Siap-siap ! Semua Moda Transportasi Di Jabodetabek Akan Terintegrasi

Propertynbank.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama agar dapat mengintegrasikan moda transportasi publik. Hal ini dinilai sangat positif dalam mengelola sistem transportasi sebuah kota atau wilayah. Merespon Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), RI Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan sistem transportasi publik akan terintegrasi dalam waktu satu bulan kedepan. Hal ini berlaku untuk transportasi yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodebek). “Presiden meminta kami untuk mengintegrasikan sistem moda di Jabodebek. Jadi jangan terpecah-pecah, ada BUMN, pemda, pusat, jadi bagaimana sistem angkutan terintegrasi ini dibuat dalam satu organisasi,” kata Luhut setelah rapat Terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/9/2023) yang dikutip dari berbagai sumber. Baca Juga : Solusi Masalah Transportasi, TOD Juga Jadi Peluang Investasi Luhut mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan untuk melakukan proses integrasi tersebut dalam waktu satu bulan kedepan untuk proses penyusunan struktur organisasi tunggal. Ia menambahkan kebijakan tersebut mengatur tentang sistem transaksi tiket perjalanan integrasi. Menurut Luhut, rencananya perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga akan terintegrasi dengan layanan LRT dan TransJakarta. Sehingga hal ini akan memudahkan masyarakat menuju satu lokasi ke lokasi lain tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi. “Bagaimana orang bisa beli karcis terusan, nanti karcis bulanan, untuk satu angkutan. Misal dari Bogor naik LRT, terus mungkin nanti campur dengan Bus Transjakarta dan seterusnya,” katanya. Mengutip dari Tempo.co, Luhut juga mengungkapkan saat ini polusi udara di Jakarta yang dinilai semakin buruk. Menurutnya, penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak menimbulkan polusi yang menelan kerugian bagi negara hingga ratusan triliun. Sehingga upaya yang dapat dilakukan pemerintah saat ini adalah menyediakan transportasi umum bertenaga listrik yang ramah lingkungan dan nyaman untuk pengguna. Luhut mengatakan seluruh rencana dari kebijakan itu akan rampung dalam waktu satu bulan kedepan untuk mempersiapkan bentuk organisasi hingga kebijakan subsidi. “Nanti kita cari bentuknya selama satu bulan ini akan list down semua permasalahannya. Nanti akan kita tanya dari pendapat publik juga bagaimana kira-kira eloknya organisasinya ini kita buat, kita dengarkan pendapat semua orang nanti,” tutupnya. Baca Juga : Dekat Dengan Moda Transportasi, Hunian Berkonsep TOD Masih Dicari Agenda rapat terbatas yang dilakukan di Istana Merdeka diikuti oleh beberapa pejabat yang hadir Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM), di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Selain itu juga hadir Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Pj Gubernur Banten Al Muktanar. Efisiensi Transportasi Transportasi yang terintergasi memiliki beberapa hal bagus karena dapat menciptakan efisiensi, pengurangan macet, penurunan emisi gas rumah kaca, pemhematan biaya, meningkatkan aksebilitas bagi masyarakat yang kurang mampu atau memiliki mobilitas terbatas, hingga peningkatan kualiatas hidup yang dinilai dapat mengurangi polusi yang terjadi di Jakarta. Secara keseluruhan transportasi terintegrasi merupakan pendekatan yang penting agar dapat mengatasi transportasi perkotaan modern. Beberapa pendapat juga mengatakan bahwa ini menjadi langkah yang diperlukan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Nabilla Chika Putri)
Timur Jakarta, Kawasan Sunrise Baru Yang Kian Subur

Propertynbank.com – Jika Anda pengguna moda transportasi pribadi dan umum, boleh jadi sudah sangat familiar dengan pemandangan kepadatan lalu lintas sepanjang jalan utama dan jalan tol yang menghubungkan wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang dan Padalarang dengan Jakarta. Berbatasan langsung dengan Jakarta Timur di kawasan Halim, Jatiwaringin dan Pondok Gede, kepadatan jalur lalu lintas ini sudah dipahami banyak masyarakat. Pembangunan Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed, sepanjang 36,84 kilometer yang terletak di tengah Jalan Tol Jakarta-Cikampek, terkadang tak mampu mengurai kemacetan sepanjang jalan tol yang menghubungkan wilayah Bekasi dan Kararang ini. Diresmikan pada 12 Desember 2019 lalu, belakangan beban jalan tol layang ini di jam-jam padat juga mulai sesak. Jalan tol Jakarta Cikampek plus Jalan Tol Layang MBZ hanya sedikit infrastruktur yang menghubungkan kawasan-kawasan subur sepanjang jalur sutera ini. Menurut Dinar Faisal Badar, Kepala Bappeda Kota Bekasi, berdasarkan Perpres No. 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, terdapat sejumlah Proyek Strategis Nasional yang Pembangunan infrastrukturnya ada di Kota Bekasi yang menjadi penghubung DKI Jakarta (wilayah perkotaan Jabodetabek). Baca Juga : Tumbuh Cepat, Koridor Timur Jakarta Bakal Muncul CBD Baru Mulai dari Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Cikampek Elevated (MBZ), Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Tol Becakayu, Tol JORR, Tol Cimanggis-Cibitung, Double-Double Track. Yang terakhir ini adalah jalur kereta api dengan dua lintaran atau empat rel yang memisahkan operasi jalur KRL dengan jalur kereta api jarak jauh. “Saat ini double-double track sudah berfungsi sampai dengan Stasiun Bekasi,” jelas Dinar Faisal. Semarak pembangunan infrastruktur di wilayah ini bakal dimeriahkan lagi dengan kehadiran LRT dengan sejumlah titik stasiun. Di wilayah Kota Bekasi diantaranya terdapat stasiun Jati Bening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat dan Bekasi Timur, yang akan beroperasi pada 15 Juli 2023. Yang paling anyar adalah segera beroperasinya Kereta Cepat Jakarta Bandung yang saat ini sudah mulai melakukan uji coba gratis. Lalu ada juga Jaringan SPAM Regional, MRT East – West. Sekadar info, Phase 1 stage 1 th.2024, pembangunan start dari Stasiun Medan Satria. Pengoperasian sejumlah infrastruktur ini bakal menjadikan Kawasan di sepanjang jalur ini akan menjadi wilayah strategis untuk pengembangan properti dan berpotensi menjadi kawasan unggulan, Sunrise Baru. Pasalnya, “Karena seluruh infrastruktur tersebut membantu masyarakat menjangkau berbagai lokasi dengan mudah,” ungkap Dinar. Sejumlah proyek di Kawasan-kawasan ini mampu menjadi magnet besar bagi masyarakat yang sedang mencari hunian yang strategis dan berprospek. Sekretaris Jenderal DPP REI periode 2022-2023 Hari Ganie mengatakan, kawasan koridor timur Jakarta saat ini sudah semakin matang dan menjelma menjadi industrial township. Menurutnya, kawasan koridor timur Jakarta memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan area barat dan selatan Jakarta. “Kawasan ini memang memiliki karakteristik yang unik. Sehingga tidak bisa lagi dikatakan sebagai kawasan penyangga Jakarta, tapi sudah menjadi kawasan mega urban metropolitan, yang akan menjadi masa depannya Indonesia,” ujar Hari Ganie Timur Jakarta Miliki Basis Ekonomi Yang Kuat Sementara itu, Executive Director Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan, koridor Timur Jakarta memiliki keunikan tersendiri sebagai wilayah dengan basis ekonomi yang kuat sehingga semakin seksi untuk dilirik. Tak heran lebih dari 20 developer ternama berlomba-lomba mengembangkan kawasan ini dengan beragam fasilitas unggulan. “Kawasan ini patut disebut sebagai kawasan sunrise di industri properti. Prospek kawasan ke depan didukung dengan pembangunan dan roda ekonomi yang kuat membuat kawasan ini menjadi semakin berpotensi untuk bertumbuh lebih tinggi lagi,” kata Ali dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu. Menurut Ali, ke depan koridor timur ini tidak hanya menjadi penyangga Jakarta, melainkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri dengan lengkapnya ekosistem di dalamnya yang saling mendukung dari perdagangan jasa, bisnis, perindustrian, dan properti. “Didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang semakin lengkap, pengembangan koridor Timur Jakarta menjadi sangat menjanjikan sebagai kawasan hunian dan commercial yang nyaman,” ujarnya. Baca Juga : SPS Group Luncurkan Kota Baru CINITY, Ikon Baru Di Timur Jakarta Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit juga mengamini pandangan tersebut. “Semua, lokasi-lokasi pertumbuhan akan muncul, mulai dari Halim, Jatiwaringin di Jakarta Timur, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Cikarang. Setiap tersedia stasiun Kereta Api, LRT, KCJB, disitulah terjadi Group Center baru. Bukan hanya yang dekat stasiun saja, yang mudah akses ke lokasi itu akan bernilai,” jelas Panangian pula. Banyaknya jumlah industri dengan ekspatriat dan pekerjanya, membuat infrastrkutur disini sangat masif. Besarnya jumlah pekerja yang berasal dari industri yang beroperasi ini, diakui juga oleh Syarifah Syaukat, Senior Reseacrh Advisor Knight Frank Indonesia, sebagai penyebab tingginya kebutuhan infrastruktur di kawasan ini. “Saat ini permintaan yang stabil berasal dari subsektor industri, dimana permintaan berasal dari perusahaan yang bergerak di konstruksi, manufaktur, otomotif, makanan, electronik, data center dan logistik,” jelasnya. Dukungan penyediaan infrastruktur dan fasilitas transportasi yang berlimpah, menjadikan kawasan ini banyak dilirik investor dan menunjukkan performa yang terus membaik. Naiknya permintaan properti di wilayah ini terefleksi dari peningkatan harga unit residensial di kawasan-kawasan yang dilalui sarana infrastruktur tersebut. Hasil riset Jakarta Property Highlight, ditemukan bahwa harga unit kondominium yang terletak di daerah Jakarta Timur mengalami peningkatan harga sebesar 7,7% (HoH) pada semester kedua tahun 2022. “Selain sektor tersebut, sektor residensial juga cukup prospektif seiring dengan adanya pengembangan LRT di koridor timur Jakarta. Kenaikan harga properti untuk subsektor komersil tergolong cukup stabil. Sementara itu, peningkatan harga yang signifikan banyak ditemukan di subsektor residensial, khususnya pasca dibangunnya infrastruktur perkotaan seperti LRT dan lain-lain,” ungkap Syaukat pula. Temuan lain dari riset Knight Frank Indonesia, bahwa harga properti residensial yang terletak di kawasan Transit Oriented Development (TOD) memiliki harga yang lebih tinggi sekitar 4-5% dibanding harga properti residensial umum. Saat ini, sekadar contoh gambaran penggunaan lahan permukiman saat ini untuk masing-masing Bagian Wilayah Perkotaan tercatat BWP Bekasi Utara : 39%, BWP Jatisampurna : 32%, BWP Mustikajaya : 26%, BWP Pondok Gede : 46%, BWP Pusat Kota : 44 %. “Jika dilihat dari proporsinya ketersediaan lahan permukiman, potensi yang masih akan mengalami pertumbuhan ada di wilayah BWP Mustikajaya,” ungkap Dinar lagi. Khusus di kawasan Bekasi, kawasan yang akan mengalami pertumbuhan properti untuk hunian vertikal ada di lokasi-lokasi yang diarahkan sebagai kawasan TOD. Semuanya tersebar di seluruh kecamatan di Kota Bekasi dengan luas 2.144 ha. “Dengan beroperasinya 5 stasiun LRT pada Kawasan TOD, dapat dipastikan kedepan konsep pengembangan ataupun
Berpartisipasi di TOD Forum 2022, Jababeka Ungkap Progres TOD City Jababeka
Propertynbank.com – Sebagai pengembang kota mandiri di Indonesia, PT Jababeka Tbk berperan aktif dalam perkembangan Transit Oriented Development (TOD). Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi antar stakeholder. Salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam TOD Forum 2022 yang digelar 7-8 Juli 2022 di Assembly Hall Menara Mandiri- Jakarta, beberapa waktu lalu. Jababeka berpartisipasi dalam sesi bertema Investasi dan Peluang Bisnis di Kawasan TOD di TOD Forum, yang menjadi bagian sekaligus acara puncak TOD Fair 2022 yang digelar oleh MRT Jakarta tersebut. Dalam sesi ini, Direktur PT Jababeka Tbk, Suteja Sidarta Darmono menjadi moderator dan Managing Director PT Jababeka Infrastruktur, Agung Wicaksono sebagai salah satu narasumber. Agung menjelaskan bahwa Kawasan Kota Jababeka – Cikarang sekarang sedang bertransformasi menjadi kota berkonsep TOD. Transformasi tersebut didasari ada banyaknya moda transportasi publik yang pertemuannya berujung dan bermula di sekitar kawasan Kota Jababeka, antara lain KRL Commuter Line double-double track yang sudah beroperasi hingga Stasiun Cikarang yang telah diresmikan. “Dan terutama adalah rencana MRT Jakarta fase III (Timur-Barat) yang menghubungkan Balaraja di Banten hingga Cikarang di Jawa Barat. Juga nantinya kedua infrastruktur proyek strategis nasional yang akan segera beroperasi tahun depan –yaitu LRT Jabodebek sampai Bekasi dan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang memiliki perhentian Stasiun Karawang – akan dapat terhubung dengan kawasan Kota Jababeka,” ulas Agung yang pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta ini. Progres TOD di Jababeka Ditambahkan Agung, sekarang sudah terlayaninya Kota Jababeka dengan transportasi publik mulai dari layanan Jabodetabek Airport Connexion, Jabodetabek Residence Connexion, Bus AKDP dan layanan Shuttle Bus DAMRI dengan rute dari Hollywood Junction ke Stasiun Cikarang, hingga Bus Sinar Jaya dari Apartemen Riverview ke Jawa Tengah. Semua itu makin memperkuat integrasi transportasi yang ada di Kawasan Kota Jababeka yang mengedepankan prinsip pembangunan berorientasi transit (TOD). Namun demikian sambungnya, dalam pembangunan sebuah proyek MRT – termasuk MRT fase III Cikarang-Balaraja, Agung menekankan pentingnya sinergi antara sektor sektor publik (pemerintah) dan sektor swasta. Ia menjelaskan berdasarkan pengalamannya, dalam aspek pembiayaan pembangunan MRT Fase I berasal dari pembiayaan dari pinjaman pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah yaitu DKI Jakarta. Agung menegaskan, metode pembiayaan dalam pembangunan MRT fase III bisa mengajak sektor swasta, baik perusahaan luar negeri maupun dalam negeri, untuk menggarapnya bersama-sama. Hal itu mengingat ekspansi pembangunan MRT Fase III relatif panjang, yaitu akan terbentang sepanjang 87 KM. “Dan Jababeka bisa support salah satunya dengan menyediakan lahan untuk station,” ungkap Agung. Dirinya menambahkan bahwa strategi kolaborasi tersebut applicable dalam membangun MRT Fase III. Hal itu karena jika menggunakan pendekatan seperti pada MRT fase I akan memakan waktu lama, mengingat panjangnya lintasan dan beragamnya pihak pemerintah yang terlibat, baik pusat maupun daerah yang melintasi 3 provinsi dari Banten ke DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Oleh karena itu, kata Agung, perlu melakukan pendekatan lain yang inovatif dan sinergis dalam pembangunan MRT Fase III. “Jika bicara tentang MRT, itu semua tentang inovasi. Dan sinergi (antara sektor publik dan swasta) itu pun sudah mulai terwujud dengan MoU antara PT Jababeka Tbk dengan MRT Jakarta dan PT Jasa Sarana terkait pembangunan MRT fase III di bulan Maret lalu, yang merupakan langkah awal yang baik,” ungkap Agung. Dalam sesi tersebut hadir juga Merry Morfosa selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota-Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan selaku Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan Annisa Danu Purwanti selaku sub koordinator Pelayanan II Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta. Kemudian, setelah sesi diskusi yang menarik ini, ditutup langsung oleh Farchad Mahfud selaku Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara TOD Forum ini.
Punya Fasilitas Lengkap, LRT City Cibubur Solusi Tingkatkan Kualitas Hidup
PROPERTI – Tingginya mobilitas warga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) membuat kemacetan terjadi di mana-mana. Solusinya adalah dengan memanfaatkan transportasi modern yang saat ini sedang gencar dibangun oleh pemerintah. Salah satu sarana transportasi massal yang digadang-gadangkan mampu mengurangi kemacaten di Jabodetabek adalah Lintas Raya Terpadu (LRT). Masyarakat dapat menggunakan transportasi modern ini, dalam melakukan aktifitas sehari-hari tanpa harus menghadapi kemacetan. Terlebih lagi jika tempat tinggal tidak jauh dari salah satu stasiun LRT tersebut. [irp] Hal inilah yang menjadi keunggulan LRT City Cibubur, kawasan yang terintegrasi antara hunian dan area komersial persembahan PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak Perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk. LRT City Cibubur jaraknya 0 km dari Stasiun LRT Harjamukti yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). “Penghuni LRT City Cibubur sangat mudah mengakses transportasi umum, kami bangun jalur pedestrian yang lebar dan nyaman sehingga aman digunakan oleh pejalan kaki maupun pengguna sepeda sebagai akses menuju stasiun LRT. Ini bentuk kontribusi dalam mewujudkan penggunaan transportasi umum massal di Jabodetabek,” ujar Project Director LRT City Cibubur, Arifah Rahmayanti. [irp] Dijelaskan Arifah, lokasi LRT City Cibubur dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Mall Transmart, Cibubur Junction dan Plaza Cibubur, hanya 10 menit perjalanan. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan, dekat dengan RS Permata Cibubur dan RS Mitra Keluarga Cibubur yang hanya ditempuh dalam waktu 15 menit. “LRT City Cibubur memiliki fasilitas Promenade Skywalk yang menjadi jembatan penghubung antar bangunan di kawasan. Penghuni dapat berkeliling kawasan dari dalam bangunan dan menikmati area komersial yang ada disekitarnya. Penghuni dapat berkeliling sambil berbelanja dan memenuhi kebutuhannya,” tutur Arifah. [irp] Bukan itu saja, sambung dia, LRT City Cibubur juga mengusung konsep Biophilic Design, yang menghadirkan kembali unsur alam ke dalam kawasan. Dipilihnya Biophilic Design, bertujuan untuk menghadirkan kawasan hunian yang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental bagi para penghuni. “Kami menyadari, di tengah pandemi saat ini masyarakat menginginkan hunian yang sehat dan LRT City Cibubur telah hadir dengan memenuhi harapan tersebut. Di kawasan ini akan banyak ditemui unsur-unsur alam melalui bentuk dan elemen bangunan,” kata Arifah seraya menambahkan LRT City Cibubur juga menyediakan fasilitas untuk berbagai kegiatan komunitas. [irp] Dia mencontohkan fasilitas untuk komunitas seni, fotografi, musik, olahraga, dan lain-lain. Sedangkan pecinta olahraga, disediakan berbagai fasilitas seperti Wall Climbing, Private Oasis (kolam renang yang tending dan teduh), Jogging Track, dan fasilitas bermain anak-anak. Selain itu, juga tersedia fasilitas Edible Garden untuk mereka yang hobi bercocok tanam. Sedangkan untuk kebutuhan kegiatan rohani, LRT City Cibubur memiliki Iconic Mosque, bangunan masjid dengan desain menarik, sehingga menjadi salah satu icon kawasan. Iconic Mosque didukung dengan area plaza yang didesain dengan landscape yang menarik dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti kegiatan bazar, pertunjukan, atau kegiatan komunal lainnya. [irp] “Area plaza juga dapat dimanfaatkan sebagai penghubung antar bangunan kawasan, sehingga lokasi tersebut dapat menjadi ruang titik temu. Segala fasilitas dan kemudahan ini dapat Anda miliki segera dengan hadirnya LRT City Cibubur di tengah masyarakat dengan tujuan sebagai kawasan yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan para penghuni melalui berbagai aspek. Sehingga, LRT City Cibubur dapat menjadi solusi terbaik Anda dalam memilih kawasan hunian yang sehat dan mampu membantu dalam mengurangi persoalan sehari-hari,” tegas Arifah. Bicara lokasi, LRT City Cibubur terletak di antara dua kota utama, yaitu Kota Jakarta dan Kota Bogor. LRT City Cibubur dapat ditempuh dalam waktu 5 menit dari Tol Jagorawi dengan akses yang mudah dijangkau menuju fasilitas publik. Sehingga dapat memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk bermobilisasi dengan nyaman dan efisien.
Transpark Cibubur Mulai Lakukan Serah Terima, Pembeli Siap Tempati Unit
PROPERTI – Di penghujung tahun 2020, Transpark Cibubur menepati komitmennya kepada pembeli dengan melakukan serah terima unit, pada Kamis (31/12). Serah terima merupakan prosesi yang sangat dinantikan oleh pembeli, pertanda unit-unit yang mereka beli sudah siap untuk ditempati. General Marketing Transpark Cibubur, Hansen Yusuf mengatakan, proses serah terima juga menjadi bukti kepada masyarakat, khususnya konsumen bahwa pihaknya selaku pengembang telah berhasil melaksanakan seluruh rangkaian pembangunan. “Serah terima unit merupakan bagian dari milestone sebuah proyek yang paling dinantikan oleh kalangan developer terlebih konsumen,” ujarnya. [irp] Mega superblok Transpark Cibubur terdiri dari apartemen dan hotel yang terintergrasi dengan Mall dengan total luas 4 Ha. Serah terima yang dilakukan adalah untuk unit-unit di Tower Aurora. Selanjutnya, proses serah terima akan terus dilakukan secara bertahap. Dijelaskan Hensen, masih belum berakhirnya pandemi saat ini tidak mempengaruhi Trans Property menyelesaikan proyek Transpak Cibubur hingga dilakukannya serah terima unit. Dirinya juga memastikan, proses serah terima dilakukan dengan tetap menjalankan aturan pemerintah, yang sesuai dengan protokol kesehatan seperti social distancing. [irp] Lebih lanjut diungkapkan Hansen, Transpark Cibubur memiliki fasilitas mewah dan didukung oleh konsep Transit Oriented Development (TOD). Selain itu, kata dia, sda tiga tipe apartemen unggulan di Transpark Cibubur, yakni Tower Aurora, Tower B dan Crystalline yang dapat menjadi pilihan dengan masing-masing ukuran unit yang berbeda. “Fasilitas pendukung di apartmen Transpark Cibubur dapat membuat hari-hari Anda menjadi makin menyenangkan. Mulai dari jogging track, gymcentre, sky garden, Jacuzzi dan area kolam renang pun tersedia untuk memuaskan hobi berenang Anda di kala pagi hari atau sekadar bersantai-santai di samping kolam,” tutur Hansen. Hansen menambahkan, fasilitas bertaraf internasional lainnya adalaha Trans Studio Mall Cibubur sebagai sarana hiburan yang dilengkapi dengan indoor Theme Park. Lalu, ada The Trans Luxury Hotel yang merupakan hotel berbintang dengan fasilitas kelas wahid. Yang pastinya, sambungnya, semua fasilitas tersebut berada dalam satu kawasan, Transpark Cibubur. [irp] Penghuni Transpark Cibubur juga mendapat kemudahan akses dengan berbagai transportasi publik dan dekat pintu tol Cibitung-Cimanggis. Jaraknya hanya 2 menit menuju Transpark Cibubur. Ke depannya, kenyamanan akses makin lengkap dengan hadirnya LRT (Light Rail Transit). “Anda bisa menuju berbagai kawasan di Jakarta seperti Munjul, Cipayung, Kampung Rambutan, Taman Mini, Kramat Jati, Cililitan, hingga Cawang dengan sangat cepat memanfaatkan fasilitas transportasi publik ini,” pungkas Hansen.
Sentul Jadi Destinasi Wisata Baru, LRT City Sentul Siapkan Fasilitas Penunjang
PROPERTI – Kawasan Sentul, Bogor belakangan makin populer sebagai salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Alamnya yang masih sejuk dan asri, menjadi pendorong pelancong ke Sentul, disamping beragamnya fasilitas rekreasi dan tempat belanja modern maupun tradisional. Terus berkembangnya aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur yang begitu masif, ikut mendorong kawasan Sentul menjadi pilihan sebagai tujuan wisata. Berbagai kelengkapan tersebut, bisa membuat perkembangan sebuah kawasan menjadi sangat potensial dari sisi investasi dan lainnya. Sebut saja seperti adanya jalan tol dan Lintas Raya Terpadu (LRT). [irp] “Kawasan Sentul sudah menjadi populasi segmen kelas menengah ke atas yang terbukti dengan maraknya pertumbuhan proyek-proyek residensial di kawasannya. Ini tidak terlepas dari kemudahan akses dan pengembangan transportasi masal yang membuat kawasan ini memiliki keunggulan bila dibandingkan wilayah pinggiran Jakarta yang lain,” ujar Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus,. Menanggapi potensi wisata di kawasan Sentul, Project Director LRT City-Royal Sentul Park, Nanang Safrudin Salim mengatakan, Sentul memiliki kelebihan yang tidak dimiliki wilayah pinggiran Jakarta yang lain seperti suasana asri, sejuk, dan view menarik. Hal ini, kata dia, karena lokasinya berada di daerah pegunungan. [irp] “Keunggulan ini membuat Sentul bukan hanya sebagai hunian tapi juga destinasi wisata untuk keluarga. Sentul memiliki destinasi untuk berbagai kegiatan olah raga daun seperti trekking, cycling, bahkan hiking,” ujar Nanang. LRT City Sentul seluas 14,8 ha merupakan proyek superblock yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti, anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek transportasi masal LRT Jabodetabek. Dikatakan Nanang, LRT City Sentul menyediakan berbagai sarana untuk wisata dan berbagai aktivitasnya. Selain berhunian, sambung Nanang, bisa juga menikmati fasilitas lengkap dan sarana transportasi LRT, dan tersedia juga wisata untuk tracking, cycling dan hiking dan itu yang membuat potensi lain yang lebih menarik di tempat tersebut. Setiap akhir pekan, diperkirakan sekitar 7,8 juta pengunjung datang ke Sentul. Selain itu, ribuan mahasiswa baru juga akan menetap di Kota maupun Kabupaten Bogor, sehingga akan terus meningkatkan traffic ke wilayah Sentul dan menjadi potensi untuk terus meningkatnya okupansi hotel maupun penyewaan unit apartemen. [irp] Oleh karena itu, Nanang menawarkan potensi investasi yang ada di LRT City Sentul khususnya bagi kalangan first time home buyer, khususnya kalangan muda milenial. Potensi properti yang dihasilkan bukan hanya dari peningkatan harga (gain) tapi juga potensi sewa (yield). Terlebih lagi, LRT City Sentul juga bisa ditawarkan sebagai penginapan. “Kami bekerja sama dengan Virtual Hotel Operator (VHO), platform online yang bekerja sama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen. VHO ini bisa mengubah sebuah harga hotel yang bagus menjadi lebih terjangkau sehingga bias menyediakan hotel yang ekonomis. Ini juga bisa membuat kita mendapatkan penghasilan rutin tiap bulan dari hasil sewa unit sehingga kita mendapatkan double investment,” ungkapnya. [irp] Untuk menunjang sektor wisata, LRT City Sentul sudah menyediakan Butterfly Garden, Glamping Pods, Forest Skywalk, wisata kuliner Food Market, Elarte Sport Cafe Sentul, dan sebagainya. Kawasan mixed-use, LRT City Sentul juga menyediakan area komersial berupa ruko, shopping arcade, perkantoran, universitas, family park, dan sebagainya. “Kelebihan lainnya hanya 0 km ke stasiun LRT, satu menitan dari exit tol Sentul Sirkuit, dan mendapatkan 360 derajat mountain view yang bisa dinikmati langsung dari unit apartemen. Saat ini kami memberikan berbagai macam promo yang menarik mulai dari bebas bunga satu tahun, bebas biaya KPA, dan ada subsidi uang muka hingga 4,5 persen,” tegas Nanang. [irp] Disamping itu, ujar Nanang, pihaknya sudah bekerja sama dengan Bank BTN yang memberikan program special yaitu bebas angsuran selama satu tahun dan suku bunga ringan 6,99 persen untuk tahun pertama. Sedangkan dengan Bank BNI, suku bunga promonya sebesar 4,74 persen.
Progres Pengerjaan Proyek LRT Jabodebek Tahap I Telah Mencapai 71,2%
UMUM – PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat progres kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek tahap I telah mencapai 71,2% hingga 22 Mei 2020. Mengutip data pada Jumat (06/06/2020), pada lintas pelayanan 1 yakni Cawang-Cibubur progresnya 85,7%, lintas pelayanan 2 yakni Cawang-Kuningan-Dukuh atas sudah 65,9%. Kemudian lintas pelayanan 3, Cawang-Bekasi Timur progres mencapai 64,8%. Bentangan beton panjang (longspan) kereta light rail transit (LRT) Jabodebek di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Soebroto sepanjang 148 meter, diklaim tahan terhadap bencana gempa bumi. [irp] Longspan tersebut merupakan bagian dari jalur LRT Cawang-Dukuh Atas. Pembuat jembatan lengkung bentang panjang (longspan) di Kuningan pada proyek LRT Jabodebek Arvilla Delitriana mengatakan, pada saat pembuatan desain longspan memperhatikan betul ancaman gempa, yang bisa saja terjadi di ibu kota. Sebagai informasi, Adhi Karya mendapat penugasan membangun LRT Jabodebek, sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahannya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun memastikan proyek LRT Jabodebek tetap berjalan. Hal ini ditegaskan usai pemangkasan belanja modal (capex) 2020 perseroan sebesar Rp 3,5 triliun. [irp] Pemangkasan belanja modal ini sebagai dampak dari keuangan perusabaan yang tertekan akibat minimnya pendapatan akibat pandemi covid-19. Untuk 2020, belanja modal KAI didominasi untuk proyek LRT Jabodebek yang mencapai Rp 6,9 triliun. Pada tahun anggaran 2020, KAI sebelumnya telah menganggarkan belanja modal Rp 12 triliun. Dengan adanya pemotongan ini, maka belanja modal hanya tinggal di kisaran Rp 9 triliun. “Khusus Capex LRT tidak dipotong, jadi progres tetap masih oke,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, pada Senin (01/06/2020). [irp] Didiek menegaskan, kalaupun ada pengaruh sebagai dampak dari covid-19, itu hanya bersifat minim dan tak mengubah target penyelesaian pada Desember 2021. “Pengaruh di konstruksi LRT yang dikerjakan oleh Adhi Karya. Target penyelesaian diharapkan tetap sesuai jadwal,” pungkasnya. (Artha Tidar)
APP Luncurkan LRT Superblok The Conexio
BERITA PROPERTI – Seiring dengan pembangunan proyek transportasi massal Light Rail Transit (LRT) yang sedang dikebut pengerjaannya, PT Adhi Persada Properti (APP) terus menggenjot pengembangan kawasan yang dekat dengan sarana transportasi yang sangat ditunggu-tunggu tersebut. Salah satunya adalah pengembangan proyek LRT Superblok The Conexio. LRT Superblok The Conexio akan dibangun diatas lahan seluas 3,05 Ha, yang berada disisi Stasiun LRT Cikunir 1. Dalam kawasan ini, selain akan dibangun 5 tower apartemen, juga akan dibangun lifestyle Mall, sarana olahraga, serta kawasan komersial. Dalam tahap pembangunan awal, apartemen tower I telah melalui proses pra penjualan atau NUP yang sudah mencapai 700 peminat, dari 600-an unit yang tersedia. Direktur Pemasaran APP Wahyuni Sutantri menjelaskan, hadirnya transportasi modern seperti LRT memberikan daya tarik khususnya bagi properti yang lokasinya dekat dengan stasiun LRT tersebut. Kaum sub urban yang tinggal di luar Jakarta, nantinya akan mencari hunian yang berada disisi Stasiun LRT karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. “Properti yang berlokasi disisi stasiun LRT, akan memberikan kemudahan bagi para penghuni untuk berpergian ke pusat-pusat bisnis, ekonomi dan hiburan di Jakarta. APP melihat ini sebagai sebuah peluang, sehingga kami menghadirkan kawasan properti ini, yaitu LRT Superblok The Conexio,” ujar Wahyuni Sutantri kepada sejumlah media, Minggu (10/12) kemarin. Animo masyarakat terhadap proyek ini begitu tinggi. Dikatakan oleh GM Corporate Sales & Marketing APP Happy Murdianto, properti yang berada di sisi LRT akan lebih menguntungkan dibanding properti lain yang tidak berada dekat dengan LRT. Happy memprediksi, kenaikan harganya dalam setahun, lebih tinggi 10%-15% dibanding properti yang tidak berada dekat dengan LRT. “NUP dari LRT Superblok The Conexio, mendapat sambutan positif dari konsumen. Sampai saat ini telah ada 700-an NUP. Apalagi harga yang kami tawarkan sekarang adalah harga perdana mulai dari Rp 400 jutaan. Kami optimis, proyek ini akan mendapat respon positif dari konsumen, baik itu end user maupun para investor,” jelas Happy. Sementara itu, Project Manager Properti LRT Superblok The Conexio Wahyu Widodo memperkirakan, proyek ini akan mulai dibangun dan dilakukan groundbreaking pada akhir Januari 2018. Proyek ini ditargetkan topping off pada akhir 2018 dan serah terima mulai dilakukan pada akhir 2019. “Sebagai anak usaha BUMN, kami sangat menjaga bahwa dalam memulai pembangunan, kami harus mengikuti regulasi yang ada. Dan, saat ini kami sudah mendapatkan ijin site plan dari Pemerintah Kota Bekasi. Secara keseluruhan LRT Superblok The Conexio akan selesai pembangunannya dalam 5 tahun ke depan,” jelas Wahyu Widodo. Tower I di LRT Superblok The Conexio, akan dibangun 644 unit apartemen, baik itu Type Studio, 1 BR maupun 2BR. Tower I ini akan dibangun setinggi 24 lantai, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang dengan konsep Modern, Dinamic, Living dan keunggulan lokasi. Properti ini nantinya akan memiliki 4 pilihan jalur transportasi menuju Jakarta, yaitu LRT, Tol Cikampek (Gerbang Tol Jatibening), TOL Becakayu (gerbang Tol Caman), dan Jalan Raya Kalimalang. “LRT Superblok The Conexio merupakan bagian dari rencana APP dalam tahun 2017. Kami juga akan mengembangkan lagi proyek apartemen yang berada disisi jalur LRT. Di tahun 2018, APP mentargetkan 7 proyek baru, yang akan tersebar di beberapa kota, baik itu Jakarta, Surabaya, maupun kota besar lainnya,” pungkas Wahyuni Sutantri.
Properti Dekat LRT Diprediksi Menguntungkan
BERITA PROPERTI – Pemerintah DKI Jakarta yang didukung penuh oleh pemerintah pusat, tengah membenahi dan membangun sejumlah infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya yang sangat ditunggu-tunggu adalah pembangunan lintasan kereta api ringan atau LRT (light rail transit). Hadirnya sarana transportasi modern LRT, memberikan dampak yang sangat positif bagi properti-properti yang berdekatan dengan lintasannya. Diyakini, nilai properti yang berada tak jauh dari LRT akan meningkat, sejalan dengan progres pembangunan LRT tersebut, apartemen Signature Park Grande salah satunya. “Dengan adanya pengembangan LRT di stasiun Cawang, transportasi sekitar Jakarta dipastikan lebih nyaman. Sebagai titik awal perjalanan ketiga trase LRT di Jakarta, aktivitas ekonomi di sekitar Cawang dipastikan meningkat sekaligus jadi sentimen positif bagi industri dan pertumbuhan investasi properti,” ujar Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk Nio Yantony. Dikatakan Nio, sebelum proyek LRT Cawang mulai dioperasikan pada akhir 2017, para pemilik unit apartemen di menara The Green Signature, yang merupakan salah satu tower di Signature Park Grande, telah dapat menempatinya mulai Juni 2017. Sedangkan unit menara The Light mulai diserahkan pada Desember 2016. Apartemen Signature Park Grande di kawasan MT Haryono, Jakarta, merupakan kawasan pengembangan terintegrasi yang terdiri dengan 2 (dua) menara yaitu The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) dengan total 2.500 unit bersertifikat strata title. Setiap menara memiliki 3 (tiga) tipe unit kamar (1 BR, 2 BR dan 3 BR) dan dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp 700-jutaan hingga Rp 1.6 miliaran sesuai dengan komposisi kamar per unitnya. Menanggapi dampak pembangunan LRT bagi properti, Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, proyek-proyek properti dengan dukungan infrastruktur transportasi memiliki prospek yang cerah, termasuk proyek yang dikembangkan di lintasan LRT Jakarta. “Kehadiran light rail transit membantu pengembangaan proyek properti. Infrastruktur transportasi menolong pertumbuhan pengembangan maupun investasi properti. Proyek properti yang berada di sekitar lintasan awal hingga akhir LRT akan dapat lebih berkembang. Apalagi pembangunan LRT progress-nya lebih cepat,” tegas Anton. Direktur PT Adhi Karya Tbk, Pundjung Setya Brata menyatakan, pembangunan LRT hingga kini masih sesuai dengan jadwal. “Perkembangan pembangunan tiga lintasan LRT kini sudah mencapai 10%. Kami optimistis dapat mencapai target,” ujarnya. Pada tahap pertama, Adhi Karya membangun tiga lintasan (trase). Pertama, Koridor Cawang – Cibubur sepanjang 14,3 kilometer. Kedua, koridor Cawang – Bekasi Timur sepanjang 18,3 KM dimana penumpang dapat berangkat dari stasiun Cawang, Halim, Jatibening, Cikunir, Bekasi Barat, Bekasi Timur. Koridor Ketiga Cawang – Dukuh Atas (10,5 KM).