Rambah Bisnis Kuliner, Gapura Prima Group Perkenalkan Restoran Otentik Italia ‘De Margo’

Propertynbank.com – Restoran bercitarasa Italia De Margo Ristorante Italiano & Bar, telah hadir dan resmi dibuka di dalam kawasan The Bellezza Permata Hijau, Albergo tower, Jakarta Selatan. Restoran ini diperkenalkan oleh Gapura Prima Group melalui PT Perdana Gapuraprima, Tbk (Idx Code : GPRA). Komisaris Utama PT Perdana Gapuraprima, Tbk, Rudy Margono mengatakan, pihaknya akan mengembangkan restoran ini di sejumlah proyek yang dikembangkan oleh perseroan yang ada di Jabodetabek dan sejumlah kota lainnya. Tak kurang dari 15 cabang De Margo Ristorante Italiano & Bar yang akan diluncurkan Gapura Prima Group. “Sajian menu makanan yang dihidangkan merupakan signature dish dari chef-chef De Margo dengan pengalaman internasional dalam mengolah masakan Italia yang dikombinasikan bersama high-quality ingredients sehingga menghasilkan authentic Italian cuisine,” ujar Rudy Margono di sela-sela peresmian De Margo Ristorante Italiano & Bar, The Bellezza Permata Hijau, Jumat (3/2). Disamping mengundang sejumlah media, seremonial peresmian beroperasinya De Margo juga turut dihadiri oleh Jajaran Direksi, Komisaris dan Management Gapura Prima Group. Selain itu juga ada beberapa undangan dari kalangan perbankan dan partner kerja Gapura Prima Group, dengan diiringi oleh alunan musik khas Italia. Lebih lanjut Rudy menjelaskan, masih kurangnya resto berkonsep Itali dengan menu otentik di sekitar kawasan Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat atau sekitar radius 5 Km dari kawasan The Bellezza Permata Hijau, mendorong pihaknya untuk mengembangkan De Margo Ristorante Italiano & Bar. “Harapan kami dengan beroperasinya De Margo bisa menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat Jakarta yang ingin mencicipi makanan Italia secara otentik,” ungkap Rudi. Dengan menampilkan kekhasan sebagai restoran otentik Italia, De Margo memiliki kapasitas 80 pengunjung (indoor & outdoor). De Margo menawarkan konsep Casual Dinning & Family Resto dengan beragam menu premium, mulai dari Classic Pizza ; Antipasti ; Stuzzichini ; Secondi serta aneka pasta buatan sendiri. Sementara, untuk minuman tersedia Wine ; Liqueur & Beverage . Menurut Rudy Margono, saat ini menu makanan Italia seperti pasta dan pizza memang sudah cukup dikenal di masyarakat Indonesia, namun untuk masakan otentik lainnya justru banyak yang belum mengenalnya. Maka dari itu, peluang inilah yang ingin dikembangkan oleh Gapura Prima Group melalui De Margo. Restoran ini sengaja dinamai dengan mengambil nama belakang Rudy Margono. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima, Tbk. Arvin F Iskandar mengatakan, De Margo menawarkan pengunjung pengalaman makan masakan otentik Italia yang unik sekaligus tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga, pasangan maupun kolega bisnis. “De Margo menjadi semacam hidden gems unik yang menawarkan kongkow asik dan kenyamanan maksimal karena posisinya yang berada di kawasan premium The Belleza Permata Hijau yang notabene jauh dari bisingnya jalanan Jakarta,” tutur Arvin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD REI DKI Jakarta. Ditambahkan Arvin, sebagai kawasan hunian modern, Bellezza sendiri saat ini sedang terus melakukan renovasi, baik dari fasilitas umum maupun fasilitas penujang, seperti Fitness Centre yang di lengkapi oleh sauna dan Karaoke sebagai partner. “Melihat cukup antusiasnya para pengunjung yang datang, khususnya di waktu akhir pekan, nantinya di semua properti Gapura Prima Group juga akan dihadirkan restoran De Margo,“ tegas Arvin. Konsep Asri De Margo Sementara itu, General Manager PT Perdana Gapuraprima, Tbk Aditya Antonius menambahkan, restoran keluarga khas Italia De Margo didirikan dengan konsep asri sehingga pengunjung nyaman menyantap menu khas De Margo. Harganya pun sangat bersahabat untuk kelas makanan khas Italia, dengan kisaran masih dibawah Rp 100.000,-. “Kami sengaja banyak menggunakan warna-warna bernuansa natural seperti hijau, untuk memberi kesan asri. Banyak pula tanaman-tanaman yang menjadi dekorasi pemanis menjadi bagian interior De Margo. Sehingga dengan adanya konsep yang green tersebut, akan membuat pengunjung merasa nyaman,” jelas Adit. Sebagai informasi, Gapura Prima Group telah lama berkecimpung di industri properti. Beberapa proyek yang dikembangkan oleh Gapura Prima Group melalui PT Perdana Gapuraprima, Tbk antara lain, perumahan Bukit Cimanggu City, Bogor, Metro Cilegon, Garden Ville, Pamoyanan Bogor, Spring Garden Residence, Bekasi, Green Leaf Residence, Tangerang. Sedangkan proyek highrise adalah Bellevue Place MT Haryono dan Bhuvana Ciawi Bogor.
Grand City Hadirkan Destinasi Kuliner Terbaru Seluas 1 Hektare di Balikpapan
Propertynbank.com – Sinar Mas Land melalui Grand City Balikpapan menghadirkan Grand City Food Center yang berlokasi di Jalan Sinar Mas Land Boulevard pada Sabtu (26/11). Grand City Food Center ini diproyeksikan untuk menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat di Kota Balikpapan. Dibangun di atas lahan seluas 1 hektare, sudah ada 58 tenant terdiri dari 30 kios dan 28 food stall yang bergabung di Grand City Food Center dengan skema kepemilikan sewa (lease). Nantinya, pusat kuliner ini juga akan terkoneksi langsung ke arah danau buatan seluas 6 hektare di kawasan Grand City dengan kedalaman hingga 4 meter serta dilengkapi dengan area parkir yang aman dan luas hingga dapat menampung ratusan unit kendaraan. Lebih lanjut, di sekitar danau buatan tersebut juga akan dilengkapi dengan jalur pedestrian serta ruang terbuka hijau berupa taman asri yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan mengatakan, Grand City Food Center tersebut diharapkan dapat menambah retribusi Pendapatan Aset Daerah serta menjadi bagian dari wujud komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. “Grand City Food Center menghadirkan pilihan kuliner yang beragam khas Balikpapan maupun masakan Nusantara dengan tempat penataan yang indah dan nyaman untuk berkumpul bersama teman dan keluarga,” ujarnya. Pengembangan Grand City Grand City Balikpapan merupakan township pertama di Kalimantan Timur yang dikembangkan di atas lahan seluas 224 hektare. Terdapat empat klaster perumahan yang sudah dibangun yaitu Forestville, Pineville, Hyland, dan Hayfield. Saat ini, Sinar Mas Land tengah memasarkan produk residensial terbarunya bernama Cheville di kawasan tersebut. Produk residensial ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp800 juta dengan pilihan dua tipe rumah. Tipe pertama memiliki luas bangunan 49 m2 dengan luas tanah 60-75 m2. Sementara tipe kedua, memiliki luas bangunan lebih besar yakni 69 m2 dengan luas tanah 90 dan 96 m2. Hunian di klaster Cheville mengusung konsep modern dan kehidupan dinamis yang menyatu dengan nuansa alam (green environment) yang dapat memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara di setiap ruangan. Rumah tapak tersebut juga telah mengadaptasi standar kebiasaan baru (new normal) dengan menyediakan fasilitas sanitasi berupa wastafel di teras depan rumah. Dalam mempermudah mobilitas para penghuni dan masyarakat Kota Balikpapan, ke depannya Grand City Balikpapan juga akan memiliki tiga gerbang utama. Saat ini kota mandiri tersebut telah mengoperasionalkan dua gerbang utama. Pada 2017, gerbang pertamanya yang merupakan akses masuk/keluar Grand City dari Jalan MT Haryono telah diresmikan. Kemudian pada awal 2020, Jalan Sinar Mas Land Boulevard menjadi pintu gerbang kedua kawasan Grand City Balikpapan. Akses jalan sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 32 meter tersebut merupakan salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan di Kota Balikpapan. Selanjutnya, township ini juga direncanakan akan mengoperasikan akses gerbang ketiga pada 2024 mendatang. Keberadaan ketiga gerbang ini akan memudahkan warga dan masyarakat untuk berkunjung ke Ibu Kota Negara (IKN) baru yang sebagian terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Dukung Pemulihan Ekonomi Perpusnas RI Gelar Literasi Kewirausahaan Kopi Nusantara
Propertynbank : Sekitar 750 peserta yang berasal dari Kupang, Toraja, Samarinda, dan Denpasar serta Jabodetabek, mengikuti program kewirausahaan kopi yang diselenggarakan kuli (Perpusnas). Perpusnas RI bertekad melakukan transformasi menjadi institusi yang memiliki peran signifikan, terutama dalam upaya ikut meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik menuju kesejahteraan. Program ini tentunya juga menjadi salah satu bentuk peran serta Perpusnas RI mempromosikan kopi Indonesia di pasar global. Program program literasi terapan dan inkusif pemberdayaan masyarakat pada usaha kopi asli nusantara (Kopi Preneur) berbasis sosial ini, bertujuan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis kuliner kopi. Mengingat industri kopi lokal dalam beberapa tahun belakangan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bisa dikatakan aktivitas minum kopi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Drs. Agus Sutoyo,M.Si menjelaskan program pelatihan ini berupa pelatihan dasar kewirausahan tentang konsep dan strategi usaha/bisnis produk minuman kopi. Selain para peserta juga diberi pelatihan dasar berupa pelatihan mengenai Kopi, Teknik Seduh Manual, Mengenai Espresso, Produk Turunan Espresso, Minuman Kekinian, dan Seminar Kewirausahaan. “lewat pelatihan ini, kita harapkan tercipta agen-agen literasi yang dapat meneruskan kegiatan literasi kopi ini kepada masyarakat luas,” papar Agus saat membuka secara resmi program kewirausahaan kopi bertajuk “Literasi Terapan Usaha Kopi Nusantara” secara daring (zoom) (19 /09/2022). Melalui program Literasi Terapan Usaha Kopi Nusantara, Perpusnas RI mengharapkan agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang kopi, yang pada akhirnya dapat membuka usaha di bidang kuliner atau warung kopi dan sejenisnya, sehingga usaha dalam membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Para peserta pelatihan mengaku sangat berkesan dengan program literasi terapan usaha kopi asli nusantara ini. Dewi, seorang ibu rumah tangga yang turut dalam pelatihan tersebut mengaku tertarik dengan usaha kopi yang saat ini sedang booming. Harapannya, ke depan ada program pelatihan tingkat lanjutan. “Dengan begitu akan menambah pengetahuan peserta tentang segala seluk beluk tentang bisnis perkopian ini. Siapa tahu kedepannya kita bisa ikut membangun usaha kopi asli nusantara ini,”ujarnya. Hal yang sama juga disampaikan Dian triani, mengungkapkan sangat berkesan saat mengikuti program pelatihan Literasi Terapan Usaha Kopi Nusantara ini. “Semoga dengan mengikuti pelatihan ini membawa manfaat bagi dirinya serta bisa membuka lapangan pekerjaan baru,”ujar peserta yang mewakili kaum milenial ini. Perpusnas RI Apresiasi Peserta Terbaik Agus juga menjelaskan para peserta yang telah mengikuti sesi teori, setiap kota akan dipilih 75 peserta untuk mengikuti sesi praktek tingkat dasar (onsite). Sesi praktek ini akan dilaksanakandi kedai yang telah bekerjasama dengan Perpusnas RI. Setelah peserta mengikuti rangkaian pelatihan tingkat dasar, maka panitia akan melakukan seleksi untuk memilih 4 peserta dari tiap kota guna nantinya mengikuti pelatihan tingkat lanjut terpusat (Bootcamp) selama 15 hari di Jakarta. Selanjutnya, para peserta tiap kota yang ikut pada kegiatan ini akan diseleksi kembali. 20 peserta terbaik akan mengingkuti pelatihan tingkat lanjutan yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 3 November hingga 15 November, semua akomodasi peserta terbaik akan ditanggung oleh Perpusnas RI. “lima peserta terbaik akan diberikan apresiasi yang bermanfaat dalam mengembangkan usaha kuliner kopi di kota asal mereka,” pungkas Agus.
Kanabu Hadirkan Cita Rasa Menu Khas Aceh Dengan Sambal Ganja
Propertynbank.com – Kenikmatan masakan Aceh sudah diakui oleh masyarakat Indonesia bahkan bukan hanya dari asalnya saja, namun oleh masyarakat dari berbagai daerah lainnya. Menu makanan Aceh biasanya juga terkenal “nagih” dan “ngangenin.” Rumah makan khas Aceh tidak cukup banyak tersebar di Jakarta oleh karena itu, Kanabu yang berlokasi di Jl Bendungan Hilir No 44A hadir untuk memberikan hidangan masakan Aceh yang sangat nikmat dan menggugah selera serta untuk mengobati rasa kangen terhadap masakan Aceh. Teuku Fitriansyah selaku Store Manager dari Kanabu mengatakan, pihaknya ingin membawa cita rasa masakan Aceh asli ke Ibukota. Selain itu kami juga mendekor restaurant Kanabu dengan pelaminan khas Aceh yang bisa menjadi salah satu objek foto para pengunjung. “Kanabu hadir untuk mengobati rasa rindu masyarakat Jabodetabek dengan makanan khas Aceh,” ujarnya. Ketika harus menyebutkan menu khas dari Aceh yang sudah terkenal dan menjadi ikon adalah Mie Aceh. Namun, variasi menu makanan khas Aceh bukan hanya Mie Aceh saja, namun masih banyak sekali menu khas lainnya yang dimiliki. Kanabu menawarkan berbagai menu khas Aceh lain yang menjadi andalan diantaranya Ayam Tangkap, Kari Kambing, Daging Tangkap, Kari Bebek, Ikan Kayu (Keumamah) dan Sambal Ganja. Menu-menu lainnya juga ditawarkan oleh Kanabu Resto dengan resep dan bumbu-bumbu khas Aceh. Kari kambing yang merupakan menu andalan dibuat secara unik yaitu di satu kuali yang sangat besar yang dapat memuat 30-40 kg daging kambing dan 100 liter kuah kari. Masakan ini menggunakan lebih dari 20 macam rempah yang orang Aceh sering menyebutnya “Kuah Beulangong” dan daging yang digunakan oleh Kanabu yaitu daging kambing tanpa tulang dengan potongan besar. Ayam Tangkap di Kanabu juga sedikit berbeda Ayam Tangkap yang sering sering ditemui. Ayam Tangkap Kanabu menggunakan ayam kampung yang dimarinasi dengan bumbu spesial Kanabu dan digoreng dengan daun koja dan daun pandan dengan rempah lainnya. Potongan Ayam Tangkap Kanabu cukup besar, satu ekor dibagi menjadi empat bagian. Menu Unik Kanabu Yang menarik perhatian dari menu-menu yang ditawarkan Kanabu salah satunya adalah Sambal Ganja. Sambal Ganja berbahan dasar Cabai, Belimbing Wuluh, Bawang Merah, Garam, Jeruk Nipis, dan menggunakan Udang khusus dan dipastikan sama sekali tidak mengandung ganja, namun dapat membuat ketagihan. “Kami memilih lokasi di area bendungan hilir agar bisa menjadi pilihan untuk keluarga yang tinggal di area perumahan dan juga untuk para pekerja kantoran yang biasanya senang untuk makan siang bersama sebagai hiburan penat dari rutinitas kantor.” ungkap Teuku. Silahkan datang dan mencoba menu makanan khas Aceh di Kanabu, mulai hari Sabtu-Kamis mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Dengan menu andalan Kari Kambing, Ayam Tangkap dan tentunya Sambal Ganja.
Berkapasitas 1.000 Kursi, The New Natrabu Cilegon Raih Piagam MURI Sebagai Restoran Minang Terbesar di Dunia
Propertynbank.com – Restoran Minang The New Natrabu yang berlokasi di Grand Mangku Putra Arcade (GMPA) Cilegon dinobatkan sebagai Restoran Minang Terbesar di Dunia oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Penyerahan piagam penghargaan diserahkan langsung Pendiri MURI Jaya Suprana di Museum MURI, Mall of Indonesia Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022. Apresiasi tersebut diberikan MURI karena The New Natrabu Cilegon merupakan satu-satunya restoran Minang di dunia yang memiliki kapasitas tempat duduk terbanyak yakni sekitar 1.000 kursi. Selain itu, restoran ini juga dilengkapi area pendaratan helikopter (helipad) pribadi yang dapat digunakan oleh tetamu di The New Natrabu Cilegon. Restoran ini sempat viral beberapa waktu lalu dan lebih dikenal sebagai Restoran Minang Para Sultan. “Pemberian rekor dunia ini betul-betul mengharukan dan membanggakan kita semua, sekaligus memperlihatkan betapa hebatnya ketahanan nasional bangsa Indonesia. Karena di masa-masa sulit pandemi ini masih banyak pengusaha yang bertarung membuka lapangan kerja seperti Restoran Minang The New Natrabu Cilegon,” kata Jaya Suprana saat memberikan piagam MURI kepada Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia, Bally Saputra Datuk Janosati dan Presiden Direktur PT Grand Mangku Putra (GMP), Tb Iman Ariyadi. Tampak pula hadir Crish G Sultan selaku Owner Restoran Natrabu dan Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono. The New Natrabu Cilegon merupakan kerjasama antara anak perusahaan PT Riyadh Group Indonesia, PT Bally Internasional Hotel&Convention Centre yang mengelola kawasan mixed-use Grand Mangku Putra Arcade (GMPA) Cilegon dengan Restoran Natrabu. Lebih lanjut Jaya Suprana yakin bahwa anugerah MURI kepada The New Natrabu Cilegon akan menjadikan restoran Minang tersebut sebagai destinasi kuliner dan wisata unggulan, khususnya di Cilegon. “Sebagai restoran peraih MURI saya yakin The New Natrabu Cilegon akan terus membuat program dan inovasi yang kolosal dan monumental,” kata Filantropis dan Budayawan tersebut. Presiden Direktur PT Grand Mangku Putra (GMP), Tb Iman Ariyadi menyampaikan terimakasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan MURI kepada salah satu unit usaha mereka yakni The New Natrabu Cilegon sebagai Restoran Minang Terbesar di Dunia. Rekor MURI ini akan menjadi motivasi dan penyemangat bagi seluruh tim di The New Natrabu Cilegon, GMP dan Riyadh Group Indonesia. “Rekor ini adalah semangat, sehingga kami bisa terus melakukan inovasi terhadap pelayanan, fasilitas dan tentunya rasa masakan di restoran. Rekor MURI ini bukan capaian jangka pendek kami, tetapi ke depan justru menjadi tantangan besar untuk terus semakin baik,” kata Iman dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022). Menurutnya, prestasi ini juga menjadi embrio untuk pengembangan kawasan terpadu GMPA ke depan, seiring akan dikerjakannya sejumlah rencana bisnis seperti pengembangan lifestyle mall dan kondotel. Iman menegaskan bahwa pengembangan usaha yang dilakukan pihaknya di GMPA diharapkan membawa dampak ekonomi besar bagi masyarakat sekitar lewat pembukaan lapangan kerja, dan tentunya meningkatkan pemasukan asli daerah (PAD). The New Natrabu Go International Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia, Bally Saputra Datuk Janosati menyebutkan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah bercita-cita atau terpikir untuk mendapatkan rekor MURI. Namun ternyata MURI memantau apa yang mereka lakukan dan jalankan selama dua bulan ini di The New Natrabu Cilegon. “Alhamdulillah, dua bulan kami jalankan usaha restoran ini sudah bisa memperoleh rekor dunia ini. Tentu sangat membanggakan dan akan memacu kami untuk berinovasi lebih baik lagi,” ujar Konsul Jenderal Kehormatan Nepal untuk Indonesia tersebut. Bally menceritakan semula Riyadh Group Indonesia ingin fokus dalam pengembangan bisnis hospitality. Namun karena saat itu ekonomi sedang lesu dan pandemi Covid-19 kemudian datang mendera, maka akhirnya terpikir untuk berkolaborasi membuka restoran Minang dengan menggandeng Restoran Natrabu dan PT GMPA selaku pemilik tempat. “Saya berpikir lokasi GMPA ini butuh sesuatu yang baru yang dapat mendongkrak nama kawasan. Sesuatu hal baru yang mampu menjadi pintu masuk bagi pengembangan proyek mixed-use ini ke depan, apalagi belum ada proyek kompetitor lain di Cilegon, sehingga kami harus lakukan usaha lebih,” ujar Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) DPP REI tersebut. Akhirnya The New Natrabu Cilegon soft opening pada 16 April 2022 lalu, bersamaan dibukanya layanan helikopter bekerjasama dengan Helicity. Kemudian pada 16 Juni 2022, The New Natrabu Cilegon berhasil meraih rekor MURI Bally menambahkan, rekor MURI juga semakin memacu pihaknya untuk terus mengembangkan jaringan The New Natrabu ke seluruh Indonesia dan mancanegara (go international). Menurutnya, sejumlah anggota REI sudah menyatakan keinginan untuk membuka cabang restoran di kota/daerah-nya. “Kami juga akan go international dengan mengajak kerjasama teman-teman REI dan FIABCI (Federasi Realestat Dunia) untuk berinvestasi. Karena di luar negeri itu sewa tempat sangat mahal, nah anggota FIABCI itu tersebar luas di semua negara dan memiliki banyak aset properti. Kita akan ajak mereka (bekerjasama),” kata Bally antusias. Dalam waktu dekat, The New Natrabu sedang menyiapkan cabang di Kuala Lumpur, Penang, Langkawi, Johor Bahru, New York dan London. Selain itu akan dibuka Akademi Chef The New Natrabu untuk mendidik 100 chef yang akan disebar di semua cabang yang dibuka sehingga cita rasa masakan tetap terjaga. “Kami bercita-cita menjadikan The New Natrabu sebagai pintu gerbang pariwisata Sumatera Barat dan Indonesia di seluruh dunia. Lewat restoran Minang, kita go international,” pungkas Bally.
Ngopi Di Café Penuh Inspirasi Ini, Pemilik Mobil Honda Dapat Harga Khusus
GAYA HIDUP – PT Honda Prospect Motor membuka Dreams Café powered by Honda, yang berlokasi di Ground Floor, Senayan Park Jakarta. Dreams Café adalah kafe pertama di dunia yang dibuka oleh Honda. Dreams Café powered by Honda mengusung konsep Home of Dream Makers, dirancang untuk menjadi rumah bagi para pecinta Honda dan otomotif yang menyajikan suasana nyaman, display produk dan teknologi inspiratif dari Honda, dan tentunya berbagai varian berbagai minuman dan makanan lezat untuk menemani para pengunjung. Menariknya, pengunjung yang dapat menunjukkan STNK mobil Honda, dapat harga spesial untuk makan dan minumannya. [irp] Sebuah brand kopi lokal Dua Coffee, digandeng Honda guna menyajikan berbagai varian kopi berkualitas serta menghadirkan pelayanan ramah dan suasana hangat bagi para pelanggan. Sebagai menu eksklusif di Dreams Café, Dua Coffee juga menciptakan racikan kopi yang terinspirasi dari teknologi Honda, antara lain VTEC Turbrew dan Sensing ACC. Bukan hanya menikmati kopi dan berbagai makanan, pengunjung Dreams Café powered by Honda juga dapat menggali inspirasi dari berbagai display produk dan teknologi yang ditampilkan di kafe ini. Produk spesial yang ditampilkan termasuk mobil sport Honda Civic Type R edisi spesial yang dilengkapi dengan aero kit dari Mugen, mobil terbaru Honda yaitu City Hatchback RS, dan motor balap Honda CBR 1000RR-R Fireblade yang pernah tampil pada beberapa kejuaraan balap kelas dunia. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat teknologi inovatif Honda seperti Transcooter yang merupakan scooter elektrik yang diciptakan sebagai alat mobilitas personal yang fleksibel dan ramah lingkungan. Terdapat pula Diecast pesawat buatan Honda, yaitu HondaJet yang secara khusus dihadirkan dari Honda Aircraft Company, Amerika Serikat. Pengalaman interaktif melalui wahana Honda Simulator juga dapat dinikmati pengunjung seperti merasakan sensasi balapan Formula 1. Setiap bulannya, Honda mengadakan kompetisi dengan menggunakan mesin simulator yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung untuk mendapatkan hadiah spesial dari Honda. [irp] Sedangkan menambah kesan nyaman sekaligus unik, tersedia konsep Ayatori yaitu sebuah permainan tradisional Jepang yang menggunakan cincin benang untuk menciptakan berbagai macam bentuk. Konsep ini berguna untuk melambangkan kreativitas tanpa batas yang dimulai dengan ide sederhana. “Dreams Café merupakan perwujudan dari filosofi The Power of Dreams yang diusung perusahaan kami. Karena itu kami sangat bangga memperkenalkan Dreams Café sebagai kafe pertama di dunia yang dipersembahkan oleh Honda, yang akan menjadi tempat menampilkan berbagai inovasi produk dan teknologi terbaru dari Honda kepada masyarakat di Indonesia,” ucap Takehiro Watanabe, President Director PT Honda Prospect Motor. Semantara Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor menambahkan, pihaknya berharap kafe ini menjadi rumah baru bagi komunitas dan pecinta otomotif untuk mendapatkan inspirasi dari teknologi Honda, “Diharapkan dapat mewujudkan impian mereka sendiri, tentunya sambil menikmati suasana nyaman, hiburan menarik, serta minuman dan makanan nikmat yang disajikan di cafe ini,” ujarnya.
Ingin Buka Puasa Bersama Keluarga Jadi Makin Spesial? Berikut Pilihan Tempatnya
KULINER – Bulan Ramadhan penuh berkah, dimanfaatkan oleh sejumlah hotel dengan menawarkan paket menarik untuk berbuka yang spesial. Salah satunya adalah tawaran dari Marriott Bonvoy hotel and resor yang ada di Indonesia. Berikut beberapa penawaran menarik di bulan Ramadhan yang dapat menjadi referensi dan dapat ditemukan di hotel dan resor yang berpartisipasi di Indonesia. Sailendra Restaurant di JW Marriott Hotel Jakarta, dengan menu Nusantara yang unik pada “Unexplored Recipes”. Menariknya, berbuka puasa bisa dilakukan di rumah saja melalui layanan pesan-antar ‘Iftar to You’ dengan aneka menu lokal yang lezat. Al Fanous (pop up venue) di The Westin Jakarta, memperkenalkan pengalaman Timur Tengah otentik yang pertama di Jakarta. Al Fanous dine & lounge hadir secara eksklusif selama bulan Ramadan di The Westin Jakarta menyajikan hidangan iftar yang berbeda untuk menyatukan keluarga dan orang-orang terdekat dalam hangatnya bulan suci. Al Nafoura Lebanese Restaurant di Le Méridien Jakarta, merupakan kolaborasi prasmanan buka puasa yang unik antara dua restoran di Le Meridien Jakarta yang menampilkan berbagai pilihan hidangan khas yang menggugah selera dari Masterchef Indonesia Chef Vindex Tengker & Lebanese Chef Ahmad Moussa. [irp] Magnolia di The Westin Surabaya, mempersembahkan pesta buka puasa yang otentik dari Magnolia Restaurant dengan aneka pilihan makanan berbuka khas bulan Ramadhan seperti Lamb Ouzi, Chicken Shawarma, Chicken Slow Roast Cooked Herbs, Singapore Laksa, Kabsa, Umm Ali, dan masih banyak lagi. Djaman Doeloe Resto and Bar di Four Points by Sheraton Surabaya, menawarkan tamu untuk menikmati aneka hidangan khas bulan suci Ramadan yang di racik khusus, seperti Sate Ayam Ponorogo, Asinan Jakarta, Rujak Buah, serta Kolak Pisang, dan masih banyak lagi. Kafe Bromo di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, dengan menu buffet spesial di Kafe Bromo, yang menyajikan pengalaman kuliner otentik Indonesia dipadankan dengan masakan khas Timur Tengah dan Asia. Harga mulai dari Rp350.000 net per orang sudah termasuk Takjil dan Desert. [irp] The Eatery di Four Points by Sheraton Balikpapan, menyajikan hidangan berbuka puasa mulai dari citarasa Timur Tengah seperti Hummus, Nasi Bukhari, Lamb Ouzi, Qatayef dengan rempah-rempah pilihan, hingga sajian nusantara yang selalu menjadi favorit untuk menyantap buka puasa. Four Points by Sheraton Batam, nikmati all you can eat buffet dengan aneka pilihan masakan nusantara yang dipadukan dengan menu internasional terfavorit. Sajian special “Pindang Patin” disiapkan khusus oleh Chef Boy Ginting, pemenang kompetisi memasak masakan nusantara “Ayo Makan”.
Bijak Memilih Kuliner, Generasi Muda Didorong Untuk Gemar Makanan Lokal
KULINER – Kuliner asli dalam negeri yang sangat beragam, patut dilestarikan dan dipromosikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Generasi muda harus memiliki rasa bangga akan kuliner asli Indonesia. Hal inilah yang mengemuka dalam Festival Pangan Bijak Nusantara yang digelar secara virtual, Rabu (10/2) oleh Konsorsium Pangan Bijak Nusantara yang terdiri dari lima lembaga, yaitu Hivos, Yayasan WWF Indonesia, NTFP-EP Indonesia, ASPPUK dan AMAN. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN). [irp] Festival yang mengangkat tema Pangan Bijak ini bertujuan mempromosikan keanekaragaman pangan lokal di Indonesia, kearifan lokal, sistem pangan serta tradisi budaya yang ada didalamnya, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan yang telah dilakukan secara turun-temurun. Acara ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi pangan masyarakat, terutama kepada generasi muda, ke arah pangan lokal, sehat, adil dan lestari. “Uni Eropa dan Indonesia bekerjasama mempromosikan konsumsi dan produksi pangan yang lokal, lestari, adil, dan sehat dalam rangka pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs). Acara ini membuka mata kita pada kekayaan dan keragaman sistem pangan, kearifan lokal dan tradisi kuliner di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk mengkonsumsi pangan yang lebih bijak,” ungkap Hans Farnhammer, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam. [irp] Direktur Produksi Perum Produksi Film Negara (PFN), Sutjiati Eka Tjandrasari, mengatakan “Indonesia sangat kaya dengan pangan lokal yang tersebar di puluhan ribu pulau dan ratusan suku di Indonesia. Setiap pangan lokal tak hanya memiliki kandungan gizi yang sangat baik, tetapi juga memiliki nilai dan kearifan lokal dalam hal cara menjaga dan memelihara lingkungannya. Keanekaragaman bahan pangan lokal adalah salah satu ciri dan kekuatan Indonesia. Ribuan pulau, ratusan suku dan budaya memiliki bahan pangan lokal masing-masing. Berbagai pangan lokal ini, yang potensinya sangat luar biasa, perlu terus digelorakan agar makin dicintai oleh generasi muda. Tidak saja karena citra rasa yang khas dan unik, juga lezat dan renyah, tetapi lebih dari itu, adalah mengenai kearifan lokal, budaya, nilai dan tradisi yang menyertainya,“ kata Tjandra. [irp] Pada festival kali ini, empat provinsi berkesempatan mempromosikan pangan dan kearifan lokalnya, yakni, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Riau, dan Sulawesi Selatan. Keempat provinsi tersebut merupakan lokasi pendampingan anggota konsorsium Pangan Bijak Nusantara, yaitu Yayasan WWF Indonesia (Kabupaten Nunukan dan Malinau – Kalimantan Utara), ASPPUK (Kabupaten Kolaka – Sulawesi Tenggara), NTFP-EP Indonesia (Kabupaten Kepulauan Meranti – Riau) dan AMAN (Kabupaten Enrekang – Sulawesi Selatan). Festival ini menampilkan berbagai narasumber dari perwakilan pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, produsen dan juga praktisi yang mewakili pelaku sistem pangan Indonesia. Kegiatan melibatkan partisipasi aktif peserta secara virtual melalui berbagai kanal media sosial, yaitu YouTube dan Facebook dari masing-masing anggota konsorsium. [irp] Memilih pangan yang bijak, yaitu pangan yang lestari untuk lingkungan, adil untuk petani dan bumi, sehat untuk konsumen dan dari varietas lokal, dapat membantu keberlangsungan bumi dan ekosistem. Festival ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk masyarakat agar dapat memilih secara bijak pangan yang mereka konsumsi dan yang dihasilkan dengan proses produksi yang berkelanjutan.
Makanan Siap Saji dan Antar Sampai Tempat Jadi Pilihan Saat Physical Distancing
KULINER – Sejak physical distancing diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona, banyak restoran di Indonesia yang memilih tutup. Menurut, pemilik Warung Pasta & Locarasa Chef Ragil, bisnis food and beverage masih dapat bertahan dengan cara memberikan layanan pesan antar makanan dan take away. “Kita masih bisa bertahan dengan menjual makanan dengan cara itu. Nanti kami akan membuat makanan retail,” kata Chef Ragil dalam video conference bersama sejumlah pakar industri pariwisata lainnya melalui acara Talk-Bar Together We Can How We Get Through The Uncertainty bersama Ikatan Alumni STP Bandung, Kamis (23/4) lalu. [irp] Beberapa restoran, kata Ragil telah menerapkan strategi dengan menjual produk makanan lauk pauk seperti Frozen Food (makanan beku) dan Ready To Cook (bahan makanan siap dimasak). Salah satu upaya untuk tetap menjaga higienitas sembari tetap menjalankan bisnisnya, sejumlah restoran pun tak memberlakukan layanan makan di tempat atau Dine-in. Sebagai gantinya, pelanggan masih bisa menikmati makanan restoran tersebut dengan layanan take away atau layanan pesan antar. Meskipun di rumah aja, pelanggan tetap bisa menikmati hidangan ala restoran ternama melakukan eksperimen dalam pengolahannya. Sebab, Boga Kitchen menawarkan layanan pesan antar paket frozen food bertajuk “Ready To Cook” atau makanan yang dibekukan dari beberapa restoran, sehingga kamu bisa olah sendiri hidangan yang tersedia. [irp] “Proses pengolahan Ready To Cook ini tidak sulit, sangat simple. Kita lengkapi dengan (panduan) cara memanaskan (setiap bahan makanan yang diberikan),” kata General Manager Marketing Boga Group, Ellen Widodo, dilansir Kompas.com, pada Kamis (16/4/2020). “Kita lengkapi (dengan panduan cara memanaskan) karena ada (yang memanaskan) dengan metode steam, pan fry, deep fry, microwave, dan boil. (Ada juga panduan) berapa lama untuk masing-masing metode,” lanjutnya. Selain Boga Kitchen, ada juga Es Teler 77 yang sediakan layanan pesan antar frozen food dan makanan ready to cook. Berdasarkan siaran pers, tersedia beragam makanan di antaranya adalah Bakso, Otak-Otak, Batagor, Siomay, Ayam Bekakak, Cumi Cabe Ijo, Bumbu Bakso, Bumbu Gado-Gado, dan banyak lainnya.
Enaknya Nasi Bakar Bale Bumen, Aromanya Begitu Menggugah Selera
KULINER – Makanan Indonesia punya aneka ragam olahan nasi yang lezat dan menggoda, seperti nasi uduk, nasi kuning, dan nasi bakar khas daerah Kebumen yang kini menjadi salah satu olahan nasi yang tengah hits dan diminati pecinta kuliner. Kebumen yang berada di daerah pesisir Selatan Jawa Tengah, memiliki potensi kekayaan alam berlimpah. Tidak heran jika Kebumen menjadi salah satu destinasi tujuan wisata, seperti Pemandian Air Panas Krakal, Goa Jatijajar, Goa Barat, Wisata Alam Jembangan, Waduk Wadas Lintang, Geowisata Karangsambung, Benteng Vander Wijck, pantai Suwuk, Pantai Menganti dan masih banyak lokasi wisata alam lainnya. Selain lokasi wisata alam, Kebumen juga memiliki kuliner khas yang tidak boleh dilewatkan seperti Sate Ambal, Nasi Penggel, Yutuk Goreng, Nasi Bakar Bale Bumen dan masih banyak lainnya. Berbeda dengan nasi uduk dan nasi kuning, dalam mengolah nasi bakar, diberi tambahan bumbu dan rempah-rempah yang dimasukkan. Sehingga aroma yang keluar dari nasi bakar menggugah selera. [irp] Salah satu cafe atau rumah makan yang menyediakan menu nasi Bakar yakni Nasi Bakar Bale Bumen, nasi olahan khas daerah Kebumen, berlokasi di Jalan Raya Pemda, Cibinong. Menurut sang pemilik, Catur Budi Utomo, nama Nasi Bakar Bakar Bale Bumen itu diambil dari kata Balai Kebumen. Balai itu kan artinya tempat duduk yang besar atau luas. Dan Kebumen merupakan tanah kelahiran sang pemilik. Lebih jauh Catur menjelaskan, Salah satu keistimewaan dari Nasi Bakar adalah aroma dan rasanya yang unik. Umumnya nasi bakar berasa gurih karena berbumbu. Bentuknya beragam, begitu juga bungkusnya. Ada yang berbentuk silinder atau agak bulat. [irp] “Untuk pilihan menu sangat bervariasi mulai dari nasi bakar teri, nasi bakar ayam, nasi bakar daging, nasi bakar cumi, nasi bakar tongkol / tuna, nasi bakar ati ampela dan nasi bakar vegetable,” imbuh Catur. Selain menu nasi bakar pihaknya juga menawarkan masakan tradisional yang tidak dijumpai di rumah makan lain, berbagai macam tumisan tradisional seperti Tumis, papaya muda, tumis nangka muda, tumis daun papaya, tumis kacang panjang, tumis, buncis, tumis pare, tumis kangkung. “Semua disajikan fresh alias saat itu dipesan saat itu juga dimasak,” tegasnya. Ada pula sambal dan lalapan segar untuk menambah nikmat nasi bakar. Begitu bungkus dibuka, serasa tak sabar untuk menyantapnya. ”Kami ingin menciptakan makanan asli Indonesia yang dikenal banyak orang. Semua produk asli dari Indonesia,” kata Catur. Pada kesempatan yang sama, Catur menceritakan proses pembuatan nasi dibungkus daun pisang berserta lauk yang dipilih sesuai selera konsumen, daun kemangi dan dicampur bumbu rempah. [irp] Setelah bungkusan dilipat, nasi kemudian dibakar di atas panggangan selama lebih kurang 10 menit. Saat daun pisang mulai layu dan beberapa bagian menjadi kering kecoklatan, nasi diangkat. Dengan asap yang masih mengepul dan menebarkan bau harum, nasi bakar dihidangkan. Di tengah cuaca kota cibinong yang sejuk, menyantap nasi bakar sangat tepat karena hangat. Meskipun sudah dingin, aroma dan kenikmatan nasi bakar pun tak lenyap. Nasi Bakar Bale Bumen bisa dinikmati dengan harga terjangkau, yaitu mulai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per porsi. “Di nasi Bakar Bale Bumen juga disediakan hiburan agar suasana tidak monoton untuk melengkapi makan, bisa live music, atau yang hoby nyanyi bisa karaoke gratis,” ujarnya. [irp] Beberapa pengunjung nasi bakar bale bumen, menuturkan, yang paling dia sukai dari nasi bakar adalah aroma khas daun pisang yang dibakar dan meresap sampai ke dalam makanan. Salah seorang pengunjung yang juga merupakan praktisi branding property, Widodo mengungkapkan, untuk masalah rasa, Nasi Bakar Bale Bumen adalah juaranya, setelah berkunjung ke Cibinong, ujarnya yang mengaku juga pernah menyambangi Nasi Bakar Bale Bumen di daerah asalnya yakni Kebumen. Jadi, tambahnya, rasanya sama sekali tidak ada perbedaan, kualitas rasa betul – betul terjaga, aroma khas daun pisang yang dibakar dan meresap sampai ke dalam makanan, rasanya unik, aroma masakan tradisionalnya sangat kental harumnyapun mengundang selera.