risiko tinggi. Bagi para pengembang, penting untuk memprioritaskan penyelesaian proyek secara tepat waktu, terutama untuk proyek yang dijadwalkan selesai antara tahun 2025 hingga 2027. Manajemen jadwal serah terima yang baik akan membantu mencegah penumpukan pengiriman unit dan mengurangi potensi kejenuhan pasar. Dari sisi pembel–baik untuk investasi maupun penggunaan pribadi–disarankan untuk terus memantau pergerakan pasar guna menangkap peluang, khususnya dalam memperoleh unit yang ditawarkan dengan harga peluncuran yang lebih menarik. Sektor Perumahan Ekspatriat Jakarta Colliers Property Market Report Q2 2025 menyatakan, kawasan seperti Kemang, Cipete, Cilandak, dan Pondok Indah tetap menjadi pilihan utama bagi para ekspatriat di Jakarta. Kawasan-kawasan ini menawarkan rumah tapak dan apartemen yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, karena tingginya permintaan dan terbatasnya ketersediaan, banyak properti popular telah dipesan jauh hari, bahkan sebelum unit siap huni. Pasokan rumah baru juga sangat terbatas terutama rumah tapak, akibat keterbatasan lahan. Oleh karena itu, rumah dengan kualitas tinggi di lokasi strategis sering kali memiliki daftar tunggu. Meskipun minat terhadap apartemen terus meningkat, rumah tapak tetap menjadi pilihan utama di kalangan ekspatriat. Keterbatasan pilihan di lokasi favorit membuat banyak dari mereka mulai mempertimbangkan alternatif di wilayah sekitar. Sektor Ritel Jakarta Sebagian besar pengembang lebih memilih mengoptimalkan aset yang sudah ada, daripada membangun proyek baru. Upaya ini mencakup pembaruan tampilan fisik bangunan hingga pengaturan ulang komposisi penyewa. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, mal-mal mengkurasi kombinasi penyewa yang mampu menarik massa sekaligus menyajikan merek premium. Bagi mal kelas atas, investasi berkelanjutan dalam fasilitas fisik dan layanan tetap menjadi keharusan, mengingat tingginya ekspektasi pengunjung. Perubahan preferensi konsumen juga menjadi perhatian utama dalam strategi ritel. Kampanye promosi dari oleh peritel masih efektif dalam menjaga perhatian publik, sementara penyelenggaraan acara menarik oelhj pemilik mal menjadi cara lain untuk menjaga arus pengunjung. Baik pengembang maupun peritel diperkirakan akan terus bersikap fleksibel dan adaptif terhadap perubahan tren ritel, demi menjaga relavansi di tengah kondisi pasar yang terus berkembang. Sektor Perhotelan Jakarta Kinerja hotel menunjukan peningkatan dari kuartal I ke kuartal II, terutama karena meningkatnya aktivitas bisnis. Namun demikian, peningkatan ini belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan menyeluruh, sebab penurunan permintaan dari kegiatan pemerintah masih memberikan tekanan besar pada sektor perhotelan, dan belum sepenuhnya bisa diimbangi oleh segmen korporasi swasta. Kabar baiknya, kembalinya acara luring di berbagai wilayah—seperti konser, kegiatan olahraga, dan acara komunitas-telah memberikan dorongan yang berarti, terutama bagi hotel yang berada di dekat lokasi tersebut. Permintaan berbasis acara ini, meskipun belum merata, menunjukkan potensi segmen alternatif di luar pelanggan konvensional seperti korporasi dan pemerintah. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian yang masih berlangsung serta terbatasnya sumber permintaan tradisional, para pelaku industri perhotelan perlu mencari pendekatan yang lebih inovatif. Meningkatnya jumlah acara independen dan non-korporat dapat dimanfaatkan untuk memperluas aliran pendapatan. Hotel didorong untuk membentuk kemitraan kreatif, mengadakan promosi bertema, dan merancang penawaran khusus yang menyasar kelompok demografis baru—terutama wisatawan muda yang sangat berpengaruh di ranah digital dan media sosial. Sektor Perhotelan  Bali Sejak libur Idul Fitri pada awal April, sektor perhotelan di Bali mengalami peningkatan kinerja yang signifikan. Kegiatan pemerintah, khususnya di tingkat lokal, telah kembali berjalan aktif dan turut mendorong peningkatan mobilitas. Selain itu, sejumlah akhir pekan panjang pada kuartal II mendorong lonjakan wisata domestik, sementara peningkatan rute penerbangan langsung dari negara utama seperti Tiongkok dan Australia semakin memperkuat kinerja sektor ini. Secara konsep, keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan mulai mendapatkan perhatian lebih dan perkirakan akan mengalami peningkatan permintaan. Tidak kalah penting adalah hadirnya layanan yang dipersonalisasi-menghadirkan sentuhan manusiawi yang meningkatkan kedekatan dengan tamu. Kombinasi antara teknologi dan layanan personal akan menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan. Dari sisi strategi, diversifikasi pasar sasaran disarankan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dari ketidakpastian pasar yang tinggi.

JLL Perkuat Operasional Fasilitas Bali International Hospital

jll

Propertynbank.com – JLL (Jones Lang LaSalle) dipercaya sebagai mitra pengelola properti dan fasilitas oleh Bali International Hospital (BIH), rumah sakit berstandar internasional yang merupakan bagian dari PT Pertamina Bina Medika IHC. Kolaborasi ini mendukung operasional BIH yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali. Fasilitas strategis yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juni 2025. Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan berkelas dunia, JLL mengerahkan tim ahli dari JLL Global Healthcare Practice. Tim ini bertugas memastikan seluruh aspek operasional gedung, termasuk infrastruktur utama dan sistem fasilitas, dikelola secara profesional sesuai standar internasional. Lingkup tanggung jawab JLL mencakup manajemen operasional harian properti, pemeliharaan sistem dan peralatan bangunan, hingga pengawasan terhadap dampak lingkungan. Naomi Patadungan, Head of Property & Asset Management, JLL Indonesia, mengatakan, rumah sakit merupakan lingkungan dinamis dan strategis di mana pengelolaan properti yang profesional sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional dan tersedianya lingkungan kerja yang efisien dan higienis bagi para profesional medis. “JLL menerapkan protokol kesehatan khusus yang selaras dengan standar perawatan kelas dunia yang menjadi komitmen BIH,” ujarnya. Baca Juga : Sinar Mas Land Raih Penghargaan The Best Property Developer with Digital Technology Support di IPBA 2025 Inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan wisata medis di kawasan regional. BIH lahir dari sinergi berbagai pihak yang memiliki visi sejalan dalam mendorong inovasi, menciptakan nilai, serta mempercepat transformasi layanan kesehatan nasional. Pilih JLL Jadi Mitra Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, dr. Dewi F. Fitriana, MPH, menjelaskan, BIH bukan sekadar proyek pembangunan fasilitas kesehatan, melainkan merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan infrastruktur strategis untuk mendukung masa depan layanan kesehatan di Indonesia. “Kami memilih JLL sebagai mitra karena mereka memiliki pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan operasional dan keselamatan gedung rumah sakit berstandar internasional,” tegasnya. Baca Juga : Jalin Kolaborasi Strategis, Central Group Dorong Sekupang Jadi Pusat Wellness Tourism Asia BIH dilengkapi dengan teknologi medis canggih, seperti MRI 3.0 Tesla untuk pencitraan otak, tulang, dan tumor dengan resolusi tinggi, mammogram digital untuk deteksi dini kanker payudara, serta brachytherapy 3D untuk terapi radiasi internal yang akurat dan minim efek samping. BIH juga menggunakan alat radioterapi LINAC modern yang memungkinkan pemberian dosis tinggi secara presisi dalam waktu singkat, bahkan untuk tumor yang bergerak. Didukung layanan laboratorium berstandar internasional, BIH memastikan hasil diagnosis yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, memperkuat posisinya sebagai rumah sakit berkelas dunia di Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, JLL berkomitmen memastikan agar seluruh fasilitas di BIH beroperasi secara optimal setiap hari. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan bermakna bagi pasien maupun tenaga medis.

Penting Untuk Kenyamanan Penghuni, Ini Tips Pembentukan PPPSRS

Propertynbank.com – Pendirian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) adalah langkah penting bagi penghuni sebuah kompleks hunian. PPPSRS berperan penting dalam mengelola dan memelihara lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Pembentukan PPPSRS juga membantu dalam meningkatkan kualitas hidup penghuni dan menciptakan rasa kebersamaan di lingkungan hunian. Hal tersebut disampaikan Director Property Management Service Leads Property, Josep Kusuma Wijaya kepada sejumlah media beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) adalah badan hukum yang didirikan oleh pemilik dan penghuni satuan rumah susun untuk memelihara dan mengatur kehidupan bersama di lingkungan hunian yang terpadu. “Pembentukan Perhimpunan diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, yang mewajibkan setiap bangunan rumah susun untuk membentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni. Oleh karena itu, Pemilik/Penghuni Properti harus memahami hak dan kewajibannya sebagai anggota PPPSRS, termasuk terkait pengelolaan Properti, keuangan, dan kegiatan bersama,” jelas Josep. Baca Juga : Ini 8 Layout Ruang Kantor Yang Sedang Tren Sebelum dibentuk PPPSRS, ujar Josep, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan inspeksi dan penilaian kondisi Properti secara menyeluruh sebelum serah terima pengelolaan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan perbaikan. Hal ini perlu dilakukan agar seluruh pengurus yang akan terlibat paham kondisi properti tersebut. “Dalam hal mencari kandidat pengurus, harus diberikan pelatihan dan pendampingan bagi calon pengurus PPPSRS agar mereka memiliki kompetensi yang memadai untuk mengelola Properti,” ungkap Josep. Lebih lanjut Josep memberikan strategi dan cara pembentukan PPPSRS yakni harus memberikan informasi awal kepada para pemilik dan penghuni mengenai rencana pembentukan PPPSRS melalui berbagai media. Developer atau pihak Pengelola harus mengumumkan rencana pembentukan Panmus kepada seluruh pemilik unit melalui surat, email, atau media Sosial lainnya. Panmus membuka pendaftaran calon pengurus dari para pemilik atau penghuni yang memenuhi syarat Kemudian, developer atau Pengelola meyusun AD/ART, Struktur Organisasi, pengelolaan keuangan, membuat berita acara pemilihan dan lain-lain. Serah terima Developer kepada Pengurus dalam pembentukan PPPSRS definitif. Memilih Konsultan PPPSRS Dalam memilih konsultan untuk Pendirian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun, Josep menyarankan konsultan yang memahami konsep strata dan rumah susun dan memiliki pengalaman khusus dalam pengelolaan rumah susun atau Properti serupa. Konsultan juga memiliki tim support yang memadai. Periksa juga reputasi konsultan dan tinjau portofolio klien yang pernah ditangani. Baca Juga : Harga Rendah Pasokan Terbatas, Saatnya Investasi Di Sektor Perkantoran “Pilih konsultan dengan ulasan positif dan proyek-proyek yang relevan, serta mereka yang telah bekerja dengan klien yang mirip dengan PPPSRS. Konsultan juga harus mempunyai kemampuan independen dan mampu mengarahkan pengurus, pemilik dan penghuni agar Properti dapat beroperasi dengan baik serta menaikan nilai investasi dan pengembangan kedepan,” tegas Josep. Selain itu, pastikan konsultan memiliki keahlian dalam manajemen keuangan, khususnya dalam pengelolaan anggaran, transparansi, dan akuntabilitas. Konsultan yang dipilih juga harus mampu berkomunikasi dengan stakeholder. “Konsultan manajemen yang baik akan menawarkan penilaian berkala dan laporan transparan mengenai kinerja pengelolaan. Pastikan konsultan menyediakan sistem monitoring dan laporan yang memadai agar PPPSRS bisa melakukan evaluasi secara rutin,” kata Josep. Perlu juga dicermati proses transisi pengelolaan dari developer ke Pendirian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun. Developer menyerahkan seluruh dokumen terkait properti, termasuk sertifikat, gambar teknis, dan kontrak-kontrak kepada PPPSRS. Developer mengirimkan laporan yang telah di audit dan mentransfer seluruh dana iuran penghuni sesuai dengan hasil audit kepada rekening bersama Pendirian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun. Baca Juga : JMN Gelar Duo Award 2024, Bagikan 79 Penghargaan Bagi Mereka Yang Berprestasi “Developer memberikan pendampingan kepada pengurus PPPSRS terkait pengelolaan Properti dalam masa transisi. Developer menyerahkan berbagai aset dan fasilitas yang termasuk dalam area pengelolaan, seperti peralatan gedung, fasilitas umum, serta sistem pendukung seperti listrik, air, dan keamanan. Semua aset ini harus didokumentasikan dengan jelas,” tutur Josep. Dalam tahap ini, kata dia, Developer menyerahkan kendali atas operasi harian, termasuk tanggung jawab atas pemeliharaan, keamanan, kebersihan, dan layanan lainnya yang mendukung kenyamanan penghuni. Untuk memastikan keberlanjutan layanan, Developer sering memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengurus Pendirian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun atau tim manajemen baru yang akan menjalankan pengelolaan.

Pusat Belanja Dengan Konsep Gaya Hidup dan Hiburan Paling Diminati

ritel, mal, mal baru, pusat belanja. tarif sewa, ruang ritel

Propertynbank.com – Sejak pandemi telah berlalu, industri retail atau pusat belanja telah kembali pulih dan stabil. Tingkat hunian juga ikut meningkat seiring dengan banyaknya pengunjung mall. Sedangkan konsep  gaya hidup dan hiburan paling dominan dan masih diminati. Selain itu, mulai muncul konsep factory outlet, big-box tenant, dan konsep retail outdoor. Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property Martin Samuel Hutapea menjelaskan, dengan terus meningkatnya tingkat hunian, maka otomatis harga sewa mal juga ikut meningkat. Hal ini juga didukung oleh high-end F&B dan merek high-end untuk kalangan millennial atau gen Z mulai bermunculan di Ground Floor, berdampingan dengan merek ternama lainnya “Untuk permintaan retail di kuartal berjalan sekitar 2.800 m². Kami melihat tidak ada penambahan pasokan baru pusat belanja di kuartal berjalan. Namun, akan ada tambahan pasokan hingga akhir 2024 yang berasal dari Puri Indah Mall 2 (±16,500 m²). Sedangkan rata-rata harga sewa mengalami kenaikan sebesar 3.3% dari kuartal sebelumnya,” jelas Martin beberapa waktu lalu. Baca Juga : Bagi Leads Property, Sektor Perkantoran Tetap Leading Ditambahkan Martin, untuk retail ada potensi over-supply karena gencarnya pengembangan khususnya di pinggiran Jakarta. Sementara kawasan utara Jakarta, menurut dia, akan menjadi area destinasi F&B dan gaya hidup baru di samping area CBD, SCBD, dan sepanjang jalan Senopati. Permintaan Kondominium Lemah Untuk sektor kondominium, Leads Property mencatat terjadi pelemahan permintaan di semua segmen. Hal ini karena kompetisi tinggi di sektor rumah tapak di Bodetabek. Meskipun ada kemudahan PPN DTP, Leads Property melihat masih belum mampu meningkatkan minat terhadap kondominium. “Pengembang cenderung menahan minat meluncurkan proyek baru sebagai sikap kehati-hatian,” tegas Martin. Data Leads Property menyebutkan, akan ada penambahan pasokan kondominium sebesar 192 unit dari Belton Residence. Untuk jumlah penyerapan hanya sebanyak 106 unit dan jumlah unit belum terjual sekitar 44.870 unit. Sedangkan harga relatif stabil dari kuartal sebelumnya karena terlalu beresiko untuk meningkatkan harga. Untuk apartemen sewa, Martin mengatakan, ada penambahan pasokan sebesar 182 unit yang berasal dari ParkRoyal Serviced Suites. Untuk tingkat hunian turun sebesar 2,6 poin karena adanya penambahan pasokan. Sedangkan harga sewa hanya sedikit bergerak naik sebesar 0,4% dari kuartal sebelumnya. “Permintaan masih didominasi oleh pekerja asing dan tamu korporasi tetap menjadi salah satu target market utama,” ungkapnya. Karena adanya kelebihan pasokan, kata Martin, maka membuat pertumbuhan harga sewa tertekan. Sebagian ekspatriat tidak melanjutkan sewa mereka karena adanya efisiensi budget dari korporasi dengan mengurangi jumlah ekspatriat. Persaingan dari investor unit kondominium kelas atas dan apartemen servis yang baru menyebabkan tertekannya permintaan akan unit apartemen sewa. Sementara itu, sektor rumah tapak segmen menengah dengan harga di bawah Rp 2 Miliar per unit di Bodetabek masih sangat kuat. Leads Property mengungkapkan, adanya PPN DTP cukup mendongkrak penjualan perumahan, dengan cara pembayaran oleh bank yang fleksibel, khususnya untuk segmen menengah. Akibatnya, sejumlah pengembang menyediakan rumah ready-stock agar dapat berpartisipasi dalam insentif PPN DTP. Baca Juga : Harga Rendah Pasokan Terbatas, Saatnya Investasi Di Sektor Perkantoran Co-Founder dan CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono menjelaskan, meskipun secara keseluruhan pergerakan pasar di Indonesia lesu di kuartal berjalan, namun pergerakan pasar rumah tapak, khususnya di Bodetabek masih tumbuh secara positif. Secara kuartalan, pasar rumah tapak mencatat adanya peluncuran 2,800 unit baru, serta jumlah penjualan tercatat sebesar 3,100 unit, di mana mayoritas berasal dari area Tangerang. “Rata-rata harga cenderung stabil, hanya meningkat sebesar 0.6% dari kuartal sebelumnya. Sebagian besar pembeli berasal dari kalangan end-user (2 BR ke atas), sedangkan investor mengincar tipe 1 BR. Insentif PPN DTP diharapkan akan menjadi katalis permintaan terutama untuk unit ready-stock di bawah Rp 2 miliar per unit,” ujar Hendra. Untuk industri perhotelan, performa juga meningkat setelah pandemi. Namun masih belum sepenuhnya pulih dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Selain itu, tingkat hunian menurun karena tertundanya aktivitas MICE dikarenakan banyaknya hari libur dan Average Daily Rate cenderung turun karena permintaan yang lemah. Hotel bintang 4 dan 5 masih memiliki performa yang lebih tinggi dibandingkan hotel Bintang 3. “Terjadi peningkatan jumlah hotel boutique dan luxury di Jakarta, terutama di pengembangan mixed-use. Ada fenomena unit kondominium dan perkantoran yang kosong dikonversi menjadi hotel dan business trip yang tetap meningkat. Dengan adanya IKN, posisi Jakarta semakin tegas sebagai pusat bisnis dan keuangan di Indonesia,” tutup Hendra.

Mal Dikawasan Mixed Use dan Terintegrasi Dengan Transportasi Publik Tetap Ramai

ritel, mal, mal baru, pusat belanja. tarif sewa, ruang ritel

Propertynbank.com – Pasar ritel atau mal yang berlokasi di Jabodetabek diprediksi akan mengalami peningkatan pengunjung dalam beberapa bulan kedepan. Terutama bagi mal dan ruang ritel yang berada dikawasan mixed use dan terintegrasi dengan akses transportasi publik. Ditambah dengan tingkat kunjungan masyarakat ke mal yang sudah perlahan bangkit seiring dengan berakhirnya aktivitas karena pandemi Covid-19. Artinya mal yang berlokasi di mixed use yang terintergrasi dengan gedung perkantoran, kondominium, hotel, dan akses langsung ke MRT dan LRT akan lebih banyak dikunjungi. Dengan adanya tingkat mobilitas dan pemanfaatan transportasi publik yang akan lebih tinggi, hal ini kedepannya diharapkan dapat memberikan potensi pengunjung terbesar untuk mal dan kawasan ritel yang dekat dengan transportasi umum. Baca Juga : Hingga 2024, Akan Ada 7 Pusat Belanja Baru di Jakarta Menurut data Jakarta Property Outlook 2024 dari Leads Property, kawasan mixed use diprediksi akan ramai pada tahun 2024. Kondisi tersebut juga berpengaruh dengan peningkatan jumlah kunjungan ke mal. Total jumlah pasokan ritel di Jabodetabek pada Kuartal III 2023 sudah mencapai 3,5 juta persegi yang diisi oleh wilayah Jakarta CBD sebesar 26% dan Jakarta OCBD sebesar 74%. “Tingkat hunian rata-rata mencapai 90% yang di dominasi oleh wilayah Jakarta CBD sebesar 91% dan Jakarta OCBD sebesar 90%. Untuk rata-rata harga sewa penawaran yaitu Rp 440.000 perbulan, untuk wilayah Jakarta CBD sebesar Rp 578.000 dan untuk wilayah Jakarta OCBD sebesar Rp 382.000,” ujar Associate Director Retail Service Leads Property, Wieke Suhartiwi beberapa waktu lalu. Tak Ada Pasokan Mal Baru Tingkat hunian sendiri diprediksi akan mengalami penurunan meskipun tidak signifikan karena banyaknya pasokan mal baru yang akan segera buka, namun belum memiliki tingkat hunian yang tinggi. Terhitung jumlah pasokan ritel dari tahun 2020-2022 berada di 1,2% dan 2022-2024 meningkat menjadi 2,3%. Sedangkan jumlah permintaan tahun 2020-2022 berada di 0,1% dan meningkat di tahun 2022-2024 menjadi 2,1%. “Pasar ritel juga akan menunjukan pergerakan yang relative stabil. Semakin banyak brand ritel baru yang akan bermunculan dipasar dan mayoritas berisi kategori F&B dan fashion. Sejak tahun 2023 sebagian besar pemilik mal dan pengembang sudah menaikan harga dasar sewa mal, meski tidak signifikan. Upaya ini dilakukan guna menutupi kerugian selama pandemi,” ungkap Wieke. Baca Juga : Pusat Belanja Ubah Tampilan Agar Bertahan Selain diprediksi kawasan mixed use akan semakin ramai di tahun 2024, diprediksi trafik ritel dekat transportasi umum juga akan meningkat. Dengan tingkat mobilitas dan pemanfaatan transportasi public yang akan semakin tinggi, diprediksi dapat memberikan potensi pengunjung terbesar bagi mal dan kawasan ritel yang dekat dengan transportasi umum. Preferensi masyarakat juga akan kembali menggunakan indoor mal. Sejak pandemi Covid-19 berakhir mal dan pusat perbelanjaan yang berkonsep indoor akan semakin menarik perhatian masyarakat. Harga sewa juga akan meningkat yang ditunjukan dengan membaiknya trafik pengunjung mal serta permintaan akan ruang ritel. “Tahun 2024 diprediksi harga sewa akan diberlakukan dengan beberapa pemilik dan pengembang area ritel ternama. Kedepannya, temporary exhibition juga akan melambung. Ruang ritel dapat dimanfaatkan sebagai alternatif instalasi temporary exhibition yang lebih fleksibel, menyesuaikan minat masyarakat sesuai musim. Seperti pop art museum, art exhibition dan haunted house,” pungkas Wieke. (Nabilla Chika Putri)

Berpengalaman 12 Tahun di JLL, Farazia Basarah Ditunjuk Sebagai Country Head Indonesia

Farazia Basarah

Propertynbank.com – JLL (NYSE: JLL) telah menunjuk Farazia Basarah sebagai Country Head untuk Indonesia, menggantikan James Allan yang diangkat sebagai Chief Executive Officer untuk JLL Middle East & Africa dan telah pindah ke Dubai. Sebagai Country Head, Farazia akan bertanggung jawab atas semua operasional JLL di Indonesia, membawahi lini bisnis Markets Advisory dan Capital Markets. Dengan posisi baru ini, dia memiliki tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan bisnis JLL di Indonesia, mengelola tim profesional yang berkinerja tinggi, dan membina hubungan dengan klien. Farazia akan membangun kepemimpinannya berdasarkan pengalamannya dengan JLL selama lebih dari 12 tahun. Bersama JLL, dia telah menjalankan peran penting dalam pengembangan bisnis Logistik, Industri, dan Pusat Data di pasar Indonesia, baik dalam kapasitas sebagai pemimpin maupun keterlibatan lainnya dalam banyak transaksi investasi, jual beli dan sewa. Baca Juga : JLL Kenalkan Model GPT Pertama Untuk Real Estat Komersial Chris Fossick, Chief Executive Officer, Southeast Asia, JLL mengatakan, pihaknya sangat senang menyambut Farazia dalam perannya yang baru sebagai Country Head. Farazia, kata dia, membawa serta keahlian dan pengalaman yang luar biasa dalam sektor properti Indonesia, dan bersama-sama dengan tim Indonesia akan memimpin fase berikutnya untuk pertumbuhan JLL di pasar real estate yang tengah berkembang pesat dan dinamis. “Kami yakin bahwa di bawah kepemimpinan Farazia, JLL akan memainkan peran penting dalam membantu klien mengembangkan bisnis mereka di Indonesia,” kata Chris Fossick. Farazia Basarah Siap Beri Solusi Terbaik Sementara itu, Farazia menegaskan dirinya sangat menantikan untuk bekerja sama dengan Chris dan tim manajemen Indonesia untuk mempertahankan posisi kepemimpinan JLL dan memberikan solusi properti terbaik bagi klien JLL. “Sektor properti Indonesia siap untuk fase pertumbuhan berikutnya, dan saya sangat senang untuk membantu klien kami memanfaatkan sepenuhnya peluang-peluang ini untuk mengembangkan portofolio mereka,” ungkap Farazia. Farazia memiliki jam terbang lebih dari satu dekade di industri properti dengan berbagai pengalaman dalam transaksi properti. Dia telah berhasil mengelola negosiasi dan menangani  berbagai transaksi properti logistik dan industri, seperti akuisisi tanah, penjualan aset, build-to-suit model, skema penjualan & sewa kembali di Indonesia, serta transaksi portofolio besar.