PNB_Back_Up

Hunian MBT Berpotensi Hidupkan Pasar Apartemen Perkotaan

Jaya Real Property, insentif ppn

Propertynbank.com – Wacana pengembangan program hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (Hunian MBT) dinilai berpotensi menjadi solusi baru dalam menjawab tantangan perumahan di kawasan perkotaan. Segmen ini selama ini berada di antara kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh subsidi pemerintah dan pasar komersial yang masih sulit dijangkau. Direktur PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, menilai keberadaan skema khusus MBT sangat relevan dengan dinamika urbanisasi dan perubahan pola hidup masyarakat produktif di kota-kota besar. Menurutnya, kelompok MBT justru merupakan angkatan kerja paling produktif saat ini, terutama generasi muda usia 25 hingga 30 tahun yang bekerja di pusat kota namun belum memiliki akses kepemilikan hunian yang sesuai kemampuan finansial mereka. Theresia menjelaskan, sebagian besar kelompok MBT saat ini masih tinggal di rumah kos atau hunian sewa di sekitar lokasi kerja. Ketika mulai membangun keluarga, mereka umumnya harus berpindah ke kawasan pinggiran kota karena harga hunian di pusat kota tidak terjangkau. Kondisi tersebut menimbulkan konsekuensi biaya transportasi yang semakin besar sekaligus menurunkan kualitas hidup dan produktivitas pekerja. “Hunian di perkotaan sangat relevan untuk segmen MBT karena mereka adalah kelompok paling produktif. Jika tinggal terlalu jauh dari tempat kerja, biaya transportasi dan kelelahan menjadi faktor yang signifikan,” ujar Theresia di Jakarta, Kamis (2/4). Ia menilai program pembangunan hunian perkotaan, termasuk target pembangunan satu juta rumah pemerintah, dapat diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan segmen ini. Selain mengurangi tekanan transportasi publik, penyediaan hunian dekat pusat aktivitas ekonomi juga berpotensi meningkatkan efisiensi sosial dan ekonomi secara keseluruhan. Dalam pandangan Theresia, tantangan utama pengembangan hunian MBT bukan pada ketersediaan produk, melainkan pada skema pembiayaan yang belum sepenuhnya sesuai. Kelompok MBT dinilai terlalu mampu untuk menerima subsidi penuh seperti MBR, namun masih menghadapi kesulitan jika harus menggunakan skema kredit komersial dengan bunga pasar. Karena itu, Theresia mengusulkan adanya skema pembiayaan di tengah, misalnya melalui bunga tetap yang lebih rendah dari kredit komersial namun tidak sepenuhnya bersubsidi. Menurutnya, tenor kredit yang lebih panjang serta fleksibilitas uang muka juga menjadi faktor penting agar cicilan bulanan tetap terjangkau. “Kalau menggunakan bunga komersial akan berat, tapi juga tidak bisa disamakan dengan skema MBR. Jadi harus ada formula di antara keduanya,” jelasnya. Ia menilai kisaran penghasilan MBT idealnya diperluas hingga sekitar Rp30–35 juta per bulan agar lebih relevan dengan harga hunian di kawasan perkotaan yang terus meningkat. Theresia juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pembangunan hunian vertikal bagi MBT. Menurutnya, unit studio tidak selalu menjadi solusi jangka panjang. Hunian sebaiknya dirancang minimal dua kamar tidur agar dapat dihuni keluarga muda secara berkelanjutan, bukan sekadar tempat tinggal sementara pada hari kerja. Konsep ini sekaligus mendorong perubahan persepsi masyarakat terhadap apartemen dan rumah susun yang selama ini masih kalah populer dibanding rumah tapak. “Hunian vertikal harus dipikirkan sebagai tempat tinggal jangka panjang, bukan hanya tempat singgah,” ujarnya. Hunian MBT Serap Stok Apartemen Tak Terjual Lebih lanjut, Theresia melihat program MBT berpotensi membantu menyerap stok apartemen yang belum terserap pasar, terutama di lokasi strategis dekat transportasi publik. Menurutnya, banyak proyek hunian vertikal sebenarnya memiliki harga yang masih masuk akal bagi segmen MBT, namun terkendala pada skema pembiayaan dan segmentasi pasar yang belum tepat. Ia menilai fleksibilitas kebijakan menjadi kunci agar aset hunian yang sudah terbangun dapat dimanfaatkan secara optimal. “Daripada unit kosong, lebih baik dicari solusi agar bisa dimanfaatkan masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya. Theresia menegaskan sektor swasta pada prinsipnya siap mendukung program pemerintah sepanjang proyek memiliki visibilitas bisnis yang jelas dan memberikan manfaat seimbang bagi negara, masyarakat, dan pelaku usaha. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program MBT, terutama dalam penyediaan lahan strategis serta kepastian regulasi. Jika kebijakan MBT dapat direalisasikan secara konkret, ia optimistis program ini tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga mampu menggerakkan kembali pasar apartemen perkotaan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat produktif. “Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah bagaimana masyarakat bisa memiliki hunian yang layak, ekonomi bergerak, dan semua pihak mendapatkan manfaat,” tutup Theresia.

Intiland Luncurkan Sakha Semanan, Terbatas 32 unit Bidik Keluarga Muda Jakarta Barat

Propertynbank.com – Pasar hunian tapak di Jakarta Barat kembali mendapat suplai baru dengan hadirnya Sakha Semanan, proyek rumah tapak eksklusif yang dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk di kawasan Taman Semanan Indah, Semanan. Mengusung konsep tropis modern, proyek ini menyasar keluarga muda dan profesional yang membutuhkan hunian fungsional dengan konektivitas tinggi di area kota yang telah berkembang. Pimpinan Proyek Sakha Semanan, Fransisca Tatik Yudianti, mengatakan bahwa pengembangan ini mencerminkan fokus Intiland dalam memperkuat portofolio hunian tapak di kawasan dengan permintaan yang telah terbentuk. Menurutnya, pasar kini cenderung memilih hunian yang menawarkan kenyamanan jangka panjang, kualitas lingkungan, serta kemudahan mobilitas. “Sakha Semanan kami rancang dengan standar perencanaan kawasan yang matang dan kualitas bangunan yang baik. Proyek ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya keluarga muda di Jakarta Barat,” ujar Fransisca melalui keterangan tertulis, Senin (23/2). Sakha Semanan dikembangkan sebagai kawasan hunian terbatas dengan total 32 unit rumah dua lantai. Proyek ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menghadirkan produk hunian tapak berkualitas di lokasi matang, sekaligus menjawab kebutuhan end-user yang semakin selektif terhadap aspek lokasi, lingkungan, dan desain. Proyek yang memiliki keunggulan aksesibilitas ini, terletak di kawasan yang terhubung dengan jaringan tol utama seperti tol dalam kota, tol bandara, dan tol lingkar luar Jakarta. Selain itu, pilihan transportasi publik juga mudah dijangkau, termasuk KRL Commuter Line serta layanan TransJakarta. Dari sisi produk, perumahan ini menghadirkan desain rumah berukuran compact namun tetap terasa lega dan efisien. Terdapat dua tipe yang dipasarkan, yakni tipe standar dengan luas tanah 90 m² dan luas bangunan 122 m² sebanyak 28 unit, serta tipe hoek dengan luas tanah 146,5 m² dan luas bangunan 125 m² sebanyak 4 unit. Harga ditawarkan mulai dari Rp1,9 miliar per unit. Kualitas bangunan menjadi salah satu fokus utama pengembangan. Sakha Semanan menggunakan struktur beton bertulang dengan fondasi tapak, material bata ringan, sanitair TOTO atau setara, serta dukungan daya listrik 5.500 VA untuk setiap unit. Spesifikasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian jangka panjang. Selain itu, kawasan ini dikelilingi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari stasiun KRL Rawa Buaya dan Kalideres, Splash Sport Club, lapangan tenis, supermarket, sekolah, area ruko komersial, hingga pusat perbelanjaan dan destinasi kuliner. Kelengkapan fasilitas tersebut memberikan nilai tambah dari sisi kenyamanan dan kepraktisan bagi penghuni. Sakha Semanan Merupakan Kelanjutan Proyek Peluncuran Sakha Semanan merupakan kelanjutan dari pengembangan Virya Semanan yang diluncurkan pada 2022 di kawasan yang sama. Proyek sebelumnya tersebut terdiri dari 30 unit rumah eksklusif dan saat ini hampir seluruhnya telah terserap pasar. “Tingginya penjualan pada proyek sebelumnya menunjukkan bahwa konsep hunian tapak privat di lokasi strategis masih sangat diminati. Sakha Semanan hadir untuk melanjutkan keberhasilan tersebut dengan standar yang kami pertahankan,” jelas Fransisca. Dia menambahkan, Intiland memproyeksikan pasar hunian tapak di Jakarta dan sekitarnya tetap menunjukkan ketahanan pada 2026, khususnya di segmen menengah dengan rentang harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. “Proyeksi ini memperkuat posisi Sakha Semanan sebagai hunian sekaligus aset properti jangka panjang di Jakarta Barat,” tutup Fransisca.

PT Inti Arunika Persada Resmikan DC Land di Intiland Tower Surabaya

Propertynbank.com – PT Inti Arunika Persada resmi memperkenalkan layanan pusat data DC Land yang berlokasi di Intiland Tower Surabaya, Jumat (6/2). Kehadirannya menambah pilihan infrastruktur digital di Surabaya dengan menawarkan layanan pusat data terpadu yang mencakup kebutuhan cloud, konektivitas, dan pengelolaan data bagi berbagai sektor industri. Peluncuran DC Land ditandai dengan acara Grand Opening Kantor DC Land yang digelar di area lobi Intiland Tower Surabaya. Peresmian tersebut dihadiri Direktur PT Intiland Development Tbk Simon Joseph Wirawan, Direktur Pengelola DC Land Perry Yoranouw, serta Ketua Badan Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur, Yosvensa Setiawan. Direktur Utama PT Inti Arunika Persada, Antonius Simanjuntak, menyampaikan bahwa peluncuran DC Land menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep pusat data yang fleksibel dan terintegrasi. Selain menampilkan kesiapan infrastruktur, pusat data ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem pusat data di Surabaya. Menurut Antonius, pertumbuhan aktivitas ekonomi dan digital di Surabaya mendorong peningkatan kebutuhan infrastruktur pusat data yang andal. “Kehadiran DC Land diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan lintas sektor, mulai dari perbankan, asuransi, manufaktur, e-commerce, hingga perusahaan rintisan berbasis teknologi,” ungkapnya. PT Inti Arunika Persada merupakan perusahaan hasil kolaborasi strategis antara PT Intiland Alfa Rendita, anak usaha PT Intiland Development Tbk, dengan PT Parsaoran Global Datatrans (ION Network). Kerja sama ini menggabungkan kekuatan Intiland sebagai pengembang properti berpengalaman dengan kapabilitas ION Network di bidang teknologi informasi dan jaringan digital. Direktur PT Intiland Development Tbk, Simon J. Wirawan, menjelaskan bahwa pengembangan pusat data ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan nilai aset properti melalui diversifikasi fungsi. “Kehadiran pusat data ini sekaligus memperkuat posisi Intiland Tower Surabaya sebagai gedung berbasis teknologi informasi dan infrastruktur digital,” ujarnya. Sementara itu, Direktur ION Network, Ricky Simanjuntak, menilai kolaborasi ini menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem infrastruktur digital yang lebih kuat di Surabaya. DC Land di Intiland Tower Surabaya juga akan menjadi proyek percontohan untuk pengembangan pusat data serupa di kota-kota strategis lainnya di Indonesia. Lokasi DC Land Pusat data ini menempati lantai dasar Intiland Tower Surabaya dan menyediakan berbagai layanan pusat data, antara lain colocation, cross connect, serta penyediaan daya listrik dengan sistem cadangan. Operasional pusat data didukung Network Operation Center (NOC) yang beroperasi 24 jam dengan dukungan tim teknis di lokasi. Managing Director DC Land, Perry Yoranouw, menjelaskan pusat data ini dirancang dengan latensi rendah untuk mendukung akses data yang cepat dan stabil. Infrastruktur DC Land juga disiapkan agar mudah dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis pelanggan di masa mendatang. Dari sisi keandalan, DC Land dikembangkan setara standar Tier 3 dengan service level agreement (SLA) sebesar 99 persen. Sistem keamanan fisik dilengkapi pengawasan CCTV 24 jam, deteksi asap, serta sistem pemadam kebakaran khusus yang aman bagi perangkat elektronik. “Kami optimistis pasar pusat data di Surabaya akan terus berkembang seiring stabilitas ekonomi, pertumbuhan investasi, dan meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri,” pungkas Perry.

Perkuat Konektivitas Talaga Bestari, Intiland Dukung Pengembangan MRT Kembangan–Balaraja

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) serta integrasi transportasi publik yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) studi potensi kontribusi pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan sejumlah pengembang properti, termasuk entitas anak Intiland, PT Sinar Puspapersada. Penandatanganan MoU berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2), dan dilakukan oleh pimpinan perusahaan pengembang bersama Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud. Acara ini turut disaksikan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni. Kerja sama ini menjadi tahap awal penjajakan kolaborasi antara MRT Jakarta dan pengembang swasta dalam rangka mendukung pengembangan kawasan berbasis transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan di sepanjang koridor MRT Timur–Barat. Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, menjelaskan bahwa MoU ini membuka peluang bagi Perseroan untuk mengeksplorasi pengembangan kawasan properti terpadu di sepanjang jalur MRT Timur–Barat, khususnya pada segmen Kembangan–Balaraja di wilayah Banten. Fokus kajian meliputi perencanaan kawasan terintegrasi, potensi penempatan stasiun MRT, serta skema pengembangan yang berkelanjutan secara jangka panjang. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis Intiland dalam mendukung pengembangan kawasan TOD yang memiliki konektivitas tinggi dan nilai jangka panjang. Kami siap berkontribusi sejak tahap perencanaan awal agar pengembangan kawasan dapat memberikan manfaat nyata bagi kota dan masyarakat,” ujar Archied dalam keterangan tertulis. Salah satu kawasan yang diproyeksikan memperoleh dampak positif dari pengembangan MRT Timur–Barat adalah Talaga Bestari, proyek kawasan terpadu Intiland di Cikupa, Tangerang. Kehadiran jalur MRT diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas kawasan sekaligus memperkuat daya tarik dan nilai tambah pengembangan properti di wilayah tersebut. Proyek Intiland Intiland sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan proyek properti yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik, khususnya MRT Jakarta. Beberapa proyek TOD yang telah dikembangkan antara lain Poins Mall Lebak Bulus, South Quarter dan SQ Rés di TB Simatupang, Intiland Tower Jakarta di Bendungan Hilir, serta Apartemen Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin. Perseroan juga terlibat dalam pengembangan kawasan TOD Lebak Bulus melalui pembangunan sky bridge dan transit plaza yang menghubungkan pusat perbelanjaan dengan Stasiun MRT Lebak Bulus. Menurut Archied, pembangunan jalur MRT Timur–Barat akan memberikan dampak signifikan bagi pengembangan kawasan di sepanjang lintasan, tidak hanya dari sisi mobilitas, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan kawasan baru yang terintegrasi dengan infrastruktur regional. “Kami berharap pengembangan ini dapat meningkatkan aksesibilitas, memperkuat daya saing kawasan, serta mendukung sistem transportasi massal yang berkelanjutan,” tambahnya. Kawasan Talaga Bestari memiliki dukungan infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari akses Tol Jakarta–Merak, pintu Tol Balaraja Timur, hingga konektivitas dengan Tol Serpong–Bandara. Ke depan, kawasan ini juga akan diperkuat oleh rencana pembangunan Tol Serpong–Balaraja serta Tol Balaraja–Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak sepakat membentuk joint working group yang bertugas menyusun rencana kerja bersama, mencakup kajian pengembangan jalur MRT Kembangan–Balaraja, interkoneksi transportasi, serta integrasi kawasan TOD secara menyeluruh.

Intiland Lunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Senilai Rp250 miliar

intiland

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) melakukan pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 (Sukuk Ijarah) senilai Rp250 miliar. Pelunasan Sukuk Ijarah ini menjadi wujud komitmen Perseroan dalam menjaga kepercayaan investor serta sebagai upaya memperkuat struktur keuangan. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa pembayaran Sukuk Ijarah dilakukan sesuai jadwal jatuh tempo pada 25 Agustus 2025. Sumber dana untuk pelunasan Sukuk Ijarah tersebut berasal dari internal. “Kami selalu menjaga kepercayaan investor dan para pemegang Sukuk Ijarah kepada Intiland. Langkah ini kembali menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada para investor dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemegang Sukuk Ijarah tepat waktu,” ungkap Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulis, Selasa (26/08). Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan yang ditempuh Perseroan. Pelunasan ini menjadi langkah sukses Perseroan berikutnya, setelah pada bulan Desember tahun 2024 juga telah melunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 Seri A, senilai Rp125 miliar. Selain kedua Sukuk Ijarah yang telah dilunasi tersebut, Perseroan saat ini masih memiliki Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 Seri B senilai Rp125 miliar yang jatuh tempo pada 2 Desember 2025. Seiring pelunasan Sukuk Ijarah Seri B ini, maka posisi utang Perseroan akan berkurang menjadi sekitar Rp4 triliun. Baca Juga : Terbitkan Sukuk Rp 92 Miliar, BTN Syariah Tingkatkan Penyaluran KPR Tapera Menurut Archied, pelunasan Sukuk Ijarah menjadi bagian dari strategi utama Perseroan dalam menurunkan jumlah utang. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta menjaga tata kelola keuangan yang sehat. Komitmen Intiland Perseroan berkomitmen untuk selalu mengedepankan praktik tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel. Dengan fondasi keuangan yang sehat, Perseroan optimistis mampu bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan menargetkan jumlah utang akan turun menjadi Rp3,5 triliun di akhir tahun 2025. Perseroan mencermati bahwa prospek industri properti ke depan masih cukup menantang. Perseroan cenderung menempuh langkah konservatif dan lebih berhati-hati dalam pengembangan proyek baru, namun tetap mencermati setiap peluang untuk meningkatkan kinerja usaha. Baca Juga : MUFG Dan Danamon Menggelar MUFG Net Zero World Dukung Transisi Energi Indonesia Dari sisi fundamental keuangan, Perseroan berhasil mencatatkan pencapaian positif melalui penerapan strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir. Langkah ini menjadi prioritas penting untuk menurunkan beban utang dan bunga, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Archied menegaskan penurunan jumlah utang dan beban bunga mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga stabilitas finansial. Efisiensi pembiayaan dilakukan melalui pelunasan, pengurangan, dan refinancing pinjaman berbunga tinggi, serta divestasi aset non-core.

Perkuat Struktur Keuangan, Intiland Jalankan Strategi Deleveraging

Hendro S Gondokusumo

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) mencatatkan pencapaian positif dalam upaya memperkuat kinerja dan fundamental finansial. Keberhasilan ini salah satunya tercermin dari langkah Perseroan yang secara konsisten terus memperkuat neraca keuangan melalui strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa strategi deleveraging menjadi strategi prioritas yang dijalankan Perseroan untuk melakukan efisiensi pembiayaan. Dengan strategi ini, perusahaan memperkuat keuangan dan menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan pelunasan, pengurangan dan atau refinancing beban utang dan bunga serta penjualan aset non-core sehingga lebih efisien. Hingga 30 Juni 2025 atau pada semester-I 2025, total utang Perseroan tercatat sebesar Rp4,38 triliun. Jumlah tersebut menurun sebesar Rp687 miliar, atau sebesar 14 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2022 yang tercatat mencapai Rp5,06 triliun. “Turunnya jumlah utang ini mencerminkan keberhasilan upaya kami dalam mengelola kewajiban keuangan secara berkelanjutan dan memperbaiki struktur finansial perusahaan,” kata Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulis, Jumat (08/08). Seiring dengan penurunan jumlah utang, beban bunga juga turun signifikan, yakni mencapai sekitar 16,7 persen dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022 beban bunga pinjaman Perseroan mencapai Rp518,1 miliar dan tahun 2023 turun menjadi Rp489,9 miliar. Penurunan tersebut berlanjut pada tahun 2024 dengan jumlah beban bunga sebesar Rp431,8 miliar. Pada 30 Juni 2025, beban bunga Perseroan tercatat sebesar Rp176,3 miliar. Baca Juga : Intiland Bukukan Pendapatan Rp1,2 triliun di Semester I-2025, 51% Kontribusi Kawasan Industri Archied Noto Pradono menjelaskan strategi deleveraging merupakan wujud komitmen Perseroan dalam menjaga stabilitas dan struktur finansial. Upaya struktur biaya yang efisien dan peningkatan kinerja penjualan, khususnya dari segmen kawasan industri, menjadi faktor penting dalam memperbaiki kinerja keuangan secara keseluruhan dan menjaga rasio-rasio keuangan tetap sehat. “Selain mendorong kinerja penjualan, fokus penting kami saat ini adalah menjalankan strategi deleveraging secara disiplin, mulai dari pelunasan, pengurangan, refinancing pinjaman berbunga tinggi, hingga divestasi aset non-core. Langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan beban bunga dan penguatan struktur permodalan,” ujarnya lebih lanjut. Rasio Kinerja Intiland Penurunan jumlah utang juga menyebabkan posisi rasio-rasio keuangan Perseroan semakin membaik. Rasio  utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) terus membaik menunjukkan struktur finansial yang semakin sehat. Jika pada tahun 2022 rasio utang terhadap ekuitas Perseroan masih mencapai 61,1 persen,  maka berangsur-angsur turun menjadi 58,5 persen pada tahun 2023, dan menjadi 50,3 persen pada tahun 2024. Per semester-I 2025, rasio utang terhadap ekuitas Perseroan kembali menurun menjadi 47 persen. Baca Juga : Kuota FLPP Naik Jadi 220 Ribu Unit, BTN Siap Perluas Akses Rumah Layak bagi Rakyat Langkah-langkah efisiensi biaya dan peningkatan kinerja penjualan, khususnya dari segmen kawasan industri yang menunjukkan permintaan tinggi, turut mendukung keberhasilan ini. Strategi Perseroan fokus pada peningkatan kinerja yang berkelanjutan serta memperkuat fondasi keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Struktur keuangan yang lebih sehat akan meningkatkan nilai tambah Perusahaan dan meningkatkan daya saing dalam industri properti nasional,” kata Archied Noto Pradono. Selain penurunan nilai utang, Perseroan juga berhasil meningkatkan kinerja profitabilitas. Pencapaian ini tercermin dari peningkatan margin laba di semester I tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (Earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) juga membaik dari 22 persen menjadi 28 persen. “Kami akan selalu menjaga kepercayaan investor dan memastikan struktur keuangan perusahaan tetap solid dan adaptif terhadap perubahan pasar,” ujar Archied Noto Pradono. Pencapaian-pencapaian ini mencerminkan komitmen Intiland dalam menjaga reputasi sebagai emiten yang bertanggung jawab serta menunjukkan kondisi likuiditas yang kuat. Menciptakan struktur keuangan yang sehat dan kuat menjadi bagian dari tanggung jawab penting Perseroan dalam menjalankan tata kelola keuangan yang sehat dan berorientasi jangka panjang.

Intiland Bukukan Pendapatan Rp1,2 triliun di Semester I-2025, 51% Kontribusi Kawasan Industri

intiland

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) melaporkan pencapaian kinerja penjualan dan kinerja keuangan pada Semester I-2025. Pengembangan segmen kawasan industri menunjukkan pertumbuhan positif dan memberikan kontribusi signifikan pencapaian kinerja Intiland di semester pertama tahun 2025. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Intiland dan Entitas Anak per 30 Juni 2025, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,2 triliun. Segmen pengembangan kawasan industri tumbuh positif dengan kontribusi sebesar Rp394 miliar, atau menyumbang 51% dari pendapatan pengembangan (development income). Perseroan saat ini memiliki dua sumber pendapatan usaha yang berasal dari development income dan pendapatan berulang (reccuring income). Di semester I tahun 2025, development income menyumbang Rp772 miliar dan recurring income sebesar Rp444 miliar, atau masing-masing berkontribusi sebesar 63% dan 37% dari keseluruhan. Recurring income tumbuh sebesar 7% dibandingkan perolehan di semester I tahun 2024. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan pendapatan segmen kawasan industri berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian kinerja Perseroan. Segmen ini menyumbang hingga 33% dari seluruh pendapatan usaha yang dibukukan Perseroan. “Pencapaian ini menegaskan kawasan industri sebagai penopang penting kinerja keuangan sepanjang paruh pertama tahun ini,” ujar Archied Noto Pradono melalui keterangan tertulis, Kamis, (31/07). Baca Juga : Permudah MBR Mengakses KPR Subsidi, Proses SLIK Disederhanakan Perseroan saat ini mengembangkan dua kawasan industri yakni Batang Industrial Park (BIP), di Batang Jawa Tengah dan Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto Jawa Timur. Selain kedua kawasan industri tersebut, Perseroan juga mengembangkan kawasan pergudangan Aeropolis Techno Park, di Aeropolis yang berlokasi di Tangerang. Selain kawasan industri, kontributor development income lainnya berasal dari segmen kawasan perumahan dan pengembangan mixed-use & high rise. Masing-masing segmen memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp231 miliar atau 19% dan Rp147 miliar atau 12% dari keseluruhan. “Pendapatan usaha dari kawasan industri cenderung lebih stabil dan memberikan margin yang sehat. Hal ini mendukung kestabilan arus kas serta menjaga kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan di tengah pasar residensial high-rise yang masih belum mengalami pertumbuhan signifikan,” ujar Archied. Selain pendapatan usaha, Perseroan juga mencatatkan pencapaian positif pada peningkatan efisiensi dalam struktur biaya. Pada semester I tahun ini, beban usaha mengalami penurunan 8% dari Rp169,9 miliar di semester I tahun 2024 menjadi Rp155,8 miliar di semester I tahun 2025. Perseroan juga berhasil menurunkan beban bunga turun dari Rp199,9 miliar menjadi Rp176,3 miliar, seiring dengan penurunan hutang. Pada semester I 2025, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp49,1 miliar. Dibandingkan Semester-I 2024 sebesar Rp413,3 miliar, laba tahun berjalan Semester-I 2025 tetap mencerminkan kondisi operasional perusahaan yang stabil. Pada Semester I tahun 2025, Perseroan tidak mencatatkan adanya dampak modifikasi atas arus kas, liabilitas keuangan. Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Dukung Program 3 Juta Rumah, Pengembang Siap Jalankan Berbagi Nomic Kondisi keuangan Perusahaan yang solid terlihat dari kenaikan EBITDA dari 22% pada Semester-I 2024 menjadi 28% pada Semester-I 2025. Peningkatan ini menunjukkan efisiensi dan kinerja operasional yang terus membaik. “Peningkatan ini menunjukkan membaiknya efisiensi operasional dalam menghasilkan keuntungan. Kami akan fokus dalam memperkuat kinerja operasional dan menjaga struktur keuangan tetap sehat,” ujar Archied Noto Pradono. Pertumbuhan Penjualan Intiland Kinerja penjualan Semester I-2025, Intiland membukukan marketing sales sebesar Rp673,4 miliar atau tumbuh 29,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pencapaian ini sebagian besar masih ditopang oleh penjualan segmen kawasan industri yang mencapai Rp447,4 miliar, atau setara dengan 66% dari keseluruhan. Pencapaian ini meningkat 249,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp128,1 miliar. Kontributor marketing sales berikutnya berasal dari segmen kawasan perumahan sebesar Rp133,8 miliar atau 20% dari keseluruhan. Perolehan marketing sales tersebut lebih rendah dibandingkan Semester I tahun 2024 sebesar Rp290 miliar. Sementara segmen mixed-use & high rise membukukan marketing sales Rp92,2 miliar atau 14% dari keseluruhan, menurun dibandingkan semester I 2024 sebesar Rp101,3 miliar. Baca Juga : Di Tengah Tantangan, Pasar Properti Indonesia Pada Kuartal II 2025 Tetap Tangguh Proyek Batang Industrial Park dan pergudangan Aeropolis Technopark di Tangerang, Banten masih menjadi motor utama pertumbuhan kinerja di segmen kawasan industri. Pencapaian tersebut mencerminkan permintaan pasar terhadap lahan industri yang tumbuh di saat segmen properti lainnya masih menghadapi tantangan. Archied Noto Pradono menegaskan bahwa segmen kawasan industri akan tetap menjadi salah satu pilar unggulan dalam strategi pertumbuhan Perseroan di tahun ini. Daya tarik kawasan industri Intiland terus meningkat seiring dengan tren relokasi dan ekspansi industri yang membutuhkan infrastruktur siap pakai serta lokasi yang strategis. “Permintaan terhadap lahan industri terus tumbuh secara konsisten, baik dari pelaku industri dalam negeri maupun investor asing. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pengembangan kawasan industri Perseroan ke depan,” ujar Archied Noto Pradono Mengantisipasi tren tersebut, Perseroan merencanakan untuk mengembangkan kawasan industri baru di daerah Jombang, Jawa Timur. Pengembangan kawasan industri baru ini rencananya akan dimulai pada akhir tahun 2025. Perseroan saat ini sedang dalam tahapan mencari anchor tenant yang akan menjadi investor utama kawasan industri tersebut. Perseroan akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditempuh dengan mengoptimalkan potensi dari setiap segmen usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta menjawab kebutuhan pasar dengan produk-produk yang relevan.

Graha Natura Hadirkan Klaster Lily by The Lake, Harga Mulai Rp2 miliar

Graha Natura

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) terus melakukan pengembangan baru di kawasan perumahan Graha Natura, Surabaya, Jawa Timur. Memenuhi tingginya permintaan terhadap unit-unit rumah di kawasan Surabaya Barat, Perseroan menghadirkan Lily by the Lake, sebuah  pengembangan klaster terbaru seluas 17.000 m2  yang lokasinya di pinggir danau Dream Lake, Graha Natura. Mengusung konsep modern tropis, klaster Lily by the Lake menawarkan suasana dan panorama yang menakjubkan, serta kemudahan akses ke berbagai fasilitas, seperti club house dan area komersial. Desain dari unit-unit rumahnya memiliki keunggulan dan dirancang secara cermat untuk menyinergikan bentuk bangunan dengan iklim dan cuaca tropis. Desain ini menghadirkan sebuah hunian yang nyaman sekaligus fungsional. Direktur Pemasaran Intiland Wilayah Surabaya Harto Laksono mengatakan klaster Lily by the Lake menawarkan unit-unit rumah dua lantai yang terbagi ke dalam beberapa tipe. Setiap unit rumah memadukan keindahan alam dengan desain arsitektur kontemporer, sehingga menciptakan ruang tinggal yang ideal bagi keluarga. Baca Juga : Kawasan Komersial Aurora, 50 Unit SOHO Terbaru di Graha Natura “Salah satu keunggulan hunian di klaster Lily by the Lake adalah desain open plan yang diterapkan di setiap unit rumah. Konsep desain ini memberikan keleluasaan dalam penggunaan fungsi ruang, serta memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami secara optimal,” kata Harto Laksono dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10). Penerapan konsep open plan diwujudkan melalui penataan ruang keluarga dan ruang makan yang menyatu tanpa sekat. Pilihan ini menjadikan hunian terlihat lebih luas, compact, tetapi tetap simpel dan klasik. Langit-langit rumah yang tinggi dengan penggunaan jendela kaca yang besar menjamin pencahayaan alami dan sirkulasi udara berlangsung dengan baik. “Setiap rumah menghadirkan area sunken seating, area duduk yang didesain lebih rendah dari permukaan lantai utama. Area ini menambah estetika dan juga menjadi tempat yang ideal untuk bersantai dan menambah kehangatan bagi keluarga,” ungkap Harto Laksono lebih lanjut. Banyak Tipe Pilihan Klaster Lily by the Lake menawarkan sebanyak 54 unit rumah dua lantai yang terbagi ke dalam 9 tipe berbeda, meliputi Ixia, Ireta, Idelia, Alice, Arvina, Ivana, Illona, Iris, dan Ivy. Masing-masing tipe rumah memiliki perbedaan lebar dan luasan berbeda serta daya tarik sesuai kebutuhan dan selera para konsumen. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap unit rumah dengan ukuran lebih compact, tersedia tipe Ivy yang memiliki luasan 6×16 m2 dengan 3 kamar tidur. Berikutnya tipe Iris dengan ukuran 7×16 m2 yang dilengkapi dengan 4 kamar tidur. Rumah berukuran 8×20 m2 dengan 4 kamar tidur menyediakan pilihan paling banyak, yakni tipe Ixia, Ireta, Idelia, dan Arvina. Terdapat juga tipe Alice dengan ukuran 8×20 m2, namun dengan 3 kamar tidur. Baca Juga : Klaster Dandelion Graha Natura, Penuhi Kebutuhan dan Tren Hunian Sehat Memenuhi kebutuhan terhadap rumah dengan ukuran lebih luas, Perseroan menghadirkan tipe Ivana seluas 9×20 m2 yang dilengkapi dengan 4 kamar tidur. Sedangkan unit rumah dengan ukuran terbesar adalah tipe Illona yang memiliki luasan 10×20 m2 dengan 4 kamar tidur. Masing-masing unit rumah di klaster Lily by the Lake dilengkapi fasilitas car port dengan akses jalan utama selebar 10 m. Akses menuju klaster ini dilengkapi one gate system untuk menghadirkan suasana yang privat, eksklusif, dan aman bagi para penghuninya. “Kami hanya luncurkan 54 unit dan sudah 15 unit terjual. Ini menunjukkan permintaan terhadap unit-unit rumah masih cukup baik. Komitmen kami untuk selalu memenuhi kebutuhan semua konsumen terhadap penyediaan hunian yang berkualitas,” ungkap Harto Laksono. Perseroan memasarkan unit-unit hunian di Klaster Lily by the Lake mulai dari harga Rp2 miliar. Perseroan juga menyediakan promo menarik bagi konsumen di setiap pembelian unit rumah dengan memberikan free canopy, free smart door lock, dan voucher elektronik hingga Rp50 juta untuk pembelian hingga akhir Oktober 2024. Seiring dengan peluncuran ini, Perseroan menyediakan empat unit rumah contoh yakni tipe Idelia, Illona, Ivy, dan Iris. Calon konsumen bisa dengan leluasa untuk melihat , mendapat pengalaman, serta merasakan langsung kenyamanan dan keunggulan interior di unit-unit rumah klaster Lily by the Lake. Baca Juga : Luncurkan Intiland Sunshine Fair, DILD Tawarkan Promo Khusus di 21 Proyek Unggulan “Kami berusaha memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin tinggal di hunian yang lapang, asri, dan nyaman. Konsep open plan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik membuat penghuninya tak hanya hidup lebih sehat, melainkan juga lebih produktif karena nuansa nyaman dan calming yang dihadirkan,” ujar Harto Laksono. Fasilitas di Graha Natura Penghuni klaster Lily by the Lake juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan Graha Natura. Selain fasilitas komersial dan club house, penghuni juga dapat menikmati area terbuka hijau dan danau buatan Dream Lake seluas 1,2 ha yang dilengkapi jogging track, area F&B, hingga playground yang dapat dimanfaatkan sebagai area komunal bagi warga. Natura Club House menyediakan fasilitas olahraga yang cukup lengkap. Berlokasi di sisi depan kawaan, Natura Club House menyediakan fasilitas untuk gym, kolam renang, jacuzzi, kolam renang anak, dan resto. Kawasan Graha Natura juga menyediakan area komersial sebagai pusat belanja yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan. Baca Juga : Berlangsung Dua Bulan, Intiland Extravaganza Tawarkan Serba Ekstra di 18 Properti Pilihan Para penghuni juga akan mendapatkan kemudahan akses dari maupun menuju kawasan perumahan Graha Natura. Pemerintah Kota Surabaya sedang membangun radial road atau jalan lingkar yang menghubungkan Jalan Lontar menuju Jalan Yono Soewoyo yang direncanakan beroperasi akhir tahun 2024. Keberadaan infrastruktur jalan baru ini menunjang mobilitas dan aksesibilitas warga Graha Natura yang ingin menuju ke berbagai fasilitas unggulan. Masih Tumbuh Perseroan optimistik pasar properti, khususnya untuk rumah tapak masih cukup prospektif. Tingkat permintaan pasar terhadap ketersediaan unit-unit rumah tapak di Surabaya relatif masih cukup tinggi, terutama bagi keluarga muda yang ingin tinggal di rumah sendiri. Faktor pendukung lainnya adalah tingkat suku bunga yang relatif stabil untuk KPR serta adanya insentif pembelian properti dari pemerintah. “Kami menyiapkan strategi terbaik dengan menyinergikan kebijakan pemerintah dan penyediaan rumah berkualitas yang sesuai dengan selera konsumen. Kami terus memantau dinamika pasar dan preferensi konsumen untuk memastikan produk yang kami tawarkan, seperti Lily by the Lake, memenuhi kebutuhan hunian yang modern, nyaman, dan terjangkau,” kata Harto. Baca Juga : Diikuti 17 Proyek Properti, DILD Gelar Intiland Specta Fair 2023 Perseroan percaya melalui inisiatif dan inovasi yang dijalankan akan dapat mendorong penjualan di segmen rumah tapak, khususnya di wilayah Surabaya Barat. Pengembangan infrastruktur yang masif,

Intiland Development Gelar RUPS Tahun 2024, Tujuh Agenda Disetujui

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023. RUPS Tahunan yang dihadiri para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan jajaran Direksi Perseroan ini diselenggarakan di Intiland Tower, Jakarta, Kamis (30/5) serta secara daring melalui layanan EASY Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pemegang saham menyetujui tujuh agenda rapat yang diusulkan Perseroan. Ketujuh agenda RUPS Tahunan tersebut antara lain Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, Penggunaan Laba Bersih, Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun 2024, Penunjukan Kantor Akuntan Publik Independen, perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan serta mengenai Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Berkaitan dengan agenda perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi mengatakan bahwa pemegang saham telah menerima pengunduran diri Moedjianto Soesilo Tjahjono dari jabatannya selaku Wakil Direktur Utama Perseroan dan Ping Handayani Hanli dari jabatannya selaku Direktur Perseroan. Baca Juga : Luncurkan Intiland Sunshine Fair, DILD Tawarkan Promo Khusus di 21 Proyek Unggulan “Untuk selanjutnya, RUPS Tahunan memberikan persetujuan atas pengangkatan Ping Handayani Hanli sebagai Komisaris dan Novita Anggriani sebagai Direktur Perseroan yang baru,” kata Theresia pada konferensi pers RUPS Tahunan 2024 di Intiland Tower Jakarta, Kamis (30/05). Novita Anggriani bergabung dengan Intiland Development sejak tahun 2015 dan menduduki sejumlah jabatan penting sebagai General Manager Perseroan dan Direktur di beberapa anak perusahaan. Sebelum di Intiland, Novita Anggriani memiliki pengalaman di bidang realestat dengan jabatan strategis di PT Jones Lang LaSalle Indonesia, Badan Penyehatan Perbankan Nasional, serta PT Colliers Jardine Indonesia. Novita Anggriani menyelesaikan pendidikan Magister Bisnis di bidang perbankan dan keuangan dari Monash University, Melbourne, Australia tahun 2005. Sebelumnya pada tahun 1996, Novita Anggriani mendapatkan gelar Sarjana Real Estate dari Universitas Tarumanagara, Jakarta. “Perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris ini akan memperkuat jajaran manajemen Intiland Development. Kami percaya perubahan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan Perusahaan ke depan dan untuk jangka panjang,” kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono lebih lanjut. Baca Juga : Diikuti 17 Proyek Properti, DILD Gelar Intiland Specta Fair 2023 Melalui RUPS Tahunan, pemegang saham Perseroan juga menyetujui penggunaan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023 senilai Rp 174,1 miliar. Dari perolehan laba bersih tersebut, sebesar Rp2 miliar digunakan sebagai dana cadangan wajib Perseroan serta sisa laba bersih sebesar Rp172,1 miliar akan dicatat sebagai saldo laba. Selain agenda tersebut, Perseroan juga menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 sejumlah Rp250 miliar. Hingga 31 Desember 2023, Perseroan telah menggunakan seluruh dana yang diperoleh sesuai dengan peruntukannya. Sebesar Rp119,9 miliar digunakan untuk pembayaran sebagian utang pokok Perseroan dan entitas anak, sebesar Rp126,8 miliar untuk penambahan modal kerja Perseroan dan entitas anak, dan sisanya sebesar Rp3,2 miliar untuk biaya penawaran umum. Pertumbuhan Kinerja Intiland Development Intiland Development memaknai tahun 2023 sebagai momentum penting pulihnya kembali sektor properti nasional. Meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan industri, Perseroan terus berinovasi dan berupaya untuk meningkatkan kinerja usaha. Archied mengungkapkan kinerja Intiland di tahun 2023 relatif membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp3,9 triliun, naik Rp758,1 miliar atau 24 persen dibandingkan tahun 2022. Pendapatan pengembangan (development income) memberikan kontribusi Rp3,1 triliun atau 80,3 persen dari keseluruhan dan melonjak 29 persen dibandingkan tahun 2022. Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) memberikan kontribusi Rp771 miliar atau 19,7 persen dari keseluruhan. Segmen ini mencetak kenaikan 7 persen dibandingkan tahun 2022. Baca Juga : Hadirkan Fasilitas Ibadah, Talaga Bestari Resmikan Masjid Jami’ Al-Kautsar Archied menyebut tantangan yang harus dihadapi di tahun 2024 masih cukup berat. Namun Intiland akan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menjaga tren pertumbuhan usaha secara jangka panjang. “Kami terus berupaya meningkatkan kinerja, mencapai target-target pertumbuhan, maupun meningkatkan penjualan. Kemungkian tidak mudah, tapi kami percaya mampu mengeksekusi strategistrategi terbaik untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan,” kata Archied. Pada kuartal 1-2024, Intiland Development membukukan marketing sales sebesar Rp232,6 miliar, menurun 3,1% dari Rp240,1 miliar pada kuartal 1-2023. Kontributor utama berasal dari penjualan di segmen rumah tapak senilai Rp117,8 miliar, yang sebagian besar berasal dari penjualan unit rumah di Serenia Hills, Talaga Bestari, Virya Semanan, Magnolia Residence, dan Tierra. Segmen mixed-use & high-rise mencatatkan marketing sales sebesar Rp32,6 miliar, yang terutama berasal dari hasil penjualan stok siap jual proyek-proyek high-rise di Jakarta dan Surabaya. Sementara segmen pengembangan kawasan industri membukukan marketing sales Rp82,2 miliar yang berasal dari penjualan kavling industri di Batang Industrial Park dan gudang di Aeropolis Technopark, Tangerang. “Kami berusaha mengejar target marketing sales tahun ini, khususnya dari penjualan unit-unit siap pakai di proyek-proyek perumahan maupun apartemen di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya,” ujar Archied. Baca Juga : Intiland Gandeng Saltware Kembangkan Pertanian Cerdas Sementara, pendapatan usaha Intiland Development per kuartal-1 2024 sebesar Rp710,9 miliar, turun sebesar 53,9 persen dari Rp1,54 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Pendapatan pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp508,7 miliar atau 71,6 persen dari total pendapatan usaha Intiland Development. Adapun pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang diperoleh dari segmen properti investasi memberikan kontribusi Rp202,2 miliar atau 28,4 persen daritotal pendapatan usaha Perseroan. Perseroan memproyeksikan pasar properti tahun 2024 akan berangsur-angsur membaik di tengah berbagaitantangan. Masih tingginya tingkat kebutuhan properti masyarakat, khususnya produk hunian menjadi ceruk potensial bagi pertumbuhan sektor properti. Mencermati kondisi dan ceruk pasar tersebut, Intiland Development menyiapkan sejumlah langkah penting untuk meningkatkan kinerja penjualan, salah satunya lewat peluncuran program promo pemasaran “Intiland Sunshine Fair.” Program promo penjualan ini menyediakan berbagai ragam kebutuhan properti masyarakat, seperti rumah tapak, apartemen, SOHO, ritel, pergudangan, hingga unit perkantoran. “Tahun ini kami akan fokus pada upaya peningkatan penjualan, khususnya terhadap unit-unit stok dan inventori di setiap proyek. Peluncuran proyek-proyek baru tetap menjadi salah satu opsi strategi pertumbuhan, asalkan dijalankan secara hati-hati dan mempertimbangkan daya serap pasar,” ujar Archied. Program kampanye pemasaran yang diselenggarakan dari bulan Mei hingga Juni 2024 ini memberikan berbagai penawaran menarik bagi konsumen. Peluncuran program ini juga untuk mendorong masyarakat memanfaatkan insentif kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Intiland Gandeng Saltware Kembangkan Pertanian Cerdas

Saltware

Propertynbank.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) dan Saltware Co. Ltd. (Saltware) menjalin kerjasama, dalam rangka turut mendukung pertumbuhan industri pertanian nasional. Dukungan ini diwujudkan dalam implementasi teknologi pertanian cerdas (smart farming) di sejumlah lahan produktif milik Intiland. Kerja sama ini secara simbolis diabadikan dalam prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Intiland dan Saltware di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat, (5/1) disaksikan oleh Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko. Pendiri dan Direktur Utama PT Intiland Development Tbk Hendro S. Gondokusumo meyakini sektor pertanian bukan hanya menjadi tulang punggung pangan negara, tetapi juga memegang peranan signifikan dalam perekonomian. Oleh karena itu, Hendro menyebut kontribusi Intiland sebagai pengembang properti dalam mendukung sektor agraria adalah dengan menyediakan lahan yang optimal untuk produktivitas pertanian. Baca Juga : Pendapatan Usaha Intiland Kuartal I 2023 Tumbuh 174,3 Persen “Dengan mengintegrasikan pengembangan lahan dengan pertanian, Intiland tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kemandirian pangan negara. Pelaku industri pertanian dapat memanfaatkan lahan yang ada dengan caracara berkelanjutan, termasuk penggunaan teknologi modern untuk memaksimalkan hasil pertanian,” kata Hendro S. Gondokusumo, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (5/1/2024). Dr. Lee Jeong Kun, selaku Chairman, Pendiri dan Chief Executive Officer Saltware mengatakan, budidaya tanaman bernilai tinggi seperti stroberi di Indonesia dapat menggunakan smart farming yang dikombinasikan dengan teknologi IT Korea. “Jika budidaya percobaan berhasil, kami berencana untuk memperkenalkan model smart farming stroberi standar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga banyak orang Indonesia bisa menikmati stroberi Korea yang lezat,” kata Dr. Lee Jeong Kun. Saltware adalah perusahaan publik asal Korea Selatan yang bergerak di bidang teknologi dengan portofolio meliputi cloud service, infrastructure service, enterprise portal, dan digital farming. Saltware selama ini berperan dalam penciptaan solusi-solusi canggih untuk pertanian dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Secara umum teknologi IoT membantu petani memantau kondisi lingkungan secara real-time, memberikan informasi mengenai tingkat kelembapan, suhu, dan kondisi tanah secara mendetail. Dengan informasi yang akurat tersebut, petani dapat menyesuaikan penggunaan air secara lebih efisien, serta mengurangi tingkat konsumsinya tanpa mengorbankan kesehatan tanaman. “Keunggulan ini tidak hanya mengurangi biaya penggunaan air, tetapi juga mendukung upaya konservasi sumber daya air yang penting dalam daerah beriklim panas,” kata Dr. Lee Jeong Kun. Saltware Gunakan AI Dr. Lee Jeong Kun menambahkan salah satu layanan usaha dari Saltware adalah pengembangan teknologi untuk smart farming yakni pendayagunaan perangkat lunak untuk kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) disektor pertanian. Pengembangan smart farming bertujuan membantu pengelolaan proses bercocok tanam secara optimal dan menghasilkan hasil produk secara maksimal. Kemitraan dengan Intiland diharapkan dapat meningkatkan penetrasi serta proses alih daya teknologi ke kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Kedua perusahaan berencana mengembangkan ujicoba smart farming di Indonesia guna mengidentifikasi masalah potensial dalam budidaya bahan pangan dan mempromosikan percobaan budidaya tersebut. Budidaya meliputi produksi bibit stroberi bebas virus di pabrik tanaman dengan teknologi kontrol otomatis di bawah lampu LED buatan, termasuk pembangunan rumah kaca untuk percobaan budidaya stroberi di Indonesia. Baca Juga : Mitbana dan Intiland Kembangkan Kawasan Terpadu Green Bestari Park Seluas 51 Ha di Tangerang Dari budidaya percobaan tersebut, Saltware akan mengembangkan standar model untuk rumah kaca stroberi di Indonesia. Rencana ini termasuk menentukan lokasi geografis yang optimal untuk budidaya stroberi dan mengelola sistem pemanasan dan pendinginan. Model tersebut kemudian akan didistribusikan secara bersamasama di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Kerjasama ini adalah bagian dari proyek yang bertujuan untuk mempromosikan pertukaran teknologi pertanian antara Korea dan Indonesia. Tidak hanya stroberi, kerjasama swasembada bahan pangan di Indonesia dengan Saltware juga akan dilakukan untuk tanaman padi dan jagung. Untuk mencapai tujuan ini, Intiland dan Saltware telah setuju untuk menjalankan proyek budidaya secara bertahap, serta diferensiasi proyek tanaman jangka pendek dan jangka panjang. Menurut Hendro S. Gondokusumo kolaborasi pengembangan smart farming dengan Saltware ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan usaha Intiland. Melalui kerjasama ini Perseroan dapat meningkatkan nilai aset darilahan maupun bangunan yang dimiliki Perusahaan. Ekspansi ini juga menjadi wujud kontribusi Intiland dalam mendukung program Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Bisnis utama Intiland tetap di sektor properti. Kerja sama ini lebih sebagai bentuk komitmen dan kontribusi kami untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi sekaligus untuk meningkatkan nilai aset dari lahan dan bangunan yang kami miliki selama ini,” ungkap Hendro S. Gondokusumo. Kolaborasi pengembangan smart farming antara Intiland dan Saltware ini rencananya dijalankan secara bertahap. Sebagai proyek percontohan awal, kedua Perusahaan akan melakukan ujicoba pengembangan smart farming untuk budidaya buah stroberi di proyek-proyek yang dikembangkan Intiland. Baca Juga : Intiland Gandeng Mitbana, Kembangkan Kawasan TOD Terpadu Talaga Bestari Seluas 51 ha Intiland dan Saltware akan membentuk kerja sama operasi atau joint operation guna merumuskan rencana penerapan smart farming, metode budidaya buah stroberi dan bahan pangan lainnya, serta rencana strategis selanjutnya. Kolaborasi ini merupakan langkah progresif dalam mendukung transformasi sektor pertanian di Indonesia lewat pendayagunaan teknologi sebagai kunci utama dalam mencapai ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tantangan Ke Depan Berdasarkan hasil kajian sejumlah Lembaga, diketahui bahwa masalah produktivitas lahan pertanian telah menjadi fokus utama di Indonesia. Dampaknya yang signifikan terhadap meningkatnya pemenuhan kebutuhan pangan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dinilai menjadi tantangan serius. Alih fungsi lahan dari pertanian ke properti atau industri sedikit banyak membawa pengaruh terhadap ketersediaan pangan secara lokalmaupun nasional. Peran pendayagunaan teknologi informasi menjadi krusial dalam upaya mendorong inovasi di sektor pertanian. “Seperti yang disampaikan Pemerintah, transformasi pertanian menjadi solusi kunci dalam mengatasi tantangan regenerasi petani, yang saat ini menjadi ancaman bagi sektor agrikultur. Mempertimbangkan kondisi ini, kami mendukung langkah Pemerintah yang mengajak para generasi muda untuk turut terlibat dalam proses transformasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi modern sebagai fondasi baru dalam pertanian,” kata Hendro S. Gondokusumo. Pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam produksi dan perakitan varietas baru, telah berkembang pesat sebagai upaya mengatasi perubahan iklim yang dapat mengurangi produktivitas lahan. Kebutuhan akan pendekatan modern seperti smart farming semakin mendesak dalam mengubah pola pemanfaatan lahan pertanian. Perubahan paradigma dari bertani secara konvensional menuju pendekatan teknologi seperti IoT dan AI dipercaya dapat menjadi kunci dalam