PLN Kawal Kemenangan Garuda Muda 8-0 atas Brunei di Laga Pembuka AFF U-23

Propertynbank.com – Timnas Indonesia U-23 tampil memukau di laga perdana AFF U-23 Mandiri Cup 2025 dengan kemenangan telak 8-0 atas Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (15/7) malam. Kemenangan gemilang ini tidak hanya menunjukkan kekuatan skuad Garuda Muda, tetapi juga keberhasilan PLN dalam memastikan pasokan listrik tanpa kedip sepanjang pertandingan. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengerahkan 54 personel siaga dan infrastruktur kelistrikan berlapis untuk menjaga kenyamanan dan keamanan jalannya pertandingan. Pasokan utama sebesar 5.540 kVA disokong oleh 6 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas total 1.660 kVA, 7 Gardu Bergerak (UGB) dengan total 3.630 kVA, serta 1 unit Power Generator berkapasitas 600 kVA. Seluruh sistem dipantau melalui Dispatcher Mobile sebagai langkah antisipasi dari segala potensi gangguan. General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung kelancaran perhelatan olahraga internasional ini. “Kami menjamin suplai listrik andal dan tanpa gangguan untuk mendukung suksesnya AFF U-23 Mandiri Cup 2025. PLN hadir untuk memastikan kenyamanan pemain, panitia, hingga puluhan ribu penonton di stadion,” ujar Andy, Rabu (16/7). Baca Juga : PLN Mobile Color Run 2025 Jadi Wadah Interaksi Dengan Pelanggan Setia di Palembang Keandalan ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang optimal, seperti yang juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi. “Kemenangan besar Timnas U-23 atas Brunei adalah awal yang membanggakan. Kami mengapresiasi PLN yang telah memastikan kelistrikan di SUGBK berjalan sempurna, menciptakan suasana pertandingan yang penuh semangat dan aman,” ungkap Yunus, seusai pertandingan. Sebagai bagian dari PLN UID Jakarta Raya, Manager PLN UP3 Bulungan, Dasih Listyanto juga menyampaikan kesiapan jajarannya. “Kami telah menyiagakan infrastruktur terbaik dan tim yang solid, baik sebelum, selama, maupun setelah pertandingan untuk memastikan suplai listrik tetap prima di semua titik krusial stadion,” jelas Dasih. Tuan Rumah AFF U-23 AFF U-23 Mandiri Cup 2025 akan berlangsung hingga 29 Juli mendatang, menggunakan dua stadion utama yakni SUGBK Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Indonesia sebagai tuan rumah menempatkan diri di Grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam, dengan seluruh pertandingan grup dilaksanakan di SUGBK. Dengan dukungan penuh PLN, ajang ini diharapkan berjalan lancar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang siap dan andal. Baca Juga : PLN Icon Plus–Gubernur Bali Kompak Dorong Transisi Green Energy dan Bali Terkoneksi Sebanyak 6 unit UPS berkapasitas total 1.660 kVA, 7 Gardu Bergerak (UGB) dengan total 3.630 kVA, serta 1 unit Power Generator berkapasitas 600 kVA diterjunkan PLN untuk memperkuat suplai listrik selama pertandingan AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (15/7).
Liburan Nataru 2025 Pakai Mobil Listrik? Catat Lokasi SPKLU Di Sepanjang Trans Jawa Ini
Propertynbank.com – PLN dan Astra Infra telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia, dalam memberikan kenyamanan pengendara kendaraan listrik selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru tahun 2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang diperkirakan akan menggunakan kendaraan listrik selama periode liburan tersebut. Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya Kementrian ESDM, Suryo Utomo mengatakan, untuk mendukung kelancaran mudik masyarakat pengguna EV, kementrian ESDM dan PLN telah menyiapakan SPKLU yang tersebar di Indonesia. ”Sebanyak 624 unit SPKLU di 492 lokasi sudah disiapkan, disamping itu PLN berkolaborasi dengan mitra penyedia SPKLU menyiapkan 2.490 unit SPKLU di 1.745 lokasi,” ujar Suryo saat Pembukaan Posko NATARU Nasional Sektor ESDM secara daring melalui Youtube BPH Migas, Minggu 22 Desember 2024. Baca Juga : Bekerjasama dengan EVCuzz, Paramount Land Hadirkan SPKLU di Gading Serpong Adapun rincian lokasinya stasiun pengisian kendaraan listrik umum antara lain Pulau Jawa 1.076 lokasi, Bali 67 lokasi, Sumatra 293 lokasi, Kalimantan 138 lokasi, Sulawesi 84 lokasi, Maluku 22 lokasi, Nusa Tenggara 52 lokasi, dan Papua 13 lokasi. Sementara itu, dikutip dari otodriver, Head of Corporate Communications Astra Infra, Deddy Pradityo Opficon mengatakan Astra Infra juga telah menyiagakan SPKLU pada sejumlah Rest Area di Trans Jawa. “Bagi para pengguna kendaraan listrik, Astra Infra juga telah menyiagakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada rest area yang bisa ditemukan di sepanjang ruas tol ASTRA Infra untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan,” ujar Deddy Pradityo Opficon. Baca Juga : Targetkan 5.000 SPKLU Dalam Lima Tahun, Ini Real Estate Yang Dibidik Starvo Lokasi SPKLU yang disediakan Astra Infra Astra Infra menyediakan SPKLU yang terdapat di rest area pada ruas tol yang dikelolanya, antara lain: 1.Ruas tol Tangerang-Merak Arah merak, SPKLU dapat ditemukan di Km 43A dan Km 68A Arah Jakarta, SPKLU dapat ditemukan di Km 45B dan Km 68B 2.Ruas tol Cikopo-Palimanan Arah Cirebon, SPKLU dapat ditemukan di Km 86A, 102A, 130A, dan 166A Arah Jakarta, SPKLU dapat ditemukan di Km 101B, 130B, dan 164B 3.Ruas tol Jombang-Mojokerto Arah Surabaya, SPKLU dapat ditemukan di Km 678A dan Km 695A (Ultra Fast Charging) Arah Jakarta, SPKLU dapat ditemukan di Km 678B dan 695B 4.Ruas tol Semarang-Solo Di ruas tol Semarang-Solo, SPKLU dapat ditemukan di rest area Pendopo Km 456A & B. (Laporan Rafi)
PLN Perpanjang Stimulus Listrik Hingga Desember, Begini Cara Mengaksesnya
NASIONAL – PT PLN (Persero) memberikan perpanjangan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, industri, bisnis, dan sosial hingga Desember 2021. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19. PLN berharap, perpanjangan stimulus listrik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. “Dan kami selalu mendukung dengan menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, dan pelaku usaha yang terdampak Covid-19,” tutur Bob, dikutip dari pln.co.id, Senin (21/07/2021). Bob menjelaskan, metode penyaluran stimulus listrik tidak berubah dari periode triwulan III 2021, sehingga PLN optimistis penyalurannya akan berjalan lancar. Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus listrik yang diberikan hingga Desember 2021, besarannya adalah sebagai berikut:1. Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere (VA), bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50% dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25% dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.3. Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50% bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial. Dia mengatakan, diskon akan diberikan secara langsung kepada pelanggan. Bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara itu, untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik. “Untuk pelanggan prabayar daya 450 VA, tidak perlu lagi mengakses token, baik di website maupun layanan WhatsApp, stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” tambah Bob. Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50% hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum. Dalam memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus, PLN juga membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore. (Kevin/Sumber:CNBC Indonesia)
Mudahkan Pelanggan, PLN Fasilitasi Laporan Meter Listrik Via Whatsapp
UMUM – PLN menghentikan sementara pencatatan dan pemeriksaan meter listrik pelanggan pascabayar selama pandemi corona. Sebagai gantinya, BUMN itu menyiapkan layanan Whatsapp agar pelanggan dapat melaporkan angka stan dan foto kilowatt hour (kWh) meter. Layanan tersebut mulai berlaku untuk tagihan rekening Mei 2020. “Ini bagian dari physical distancing, kami mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ujar Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono dalam siaran pers pada pekan lalu. [irp] Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp PLN. Caranya, pelanggan menyiapkan nomor kWh dan foto stan meter. Lalu, pelangan membuka aplikasi WhatsApp dan ketik 2 ke nomor 08122 123 123. Selanjutnya, pelanggan hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan dalam WhatsApp PLN. Pelaporan angka stan meter disesuaikan dengan tanggal pencatatan meter yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri, melalui aplikasi WhatsApp. Laporan dari pelanggan akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. [irp] “Di akhir April ini, pelanggan akan melapor untuk rekening tagihan Mei. Demikian juga pada akhir Mei nanti, kami mohon pelanggan dapat mengirimkan kembali angka stan meter untuk dasar perhitungan tagihan Juni,” kata Yuddy. Bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan memakai modul perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir. “Jadi pelanggan yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir,” jelasnya. [irp] Dirinya menambahkan, jika ada ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, PLN akan mengakumulasikannya pada rekening bulan berikutnya, sehingga pelanggan tak akan dirugikan. Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123. PLN juga menghimbau kepada masyarakat untuk membayar listrik secara online demi meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas. “Sebagai upaya preventif mencegah penularan Covid-19,” ujarnya. [irp] Pembayaran listrik bisa dilaksanakan melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya. Pembayaran listik juga bisa melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya. Tak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui contact center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut berisi layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan. (Artha Tidar)
Penggunaan Listrik Lebih Boros Karena WFH, PLN Siap Beri Diskon?
NASIONAL – Sudah dua pekan penerapan bekerja dari rumah atau work from home guna menangkis penyeberan virus corona atau Covid-19. Situasi ini bukan perkara yang mudah bagi masyarakat. Apalagi dilihat dari pengeluaran biaya energi, seperti biaya listrik dan gas elpiji. Misalnya saja, Kristiana, ibu dari dua orang anak yang masih duduk di sekolah menengah atas, harus memutar otak dengan bujet rumah tangganya. Kondisi ini membuatnya hanya bergantung pada tabungan yang ada. Karena tak ada pemasukan harian, mau tak mau, hidupnya bergantung pada simpanan bulanannya. [irp] Ditiadakannya aktivitas sekolah selama 10 hari ini membuat kedua putra putrinya melakukan pembelajaran daring yang membutuhkan laptop, AC dan perangkat elektronik lainnya yang menyala sepanjang hari. Alhasil, beban alokasi untuk listrik pun bertambah. “Ada corona, anak-anak belajar di rumah, AC nyala, laptop nyala, charging handphone terus. Sehari bisa masak lebih dari dua kali, mau pesan antar makanan takut enggak bersih, gas cepet habis, tapi enggak ada pemasukan harian,” keluhnya yang dikutip dari Bisnis, Rabu (24/3/2020). [irp] Biasanya, dalam sebulan, Kristiana membayar sekitar Rp550.000 hingga Rp700.000 untuk listrik yang berkapasitas 2.200 VA. Namun pihaknya harus menghitung alokasi beban rumah tangganya. Terlebih lagi, tak tahu sampai kapan Virus Corona ini mereda sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. “Saya berharap ada diskon listrik untuk saat ini. Enggak tahu kan sampai kapan dan pasti listriknya bengkak,” katanya. Menanggapi keluhan konsumen PLN tersebut, Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan Pemerintah seharusnya memberikan subsidi atau insentif berupa pengurangan tarif listrik saat ini. [irp] Selama WFH pendapatan masyarakat terganggu, apalagi konsumen yang mendasarkan pada upah harian. “Dalam sebulan ke depan pendapatan masyarakat pasti akan terganggu,” ucapnya. Menurutnya, kebijakan diskon ini sebaiknya ditanggung pemerintah sehingga pemerintah yang harus mengompensasi kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Kan pemetintah yang meminta masyarakat WFh, walaupun juga demi masyarakat,” tuturnya. Tulus menambahkan, pemberian kompensasi ini pun harus diberikan kepada kelompok yang rentan. Kelompok yang rentan terhadap efek corona tersebut yakni kelompok non subsidi kapasitas 900 VA dan 1.300 VA yang diberikan diskon tarif listrik [irp] “Bukan hanya diskon tarif listrik saja tetapi diskon padam,” ujar Tulus. Di sisi lain, Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing berharap PLN memberikan insentif berupa penurunan tarif listrik yang golongan rumah tangga yang mampu dan tak mampu di tengah situasi seperti ini. “Fungsi PLN ini diutamakan pelayanan masyarakat bukan keuntungan semata. Perlu ada insentif berupa diskon tarif listrik Kilo Watt Hour (Kwh)-nya karena wabah corona ini. Ini salah satu cara agar beban pekerja yang WFH bisa berkurang,” terangnya. [irp] Insentif pemberian diskon listrik ini bisa diberikan pada bulan Maret ini. Pada Maret tahun lalu, PLN memberikan diskon tarif Rp52 per Kwh dengan alasan harga minyak yang turun. Oleh karena itu, kondisi yang sama harga minyak turun dapat membuat PLN mendiskon tarif listriknya di bulan ini. “Besarannya berapa, kami serahkan ke pemerintah. Pasti ada hitungannya. Kalau melihat keadaan sekarang, pemerintah bisa menurunkan 4 kali lipat Rp52 per Kwhnya karena harga mintak yang turun dan juga wabah corona. Hal ini holeh menjadi catatan khusus Kementerian BUMN untuk dapat menginstruksikan kepada PLN,” tutur David. [irp] Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi berpendapat bahwa kebijakan WFH pasti mengurangi konsumsi sektor bisnis hingga 30 persen lantaran berkurangnya pembeli dalam jumlah besar. Namun, WFH justru akan menaikkan konsumsi listrik untuk sektor rumah tangga sekitar 20 persen. Hal ini karena lantaran konsumen lebih banyak di rumah sehingga penggunaan AC pasti meningkat. Ia menilai pemerintah ataupun PLN semestinya memberikan insentif ke semua pelanggan listrik bukan karena WFH tetapi karena harga minyak dunia turun drastis sehingga Indonesian Crude Price (ICP) juga menurun. [irp] ICP merupakan salah satu variable penetapan tarif listrik. Dengan penurunan ICP ini, maka tarif listrik juga harus diturunkan 20 persen bagi semua pelanggan. Insentif berupa penurunan tarif listrik ini bertujuan untuk menaikkan daya beli yang nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diskon tarif diberlakukan pada semua pelanggan, baik konsumen indistri maupun RT semua golongan. “Penurunan tarif listrik antara 20 persen hingga 30 persen dapat menaikkan daya beli masyarakat, yang lagi terpuruk, sehingga bisa menaikkan pengeluaran konsumsi yang dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi,” kata Fahmy. [irp] Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Rahardjo mengatakan rencana insentif tarif listrik ini akan diberikan untuk semua sektor. Adapun saat ini yang sudah diberikan berupa diskon 30% kepada industri yang beroperasi 24 jam. Adapun diskon diberikan hanya pada jam-jam tertentu pukul 22.00-05.00 atau 06.00. “Masih dibahas seperti apa insentifnya. Untuk diskon tarif ke masyarakat memang belum ada, baru ke industri,” ujarnya pada Jumat (27/3). Namun, untuk meringankan beban listrik rumah tangga kapasitas 450 VA dan 900 VA, memang tengah disiapkan dan sedang dibicarakan bersama kementerian terkait. [irp] “Tunggu saja nanti dari pemerintah,” katanya. Menghadapi situasi physical distance, PLN melakukan perubahan dalam pembacaan meter untuk tagihan rekening listrik bulan April 2020. Pelanggan pascabayar PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya diminta untuk mengirim Identitas (Id) pelanggan dan foto angka yang terdapat pada kWh meter melalui email maupun aplikasi WhatsApp. Pelanggan cukup mengirimkan 1 kali saja selama Periode tanggal 23-29 Maret 2020. (Artha Tidar)
Jaga Pasokan Listrik Indonesia, PLN Siagakan Karyawan di Kantor
NASIONAL – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjamin pasokan listrik tetap terjaga, meski 90% pegawainya kini bekerja di rumah guna menghindari virus corona Covid-19. Ini lantaran beberapa pos tugas tetap disiagakan walaupun mayoritas karyawan tak masuk kantor. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pegawai yang bertugas pada unit seperti Pengatur Beban, Distribusi, Pembangkit, Call Center 123, Command Center, dan Posko Pelayanan tetap disiagakan di lokasi. Dia mengatakan PLN telah menyiapkan teknis sistem pekerjaan sejak sebulan belakangan. [irp] “Tetap kami siagakan sehingga pelayaan listrik kepada pelanggan tetap terjaga maksimal,” kata Zulkifli dalam keterangan tertulis, Minggu, (22/3). Ia mengatakan pegawai PLN telah dibagi ke dalam kelompok berbeda guna memastikan layanan berjalan. Sedangkan unit pendukung dan administratif di kantor pusat dan daerah diminta bekerja di rumah. “Kami telah memetakan bagian mana yang harus tetap bekerja penuh tidak boleh berhenti 24 jam,” ujarnya. PLN menyiapkan sejumlah fasilitas kepada pegawai yang tetap bertugas di kantor. [irp] Beberapa di antaranya adalah ruang pemeriksaan kesehatan khusus, tambahan vitamin serta menyediakan antar jemput dari rumah menuju kantor. “Agar mengurangi interaksi pegawai-pegawai tersebut di tempat yang rawan penularan,” jelasnya lagi. PLN juga menghimbau untuk melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas. “Ini kami imbau sebagai upaya preventif mencegah penularan virus Corona Covid-19. Kami mendorong dan menyarankan pelanggan memaksimalkan pembayaran listrik secara online,” tambahnya. [irp] Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangai kantor PLN.Diantaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya. Pelanggan PLN dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui Contact Center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, untuk layanan sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan. Selain PLN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang menerapkan kerja dari rumah adalah PT Pelabuhan Indonesia II. [irp] Namun kebijakan ini diberlakukan proporsional, pada karyawan yang berusia di atas 50 tahun, sedang hamil atau menyusui, serta sedang tak sehat. “Karyawan yang kerjanya bersifat administratif juga diperbolehkan bekerja dari rumah,” kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis IPC Ogi Rulino, pekan lalu. (Artha Tidar)