Kendala Pendanaan, Milenial dan Gen Z Makin Selektif Beli Properti
Propertynbank.com – Generasi Milenial dan Gen Z saat ini menjadi generasi pembeli properti utama karena adanya perubahan demografis. Lamudi.co.id mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir jumlah total pengguna telah mengalami peningkatan seratus kali lipat yang didominasi usia 25 sampai 45. Meski demikian, pencari properti di kelompok usia ini dinilai masih bergantung kepada adanya akses terhadap pendanaan sebelum menentukan pembelian properti. Ini dikarenakan masih banyaknya anggapan bahwa pengalaman dan kesenangan jangka pendek merupakan prioritas utama. Menurut Lamudi.co.id, kendala terbesar adalah kurangnya pemahaman akan cara untuk mendanai properti impian. Lamudi.co.id mengungkapkan bahwa 73,8 persen pengguna platform masih memiliki preferensi pembelian properti melalui KPR yang menggarisbawahi pentingnya edukasi mengenai akses pendanaan. Selain itu, sektor properti kini harus mempersiapkan diri akan perkembangan kebutuhan dari calon pemilik properti yang jauh lebih selektif terhadap pengembang mana yang dapat mereka percaya sebelum melakukan investasi properti. Topik menarik ini dibahas dalam diskusi bertajuk Developer Discussion: Earning Trust and Credibility in the New Era of Property yang dihadiri oleh CEO Lamudi.co.id Mart Polman, VP Corporate Sales Lamudi.co.id Michael Ignetius Kauw, Ketua Umum PERHUMAS Indonesia Boy Kelana, dan Corporate Communication & Public Affairs Division Head Sinar Mas Land Panji Himawan. Michael Ignetius Kauw menyampaikan, ada empat hal yang menjadi elemen penting pembangun kepercayaan dengan calon pemilik yaitu, Transparansi informasi, kemudahan transaksi, digitalisasi proses, dan konsultasi berwawasan serta rasa empati. “Kepercayaan dari calon pemilik properti merupakan hal terpenting untuk para pengembang, pembelian properti merupakan salah satu transaksi terbesar yang akan dilakukan seseorang dalam hidupnya. Karena besarnya komitmen finansial yang mereka percayakan kepada developer, para pencari properti jauh lebih selektif dan hati-hati,“ ujar Michael Ignetius Kauw. Sementara Ketua Umum PERHUMAS Indonesia Boy Kelana mengatakan, dari sisi bisnis sendiri, adanya kepercayaan yang kokoh di antara berbagai pemangku kepentingan, terutama konsumen, adalah jaminan terkuat terhadap disrupsi persaingan dan penangkal ketidakpedulian konsumen di era baru properti. “Tanpa kepercayaan, kredibilitas hilang dan reputasi bisa terancam,” ujar pakar pembangunan kepercayaan ini. Pada bagian lain, Corporate Communication & Public Affairs Division Head Sinar Mas Land Panji Himawan menanggapi bahwa dalam membangun kepercayaan konsumen, pengembang harus memperhatikan sejumlah elemen penting di luar dari inovasi produk seperti pemenuhan aspek legalitas, kinerja perusahaan, kontribusi perusahaan terhadap lingkungan di sekitar proyek yang dibangun, hingga kebutuhan calon konsumen. “Di era baru properti ini, para konsumen jauh lebih mahir dalam melakukan riset dan mengumpulkan informasi secara lengkap sebelum akhirnya dapat mempercayai suatu proyek dan produk properti. Oleh karena itu, kita harus betul-betul sensitif dan paham dengan apa yang dibutuhkan oleh calon konsumen dan memastikan hal tersebut dapat terpenuhi,” ujar Panji. Generasi Milenial dan Gen Z Bisa Cari Properti Di Lamudi Sedangkan Mart Polman menjelaskan, Lamudi.co.id telah membangun ekosistem digital properti dan bermitra dengan lebih dari 400 developer ternama dan menjalin kerja sama dengan lebih dari sepuluh bank. Hal ini untuk memastikan 4,5 juta pengunjung mendapatkan informasi akan properti yang lengkap dengan lebih dari 1,35 juta listing tersedia setiap bulannya juga memudahkan akses ke pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan semua pencari properti. “Kami pastikan akses pencari properti ke developer dan bank tepercaya yang memiliki reputasi dan track record yang baik berdasarkan kriteria seleksi kami yang selektif. Kami juga akan terus meningkatkan upaya edukasi mengenai akses pendanaan dan bekerja sama dengan berbagai bank besar di Indonesia agar semua pengguna kami dapat menentukan pilihan yang didukung dengan informasi yang lengkap,” jelas Mart Polman. Dikatakan Mart Polman, memasuki tahun ke-8 berdirinya Lamudi.co.id di Indonesia, perusahaan terus perkuat posisinya di industri dengan menghadirkan proyek properti yang kredibel dan tepercaya untuk masyarakat Indonesia.
Bidik Milenial BCA Life Gandeng Qoala Pasarkan Produk Asuransi
Propertynbank : PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) & PT Archor Technology Digital (Qoala) telah melakukan kerja sama pemasaran produk digital BCA Life melalui platform Qoala yang dapat diakses melalui aplikasi Qoala atau website di https://www.qoala.app/id. Rio Winardi, Presiden Direktur & CEO BCA Life mengatakan, “Melalui kerja sama dengan Qoala, kami berharap BCA Life dapat menjadi pilihan yang tepat bagi generasi milenial untuk mendapatkan perlindungan jiwa bagi perencanaan keuangan mereka di masa depan. Produk yang kami tawarkan ini bisa menjadi solusi kenyamanan keuangan para milenial,”ujarnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Rabu, 24/11/2021). Rio menambahkan berdasarkan data riset yang dilakukan situs HootSuite We Are Social bertajuk “Digital 2021: Global Overview Reports”, Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta dengan prosentase pengguna dibandingkan total populasi penduduk mencapai 73,7%. Besaran prosentase inilah yang menjadi sebuah opportunity bagi kanal digital. Karena dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada bulan Juli 2021 menunjukkan, penetrasi asuransi masih sangat rendah yaitu sekitar 3,11%. Namun yang menarik, di laporan yang sama, tercatat 48,9% dari total populasi penduduk Indonesia sudah memiliki akun di lembaga keuangan. Ini merupakan peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia khususnya melalui jalur digital. “Dengan adanya peluang yang masih terbuka luas ini, BCA Life mengembangkan kerja sama pemasaran dengan Qoala, khususnya produk yang dipasarkan lewat jalur pemasaran digital. Pada kerja sama ini, produk yang diperkenalkan adalah produk asuransi jiwa berjangka, BCA Life Perlindungan Jiwa yang menyasar anak-anak muda di Indonesia,”ujarnya. Ditambahkan Rio, Produk BCA Life Perlindungan Jiwa yang akan dipasarkan di Qoala, memberikan manfaat uang pertanggungan hingga Rp500 juta, dengan premi yang sangat terjangkau, mulai dari Rp40 ribu per bulan. Ditambah lagi manfaat masa bayar 8 tahun untuk mendapatkan perlindungan jiwa 12 tahun, dan manfaat pengembalian premi sebesar 50% di akhir tahun ke-12 polis. “Produk ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi generasi muda untuk mulai berasuransi secara digital dan memahami pentingnya perlindungan jiwa dan keuangan bagi keluarga,”pungkasnya. BCA Life Gandeng Qoala Pasarkan Produk Asuransi Sebagai platform keuangan digital, kerja sama BCA Life dan Qoala ini melengkapi berbagai perencanaan keuangan serta pilihan asuransi yang sudah ditawarkan saat ini. Qoala sebagai perusahaan insurtech, bekerja sama dengan pialang asuransi PT Mitra Jasa Pratama dan lebih dari 30 perusahaan asuransi terkemuka memiliki tujuan untuk mengembangkan produk asuransi yang terbaik. Qoala juga telah menerbitkan jutaan polis asuransi setiap bulannya. Kerja sama antara BCA Life dan Qoala ini menambah daftar kolaborasi yang dilakukan Qoala, dalam hal ini, penyediaan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan. Sementara itu, Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin menjelaskan bahwa, aplikasi Qoala sangat mudah digunakan dan dapat diakses dengan cepat melalui smartphone. Pengguna pun tidak perlu ragu perihal keamanan data, karena Qoala saat ini tercatat dalam Sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di klaster Insurtech. “Kami memiliki komitmen penuh untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna Qoala, di era digital seperti ini kemudahan dan kenyamanan dalam membeli asuransi menjadi satu hal yang penting bagi pangsa pasar milenial. Qoala menjawab tantangan ini dengan aplikasi yang mudah diakses dan proses pembelian serta klaim yang cepat. Produk BCA Life yang hadir dalam aplikasi Qoala juga akan menjadi solusi perlindungan yang tepat.” ujar Tommy. Kesadaran akan pentingnya asuransi meningkat di generasi milenial, khususnya di masa pandemi ini. Namun di sisi lain, distribusi asuransi yang biasanya dilakukan secara offline terkendala akibat imbauan social distancing. Dalam hal ini, Qoala berperan membangun teknologi agar akses terhadap produk asuransi bisa dilakukan secara online. “BCA Life yakin partnership ini akan memberikan hasil baik untuk pengembangan pasar asuransi jiwa di Indonesia khususnya untuk generasi milenial,” tutup Rio.
CoHive Kedua Hadir di Surabaya, Co-Working Space Terbesar di Jawa Timur
GAYA HIDUP – CoHive kembali membuka cabang kedua di kota Surabaya, setelah sebelumnya sukses dengan cabang pertama yang berlokasi di Surabaya Barat. Dengan perusahaan properti terbesar di Surabaya TIFA properti sebagai mitra, CoHive yang berlokasi di Surabaya pusat itu akan berlokasi di lantai 7,8, dan 12 Graha Bukopin Surabaya (GBS). Sebagai pioneer Coworking space di Indonesia, CoHive Graha Bukopin Surabaya (GBS) memiliki lokasi strategis di pusat kota Surabaya dengan alamat di Jl. Panglima Sudirman No.10-18, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya. CoHive GBS akan menjadi coworking terbesar bertaraf internasional di Jawa Timur, dengan total wilayah seluas 2.500 square / meter. [irp] Bekerja di rumah menimbulkan banyak kekhawatiran bagi pekerja akan koneksi internet yang tidak stabil serta kehidupan pribadi yang tercampur dengan pekerjaan. Hal ini akan memicu pekerjaan menjadi kurang terkendali. Dengan munculnya cabang kedua, CoHive menghadirkan solusi kantor satelit untuk memberikan kemudahan bagi para pekerja dalam menyambut tahun 2021. CoHive mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk dapat merasakan bekerja di CoHive dengan nuansa kerja yang baru, lokasi yang strategis, tempat kerja yang fleksibel dan juga juga desain interior yang modern serta harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 700.000 – per bulan. [irp] Sejalan dengan komitmen pemerintah Surabaya untuk memajukan ekonomi kreatif di Surabaya, CoHive secara konsisten mewadahi ekosistem pengusaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta start-up di Surabaya yang kian berkembang dan dapat memberikan akses jejaring bisnis yang lebih luas. “Selain pertumbuhan industri ekonomi kreatif yang begitu pesat, member CoHive cukup banyak yang ingin ekspansi ke Surabaya, sehingga dengan munculnya cabang kedua, akan memudahkan member CoHive yang ingin mencari ruang kerja baru di Surabaya,” ujar Chief Executive Officer CoHive Chris Angkasa. Selain menyediakan akses terhadap komunitas dan jejaring bisnis, CoHive menjawab kebutuhan usaha kecil-menengah akan ruang kerja yang fleksibel dan terjangkau. Dengan mekanisme pembayaran yang mudah dan kantor yang didesain dengan indah, CoHive menyediakan semua fasilitas sehingga para member dapat fokus mencapai tujuan bisnisnya. [irp] CoHive Graha Bukopin Surabaya menawarkan berbagai jenis keanggotaan seperti daily pass, team desk dan private office. Ruang lain yang disediakan antara lain meeting room dengan sistem sewa per jam. Hingga saat ini, CoHive mempunyai sekitar 10.000 anggota dari 1000 perusahaan yang menyewa ruangan di CoHive, tersebar di 30 lokasi dengan total luas gedung mencapai 60.000 m2 di lima kota besar: Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya.
Adonara, Menangkap Peluang Industri Hospitality di Era Milenial
PERHOTELAN – Sebagai salah satu sektor yang menghasilkan devisa terbesar selain migas, industri perhotelan terus merangkak naik mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Provinsi. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini tentunya membutuhkan profesionalitas handal dalam mengelola bisnis hotel. Kenyataannya di lapangan, masih banyak hotel-hotel yang belum dikelola secara profesional. Hal ini tentunya menjadi satu peluang untuk membenahi dan ikut mengelola hotel dengan manajemen yang lebih profesional. Inilah yang mendasari Ruben Amor, Chief Executive Officer (CEO) Adonara Hotel Group, untuk menekuni bisnis hospitality. Ruben mengaku melihat peluang yang terbuka lebar di industri ini. “Saya ingin berupaya merubah mindset pengelolaan hotel secara konvensional menjadi professional. Dimana effort atau dukungan antara kedua belah pihak tentu menjadi aspek yang sangat fundamental,” ujarnya. [irp] Lewat bendera Adonara Group, Ruben mengembangkan bisnis sebagai pengelola Hotel secara professional. Bahkan saat ini Adonara Group tidak hanya sebagai hotel operator, tetapi juga sebagai pemilik hotel. “Sebagai investor kami menargetkan tahun 2018, akan mengakuisisi beberapa hotel di Indonesia. Diantaranya Arnava Hotel Senen , dan Grand Arnava Hotel solo, dimana saat ini sedang dalam pembangunan, dan rencananya akan mulai dioperasikan pada akhir tahun sebanyak 200 kamar,” ujarnya. Menurut Ruben, bisnis perhotelan tidak selalu bicara soal keuntungan dan okupansi kamar. Bukan pula semata tentang kehebatan sebuah merek (brand). Namun hal yang paling esensial dalam bisnis perhotelan adalah menjaga komitmen dan kepercayaan. [irp] Karena itu, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Aston International, tidak melihat pengelola hotel management lain sebagai kompetiter atau ancaman. “kami melihatnya sebagai bentuk kerjasama yang saling melengkapi sebagai sesama profesi,”ujarnya. Strategi Tangkap Peluang Sebagai sebuah destinasi yang menjanjikan, Indonesia patut diperhitungkan oleh pasar wisata. Perkembangannya bukan hanya di Jakarta saja, namun kini sudah merambah dari kota besar hingga ke kota kabupaten. Untuk itu diperlukan strategi untuk menarik investor, dengan memberikan kepastian investasi yang saling menguntungkan. Ruben mengaku punya strategi yang mampu menarik investor untuk bersama-sama bersinergi mengembangkan bisnis perhotelan di Indonesia. Pertama, dengan mengajak kerjasama. Hal ini merupakan bentuk kerjasama yang umum dilakukan oleh semua hotel operator, mulai dari study kelayakan, teknikal assistant hingga pengelolaan hotel management. [irp] Kedua dengan melakukan kerja sama Re-Branding. Untuk kerja sama re-branding ini, pria kelahiran Flores, 26 Januari 1969 menjelaskan bentuk kerja sama re-branding ini tentunya tidak terlepas dari biaya dalam melakukan proses re branding yang relative besar. Namun secara korporasi bentuk biaya ini menjadi tanggung jawab kami sebagai Hotel Operator , artinya Owner tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pengganti re branding. “Setelah melakukan dua hal diatas, langkah berikutnya dengan melakukan renovasi hotel, hal ini sangat diperlukan mengingat perkembangan dan tren yang ada. Seperti sekarang ini, dimana generasi milenial tidak hanya membutuhkan tempat yang nyaman dan fasilitas yang IT, tapi juga desain interior yang dinamis,” ujarnya. Semua strategi yang dilakukan terbukti dengan suksesnya mengakuisisi dua hotel tahun lalu. Bahkan korporasi akan kembali melakukan akuisisi beberapa hotel baru minimal 6 hotel di tahun 2018 guna melengkapi porto folio Adonara Group. Ekspansi Bisnis Disamping hotel, corporasi juga akan melakukan pengembangan kawasan pariwisata atau resort dengan pola kerja sama atau joint investasi dengan beberapa investor. baik dengan pihak swasta maupun pemerintah daerah. Hal ini dilakukan mengingat sektor pariwisata juga memberikan kontribusi yang sangat besar. Mengingat tingkat pertumbuhan ekonomi yang semakin besar, serta dukungan jaringan infrasruktur. Sehingga memudahkan akses transportasi dari semua sektor. Salah satunya yang kini sedang dipersiapkan yakni kawasan Resort Terpadu di Jawa Tengah diatas lahan 10 hektar dengan berbagai konsep baik wisata alam, edukasi , resort menjadi salah satu kawasaan resort terbesar di Indonesia, dimana kami akan melakukan lauching pada awal tahun 2019. [irp] Kawasan ini tidak hanya melibatkan kami sebagai investor , tetapi kami akan melibatkan semua komponen masyarakat untuk mengembangkat industry kreatif. Ini akan menjadi percontohan sebagai bentuk kerja sama dengan masyarakat serta sektor jasa lainnya yang terintergasi satu dengan lain . Disamping itu Adonara Group juga baru membuka Hotel Hotel , Pramugari dan aviation di kota solo dengan nama “Adonara Bina Skyline” sebuah lembaga pendidikan jangka pendek atau diploma untuk mendidik tenaga kerja siap pakai atau langsung ditempatkan untuk bekerja di Semua Hotel di bawah Adonara Group atau untuk memenuhi permintaan pasar dari sektor pariwisata. Suatu hasil karya yang luar biasa. Semoga.
Gandeng Bank BTN, ISPI Group Luncurkan Privelege Card My ISPI
BERITA PROPERTI – Hampir semua pengembang melirik kalangan milenial sebagai pangsa pasar terbesar dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, promo-promo dan aktiftas pemasaran juga dilakukakn menyesuaikan dengan selera dan perilaku kalangan milenial atau kalangan muda. Yang pasti, kalangan ini lebih melek kepada teknologi dan segala sesuatu yang lebih simpel. Sebagai salah satu pengembang senior, ISPI Group juga melirik kalangan milenial sebagai salah satu pasar potensial, disamping segmen pasar umum yang sebelumnya menjadi konsumen proyek-proyek ISPI Group. Untuk memudahkan kalangan milenial, pengembang ini merilis My ISPI, kartu serba guna yang berfungsi sebagai alat pembayaran elektronik atau e-money. Ditemui di booth ISPI Group, pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center, pekan lalu, Komisaris Utama ISPI Group Preadi Ekarto mengatakan, My ISPI merupakan salah satu inovasi di bidang teknologi yang terkait dengan transaksi untuk mengikuiti perkembangan masa kini. “Saat ini istilah zaman now sudah banyak digunakan dan ISPI juga harus mengikuti tren itu dengan mengeluarkan My ISPI. Kalangan milenial sekarang sudah jarang yang mau membawa uang tunai kemana-mana dan maunya serba simpel, semua harus serba cashless. Maka, dengan inovasi ini, ISPI turut mengakomodasi perkembangan anak muda zaman kini,” jelas Preadi. Dikatakan Preadi, dengan kartu tersebut, penggunanya akan mendapatkan diskon khusus saat ingin menikmati produk-produk yang dikembangkan oleh ISPI Group. Sebut saja misalnya jika pengguna ingin masuk ke sejumlah waterpark yang dikelola ISPI Group di berbagai lokasi, ataupun yang akan menginap di hotel milik ISPI Group. Kartu My ISPI tersebut merupakan kerjasama antara ISPI Group dan Bank BTN. Kedua perusahaan ini memang dikenal sudah lama menjalin kerjasama dalam setiap pengembangan proyek-proyek ISPI Group, baik dalam pembiayaan konstruksi maupun pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Sementara terkait tentang keikutsertaannya di IPEX 2018 kali ini, Preadi menjelaskan, selama pameran mengadakan program promo dengan nama super deal yakni dengan hanya membayar Rp 1,8 juta, konsumen sudah bisa dapat rumah di seluruh proyek-proyek ISPI Group. Cicilan yang ditawarkan juga hanya Rp 1,8 juta untuk jangka waktu 20 tahun. Program yang ditujukan bagi kalangan millenial. Di pameran yang berlangsung hingga 30 September 2018 ini, ISPI Group menawarkan berbagai produk hunian dan komersial dengan harga mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 1 miliaran. Proyek-proyek yang meliputi perumahan Mutiara Gading City, Cikarang festival, Mutiara Gading Timur, Mutiara Colombus, Grand Mutiara Gading dan beberapa di lokasi lainnya.