PNB_Back_Up

Pesona Prima 7 Rajamandala Besutan KPN Raih Penghargaan Best Subsidized Residential Development 2023

KPN

Propertynbank.com – PT Kreasi Prima Nusantara/PT KPN (Kreasi Prima Land) meraih apresiasi dalam ajang penghargaan Golden Property Awards (GPA) 2023. Penghargaan untuk kategori Best Subsidized Residential Development 2023, Regional Bandung & Surrounding diterima melalui proyeknya, Pesona Prima 7 Rajamandala yang berlokasi di Bandung Barat. GPA merupakan event apresiasi yang digelar dua tahunan oleh Indonesia Property Watch (IPW) yang bekerjasama dengan 99 Group. Tahun ini GPA dihelat Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (15/8/2023). Ajang tahun ini menjadi momentum untuk melihat lebih jauh ketahanan para pebisnis atau pelaku industri properti pasca-pandemi dalam menghadapi tantangan baru kondisi global yang serba tidak menentu. Hadiana, Direktur Utama PT Kreasi Prima Nusantara (Kreasi Prima Land), mengatakan, pihaknya bersyukur dan akan menjadikan event ini sebagai tolok ukur pemacu kinerja guna pengembangan sistem pembangunan perumahan subsidi berkualitas berkelanjutan. Baca Juga : Prinsip Utama Properti Syariah Adalah Tidak Mendzolimi Konsumen “Kreasi Prima Land tidak hanya fokus membangun unit rumah saja, tetapi juga mengembangkan sebuah lingkungan perumahan yang berkualitas, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tegas Hadiana. Oleh karenanya, kata dia, KPN juga telah menetapkan 18 standar keunggulan komparatif kualitas pembangunan perumahan yang akan senantiasa diterapkan dimanapun proyek KPN berada. Lebih lanjut dijelaskan, ke-18 standar kelebihan atau keunggulan komparatif bagi masyarakat yang diaplikasikan di proyek perumahan yang dikembangkan Kreasi Prima Land, termasuk di Perumahan Pesona Prima 7 Rajamandala, yaitu: (1) lokasi perumahan strategis, (2) kualitas bangunan dan infrastruktur terbaik di kelasnya, (3) kepastian dalam pembangunan, (4) legalitas clean & clear (5) menjual setelah siteplan disahkan, (6) harga jual bersaing (7) gerbang one gate system, (8) dibangun sarana ibadah Masjid dan Pendidikan, (9) ruang terbuka hijau dan pohon buah disetiap rumah, (10) Taman Bermain Anak dan Sarana Olahraga, (11) Pengelolaan Air bersih terpadu, (12) Pengolahan sampah terpadu, (13) pengembangan tim pengawas lingkungan, (14) penyediaan ambulance, (15) penyediaan paket janaiz (pengurusan jenazah), (16) kajian kesehatan & MCU gratis, (17) loyalitas penghargaan konsumen, dan (18) program CSR #KPNPeduli #KPNBerbagi #KPNKembali. “Dengan pengalamannya selama 15 tahun menjadi pengembang perumahan subsidi berkualitas, juga terdapat beberapa inovasi terbaru yang kami aplikasikan di perumahan Pesona Prima 7 Rajamandala, antara lain kami kembangkan sistem pengelolaan PSU, Air Siap Minum dan Pengolahan Sampah Terpadu,” kata Hadiana. Untuk diketahui, progress pembangunan Pesona Prima 7 Rajamandala telah selesai 100% pada bulan Mei 2023 lalu, sejak pertama kali dimulai akhir Agustus 2022 lalu. Sehingga total pembangunan fisik rumah memakan waktu selama 9 bulan untuk 442 unit rumah. Penjualan hingga saat ini sudah mencapai 50%. Sama seperti proyek-proyek rumah subsidi lainnya yang dikembangkan oleh Kreasi Prima Land, perumahan Pesona Prima 7 Rajamandala juga menerapkan standar kualitas yang sama, seperti kualitas lingkungan tata kavling; kualitas bangunan secara umum termasuk double dinding; kelengkapan infrastruktur, penghijauan dan sarana pendukung; legalitas clean & clear; serta program pembinaan konsumen. Hadiana juga berharap agar pengembang perumahan MBR lainnya dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas hunian yang dibangun. KPN Berkiprah Sejak 2008 Sebagai informasi, tahun 2008 PT Kreasi Prima Nusantara mulai mengembangkan perumahan Pesona Prima Karanggan di Bogor seluas 4 hektar dengan total unit 344. Tahun 2010 Pesona Prima Pataruman 1 di Bandung Barat seluas sekitar 1,2 hektar dengan total unit 106. Tahun 2012 Pesona Prima Pataruman 2 seluas 2,9 hektar sebanyak 260 unit. Lanjut di 2014 dengan Pesona Prima Citapen seluas 3,1 hektar dengan total 279 unit. Kemudian tahun 2015 dengan proyek Pesona Prima Cikahuripan 5, seluas 5,5 hektar sebanyak 488 unit. Selanjutnya perumahan Pesona Prima Cikahuripan 6 di Bogor yang mulai dipersiapkan sejak 2018 dengan jumlah rumah sebanyak 737 unit di lahan seluas 8 hektar. Baca Juga : Membangun Rumah Subsidi Bagi MBR Adalah Perjuangan Sebagai Pengembang Dalam perjalanannya hingga kini, Kreasi Prima Land juga telah diganjar berbagai penghargaan bergengsi. Antara lain Golden Property Awards 2021 yang digelar oleh kolaborasi dan sinergi antara Indonesia Property Watch dan portal properti terbesar di Indonesia, 99 Group yang juga membawahi Rumah123.com dan 99.co. Dalam momen tersebut, dua penghargaan diperoleh sekaligus, yakni Hadiana yang dinobatkan sebagai Tokoh Entrepreneur Perumahan Rakyat, serta proyek Pesona Prima Cikahuripan 6 untuk kategori Best Subsidized Housing Development region Bogor & Surrounding. Masih di tahun yang sama, 2021 lalu, Kreasi Prima Land juga mendapatkan penghargaan dalam ajang Indonesian Consumer Protection Award – Raksa Nugraha 2021 untuk Kategori Gold. Penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) yang merupakan wujud apresiasi terhadap komitmen dan upaya PT Kreasi Prima Nusantara dalam perlindungan konsumen. Ke depan, Kreasi Prima Land juga akan terus berinovasi serta mengembangkan proyek-proyek perumahan baru, khususnya yang menyasar segmen Masyarakat kecil atau MBR. “Kami sedang menyusun rencana dan menyiapkan proyek-proyek baru berikutnya di tengah tantangan ketersediaan lahan yang semakin terbatas,” pungkas Hadiana.

Prinsip Utama Properti Syariah Adalah Tidak Mendzolimi Konsumen

PROPERTI – Kreasi Prima Nusantara menjadi pengembang pertama yang melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank Syariah Indonesia (BSI) yang baru saja terbentuk pada Februari 2021 lalu, memilih salah satu perumahan yang dikembangkan oleh Kreasi Prima Nusantara menjadi tempat akad KPR pertama, tentu punya alasan. Salah satunya adalah, Kreasi Prima Nusantara dinilai sebagai pengembang perumahan yang betul-betul menerapkan prinsip syariah untuk seluruh aktifitas usahanya. Yang lebih menarik adalah, prinsip syariah yang dijalankan oleh Kreasi Prima Nusantara di implementasikan untuk rumah subsidi, hal yang jarang ditemui di perumahan subsidi pada umumnya. Bukan hanya untuk transaksi jual beli dengan prinsip syariah, tapi hingga ke pemenuhan kewajiban pengembang kepada konsumennya juga harus diselesaikan. “Saya ingin mengatakan bahwa, konsep perumahan yang paling bisa disyariahkan adalah perumahan subsidi. Kenapa? Karena didalam konsep rumah subsidi ini, seluruh kebijakan yang dilakukan sudah ditetapkan oleh pemerintah, maka tepat sesuia dengan perintah Allah dalam Al-quran, taatlah kalian kepada perintah Allah, taatlah kepada Rasul dan taatlah kalian kepada pemimpin diantara kalian,” jelas Direktur Utama Kreasi Prima Nusantara Hadiana. [irp] Berangkat dari itulah, kata Hadiana, maka wajib taat kepada pemerintah serta aturan-aturan yang dibuat, seperti perizinan sampai kepada konsep pengelolaan perumahannya. Nilai-nilai syariah yang terpenting tentu saja ada di dalam proses jual-belinya. Sedangkan untuk kenyamanan rumah sudah ditetapkan dalam peraturan dan wajib untuk diikuti. “Lalu syariahnya dimana? Rumah sama saja bentuknya, maka syariahnya adalah proses jual-beli, karena yang diwajibkan dalam Al-quran itu disyariahkan jual-belinya. Jadi jangan sampai keliru, karena rumah syariah tidak harus bentuknya seperti di Arab. Tapi yang disyariahkan ini adalah jual-belinya,” jelas Hadiana yang dikenal sangat religius dikalangan pengembang. [irp] Lebih rinci Hadiana mengatakan, yang dilakukan oleh Kreasi Prima Nusantara dalam menerapkan prinsip syariah adalah dengan cara, pertama kali dengan membangun unit rumahnya, lalu selesaikan sertifikat hingga ke perizinan. Setelah legalitas dan seluruh kewajibannya sudah lengkap, maka pihaknya menjual ke bank, sehingga terjadilah jual-beli dan terhindar dari riba. “Allah memerintahkan, menghalalkan jual-beli, mengharamkan riba. Kalau ada yang bilang tidak ada masalah, sah-sah saja dan tidak perlu diperdebatkan. Dengan konsep ini, sebelum terjadi jual-beli itu, konsumen tidak boleh bayar dan transaksi apapun dengan kami. Karena kalau sudah mulai transaksi, akan terjadi double transaksi nantinya dan itu tidak dibenarkan,” tutur Hadiana. Maka, kata dia, rumahnya yang sudah dijual ke bank syariah tersebut, bisa dijual lagi kepada konsumen dengan sistem mencicil atau KPR. Dengan demikian, prinsip jual beli syariah sudah dijalan. “Jangan bilang cuma itu, justru inilah kuncinya dalam hukum syariah. Yang dikatakan cuma itulah yang mengakibatkan hukum jadi berubah,” kata Hadiana. [irp] Prinsip syariah, sambung Hadiana, bukan diciptakan hanya untuk kaum muslim saja tapi bisa diterapkan oleh seluruh manusia. Secara umum, semua Agama dapat menjalankan syariah. Bahkan Hadiana mencontohkan, perbankan syariah terbesar di dunia adanya di London, dan masyarakat Inggris sudah terbiasa dengan bagi hasil yang menjadi prinsip dasar syariah. “Pada intinya syariah itu lebih adil. Makanya syariah itu definisinya tidak boleh ada riba, spekulasi, judi dan tidak boleh ada dzolim. Ketika ada yang mengaku syariah, tapi ada satu konsumen saja yang terdzolimi maka akan hilang ke syariahannya. Jadi kami akan menjalankan apa yang diatur oleh pemerintah tentang propertinya, syariahnya kita luruskan dari tahapan jual-beli,” ujar Hadiana. [irp] Membangun properti dan membangun negeri dengan konsep syariah adalah sesuatu yang sangat baik dan adil, artinya Rahmatan lil’alamin. Apapun agamanya bisa memakai konsep syariah karena tidak menggunakan bunga. Konsep syariah juga sangat sesuai dengan Peraturan Menteri no 11, karena menjadi persyaratan dalam aturan tersebut. “Ini suatu kesempatan yang sangat baik dan tentunya kami berharap bisa dikembangkan melalui diskusi-diskusi, sharing tanpa saling menyalahkan, buka mencari benar dan salah. Intinya mencari solusi dan mencari terobosan. Dari beberapa kejadian terakhir, memperlihatkan bahwa prinsip bagi hasil dengan konsep syariah sebetulnya menjadi obat mujarab untuk melewati masa-masa krisis moneter,” tutup Hadiana.

Membangun Rumah Subsidi Bagi MBR Adalah Perjuangan Sebagai Pengembang

INSPIRASI – Hari itu, Jumat, 2 April 2021, kesibukan sudah tampak sejak pagi di perumahan Pesona Prima Cikahuripan 6, Bogor. Sejumlah karyawan dan staf terlihat sedang mengemas buku-buku bacaan yang akan dibagikan secara cuma-cuma, sedangkan sebagian lainnya sibuk membersihkan sebuah mesjid megah yang tampaknya baru selesai dibangun. “Nanti sholat Jumat disini saja, hari ini sholat Jumat pertama di mesjid perumahan ini,” kata Hadiana, Direktur Utama Kreasi Prima Nusantara kepada tim redaksi Property&Bank kala itu. Untuk ukuran perumahan subsidi, mesjid yang berada Pesona Prima Cikahuripan 6, Bogor itu tergolong besar. Bangunan dan desainnyapun sangat bagus sehingga membuat sholat Jumat pertama itu menjadi kian bermakna. Kreasi Prima Nusantara memang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada konsumennya, temasuk menyediakan semua fasilitas di setiap perumahan yang dikembangkan. Lalu, bagaimana langkah Hadiana membangun Kreasi Prima Nusantara dan menjalankan komitmen tersebut? Apa strateginya sehingga Kreasi Prima Nusantara tetap solid bersama seluruh tim dan karyawannya? Berikut petikan wawancara Hadiana dengan tim Property&Bank. Cuplikan wawancara secara lengkap, dapat disaksikan melalui channel MyHomes.tv. Bagaimana anda menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada karyawan? Di akhir tahun 2020 lalu, kami mengadakan rapat kerja (Raker) dan kami membuat sebuah tagline yakni KPN Baru atau New KPN 2021. Ini adalah momentum bagi kami untuk meningkatkan imunitas di masa pandemi. Saat ini pilihannya tidak banyak, hanya diam dan menunggu keadaan berubah atau kita yang berusaha merubahnya. Maka kami mengambil inisiatif kami harus berubah, minimal untuk diri kita sendiri lalu kita bagi kepada teman-teman. Di New KPN, beberapa pola pendekatan manajemen kami rubah secara mendasar. Contohnya konsep marketing digital. Jika sebelumnya dijalankan marketing offline, berkunjung dan seterusnya, maka saat ini kunjungan merupakan langkah terakhir. Sebetunya kami melakukan konsep edukasi, memberikan informasi tentang apa itu properti, bagaimana cara konsumen membeli properti yang baik, apa standar properti yang baik menurut aturan pemerintah dan seterusnya. [irp] Apa yang dilakukan dalam merubah mindset lama saat KPN baru di take over? Pertama kali, kami tentu mencari lokasi yang baru dan terus memperbaiki cara lama. Ada juga proyek yang saat itu tetap dipertahankan. Saya lakukan tiga hal, yaitu perbaiki hardware, perbaiki software, dan perbaiki brainware nya. Tiga hal ini jadi fokus, aset harus saya diperbaiki lebih dulu, lalu sistem pengelolaan dan itu menjadi hal yang sangat penting karena software menentukan bagaimana hasil. Dan yang ketiga adalah manusianya atau sumber daya manusia (SDM) nya kita rombak. Karena tidak akan timbul masalah kalau tidak ada keterlibatan manusia. Pasti ada pelakunya, setiap masalah pasti bersama pelakunya. Sistem kita perbaiki, SDM diperbaiki dan rekrut tenaga-tenaga baru. Kami modifikasi dan mix tenaga lama dengan yang baru. Alhamdulillah dalam satu tahun lebih, terlihat hasilnya. Kami sudah punya bayangan prospek ke depan. Dari semula hanya mengembangkan perumahan seluas 1,4 hektar dan terjual habis, kami mulai kembangkan seluas 5,5 Hektar di lokasi yang berbeda. Proyek inipun selesai pada pada tahun 2011. Berkat dukungan dan kerja keras yang dilakukan, kami juga mengembangkan dilokasi berikutnya di Bandung dan Bogor. Prinsip bekerja seperti apa yang diterapkan kepada seluruh karyawan? Prinsip kami adalah selalu berusaha untuk belajar dan belajar. Hal itu diterapkan kepada teman-teman karena dalam proses belajar harus mengerjakan apa yang kita tidak tahu. Bekerja lalu catat dan seterusnnya evaluasi. Kami jadikan empat slogan yakni kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas sebagai pegangan dalam beraktifitas. Dengan ikhlas, kami belajar menerima dan menemukan konsumen yang macam-macam sikapnya. Alhamdulillah hingga 2021 kami sudah merampungkan proyek di enam lokasi dan semuanya tuntas. Tuntas hingga seluruh sertifikat balik nama dan diserah terimakan dengan konsumen dan semua fasilitas diserahterimakan ke Pemerintah Daerah. Jadi bukan tuntas dalam penjualan. [irp] Sisa tanah yang tidak dijual sebesar 40% diserahkan ke Pemda sebagai aset PSU dan itu kami catat di tugas kami, sehingga Pemda tidak perlu kuatir karena kami sudah menyiapkan diri bahwa tugas developer itu harus tuntas. Di beberapa kota kami selalu menjadi yang pertama menyerahkan PSU atau fasilitas kepada Pemda. Seperti contoh di Bandung Barat, kami pertama kali yang berhasil menyerahterimakan PSU ke Pemkab Bandung Barat. Padahal di Bandung Barat itu izin lokasi kami mungkin saja ke 600, berarti ada 599 perusahaan lain yang sudah lebih dulu memulai izin lokasi tapi tidak bisa menyerahkan. Apa yang membuat anda begitu fokus menyelesaikan tanggung jawab seperti halnya menyediakan fasilitas? Filosofinya begini, sebagaimana sebuah kewajiban mengurus keluarga, mengurus anak, menyekolahkan anak, tentu tidak akan merasa lelah karena sudah kewajiban. Maka perlunya menguatkan mindset, bagi semua pengembang bahwa pastikan niat terlebih dahulu. Jika sudah begitu, maka tugas akan menjadi nikmat. Seperti halnya menjalankan tugas lainnya, kewajiban yang tidak bisa dihindari dan harus dinikmati. Di Era digital seperti saat ini, bagaimana strategi KPN? Menghadapi keadaan saat ini, dimana pandemi Covid-19 masih mewabah, kita bersama pemerintah harus melakukan upaya guna menanggulanginya. Sejauh ini, Alhamdulillah semakin baik dan tentu kita harus bersama-sama saling bahu-membahu bagaimana caranya beradaptasi dengan kebiasaan baru. [irp] Sebelum adanya kejadian ini, kami di KPN hanya memiliki tiga divisi, yaitu divisi teknik/proyek, divisi marketing dan divisi keuangan. Namun, dengan konsep The New KPN atau KPN baru, kami menambahkan secara resmi dua divisi tambahan yaitu divisi legal dan divisi Research Development & Digital. Kami coba susun lagi dengan sebaik mungkin, dan kami bentuk dengan merekrut rekan-rekan kami yang masih muda, berlatar belakang IT, dan memang punya hobi dan latar belakang tentang itu. Memang, pada satu tahun ini kami sudah merasakan manfaat nya. KPN selalu melakukan pembangunan rumah, kontruksi dan lainnya itu dengan tim internal dan tidak menggunakan subkontraktor. Kami memberdayakan potensi lokal dan sekarang sudah berlangsung. Hampir tiga tahunan ini masyarakat di sekitar yang berjumlah 80 orang menjadi tukang harian ditambah sekitar 300 orang tukang  dari tim Mandor. Mengapa KPN fokus membangun rumah subsidi untuk MBR? Memang betul, enam proyek yang sudah kami tuntaskan adalah rumah bersubsidi untuk MBR. Bagi kami, membangun rumah untuk MBR inilah sebetulnya nilai-nilai perjuangan kami ditumbuhkan. Secara ekonomis proyek-proyek perumahan MBR profit nya tidak seperti rumah komersial. Tapi disana kami melihat banyak sekali kebaikan yang bisa dilakukan. [irp] Kami membangun perumahan subsidi, dimana masyarakat yang membutuhkannya (Backlog) sudah mencapai 11,8  juta jiwa. Masih banyak saudara kita, masyarakat yang belum memiliki rumah dan tidak mempunyai akses. Ini

Ini Dia, Rumah Subsidi Berkualitas Dengan Konsep Syariah

APA KABAR – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera. Pembaca setia Majalah Property&Bank di mana saja berada. Baik dalam versi cetak, maupun digital. Kembali kami hadir mengunjungi ruang baca Anda pada edisi ini. Harapan kami, semoga bisa menjadi sahabat setia dalam menjalankan aktifitas bisnis sehari-hari, aamin. Pembaca, memperhatikan fenomena pengembangan rumah subisidi yang terjadi di masa pandemi, maka edisi ini kembali redaksi kami menurunkan isu terkait rumah bersubsidi ini. Bedanya, kali ini kami menurunkan rumah subsidi berkonsep syariah. Bagi kalangan pengembang rumah sederhana atau bersubsidi, masih sangat sedikit yang melirik konsep ini. Pasalnya, tidak semua yang bisa memahami bagaimana konsep syariah yang sesungguhnya. [irp] Adalah Hadiana, Direktur Utama Kreasi Prima Nusantara Hadiana, yang justru melirik pasar rumah bersubsidi dengan konsep syariah. Sejak di take over, KPN telah membangun tak kurang dari 3.500 unit rumah. Mereka memulai dengan memperbaiki cara-cara lama yang dijalankan oleh manajemen perusahaan sebelumnya. Jika sebelumnya perseroan hanya mencari tanah atau lahan lalu membangunnya, dibawah trio ini mereka justru memastikan untuk menyelesaikan sampai tuntas pengembangan proyek. “Setelah itu, baru kami mulai mencari atau melangkah ke proyek berikutnya,” kata Hadiana. Menjadi berbeda dengan pengembang lain ini yang membuat KPN punya pasar dan kepercayaan dari msyarakat. Setiap proyek yang dibangun oleh KPN, semua fasos.fasum yang dijanjikan sudah harus selesai terlebih dahulu sebelum dilakukan serah terima fasilitas kepada pemerintah daerah. Luar biasanya lagi, KPN membangun semua fasilitas di setiap perumahan yang dibangun dengan biaya sendiri, tidak menggunakan bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari pemerintah. “Moto kami di KPN, bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan cerdas, bekerja keras dan yang terakhir adalah kerja harus tuntas, “ jelas Hadiana. [irp] Dari enam proyek yang sudah dikembangkan KPN, semuanya  adalah rumah bersubsidi untuk MBR. Bagi KPN, membangun rumah untuk MBR merupakan nilai-nilai perjuangan. Secara ekonomis mengembangkan proyek perumahan MBR profit nya tidak seperti rumah komersial. “Tapi disana kami melihat banyak sekali kebaikan yang bisa dilakukan,” sambung Hadiana. Dengan Backlog yang masih mencapai 11,8  juta jiwa, masih banyak saudara kita, masyarakat yang belum memiliki rumah dan atau tidak mempunyai akses. Jumlah ini masih banyak sekali. “Saya sering diskusi dengan teman-teman untuk menguatkan mereka dan saya sendiri, bahwa ini adalah perjuangan. Kalau dulu perjuangan itu melawan Belanda, maka inilah perjuangan yang dapat kami lakukan agar bisa memberi manfaat kepada masyarakat pada umumnya,” tegas Hadiana. Tekad kuat dan tulus Kreasi Prima Nusantara dalam membangun rumah subsidi berkonsep syariah inilah, menjadikan mereka pengembang pertama yang melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan Bank Syariah Indonesia, bank milik pemerintah yang merupakan penggabungan tiga bank syariah terbesar di tanah air. [irp] Bank Syariah Indonesia (BSI) yang baru saja terbentuk pada Februari 2021 lalu, memilih salah satu perumahan yang dikembangkan oleh Kreasi Prima Nusantara menjadi tempat akad KPR pertama, tentu punya alasan. Salah satunya adalah, Kreasi Prima Nusantara dinilai sebagai pengembang perumahan yang betul-betul menerapkan prinsip syariah untuk seluruh aktifitas usahanya. Yang paling menarik lagi, prinsip syariah yang dijalankan oleh Kreasi Prima Nusantara di implementasikan untuk rumah subsidi, hal yang jarang ditemui di perumahan subsidi pada umumnya. Bukan hanya untuk transaksi jual beli dengan prinsip syariah, tapi hingga ke pemenuhan kewajiban pengembang kepada konsumennya juga harus diselesaikan. Bagaimana konsep dan perjalanan panjang KPN dalam membesarkan usaha dan fokus membidik pasar rumah subsidi syariah? Ikuti laporan redaksi Majalah Property&Bank edisi ini.