Lippo Luncurkan Cendana Marq dan Cendana Nest, Rumah 2 Lantai Harga Milenial
Propertynbank.com – PT Lippo Karawaci Tbk,. (LPKR) merupakan pengembang yang sangat jeli dalam membaca peluang pasar. Dua klaster terbaru segera diluncurkan pada tanggal 23 April 2022 mendatang, guna menjawab kebutuhan pasar properti yang terus meningkat saat ini. Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap semakin tumbuhnya industri properti nasional yang didukung oleh meningkatnya daya beli masyarakat. Memang, minat pasar terhadapa properti hunian saat ini yang paling banyak adalah untuk produk hunian dengan rentang harga antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar, dengan sasaran di segmen end user atau penghuni langsung kalangan milenial. CEO LPKR John Riady mengatakan, LPKR sangat giat menyediakan produk rumah tapak dua lantai berkualitas dengan harga milenial. Oleh karena itu, kata John Riady, LPKR akan terus berinovasi dalam menghasilkan produk berkelas, tapi dengan harga terjangkau yang menyasar segmen tersebut. “Kami meyakini bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. Permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana sekitar 80% pembelinya merupakan pasar pemilik perdana. Jadi inilah yang merupakan real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan,” ujar John Riady. Dijelaskan John, LPKR akan terus tumbuh dan juga melihat bahwa memang permintaannya besar. Sejak tahun 2020 hingga saat ini, LPKR tetap konsisten melakukan inovasi produk dengan meluncurkan proyek landed house Cendana Homes Series. “Maka, untuk merespon permintaan pasar yang sangat tinggi, kami akan meluncurkan proyek Cendana Homes Series yang terbaru yaitu Cendana Marq dan Cendana Nest,” ujar John. Desain Simple Cendana Marq dan Cendana Nest Lebih lanjut John mengatakan, proyek rumah tapak dua lantai Cendana Marq dan Cendana Nest yang berlokasi di Lippo Karawaci Barat menerapkan prinsip kaum urban millenial yang menyukai simplicity dalam desain open plan. Dengan konsep tersebut, sambung John, maka ruangan rumah yang tidak banyak sekat sehingga menciptakan area multifungsi. Dipasarkan dengan harga yang terjangkau mulai Rp751 juta, Cendana Marq dan Cendana Nest tersedia dalam tiga type; Cendana Villa dengan luas tanah (LT) 60m2 dan luas bangunan (LB) 55m2, Cendana Residence mulai LT/LB 82,5m2/68m2 dan Cendana Sanctuary LT/LB 97,5m2/88m2. “Peluncuran Cendana Marq dan Cendana Nest pada kuartal kedua tahun ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian target pra penjualan LPKR tahun 2022 sebesar Rp5,2 triliun,” pungkas John Riady.
Kuartal II/2022, LPKR Siapkan Properti Residensial Dan Komersial Dengan Harga Terjangkau
Propertynbank.com – Berbagai stimulus dan kemudahan digulirkan oleh pemerintah untuk terus mengupayakan pemulihan situasi pasar properti nasional, terutama karena imbas dari pandemi Covid-19. Upaya yang dilakukan, salah satunya adalah dengan memberlakukan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga September 2022. Selain itu, pemerintah juga menetapkan uang muka pembelian properti DP 0% hingga Desember 2022. Adanya berbagai insentif yang diterapkan Pemerintah tersebut, tentu akan mendorong pergerakan positif sektor properti di tahun 2022. sehingga, momentum ini langsung digunakan oleh kalangan pengembang properti untuk terus berinovasi dalam meluncurkan produk baru, serta melakukan kolaborasi dengan pihak perbankan dalam pembiayaan pembelian properti agar dapat meningkatkan penyerapan pasar. Disamping melakukan inovasi, pengembang properti juga menyusun strategi dengan menyesuaikan sasaran pasar yang dituju. Properti yang dulu hanya produk residensial, kini pengembang juga rajin mengembangkan produk komersial, karena pandemi telah melahirkan tren baru selain WFH (work from home), yaitu mendorong munculnya peluang usaha dan bisnis baru. Tak ayal, permintaan pasar terhadap produk komersial mulai mengalami peningkatan. LPKR Terus Berinovasi Terkait hal tersebut, CEO PT Lippo Karawaci Tbk,. (LPKR) John Riady mengatakan, sebagai pengembang terkemuka, LPKR terus melakukan inovasi produk untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Masa awal pandemi di tahun 2020, kata John, justru menjadi titik balik bisnis properti LPKR yang divalidasikan oleh suksesnya 4 kali peluncuran produk Cendana Homes Series. “Keberhasilan LPKR berlanjut di tahun 2021 dengan 4 kali peluncuran proyek residensial dan 2 klaster komersial Hive @Parc dan Hive @Himalaya. Melihat tingginya minat dan kebutuhan konsumen, saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk peluncuran proyek terbaru pada awal Kuartal II/2022,” ujar John Riady, Kamis (31/3). Dikatakan John, keberhasilan LPKR dalam berinovasi terbukti di Kuartal I/2022 dengan meluncurkan 2 proyek residensial Cendana Cove Verdant dan Brava Homes yang ramai diminati konsumen dan terjual dalam waktu kurang dari 3 jam. “Prestasi ini menjadi langkah solid LPKR dalam perjalanannya untuk mencapai target kinerja pra penjualan Rp5,2 triliun di tahun 2022,” ujar John. Cendana Cove Verdant merupakan proyek hunian pertama yang diluncurkan LPKR pada tahun 2022. Cendana Cove Verdant merupakan proyek ke 9 dari Cendana Series. Sebelumnya telah dipasarkan 8 series yakni Cendana Spring, Cendana View, Cendana Place, Cendana Hills, Cendana Peak, Cendana Icon, Cendana Parc & Parc North dan Cendana Cove. Sementara Brava Homes, merupakan proyek hunian eksklusif dengan jumlah terbatas hanya 18 unit premium. Terdapat 2 tipe yaitu tipe corner dan standard mulai luas LT/LB 136/157m2 hingga 247,6/194m2 dengan harga jual mulai Rp3,03 miliar. LPKR mempercayakan desain hunian eksklusif Brava Homes yang bertema The Homes of Dreams kepada desainer internasional Tom Elliot yang sudah lama berkarya di Indonesia.
Lippo Karawaci Rilis Brava Homes, Hunian Premium Mulai Rp 3 Miliaran
Propertynbank.com – Bertajuk Brava Homes, PT Lippo Karawaci Tbk, (LPKR) meluncurkan hunian yang membidik pasar menengah atas, segmen yang mendominasi pembelian properti di awal tahun 2022. Hal ini sesuai dengan data Rumah.com yang dipublikasikan pada Februari 2022, bahwa permintaan properti didominasi kelas menengah atas. Menurut situs tersebut, sebanyak 52% pencarian properti hunian adalah di atas harga Rp1 miliar. Terus meningkatnya pencarian properti kelas menengah atas tersebut, juga didukung oleh sejumlah faktor. Industri properti memang menunjukkan sinyal positif meskipun ada penerapan PPKM. Sebagai pengembang jeli menyikapi tren pasar, LPKR menghadirkan berbagai produk hunian untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi. Sebelumnya, LPKR sukses dengan peluncuran 250 unit Cendana Cove Verdant yang habis terjual dalam waktu 2,5 jam pada 12 Februari 2022 lalu. Brava Homes yang dipasarkan terbatas, diprediksi juga akan mengikuti kesuksesan Cendana Cove Verdant. CEO LPKR John Riady mengatakan, kunci utama keberhasilan penjualan unit properti LPKR selain lokasi dan akses adalah kemampuan berinovasi untuk menciptakan produk berkualitas dalam memenuhi keinginan konsumen. Proyek terbaru LPKR yang dinamai Brava Homes, kata dia, berlokasi sangat strategis dan satu-satunya di Lippo Village Central Dengan berbagai kemudahan’ “Lokasinya mudah diakses melalui jalan tol Jakarta-Tangerang dan hanya 30 menit menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu akses ke berbagai fasilitas kota yang sudah matang di Lippo Village pun dapat ditempuh dengan kurang dari 15 menit; ke sekolah dan kampus UPH, ke Siloam Hospitals, ke area perkantoran CBD Lippo Village, ke pusat perbelanjaan maupun sarana sports dan leisure,” jelas John. Brava Homes Eksklusif dan Terbatas Lebih lanjut disampaikan John, Brava Homes merupakan proyek hunian eksklusif dalam edisi terbatas hanya 18 unit premium. Terdapat 2 tipe yaitu tipe corner dan standard mulai luas LT/LB 136/157m2 hingga 247,6/194m2 dengan harga jual mulai Rp3,03 miliar. LPKR mempercayakan desain hunian eksklusif Brava Homes yang bertema The Homes of Dreams kepada desainer internasional Tom Elliot yang sudah lama berkarya di Indonesia. Sebagai informasi, Tom Elliot merupakan sosok yang mendesain Grand Hyatt Hotel, Gran Mahakam Hotel dan The Hermitage Menteng. Tom berhasil memadukan kehidupan urban modern yang dilengkapi smart home system dengan green urban open space dalam hunian kualitas terbaik yang fungsional dan sustainable sekaligus memiliki nilai investasi tinggi. “Kuartal I/2022 LPKR telah berhasil meluncurkan 2 proyek hunian landed house Brava Homes dan Cendana Cove Verdant dengan harga terjangkau yang selalu mendapat sambutan luar biasa dari konsumen. Kedua proyek ini memberikan kontribusi awal pada target kinerja pra penjualan LPKR tahun 2022 sebesar Rp5,2 triliun,” pungkas John.
Lippo Konsisten Terapkan ESG Dalam Pembangunan Proyeknya
Propertynbank.com – Sebagai pengembang, Lippo konsisten terapkan ESG (Environment Social Governance) di setiap proyek properti yang dibangunnya. Hal ini karena, keberlanjutan atau sustainability sangat penting bagi para pelaku bisnis global. Terlebih lagi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yang menjadi blueprint untuk mencapai masa depan lebih baik dan berkelanjutan pada tahun 2030. CEO PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) John Riady menegaskan, pihaknya telah berinisiatif menerapkan prinsip Environment Social Governance dalam operasional bisnisnya. “ESG adalah tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan yang berorientasi kepada Principle of Governance, Planet, People dan Prosperity,” jelas John Riady dalam keterangan tertulis kepada propertynbank.com, Jumat (25/2). John Riady yang ditunjuk sebagai World Economic Forum Young Global Leaders memastikan bahwa Lippo Group menjadi salah satu perusahaan pertama dari Asia Tenggara yang menandatangani World Economic Forum (WEF) inisiatif Stakeholder Capitalism Metrics (SCM) bersama dengan lebih dari 100 perusahaan internasional kelas dunia lainnya. Lebih lanjut dijelaskan John Riady, salah satu kontribusi utama LPKR terhadap langkah pembangunan keberlanjutan dan ESG, adalah melalui pembangunan township dengan tata kelola lingkungan yang baik bagi planet. Masterplan area residensial LPKR, sambung John Riady, disusun untuk memudahkan penghuni dalam menjalankan aktivitasnya secara efektif, efisien dan hemat energi, terlebih dengan akses dan fasilitas perkotaan yang mudah dijangkau seperti area bisnis, sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. LPKR, tutur dia, juga memperhatikan detail proyek residensial yang di bangun, bekerjasama dengan arsitek kelas dunia seperti Alex Bayu dan Karl Princic, untuk menciptakan rumah ramah lingkungan dan dengan harga terjangkau. “Dengan menerapkan teknologi cross ventilation guna menghasilkan ventilasi udara dan cahaya sehingga hemat listrik, serta open space living dari bentuk high ceiling, berjendela besar, dan adanya tropical garden, LPKR telah menjawab kebutuhan hunian yang fungsional dan ramah lingkungan dengan model rumah simple yet modern,” ujar John Riady. Sejak Awal Lippo Konsisten Terapkan ESG Dijelaskan John, LPKR sejak awal telah menerapkan konsep ESG. Dalam setiap proyek, LPKR menerapkan 3 hal utama, antara lain Operational Excellence, yaitu bangunan rumah berkualitas dan serah terima tepat waktu. Lalu, Governance yaitu tata kelola dengan melakukan check & balance pada proses pembangunan serta faktor, serta Sustainability yang mencakup desain modern dengan pemanfaatan ruangan yang fungsional serta harga terjangkau. “Hal ini memang terbukti dengan tingginya minat konsumen terhadap 9 proyek rumah tapak 2 lantai LPKR Cendana Homes Series yang selalu habis terjual hanya dalam hitungan waktu 3-4 jam,” pungkas John Riady.
Cendana Cove Verdant, Proyek Perdana Lippo Di Tahun 2022
Propertynbank.com – Cendana Cove Verdant yang akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2022, tercatat sebagai proyek pertama perusahaan pengembang properti senior Lippo Group. Melalui PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), pengembang kawakan ini optimis sektor properti akan kembali menggeliat di tahun 2022. Optimisme LPKR tersebut juga sejalan dengan catatan Property Market Outlook 2022, yang dilaporkan oleh Rumah.com dalam Indonesia Property Market Index, yang mengindikasikan bahwa tren harga properti akan terus meningkat setiap kuartal di tahun 2022. Menurut laporan tersebut, pulihnya ekonomi nasional turut membangun optimisme bagi pasar properti. Rumah.com juga mengungkapkan, dukungan pemerintah melalui insentif PPN yang berlaku hingga Juni 2022 juga meningkatkan minat konsumen untuk kembali berburu hunian. Bagi konsumen, tahun 2022 masih akan menjadi ‘buyer’s market’ dan konsumen yang telah siap secara ekonomi akan mengambil keputusan untuk membeli properti secepatnya. Hal ini juga diperkuat dengan hasil survei yang dilakukan oleh Rumah.com, yakni dari 1.078 responden pada survei online, sebanyak 65% berencana untuk membeli rumah dalam waktu 1 tahun kedepan – terutama pilihan rumah tapak. Menurut survei tersebut, minat konsumen properti di tahun 2022 masih akan tertuju pada kawasan penyangga kota besar atau suburb. Selain itu, fasilitas umum di sekitar properti juga menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih hunian. Rumah.com juga menyorot tren penting bagi pasar properti yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memiliki rumah yang ramah lingkungan, terutama untuk rumah desain modern dilengkapi fitur-fitur hemat listrik dan menerapkan sistem cross-ventilation, serta penggunaan jendela yang lebar. Terkait dengan hal itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) merupakan pengembang yang sangat jeli melihat tren di sektor properti. LPKR telah menghadirkan berbagai proyek rumah tapak 2 lantai sejak awal tahun 2020 – hasil kolaborasi arsitek kelas dunia, Alex Bayu dan Karl Princic. Rumah tapak ini mengusung eco-living concept dengan gaya arsitektur urban yang simple, stylish dan elegan yang terbukti sangat digandrungi konsumen. Selain itu, desain open plan atau rumah yang tidak banyak sekat menciptakan ruang multifungsi yang sangat cocok untuk gaya hidup business from home dan work from home. Penggunaan jendela yang lebar di setiap sisi bangunan rumah juga memaksimalkan sirkulasi udara maupun cahaya dengan sistem cross-ventilation. Cendana Cove Verdant Proyek ke 9 Cendana Series CEO LPKR John Riady menjelaskan, berbagai indikator dan sinyal positif khususnya untuk segmen rumah tapak, ditangkap oleh LPKR dengan menghadirkan produk yang tepat. Terbukti dengan 8 proyek rumah tapak Cendana Homes Series yang diluncurkan sejak awal tahun 2020 selalu habis terjual hanya dalam waktu sekitar 3-4 jam. Sebelumnya telah dipasarkan Cendana Spring, Cendana View, Cendana Place, Cendana Hills, Cendana Peak, Cendana Icon, Cendana Parc & Parc North dan Cendana Cove serta yang ke sembilan adalah Cendana Cove Verdant. “Karena permintaan pasar yang tetap tinggi untuk produk ini, kami menyiapkan proyek terbaru Cendana Cove Verdant yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2022,” ujar John Riady dalam keterangan tertulis kepada propertynbank.com, Rabu (2/2). Dikatakan John Riady, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang berlaku hingga bulan Juni 2022 diyakini akan mendorong peningkatan penjualan rumah inden. LPKR sudah dikenal sejak lama sebagai pengembang properti terkemuka yang mumpuni dalam strategi penjualan rumah inden. “Kami awali tahun 2022 dengan meluncurkan Cendana Cove Verdant dan kami prediksi akan mampu meningkatkan kinerjanya dalam upaya mencapai target kinerja pra penjualan Rp5,2 triliun tahun ini,” tutup John Riady.
Cendana Parc Sold Out Dalam Waktu Singkat, Lippo Karawaci Siapkan Tahap Dua
PROPERTI – Hanya sekejap, sebanyak 460 unit rumah tapak Cendana Parc yang dipasarkan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) habis terjual. Ya, hanya dalam waktu 5 jam saja, rumah dengan harga rata-rata per unitnya sekitar Rp900 jutaan itu terjual habis, bahkan mengalami oversubscribed hingga dua kali lipat. Hal ini sesuai dengan catatan JLL Indonesia pada awal tahun 2021, yang menyebutkan terjadi peningkatan permintaan pasar landed house atau rumah tapak. “Rumah tapak dengan dua hingga tiga kamar tidur merupakan tipe yang paling diminati. Kami mencatat bahwa pada tahun 2021 ada 35.000 unit pasokan baru akan masuk ke pasar,” ujar Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, yang dimuat dalam laporan Jakarta Property Market Update tahun 2021 tersebut. PT Lippo Karawaci Tbk. yang jeli menangkap peluang pasar tersebut, ikut merasakannya dengan sukses memasarkan Cendana Parc yang berada di kawasan utama kota Lippo Village itu. Rumah tapak dua lantai dengan pilihan dua dan tiga kamar tidur tersebut mendapat respon yang luar biasa saat Pemilihan Unit Cendana Parc, Sabtu (5/6) di Maxx Box Lippo Village. [irp] Dalam acara dengan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi oleh Satgas Covid-19 Pemkab Tangerang itu, CEO LPKR John Riady menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat kepada produk berkualitas persembahan LPKR. Dirinya berterima kasih kepada para pembeli Cendana Parc dan berkomitmen memberikan desain terbaik Cendana Parc sebagai rumah sehat dua lantai dengan harga yang sangat terjangkau. “Kolaborasi dua desainer terkemuka, Alex Bayu dan Karl Princic, berhasil memadukan keharmonisan alam dan urban lifestyle kaum milenial yang merupakan end user Cendana Parc. Berlokasi di tengah kota Lippo Village dengan semua fasilitas kota yang sudah matang, Cendana Parc bukan hanya rumah tempat tinggal, tapi sekaligus investasi masa depan,” ujar John Riady. [irp] Dikatakan John, pihaknya sangat bersyukur atas keberhasilan penjualan Cendana Parc yang sold out serta menyampaikan permohonan maaf bagi konsumen yang sudah berminat namun belum kebagian unit. “Kami segera mempersiapkan produk unggulan Cendana Series berikutnya yaitu Cendana Parc Phase 2 dan kami akan memberikan prioritas kepada konsumen kami yang saat ini belum kebagian unit,” pungkasnya.
Bidik Kaum Milenial, Lippo Luncurkan Cendana Parc Harga Rp 650 Jutaan
PERUMAHAN – Cushman & Wakefield Indonesia mencatat, tak kurang dari 11.500 unit rumah yang terjual pada tahun 2020 lalu. Gencarnya berbagai promo dan penawaran menarik yang diberikan oleh sejumlah pengembang di tengah pandemi Covid-19, mendorong konsumen untuk membeli properti, khususnya rumah atau produk hunian. Menurut Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo, rumah yang paling laku dan banyak dicari konsumen dikisaran harga Rp500 juta hingga Rp1Milar. [irp] “Rumah-rumah untuk segmen menengah yang paling banyak dicari berada di 40 kawasan yang dikembangkan oleh beberapa developer. Bahkan, pengembang besar seperti Lippo Karawaci sudah menggarap pasar di segmen sejak tahun lalu. Begitu juga pengembang lainnya yang mengkuti strategi ini dengan ikut merilis produk untuk segmen menengah,” jelas Arief Rahardjo. Tahun 2020, sebut Arief, menjadi titik balik bisnis properti Lippo yang divalidasikan oleh suksesnya empat kali peluncuran produk Cendana Series. Pasalnya, seluruh unit yang ditawarkan dalam acara pemilihan unit Cendana Series, terjual habis dengan singkat dalam kurun waktu beberapa jam saja. [irp] Lippo kembali menunjukkan kejeliannya pada tahun 2021, dengan membidik segmen menengah milenial dengan harga terjangkau, yakni menawarkan rumah tapak dua lantai Cendana Parc, yang dibanderol Rp650 jutaan. Rencananya, Cendana Parc resmi diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2021 mendatang. Pada peluncuran tersebut, untuk memudahkan konsumen, Lippo menggandeng sejumlah institusi pembiayaan seperti Bank Nobu, BNI, BRI, CIMB Niaga, Bank Permata, Panin Dubai, Asiatic dan Ciptadana yang memberikan fasilitas pembiayaan dengan DP 0% dan cicilan mulai Rp3,5 juta per bulan. [irp] Cendana Parc merupakan hunian yang didesain oleh Alex Bayu dan Karl Princic dengan memadukan harmonisasi alam, kehidupan urban yang terwujud dalam desain rumah dua lantai dengan kualitas terbaik. Cendana Parc memenuhi selera kekinian kaum milenial yang simple dan modern, dalam desain rumah industrial touch dengan open space living dari bentuk atap pelana, high ceiling, berjendela besar serta garden di bagian depan dan belakang rumah.
Satu Hari Dipasarkan, Lippo Karawaci Jual 85% Unit-unit di Klaster Cendana Icon
PROPERTI – Di koridor barat Jakarta, Lippo Karawaci sudah menjadi salah satu kawasan favorit untuk tempat tinggal. Lingkungannya yang masih hijau dan asri serta didukung dengan aksesibilitas yang baik, Lippo Karawaci menjadi incaran bagi kalangan milenial. Tingginya minat masyarakat khususnya kelas menengah untuk tinggal di Lippo Karawaci, dibuktikan dengan suksesnya penjualan Cendana Icon, salah satu klaster terbaru yang diluncurkan pada Sabtu (6/3) lalu. Hanya dalam satu hari berhasil terjual 85% dari 700 lebih unit rumah. Kesuksesan ini mengulang keberhasilan penjualan tiga penjualan rumah tapak dan unit apartemen di tahun 2020. [irp] Chief Operating Officer PT. Lippo Karawaci Tbk., Rudy Halim mengatakan, Cendana Icon memperoleh sambutan yang luar biasa dari konsumen. Acara pemilihan unit Cendana Icon yang dilakukan pertama kali di tahun 2021, sama suksesnya dengan penjualan klaster Cendana Homes dan Cendana Peak pada bulan Juli dan September tahun lalu. “Kami sangat mengapresiasi tingginya minat dan kepercayaan masyarakat atas produk kami. Oleh karena itu kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat atas sambutan yang luar biasa terhadap rangkaian produk persembahan kami. Cendana Icon sangat diminati oleh anak muda milenial yang belum menikah atau orang tua yang membelikan untuk anaknya,” ujar Rudy Halim. [irp] Dijelaskan Rudy Halim, oleh karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka acara pemilihan unit Cendana Icon dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan mewajibkan semua panitia melakukan swab antigen serta konsumen yang datang untuk memilih unit harus menggunakan masker medis, dan mematuhi physical distancing. Rudy Halim menerangkan dengan rinci, sebagai rumah tapak dengan design milenial, klaster Cendana Icon memiliki ukuran luas tanah mulai 60 m² hingga 127,5 m². Lokasinya di kawasan unggulan Lippo Village. Keunggulan inilah yang menjadi pertimbangan pembeli sehingga rela antri untuk mendapatkan unit rumah di Cendana Icon. [irp] “Lippo Karawaci sangat strategis dekat dengan jalan tol dan memiliki banyak akses jalan ke pusat kota Jakarta, ke Bandara Soekarno Hatta, ke Serpong Tangerang, ke Bintaro maupun ke arah Banten. Design rumahnya sangat milenial simple elegan dan dengan cara pembelian yang sangat cocok dengan pendapatan keluarga muda,” tutur Rudy Halim. Kawasan Lippo Karawaci juga akan terhubung dengan stasiun MRT yang sedang direncanakan pembangunannya. Cendana Icon didukung dengan konsep TOD (Transit Oriented Development), dekat fasilitas pendidikan Sekolah Dian Harapan (SDH), pusat bisnis dan perkantoran Cyber Park dan Pinangsia Office Park, pusat belanja dan entertainment, fasilitas kesehatan Rumah Sakit Siloam, serta fasilitas olahraga dan hospitality. [irp] Disamping itu, keunggulan lainnya adalah adanya pengelolaan lingkungan kota oleh tim profesional Town Management Division yang siap 24 jam. Area Lippo Karawaci township seluas 1.300 hektar didesain sebagai kota internasional ramah lingkungan yang bebas banjir dan telah ditumbuhi sebanyak 155.000 pepohonan menjadikan suhu udara di daerah ini 27,8º Celcius. Klaster Cendana Icon terdiri dari 700 lebih unit rumah tapak dengan 3 pilihan tipe Icon Villa, Icon Residence dan Icon Cottage. Harga ditawarkan mulai Rp. 599 juta untuk dengan spesifikasi rumah dua lantai dan pilihan 2 dan 3 kamar tidur yang dapat dikembangkan menjadi 4 kamar tidur. Luas tanah bervariasi mulai 60 m², 82,5 m², 84 m², 97,5 m², 112,5 m² dan 127,5 m². “Kami memberikan pilihan cara pembayaran untuk memudahkan pembeli tersedia cara cash, KPR dengan DP minimal, KPR dengan DP 5% hingga 10% dan cicilan mulai 12 hingga 48 kali,” pungkas Rudy Halim.
Perlahan Terus Menggeliat, Giliran Saham Properti Mulai Menghijau
EMITEN – Saham-saham di sektor properti berhasil menghijau pada perdagangan pada Selasa (17/11/2020), mengekor Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) yang terbang 0,99% hari ini. Diketahui, sentimen untuk pasar modal tengah positif, paska muncul kabar kesuksesan vaksin covid-19, Moderna, yang ampuh hingga 94% tanpa efek samping yang berbahaya. Sektor properti akhirnya perlahan kini menghijau, usai menjadi salah satu sektor yang terpukul paling keras oleh pandemi. Dengan adanya harapan akan hidup normal kembali, maka investor mulai masuk ke saham-saham properti sehingga harganya mulai merangkak naik. Dari 7 emiten properti dengan kapitalisasi pasar mumpuni dan likuiditas yang baik, lima diantaranya berhasil menghijau, satu stagnan, dan hanya satu yang terkoreksi. [irp] Kenaikan pada Selasa (17/11/2020), dipimpin PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI), yang berhasil terbang 8,38% ke level harga Rp 194/unit. ASRI berhasil melesat, karena adanya sentimen tambahan yakni ASRI merampungkan restrukturisasi global bond, sehingga terhindar dari bahaya gagal bayar. Selain ASRI, perusahaan properti lain yang ikut menghijau, adalah saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang naik 2,58% ke level Rp 795/unit. Lalu, saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 2,27% yang masih stagnan di level Rp 135/unit. Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 1,46% ke harga Rp 488/unit, dan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 1,11% ke harga Rp 901/unit. Sedangkan koreksi hanya dibukukan oleh emiten grup Sinarmas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), yang terkoreksi 0,92% ke level Rp 1.080/unit. [irp] IHSG ditutup menguat +35 poin (+0.64%) pada level 5,530 Sektor infrastruktur dan konsumer masing-masing mencatatkan kenaikan +27 poin (+3.06%) dan +32 poin (+1.74%), yang menjadi kontributor terbesar bagi penguatan indeks harga saham gabungan hari ini. Sementara itu, investor asing membukukan pembelian bersih ( foreign net buy) sebesar 758.2 miliar di pasar reguler. (Artha Tidar)
Lippo Group Yakin Bisnis Properti Pulih, WIKA Masih Tertekan Karena Covid-19
PROPERTI – PT Lippo Karawaci Tbk., optimis bisnis properti secara bertahap telah pulih sehingga dapat memperbaiki kinerja perseroan secara konsolidasi. CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, kinerja perseroan pada kuartal ketiga tahun ini berhasil didukung oleh lini bisnis properti dengan total marketing sales sebesar Rp1,2 triliun, atau tumbuh 304 persen secara year on year (yoy). “Meski pendapatan berulang kami terganggu oleh pandemi covid-19, kami telah melihat bahwa bisnis properti perlahan lahan telah pulih dan mendekati normal,” ujar John seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (02/11/2020). [irp] Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham LPKR itu membukukan pendapatan sebesar Rp8,58 triliun pada kuartal III/2020. Nilai itu naik tipis 0,24 persen yoy, dari sebelumnya sebesar Rp8,56 triliun. LPKR juga melaporkan kenaikan EBITDA pada kuartal III/2020 sebesar 75,6 persen yoy menjadi Rp1,58 triliun dari Rp902 miliar pada kuartal III/2019. Manajemen Lippo Karawaci menjelaskan perbaikan kinerja lini bisnis itu didukung pertumbuhan pendapatan yang kuat dari Cikarang, pengakuan pendapatan untuk serah terima di tower Hillcrest dan Fairview di Lippo Village, dan penjualan persediaan. [irp] Sementara itu, pendapatan di lini bisnis Real Estate Management & Services menunjukkan penurunan sebanyak 10,2 persen pada kuartal III/2020 menjadi Rp6,15 triliun dari Rp6,85 triliun pada periode yang sama tahun lalu, seiring dengan kondisi yang menantang akibat pandemi Covid-19. “Kasus baru Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia pada kuartal III/2020 menyebabkan penutupan hotel yang berkepanjangan, pengunjung mall yang lebih sedikit dari yang sebelumnya diperkirakan, dan lebih banyaknya dilakukan penanganan Covid di lini bisnis rumah sakit, daripada pasien bisnis inti,” jelas John. Saham WIKA Tertahan Sejumlah analis merekomendasikan tahan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. setelah perseroan mengumumkan penurunan pendapatan dan laba per akhir kuartal III/2020. Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman mengatakan, pencapaian kontrak baru emiten berkode saham WIKA, bakal menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga saham perseroan. [irp] Di sisi lain, anggaran infrastruktur dari pemerintah yang lebih tinggi 47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2021 senilai Rp414 triliun serta rencana pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan mampu menjadi katalis positif. “Pendapatan bisa turun terus [bahkan menyebabkan kerugian] jika kontrak baru tidak bisa pulih signifikan pada 2021,” tulis Arief. dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, seperti dikutip Selasa (03/11/2020). Arief menuliskan WIKA tampak kesulitan mendapatkan kontrak baru pada tahun ini karena pengerjaan beberapa proyek dihentikan sementara. Penghentian pembangunan tersebut bukan tanpa alasan karena pemerintah menerapkan pembatasan sosial untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, WIKA membukukan kontrak baru senilai Rp6,84 triliun per September 2020 atau turun 73 persen yoy. [irp] Dengan pencapaian tersebut, WIKA baru merealisasikan sekitar 32 persen dari target kontrak baru pada 2020 yang senilai Rp21,37 triliun. Sebelumnya, WIKA menyampaikan target laba bersih direvisi menjadi Rp208 miliar pada tahun ini atau lebih rendah sekitar 89 persen dibandingkan 2019. Adapun, pendapatan diharapkan mencapai Rp16,9 triliun pada tahun ini. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Aurelia Barus menambahkan, kontrak baru yang didapatkan WIKA pada periode Januari – September 2020 merupakan yang terendah sejak 2010. Ia memperkirakan bisnis properti serta dana operasional yang tinggi, akan tetap menekan kinerja WIKA pada tahun ini dan 2021. “Ukuran kontrak WIKA biasanya dapat dibandingkan [setara] dengan PT PP (Persero) Tbk. dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., tapi hasil [saat ini] di luar dugaan jauh lebih rendah,” tulis Aurelia. (Artha Tidar)