PNB_Back_Up

Kuartal III 2022, PermataBank Bukukan Laba Bersih Rp 2,2 Triliun

Propertynbank.com – PT Bank Permata Tbk (PermataBank atau Bank) terus membukukan kinerja yang solid sampai dengan Kuartal III Tahun 2022 yang merupakan hasil penerapan strategi bisnis secara pruden, konsisten dan berkesinambungan. Di tengah upaya Pemerintah Indonesia menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global serta optimisme dari presidensi G20 di Indonesia, PermataBank berhasil mencatatkan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh sebesar 170% year-on-year (yoy). Pertumbuhan Laba Bersih ini dikontribusikan oleh Pendapatan Operasional sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh sebesar 14,4% (yoy) didukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 12,1% (yoy). Meliza M. Rusli, Direktur Utama PermataBank mengungkapkan, sebuah pencapaian yang perlu disyukuri karena sampai dengan kuartal III 2022 ini PermataBank dapat membukukan kinerja keuangan yang sehat dan solid. Hal ini, kata dia, tidak lepas dari kontribusi bersama dalam menerapkan strategi perusahaan, menjaga pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan melalui pertumbuhan kredit sehat serta manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian serta governance yang baik. “Selama 20 tahun PermataBank melayani nasabah dengan hati, saatnya meneruskan komitmen kami untuk tetap menjadi mitra terpercaya nasabah dan menjadi universal bank yaitu dengan menyediakan produk dan layanan bagi berbagai segmen serta untuk semua generasi. Komitmen ini akan terus diperkuat ke depannya didukung penuh oleh pemegang saham pengendali, Bangkok Bank,” tegasnya. Bank tetap menerapkan manajemen biaya operasional secara optimal dan melanjutkan perbaikan kualitas aset tercermin dalam perbaikan rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) di Kuartal III tahun 2022 ini menjadi sebesar 73,4% dibandingkan rasio BOPO di periode yang sama tahun lalu sebesar 88,3%. Lebih lanjut, ditengah kenaikan inflasi akibat kenaikan harga pangan dan bahan bakar, PermataBank berhasil menurunkan rasio CIR menjadi 53,1% membaik dibandingkan posisi Desember 2021 sebesar 54,9%. PermataBank terus berkomitmen dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dengan tumbuh 9,2% (yoy) menjadi sebesar Rp135,7 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan kredit Korporasi dan KPR masing-masing sebesar 9,2% dan 19,1%.  Sejalan dengan hal ini, rasio RIM Bank juga mengalami perbaikan menjadi 83% dari sebelumnya 69% di akhir tahun 2021. Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang diberikan mengingat ketidakpastian kondisi ekonomi global yang dapat berpengaruh terhadap risiko kredit inheren.   Rasio NPL gross di akhir bulan September 2022 terjaga pada level 3,1% membaik dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2021 sebesar 3,2% maupun September 2021 sebesar 3,3%. Rasio NPL net yang mencerminkan prudensi dalam pembentukan cadangan kerugian kredit juga mengalami perbaikan menjadi 0,5% dibandingkan dengan 0,7% di akhir Desember 2021 lalu.  Rasio NPL coverage terjaga baik di kisaran 238%, atau meningkat dibandingkan pada Desember 2021 di posisi 227% maupun September 2021 sebesar 217%. Bank terus mengupayakan penyelesaian kredit bermasalah melalui upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah sedikit menurun sebesar 1,2% yoy yang sejalan dengan strategi Bank untuk menurunkan dana mahal deposito dan terus memfokuskan pertumbuhan Giro dan Tabungan (CASA) yang merupakan sumber dana murah dan stabil.  Sampai dengan Kuartal III 2022 CASA tumbuh 10,6% yoy menjadi Rp95,8 triliun yang dikontribusikan oleh pertumbuhan Giro sebesar 10,2% dan pertumbuhan Tabungan sebesar 11,1%.  Sejalan dengan hal ini, rasio CASA Bank meningkat menjadi 59,3%, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2021 sebesar 54,0%. Hal ini memastikan posisi likuiditas Bank terjaga dengan baik untuk mendukung pernyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif dalam jangka panjang. Rasio permodalan Bank adalah salah satu yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 33,2% dan 25,1%, dimana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun anorganik. PermataBank Perluas Ekosistem Dalam memperluas segmen dan memperdalam hubungan dengan pelanggan, sebagai bagian dari Bangkok Bank Group dan melalui jaringan internasional, keahilan serta skala pemegang saham, PermataBank terus memperluas ekosistem partner Bank serta membangun sinergi dengan Bangkok Bank melalui keahlian dan dukungan mereka di perbankan korporasi, serta inisiatif lintas negara, PermataBank juga telah memberikan kontribusi positif untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan ikut serta mendukung rangkaian kegiatan B20 Indonesia 2022 sebagai Sponsor Bronze yang akan berlangsung hingga G20 Summit di bulan November 2022. Dukungan PermataBank pada B20 Indonesia 2022, yang merupakan bagian dari presidensi G20 Indonesia, juga sejalan dengan misi perusahaan dalam mendukung pemulihan serta pertumbuhan kolaboratif, mendorong ekonomi global yang inovatif, sekaligus menata masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Laba Bersih PermataBank Tahun 2021 Tumbuh 71% YoY

Propertynbank.com – PermataBank atau PT Bank Permata Tbk. (Bank) berhasil menutup tahun 2021 dengan pencapaian kinerja yang positif dengan terus menjaga momentum pertumbuhan aset dan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit serta memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit. Di tengah pemulihan perekonomian Indonesia, PermataBank membukukan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp1,2 triliun, meningkat secara signifikan sebesar 71% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp722 miliar. Dukungan berkesinambungan dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank PCL, menghantarkan PermataBank memperkuat posisi sebagai salah satu dari 10 Bank Komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset. Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank mengatakan, tahun 2021 merupakan tahun yang baik bagi PermataBank. Walaupun tantangan pandemi masih berjalan, PermataBank dapat mencapai momentum yang baik dalam memperkuat kapabilitas digital kami dengan beberapa inisiatif digital baru, kerja sama strategis dan peluncuran teknologi blockchain untuk trade transactions yang pertama di pasar. “Dukungan berkesinambungan dari pemegang saham kami, Bangkok Bank, dan kepercayaan nasabah setia kami memegang peranan penting dalam komitmen kami untuk menjadikan PermataBank sebagai bank universal. Dengan pencapaian saat ini, kami yakin dapat menjadi waralaba deposito dan wealth terkemuka, mitra ekosistem pilihan bagi pelaku bisnis dan teknologi, serta pemimpin dalam layanan digital-first perbankan di Indonesia di tahun mendatang,” katanya. PermataBank mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 18,5% Year-on-Year (YoY) menjadi sebesar Rp234 triliun. Penyaluran kredit tumbuh 6,2% YoY menjadi sebesar Rp125,5 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit Korporasi sebesar 12% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 22% YoY. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh sebesar 24% YoY terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 30% sejalan dengan strategi Bank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang. Sejalan dengan ini, rasio CASA Bank mengalami peningkatan menjadi 54%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%. Lebih lanjut, Bank membukukan Pendapatan Operasional sebesar Rp10,1 triliun atau tumbuh sebesar 11% YoY sehingga Laba Operasional sebelum Pencadangan tumbuh sebesar 24% YoY menjadi sebesar Rp4,7 triliun. Pertumbuhan Pendapatan Operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 17% sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit di tahun 2021. Hal ini juga mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, dapat dikelola secara optimal. PermataBank Jaga Rasio NPL Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang diberikan mengingat dampak pandemi yang masih terus berlanjut dan secara tidak langsung telah menyebabkan peningkatan risiko kredit inheren. Hal ini tercermin dalam peningkatan rasio NPL gross di bulan Desember 2021 menjadi 3,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,9%. Namun demikian, rasio NPL net terjaga lebih baik menjadi 0,7% dibandingkan dengan 1,0% di tahun lalu. Hal ini sejalan dengan kebijakan Bank untuk membukukan pencadangan kerugian kredit secara pruden dalam mengantisipasi potensi kerugian kredit. Rasio NPL coverage Bank dipertahankan secara mencukupi di kisaran 227%. Rasio permodalan Bank adalah salah satu yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial, dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 35% dan 27%, dimana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. Bank berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediasi finansial secara efektif dan efisien dengan dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali Bank. Sebagai bagian dari Bangkok Bank Group yang merupakan bank korporasi terkuat di Thailand, PermataBank akan terus mempercepat pertumbuhannya dengan memanfaatkan kolaborasi dengan skala dan keahlian Bangkok Bank, meningkatkan share of wallet Bank dalam pengelolaan trade & cash, memenangkan klien korporat internasional/lokal dan konglomerasi baru di Indonesia, serta terus membangun hubungan yang baik melalui pertumbuhan kredit yang pruden dan sehat.

Laba Bersih PermataBank Tumbuh 93% YoY

INFO PERBANKAN – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) kembali menunjukan konsistensi dalam pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja yang solid dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit dan memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit. Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank mengemukakan, menjelang tutup tahun 2021, PermataBank terus menunjukan kinerja yang tetap kuat dan konsisten. PermataBank, kata dia, berupaya terus menjangkau pasar dan segmen nasabah yang lebih luas dengan menawarkan inovasi produk dan jasa perbankan digital dan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank. “Kinerja yang positif di kuartal III 2021 ini juga tidak lepas dari dukungan para nasabah setia kami yang selalu maju bersama menjadikan kami bank of choice mereka serta komitmen kami untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan dan turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Chalit Tayjasanant dalam press conference secara virtual, Rabu (10/11). PermataBank membukukan pertumbuhan aset sebesar 31% YoY menjadi sebesar Rp219 triliun yang mempertahankan PermataBank di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset. Penyaluran kredit tumbuh secara signifikan 21% YoY menjadi sebesar Rp124,2 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23% YoY. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh sebesar 23% YoY terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28%. Kenaikan ini sejalan dengan strategi Bank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang. Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA Bank mengalami peningkatan menjadi 53%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%. Sejalan dengan pertumbuhan aset, Bank membukukan Pendapatan Operasional sebesar Rp7,5 triliun atau tumbuh sebesar 17% YoY dan Laba Operasional sebelum Pencadangan tumbuh sebesar 28% YoY menjadi sebesar Rp3,5 triliun. Pertumbuhan Pendapatan Operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 28%. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal. Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 88%, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92% yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portfolio kredit Bank. Pertumbuhan kredit dan peningkatan kinerja Bank telah membuahkan hasil di kuartal III 2021 ini, Laba Bersih setelah pajak berhasil dibukukan senilai Rp831 miliar, meningkat secara signifikan sebesar 93% atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430 miliar. Kualitas portfolio kredit Bank masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3% dan 0,9%, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8% dan 1,5%. Secara pruden Bank membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217%, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio NPL coverage tahun lalu sebesar 118%. Rasio permodalan Bank adalah yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34% dan 26% dimana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. PermataBank terus memperkuat komitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediari secara efektif dan efisien dengan dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali. Menjadi bagian dari Bangkok Bank Group yang merupakan Bank Korporasi terkuat di Thailand, PermataBank akan terus memperkuat branding position sebagai bank universal di Indonesia dan melakukan inovasi dan investasi yang berkelanjutan, baik dalam hal penawaran produk yang relevan maupun di bidang perbankan digital untuk memberikan layanan dan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan dan memuaskan bagi nasabah di segmen Ritel, SME, Komersial dan Korporasi.

Laba PermataBank Kuartal III 2021 Tumbuh 93%

INFO PERBANKAN – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) konsisten dalam menjaga pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja. PermataBank tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit dan memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit. Direktur Utama PermataBank Chalit Tayjasanant mengatakan, menjelang tutup tahun 2021, PermataBank terus menunjukan kinerja yang tetap kuat dan konsisten. PermataBank, kata dia, terus menjangkau pasar dan segmen nasabah yang lebih luas dengan menawarkan inovasi produk dan jasa perbankan digital dengan sinergi dan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank. “Kinerja yang positif di kuartal III 2021 ini juga tidak lepas dari dukungan para nasabah setia kami yang selalu maju bersama menjadikan kami bank of choice mereka serta komitmen kami untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan dan turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dalam keterangan tertulis. PermataBank membukukan pertumbuhan aset sebesar 31% YoY menjadi sebesar Rp219 triliun yang mempertahankan PermataBank di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset. Penyaluran kredit tumbuh secara signifikan 21% YoY menjadi sebesar Rp124,2 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23% YoY. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh sebesar 23% YoY terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28%. Kenaikan ini sejalan dengan strategi Bank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang. Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA Bank mengalami peningkatan menjadi 53%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%. PermataBank membukukan Pendapatan Operasional sebesar Rp7,5 triliun atau tumbuh sebesar 17% YoY dan Laba Operasional sebelum Pencadangan tumbuh sebesar 28% YoY menjadi sebesar Rp3,5 triliun. Pertumbuhan Pendapatan Operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 28%. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal. Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 88%, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92% yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portfolio kredit Bank. Sementara pertumbuhan kredit dan peningkatan kinerja Bank telah membuahkan hasil di kuartal III 2021 ini, Laba Bersih setelah pajak berhasil dibukukan senilai Rp831 miliar, meningkat secara signifikan sebesar 93% atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430 miliar. Kualitas portfolio kredit Bank masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3% dan 0,9%, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8% dan 1,5%. Secara pruden Bank membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217%, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio NPL coverage tahun lalu sebesar 118%. Rasio permodalan Bank adalah yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34% dan 26% dimana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. PermataBank terus memperkuat komitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediari secara efektif dan efisien dengan dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali. Wellness to Wealth. Sementara dalam tanggung jawab sosial perusahaan, PermataHati CSR meluncurkan kembali inisiatif CSR PermataBRAVE yakni komitmen berkelanjutan melalui People with Disabilities (PWD) Empowerment Program yang meliputi pendidikan, pembinaan serta peningkatan kompetensi guna menciptakan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Digitalisasi Perkuat Kinerja PermataBank

INFO PERBANKAN – PT Bank Permata Tbk (PermataBank atau Bank) mengumumkan kinerja keuangan di semester pertama 2021 dengan hasil yang solid. Total aset Bank tumbuh 34,8% YoY menjadi sebesar Rp212,9 triliun. Dalam public expose yang digelar secara virtual, hari Selasa, 14 September 2021, Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank mengatakan, seiring dengan bertumbuhnya aset dan pendapatan operasional, dalam semester pertama 2021 ini PermataBank juga membukukan peningkatan transaksi digital yang signifikan dikontribusikan oleh perkembangan inovasi teknologi yang diterapkan. “Fokus kami untuk terus meningkatkan kinerja Bank melalui perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit yang sehat didukung oleh teknologi terdepan. Kami berkomitmen konsisten memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi nasabah dan making a difference dalam upaya bersama memperbaiki kinerja perekonomian Indonesia,” jelas Chalit Tayjasanant. Dengan pertumbuhan aset 34,8% YoY, menjadikan PermataBank sebagai salah satu dari 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan total aset. Penyaluran kredit tumbuh 16,6% YoY menjadi Rp120,8 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen Wholesale Banking sebesar 39,8% YoY yang antara lain dikontribusikan dari penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020. Pertumbuhan kredit Bank juga didukung oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang signifikan sebesar 21,7% YoY di segmen ritel. Sementara pendapatan operasional Bank tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau tumbuh sebesar 19,4% YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 36,6% YoY. Sedangkan rasio (Non-Performing Loan) NPL gross dan NPL net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing 3,3% dan 1,2%, dibandingkan dengan posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 2,9% dan 1,0%, walaupun masih lebih baik dibandingkan posisi Juni 2020 masing-masing sebesar 3,7% dan 1,8%. Bank mengalokasikan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat penurunan kualitas aset sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 41% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian rasio NPL coverage tetap terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 218%. Sedangkan Laba Bersih setelah pajak yang dibukukan pada Semester I 2021 sebesar Rp639 miliar, meningkat signifikan 74,3% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.366 miliar. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 75% pada akhir Juni 2021, turun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar 81%. Hal ini dikontribusikan antara lain oleh peningkatan simpanan nasabah yang tumbuh sebesar 25,0% YoY dengan rasio CASA sebesar 52%, menguat dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%. Rasio permodalan Bank yang sangat kuat dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 35,4% dan 26,9%, jauh lebih kuat dari rasio CAR rata-rata industri perbankan di kisaran 24%. PermataBank juga telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IX pada tanggal 26 Juli 2021, dimana seluruh jumlah saham kelas B yang ditawarkan kepada pemegang saham Bank sejumlah 8.138.620.315 lembar saham telah secara penuh dialokasikan sesuai permintaan pemegang saham dengan harga Rp1.347 per saham. Pelaksanaan PUT IX ini merupakan kelanjutan dari proses Integrasi antara PermataBank dan Bangkok Bank Indonesia dimana Bank mengkonversi seluruh Dana Setoran Modal yang diterima sebesar Rp10,8 triliun di Desember 2020 menjadi modal yang disetorkan sesuai dengan peraturan OJK Pasar Modal yang berlaku. Di tengah tahun pertama 2021 jumlah total transaksi PermataBank meningkat 200% Year-on-Year (YoY) menjadi 937 juta; Sebagian besar peningkatan berasal dari penyerapan yang signifikan di semua kanal digital hingga 351% YoY menjadi 766 juta. Peningkatan transaksi digital ini mencerminkan kemitraan yang kuat dan efektif dengan pihak ketiga serta dengan banyak pemain utama dalam ekosistem Bank dan ekonomi digital pada umumnya.

PermataBank Danai Akulaku Finance

INFO KEUANGAN – Perusahaan pembiayaan berbasis digital bagian dari Akulaku Group, PT Akulaku Finance Indonesia, menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Permata Tbk (PermataBank). Melalui kerja sama ini Akulaku Finance memperoleh fasilitas pendanaan dari PermataBank yang akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan konsumen dan inklusi keuangan di Indonesia. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengungkapkan bahwa pemberian fasilitas ini merupakan tingginya kepercayaan dan besarnya komitmen yang diberikan untuk Akulaku Finance Indonesia. Akulaku Finance akan menggunakan fasilitas pendanaan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan variasi (multi scheme of funding) penyaluran pembiayaan perusahaan kepada para pelanggan Akulaku Finance Indonesia. “Fasilitas pendanaan dari PermataBank ini merupakan suatu fasilitas di moment of truth yang tepat disaat peningkatan life style masyarakat yang cenderung kepada digitalisasi, contacless, dan cashless sehingga memungkinkan Akulaku Finance Indonesia untuk dapat melayani lebih banyak nasabah pembiayaan berbasis digital di seluruh Indonesia yang sejalan dengan pertumbuhan pembiayaannya di sepanjang tahun 2021,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Dirinya mengungkapkan bahwa kerjasama strategis dengan PermataBank merupakan wujud kolaborasi yang erat dan visioner antara perbankan dan penyedia layanan pembiayaan berbasis digital, terutama dalam komitmen mewujudkan inklusi keuangan dan memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah Akulaku Finance Indonesia dan PermataBank. “Dalam menghadapi perubahan seperti yang terjadi saat ini, bank dan pelaku usaha jasa keuangan digital seperti Akulaku Finance mesti semakin banyak berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem dan data mining satu sama lain. Kepercayaan dari mitra perbankan ini akan terus kami jaga dengan mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi risiko yang baik,” ujar Efrinal. Sementara itu, Djumariah Tenteram, Direktur Retail Banking PermataBank mengungkapkan merupakan komitmen PermataBank untuk terus mengembangkan digitalisasi perbankan dan mendukung perkembangan mitra strategis, terutama melalui kemitraan dengan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi terkemuka, PT. Akulaku Finance Indonesia, yang memiliki portofolio customer base yang luas dan sesuai dengan risk appetite PermataBank saat ini. “Melalui kemitraan ini kami berharap dapat menjangkau konsumen unbanked dan underserved yang jumlahnya masih cukup besar sekaligus memberikan akses  keuangan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” kata dia.

Positif Diawal Tahun 2021, Aset PermataBank Tumbuh Sebesar 21,5% yoy

INFO PERBANKAN – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) mengumumkan hasil kinerja perusahaan sampai dengan Triwulan I 2021. Di tengah upaya pemerintah dan dunia usaha untuk bangkit dari pandemi COVID19, PermataBank mampu memberikan kontribusi positif kepada perekonomian Indonesia dengan melanjutkan momentum peningkatan kinerja yang solid pada Triwulan I 2021 (“Q1-21”) ini dengan konsisten menerapkan strategi usaha berkesinambungan sehingga sukses membukukan pertumbuhan laba bersih secara signifikan, menjaga kualitas aset pada level yang aman serta memelihara posisi likuiditas dan permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih baik. Abdy Dharma Salimin, Direktur Utama (Plt) PermataBank mengatakan, PermataBank memulai 2021 dengan hasil yang memuaskan. Upaya untuk bangkit bersama dan terus memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi Indonesia telah diwujudkan dengan strategi dalam memperluas skala, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan memberikan solusi perbankan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. “Bertambahnya kapital PermataBank menunjang semakin kuatnya inisiatif digitalisasi perbankan yang kami berikan bagi nasabah setia PermataBank,” kata dia. PermataBank berhasil membukukan pertumbuhan total aset sebesar 21,5% yoy menjadi sebesar Rp.203,5 Trilyun yang mengantarkan Bank sebagai salah satu 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan total aset.  Pendapatan operasional tercatat sebesar Rp. 2,4 trilyun atau tumbuh sebesar 14,1% yoy sejalan dengan pertumbuhan aset dan bisnis Bank setelah penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020, walaupun industri perbankan secara umum masih menghadapi tantangan dalam pertumbuhan aset terkait dengan dampak pandemi COVID-19 terhadap perlambatan pertumbuhan perekonomian yang masih berlanjut di periode berjalan. Penyaluran kredit tumbuh 6,6% yoy menjadi sebesar Rp.117,7 Trilyun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen Wholesale Banking sebesar 28,7% yoy dan kredit KPR 15.5% yoy. [irp] Selain itu, Bank tetap menerapkan manajemen biaya operasional secara optimal tercermin dari perbaikan rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi sebesar 82,3% atau membaik 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 94,0%.  Bank juga memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai secara pruden untuk mengantisipasi potensi kerugian mengingat dampak pandemi COVID-19 yang masih berlanjut di tahun berjalan. Rasio NPL coverage terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 246% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 152%.   Walaupun demikian, dengan perbaikan kualitas asset yang terjadi selama periode berjalan, jumlah biaya penyisihan penurunan nilai kredit turun sebesar 34% menjadi Rp.420 miliar pada Q1-21. Perbaikan kinerja Bank sebagaimana dijelaskan di atas menghasilkan Laba Bersih setelah pajak Bank di Q1-21 meningkat secara signifikan menjadi sebesar Rp.494 miliar dibandingkan Rp.2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di tengah dampak pandemi yang cukup signifikan terhadap rasio NPL industri perbankan, Bank berhasil menjaga rasio NPL gross dan NPL net masing-masing pada level 2,9% dan 1,0%, lebih baik dibandingan dengan periode yang sama tahun lalu masing-masing pada level 3,2% dan 1,2%.  Perbaikan NPL akan terus dicapai dengan adanya restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan kredit NPL dan pertumbuhan kredit good book. [irp] Posisi likuiditas Bank terjaga kuat yang tercermin pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 77% pada akhir Maret 2021, turun dibandingkan dengan posisi tahun lalu yang sebesar 80%.  Hal ini dikontribusikan antara lain oleh peningkatan simpanan nasabah yang tumbuh sebesar 12,2% yoy dengan rasio CASA sebesar 54%, menguat di bandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%.  Bank akan terus berfokus untuk mempercepat laju pertumbuhan kredit, sejalan dengan pemulihan perekonomian yang diharapkan dapat direalisasikan dengan penyelesaian program vaksinasi nasional. Rasio permodalan Bank terjaga kuat sejak penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020, sebagaimana tercermin pada rasio CAR dan CET-1 pada posisi akhir Maret 2021 masing-masing sebesar 35,2% dan 26,6%, meningkat dibandingkan 19,6% dan 18,4% per posisi Maret 2020.  Pencapaian ini jauh di atas ketentuan minimum regulator ataupun rasio CAR rata-rata industri perbankan Indonesia.