PNB_Back_Up

Paramount Land Ambil Peran Dalam Pengembangan MRT Kembangan–Balaraja

Propertynbank.com – Upaya memperkuat konektivitas kawasan barat Jakarta hingga Banten terus dipercepat melalui kolaborasi sektor publik dan swasta. PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) menjajaki kerja sama strategis dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) terkait rencana pengembangan jalur MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung transportasi massal baru di wilayah tersebut. Kesepakatan awal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Rabu (4/2/2026). MoU ditandatangani oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud bersama Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi dan Direktur Paramount Land Chrissandy Dave, serta sejumlah pengembang lainnya. Acara ini turut disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat. Penandatanganan MoU ini menjadi dasar pelaksanaan kajian awal sebelum proyek MRT Kembangan–Balaraja direalisasikan. Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis jangka panjang yang sejalan dengan visi perusahaan dalam membangun kawasan yang terhubung dengan sistem transportasi massal modern. “Kerja sama ini kami sambut sebagai momentum penting untuk memperkuat konektivitas kawasan barat Jakarta dan Banten. Kehadiran MRT akan memberikan nilai tambah signifikan bagi kawasan di sepanjang koridor Kembangan hingga Balaraja, khususnya proyek-proyek Paramount Land di Kabupaten Tangerang,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (4/2). Dalam tahap awal, kajian akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni kajian kelembagaan, kajian keuangan, serta kajian teknis yang mencakup trase jalur dan aspek pendukung lainnya. Kerja sama ini bersifat non-komersial dan akan menjadi pijakan dalam penentuan arah kebijakan lanjutan pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2. Rute MRT Kembangan–Balaraja direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 30 kilometer, dengan 14 stasiun serta satu depo di Balaraja, menggunakan konstruksi jalur melayang (elevated). Proyek ini juga masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan terintegrasi langsung dengan kawasan pengembangan Paramount Land, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Paramount Land Siap Bersinergi Lebih lanjut Nawawi menegaskan, Paramount Land siap bersinergi dengan pemerintah dan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam perencanaan serta pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pemerataan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Provinsi Banten. Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari mandat MRT Jakarta dalam membangun dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Kami menyadari bahwa pengembangan MRT tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengembang swasta yang memiliki visi serupa menjadi kunci untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang andal dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Ke depan, kata dia, MRT Jakarta dan para mitra akan membentuk joint working group dengan masa kerja dua tahun untuk menyusun rencana kerja bersama, termasuk pengembangan jalur MRT, interkoneksi moda transportasi, serta integrasi kawasan di sepanjang koridor Kembangan–Balaraja. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kerja sama lintas provinsi ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan transportasi massal nasional. Menurutnya, sinergi Jakarta dan Banten akan memberikan manfaat besar, baik dari sisi perencanaan maupun pembiayaan proyek. “Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah, pengembang, dan MRT Jakarta, khususnya dalam aspek pembiayaan dan perencanaan proyek. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global,” ungkap Pramono. Hal senada disampaikan Gubernur Banten Andra Soni. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Banten terhadap percepatan pembangunan MRT yang diharapkan mampu mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif ini dan mendukung serta meyakini sepenuhnya bahwa pembangunan transportasi massal yang terintegrasi adalah fondasi bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

MRT Jakarta dan Sinar Mas Land Jajaki Pengembangan Jalur Lebak Bulus – Serpong  

mrt jakarta

Propertynbank.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai, Tbk menyepakati penjajakan potensi kerja sama terkait pengembangan jaringan MRT dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan menuju ke wilayah Serpong, Tangerang Selatan. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud dan CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap bersama CEO Lifestyle Business Sinar Mas Land Herry Santoso pada Kamis (24-7-2025) di Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus, Jakarta. Acara penandatanganan ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dan Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Christopher Siswanto. Penjajakan kerja sama ini utamanya meliputi pembuatan studi kelayakan (feasibility study) pembangunan jalur mass rapid transit menuju Tangerang Selatan, yang mencakup; identifikasi trase, demand, biaya investasi, biaya operasional, kelayakan ekonomi dan bisnis, hingga aspek terkait kelembagaan dan regulasi. Rencananya, kerja sama ini akan berlangsung selama 2 tahun ke depan. “Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan momen bersejarah bagi pembangunan sistem perkeretaapian modern perkotaan di Indonesia. Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa upaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat dapat dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat. Baca Juga : Menteri Perhubungan Tawarkan Proyek Kawasan TOD MRT Jakarta ke Singapura Hasil dari kajian ini, kata dia, akan disampaikan kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan dalam menentukan alternatif solusi maupun kebijakan terkait pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan modern nasional. “MRT Jakarta selaku mitra operator senantiasa mendukung dan mewujudkan semangat pemerintah menyediakan layanan transportasi publik modern kepada masyarakat,” jelasnya. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada pihak PT Bumi Serpong Damai, Tbk, atas kolaborasi kerja sama studi kelayakan untuk menghadirkan layanan transportasi publik modern bagi masyarakat di wilayah Serpong. Langkah ini akan memperluas jangkauan layanan MRT Jakarta yang telah dikenal sebagai salah satu operator kereta berstandar internasional sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat di kota-kota di sekitar Jakarta. “Terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang terus memberikan dukungan penuh dalam memajukan dan mengembangkan jaringan sistem perkeretapian perkotaan modern nasional,” pungkasnya. MRT Jakarta Lengkapi Pilihan Transportasi Dalam kesempatan yang sama, Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land menambahkan, pihaknya sangat antusias untuk berkolaborasi dengan MRT Jakarta dalam studi pengembangan ini. Dengan meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi di Serpong dan sekitarnya. Baca Juga : Pasar Hunian Mewah Masih Oke ! BSDE Luncurkan Trésor Tahap 2 Mulai Rp13 miliaran “Kehadiran MRT di kawasan ini akan menjadi game changer dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat di Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang hingga Banten Raya, sekaligus memperkaya pilihan moda transportasi yang semakin nyaman bagi masyarakat. Dari estimasi 100.000 pengguna harian layanan MRT, diperkirakan sebanyak 25%-nya dapat terserap melalui stasiun-stasiun yang ada di BSD City,” tegasnya. PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa berupaya untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat melalui perluasan jaringan MRT guna mewujudkan masa depan transportasi publik terintegrasi dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Hadirkan Opsi Bagi Penumpang, Mastercard Jalin Kemitraan Dengan MRT Jakarta

masterd card

Propertynbank.com – Mastercard dan PT MRT Jakarta (Perseroda), operator fasilitas dan infrastruktur MRT Jakarta, beberapa waktu lalu telah mengumumkan kerjasama dan kemitraannya untuk meningkatkan pengalaman bertransportasi secara nontunai. Kolaborasi signifikan ini diumumkan pada acara peresmian Stasiun Senayan Mastercard, yang sebelumnya dikenal sebagai Stasiun Senayan. Dari kerjasama tersebut dan sebagai mitra strategis MRT Jakarta, Mastercard menghadirkan opsi yang nyaman untuk mengisi (top-up) dan membeli kartu MRT secara nontunai bagi para pengguna MRT Jakarta. Kini, penumpang dapat mengisi kartu MRT di semua loket MRT menggunakan kartu debit Mastercard. Disamping itu, penumpang juga memiliki opsi untuk membeli tiket lewat aplikasi MyMRTJ menggunakan kartu kredit Mastercard, yang menandai penerimaan kartu kredit untuk pertama kalinya di aplikasi ini. Selain itu, keuntungan lainnya adalah semua kartu Mastercard dapat digunakan untuk membeli kartu MRT di semua loket stasiun. Baca Juga : Capai 27,27 %, Optimis Pembangunan MRT Fase 2A Sesuai Target Seperti diketahui, MRT Jakarta mengalami pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2019 silam. Hingga November 2023 lalu, jumlah penumpang rata-rata harian MRT Jakarta telah melonjak hingga menjadi 100.000 penumpang, melampaui target 70.000 penumpang per hari. Dengan pembangunan fase 2 proyek konstruksi MRT Jakarta yang sedang berlangsung, jumlah penumpang dari Lebak Bulus sampai dengan Ancol diperkirakan mencapai 290.000 per hari. Sedangkan Mastercard, selama lebih dari satu dekade telah bekerja sama dengan berbagai operator transportasi umum dalam upaya mereka untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna. Setiap tahun, lebih dari 4 miliar transaksi mobilitas, meliputi transportasi umum dan pribadi, diproses melalui jaringan global Mastercard. Di Indonesia sendiri, dengan memfasilitasi pembayaran non tunai di transportasi umum, yang merupakan rutinitias sehari-hari bagi jutaan masyarakat Indonesia, kemitraan MRT Jakarta dan Mastercard ini akan mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi digital dalam sektor transportasi. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, mengatakan bahwa MRT Jakarta terus mendorong kerja sama dan kolaborasi dalam memajukan sistem transportasi publik untuk mendukung gaya hidup masyarakat di berbagai bidang. Baca Juga : Jadi Nilai Tambah, Hampir Semua Proyek Intiland Di Jakarta Dekat Jalur MRT “Kemitraan antara MRT Jakarta dan Mastercard ini melengkapi dan menunjukkan bahwa MRT Jakarta merangkul dan terbuka dengan siapa saja dalam hal mengembangkan Jakarta sebagai episentrum ekonomi dan bisnis nasional. Ke depannya, kami berharap lebih banyak lagi kerja sama dan inovasi yang dapat dikolaborasikan dengan Mastercard untuk meningkatkan pengalaman penumpang MRT Jakarta,” ujar Tuhiyat yang disampaikan dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. Mastercard Manfaatkan Teknologi Global Sementara itu, Aileen Goh, President Director, PT Mastercard Indonesia, menyatakan, di Mastercard, pihaknya memanfaatkan jaringan dan teknologi global yang dimiliki untuk membantu menjawab tantangan di sektor publik, seperti lewat digitalisasi layanan publik yang vital. Salah satunya adalah transformasi dalam sektor transportasi, di mana Mastercard bekerja sama dengan banyak mitra di seluruh dunia untuk memberikan pengalaman bertransportasi yang mudah dijangkau sehingga memacu peningkatan jumlah penumpang, serta meningkatkan efisiensi dan inovasi. “Kolaborasi pertama antara PT MRT Jakarta dan Mastercard di Indonesia bertujuan untuk memastikan akses transportasi yang lebih baik dan lebih mudah bagi penduduk dan wisatawan di Jakarta, dimulai dengan pembayaran nontunai yang nyaman dan aman. Karena mobilitas merupakan bagian penting dari sebagian besar penduduk, inisiatif ini dapat mengubah perilaku konsumen ke pembayaran nontunai secara lebih masif. Dengan demikian, hal ini dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan mendorong transformasi serta inklusi digital,” tegas Aileen Goh. Baca Juga : MRT Jakarta Beroperasi, Bank DKI Siapkan JakCard Untuk Pembayaran Pengumuman kemitraaan ini menandai kolaborasi pertama antara Mastercard dan MRT Jakarta. Kemitraan ini merupakan bagian dari strategi besar Mastercard dan MRT Jakarta untuk meningkatkan mobilitas perkotaan di Indonesia, menjadi tonggak penting dalam menuju perubahan lanskap perkotaan yang lebih terintegrasi dan terdepan dalam era digital. “Kerjasama ini selaras dengan komitmen global Mastercard untuk mendukung pemerintah di seluruh dunia dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan efisien, serta menguntungkan masyarakat,” tutup Aileen Goh. Dengan inisiatif baru dengan MRT Jakarta ini, kata Aileen Goh, Jakarta menjadi bagian lebih dari ratusan metropolitan di seluruh dunia termasuk Singapura, London, New York, dan Bangkok, di mana Mastercard telah membantu dalam penerapan sistem tranportasi yang nirsentuh (contactless).

Capai 27,27 %, Optimis Pembangunan MRT Fase 2A Sesuai Target

MRT

Propertynbank : Pembangunan Fase 2A MRT Jakarta dipastikan berjalan sesuai target. Tidak hanya itu,  target beroperasi MRT fase A2 pada tahun 2027 akan tercapai. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Risal Wasal mengatakan, “Melihat kondisi progres saat ini yang sudah mencapai 27,27 persen, kami sangat optimistis MRT Jakarta Fase 2A sudah bisa dioperasikan secara bertahap pada 2027 hingga 2029,” katanya. Meski diharapkan sesuai target, Risal mengungkapkan adanya tantangan dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A ini. “Meski relatif pendek, Fase 2A ini cukup rumit sebab memiliki kondisi geografis yang lebih menantang dan banyak ditemukan artefak-artefak bersejarah serta benda-benda cagar budaya,” ungkapnya. Meski demikian, Risal mengapresiasi upaya tim MRT Jakarta beserta para kontraktor untuk mengatasi kondisi geografis dan menjaga aset-aset bersejarah yang ditemukan di sekitar lokasi proyek. Baginya, hal tersebut dapat menjadi contoh bagi pekerjaan proyek perkeretaapian lain yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk terkait pengelolaan limbah proyek. “Perlu dilakukan pula transfer ilmu terkait penanganan limbah tanah dan konstruksi terowongan underground yang tidak mengganggu dan memberikan dampak kepada lingkungan sekitar. Penanganan pekerjaan terowongan tersebut dapat digunakan dalam pekerjaan sejenis pada proyek perkeretaapian ke depan seperti LRT Bali dan Urban Transport di IKN” tambahnya Seperti diketahui, pembangunan fase 2A yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama fase 2A yang meliputi jalur utama sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan enam stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok) dan satu stasiun at grade (Kota) berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT koridor BHI-Kota. Kedua, fase 2B yang terdiri dari Stasiun Kota, Mangga Dua, Gunung Sahari, dan Ancol hingga Depo di Ancol Barat sekitar 5,2 kilometer. Fase 2B ini masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). “Setelah pekerjaan MRT Jakarta Fase 2A rampung, akan dilanjutkan dengan Fase 2B yang membentang dari kawasan Kota Tua menuju kawasan Ancol. Kami berharap, proyek ini dapat selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan semakin memudahkan masyarakat menggunakan MRT secara lebih luas,” pungkasnya. (Nabilla Chika Putri).

Jadi Nilai Tambah, Hampir Semua Proyek Intiland Di Jakarta Dekat Jalur MRT

BERITA PROPERTI – Transportasi modern Mass Rapid Transit (MRT) Fase I dengan rute Lebak Bulus – Bundaran HI telah resmi beroperasi sejak Senin, 1 April 2019 lalu. Menariknya, hampir seluruh proyek-proyek PT Intiland Development Tbk, di Jakarta terhubung dan lokasinya berdekatan dengan MRT. Hal ini tentu sangat menguntungkan Intiland dan menjadi nilai tambah bagi properti-properti tersebut. Direktur Pengembangan Bisnis Intiland, Permadi Indra Yoga mencontohkan, proyek Intiland di jalur MRT Jakarta antara lain kawasan mixed use & high rise terpadu South Quarter (perkantoran, ritel, dan apartemen) di TB Simatupang, Fifty Seven Promenade (apartemen, perkantoran, dan ritel) di Thamrin, gedung perkantoran Intiland Tower di Sudirman dan Grand Whiz Poin Square di Lebak Bulus Jakarta. “Rata-rata jarak tiap properti tersebut dari stasiun MRT terdekatnya kurang dari 500 meter, sehingga waktu tempuh berjalan kaki kurang dari 10 menit. Bahkan Intiland Tower Jakarta berada tepat bersebelahan dengan stasiun MRT Bendungan Hilir,” ungkap Yoga pada diskusi yang membahas mengenai pengaruh positif fasilitas transportasi publik terhadap nilai investasi kawasan, di South Quarter, Jakarta, Kamis (4/4). [irp] Yoga menjelaskan, beragam moda transportasi publik modern yang dibangun oleh pemerintah memberikan manfaat nyata, bukan hanya mampu menciptakan konektivitas, efisiensi, dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan nilai investasi kawasan. Dampak positif lainnya adalah terjadinya perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat urban untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Permadi Indra Yoga menjelaskan tema #LivingConnected yang digaungkan oleh Intiland merupakan sebuah program kampanye untuk mengapresiasi beroperasinya fasilitas MRT, serta upaya membangun kesadaran publik untuk peningkatan kualitas hidup. Hadirnya beragam moda transportasi modern ini diyakininya membawa perubahan, seperti memudahkan konektivitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. “Intiland telah berpartisipasi secara pro-aktif dan mengantisipasi dinamika tersebut dengan menghadirkan sejumlah produk properti hunian dan perkantoran terbaik yang dilalui jalur MRT maupun moda transportasi modern lainnya. Ketersediaan fasilitas transportasi publik telah menjadi faktor kunci bagi sebagian besar masyarakat dalam memilih properti, seiring dengan munculnya kesadaran untuk mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik,” tegas Yoga. [irp] Integrasi moda transportasi yang modern dan memadai, sambung Yoga, mutlak diperlukan masyarakat, dan pihaknya berusaha menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan proyek-proyek properti yang menawarkan kemudahan mobilitas dan konektivitas masyarakat dalam beraktifitas. Perubahan tersebut tidak lepas dari berkembangnya konsep Transit Oriented Development (TOD) secara terpadu, khususnya di wilayah Jakarta. Pengembangan konsep ini menciptakan konektivitas secara terpadu melalui beragam moda transportasi modern. Konsep TOD memiliki banyak keunggulan, termasuk mampu memperbaiki mobilitas masyarakat urban dan sub-urban. Yoga menceritakan salah satu kisah klasik warga Jakarta dan sekitarnya adalah kemacetan yang membuat “tua di jalan”. Sebagaimana catatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2007, kemacetan berdampak pada menurunnya produktivitas dan kualitas hidup warga kota. Waktu untuk beristirahat dan bercengkrama bersama keluarga dan sahabat semakin berkurang karena masyarakat harus bergegas setiap pagi dan baru pulang ketika malam menjelang. [irp] “Kami optimis pembangunan transportasi publik yang digenjot pemerintah dapat meningkatkan kualitas hidup, terutama dengan terpangkasnya waktu yang dihabiskan di perjalanan. Beroperasinya MRT akan memberi warna baru bagi kehidupan warga kota, terutama bagi mereka yang tempat tinggal atau kantornya terhubung dengan jaringan MRT,” kata Yoga. Kehadiran MRT dan moda transportasi modern lainnya pun diperkirakan akan mampu mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih teratur. Perubahan tersebut mungkin tidak secara langsung terjadi, tetapi memerlukan waktu karena berkaitan dengan hal yang sangat mendasar seperti kebiasaan dan budaya masyarakat.

MRT Jakarta Beroperasi, Bank DKI Siapkan JakCard Untuk Pembayaran

INFO PERBANKAN – Bank DKI terus mendorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, salah satunya dengan mendukung sistem pembayaran berbasis non tunai untuk pengguna MRT Jakarta yang segera beroperasi. Melalui uang elektronik JakCard Bank DKI, pengguna transportasi MRT Jakarta dapat melakukan pembayaran tiket MRT Jakarta. Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Priagung Suprapto mengatakan, bergabungnya Bank DKI menjadi sistem pembayaran di MRT Jakarta, akan semakin meningkatkan daya tarik fitur uang elektronik card based yang dimiliki Bank DKI yaitu JakCard, khususnya pada sektor transportasi. “Kami optimis penambahan fitur pembayaran MRT Jakarta pada JakCard dapat mendorong pertumbuhan jumlah pengguna JakCard mencapai hingga mendekati 5 juta pengguna. Hal itu, didasarkan pada potensi bisnis MRT Jakarta yang cukup besar,” ujar Priagung Suprapto usai peresmian MRT Jakarta oleh Presiden RI, Joko Widodo dan disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta (24/03) lalu. [irp] Menurut Priagung, jumlah pengguna MRT diperkirakan mencapai hingga 173.000 penumpang perharinya. Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, ia meyakini jumlah transaksi JakCard Bank DKI bisa menembus lebih dari 10 juta transaksi per tahun. Lebih lanjut dikatakan Priagung, JakCard adalah kartu pintar prabayar atau prepaid smartcard yang diterbitkan oleh Bank DKI sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Bank DKI. Dengan menggunakan teknologi contactless chip, pengguna moda transportasi MRT Jakarta cukup mendekatkan JakCard pada mesin pembaca atau contactless card reader yang telah tersedia. Adapun kartu JakCard Bank DKI mulai bisa digunakan di stasiun MRT Jakarta sejalan dengan jadwal operasionalnya per tanggal 25 Maret 2019. [irp] JakCard Bank DKI juga dapat dipergunakan untuk naik fasilitas layanan publik lainnya seperti Transjakarta dan transaksi pembayaran tiket untuk program regular dan personal frequent rider Kereta Bandara. Ini merupakan upaya Bank DKI untuk mendorong peningkatan transaksi non tunai, khususnya pada segmen transportasi. “Selain itu, JakCard juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran di Jakarta kawasan wisata publik seperti  Monumen Nasional, Taman Margasatwa Ragunan, dan Museum Seni & Keramik,” pungkas Priagung.