SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Sukabumi
Propertynbank.com – SCG melalui anak usahanya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi (TSS), terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kabupaten Sukabumi. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembangunan empat unit SCG Mentari Waste Station beserta fasilitas pendukung untuk mendorong budaya pemilahan sampah di masyarakat. Program ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Inclusive Green Growth yang dijalankan SCG guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Empat SCG Mentari Waste Station dibangun di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju. Selain itu, perusahaan juga menyediakan satu unit mobil pick-up operasional untuk mendukung distribusi dan pengangkutan sampah, serta mendistribusikan 5.000 karung kepada masyarakat guna mendukung aktivitas pemilahan sampah sejak dari rumah. SCG turut membangun fasilitas bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Peramas Wajananawat, Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, mengatakan bahwa program SCG Mentari merupakan upaya perusahaan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan. “Sejalan dengan prinsip Inclusive Green Growth, melalui SCG Mentari kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan,” ujarnya. Pengelolaan Sampah Terpadu Libatkan Masyarakat SCG Mentari Waste Station dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Kehadiran mobil pick-up operasional diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah dari masyarakat menuju fasilitas pengelolaan. Sementara distribusi ribuan karung menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah tangga. SCG juga membentuk SCG Mentari Warrior yang bertugas membantu pengelolaan dan pengawasan operasional fasilitas tersebut. Menurut perusahaan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana, menyebut program tersebut telah membawa perubahan positif di lingkungan masyarakat. “Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah. Dukungan fasilitas dari SCG membuat kami semakin percaya diri untuk menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri,” katanya. Sejak berjalan pada 2024, program SCG Mentari berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah dengan rata-rata pengumpulan mencapai 2 ton per bulan. Program ini juga telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa di Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi Seni dan Edukasi Lingkungan Selain menjadi pusat pengelolaan sampah masyarakat, SCG Mentari Waste Station juga dikembangkan sebagai sarana edukasi publik berbasis seni. SCG menggandeng seniman asal Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan mural dan karya visual di area waste station. Konsep visual yang dihadirkan mengusung tema ceria dan edukatif guna mengubah persepsi masyarakat terhadap tempat pengumpulan sampah. Area tersebut tidak hanya berfungsi secara operasional, tetapi juga menjadi ruang publik yang inspiratif dan memiliki nilai estetika. Melalui karya seni tersebut, SCG ingin menyampaikan pesan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan dapat menjadi awal dari sesuatu yang baru melalui pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan menuju gaya hidup zero waste. Program SCG Mentari menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero 2050 dan mewujudkan Low Carbon Society melalui pengembangan inovasi hijau bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan regional dengan berbagai lini bisnis, SCG terus mendorong penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh operasional bisnisnya, termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, SCG memiliki 38 perusahaan di Indonesia dengan lebih dari 8.000 karyawan yang bergerak di sektor semen, bahan bangunan, bahan kimia, hingga kemasan.
Momentum Hari Bumi Sedunia, SCG Indonesia Perlihatkan Aksi Nyata ESG di Kuartal I 2026
Propertynbank.com – SCG Indonesia menegaskan komitmennya terhadap penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah meningkatnya tantangan lingkungan global, mulai dari emisi gas rumah kaca hingga persoalan pengelolaan sampah. Berdasarkan laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP), emisi global pada 2024 mencapai 57,7 GtCO₂e atau meningkat 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia sendiri termasuk dalam enam negara dengan kontribusi emisi terbesar, dengan laju pertumbuhan mencapai 4,6%. Selain itu, isu pengelolaan sampah juga semakin kompleks. UNEP mencatat timbulan sampah padat perkotaan global mencapai 2,1 miliar ton per tahun pada 2020 dan berpotensi melonjak hingga 3,8 miliar ton pada 2050 tanpa intervensi signifikan. Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat kebijakan lingkungan, termasuk peningkatan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2026 serta percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Momentum Hari Bumi Sedunia tahun ini yang mengusung tema “Our Power, Our Planet” menjadi pengingat pentingnya implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencapai target Net Zero Emissions 2050 serta mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk di sektor properti dan konstruksi. SCG Indonesia Catat Berbagai Capaian ESG di Kuartal I 2026 Menjawab tantangan tersebut, SCG Indonesia terus memperkuat komitmen ESG melalui berbagai inisiatif sepanjang kuartal pertama 2026. Perusahaan mengusung prinsip Inclusive Green Growth sebagai dasar dalam menjalankan operasional bisnis sekaligus program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu program unggulan adalah Sharing the Dream yang mendorong generasi muda menciptakan solusi berbasis komunitas. Pada Januari 2026, proyek Community Action for Responsible Ecotourism (CARE) resmi diserahkan kepada pemerintah Desa Sukawening, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Program ini melibatkan lebih dari 50 remaja dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui inisiatif WANOJA. Di sektor pendidikan, SCG Indonesia juga menggelar pelatihan literasi digital bagi para guru di Jakarta pada Februari 2026. Program ini memperkenalkan metode pembelajaran berbasis Augmented Reality serta konsep green entrepreneurship sebagai bagian dari pembelajaran masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Dalam aspek lingkungan, SCG Indonesia memperluas program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari) di Sukabumi. Program ini melibatkan lebih dari 280 warga dalam kegiatan pengumpulan sampah yang dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga. Hingga saat ini, program tersebut telah mengelola lebih dari 7 ton sampah dan melibatkan lebih dari 1.000 partisipan di lima desa. Tidak hanya itu, sejumlah anak usaha SCG Indonesia juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemulihan pascabencana. PT Berjaya Nawaplastic Indonesia menyediakan 80 unit pipa untuk mendukung akses air bersih bagi warga terdampak banjir dan longsor. Sementara itu, PT Semen Jawa menyalurkan 200 sak semen hijau untuk pembangunan hunian tetap, dan SCG Distribution & Retail turut berkontribusi dalam renovasi fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Komitmen ini juga mendapat apresiasi dari industri. Melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG Indonesia meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik 1 dalam ajang Night of Appreciation Gala 2026 di Sukabumi. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, SCG Indonesia meluncurkan kampanye “On Green, On Goal” yang menggambarkan perjalanan menuju Net Zero 2050 melalui analogi olahraga golf. Kampanye ini menekankan pentingnya strategi, efisiensi, dan kolaborasi dalam menekan emisi karbon. President Director SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menciptakan dampak yang lebih luas, termasuk dalam mendorong transformasi industri properti menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Langkah SCG Indonesia ini menunjukkan bahwa implementasi ESG bukan hanya sekadar komitmen, tetapi telah menjadi strategi bisnis yang terintegrasi. Bagi sektor properti dan konstruksi, pendekatan ini menjadi relevan dalam menjawab tuntutan pasar sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan nasional.
Bangun Pabrik Biomassa, PLN dan Pemkot Cilegon Ubah Sampah Jadi Listrik
Propertynbank : Masalah sampah masih menjadi permasalahan nasional. Untuk itu perlu adanya inovasi tekologi terbarukan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Cilegon optimis menangani permasalahan sampah dengan cara mengubah menjadi sumber bahan bakar untuk pembangkit listrik Untuk itu, Pemkot Cilegon bekerjasama dengan PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Indonesia Power meresmikan pengoperasian pabrik Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Cilegon Banten, Selasa (29/11). Pabrik BBJP ini akan menyerap 30 ton sampah segar kota setiap harinya untuk diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara _(co-firing)_ di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya. Walikota Cilegon Helldy Agustian menyambut baik kolaborasi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar biomassa untuk listrik. Ini sejalan dengan komitmen Pemkot Cilegon untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. “Pertama masalah sampah ini menjadi permasalahan nasional. Salah satu ide kreatif dari Kota Cilegon sesuai dengan Perpres 35 tahun 2018, sebetulnya Presiden Joko Widodo sudah menunjuk 12 Kabupaten Kota se-Indonesia dalam rangka mengubah sampah menjadi energi hijau. Peluang ini kita tangkap,” kata Helldy Adanya BBJP TPSA Bagendung ini berdampak besar tidak hanya bagi lingkungan tapi juga ekonomi Kota Cilegon. Karena, adanya BBJP TPSA Bagendung, bisa meningkatkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, Helldy berharap jika BBJP TPSA Bagendung bisa menjadi percontohan tidak hanya Kabupaten/Kota di Provinsi Banten saja tapi juga di seluruh Indonesia. Pemerintah Kota Cilegon siap membantu daerah lain untuk mendorong penggunaan energi bersih lewat pengelolaan sampah. “Artinya ini adalah pionir dari semua daerah di Indonesia bahwa Cilegon kota pertama kali dan ini diresmikan langsung oleh Direktur Utama PLN,” kata Walikota Cilegon. Cilegon Kurangi Tumpukan Sampah Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, melalui kolaborasi ini PLN membantu Pemkot Cilegon mengurangi sampah kota dan pabrik BBJP ini akan membangun ekonomi kerakyatan karena dioperasikan langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD) sehingga memberi nilai tambah melalui penyerapan tenaga kerja lokal. “Kami bangga sekali dengan adanya bahan bakar jumputan padat di Cilegon ini. Ini adalah bahan bakar berbasis pada kekuatan rakyat. Di sini yang bekerja adalah rakyat sekitar sini dan diberdayakan, jadi ini menciptakan lapangan kerja,” ucap Darmawan. Darmawan menambahkan, program pemanfaatan sampah menjadi energi di Cilegon ini merupakan yang terbesar dan mampu mengurangi tumpukan sampah sebesar 30 ton per hari atau 9.000 ton per tahun. Sementara bagi PLN, kehadiran pabrik BBJP ini membantu perseroan mendapatkan kepastian pasokan biomassa untuk bahan baku _co-firing_ dan bisa menghemat ongkos produksi karena bisa memproduksi biomassa secara mandiri. “Di sini yang tadinya pengolahan hanya 1,5 ton per hari, dinaikan menjadi 30 ton per hari. Dan ini sangat membantu sekali bagaimana TPSA Bagendung bisa dikelola agar lebih bersih lagi. Ini juga bisa meningkatkan ketahanan energi dan juga bisa mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menyelesaikan _global warming_,” pungkas Darmawan. Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra menuturkan PLN Indonesia Power telah melakukan riset terkait pengolahan sampah menjadi bahan bakar sejak tahun 2018. Nantinya BBJP ini untuk _co-firing_ pada PLTU, dengan kata lain sampah di TPSA Bagendung ini akan diolah menjadi biomassa substitusi batu bara sebagai bahan bakar di PLTU. “Ke depannya instalasi BBJP Bagendung akan terus dikembangkan menjadi kapasitas 300 ton per hari dan PLTU Suralaya sebagai pembelinya. Pabrik ini secara konstruksi memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen,” ucap Edwin. Peresmian BBJP TPSA ini juga merupakan langkah nyata PLN menjawab persoalan global. Mewujudkan Indonesia yang bersih dan mandiri energi. Meningkatkan kapasitas nasional dengan prinsip _Environmental, Social and Governance_ (ESG). Helldy Agustian juga menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan PT PLN. Terutama dalam mendukung dan mewujudkan ide kreatif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk mengubah sampah menjadi energi hijau. “Kami sangat berterimakasih, bangga saya. Sampah saat ini menjadi permasalahan nasional, dan ini adalah ide kreatif Pemerintah Kota Cilegon khususnya dengan Perpres 35 Tahun 2018 sebetulnya Presiden Joko Widodo telah menunjuk 12 kabupaten kota se-Indonesia dalam rangka mengubah sampah menjadi energi hijau. Dan peluang ini kita tangkap,” kata Helldy.