Cluster Bhumi Anvaya Adhi City Sentul Laku Keras
PROPERTI – Adhi City Sentul khususnya Cluster Bhumi Anvaya menjadi penyumbang terbesar bagi PT Adhi Commuter Properti (ADCP), dengan penjualan yang signifikan sebesar 80%. ADCP merupakan pengembang properti berbasis transportasi massal pertama dan terbesar di Indonesia saat ini. Direktur Utama ADCP Rizkan Firman mengatakan, disamping mencatat penjualan yang fantasris, pembangunan proyek Adhi City Sentul juga terus berjalan. Bahkan, Adhi City Sentul baru saja menggelar event bertajuk Adhi City Sentul Experience dengan seremonial launching rumah contoh tipe Aruna Deluxe (50/60) di Cluster Bhumi Anvaya dengan full interior dilengkapi multifunctional room. “Pelaksanaan pembangunan yang sesuai target atas proyek Adhi City Sentul, menjadi fokus utama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Kami optimis dapat menghadirkan pengembangan township development dengan fasilitas rumah tapak, pusat bisnis, fasilitas lengkap yang terkoneksi langsung dengan transportasi massal,” ujar Rizkan. Dijelaskan Rizkan, pembangunan proyek ADCP sesuai target hingga dan saat ini di tahap finishing pembangunan rumah tapak cluster pertama Bhumi Anvaya. Dirinya berkomitmen proyek ADCP dapat diselesaikan dengan tepat waktu sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Sementara itu, Project Director Adhi City Sentul, Nanang Safrudin Salim menambahkan, penjualan proyek ADCP khususnya Adhi City Sentul tidak terdampak oleh musim pandemi yang melanda 2 tahun terakhir. Nanang mengungkapkan penjualan hunian Adhi City Sentul laris manis, Nanang juga memaparkan optimismenya terkait sisa unit lain di proyek tersebut, yang saat ini juga sudah menipis ketersediaaannya. “Melihat respon positif dari konsumen, kami sangat optimistis atas penjualan Adhi City Sentul. Ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat yang ingin membeli, karena kedepan harga akan semakin meningkat apalagi jika stasiun LRT Sentul sudah terintegrasi dalam waktu dekat,” ungkap Nanang lebih lanjut. Oleh karena itu, imbuh Nanang, untuk kemudahan pembelian Adhi City Sentul juga menggelar ENDJOY SALE, Promo Subsidi DP, Free Biaya Administrasi & Provisi KPR, Hadiah Langsung 15 Juta, dan Free Liburan Couple ke Bali. Adhi City Sentul Terintegrasi LRT Sentul Sebagai informasi, Adhi City Sentul yang merupakan pengembangan kota baru dengan mengkombinasikan konsep Natural Living dan Mixed-use Development, menghadirkan fasilitas cluster perumahaan tapak dan low-rise vertical, pusat bisnis dan finansial, fasilitas sosial, leisure yang dekat dengan alam, serta infrastuktur transportasi massal yang terintegrasi dengan stasiun LRT Sentul dan direncanakan Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek beroperasi di Agustus 2022. Dari sisi, lokasi strategis Adhi City Sentul tepat di Pintu Gerbang Sentul, hanya 1 menit dari Pintu Toll Sirkuit Sentul, KM 33 Jagorawi, Jawa Barat merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen yang kedepan akan terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Sentul. Pengelolaan kawasan seluas 120 ha yang dimanfaatkan untuk fasilitas-fasilitas seperti Club House, Sport Pavilion, Organic Walkways, Co-Hub, Adhi City Plaza dan Adhi City Great Mosque akan membuat penghuni nyaman tanpa harus keluar kawasan.
MTH 27 Office Suites, Pionir Green Office Berkonsep TOD
PERKANTORAN – Pemerintah mulai melonggarkan aktifitas masyarakat, seiring dengan terus menurunnya tren kasus positif penderita Covid-19. Selain itu, program vaksinasi yang gencar dilakukan, akan mempercepat terbentuknya herd immunity sehingga industri properti juga ikut tumbuh, baik sektor komersial maupun residensial. Seiring dengan makin membaiknya kondisi saat ini, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) langsung memanfaatkan momentuk dengan memperkenalkan gedung perkantoran dan area ritel komersial MTH 27 Office Suites, yang berlokasi di LRT City MTH-MTH 27 Office Suites. Ini adalah salah satu proyek TOD yang dikembangkan ADCP di MT Haryono, salah satu kawasan CBD utama Jakarta. Menurut riset konsultan properti, Savills Indonesia, hingga periode September 2021, beberapa sektor seperti teknologi dan e-commerce terus mendorong permintaan ruang-ruang perkantoran maupun ritel komersial. Permintaan untuk menyewa ruang besar di gedung-gedung baru juga semakin menonjol. Hal inilah yang mendorong ADCP mengembangkan MTH 27 Office Suites, untuk menjawab berbagai kebutuhan bisnis. MTH 27 Office Suites berupa bangunan 13 lantai strata title office building seluas 26.600 m2, dilengkapi dengan empat lantai basement ATM center, dan berbagai fungsi untuk kafe, restoran, pertokoan, dan sebagainya. Project Director LRT City MTH dan MTH 27 Office Suites Aan Susanto menegaskan, produk ini merupakan pionir untuk office building yang berkonsep TOD terlebih koridor Cawang-MT Haryono telah menjadi koridor bisnis favorit mengingat lokasinya juga tidak jauh dari CBD Jakarta lain seperti Sudirman-Thamrin-Gatot Subroto-Rasuna Said. Dikatakan Aan, lokasi MTH 27 Office Suites yang strategis membuat tempat ini menjadi community and meeting hub yang dipusatkan di lantai dasar dan lantai dua yang dibuat menjadi food dan beverage sambil menikmati view Stasiun LRT maupun Kota Jakarta. Di sini juga akan disediakan co-working space untuk bekerja, meeting, dan kegiatan lain sambil ngopi di kafe. “MTH 27 Office Suites menempel dengan Stasiun LRT dan integrasi dengan transportasi publik lain yang lengkap yaitu kereta komuter dan Transjakarta selain dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma. Dikembangkan dengan konsep green yang kuat, gedung ini menawarkan ruang kerja yang nyaman untuk meningkatkan produktivitas pekerja,” kata Aan, Jumat (22/10). Proyek ini mengantongi Sertifikat Green Building desain EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) level Advance yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikat EDGE merupakan sistem terukur bagi pelaku konstruksi untuk mengoptimalkan rancangan bangunan menjadi lebih layak investasi dan layak dipasarkan. Menurut Aan, untuk mendapatkan sertifikasi itu bangunan harus mencapai penghematan sebesar 20 persen untuk energi, air, dan kandungan energi dalam material dibandingkan dengan bangunan konvensional. Bangunan MTH 27 sendiri berhasil mencapai penghematan hingga 42 persen untuk energi, 78 persen untuk air, dan 24 persen untuk penghematan material. Beberapa fitur utama untuk konsep green-nya yaitu kenyamanan pejalan kaki dengan jalur pedesterian yang terhubung ke seluruh moda transportasi. Harapannya, dengan adanya Sertifkat Green Building desain EDGE ini bisa meningkatkan profitabilitas dan nilai investasi properti, meningkatkan kinerja operasional, serta penghematan biaya operasional. Selain itu, upaya pemerintah untuk terus memperbanyak kawasan TOD di perkotaan juga diwujudkan pada kawasan ini. TOD di Gedung MTH 27 Office Suites akan mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi publik ke kantor dan ini akan terus berkembang dan menjadi tren yang terus berlanjut. Konsep ini akan mengurangi waktu yang terbuang di perjalanan dan meningkatkan kualitas hidup maupun produktivitas kerja. Menariknya, keseluruhan konsep kawasannya akan mengusung gaya ‘bekerja dari mana saja dan kapan seja, lebih cepat dan lebih pintar’. Seluruh fasilitas yang dihadirkan hingga konsep mix tenant-nya juga dibuat untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kegiaan usaha sebagai penunjang gedung ini. “Keunggulan proyek ini, para pekerja maupun yang beraktivitas di gedung ini akan menikmati pedestrian plaza dengan green landscape yang berbeda untuk sebuah pusat bisnis. Ambience dan hal penunjang lainnya juga dimaksimalkan untuk mewujudkan konsep green yang berkelanjutan seperti bicycle parking plus fasilitas shower, point grab dan go, nursery room, rooftop, dan sebagainya yang akan mengakomodasi tempat ini sebagai kawasan bisnis dengan efisiensi tinggi,” tutup Aan.
Promo di LRT City Bekasi, Hemat Hingga Rp400 Juta
PROPERTI – Saat ini adalah momen yang tepat untuk membeli properti karena pengembang memberikan banyak promo dan diskon. Salah satunya adalah PT Adhi Commuter Properti (ADCP) yang menawarkan promo “2BR Spesial, Harga Spesial” untuk unit apartemen 2 kamar di LRT City Bekasi – Eastern Green”. PT Adhi Commuter Properti merupakan pengembang properti berbasis transportasi massal pertama dan terbesar di Indonesia. Menurut Project Director LRT City Bekasi – Eastern Green, Setya Aji Pramana, perusahaan sengaja mengadakan promo ini dengan tujuan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak, berkualitas, dan sarat fasilitas. Dengan promo ini, sambung Setya Aji, konsumen bisa mendapatkan unit 2 Bedroom lengkap dengan fasilitas yang tersedia di area apartemen dengan harga yang lebih terjangkau. “Hanya dengan Rp 800 juta, bisa mendapatkan unit senilai Rp 1,2 miliar. Jadi, bisa hemat hingga Rp 400 jutaan. Selain promo 2BR Spesial, harga spesial, LRT City Bekasi – Eastern Green juga menawarkan promo berupa Angsuran Rp 5 jutaan, DP 0%, Paket Wisata ke Bali, garansi sewa dan gratis furniture,” ujarnya Kamis, (7/10). LRT City Bekasi – Eastern Green merupakan 1 dari 11 proyek pengembangan properti berbasis transportasi massal dari ADCP yang tersebar di Jabodetabek. Konsep pengembangan properti yang dikenal juga dengan sebutan transit oriented development (TOD) ini dikembangkan ADCP dengan tujuan untuk mempermudah akses penghuninya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Setya Aji mengungkapkan, LRT City Bekasi – Eastern Green terkoneksi dengan 2 simpul transportasi massal yakni Stasiun LRT Jatimulya, Bus Rapid Transit (BRT) Transjabodetabek, dan berjarak 0 kilometer dengan exit toll Bekasi Timur. Sedangkan transportasi massal light rapid transit (LRT) Jabodebek direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2022. Setiap LRT akan dilengkapi 3 gerbong yang dapat memuat hingga 400 penumpang atau setara dengan muatan 177 mobil. Total panjang jalur LRT mencapai 68,1 km dengan waktu kedatangan kereta dirancang setiap 3 menit, ketika sudah beroperasi secara komersial. “Proyek-proyek ADCP, termasuk LRT City Bekasi – Eastern Green, juga dikembangkan dengan mengadopsi sistem tata ruang campuran (mixed-use) yang menyatukan area hunian, perkantoran, komersil dan lain-lain untuk mendukung kenyamanan penghuninya,” imbuh Setya Aji. Riset yang dilakukan oleh Inventura menyebutkan, 61% konsumen berharap agar pengembang mempertimbangkan ketersediaan dan aksesibilitas transportasi publik dalam perencanaan pengembangannya. Peta Jalan infrastruktur 3 tahun ke depan, terutama terkait sarana transportasi, semakin meyakinkan pasar bahwa prinsip lokasi properti seharusnya lebih menekankan waktu tempuh bukan jarak tempuh. “Hal inilah yang menyebabkan proyek-proyek ADCP laris terjual, termasuk LRT City Bekasi – Eastern Green yang mengalami oversold untuk tipe studio (Premiere) nya,” tegas Setya Aji. Sebagai informasi, selain, LRT City Bekasi – Eastern Green, ADCP juga mengembangkan 11 proyek LRT City lainnya yang tersebar di area Jabodetabek, seperti LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor – Member of LRT City, Cisauk Point – Member of LRT City, Oase Park – Member of LRT City.
JALA.ai Sukses Tingkatkan Efektivitas Penjualan LRT City
PROPERTI – PT. Adhi Commuter Properti menunjuk JALA.ai sebagai penunjang kebutuhan teknologi dalam bisnisnya. Penggunaan JALA.ai dalam salah satu proyek yaitu LRT City, diklaim sangat membantu PT. Adhi Commuter Properti dalam mengikuti persaingan IPO dalam memasuki perubahan dunia digital. Senior Staff Operasi PT. Adhi Commuter Properti, Yodha Dwi Pratomo mengatakan, keputusan penggunaan JALA Enterprise dikarenakan proyek LRT City yang memang membutuhkan sistem yang dapat menyesuaikan dengan ekosistem bisnis PT. Adhi Commuter Properti. “JALA.ai menawarkan solusi tersebut dengan kemudahan interface, kelengkapan fitur, harga yang bersaing dan sistem yang bisa diintegrasikan dengan ERP perusahaan dengan mudah menjadi pilihan yang tepat,” ujar Yodha dalam keterangan tertulis yang diterima propertynbank.com, Rabu (22/9). Dirinya yakin sistem JALA.ai akan sangat membantu LRT City dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas kegiatan penjualannya. “Selama penggunaan aplikasi JALA.ai seperti Dashboard dan JALA Assistant, kami merasa efektivitas kegiatan penjualan jadi lebih meningkat karena penggunaan aplikasi yang mudah dan gampang dipahami. JALA Dashboard menampilkan laporan evaluasi KPI penjualan pada setiap project yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun sehingga memudahkan pihak management dalam melakukan pengambilan keputusan,” imbuh Yodha. Dijelaskan Yodha, JALA.ai membantu LRT City dalam pengolahan data-data lead lama, dimana data tersebut akan disimpan dalam database yang nantinya akan diolah kembali untuk dikonversikan sebagai closing penjualan. Hal ini, kata dia, sangat penting untuk LRT City yang mayoritas konsumennya datang melalui online leads. “Secara keseluruhan, JALA.ai merupakan pilihan yang tepat untuk membantu mensukseskan efektivitas kegiatan penjualan bagi LRT City,” tegasnya. JALA Enterprise merupakan sebuah inovasi yang lahir akan kebutuhan pasar dengan aplikasi yang memudahkan penyesuaian ekosistem lingkup kerja yang bisa menjadi perangkat kerja versatile sekaligus aman untuk berbagai keperluan organisasi bisnis di era digital. JALA Enterprise merupakan layanan yang ditawarkan oleh JALA.ai yang mempermudah pelaku bisnis dalam melakukan penyesuaian fitur sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. JALA Enterprise membantu perusahaan dalam melakukan berbagai penyesuaian sesuai dengan kebutuhan perusahan, sistemnya pun dapat terintegrasi dengan Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan. Chief Executive Officer dari JALA.ai, Mirfagah Iqbal menjelaskan, kehadiran JALA Enterprise ini memang ditargetkan kepada segmen pasar yang lebih tertuju untuk bisnis korporat. JALA Enterprise memiliki fokus target pasar untuk corporate business, dimana setiap bisnisnya memiliki ekosistem yang berbeda dan membutuhkan suatu sistem yang fleksibel untuk dilakukan penyesuaian. “Penyesuaian yang dimaksud disini berupa personalized custom sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan yang dapat membantu mempermudah penyesuaian implementasi sistem. Layanan JALA Enterprise sudah mulai berjalan dengan beberapa klien dan mendapatkan pesan yang positif dari penggunanya. Dengan penyesuaian ekosistem, para pekerja pun tidak merasa kesulitan dengan pengaplikasian perangkat lunak baru dalam kegiatan bisnis sehari-harinya,” pungkas Mirfagah.
Adhi Commuter Properti Bangun Kawasan TOD Senilai Rp 2 Triliun Di Lahan PPD
PROPERTI – Lahan seluas 66.400 m2 di Ciputat, Tangerang Selatan, tak lama lagi akan berubah menjadi kawasan hunian yang terintegrasi dan berbasis transportasi massal. Ya, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) berencana akan mengembangkan kawasan berbasis transportasi massal yang dilengkapi dengan akses transportasi umum Bus Rapid Transit (TransJakarta) di lahan milik Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Rencana ini tertuang dalam perjanjian kerjasama diantara keduanya, yang ditandatangani beberapa waktu lalu di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta. Lahan yang berlokasi di kawasan Pool Bus Ciputat tersebut tepatnya berada di R.E. Martadinata KM 16, No. 15, Ciputat, Tangerang Selatan. Melalui kerja sama yang telah disepakati, ADCP akan mengembangkan kawasan seluas 52.875 m2 (Lima puluh dua ribu delapan ratus tujuh puluh lima meter persegi) di lahan milik PPD tersebut. Lokasinya sangat strategis dan mudah diskses, hanya 200 m dari Gerbang Tol Pamulang (Tol Cinere-Serpong ruas Serpong-Pamulang), yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) II dan menjadi pelengkap struktur jaringan di kawasan Jabodetabek. [irp] Dalam keterangan resmi, Direktur Utama ADCP Rizkan Firman mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antar BUMN yang bertujuan untuk mengembangkan pemanfaatan lahan milik PPD. Proyek senilai Rp 2 triliun tersebut, akan terdiri dari hunian yakni Oase Park, yang merupakan Member of LRT City, dengan dilengkapi transportasi umum. “Proyek kerjasama ini tentu bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah bagi Perum PPD dan ADCP. Kami sangat konsisten dalam pengembangan kawasan properti berbasis transportasi massal (TOD) seperti LRT dan Commuter Line, dengan brand LRT City dan Adhi City. Maka, di lahan ini kami akan kembangkan proyek sejenis, bersama dengan Perum PPD,” ujar Rizkan Firman. Di kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis ADCP Rozi Sparta menambahkan, dalam kerja sama tersebut, ADCP berperan aktif dengan melaksanakan seluruh kegiatan operasional proyek mulai dari perizinan, pembangunan, pemasaran, penjualan sampai dengan pengelolaan dan pemeliharaan. “Kita akan bangun apartemen, komersial area, fasilitas umum, dan fasilitas sosial,” kata dia. Dikatakan Rozi, keseluruhan lahan kerjasama ini akan mulai dikembangkan pada Tower I sejak tahun 2021 hingga tahun 2024 mendatang atau selama kurun waktu ± 3 tahun. Informasi mengenai detail proyek dan konsep yang akan diusung dalam proses pengembangannya, imbuh Rozi, menjadi fokus utama dalam menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap proyek tersebut. [irp] Sementara itu, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa menegaskan, pihaknya menyambut baik kerja sama yang dilakukan sebagai bentuk sinergi antar BUMN. Dirinya menilai kerja sama tersebut merupakan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Lebih dari itu, keuntungan tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. “Kerja sama ini tentunya memberikan nilai tambah baik bagi ADCP maupun bagi PPD. Kami menyambut baik kerja sama ini karena bisa menguntungkan kedua belah pihak, baik dari aspek operasional, aspek keuangan, maupun manfaat. Tidak hanya bagi perusahaan, pemberdayaan lahan ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutur Pande.
PPN Ditanggung Pemerintah, Adhi Commuter Properti Tawarkan LRT City Siap Huni
PROPERTI – Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 0%, disambut positif oleh masyarakat dan juga bagi pengembang properti. Diharapkan program ini bisa meningkatkan daya beli di tengah pandemi yang masih mewabah. Program yang sangat menarik karena PPN ditanggung oleh pemerintah itu, berlaku mulai 1 Maret 2021 hingga 31 Agustus 2021 mendatang. Sejumlah pengembang memanfaatkan momentum tersebut dengan meluncurkan berbagai program, guna memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membeli properti yang diidamkan. [irp] Salah satu pengembang yang ikut mengambil momen ini adalah PT Adhi Commuter Properti yang mengembangkan sejumlah proyek bertajuk LRT City. Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza mengatakan, melalui program ini LRT City ingin menjadi bagian dari pemulihan di sektor properti yang terdampak oleh adanya pandemi COVID-19. Menurut Indra, alasan pemerintah menjalankan kebijakan penghapusan PPN untuk pembelian rumah, karena sektor properti sangat terdampak pandemi. Sementara di sisi lain, sambung dia, sektor ini banyak menyerap tenaga kerja dan banyak berkaitan dengan industri lain, sehingga butuh dukungan stimulus dari pemerintah. [irp] “Sektor properti termasuk yang terdampak dari munculnya pandemi. Kami ingin mendukung pemerintah dalam mencari solusi untuk memulihkan kembali sektor properti dan membantu masyarakat dengan berbagai program dan layanan yang memudahkan,“ jelas Indra dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3). Lebih lanjut dijelaskan Indra, program insentif penghapusan PPN diberlakukan di empat proyek LRT City yang sudah siap huni. Tidak hanya insentif penghapusan PPN, LRT City juga mengadakan promo DP 0% dan cicilan Rp 3 Juta-an untuk berbagai proyek propertinya. Empat proyek LRT City yang memberlakukan insentif PPN 0% tersebut antara lain, LRT City Bekasi, – Eastern Green, LRT City Jatibening, LRT City Sentul dan Grand Central Bogor. [irp] LRT City Bekasi – Eastern Green berlokasi 0 kilometer dari Stasiun LRT Jatimulya, dekat Primaya Hospital dan dilengkapi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jabodetabek. Sedangkan LRT City Jatibening mengusung konsep urban resort, didukung sejumlah infrastruktur yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bekasi-Cawang. “Sementara LRT City Sentul terletak di Exit Tol Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Dirancang akan menyatu dengan LRT Jabodebek Trase Jakarta-Bogor. Kawasan Superblock Resort ini mencakup 10 menara apartemen, hotel, office tower, hingga kampus. Lalu, Grand Central Bogor yang terintegrasi dengan Stasiun Bogor, dengan 833 unit Apartemen, 19 unit Soho Podium, 5 unit Ruko Stand Alone,” jelas Indra panjang lebar. “Empat proyek tersebut sudah siap huni dan kami menerapkan program dari pemerintah untuk membebaskan PPN hingga 0%, bebas DP, dan bisa diangsur mulai dari 3 jutaan. Semoga program ini bisa membantu masyarakat dan kembali memulihkan sektor properti di Indonesia,” imbuh Indra. Sementara itu, Manager Biro Promosi PT Adhi Commuter Properti Djoko Santoso menambahkan, Program DP 0% ini adalah bukti LRT City tidak hanya diam dan tenggelam diterpa badai pandemi. “Tetapi kami kembali dengan sesuatu yang memberikan benefit bagi masyarakat karena daripada mengkhawatirkan hal-hal yang tidak pasti, lebih baik kita alihkan energi kita untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna, untuk kita dan sesama,” ujarnya. [irp] Ditambahkan Djoko, antusiasme masyarakat terhadap program inipun cukup tinggi dan terbukti penjualan terus meningkat sejak program tersebut diluncurkan. Dia mengaku, penjualan telah mencapai nilai Rp 15 Miliar dari penjualan 3 proyek (LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Jatibening dan LRT City Sentul). “Penawaran ini kesempatan terbaik untuk memiliki hunian milik sendiri, karena selain unit siap huni, juga akan mendapatkan banyak kejutan promo lainnya dari masing-masing proyek, namun tentunya kesempatan ini merupakan penawaran yang terbatas karena hanya berlangsung sampai dengan bulan Agustus 2021, dan tentu saja selama unit masih tersedia,” pungkas Djoko.