PNB_Back_Up

Jadi RS Rujukan COVID-19, Pembangunan RS Akademi UGM Dilanjutkan

UMUM –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademi Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai RS rujukan penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah sempat dibangun namun terhenti pada tahun 2010 dengan progres saat itu 75%. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelesaian RS Akademi UGM tersebut merupakan bagian dari  refocussing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19. RS rujukan tersebut akan memiliki kapasitas 107 tempat tidur untuk rawat inap, ruang tindakan dan ruang isolasi. [irp] “Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung RS masih baik dan bisa dipakai. Dengan demikian, penyelesaian RS ini tidak memakan waktu terlalu lama.  Target selesai adalah pada minggu ke-4 Mei 2020. RS tersebut terdiri dari dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 m2,”  kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu. Pembangunan lanjutan RS Akademi UGM dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT. Adhi Karya. Pekerjaan perbaikan struktur berupa pekerjaan screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran. [irp] Progres pekerjaan screed beton dan perbaikan membran pada Gedung A. Yudhistira saat ini sudah 100%, sedangkan untuk perkuatan baja masih 10% dengan target selesai 29 Mei 2020. Selanjutnya untuk perbaikan struktur di Gedung B Arjuna saat ini untuk pekerjaan screed beton sudah 80%, perkuatan baja 10% dan perbaikan membran yang baru dimulai dengan target seluruhnya selesai pada akhir April 2020. Disamping perbaikan struktur, dilakukan juga perbaikan fisik bangunan berupa pengecatan, instalasi air minum, listrik dan hydran. Saat ini progres pekerjaan tersebut pada Gedung A. Yudhistira adalah 35% untuk instalasi kabel dan pipa saluran air, sedangkan untuk pekerjaan hydran masih 15%. Selanjutnya untuk perbaikan fisik di Gedung B Arjuna saat ini untuk pekerjaan instalasi kabel sudah 60% dan pipa saluran air sebesar 20%. [irp] Total sebanyak 139 pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan RS Akademi UGM tersebut, dimana pelaksanaanya tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan. Sebelumnya melalui refocusing kegiatan, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan Fasilitas Penampungan/Observasi/Karantina di Pulau Galang, Kota Batam dan renovasi/rehabilitasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Refocusing juga dilakukan dengan memprioritaskan dan mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai/Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). [irp] Dalam refocussing kegiatan untuk mitigasi dampak COVID-19, Kementerian PUPR juga melaksanakan pembelian resin produksi Perhutani sebesar 800 ton untuk pengecatan marka jalan, pembelian karet langsung dari petani sebagai bahan campuran aspal karet di sejumlah wilayah produsen karet, seperti Lampung, Sumsel, Jambi, Kaltim, Kalsel dan Kalbar. Selain itu juga dengan stimulus fiskal di sektor perumahan, juga terdapat Subsidi Perumahan berupa Subsidi Selisih Bunga dan Bantuan Uang Muka dengan target sasaran 175.000 unit sebesar Rp. 1,5 triliun.

Cegah Penyebaran Corona, Jaya Real Property Terapkan Standar Kebersihan 

BERITA PROPERTI – Wabah Corona Virus (COVID-19) telah melanda hampir seluruh populasi di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat dihimbau untuk mendukung pemerintah dalam rangka mengurangi penyebaran virus tersebut. Selain tetap berada di rumah, jaga jarak dan melakukan kegiatan bersih-bersih agar virus tidak menempel. Perusahaan pengembang PT Jaya Real Property Tbk. (JRP) menyadari bahaya wabah ini dan langsung melakukan kegiatan antisipasi, di antaranya menerapkan kebijakan regulasi dan standar operasi perusahaan untuk memproteksi karyawan, konsumen/penghuni, maupun seluruh stakeholder JRP. Perusahaan milik pemda DKI Jakarta ini mengelola brand Bintaro Jaya High Rise yang merupakan gabungan seluruh produk condominium (The Accent, Bintaro Plaza Residences, Core Cipete, Silk Town & Apartemen Emerald Bintaro). [irp] “Kami melihat bahwa wabah ini perlu dihadapi dengan serius dan tanggap sehingga kami harus mengambil langkah gesit untuk melakukan tindakan preventif akan penyebaran virus. Namun, kami juga memahami bahwa setiap unit bisnis dan produk masing-masing memiliki variasi jenis dan kompleksitasnya yang berbeda, dari mulai pusat perbelanjaan, hingga hunian, sehingga masing-masing unit bisnis memiliki regulasi dan standard yang berbeda-beda menyesuaikan keadaan dan yang pasti tetap patuh pada anjuran dan standar pemerintah,” ujar Marketing Manager PT Jaya Real Property Tbk., Benny Aswin Siregar. Untuk karyawan sendiri, kata Benny, pihaknya memberlakukan kebijakan variatif dan lebih fleksibel. Misalnya seperti pemberlakuan Work From Home, pembagian dan pengurangan jam operasional kerja, serta memberikan jarak atau panduan physical distancing pada ruang kerja kantor. [irp] General Manager Bintaro Jaya High Rise Arum Prasasti menambahkan, setiap produk condominium yang dikelola, baik di semua kantor pelayanan konsumen maupun di setiap tower condominium, pihaknya mewajibkan standar kebersihan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni dan calon konsumen. “Bintaro Jaya High Rise adalah brand baru JRP yang menaungi seluruh produk condominium JRP. Kami melakukan penyemprotan disinfektan rutin, 2x sehari di area fasilitas publik, pengecekan suhu dengan thermo gun di lobi setiap tower, menyediakan fasilitas umum hand sanitizer di lobi maupun koridor lift, memberikan marking dalam lift untuk membatasi jumlah orang dalam lift, perlengkapan sanitasi dan proteksi diri lengkap untuk petugas kebersihan,” ujar Arum. [irp] Area publik yang dimaksud, imbuh Arum, seperti lobi, parkir, lift, fasilitas kebugaran, café, minimarket, kolam renang, children playground, dan mushola. Bintaro Jaya High Rise juga memberikan pelatihan terhadap seluruh karyawan yang bertugas di setiap produk condominium agar memahami betul mengenai virus ini, seperti cara mengoperasikan alat seperti thermo gun dan  semprotan disinfektan. Arum mengakui, pandemi ini tidak berpengaruh banyak pada performa penjualan setiap produk condominium. Hal ini karena meningkatnya permintaan apartemen pada semester I tahun 2020, yang membuktikan bahwa kebutuhannya akan selalu ada. Terutama bagi para calon penghuni yang telah melakukan reservasi atau menyelesaikan down payment untuk unit, banyak calon konsumen yang tetap ingin melakukan serah terima unit. [irp] “Ternyata, ada banyak konsumen yang merasa lebih senang dan aman tinggal di apartemen karena lengkapnya fasilitasnya yang di dalam gedung yang dikelola dengan profesional, apalagi mengetahui standar kebersihan yang ditetapkan oleh Bintaro Jaya High Rise,” tegas Arum. Kelebihan memiliki apartemen, jelas Arum adalah penghuni dalam melakukan social distancing dan karantina dapat tetap memanfaatkan fasilitas yang disediakan pengembang yang dijamin kebersihannya. Karantina jadi tidak terasa membosankan atau tidak produktif karena penghuni bisa menggunakan fasilitas apartemen tanpa khawatir akan kebersihannya.

Ini, Tiga Strategi Pelaku UKM Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid -19

UMUM – Pandemi Covid – 19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami dampak negatif Covid – 19 terhadap proses bisnisnya. Sebanyak 75% diantaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan. Tak hanya itu, 51% pelaku UKM meyakini kemungkinan besar bisnis yang dijalankan hanya akan bertahan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan. Sebanyak 67% pelaku UKM mengalami ketidakpastian dalam memperoleh akses dana darurat, dan 75% merasa tidak mengerti bagaimana membuat kebijakan di masa krisis. Sementara, hanya 13% pelaku UKM yakin bahwa mereka memiliki rencana penanganan krisis dan menemukan solusi untuk mempertahankan bisnis mereka. [irp] Dari sisi pemerintah sendiri, Kementerian Koperasi dan UKM telah membuka layanan hotline 1500 587 yang ditujukan sebagai tempat aduan bagi UKM yang usahanya terkena dampak pandemi Covid – 19 ini mulai pertengahan Maret lalu. Pendataan ini kemudian menjadi acuan dari pemerintah untuk menyiapkan program – program antisipasi dampak Covid – 19. Program-program tersebut antara lain, mengajukan stimulus daya beli UKM dan koperasi, program belanja di warung tetangga untuk menggerakkan ekonomi sekitar, restrukturisasi kredit bunga, memasukkan sektor mikro dalam program kartu pra – kerja, bantuan langsung tunai, hingga relaksasi pajak untuk UKM. Pemerintah berharap program – program ini bisa membantu koperasi dan UKM bertahan di masa pandemi ini. [irp] Di sisi lain, pemilik usaha pun harus memutar otak untuk memastikan keuangan usahanya tetap sehat dan bisa bertahan di masa sulit ini. Denny Simano, Founder DSC.ID mengatakan, ada berbagai langkah dan solusi bagi UKM untuk mempertahankan bisnis di saat sulit karena pandemi Covid – 19. Dalam event Webinar Jurnal Masterclass yang mengangkat topik ‘Strategi Manajemen Keuangan Bisnis di Masa Krisis’, Denny menjelaskan 3 strategi yang harus dilakukan oleh para pelaku UKM dalam menanggapi situasi krisis ini, yakni : Perbaiki Kualitas Produk dan Layanan Masa krisis ini menjadi momen yang tepat bagi pemilik UKM untuk memperbaiki kualitas produk ataupun layanannya serta berhenti sejenak untuk mengembangkan strategi penawaran produk barang atau jasa yang menjadi basis bisnisnya. Seringkali, para pelaku usaha tidak menyadari perbedaan antara perbaikan produk dan pengembangan penawaran. Pada dasarnya, produk adalah barang atau jasa yang dipasarkan dalam bisnis. Sedangkan penawaran adalah cara yang dilakukan pelaku usaha untuk memasarkan produk tersebut. Maka itu, pelaku usaha perlu membedakan antara produk dan penawaran berdasarkan perspektif konsumen. [irp] Strategi menawarkan produk bukan dengan cara mempromosikan keunggulan produk itu sendiri, tetapi membuat konten iklan yang menarik dengan komponen attention, interest, desire, dan action. Selain itu, UKM juga perlu memperbaiki strategi dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan timnya. Pemanfaatan teknologi dan tools-tools profesional yang sudah tersedia saat ini bisa menjadi cara pelaku usaha menentukan menentukan prioritas pekerjaan, memonitor dan mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilaksanakan dalam periode tertentu. [irp] Manfaatkan Teknologi dengan Optimal Pelaku usaha juga disarankan melakukan proses automasi pada bisnisnya. Pada dasarnya, terdapat tiga bahan bakar utama dalam berbisnis, yaitu waktu, energi, dan uang. Kebanyakan pelaku usaha memiliki uang, tetapi tidak memiliki waktu dan energi karena dihabiskan oleh pencatatan manual dan cara-cara tradisional. Hal itu biasanya menghambat perkembangan bisnis. Maka itu, pelaku usaha wajib memperbaiki proses bisnisnya, misalnya dengan mengubah pencatatan manual dengan software akuntansi online Jurnal by Mekari, mengubah proses pembayaran gaji karyawan yang semula manual menjadi sistem payroll otomatis, atau mengubah sistem pembayaran pajak secara tradisional menggunakan software Klikpajak. Dalam lini pemasaran misalnya, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin dengan digital marketing, dan social media. Dari sisi penjualan, UKM juga bisa memanfaatkan jasa online delivery yang saat ini sedang digandrungi masyarakat. [irp] Persiapkan Bisnis untuk Lebih Berkembang Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan masa ini untuk meningkatkan keahlian yang dimiliki demi perkembangan bisnis kedepannya. Misal keahlian dalam melakukan pemasaran via digital atau mengembangkan platform e-commerce sendiri. Sehingga saat bisnis berjalan dengan normal, operasional bisnis bisa berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Krisis yang terjadi saat ini tidak seperti krisis keuangan tahun 2008 yang menyebabkan daya beli menurun drastis. Saat ini lebih disebabkan oleh health crisis dengan pola masyarakat yang hanya menahan daya beli, bukan tak memiliki kemampuan membeli. Jika kondisi kesehatan warga dunia pulih dan mereda, ekonomi berpotensi kembali berjalan normal dan daya beli bisa meningkat lagi. [irp] Ibarat sebuah kapal yang diterjang badai, kita tidak menerbangkan layar, atau menurunkan jangkar, tetapi membiarkan kapal mengikuti gelombang. Bukan berarti berdiam diri, melainkan mempersiapkan bisnis dan tim. Jadi ketika ada sesuatu yang urgent, kita siap ambil tindakan, kalau kondisi normal juga lagi bisa ngebut. Intinya jangan diam di masa krisis. Jadi, sebagai pelaku bisnis UKM Anda tidak perlu cemas. Pastikan bisnis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan pada saat kondisi pandemi saat ini. Strategi pengelolaan bisnis yang diberikan oleh Jurnal ini merupakan bagian dari kampanye #UKMTahanKrisis yang bertujuan untuk mendorong pelaku usaha untuk bertahan ditengah tantangan perekonomian di masa pandemi ini. Harapannya, melalui edukasi pengelolaan keuangan dan automasi yang diberikan oleh Jurnal bisa membantu pelaku usaha untuk mengambil keputusan bisnis yang strategis dan berdasarkan dengan data, serta penuh kehati – hatian untuk mengupayakan manajemen keuangan usaha tetap sehat.

UOB Indonesia Jalankan Program Keringanan Nasabah Terdampak Covid-19

Perbankan : UOB Indonesia mendukung penuh upaya Pemerintah dan seluruh masyarakat dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Protokol kesiagaan penanganan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19 telah disiapkan dan diterapkan UOB Indonesia, baik di kantor pusat dan kantor cabang di seluruh Tanah Air. [irp] dengan kondisi pandemi yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia, UOB Indonesia peduli dengan kesehatan dan keselamatan nasabah serta karyawan.  Untuk itu UOB Indonesia telah meningkatkan langkah-langkah proaktif untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada masyarakat. UOB Indonesia, sebagai salah satu dari beberapa industri dengan layanan publik esensial yang harus menyediakan akses perbankan kepada masyarakat setiap saat, juga telah meluncurkan program relaksasi kredit untuk meringankan dampak keuangan dari COVID-19. [irp] Maya Rizano Senior Vice President Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia menjelaskan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak Covid-19, kami telah menawarkan program relaksasi kredit yang sejalan dengan peraturan pemerintah yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam program Stimulus Ekonomi Nasional. “Nasabah yang memenuhi syarat dan memiliki rekam jejak kredit yang baik dapat mengajukan permohonan keringanan kredit. Relationship Manager kami akan mengkaji setiap aplikasi yang diajukan oleh nasabah,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima meja redaksi Kamis, 9 April 2020. [irp] Dari sisi pencegahan penyebaran virus, tambahnya UOB Indonesia serta untuk memastikan agar  nasabah dapat mengakses layanan perbankan yang mereka butuhkan khususnya pada masa-masa sulit saat ini. “kami mengajak nasabah untuk memanfaatkan layanan digital banking kami yaitu Personal Internet Banking (PIB), Business Internet Banking (BIBPlus) dan Digital Bank TMRW. Relationship Manager UOB akan tetap melayani seluruh kebutuhan keuangan nasabah yang dilaksanakan melalui kanal komunikasi digital,”imbuhnya dalam keterangan pers tersebut.

Untar Salurkan Sembako Ke Masyarakat Sekitar Terdampak Covid-19

UMUM – Untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, Sivitas Akademika Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan gerakan sosial, khususnya warga sekitar kampus di kawasan Tomang, Jakarta Barat itu. Aksi sosial tersebut juga dilakukan guna mendukung pemerintah dalam mengurangi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Gerakan bertajuk Untar Peduli Masyarakat Dampak Covid-19 ini digelar bersama Polsek Tanjung Duren dan Koramil Grogol Palmerah pada Kamis, (9/4) kemarin, terutama bagi masyarakat yang langsung terkena imbasnya. Dari dana yang terkumpul, dibelikan berbagai kebutuhan sembako bagi warga sekitar kampus. [irp] Donasi didistribusikan ke kelurahan-kelurahan yang terletak di Kecamatan Grogol Petamburan dan Palmerah, yakni Kel. Tomang, Kel. Wijaya Kusuma, Kel. Jelambar, Kel. Grogol, Kel. Tanjung Duren, Kel. Tanjung Duren Selatan, Kel. Jatipulo, dan Kel. Kota Bambu Utara. Selain itu bantuan juga diberikan kepada mahasiswa Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari Papua. Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan berharap kegiatan ini berguna bagi masyarakat yang membutuhkan, meskipun dalam skala terbatas. Dirinya juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat termasuk TNI dan Polri. Ucapan terima kasih dia sampaikan kepada Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan Alumni serta siapa saja yang telah berkenan memberikan donasi. [irp] “Dalam program Untar Peduli ini, kami juga sampaikan terimakasih kepada Polsek Tanjung Duren dan Koramil Grogol Palmerah yang membantu dalam pengawalan pendistribusian bantuan ini. Kita berdoa supaya Pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kita kembali ke kehidupan yang normal,” ucap Guru Besar Teknik Mesin tersebut. Kapolsubsektor Tomang Iptu Kesar Manullang, S.H. mengatakan, bantuan ini sangat bermanfaat dan bisa digunakan untuk menghadapi situasi yang sangat berat dialami masyarakat sekarang ini. “Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Tarumanagara,” ujar dia. [irp] Senada denga Danramil 03/Grogol Palmerah, Kapten Inf. Irwan yang menyampaikan, siap membantu apapun kegiatan untuk meringankan beban masyarakat dan siap turun ke lapangan. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Untar yang sudah turut mendukung dan membantu kesulitan masyarakat dengan bentuk bantuan sembako. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan kami berkewajiban mendistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa diterima masyarakat,” tutur Kapten Inf. Irwan. Dalam program tersebut, hadir dan ikut mendistribusikan bantuan paket sembako pada kegiatan Untar Peduli, diantaranya Wakil Rektor II Dr. Rasji, S.H., M.H, Ketua Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Adianto, serta Kepala Hubungan Masyarakat Dra. Paula T. Anggarina, M.M. [irp] Sebelumnya, kepedulian Untar juga telah dilakukan dalam berbagai kegiatan, seperti pemberian sumbangan hand sanitizer kepada beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit. Selain itu, beberapa mahasiswa Untar pun terlibat memberi bantuan alat-alat kesehatan serta menjadi volunteer dalam kegiatan penanggulangan Covid-19.

Lagi, Tiga Tower di Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat COVID-19 Tambahan

NASIONAL –  Guna melakukan antisipatif penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan tiga tower tambahan Wisma Atlet Kemayoran. Sebelumnya Kementerian PUPR melakukan renovasi 4 tower dari 10 tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat Covid-19. “Kementerian PUPR akan mempersiapan dan merenovasi tiga tower tambahan yakni tower 2, 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH, di Jakarta. [irp] Menurut Khalawi, tambahan 3 tower tersebut akan digunakan untuk menambah daya tampung ruang pasien RS Darurat COVID-19 dan menyediakan hunian layak bagi tenaga dokter dan paramedis yang bertugas 24 jam di RS Darurat tersebut. Untuk tower 2 digunakan sebagai hunian tim dokter dan paramedis memiliki 24 lantai dengan jumlah 886 unit. Saat ini telah selesai dilakukan pembersihan dan perbaikan minor pada tower 2. Sedangkan tower 4 dan 5 yang berada di Blok D-10 akan dimanfaatkan untuk menambah ruang isolasi/karantina (rawat inap) bagi pasien dengan masing-masing kapasitas 886 unit. “Kami memperkirakan pekerjaan persiapan tambahan tiga tower untuk RS Darurat Covid-19 ini akan selesai pada pekan depan yakni sekitar hari Sabtu 18 April 2020 mendatang,” tuturnya. Khalawi menambahkan, Kementerian PUPR juga melakukan sejumlah perubahan fungsi bangunan pada tower 6 yang sebelumnya sebagai ruang rawat inap menjadi ruang penanganan. Lantai 1 tower 6 direnovasi untuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), lantai 2 ruang Intensive Care Unit (ICU), dan lantai 3 ruang pemulihan. Sementara lantai 4-24  tetap digunakan sebagai ruang rawat inap yang pembangunannya memperhatikan tekanan negatif atau negative pressure pada ruangan. Total tower 6 memiliki 650 unit. [irp] “Kementerian PUPR terus berupaya memberikan fasilitas terbaik untuk melengkapi fungsi RS Darurat Covid-19. Kami berharap para pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran bisa segera pulih dan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga,” kata Khalawi. Sebelumnya Kementerian PUPR telah menyiapkan 4 tower Wisma Atlet Kemayoran yang telah beroperasi sejak 23 Maret 2020 untuk menangani pasien positif COVID-19 dalam kondisi sakit ringan. Hal ini dilakukan agar rumah sakit rujukan Corona bisa fokus untuk menangani pasien COVID-19 yang kondisinya sakit berat. Empat tower yang telah beroperasi adalah tower 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D-10. Tercatat sebanyak 247 petugas di RS Darurat Wisma Atlet, baik dokter, paramedis dan juga non paramedis.

Rusunawa Muaro Painan Dijadikan Sebagai Karantina Pasien Covid-19

NASIONAL – Dalam rangka berupaya ikut dalam penanganan dan antisipasi wabah Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memanfaatkan bangunan rumah susun sewa (Rusunawa) di daerah untuk lokasi karantina masyarakat yang terjangkit Covid-19. “PUPR bersama pemerintah daerah setempat menjadikan Rusunawa Pekerja atau ASN di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat untuk menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) kasus kontak Covid-19,” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat, Nursal didampingi PPK Rumah Susun dan Khusus Syafrianto dalam siaran pers. [irp] Nursal menjelaskan, pemanfaatan bangunan Rusunawa sebagai lokasi isolasi pasien yang diduga mengidap Covid-19 tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jendral Penyediaan Perumahan tanggal 21 Februari 2019 kepada Bupati Kabupaten Pesisir Selatan mengenai pemanfaatan segera Rusunawa yang ada. Rusunawa Pekerja atau ASN di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat juga telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan diwakili Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan Mukhridal. “Rusunawa Pekerja atau ASN di Kabupaten Pesisir Selatan dibangun pada tahun 2018 lalu. Namun Rusunawa masih belum digunakan karena Pemerintah Daerah masih menyusun Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Rusunawa,” terangnya. [irp] Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyedian Perumahan Provinsi Sumatera Barat, Rusunawa ini dibangun sebanyak satu tower setinggi tiga lantai. Jumlah unit hunian di Rusunawa ini berjumlah 42 Unit termasuk empat kamar untuk penyandang disabilitas dengan ukuran hunian tipe 36. Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah meubelair seperti meja dan kursi tamu, tempat tidur dan lemari pakaian. [irp] Dari hasil pengamatan di lapangan, ruangan isolasi pasien Covid-19 hanya menggunakan unit hunian yang berada di lantai satu dan dua sebanyak 16 ruang. Pihak pemerintah daerah pun juga membatasi akses keluar masuk ke dalam Rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk penanganan Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, Tim Medis Khusus. Sedangkan penjagaan gedung diperketat dengan melibatkan personil dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparat Kepolisian. “Dari informasi yang kami terima sudah ada sebanyak delapan pasien Covid-19 yang diisolasi di Rusunawa tersebut. Untuk akses masuk ke dalam Rusunawa juga telah dibatasi,” terangnya. [irp] Terkait pemanfaatan Rusunawa ini, pihak SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan guna menjadikan Rusunawa ini sebagai tempat isolasi masyarakat. “Pemanfaatan Rusunawa sebagai tempat isolasi paisen Covid-19 juga sudah disetujui oleh pemerintah daerah dan warga setempat. Warga juga mendukung  setelah  mendapat penjelasan lebih rinci terkait upaya karantina ODP Covid-19. Namun, warga meminta gedung ditutupi dengan seng serta penjagaan di lokasi dilakukan dengan ketat agar tidak ada warga yang keluar masuk,” katanya.