Pemerintah Akan Bangun Rusun Subsidi Meikarta, Dekat Kawasan Industri dan Fasilitas Publik

Propertynbank.com – Lokasi rencana pembangunan rusun subsidi Meikarta ditinjau langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama di kawasan perkotaan yang mengalami defisit hunian signifikan. Lokasi yang menjadi fokus kunjungan adalah Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, masing-masing seluas sekitar 10 hektare. Kedua area tersebut dipandang strategis mengingat akses transportasi yang baik serta kedekatannya dengan kawasan industri dan fasilitas publik. “Mari kita pastikan hunian subsidi ini tidak hanya ada, tetapi benar-benar layak dan strategis,” ujar Menteri Maruarar. Berdasarkan data terbaru Kementerian PKP, Indonesia masih menghadapi defisit hunian lebih dari 10 juta unit, khususnya di daerah metropolitan seperti Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya. Di kawasan Bekasi sendiri, pertumbuhan migrasi pekerja ke industri terus meningkat setiap tahun, sehingga menekan kebutuhan rumah terjangkau bagi keluarga berpenghasilan rendah. Selain itu, menurut survei pasar perumahan kuartal IV 2025, harga rumah tapak di Jabodetabek rata-rata naik 8–12% per tahun, sementara kemampuan daya beli MBR belum menunjukkan peningkatan sebanding. Hal ini mempertegas urgensi penyediaan rumah subsidi dengan skema pembiayaan terjangkau. Menteri Maruarar menyatakan bahwa di atas lahan sekitar 10 hektare, direncanakan pembangunan sekitar 18 tower rumah susun yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti Sekolah dasar dan menengah, Klinik kesehatan, Taman bermain anak, Fasilitas olahraga dan Akses transportasi yang terintegrasi. “Kita ingin rusun subsidi ini menjadi contoh model hunian MBR yang layak dan terpadu dengan fasilitas yang memadai,” ujar Menteri PKP. Pemerintah akan mempertimbangkan akses fasilitas publik utama seperti tempat ibadah, pasar, sekolah, dan rumah sakit dalam setiap tahapan perencanaan, untuk memastikan kualitas lingkungan hunian. Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Sesuai Aturan Seluruh proses pembangunan akan mengikuti aturan yang berlaku dan prinsip kehati-hatian, termasuk verifikasi status lahan. “Lahan sawah tidak boleh digunakan untuk pembangunan ini,” tegas Menteri Maruarar. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat, baik dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan sektor swasta. Menteri juga menyampaikan bahwa pekan ini akan melakukan pertemuan lanjutan di Gedung Sate bersama Gubernur Jawa Barat, untuk verifikasi lebih detail. Tim Kementerian PKP tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung proyek, seperti Skema pembiayaan yang inklusif, Aspek legalitas dan perizinan dan Desain bangunan yang efisien dan layak huni. “Semua kita siapkan agar sesuai dengan arahan Presiden Prabowo: bermanfaat bagi rakyat, negara, dan dunia usaha,” ujar Maruarar. Sebagai bagian dari percepatan penyediaan hunian layak, Menteri PKP menyatakan bahwa timnya akan melanjutkan survei ke beberapa lokasi lain bersama pengembang yang berbeda. Targetnya adalah memperluas jangkauan rumah susun subsidi di wilayah yang juga mengalami tekanan kebutuhan hunian. “Kita akan terus bergerak cepat agar tahun ini tercapai terobosan nyata dan bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya.
Lippo Group Diminta Segera Tuntaskan Permasalahan Meikarta

Propertynbank.com – Guna memfasilitasi penyelesaian masalah antara konsumen Apartemen Meikarta dan Lippo Group, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi Apartemen Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. “Sore ini saya hadir langsung di Meikarta, untuk bertemu dengan konsumen meikarta dan James Riady. Kunjungan saya ke Meikarta hari ini dalam agenda tindak lanjut kesepakatan untuk menyelesaikan masalah antara konsumen Meikarta dan Lippo Group,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (22/7) lalu. Lippo Group hingga saat ini telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi sesuai permintaan konsumen sebanyak 40 orang dan masih proses pembayaran sebanyak 38 orang. Menteri PKP menyatakan, Kementerian PKP dalam posisi sebagai fasilitator dan tidak memihak siapapun. Pemerintah sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto akan hadir dan bertindak adil untuk rakyatnya baik dari sisi konsumen sebagai rakyat dan pengusaha juga sebagai rakyat. “Bagaimana hal ini bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat,” katanya. Kementerian PKP juga terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui kanal BENAR – PKP dalam hal permasalahan Apartemen Meikarta yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Menteri PKP juga menyadari bahwa masih memerlukan waktu dan proses panjang dalam penanganannya dan meminta maaf apabila belum memuaskan semua pihak. Baca Juga : Lippo Group Mulai Lakukan Pembayaran 13 Konsumen Meikarta Senilai Rp 3,5 M “Kalau ini belum memuaskan saya minta maaf. Ini yang bisa saya lakukan sebagai Menteri namun progresnya jelas dan saya berusaha yang terbaik lewar kerja keras dan cari titik temu dimana konsumen mulai pelan-pelan dibayarkan,” katanya. Kementerian PKP, imbuhnya, juga telah menugaskan Dirjen Kawasan Permukiman, Fitrah Nur bersama timnya untuk melakukan koordinasi dengan pihak Lippo Group guna membahas mekanisme penyelesaian dan meminta konsumen untuk menyerahkan kelengkapan data yang dibutuhkan. “Terimakasih banyak untuk kerja kerasnya Dirjen Kawasan Permukiman Fitrah Nur dan tim Benar-PKP, Ketua BPKN Mufti Mubarok, sebagaimana arahan Presiden Prabowo untuk melindungi hak-hak konsumen, saya menempuh jalur musyawarah untuk mufakat berkoordinasi memfasilitasi progres penyelesaian antara konsumen dan pihak dari Meikarta,” terangnya. Sementara dari data pihak Lippo Group, saat ini sudah ada dua tahap penyelesaian yakni tahap pertama ada 15 konsumen Apartemen Meikarta sudah mendapat pembayaran dari pihak Lippo Group. Selanjutnya pada tahap kedua ini sudah ada 25 orang yang sudah dibayar dan 38 orang masih proses verifikasi pemberkasan dari pihak Lippo Group dan ditargetkan selesai pada 22 September mendatang. Namun demikian, pihak Lippo Group enggan menyampaikan nilai pembayaran uang konsumen Apartemen Meikarta dan hanya menyatakan jumlahnya puluhan Milyar. Baca Juga : Bantu Kasus Meikarta, Maruarar Rela Sumbangkan Gajinya Saat Kerja Di Siloam “Jadi sudah clear ya. Hari ini ada yang bersepakat ada 38 orang yang ingin mendapatkan pembayaran uang semua. Dari pihak Meikarta pun sudah memberikan opsi untuk ganti unit apartemen atau ganti pembayaran uang,” terangnya. Lippo Group Apresiasi Pemerintah CEO Lippo Group, James Riady menyatakan, pihaknya mengapresiasi peran pemerintah khususnya Menteri PKP yang meninjau langsung Apartemen Meikarta dan menyatakan bahwa Meikarta bukan proyek yang mangkrak. “Ada 5000 hektar luas kawasan ini. Meikarta hanya satu bagian kecil dan tidak mangkrak karena apa yang terjadi (Apartemen Meikarta-red) dikerjakan pihak Luar Negeri dari China dan kita ikut saham tapi mereka tinggalkan Indonesia. Lippo masuk untuk menyelesaikan ini,” tandasnya. Baca Juga : Konsumen Apartemen Meikarta Tuntut Uang Kembali 100 Persen James menjelaskan, dalam kesepakatan antara Lippo Group dan Konsumen Meikarta yang jumlahnya hampir 20.000 orang tidak ada yang dirugikan. Tapi jadwal penyerahan unitnya memang mundur 2 – 3 tahun hingga Lippo Group menyelesaikan proses pembangunan. “Dalam putusan pengadilan juga sudah inkrah. Apartemen Meikarta terjual hampir 19 ribu unit dan yang terbangun sebanyak 16.500 unit serta yang diserahkan ada 14.500. Yang belum diserahkan sekarang sampai akhir tahun ada sebanyak 4.000 unit,” terangnya. Dirinya juga menegaskan bahwa unit yang sudah dibeli oleh konsumen Apartemen Meikarta bukan uang hilang. Bagi konsumen Apartemen Meikarta yang ingin mendapatkan ganti rugi pembayaran maka bisa menghubungi pihak Lippo Group untuk melakukan titip jual dan prosesnya memerlukan waktu sekitar 2 bulan. “Kami komitmen untuk bertanggung jawab dan unitnya pasti tidak hilang. Kan sudah difasilitasi secara terbuka dan diketahui publik dan selama belum diselesaikan dan terjual kami tidak bikin apartemen yang baru tapi fokus,” terangnya. Baca Juga : Konsumen Yang Dirugikan Proyek Meikarta Bisa Mengadu ke BENAR PKP Sementara itu, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti menerangkan, banyak pengaduan di bidang perumahan yang harus diselesaikan termasuk masalah Meikarta. “Kita saksikan kecepatan penyelesaian masalah Meikarta oleh Kementerian PKP dibawah kepemimpinan Menteri Maruarar Sirait sangat luar biasa. Prosesnya lebih cepat dan terbuka serta didukung angka kongkrit. BPKN akan support penuh agar masalah Meikarta selesai secara efektif, efisien dan gerak cepat,” tegas Mufti.
Cendana Cove Verdant, Proyek Perdana Lippo Di Tahun 2022
Propertynbank.com – Cendana Cove Verdant yang akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2022, tercatat sebagai proyek pertama perusahaan pengembang properti senior Lippo Group. Melalui PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), pengembang kawakan ini optimis sektor properti akan kembali menggeliat di tahun 2022. Optimisme LPKR tersebut juga sejalan dengan catatan Property Market Outlook 2022, yang dilaporkan oleh Rumah.com dalam Indonesia Property Market Index, yang mengindikasikan bahwa tren harga properti akan terus meningkat setiap kuartal di tahun 2022. Menurut laporan tersebut, pulihnya ekonomi nasional turut membangun optimisme bagi pasar properti. Rumah.com juga mengungkapkan, dukungan pemerintah melalui insentif PPN yang berlaku hingga Juni 2022 juga meningkatkan minat konsumen untuk kembali berburu hunian. Bagi konsumen, tahun 2022 masih akan menjadi ‘buyer’s market’ dan konsumen yang telah siap secara ekonomi akan mengambil keputusan untuk membeli properti secepatnya. Hal ini juga diperkuat dengan hasil survei yang dilakukan oleh Rumah.com, yakni dari 1.078 responden pada survei online, sebanyak 65% berencana untuk membeli rumah dalam waktu 1 tahun kedepan – terutama pilihan rumah tapak. Menurut survei tersebut, minat konsumen properti di tahun 2022 masih akan tertuju pada kawasan penyangga kota besar atau suburb. Selain itu, fasilitas umum di sekitar properti juga menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih hunian. Rumah.com juga menyorot tren penting bagi pasar properti yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memiliki rumah yang ramah lingkungan, terutama untuk rumah desain modern dilengkapi fitur-fitur hemat listrik dan menerapkan sistem cross-ventilation, serta penggunaan jendela yang lebar. Terkait dengan hal itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) merupakan pengembang yang sangat jeli melihat tren di sektor properti. LPKR telah menghadirkan berbagai proyek rumah tapak 2 lantai sejak awal tahun 2020 – hasil kolaborasi arsitek kelas dunia, Alex Bayu dan Karl Princic. Rumah tapak ini mengusung eco-living concept dengan gaya arsitektur urban yang simple, stylish dan elegan yang terbukti sangat digandrungi konsumen. Selain itu, desain open plan atau rumah yang tidak banyak sekat menciptakan ruang multifungsi yang sangat cocok untuk gaya hidup business from home dan work from home. Penggunaan jendela yang lebar di setiap sisi bangunan rumah juga memaksimalkan sirkulasi udara maupun cahaya dengan sistem cross-ventilation. Cendana Cove Verdant Proyek ke 9 Cendana Series CEO LPKR John Riady menjelaskan, berbagai indikator dan sinyal positif khususnya untuk segmen rumah tapak, ditangkap oleh LPKR dengan menghadirkan produk yang tepat. Terbukti dengan 8 proyek rumah tapak Cendana Homes Series yang diluncurkan sejak awal tahun 2020 selalu habis terjual hanya dalam waktu sekitar 3-4 jam. Sebelumnya telah dipasarkan Cendana Spring, Cendana View, Cendana Place, Cendana Hills, Cendana Peak, Cendana Icon, Cendana Parc & Parc North dan Cendana Cove serta yang ke sembilan adalah Cendana Cove Verdant. “Karena permintaan pasar yang tetap tinggi untuk produk ini, kami menyiapkan proyek terbaru Cendana Cove Verdant yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2022,” ujar John Riady dalam keterangan tertulis kepada propertynbank.com, Rabu (2/2). Dikatakan John Riady, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang berlaku hingga bulan Juni 2022 diyakini akan mendorong peningkatan penjualan rumah inden. LPKR sudah dikenal sejak lama sebagai pengembang properti terkemuka yang mumpuni dalam strategi penjualan rumah inden. “Kami awali tahun 2022 dengan meluncurkan Cendana Cove Verdant dan kami prediksi akan mampu meningkatkan kinerjanya dalam upaya mencapai target kinerja pra penjualan Rp5,2 triliun tahun ini,” tutup John Riady.
Bidik Kaum Milenial, Lippo Luncurkan Cendana Parc Harga Rp 650 Jutaan
PERUMAHAN – Cushman & Wakefield Indonesia mencatat, tak kurang dari 11.500 unit rumah yang terjual pada tahun 2020 lalu. Gencarnya berbagai promo dan penawaran menarik yang diberikan oleh sejumlah pengembang di tengah pandemi Covid-19, mendorong konsumen untuk membeli properti, khususnya rumah atau produk hunian. Menurut Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo, rumah yang paling laku dan banyak dicari konsumen dikisaran harga Rp500 juta hingga Rp1Milar. [irp] “Rumah-rumah untuk segmen menengah yang paling banyak dicari berada di 40 kawasan yang dikembangkan oleh beberapa developer. Bahkan, pengembang besar seperti Lippo Karawaci sudah menggarap pasar di segmen sejak tahun lalu. Begitu juga pengembang lainnya yang mengkuti strategi ini dengan ikut merilis produk untuk segmen menengah,” jelas Arief Rahardjo. Tahun 2020, sebut Arief, menjadi titik balik bisnis properti Lippo yang divalidasikan oleh suksesnya empat kali peluncuran produk Cendana Series. Pasalnya, seluruh unit yang ditawarkan dalam acara pemilihan unit Cendana Series, terjual habis dengan singkat dalam kurun waktu beberapa jam saja. [irp] Lippo kembali menunjukkan kejeliannya pada tahun 2021, dengan membidik segmen menengah milenial dengan harga terjangkau, yakni menawarkan rumah tapak dua lantai Cendana Parc, yang dibanderol Rp650 jutaan. Rencananya, Cendana Parc resmi diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2021 mendatang. Pada peluncuran tersebut, untuk memudahkan konsumen, Lippo menggandeng sejumlah institusi pembiayaan seperti Bank Nobu, BNI, BRI, CIMB Niaga, Bank Permata, Panin Dubai, Asiatic dan Ciptadana yang memberikan fasilitas pembiayaan dengan DP 0% dan cicilan mulai Rp3,5 juta per bulan. [irp] Cendana Parc merupakan hunian yang didesain oleh Alex Bayu dan Karl Princic dengan memadukan harmonisasi alam, kehidupan urban yang terwujud dalam desain rumah dua lantai dengan kualitas terbaik. Cendana Parc memenuhi selera kekinian kaum milenial yang simple dan modern, dalam desain rumah industrial touch dengan open space living dari bentuk atap pelana, high ceiling, berjendela besar serta garden di bagian depan dan belakang rumah.
Tampil Prima Pekan Lalu, Saham Grup Lippo Melambung Dua Digit
PASAR MODAL – Kinerja saham sejumlah anak usaha grup Lippo sepekan lalu tampil prima. Hal ini tercermin dari kenaikan saham PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT First Media Tbk (KBLV), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) yang melesat hingga dua digit. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham MLPT memimpin kenaikan tertinggi hingga 53,91% ke harga Rp885. Disusul oleh KBLV yang melesat 32,7% ke Rp438. Sementara NOBU terkerek 31,34% ke Rp880. MLPL dan LPKR mampu naik hingga 24% dan 22,6% ke harga Rp62 dan Rp180. Sementara itu LPCK naik 10,24% ke harga Rp795. [irp] Kenaikan harga yang dialami beberapa saham Grup Lippo, menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama lantaran dari sisi harga yang relatif murah dan juga sentimen positif pembagian dividen yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Kata Okie, untuk MLPT memang dividen payout ratio-nya cukup besar secara historis. Pada tahun 2019, dividend payout ratio mencapai 182,19%. Sementara di tahun 2018, dividend payout ratio MLPT mencapai 80,19%. Adapun tahun ini dividend payout ratio MLPT mencapai 181,76%. MLPT tercatat akan membagi dividen Rp133 per saham. Total dividen yang akan dibagikan Rp249,38 miliar. [irp] Jumlah ini lebih tinggi dibanding laba bersih yang dikantongi sepanjang 2019. Menilik laporan keuangannya, sepanjang 2019 MLPT mengantongi laba bersih hingga Rp137,27 miliar. Hingga akhir 2019, MLPT masih memiliki saldo laba belum dicadangkan hingga Rp545,96 miliar. Dividen yield MLPT yang tinggi turut menopang penguatan sahamnya. Dari lima saham yang naik, saham LPCK dan LPKR dinilai masih sangat layak dilirik karena dari sisi likuiditas masih sangat kuat. “Selama LPCK masih terjaga di atas Rp700, investor boleh mempertimbangkan buy on weakness dengan target harga Rp850,” ujar Okie. [irp] Ia menambahkan, pola pembalikan arah dari bearish ke bullish sudah terlihat sejak Maret 2020. Pada Jumat (05/06), harga saham LPCK menguat 4,61% ke Rp795 per saham. Meski naik tipis, karena LPCK memiliki likuditas kuat, maka dari sisi pergerakan saham paling menarik. LPCK secara teknikal sudah membentuk tren naik sejak pertengahan Mei lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Sementara itu, saham LPKR hari ini, Senin (8/6), juga dibuka menghijau di Rp184,00 per lembar saham, naik 1,66% dibanding pada penutupan Jumat. [irp] Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti dan juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, tambah Okie, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat. Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR. [irp] Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin menggeliat pada penutupan dagang, Senin (08/06/2020), dengan meraup untung 122,78 poin atau 2,48% ke level 5.070,56. Sesi pembukaan, IHSG melanjutkan penguatan dengan menembus level goceng, dengan dibuka bertambah 52,58 poin atau 1,06% ke level 5.000,36. Senin ini, Indeks diperdagangkan di level 4.947,89-5.103,09. Seluruh atau 10 indeks sektoral menguat menopang laju IHSG untuk reli. Penguatan terbesar dicatat sektor keuangan yang meraih laba 4,46%, perkebunan subur 3,82%, konstruksi dan properti menguat 2,91%, dan barang konsumsi naik 1,84%. [irp] Dari total 660 saham emiten yang diperdagangkan, 326 menguat, 173 stabil, dan 161 turun. Nilai transaksi saham sebesar Rp12,27 triliun dari 14,98 miliar unit. Asing melakukan jual bersih Rp3,34 triliun berbanding aksi beli asing Rp3,20 triliun. (Artha Tidar)
Progres Meikarta, Konstruksi Empat Tower Selesai dan Lanjut Bangun 52 Lainnya
BERITA PROPERTI – Manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengklaim pembangunan Meikarta terus berlanjut meski kasus hukum tengah membelit proyek properti itu. Bahkan, perusahaan akan melangsungkan penyelesaian konstruksi (topping) atas empat tower proyek tersebut pada 1 Agustus 2019 mendatang. CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan perusahaan juga akan melakukan serah terima kunci kepada pembeli setelah penyelesaian konstruksi tersebut. Setelah itu serah terima kunci, perusahaan akan melanjutkan pembangunan 52 tower sisa. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pada 2021 mendatang. “Total ada 56 tower, ini totalnya ada 22.500 unit. Jumlah yang sudah terjual ada 65 persen,” ucap John di Jakarta, Kamis (20/6). Sementara, perusahaan mengharapkan 35 persen unit yang tersisa bisa laris dalam waktu 18-24 bulan ke depan. Dengan kata lain, seluruh unit ditargetkan dapat terjual maksimal pada 2021 mendatang. [irp] Grup Lippo, kata John, sudah membuat jadwal bahwa pembangunan 56 tower ditargetkan selesai pada kuartal IV 2020 atau kuartal I 2021. Dalam hal ini, perusahaan membagi tower itu dalam dua distrik, yakni District 1 dan University District. “Ini dibagi dua distrik, masing-masing 28 tower (dari 56 tower),” imbuh dia. John menegaskan pembangunan ini merupakan arahan dari pemerintah. Beberapa unit sudah dibeli, sehingga perusahaan harus menepati janji pada konsumen. “Nggak terganggu (dengan proses hukum), kami kan mengikuti arahan pemerintah. Kataya disuruh terus jalan, yang penting kan bangun,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Publik Lippo Grup, Danang Kemayan Jati mengatakan pembangunan 56 tower ini dilakukan di atas lahan 84,6 hektare (ha). Lahan tersebut, kata dia, sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat. “Kami bangun di tempat yang sudah ada izinnya,” terang Danang. [irp] Ia menyebut perusahaan fokus pada pembangunan properti di lahan yang sudah mendapatkan izin. Namun, Danang enggan menjelaskan lebih lanjut proses izin lahan Meikarta lainnya yang mencapai 500 ha. “Total 500 ha itu kan keseluruhan, kami bangun dulu di yang sudah ada izin. Kami bangun dulu apa yang kami janjikan ini,” tegasnya. Sementara itu, ia tak mengelak jika sempat terjadi pembatalan pembelian oleh sejumlah konsumen beberapa waktu lalu. Namun, jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan tingkat pembelian. Menurutnya, setidaknya ada penjualan sekitar 30 unit-50 unit dalam sebulan. [irp] “Yang beli sama yang mengembalikan banyakan yang membeli, orang yang mengembalikan sedikit karena ada kasus Meikarta jadi dibangun tidak ya, tapi sekarang dibangun,” jelasnya. Sementara, jumlah pembatalan pembelian tak sampai 50 unit. “Tak berpengaruh ke kinerja, itu minor. Penjualan saja sampai 50 unit rata-rata,” jelasnya. Selain itu, PT Lippo Karawaci Tbk telah mengantongi izin pemegang saham guna menerbitkan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar US$730 juta atau Rp10,22 triliun. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp235 per saham. Danang mengungkapkan raihan dana dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan dan membiayai sejumlah proyek properti. Dalam hal ini, manajemen akan mengutamakan proyek Meikarta. [irp] “Usai memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), rencana rights issue ini tunduk pada pernyataan pendaftaran rights issue dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkapnya lagi. Rencananya, rights issue akan diterbitkan pada semester I 2019. Artinya, perusahaan paling lambat merilis saham baru itu pada Juni 2019. Danang mengatakan Lippo Karawaci sebelumnya mendapatkan dana segar sebesar US$280 juta atau Rp3,92 triliun dalam bentuk tunai dari PT Inti Anugerah Pratama (IAP) sebagai pemegang saham perusahaan dan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki oleh IAP. “Penyetoran lebih awal ini merupakan penyetoran modal di muka untuk bagian hak dari IAP dalam rights issue,” tambahnya. Bila dijumlah, total dana yang akan diraih Lippo Karawaci mencapai Rp14,14 triliun. Selain proyek Meikarta, manajemen akan melakukan pembayaran sebagian kewajiban utang demi memperbaiki profil jatuh tempo. [irp] Ia memaparkan perusahaan membukukan kenaikan pendapatan 18 persen sepanjang tahun lalu dari Rp10,5 triliun menjadi Rp12,5 triliun. Mayoritas peningkatan itu diraih dari penjualan investasi di first REIT dan divisi Healthcare. “(Dua sumber pendapatan itu) menyumbang hampir setengah dari total pendapatan perusahaan,” sebutnya. Selain itu, divisi Development berkontribusi sebesar 37 persen dan divisi Komersial 3 persen terhadap total pendapatan Lippo Karawaci. Berkat pertumbuhan pendapatan, laba perusahaan ikut naik menjadi Rp695 miliar dari sebelumnya Rp614 miliar. Pada 2019, dividen pemegang saham tak dibagi dan menahan laba bersih sepanjang 2018. (Artha Tidar)
Proyek Meikarta Terus Berlanjut Dan Sudah Serah Terima 300 Unit
BERITA PROPERTI— Lippo Group menjamin megaproyek Meikarta akan tetap dilanjutkan mengingat proyek itu memiliki masa depan yang sangat prospektif, dan terus melakukan serah terima unit. CEO Lippo Karawaci, John Riady mengatakan Kelompok usaha Lippo menargetkan tahun ini bisa menyelesaikan sejumlah proyek properti sebagai tanggung jawab ke konsumen. Khusus Meikarta, sudah dilakukan serah terima sekitar 300 unit dan tiap pekan akan terus dilakukan serah terima tersebut. [irp] “Pembangunan Meikarta terus berjalan. Kalau tidak salah, kami sudah serah terima sekitar 300 unit. Minggu depannya kami akan serah terima lagi sekian ratus unit. Ini menjadi komitemen kami,” katanya, dilansir Bisnis Indonesia, pada Selasa (19/3). Ia menjelaskan proyek Meikarta di kawasan Cikarang Jawa barat itu secara keseluruhan luasnya 500 hektare dan dibagi ke dalam tiga fase. Untuk fase pertama seluas 84 hektare, dibagi lagi dalam fase 1 A, 1 B dan 1 C. Untuk fase 1 A, memiliki luas 24-26 hektare dengan jumlah 25.000 unit. [irp] “Kami fokus untuk menyelesaikan yang fase 1 A. Ini di luar proyek Orange County. Kalau proyek itu sudah selesai pada tahap awal sekali.” Dia menegaskan penyelesaian proyek ini menjadi fokus Lippo. “Maka dari itu kami fokus untuk menyelesaikan proses ini sebagai tanggung jawab kami ke konsumen. Ini sekaligus memberi kepastian dan menjawab pertanyaan pertanyaan dari konsumen soal kelanjutan proyek ini,” tegasnya. Proyek utama yang saat ini sedang dibangun adalah Holland Village, Millenium Village, Monaco Bay Residences, St Moritz Makassar, Perkantoran Kemang, Embarcadero, Perkantoran Lippo Thamrin serta Holland Village Manado. Termasuk Mega proyek Meikarta yang hingga kini tengah diterjang kasus di KPK, segera diselesaikan. [irp] Sebab, ujarnya daerah Cikarang sebagai tempat lokasi dimana proyek itu dibangun, saat ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Didukung pembangunan infrastruktur pemerintah. Selain itu, harga tanah di daerah timur jakarta lebih murah dibandingkan daerah barat. John mengatakan meski proyek tersebut sudah tak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan anak usaha, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), tapi Lippo masih menjadi pemilik proyek Meikarta. “Meikarta itu adalah proyek yang sangat bagus, bahkan Meikarta menjadi investasi hunian terbesar se Asia Tenggara,” ujarnya. (Artha Tidar)
Meikarta Tersandung Kasus Suap, Saham Lippo Group Rontok
HUKUM – Kawasan mega proyek Meikarta yang digagas oleh Lippo Group kembali menuai perhatian publik karena sedang dirundung masalah. Proyek terintegrasi dengan konsep skala kota seluas 5.400 hektare itu, sebelumnya juga sempat mengalami permasalahan terkait aturan tata ruang dari pemerintah daerah Jawa Barat. Lalu, Selasa (16/10) industri properti Indonesia dikagetkan dengan ditetapkannya Bupati Bekasi Neneng Hasanah sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah diketahui ikut ‘bermain’ terkait suap izin proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Tak hanya Neneng, 10 Pejabat Pemkab Bekasi ikut terlibat dalam kasus suap tersebut. Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK tersebut, langsung membuat sebagian besar saham-saham Lippo Group yang terkoneksi dengan proyek Meikarta mengalami penurunan. Berdasarkan kutipan dari Detikcom, saham emiten itu langsung anjlok. Pada penutupan pasar beberapa waktu lalu, tercatat LPKR sempat turun 2,68% ke Rp 290, dan LPCK turun 14,77% ke Rp 1.385 pasca kasus Meikarta. KPK membongkar kasus suap Meikarta ini melalui operasi tangkap tangan yang digelar di Jakarta dan Surabaya pada 14 Oktober 2018. Berdasarkan laporan pada tempo.co, dalam operasi itu KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Dolar Singapura (Sing$) 90 ribu dan Rp 513 juta. Beberapa pejabat di Kabupaten Bekasi diduga disuap dalam operasi tersebut. BACA JUGA : Broker Properti : Meikarta, Bisa Positif Atau Negatif KPK juga menyita dua barang bukti berupa mobil yang digunakan saat terjadi transaksi suap. Kedua kendaraan yang disita yakni Toyota Avanza dan Kijang Innova. KPK juga menetapkan tersangka suap izin proyek Meikarta kepada Pihak pemberi adalah Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), dan Henry Jasmen (pegawai Lippo Group) Dalam Kasus, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK berdasarkan dari Laporan ‘permainan’ terkait perizinan yang diterima oleh KPK pada November 2017. KPK kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan selama satu tahun setelah adanya laporan dari masyarakat. KPK juga mensinyalir adanya penerimaan hadiah kepada Neneng untuk memuluskan perizinan proyek pembangunan Meikarta yang melibatkan beberapa pejabat Pemkab Bekasi. Dari situs berita Kompas.com, Neneng selaku bupati dan para kepala dinas diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar. (Irvan Chandra, dari berbagai sumber)
Lippo Tutup Atap Dua Tower Pertama Di Meikarta
BERITA PROPERTI – Pembangunan mega proyek Meikarta menunjukkan progres yang sangat signifikan sejak resmi diluncurkan Agustus 2017 lalu. Lippo Group selaku pengembang kawasan kota baru dengan total seluas 500 hektar itu, akan melakukan prosesi topping off atau tutup atap untuk dua tower pertama, Minggu (29/10) mendatang. Dalam press conference di Kemang Village, hari ini Kamis (26/10), Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya, mengatakan, topping off ini merupakan bentuk komitmen Lippo Group kepada para pembeli dan membuktikan mereka membangun Meikarta dengan kecepatan tinggi. Setelah topping off dua tower ini, Lippo akan melanjutkan dengan pembangunan tower-tower berikutnya, sesuai dengan master plan yang ada. “Target kami lima puluh gedung sudah akan mulai siap dihuni pada bulan Desember 2018. Meikarta diharapkan dan diperkirakan akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan dan tekanan sosial lainnya dari ibukota Jakarta. Kami akan mengelola Meikarta dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistim keuangan yang sehat,” ujar Ketut Budi Wijaya. Dijelaskan Ketut Budi Wijaya, untuk menyelesaikan pembangunan dua tower pertama di Meikarta tersebut, Lippo Group menggelontorkan investasi sebesar Rp 1 triliun. Dengan dilakukannya topping off tower yang telah mengantongi izin Surat Izin Mendirikan Bangunan No.503/096/B/BPMPPT ini, menandakan pembangunan kota baru Meikarta segera dimulai. Meikarta, sambung Ketut, akan menjadi kawasan segitiga emas baru di koridor timur Jakarta karena berlokasi tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka serta memiliki akses gerbang tol tersendiri yaitu exit tol Cibatu. Lokasinya berada di koridor Jakarta-Bandung dan akan mendorong Meikarta menjadi sebuah pusat ekonomi baru. “Saat ini 60% ekonomi nasional Indonesia berada di kawasan Jakarta-Botabek-Bandung. Dan 70% nya berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tahun ke depan. Di kawasan ini, juga menjadi pusat dari keseluruhan Industrialisasi nasional, dimana lebih dari satu juta mobil, sepuluh juta motor dan jutaan kulkas, TV dan alat alat rumah tangga di produksi per tahun,” tegas Ketut. Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan, pembangunan Meikarta diharapkan mampu memberikan dorongan kepada industri properti nasional yang dalam beberapa tahun mengalami perlambatan. “Dengan hadirnya Meikarta, kami yakin akan memberikan stimulus untuk industri properti, untuk bisa kembali berkembang,” jelas Theo. Lippo Group menyiapkan investasi lebih dari Rp 278 triliun untuk mengembangkan Meikarta. Proyek ini diklaim sebagai proyek dengan investasi terbesar yang pernah dikerjakan oleh dalam kurun waktu selama 67 tahun sejarah berdirinya kelompok ini. Lippo memastikan bahwa Meikarta dikembangkan dengan Infrastruktur dan fasilitas yang dibangun berskala dan bertaraf kualitas dunia. “Meikarta dikembangkan dengan lima pilar dan pusat-pusat inovasi yang meliputi Innovative Infrastructure & Transportation, High Tech CBD & Research Hub, Business & Commercial Hub, Green Sustainable Living, Center for the Arts, Culture & Education,” kata Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati.
Broker Properti : Meikarta, Bisa Positif Atau Negatif
BERITA PROPERTI – Salah satu indikator membaiknya sektor properti adalah, ketika broker atau istilahnya agen properti tidak pernah sepi dari undangan presentasi product knowledge. Itulah kondisi yang saat ini terjadi di sektor broker properti memasuki Semester II, 2017. Broker properti mulai kebanjiran tawaran memasarkan properti, salah satunya adalah proyek fenomenal Meikarta. Bagi broker properti, proyek Meikarta merupakan peluang yang sangat besar untuk ikut memasarkannya. Gencarnya promosi yang dilakukan oleh Lippo Group, pengembang senior yang mengembangkan Meikarta, membuat proyek ini sangat populer, baik bagi masyarakat luas, terlebih lagi bagi kalangan pengembang dan agen properti. Ketua DPD AREBI DKI Jakarta Lukas Bong mengatakan, pengembangan proyek Meikarta seperti sebuah proyek yang bersifat ambisius. Hal itu bisa dilihat dari proses kerja yang ditawarkan pengelola kepada para broker yang ingin bergabung. Dengan iming-iming gaji tinggi harapannya adalah bahwa mereka bisa mendapatkan sebanyak mungkin broker yang akan bekerjasama untuk memasarkan proyek Meikarta. “Bagi broker, jelas ini sebuah kesempatan yang cukup menarik, mengingat jangka waktu yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan, sudah pasti membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga dipastikan broker tidak akan kehabisan proyek untuk dipasarkan. Namun dengan kondisi seperti ini, saya melihat hal yang berbeda,” ujar Lukas Bong. Menurut Lukas yang juga Managing Direktur ERA Max, secara umum proyek Meikarta memiliki dua sisi. Akan menjadi positif jika memang proyek ini berjalan sesuai rencana. Namun akan menjadi negatif ketika proyek itu hanyalah sebuah gimmick marketing semata. Sehingga sudah pasti jalannya proyek ini tidak akan sesuai jadual yang telah di tetapkan diawal. “Kami selaku pengurus asosiasi, selalu mempelajari dan mengevaluasi proyek-proyek yang dipegang oleh agen properti yang tergabung di AREBI, termasuk proyek Meikarta. Setidaknya butuh waktu 3 bulan untuk mengamati apakah proyek ini berdampak positif atau malah sebaliknya,” tegas Lukas yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia agen properti. Pihaknya, kata Lukas, akan merekomendasikan proyek ini jika memang sesuai jadual dan janji. Namun akan sebaliknya jika pengelola tidak bekerja sesuai jadual yang telah ditetapkan. Karena proyek ini bisa berdampak panjang, tidak saja bagi pengembang yang ada di Cikarang dimana lokasi Meikarta dikembangkan, tapi juga bagi konsumen yang merasa bahwa apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan ada di lapangan. Proyek Meikarta sendiri berada di lahan seluas 500 Ha. Nantinya diareal tersebut akan terbangun perumahan, 7 mal ( 500 ribu m2), rumah sakit internasional, fasilitas pendidikan, hotel, gedung opera, pusat kesenian, ruang pertemuan berskala internasional dan sebagainya.