PNB_Back_Up

Waspada KPR di Tahun Kuda Api ! Tekan Cicilan di Tengah Inflasi

Metland

Propertynbank.com – Memasuki Tahun Kuda Api dalam astrologi Tiongkok, dinamika ekonomi dan pasar properti nasional menghadirkan tantangan yang patut dicermati pemilik rumah. Karakter Kuda Api yang identik dengan pergerakan cepat dan energi tinggi tercermin pada kondisi makroekonomi saat ini, di mana tekanan inflasi justru melampaui pertumbuhan harga rumah. Data terbaru dari Rumah123 menunjukkan adanya anomali pasar di awal tahun. Inflasi tahunan tercatat mencapai 2,92%, sementara kenaikan harga rumah nasional hanya berada di kisaran 0,7%. Kondisi ini menandakan terjadinya ketidakseimbangan nilai aset, khususnya bagi pemilik rumah yang masih mengandalkan skema bunga mengambang (floating) pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai situasi tersebut perlu disikapi secara aktif. “Pemilik rumah yang membiarkan cicilan KPR dengan bunga tinggi berjalan tanpa evaluasi berisiko mengalami erosi nilai aset secara perlahan,” jelasnya. Ia mengungkapkan, ketika harga rumah hanya tumbuh tipis sementara bunga KPR dapat mencapai dua digit, kondisi ini justru menimbulkan tekanan finansial jangka panjang. Dalam konteks Tahun Kuda Api yang penuh volatilitas, pendekatan pasif dinilai kurang relevan. Salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh adalah melakukan KPR take over untuk menekan beban bunga. Pandangan senada disampaikan oleh VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas. Ia menekankan bahwa karakter tahun ini menuntut pemilik rumah untuk lebih berani mengambil keputusan finansial yang bersifat action-oriented. Alih-alih menunggu suku bunga turun secara alami, pemilik rumah didorong untuk memanfaatkan peluang pemindahan KPR dari bunga floating yang berada di kisaran 11–12% ke program bunga tetap (fixed) promosi yang lebih rendah. “Langkah ini berpotensi menciptakan penghematan signifikan hingga ratusan juta rupiah sepanjang tenor kredit, sekaligus memberikan kepastian arus kas keluarga,” jelasnya. Minat Masyarakat di Tahun Kuda Api Semangat agresif Kuda Api juga tercermin pada minat masyarakat terhadap properti di wilayah penyangga Jakarta. Tangerang mencatat peningkatan pencarian properti hingga 13,9%, sementara Bekasi menjadi salah satu wilayah yang masih mampu mencatat pertumbuhan harga rumah sebesar 2,4%, mendekati laju inflasi nasional. Data ini menunjukkan bahwa minat terhadap hunian tetap tinggi, namun harus diimbangi dengan pengelolaan pembiayaan yang lebih hati-hati. Memahami bahwa proses pengurusan ulang KPR sering dianggap rumit, Rumah123 menghadirkan layanan KPR Take Over secara menyeluruh. Layanan ini dirancang untuk membantu pemilik rumah sejak tahap perhitungan potensi penghematan, pemilihan bank dengan bunga kompetitif, hingga pengurusan administrasi secara end-to-end. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas Tahun Kuda Api, keberanian finansial tidak selalu berarti membeli aset baru. Mengoptimalkan aset yang telah dimiliki melalui strategi pembiayaan yang lebih cerdas justru menjadi langkah rasional untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga. Dengan pendekatan yang tepat, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi tetap berfungsi sebagai aset yang memberikan kenyamanan dan nilai jangka panjang.

Danamon Financial Friday Episode 7: Ajak Masyarakat Wujudkan Kehidupan Lebih Baik

Propertynbank : PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia mewujudkan impian memiliki rumah dan kendaraan.  Melalui peluncuran episode terbaru Danamon Financial Friday (DFF), Danamon menawarkan berbagai solusi finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda di tengah tantangan ekonomi yang dinamis saat ini. Di episode ketujuh DDF ini, Danamon menawarkan panduan praktis dan solusi finansial bagi masyarakat, merespons tantangan ekonomi saat ini serta memanfaatkan berbagai peluang di bawah kebijakan ekonomi pemerintahan yang baru. Dewasa ini, daya beli masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan, dengan penurunan signifikan yang dialami terutama di kalangan kelas menengah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kelas menengah rentan secara finansial, dengan persentase yang menurun dari 21,45% pada 2019 menjadi hanya 17,13% pada 2024. Sejalan dengan perkembangan tersebut, terdapat tren penurunan rata-rata saldo tabungan dalam beberapa tahun terakhir, dari rata-rata tabungan sebesar Rp3 juta sebelum pandemi pada 2019 menjadi hanya Rp1,8 juta per April 2024. Lebih jauh, Survei BI tahun 2019 dan 2024, menunjukkan perbandingan proporsi pengeluaran terhadap pendapatan mengalami peningkatan dari 68% menjadi 74%, proporsi simpanan terhadap pendapatan mengalami penurunan dari 20% menjadi 17%, dan proporsi pembayaran cicilan terhadap pendapatan mengalami penurunan dari 12% menjadi 9%. Fenomena ini kini di kenal dengan istilah Makan Tabungan (Mantab), yaitu kondisi di mana masyarakat semakin mengandalkan tabungan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Fenomena yang banyak dipicu oleh deflasi belakangan ini menjadi bukti nyata dari tekanan ekonomi yang dirasakan berbagai lapisan masyarakat, dan bisa berimplikasi pada penurunan minat masyarakat dalam pembelian besar seperti rumah dan kendaraan. Guna mengatasi situasi tersebut, pemerintah mencanangkan berbagai langkah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit dan mempermudah masyarakat dalam mengakses pembiayaan, khususnya di sektor properti dan otomotif yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi. Bank Indonesia (BI) juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2024, serta memperpanjang kebijakan pelonggaran Loan-to-Value (LTV) dan Financing-to-Value (FTV) hingga akhir 2025. Hosianna Evalita Situmorang, Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menilai kebijakan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia sebagai langkah positif untuk meningkatkan daya beli masyarakat. “Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, yang pada gilirannya akan mendukung konsumsi dan investasi,” ujar Hosianna. Kebijakan-kebijakan ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi yang optimistis, yakni hingga 8% pada 2029, dengan fokus pada kebijakan yang mendukung investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berbagai kebijakan untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki rumah dan kendaraan. Momen penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia ini sangat tepat untuk dimanfaatkan, terutama untuk konsumsi yang produktif, seperti pembelian kendaraan atau pengambilan cicilan rumah. Insentif yang ditawarkan pemerintah juga sangat relevan, tidak hanya untuk mendukung daya beli masyarakat, tetapi juga untuk mendorong sektor-sektor padat karya, yang diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan, pada gilirannya, semakin meningkatkan daya beli masyarakat secara luas. Tips Punya Hunian & Kendaraan Baru di DFF 7 Berbagai perkembangan tersebut berhasil menumbuhkan harapan baru di tengah masyarakat, sehingga sentimen pasar secara keseluruhan menjadi cukup positif. “Danamon menyambut baik dan sepenuhnya mendukung inisiatif dari pemerintah agar semakin banyak masyarakat Indonesia bisa memiliki hunian yang layak dengan harga yang terjangkau. Kami optimis dapat membantu masyarakat memaksimalkan kesempatan untuk memiliki rumah impian dengan solusi keuangan holistik dari Danamon yang dapat disesuaikan bagi setiap nasabah,” ujar Enriko Sutarto, Consumer Lending Business Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Oleh karena itu, tambahnya, danamon kembali menawarkan berbagai program finansial. Seperti misalnya  program KPR Take Over yang memungkinkan nasabah memindahkan KPR dari bank lain ke Danamon dengan bunga kompetitif, tetap hingga lima tahun. Enriko menegaskan bahwa fleksibilitas ini sangat penting bagi nasabah. “Dengan KPR Take Over, nasabah mendapatkan kemudahan dalam mengatur cash flow mereka dengan tenor yang lebih panjang, cicilan yang lebih ringan, atau opsi top up untuk kebutuhan tambahan,” jelasnya. Selain itu, Danamon juga menghadirkan KPM Prima yang didukung oleh Adira Finance untuk pembiayaan kendaraan. Produk ini memungkinkan nasabah memiliki kendaraan baru maupun bekas dengan bunga flat dan perlindungan asuransi dari Zurich Asuransi Indonesia. Dengan KPM Prima, produk pembiayaan mobil penumpang baik baru maupun bekas, mobil komersil, motor premium (motor dengan kriteria OTR > 100 juta atau CC > 500), motor non-premium (motor di luar kriteria motor premium) dan Vespa yang ditawarkan kepada nasabah Danamon yang dikelola oleh Adira Finance (anak perusahaan Danamon), nasabah juga bisa mewujudkan mimpi untuk memiliki kendaraan baru, bahkan ketika cicilan rumah masih berjalan sekalipun. Selain untuk mengajukan kredit kendaraan, nasabah juga bisa mengajukan Multi-Purpose Loan di D-Bank PRO, apabila membutuhkan dana tambahan untuk keperluan pribadi seperti mengembangkan usaha, sekolah anak, renovasi rumah, atau keperluan mendadak lainnya. Ivan Jaya, Consumer Funding and Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menyatakan, “KPM Prima membantu masyarakat memiliki kendaraan dengan cicilan yang terjangkau, sehingga mereka bisa mewujudkan kebutuhan transportasi dengan biaya yang lebih terstruktur. Dengan kolaborasi ini, Danamon memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan dukungan finansial sesuai kebutuhan,”paparnya. Lebih jauh dikatakan Ivan, Danamon memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi D-Bank PRO untuk memudahkan nasabah mengakses layanan perbankan. Dengan aplikasi ini, nasabah dapat melakukan simulasi cicilan, mengisi data secara otomatis, dan mengajukan pembiayaan dengan cepat. “Melalui aplikasi tersebut, menjadikan Danamon lebih relevan bagi masyarakat yang mengutamakan kepraktisan dan kecepatan dalam mengakses layanan perbankan di era digital saat ini,” terangnya. Danamon juga mendukung upaya pemerintah untuk membangun tiga juta rumah dalam satu tahun guna mengatasi backlog perumahan yang kini mencapai 12,7 juta unit. Inisiatif ini bertujuan menciptakan akses perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas, dan Danamon berperan dalam menyediakan pembiayaan yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan hunian layak. Dengan kolaborasi yang baik antara perbankan dan pemerintah, diharapkan daya beli masyarakat di sektor properti dapat meningkat, serta tercipta stabilitas ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai bagian dari MUFG, Danamon memperkuat ekosistem finansialnya melalui kolaborasi dengan Adira Finance dan Zurich Asuransi Indonesia. Kolaborasi strategis ini memperluas jangkauan layanan finansial Danamon untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen masyarakat. “Dengan jaringan global MUFG, kami dapat menyediakan solusi finansial yang komprehensif dan terintegrasi, menjadikan Danamon sebagai mitra keuangan yang bisa diandalkan masyarakat Indonesia,” jelas Ivan Jaya. Dengan dukungan dari Danamon, masyarakat diharapkan dapat meraih kesejahteraan finansial, memiliki hunian layak,

Cicilan Jadi Beban? KPR Take Over BTN Solusinya

INFO PERBANKAN – Di tengah pandemi saat ini, salah satu masalah yang banyak dihadapi pembeli rumah adalah kewajiban membayar angsuran atau cicilan KPR. Pendapatan yang sebelumnya dinilai cukup untuk membayar angsuran bulanan, belakangan menjadi beban. Hal ini karena pendapatan mereka yang berkurang, bahkan bisa jadi tidak lagi berpenghasilan tetap, yang disebabkan terkena pemutusan hubungan kerja atau putus kontrak. CEO Tatadana Consulting Tejasari mengatakan, selain karena pendapatan, masalah juga muncul karena pembayaran cicilan jadi naik. “Mengapa kita merasa cicilan KPR naik, karena nasabah biasanya lupa kalau masa bunga fixed-nya sudah lewat. Jadi kalau selama ini menikmati besaran cicilan yang sama, merasa tiba-tiba naik, karena bank sudah mengenakan bunga floating,” jelasnya pada Diskusi Virtual Ngopsor (ngopi sore) Bareng Jurnalis yang diadakan oleh Majalah Property&Bank dan Myhome.tv, Rabu (8/9). Karena itu, Tejasari mengingatkan, untuk selalu mengecek dan pahami betul periode bunga fix yang ditetapkan bank tempat kita ambil KPR, dan “Berapa bunga floating yang dikenakan kepada KPR kita, setelah periode bunga fixed selesai.” Banyak solusi yang bisa dilakukan oleh debitur untuk membuat dirinya bisa tetap mengangsur sesuai kemampuannya, sehingga penilaian kreditnya tetap baik. “Naikkan pendapatan kita atau kurangi pengeluaran. Ini adalah dari pihak debitur. Cara lainnya adalah tanyakan ke bank pemberi KPR, apakah tenor kredit kita bisa diperpanjang atau tidak. Alternatif lainnya adalah dengan mengalihkan pinjaman/kredit saat ini ke bank lain atau mengambil KPR Take Over,” ucap Tejasari. Namun untuk opsi terakhir ini, Tejasari mengingatkan untuk mempertimbangkan banyak hal, karena menyangkut bank lain. Seperti apakah bank pemberi KPR saat ini mengenakan denda kalau kita putus di tengah jalan, dan seberapa besar, berapa besar biaya pengalihan dari bank yang akan mengambil alih (take over). Saat ini banyak bank yang mempunyai produk KPR Take Over, salah satunya Bank BTN. Seperti disampaikan oleh Suryanti Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division, Bank BTN, “KPR Take Over dibuat bertujuan untuk membantu debitur yang saat ini sudah memiliki KPR di bank lain, dan telah memasuki suku bunga floating dapat merasakankan kembali suku bunga khusus.” Dengan demikian, “Produk ini akan meringankan beban angsuran yang semakin tinggi dan terasa mencekik. Bahkan, apabila usia debitur masih mencukupi jangka waktu, dapat diperpanjang, sehingga dapat memperkecil perhitungan angsuran,” papar Yanti. Bank BTN memberi suku bunga fixed yang walaupun ada kenaikan di tahun berikutnya, tetap di bawah rata-rata bunga floating. Pada tahun pertama setinggi 4,75%, lalu pada tahun kedua sebesar 7,25%, dan tahun ke 3-5 kenaikan berjenjang. Tenor untuk KPR bisa sampai 30 tahun dan tenor untuk KPA bisa sampai 20 Tahun. “Kami juga sediakan pilihan, suku bunga 9,89% fixed selama 10 tahun. Jadi calon nasabah bebas memilih, mana yang sesuai kemampuannya,” kata Yanti. Mudah dan Cepat Bank sahabat pemilik rumah ini tidak mensyaratkan banyak hal untuk calon nasabah KPR Take Over-nya. Pertama, pemohon cukup sudah menjadi debitur di Bank lain sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun, dengan riwayat pembayaran angsuran lancar atau tidak pernah menunggak.  Lalu, sertifikat dan IMB sudah pecah atas nama debitur, dan bebas pengalihan asuransi jiwa kredit (pengalihan bankers clause). Lainnya hampir serupa dengan pengajuan KPR biasa. “Kalau berkas lengkap, SLA 2 hari sudah bisa keluar putusan kredit/SP3K,” janji Yanti, tentang lama prosesnya. Selain itu, semua pengajuan bisa dilakukan secara daring, melalui website www.btnproperti.co.id atau melalui Mobile Apps BTN Properti. Saat ini BTN sedang memberikan promosi besar-besaran bagi calon debitur KPR Take Over. Antara lain diskon biaya provisi sampai dengan 100%, bebas biaya appraisal dan bebas asuransi jiwa kredit dengan pengalihan bankers clause. “Selain suku bunga fixed 4,75% pada tahun pertama, promo itu berlaku hingga 31 Desember 2021,” tandas Yanti.  Dan, “Khusus yang akad sampai dengan 30 September 2021, ada hadiah emas sampai dengan 5 gram,” kata Yanti. Menurut Tejasari, kalau suku bunga KPR saat ini sudah mencekik, kenapa tidak untuk mengambil tawaran suku bunga baru yang lebih menarik.