Yup Layanan Aggregator Bayar Jalin Kemitraan Dengan MPPA

Propertynbank : Yup layanan aggregator bayar nanti sejak September 2023 lalu menjalin kerja sama dengan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Kerjasama ini guna memberikan akses terjangkau, mudah, serta layanan yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Khususnya dalam menunjan keseharian serta aspirasi masyarakat pada sector kuliner dan gaya hidup. Bersama Yup , konsumen kini memiliki kenyamanan, akses, serta kemampuan untuk melakukan pembelian produk-produk berkualitas dari 132 gerai secara total milik MPPA, dengan rincian di 99 gerai Hypermart, Foodmart di 12 gerai, Primo di 8 gerai, dan 13 gerai dari Hyfresh. Dengan memberikan akses (sebagai aggregator) dan bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk layanan pembayaran, para pengguna bisa memilih fitur bayar nanti 0% untuk 40 hari atau cicilan 3, 6, dan 12 bulan setiap pembayaran di kasir dari masing-masing supermarket dari MPPA. Gandan Wiranegara, Head of Strategy and Analysis Finture Group mengatakan, “Kami sangat senang dan bangga bisa menjalin kerja sama dengan MPPA yang memiliki sepak terjang sekian lama di bidang ritel modern khususnya supermarket, serta menjadi bagian dari sejarah dan hidup masyarakat Indonesia lebih dari 3 dekade,” ucapnya. Lebih jauh dijelaskan Gandan Wiranegara, Kerja sama ini memainkan peran strategis untuk kebutuhan harian masyarakat Indonesia yang memiliki demand pada produk dengan kualitas baik. Oleh karena itu, kemitraan ini ingin mendorong para konsumen yang merupakan tech-savvy untuk berbelanja produk-produk berkualitas dari MPPA melalui pengalaman berbelanja mulai dari proses pendaftaran yang cepat, penggunaan yang mudah, serta nyaman dan juga aman saat bertransaksi di mana saja dan kapan saja. Hal senada juga diungkapkan Roy Atmadja, Direktur Operasional MPPA mengatakan, “Kami sangat menyambut baik jalinan kerja sama antara jaringan Food Retail MPPA dengan Yup dalam mendekatkan akses pada produk sehari-hari dengan kualitas baik melalui tambahan akses pembiayaan yang mudah serta terjangkau bagi pengguna Yup dan para pelanggan. Kerja sama ini tambahnya, merupakan wujud dari upaya yang berkesinambungan dalam peningkatan ekonomi dan kualitas hidup bagi komunitas sekitar kita. “Dengan begitu masyarakat semakin dimudahkan untuk mendapatkan produk-produk segar dan kebutuhan sehari-hari dengan kualitas yang baik yang dijual di seluruh jaringan Food Retail kami,” ujar Roy Atmadja. Ragam Promo Yup Kerja sama ini juga menghadirkan berbagai promo menarik bagi para pengguna setia maupun baru dari Yup serta konsumen dari MPPA hingga tanggal 31 Desember 2023. Pengguna baru dari Yup akan mendapatkan voucher dengan potongan 90% s.d. Rp50,000 untuk bulan pertama setelah melakukan aktivasi serta 3 voucher potongan 20% hingga Rp10,000 setiap bulannya untuk bulan kedua hingga keenam, dengan hanya menggunakan kode promo YUPHPM saat proses registrasi di aplikasi Yup . Bukan hanya untuk pengguna baru, para pengguna setia juga dari Yup juga bisa mendapatkan voucher potongan 5% hingga Rp200,000 untuk minimum transaksi Rp100,000 setiap bulannya selama periode promo berlangsung. Voucher potongan harga atau diskon hanya dapat digunakan para pengguna selama melakukan transaksi di Hypermart, Hyfresh Supermarket, Foodmart Supermarket dan Primo Supermarket seluruh Indonesia menggunakan metode pembayaran kartu Yup maupun scan dengan aplikasi Yup . “Kerja sama ini diharapkan bisa mempermudah para konsumen dan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan produk-produk dengan kualitas baik yang dapat menunjang kesehariannya pada kebutuhan primer. Kami juga membuka booth di beberapa toko Hypermart di Jakarta guna memberi akses yang lebih mudah kepada pengunjung yang ingin menjadi pengguna Yup ,” tutup Gandan.
Yup, Layanan Aggregator Pay Later Luncurkan Fitur Bayar E-Commerce Untuk Belanja Online

Propertynbank : Pesatnya industri e-commerce dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya banyak platform pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia layanan keuangan digital. PayLater (beli sekarang bayar nanti) merupakan salah satu platform pembayaran yang paling sering digunakan oleh konsumen saat berbelanja online. Paylater memberikan kemudahan bagi konsumen atau masyarakat yang ingin membeli suatu barang secara online, namun terkendala dengan kebutuhan lain. Tren ini terus berlanjut hingga tahun 2023, di mana kunjungan berbagai situs e-commerce di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data ini juga diyakini sebagai proyeksi positif dari perkembangan e-commerce di Indonesia yang semakin menunjukan taringnya sebagai penopang ekonomi digital dalam negeri pada 2023. Ketua Dewan Pembina Asosiasi E-Commerce Indonesia juga menyatakan bahwa lebih dari setengah ekonomi digital berasal dari e-commerce. Bahkan, tahun ini transaksi e-commerce diperkirakan bisa mencapai Rp600 triliun sampai Rp700 triliun, untuk semua jenis e-commerce Yup sebagai layanan aggregator pay later hadir untuk bisa menghubungkan para pengguna dalam mendapatkan layanan serta akses bayar nanti dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Khususnya bagi pelanggan yang melakukan transaksi di berbagai e-commerce. Yup juga berinisiasi dan terus berkomitmen dengan meluncurkan fitur ‘Bayar E-Commerce’ bukan hanya membantu para pengguna dari berbagai generasi tak terkecuali Gen Z dan millenial. Namun juga membantu perkembangan e-commerce yang dapat mendorong ekonomi digital Tanah Air. Bayar E-Commerce Disediakan oleh institusi finansial yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, platform ini dioperasikan oleh PT Finture Tech Indonesia, penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Brand Manager Finture Group Edwin Rudiyanto menyampaikan, pihaknya menyadari bahwa semua orang menyukai kemudahan dalam melakukan transaksi secara online maupun offline. Oleh karenanya, Yup hadir sebagai aggregator atau platform yang menghubungkan pengguna untuk mendapatkan layanan bayar nanti yang disediakan oleh lembaga jasa keuangan berizin OJK. “Kehadiran Yup diharapkan bisa menjadi jembatan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keseharian tanpa keraguan mulai dari proses pendaftaran yang cepat, penggunaan yang mudah, serta nyaman dan juga aman saat bertransaksi di mana saja dan kapan saja, terkhusus di berbagai e-commerce Indonesia,”jelasnya. Pada kesempatan ini, kami juga ingin memperkenalkan program terbaru kami, ‘Bayar E-Commerce,’ yang merupakan fitur dalam aplikasi Yup sebagai agregator paylater yang membantu para pengguna untuk melakukan pembayaran melalui Virtual Account (VA) saat berbelanja di platform e-commerce dan marketplace, dengan jumlah transaksi mulai dari IDR 50.000. “Kami memberikan akses (sebagai aggregator) dan bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk layanan pembayaran saat berbelanja di berbagai e-commerce dengan fitur pilihan cicilan hingga 3, 6, dan 12 bulan”, tambah Edwin. Fitur ini sangatlah mudah untuk digunakan, hanya perlu melihat langkah-langkahnya pada menu ‘Bayar E-Commerce’ di aplikasi Yup sebelum melakukan transaksi. “Kami ingin dapat mengakomodir kebutuhan konsumen yang beragam serta bisa lebih dekat dengan apa yang mereka inginkan. Selain itu, kami juga terus berkomitmen untuk membantu menyediakan akses yang mudah serta memobilisasi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif di ekonomi digital dengan melakukan transaksi di berbagai e-commerce di Indonesia,” tutup Edwin.
Di Tengah Pandemi Belanja Online Meningkat, Metode Paylater Makin Diminat
UMUM – Kredivo dan Katadata Insight Center kembali meluncurkan riset tahunan edisi kedua Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021. Riset juga dilengkapi dengan analisis perilaku pembayaran konsumen dan penggunaan paylater di tengah pandemi. Pemanfaatan data primer 10 juta sampel transaksi dari enam pemain e-commerce terbesar Indonesia bulan Januari-Desember 2020 yang diperkuat oleh survei online dipercaya dapat memberikan gambaran langsung mengenai industri e-commerce tanah air. Dalam riset menunjukkan pada tahun 2020, rata-rata nilai transaksi e-commerce mengalami kenaikan pada hampir semua kategori produk jika dibandingkan tahun 2019. Pengguna metode pembayaran paylater pun meningkat selama pandemi. Dari konsumen yang menyatakan pernah menggunakan paylater, 55% pengguna baru menggunakannya di saat pandemi. Selain untuk membeli kebutuhan mendesak atau berbelanja dengan cicilan pendek, sebanyak 41% konsumen memilih fitur paylater untuk mengontrol cash flow (pengeluaran bulanan). VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengungkapkan, pandemi telah mengubah banyak hal dalam keseharian, termasuk perilaku saat bertransaksi digital. Riset yang dilakukan Kredivo bersama Katadata Insight Center tahun ini memperkuat kesimpulan bahwa adopsi e-commerce akan terus meningkat tiap tahunnya. [irp] “Disamping meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce, pandemi juga mendorong masyarakat untuk berpindah ke transaksi digital. Riset pada tahun ini menunjukkan bahwa pandemi juga berdampak pada akselerasi penggunaan paylater menjadi metode pembayaran pilihan yang cepat, mudah dan aman di e-commerce,” kata Indina. Sebagai pelaku pembiayaan berbasis digital, sambung Indina, tentunya Kredivo optimis bahwa berbagai temuan ini dapat mendorong visi perusahaan untuk melayani 10 juta pelanggan pada 2025 melalui solusi pembiayaan yang cepat, terjangkau dan mudah diakses. Temuan Dalam Riset Dari riset tersebut, dikatakan terjadi peningkatan rata-rata nilai transaksi secara konsisten di hampir semua kategori produk yang disebabkan oleh konsumen yang bergeser ke pembelanjaan secara online. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap transaksi digital, walaupun distribusi belum merata di beberapa wilayah. [irp] Selain itu, konsumen yang berusia lebih tua semakin nyaman berbelanja online. Di tengah dominasi gen Z dan milenial, generasi X (kelompok usia 36-45) mengalami peningkatan jumlah transaksi berbelanja online dari 13% pada 2019 menjadi 19% pada 2020. Temuan lainnya adalah, pandemi ubah preferensi belanja konsumen saat bertransaksi online. Karena konsumen lebih banyak beraktivitas dari rumah, pandemi mendorong konsumen untuk membeli produk yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi belanja produk non-pokok. Ini terlihat dari penurunan volume transaksi produk fashion (30% di tahun 2019 menjadi 22% di tahun 2020) sedangkan terjadi peningkatan signifikan di kategori produk seperti peralatan rumah tangga, isi ulang pulsa dan voucher, serta makanan. Sedangkan promosi dan festival belanja online masih efektif tarik konsumen untuk berbelanja. Hari Belanja Online Nasional (12.12) dan festival belanja tanggal kembar seperti 9.9 dan 11.11 terbukti masih efektif dalam menarik konsumen untuk berbelanja. Jumlah rata-rata transaksi pada tanggal 11.11 dan 12.12 tahun 2020 meningkat hingga 3 kali rata-rata transaksi harian tahun 2020. [irp] Kemudian, paylater berpotensi semakin diminati sebagai pembayaran pilihan yang cepat, aman, dan nyaman. Paylater diperkirakan menjadi salah satu pembayaran digital yang tumbuh paling cepat di e-commerce dalam satu tahun terakhir. Studi ini menunjukkan bahwa hampir 90% konsumen menyadari bahwa paylater merupakan sebuah opsi pembayaran; mereka yang sudah menggunakan paylater sangat puas dan 50% di antaranya berencana menggunakan paylater lebih sering daripada sebelumnya. Riset ini menggunakan data primer pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi dan dari lima kelompok umur dan pendapatan serta ditentukan berdasarkan random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 26-30 Maret 2021 dengan 3.560 responden di seluruh Indonesia.