PNB_Back_Up

Pembangunan Antasari Place On the Track, Pakar Hukum : Pengembang dan Pembeli Harus Sama-sama Jalankan Kewajiban

antasari place

Propertynbank.com – Menjaga hubungan baik dengan para pembeli dan calon penghuni apartemen Antasari Place, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PT Prospek Duta Sukses (PDS), pengembang proyek yang terletak di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan itu. PDS adalah entitas anak PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP). Salah satu agenda yang telah dilakukan PDS adalah ramah tamah dengan dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris PDS, Manajemen INPP, serta para pembeli unit Antasari Place pada pertengahan bulan Maret 2023 lalu, di The Residence OnFive, Grand Hyatt Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemahaman maupun insight terkait pelaksanaan proyek Antasari Place. Agar pemahaman terkait perjanjian homologasi yang telah disahkan oleh pengadilan dan berkekuatan hukum tetap, PDS sebagai manajemen baru menghadirkan pakar hukum yang juga mantan Hakim Agung Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H., M.H. Perjanjian homologasi sendiri, mengatur kewajiban masing-masing pihak yaitu Developer maupun Konsumen/Pembeli Unit apartemen. Baca Juga : Tak Ada Kendala, Progres Pembangunan Antasari Place Melebihi Ekspetasi Direktur Utama PDS A. H. Bimo Suryono menjelaskan, pihaknya selaku pengembang sangat aktif menginformasikan perkembangan pembangunan proyek termasuk konfirmasi berbagai isu dan lebih khusus lagi informasi terkait progres pekerjaan proyek yang sangat baik. Hal ini, kata dia, untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen. “Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menyampaikan kepada masyarakat luas khususnya pembeli unit apartemen, komitmen kami sebagai pengembang terkait penyelesaian proyek Antasari Place yang sejauh ini on the track dan sesuai jadwal. Komitmen kami yang kuat selaku PDS baru di bawah nama besar INPP yang selama ini selalu bisa menyelesaikan proyeknya dengan baik atau nol persen wanprestasi,” ujar Bimo. Gayus Lumbuun mengungkapkan, PDS baru dimiliki oleh pemegang saham baru sebagai entitas bisnis yang bisa dilihat track record dan prestasinya dari proyek-proyek sebelumnya yang dimiliki INPP. PDS baru, sambung dia, juga telah menyelesaikan proses hukum dan menempuh jalan panjang dengan banyak pemeriksaan, untuk memastikan perusahaan bisa menjalankan seluruh amanat homologasi yang ditetapkan. Seperti diketahui, perjanjian homologasi sesuai putusan pengadilan No. 140/Pdt.Sus-PKPU/2021/ PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 16 Maret 2021 telah mengatur hak dan kewajiban pengembang dalam hal ini PDS dan tentunya berlaku juga untuk konsumen. “Dengan telah terbitnya perjanjian homologasi ini maka semua pihak, dalam hal ini perusahaan pengembang maupun konsumen, tidak bisa menggoyahkan hasil keputusan yang telah ditetapkan. Semua pihak harus patuh kecuali dalam hal ada yang wanprestasi nanti pihak lain bisa menuntut dengan aturan yang juga telah ditetapkan di perjanjian homologasinya,” urai Gayus Lumbuun. Menurut dia, homologasi merupakan produk peradilan yang tidak mudah untuk dibatalkan. Semua pihak harus menjalankan kewajibannya sesuai dengan istilah pacta sunt servanda berasal dari bahasa latin yang berarti ‘janji harus ditepati’ (agreements must be kept), artinya setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang dibuatnya. Baca Juga : Pastikan Progres Terus Berjalan, Antasari Place Undang Konsumen Kunjungi Proyek Lebih lanjut dia katakan, di dalam perjanjian homologasi pengembang wajib menjalankan kewajibannya yaitu membangun proyek sesuai dengan spesifikasi maupun waktu yang telah ditentukan. Di sisi lain, konsumen juga memiliki kewajiban untuk memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran unit yang telah dipesan atau melanjutkan cicilan sesuai Perjanjian. Saat progres proyek terus berjalan dan nanti menjelang selesai (topping off), pengembang memiliki hak secara hukum untuk menerapkan ketentuan yang tegas terkait konsumen yang tidak juga melanjutkan kewajibannya berdasarkan Perjanjian. Dikatakan Gayus Lumbuun, setiap pihak khususnya konsumen dapat menyampaikan kritik terhadap perusahaan dalam masa proses pembangunan proyek, namun kritik maupun sanggahan yang disampaikan harus sesuai dengan fakta di lapangan dan tidak memuat fakta palsu atau hoax yang dapat mempengaruhi konsumen lain yang sudah taat melakukan pembayaran. “Konsumen juga harus memahami fakta ini yang semuanya diatur dalam perjanjian homologasi. Saat nanti PDS selaku pengembang telah berupaya melakukan seluruh proses pembangunan sesuai timeline yang ditentukan dan pada saatnya konsumen tidak bersedia menandatangani perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) bahkan tetap meminta pengembalian uang, maka hal ini bisa menyebabkan tuntutan baru di pengadilan. Konsumen akan dianggap tidak patuh terhadap hak dan kewajibannya sebagaimana telah diatur perundangan yang berlaku,” tutur Gayus Lumbuun. Progres Antasari Place Terkait progres pembangunan, Senior Project Manager Antasari Place, Adhi Irianto menjelaskan progres pembangunan Antasari Place bukan yang telah mencapai lantai 26 pada 13 Maret 2023 lalu (saat ini telah mencapai lantai 33, red). Antasari Place, kata dia, bukan hanya membangun proyek apartemen tapi juga mixed use dengan beberapa fasilitas pendukung. Untuk fasilitas retail akan dikelola langsung oleh PT Pop Properti Indonesia (Cornerstone), salah satu entitas anak INPP. Chief Financial Officer (CFO) Diana Solaiman menambahkan, fasilitas retail dengan sebutan The Alley at Antasari Place tersebut merupakan retail area diantara kedua tower untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat urban, khususnya di area CBD Jakarta Selatan. “The Alley dapat memenuhi kebutuhan penghuni apartemen Antasari Place dalam aktifitas sehari-hari,” ungkap Diana. Dengan lokasi yang strategis, jelas Diana, Antasari Place merupakan meeting point maupun hangout spot yang menyenangkan karena didukung dengan aplikasi Mall To Go dari Cornerstone yang akan mempermudah penghuni untuk mendapatkan kebutuhan berbelanja. Selain itu, berbagai tenant premium telah memberikan konfirmasi untuk mengisi The Alley at Antasari Place.

Pembangunan Sesuai Site Plan, Synthesis Huis Optimis Rampungkan Proyek Sesuai Target

Synthesis Huis

Propertynbank.com – Perumahan Synthesis Huis ditargetkan sudah bisa dihuni pada pertengahan tahun 2023. Hunian elit yang berada di kawasan Cijantung, Jakarta Timur ini sedang merampungkan pembangunan unit-unit hunian untuk tahap awal dengan target serah terima unit di pertengahan tahun 2023. Dalam kunjungan ke lokasi bersama wartawan poto dari sejumlah media, Selasa (24/1), Aldo Daniel Managing Director Synthesis Huis menjelaskan, progres pembangunan Synthesis Huis berjalan sesuai dengan target. Tahun ini, kata Aldo Daniel, pihaknya juga merencanakan pengembangan kawasan lainnya yakni membangun akses jalan lingkungan. “Kami juga akan mulai bangun fasilitas taman yang bisa digunakan oleh penghuni untuk jogging atau bisa juga bersepeda dan duduk-duduk santai,” jelas Aldo Daniel. Selain itu, sambung dia, juga akan dibangun fasilitas lainnya termasuk 1 (satu) tower apartemen sebagai bentuk komitmen. “Letak pengembangannya menyesuaikan rancangan site plan Synthesis Huis,” tegas Aldo Daniel. Tak hanya menawarkan hunian bergaya Skandinavia. Synthesis Huis dengan total lahan seluas 5 hektar, memiliki lokasi yang strategis, nyaman, dan menawarkan fasilitas terlengkap. Letaknya pun berdampingan dengan hutan kota Cijantung, Jakarta Timur. Hadirnya Synthesis Huis dengan beragam keunggulan diyakini pihak developer akan menjadi ikon kawasan hunian di wilayah Jakarta Timur. Tengah di Synthesis Huis Lebih lanjut dijelaskan Aldo Daniel, tak hanya melakukan pengembangan kawasan hunian, Synthesis Huis juga menghadirkan Tengah sebagai pusat destinasi kuliner di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Meski baru diresmikan, hadirnya Tengah kini telah dijadikan sebagai salah satu pilihan destinasi kuliner. Fasilitas yang kami tawarkan kepada masyarakat luas ini merupakan strategi marketing untuk memperkenalkan Synthesis Huis. “Kami berusaha mengembangkan kawasan hunian ini tak hanya menawarkan konsep kenyamanan lingkungan tetapi juga menghadirkan beragam fasilitas seperti pusat destinasi kuliner yang cukup menarik,” paparnya. Menurut Aldo, Synthesis Huis merupakan hidden gems kawasan hunian di wilayah Jakarta Timur. Selain lokasinya strategis, lingkungan huniannya juga berdekatan dengan hutan kota. Saat ini, rasanya sulit menemukan hunian seperti Synthesis Huis di Jakarta.

Pastikan Progres Terus Berjalan, Antasari Place Undang Konsumen Kunjungi Proyek

Propertynbank.com – Guna memberikan kepastian dan menunjukkan komitmen, PT Prospek Duta Sukses (PDS) yang merupakan entitas anak dari PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), mengundang konsumen yang merupakan pembeli unit-unit Antasari Place untuk mengunjungi proyek yang terletak di Jalan Pangeran Antasari Kav. 45, Jakarta Selatan itu. Sejak ditangani oleh manajemen baru, pembangunan Antasari Place tampak mulai berjalan bahkan cenderung dikebut. Melalui keputusan Pengadilan beberapa waktu lalu, keputusan homologasi mewajibkan pengembang untuk memenuhi kewajibannya. Segala upaya dipersiapkan dan dilaksanakan dengan satu tujuan yaitu memenuhi compliance (kepatuhan) terhadap putusan homologasi tersebut. Direktur Utama PT Prospek Duta Sukses A.H. Bimo Suryono mengatakan, masuknya INPP sebagai pemegang saham utama PDS, maka pihaknya memastikan seluruh program pembangunan proyek akan berjalan. Dengan komitmen yang tinggi, kata Bimo, hingga saat ini Antasari Place bisa dikerjakan lebih cepat dari jadwal. Sebagai manajemen baru yang melaksanakan seluruh perjanjian homologasi, kata Bimo, proyek ini dikerjakan secara transparan dan terbuka untuk dilihat maupun dimintakan berbagai informasi. Konsumen juga diajak untuk mengenal dan mengetahui progres proyek maupun kiprah INPP sebagai induk PDS yang telah memiliki portofolio proyek properti ikonik di seluruh Indonesia. “Dengan baiknya progres proyek ini kami berharap konsumen kembali melakukan kewajibannya yang tertunda. Kami juga memberikan kemudahan dari sisi pembayarannya dengan jadwal ulang cicilan maupun harga yang tidak naik dan itu sesuai dengan perjanjian homologasi yang telah disepakati bersama. Kami optimistis proyek ini bisa diserahterimakan lebih cepat,” ujar Bimo pada acara bertajuk Customer Site Project itu, di Antasari Place, Selasa (8/11). Untuk tetap mengikuti keputusan homologasi tersebut, sambung Bimo, pihaknya memastikan akan terus melakukan pembangunan proyek Antasari Place hingga selesai sesuai kesepakatan bersama. Oleh karena itulah, pihaknya mengundang konsumen untuk hadir menyaksikan langsung progres pembangunannya. Pihak Manajemen, kata Bimo, berusaha untuk selalu bersikap terbuka kepada masyarakat, konsumen, maupun publik lainnya sehingga dengan keterbukaan ini konsumen dan seluruh pihak berkepentingan (stakeholders) mendapatkan pengetahuan dan informasi yang sesuai sehingga bisa merasa aman dan nyaman. Edwin P. Situmorang, salah seorang konsumen yang membeli unit apartemen di Antasari Place mengatakan, diundangnya mereka untuk melihat kondisi fisik proyek saat ini sangat penting, supaya dirinya sebagai konsumen yakin proyek tetap berjalan sampai dengan tuntas. Menurut dia, dari melihat langsung dan penjelasan yang disampaikan oleh pihak developer, maka hal ini sudah sesuai dengan harapan. “Kami tentu paham ada permasalahan di lapangan yang mungkin terjadi, namun sampai sekarang kami percaya proyek ini akan selesai sesuai harapan. Kami yakin proyek Antasari Place bisa selesai sesuai dengan keinginan bersama, dengan catatan kedua belah pihak yakni pengembang dan konsumen bisa melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing, sebagaimana keputusan dari pengadilan beberapa waktu lalu,” ujarnya. Oleh karena itu, sambungnya, jangan hanya menuntut hak saja tanpa memenuhi kewajiban yang sudah diputuskan dalam homologasi tersebut. Pihaknya yakin proyek ini akan selesai, meskipun dia mengakui masih ada sejumlah konsumen yang tidak setuju homologasi. Sebagai informasi, sekitar 500-an dari total 775 konsumen telah menyetujui putusan pengesahan perdamaian perjanjian homologasi. “Kami memahami walaupun banyak yang hanya ikut-ikutan dan tidak paham kondisi sebenarnya yang terjadi. Tapi jika hukum sudah memutuskan adanya homogolasi maka baik yang setuju maupun tidak setuju, wajib melaksanakan keputusan tersebut,” tandasnya. Progres Proyek Antasari Place Antasari Place yang dibangun di lahan seluas 2,5 hektar, mengalokasikan 70 persen lahan untuk ruang terbuka. Apartemen ini merangkum sebanyak 1.600 unit, yang terdiri dari tower 1 sebanyak 980 unit, dan tower 2 sebanyak 621 unit. Dari pengamatan langsung di lapangan, saat ini pembangunan tower 1 telah mencapai lantai sembilan dengan target tutup atap (topping off) pertengahan tahun 2023 dan serah terima unit direncanakan Desember 2024. Pada Juli 2022 lalu, PDS juga menghelat program Rediscover Your Way Home untuk menunjukkan kepada konsumen dan berbagai mitra bisnis terkait progres dari proyek ini. Untuk memastikan progres proyek kepada konsumen dan masyarakat, PDS juga meresmikan pembukaan Marketing Gallery Antasari Place pada bulan Desember 2021. Bulan April 2022, ditunjuk PT Jagat Konstruksi Abdipersada sebagai kontraktor utama dan pada bulan Mei 2022 langsung dilakukan proses pembangunan yang lebih cepat dari jadwal pada bulan Juni 2022. Sedangkan untuk pembiayaan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), PDS menjalin kerja sama dengan Bank Woori Saudara, Bank UOB Indonesia, Bank CIMB Niaga, dan beberapa bank lainnya. Hal ini untuk memudahkan konsumen untuk menggunakan fasilitas yang disediakan dari berbagai opsi bank penyelenggara yang menjadi pilihan konsumen. Chief Project Marketing Antasari Place Reagen Halim menjelaskan, banyak upgrade yang dilakukan mulai dari unit apartemen hingga berbagai fasilitasnya. Konsumen, kata dia, juga dimudahkan untuk melihat berbagai progres ini ke site proyek maupun melalui teknologi 360 VR Real Show Unit di http:/linktr.ee/360antasariplace. “Beberapa konsep dan desain baru yang dihadirkan yaitu jembatan penghubung di antara kedua tower berupa skybridge. Nantinya skybridge ini dilengkapi dengan retail alley untuk lifestyle entertainment dan konsep ini telah menarik minat beberapa tenant seperti Foodhall, Starbucks, dan sebagainya,” ungkap Reagen. Sementara itu, Presiden Direktur & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk Anthony Prabowo Susilo menegaskan, INPP merupakan perusahaan properti dengan pengalaman lebih dari 20 tahun yang memiliki brand ikonik seperti Plaza Indonesia, Keraton, fX Sudirman, beachwalk Shopping Ceter Bali, 23 Paskal Shopping Center, Grand Hyatt, dan sebagainya merupakan buah dari pengembangan INPP. “Komitmen INPP adalah untuk menjalankan we build as we design dan itu terbukti di seluruh pengembangan proyek kami. INPP merupakan perusahaan developer yang 100 persen sukses men-delivery proyeknya atau 0 persen yang gagal termasuk mengakuisisi tujuh proyek yang terkendala seperti Antasari Place. Hingga saat ini INPP telah menggarap 24 proyek dan akan menyusul beberapa proyek yang telah menjadi pipeline untuk tahun 2023 mendatang,” pungkas Anthony.

Apresiasi Pembeli, Intiland Memulai Pembangunan Amesta Living Surabaya

Propertynbank.com –PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) memulai pembangunan kawasan terpadu Amesta Living yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Dimulainya pembangunan kawasan Amesta Living menjadi langkah lanjut Perseroan setelah sukses meluncurkan dan memasarkan produkproduk hunian pada akhir tahun 2021. Sebagaimana diketahui ,Amesta Living merupakan proyek pengembangan kawasan mixed-use terpadu yang dikembangkan oleh PT Graha Abdael Sukses (GAS), perusahaan hasil kolaborasi antara Intiland dengan PT Abdael Nusa. Memiliki rencana pengembangan hingga seluas 60 hektare, Amesta Living dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari unit-unit residensialseperti rumah tapak, apartemen, ritel, komersial, SOHO, perkantoran, hingga lifestyle mall. Direktur Utama GAS, Hans Wibisono menjelaskan pengembangan kawasan Amesta Living dilakukan dalam beberapa tahapan. Pengembangan tahap I meliputi pembangunan infrastuktur kawasan, jalan, saluran air, water promenade, fasilitas-fasilitas publik, rumah contoh, kantor pemasarakan, serta unit-unit rumah yang sudah dipasarkan. Dikatakan Hans, proses pembangunan kawasan Amesta Living sudah dimulai sejak triwulan II tahun ini. Selain pembangunan infrastruktur kawasan, Perseroan saat ini sedang membangun 280 unit rumah yang sudah terjual pada penjualan tahap I. “Pembangunan unit rumah akan kami lakukan secara bertahap dan saat ini sudah terbangun 90 unit. Komitmen kami untuk menyelesaikan dan menyerahterimakan tepat waktu sebagai apresiasi atas kepercayaan para konsumen,” ungkap Hans dalam keterangan tertulis, Senin (11/7). Menurut dia, tahapan pembangunan unit-unit rumah diproyeksikan selesai seluruhnya pada triwulan III tahun depan. Perseroan menargetkan serah terima unit ke para konsumen bisa dilakukan secara bertahap mulai triwulan III tahun 2023. Hingga pertengahan tahun ini, Perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan kantor pemasaran untuk membantu masyarakat mengetahui pengembangan kawasan Amesta Living. Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas publik seperti amphitheatre sebagai sarana kebutuhan bagi para penghuni. Sedangkan upaya lainnya yakni penyediaan sejumlah fasilitas penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni. Salah satunya yakni penerapan berbagai sistem keamanan terpadu seperti sistem gerbang tunggal, CCTV, dan lain sebagainya. “Kami ingin penghuni merasa nyaman dan aman sejak mulai pindah dan tinggal di Amesta Living. Segala sesuatunya kami pikirkan secara detil, mulai dari aspek kenyamanan, keamanan, dan kesiapan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya,” kata Hans Wibisono lebih lanjut. Menariknya, sebagai pengembangan baru kawasan terpadu, Amesta Living mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat. Keunggulan dari sisi konsep, desain, fasilitas, hingga rencana pengembangan secara jangka panjang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sebuah kawasan hunian yang ideal. Minat dan apresiasi konsumen terbukti saat peluncuran, yakni sebanyak 259 unit rumah berhasil terjual dalam satu hari. Saat ini tercatat penjualan Amesta Living mencapai sebanyak 280 unit rumah berbagai tipe dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp350 miliar. Direktur Pemasarakan Intiland untuk Surabaya, Harto Laksono menjelaskan bahwa hasil penjualan Amesta Living menjadi sinyalemen positif terhadap pertumbuhan sektor properti, khususnya di Surabaya. Kepercayaan dan minat beli properti masyarakat mulai berangsur-angsur pulih, termasuk tren investasi terhadap produk-produk properti, terutama segmen perumahan. Hasil penjualan tersebut sekaligus menjadi pencapaian luar biasa di saat pandemi Covid 19 masih berlangsung. Atas hasil pencapaian tersebut, Amesta Living dinobatkan sebagai salah satu Pengembangan Proyek Baru Terbaik setelah meraih penghargaan “Best Rising Development” – Non Jabodetabek Area di ajang Lamudi Property Awards beberapa waktu lalu. “Kami percaya pasar properti berangsur-angsur pulih dan bergerak membaik. Banyak konsumen yang menanyakan rencana pengembangan baru, khususnya produk perumahan dan komersial. Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan developer untuk meluncurkan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar,” tambah Harto Laksono. Lokasi Strategis Amesta Living Salah satu kunci sukses Amesta Living, sambung Harto adalah lokasi proyek yang sangat strategis. Amesta Living berlokasi di kawasan startegis Surabaya Timur dan berada di Nol Outer Eastr Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur Surabaya. Dijelaskannya, lokasi kawasan ini mudah dijangkau dari Bandara Internasional Juanda maupun menuju pusat kawasan bisnis Surabaya. Pengembangan Amesta Living juga menjadi langkah strategis Perseroan melihat ceruk pasar dari kawasan Surabaya Timur yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan kunci sukses lainnya yakni memiliki desain inovatif untuk unit-unit rumah Amesta Living dengan mengusung konsep “Japandi” (Japanese – Scandinavian). Penerapan desain yang inovatif tersebut serta dipadukan dengan pemilihan ukuran rumah yang compact terbukti sesuai dan menjawab tren gaya hidup masyarakat modern. Unit rumah tipe Terra menjadi pilihan favorit masyarakat dengan ukuran luas lahan mulai 60 m2 hingga 90 m2. Rumah dua lantai seluas 75 m2 ini dilengkapi dengan dua sampai tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan carport. Selain itu juga tersedia tipe lainnya seperti Nora dengan luas lahan 40 m2 dan bangunan 53m2, serta Sora dengan dua pilihan luas lahan 60 m2 dan 63 m2 Ditegaskan Harto Laksono, permintaan terhadap unit-unit rumah Amesta Living terus mengalami peningkatan. Mengantisipasi tren tersebut, Perseroan berencana untuk meluncurkan klaster-klaster rumah baru pada akhir tahun ini. “Mengantisipasi permintaan yang terus meningkat, kami sedang menyiapkan rencana pengembangan baru yang rencananya diluncurkan pada akhir tahun ini,” kata Harto Laksono. Sebagai pengembangan terpadu, kawasan Amesta Living akan dikelola property management profesional. Layanan ini bertujuan untuk memastikan kawasan Amesta Living terjaga dari segi kebersihan, keamanan maupun memberikan pelayanan beragam kebutuhan warga penghuninya. Amesta Living juga menyediakan ekosistem kawasan yang para penghuninya dapat saling terkoneksi dan berkolaborasi. Berbagai fasilitas yang tersedia seperti area komersial, pendidikan, social living, serta area-area publik yang difungsikan sebagai fasilitas komunal. Untuk kawasan Amesta Living juga menyediakan area-area terbuka untuk publik seluas 8.500 m2. Pada area ini tersedia fasilitas Community Center yang dilengkapi dengan jogging track, playground, commercial area, mixed-used area, hingga meeting point. Amesta Living juga dilengkapi water feature dan water promenade melalui pemanfaatan sungai yang membelah kawasan.

Yuk… Ngabuburit Di Sini, Sambil Melihat Langsung Progres Proyek TOD

PROPERTI – Mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa atau sering disebut dengan ngabuburit, menjadi kebiasaan sebagian mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, jika ngabuburit diisi dengan hal-hal yang baru seperti sambil mengunjungi properti-properti menarik, mungkin akan lebih bermanfaat. Sembari menunggu waktu berbuka, bisa mengikuti dan mengetahui sampai sejauh mana progres dan perkembangan kawasan sebuah proyek properti. Apalagi, jika pengembang properti tersebut menggelar kegiatan khusus selama Ramadhan. [irp] Seperti yang dilakukan oleh PT Adhi Commuter Properti di proyek LRT City Ciracas-Urban Signature. Pengembang yang merupakan anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk ini, memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan mengadakan Urban Culinary Festival di site proyeknya yang berlokasi di Jalan Pengantin Ali, Ciracas, Jakarta Timur. LRT City Ciracas-Urban Signature adalah salah satu dari sejumlah proyek LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti. Project Director LRT City Ciracas-Urban Signature, Chaerul Annas mengatakan, event ini sekaligus untuk memperlihatkan progres proyek transit oriented development (TOD) serta berbagai fasilitas yang telah beroperasi di proyek tersebut. Pihaknya, kata Chaerul, ingin memberikan gambaran untuk aktivitas urban di lokasi proyek dengan berbagai fasilitas yang tersedia kawasan. “Lokasi ini dan event yang kami buat sangat oke untuk tempat ngabuburit yang hype. Oleh sebab itu,  maka kami adakan event ini. Yang pasti, protokol kesehatan tetap yang utama. Konsepnya adalah pengunjung datang, beli secara take away dari delapan stand makanan kekinian, sambil melihat progres maupun menikmati fasilitas proyek,” ujar Annas. Di Urban Culinery Festival, sambung dia, disediakan berbagai menu khusus seperti takjil, aneka minuman segar untuk berbuka puasa. Pihaknya menggandeng UMKM yang menjajakan panganan asli warga Ciracas yang sangat jarang didapatkan di tempat lain. Sebagai informasi, pengunjung bisa datang saat pukul 15.00 hingga 20.00 setiap hari hingga tanggal 2 Mei 2021. “Selain kuliner nusantara, pengunjung bisa membayangkan saat nanti transportasi kereta ringan LRT beroperasi dan terintegrasi dengan proyek LRT City Ciracas-Urban Signature, jaraknya 0 Km dari Stasiun LRT. Ada sarana outdoor seperti Telaga Urban yaitu danau buatan yang berfungsi juga sebagai area rekreasi dan retensi untuk area tangkap air kawasan (zero run off),” jelas Annas. [irp] LRT City Ciracas-Urban Signature dibangun dilahan seluas  6,2 ha, dimana lebih dari 45 persen kawasannya merupakan ruang terbuka hijau, sehingga sangat cocok untuk penerapan lifestyle new normal terkait pandemi Covid-19. Di proyek ini, ada Urban Farming seluas lebih dari 2.000 m2 yang bisa digunakan untuk bercocok tanam dan telah beberapa kali panen sayuran. Seluruh kawasannya juga menyediakan spot untuk berswafoto dan sangat instagramable. Proyek ini terdiri dari lima tower apartemen sebanyak 3.600-an unit dan area komersial seluas 9.300 m2. Tahap pertama ini dikembangkan untuk luas 2,2 ha yang mencakup dua tower apartemen, Azure (1.087 unit) dan Beige (543 unit) dengan tipe terkecil studio (24,5 m2) seharga mulai Rp500 jutaan. [irp] Dikatakan Annas, progres pembangunan saat ini telah mencapai lantai 15 dan ditargetkan bisa menyelesaikan konstruksi proyek ini (topping off) pada September 2021 dengan target serah terima mall pada tahun ini. Dirinya berharap serah terima akan bersamaan dengan pembukaan mal dan beberapa fasilitas lainnya.

Transpark Cibubur Lakukan Topping Off the Crystalline Tower

APARTEMEN – Pemilik unit-unit apartemen di Transpark Cibubur, tak lama lagi akan segera bisa menempati ataupun menyewakan unit-unit tersebut. Pasalnya, pengembang hunian vertikal yang terletak di Jl. Alternatif Cibubur No.230, Harjamukti, Kec. Cimanggis, Kota Depok itu telah melakukan prosesi topping off atau tutup atap tower A, B dan the Crystalline Tower. Dengan dilakukannya topping off pertanda pekerjaan struktur sudah selesai, maka proses selanjutnya akan memasuki proses finishing. Hansen Yusuf, GM Sales & Marketing Transpark Cibubur mengatakan, topping off tersebut menjadi bentuk dan wujud komitmen pihaknya kepada pembeli dan seluruh loyal customer Transpark Cibubur. [irp] “Topping Off adalah jaminan bagi para investor yang ingin berinvestasi di Transpark Cibubur. Mereka yang bekerja di Jakarta dan membeli unit di Transpark Cibubur, sangat beruntung karena turut berpartisipasi dalam kemajuan Indonesia. Aktivitas di Jakarta tetap lancar dengan memilih tinggal di lokasi yang strategis untuk mendukung mobilitas sehari-hari,” ujar Hansen dalam siaran pers. Dikatakan Hansen, Transpark Cibubur bisa menjadi pilihan investasi yang tepat dan hunian yang sangat strategis bagi pekerja urban yang memiliki mobilitas tinggi. Agar aktivitas dan pekerjaan di Jakarta dapat berjalan dengan lancar, kata dia, maka perlu dipilih tempat tinggal yang strategis untuk mendukung mobilitas sehari-hari. [irp] “Selain lokasinya yang strategis, Transpark Cibubur memiliki banyak fasilitas yang membuat hidup penghuninya begitu nyaman. Semua fasilitas di kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) ini membuat Anda sangat dimanjakan. Fasilitas lain juga ada seperti jogging track, gymcentre, Jacuzzi dan area kolam renang,” urai Hansen. Fasilitas lainnya dan sudah tersedia adalah Trans Studio Mall Cibubur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Trans Studio Mall Cibubur sebagai sarana hiburan juga dilengkapi dengan indoor Theme Park, hingga The Trans Luxury Hotel yang merupakan hotel mewah dan berbintang. Semuanya terdapat dalam satu kawasan, yakni Transpark Cibubur. Saat ini unit-unit apartemen di Transpark Cibubur telah terjual hingga 95% dan hanya tersisa sebanyak 200 unit saja. Ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 700 jutaan, unit-unit apartemen di Transpark Cibubur direncanakan akan mulai diserah terimakan secara bertahap mulai bulan Dsember 2020. [irp] “Penghuni Transpark Cibubur memiliki kemudahan akses transportasi publik yang dekat dengan berbagai fasilitas transportasi massal. Lokasinya dekat dengan pintu tol Cibitung-Cimanggis, jaraknya hanya 2 menit. Tak lama lagi juga akan beroperasi LRT (Light Rail Transit) yang lokasinya hanya 5 menit saja dari Transpark Cibubur. Dengan adanya LRT, nantinya sangat mudah jika ingin berpergian menuju berbagai di Jakarta,” pungkas Hansen.

November, Tower Sapphire Sentra Timur Tutup Atap

BERITA PROPERTI – Setelah mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, sektor properti Indonesia diperkirakan akan membaik pada tahun 2017. Pasar properti masih akan didominasi permintaan domestik, dengan segmen kelas menengah sebagai kontributor terbesar untuk pertumbuhan berkelanjutan. Rata-rata pendapatan penduduk kelas menengah Indonesia setiap tahun meningkat drastis dari Rp 35 juta per tahun pada 2010 menjadi Rp 59 juta pada 2015. Kondisi itu otomatis meningkatkan pengeluaran dan daya beli masyarakat, termasuk untuk membeli properti. Tumbuh dan berkembangnya kelas menengah ini, tentunya menjadi satu peluang bagi pelaku bisnis properti untuk mengembangkan proyeknya. Salah satunya Sentra Timur Superblok yang di kembangkan oleh developer hasil kerjasama operasi (KSO) Perum Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka. Setelah sukses dengan tahap pertama, pengembang Sentra Timur juga telah meluncurkan proyek tahap kedua, dengan membangun Tower Shappire dengan investasi Rp 200 miliar. Proyek Sentra Timur Residence yang terbaru ini mementingkan kualitas hidup bagi penghuninya. Di tower Sapphire memiliki 11 pilihan tipe kamar mulai dari tipe 25 studio hingga tipe 62 dengan tiga kamar tidur. “Harga unitnya sendiri kita star mulai dari harga dibawah Rp 400 juta dan tentu untuk di kawasan Sentra Timur masih sangat terjangkau,” kata Project Director, Windoko dalam acara Media Ghatering dan buka bersama di Jakarta, Senin (19/6). Selain itu, kelebihan lain memiliki unit apartemen di Sentra Timur ini adalah lokasinya yang strategis 300 meter pintu tol dan bersebelahan dengan terminal bus modern Pulo Gebang. Tower Sapphire ini memiliki 607 unit apartemen dan merupakan bagian dari 5 tower tahap 2 yang terdiri dari 2.032 unit apartemen dan kios dengan luas bangunan 21.665 meter persegi dan terdiri dari 28 lantai. “Unit apartemen ini akan dipasarkan disekitar harga 12 jutaan permeter persegi,” katanya. Harga ini kata dia, cukup terjangkau untuk hunian di Jakarta yang kini sudah melambung tinggi. “Kami yakin produk baru Menara Sapphire ini akan diterima dengan baik oleh konsumen, selain desain menarik, harga juga terjangkau dan lokasi strategis,” ujarnya. Saat ini Pihaknya tetap akan menyasar untuk kelas menengah terutama dengan pasar harga properti dibawah Rp 1 miliar yang saat ini memang masih jadi primadona. “Profil pembeli kami mayoritas 90 % adalah end user dan sisanya investor atau untuk disewakan. Rata rata pembeli kami adalah mayoritas dari Jakarta Timur, Bekasi dan Jakarta Selatan dan rata rata pembeli adalah karyawan swasta,” pungkasnya sambil menjelaskan bahwa hingga saat ini penjualannya sudah mencapai 65% dan ditargetkan sampai akhir tahun sudah 100% terjual (sold out). “Untuk harga, dikatakan windoko, memang ada kenaikan dari awal sebesar Rp12 juta permeter, sekarang sudah mencapai Rp14 juta/permeter bahkan nanti di akhir tahun diperkirakan harga Rp18 juta/meter persegi. Targetnya pada bulan November 2017 sudah mulai topping off dan kami optimis serahterima dilakukan pada pertengahan tahun 2019,” tutup Windoko.